cover
Contact Name
Ali Rakhman Hakim
Contact Email
alirakhmanhakim@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
syifajournal@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading RT.01 RW.01, Kota Banjarbaru, 70714, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Farmasi SYIFA
ISSN : -     EISSN : 29874122     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi SYIFA publishes Original Research Articles and Review Articles in all areas of pharmacy and pharmaceutical sciences from the discovery of a drug up to clinical evaluation.
Articles 60 Documents
Profil Flavonoid Ekstrak Etil Asetat Daun Leyasi (Leucosyke capitellata Wedd) Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina; Rahmah, Aulia; Julianti, Army; Ulpah, Nor Sipa Aulia; Natantri, Bamikha Priskila
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.996

Abstract

Daun Leyasi (Leucosyke capitellata Wedd) secara empiris digunakan masyarakat sebagai penurun kadar gula darah dan memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif, khususnya flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil flavonoid dari ekstrak etil asetat daun Leyasi melalui uji fitokimia, kromatografi lapis tipis (KLT), serta penetapan kadar flavonoid total. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode ultrasonik, kemudian dilakukan uji identifikasi flavonoid dengan reaksi Shinoda, FeCl₃, dan analisis KLT menggunakan eluen kloroform–etanol (2:8). Hasil KLT menunjukkan tiga bercak dengan nilai Rf 0,73; 0,81; dan 0,89 yang mengindikasikan keberadaan beberapa senyawa semipolar, terutama flavonoid. Penetapan kadar flavonoid total menghasilkan nilai rata‑rata 72,411 ± 3,843 mgQE/g dari tiga replikasi, menunjukkan presisi metode yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa daun Leyasi mengandung flavonoid dalam kadar tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber senyawa bioaktif untuk produk herbal atau fitofarmaka.
Analisis Perbandingan Efektivitas Dan Mekanisme Biologis Pada Jamu, Obat Herbal Terstandar, Dan Fitofarmaka Dalam Pengobatan Diare Surbakti, Christika Ilsanaa; Hutauruk, Dumartina; Peri
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.1006

Abstract

Obat herbal Indonesia adalah kombinasi dari jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka yang memiliki perbedaan dalam tingkat pembuktian ilmiah serta efektivitas terapi. Evaluasi diperlukan untuk memahami nilai terapeutik dan mekanisme biologis masing-masing. Membandingkan efektivitas dan mekanisme biologis jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka dalam pengobatan diare berdasarkan bukti ilmiah terbaru. Studi ini menggunakan pencarian artikel-artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir sebagai metodologi penelitian: tinjauan pustaka naratif pada artikel yang diterbitkan tidak lebih awal dari tahun 2020 di Google Scholar, PubMed, dan jurnal terindeks SINTA. Analisis dilakukan dengan membandingkan tingkat bukti, farmakologi, dan mekanisme kerja. Jamu memiliki potensi antidiare berdasarkan pengalaman empiris dan kandungan fitokimia, tetapi efektivitas dan mekanisme biologisnya belum dibuktikan secara langsung. OHT menunjukkan efektivitas yang lebih konsisten karena telah diuji secara in vivo dengan mekanisme utama astringen, antimotilitas, dan antisekretori. Fitofarmaka memiliki bukti terkuat karena diuji secara klinis pada manusia, dengan mekanisme biologis yang paling lengkap dan relevan secara klinis. Semakin tinggi tingkat standardisasi obat tradisional, mulai dari jamu, kemudian obat herbal terstandar, hingga fitofarmaka, semakin kuat bukti efektivitasnya dan semakin jelas mekanisme biologisnya dalam pengobatan diare.
Jurnal Review: Aktivitas Biologis Jamu, Obat Herbal Terstandar, Dan Fitofarmaka Sebagai Antiinflamasi Mairani, Fridelly; Marpaung, Jon Kenedy; Utama, Rezza Fikrih; Fitri, Widya
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.1007

Abstract

Jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka merupakan bagian penting dari sistem pengobatan berbasis bahan alam di Indonesia yang didukung oleh kekayaan keanekaragaman hayati. Berbagai tanaman obat diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, kurkuminoid dan senyawa fenolik yang berperan dalam aktivitas biologis, khususnya sebagai agen antiinflamasi. Review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis aktivitas biologis jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka sebagai antiinflamasi. Penelitian ini merupakan review literatur sistematis yang bersumber dari Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Portal Garuda. Artikel yang diseleksi merupakan penelitian eksperimental in vitro dan in vivo yang menguji aktivitas biologis sediaan jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Data dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan jenis sediaan, senyawa bioaktif, metode uji, serta hasil aktivitas biologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka memiliki aktivitas antiinflamasi yang signifikan, ditandai dengan penurunan edema dan penghambatan mediator inflamasi. Formulasi terstandar seperti gel, minyak, sirup, serbuk dan stick herbal meningkatkan stabilitas serta konsistensi efek terapeutik. Kesimpulan yang didapat dari hasil identifikasi dan analisis yaitu jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka terbukti memiliki potensi antiinflamasi yang kuat melalui aktivitas senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, kurkuminoid dan senyawa fenolik. Senyawa-senyawa ini berperan dalam menghambat mediator inflamasi, mengurangi edema, serta melindungi jaringan dari stres oksidatif. Jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka memiliki potensi besar sebagai agen antiinflamasi yang aman dan efektif. Standarisasi sediaan dan pendekatan ilmiah yang tepat mendukung integrasi obat tradisional ke dalam praktik kesehatan modern berbasis bukti ilmiah.
Analisis Faktor Dominan Stres Akademik dan Implikasinya terhadap Kualitas Hidup Mahasiswa Farmasi Universitas Lampung Risanti, Yumna Dwi; Suri, Nurma; Meiliana, Made Laksmi; Oktafany
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.1008

Abstract

Stres akademik merupakan salah satu masalah yang banyak dialami mahasiswa dan berpotensi memengaruhi kualitas hidup, khususnya pada mahasiswa bidang kesehatan yang memiliki tuntutan akademik tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres akademik dengan kualitas hidup mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Lampung. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 272 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres akademik diukur menggunakan kuesioner PAS, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-BREF yang meliputi domain fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal Wallis untuk mengetahui perbedaan skor kualitas hidup berdasarkan tingkat stres akademik. Sebanyak 8 responden (2,9%) memiliki stres akademik ringan, 192 responden (70,6%) stres sedang, dan 72 responden (26,5%) stres tinggi. Skor kualitas hidup tertinggi terdapat pada domain lingkungan (70,93 ± 13,78) dan terendah pada domain hubungan sosial (61,18 ± 16,78). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres akademik dengan seluruh domain kualitas hidup (p < 0,001). Tingkat stres akademik paling dominan dipengaruhi oleh periode ujian dan berhubungan signifikan dengan kualitas hidup mahasiswa, di mana semakin tinggi stres akademik maka semakin rendah kualitas hidup.
Artikel Review Fitokimia: Efektifitas Dekokta Sebagai Metode Ekstraksi Ikfar, Novita Fitriana; Aini, Fina Salsabila Nur; Ananta, Seylin Zavira; Khusnia, Anisa Khanif; Mahmud, Wilda Tsabitah Jafnah; Rahma, Najwa Firida; Lestari, Salsha Bila Dwi; Putri, Angelita Maulya Cantika; Chayani, Alya Miladiyah; Hisbiah, A’Yunil; S.Klau, Ivan Charles; Ningsih, Arista Wahyu
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.862

Abstract

Dekokta merupakan salah satu metode ekstraksi konvensional yang banyak digunakan dalam pengolahan tanaman obat karena prosesnya sederhana, efektif, dan mampu menghasilkan senyawa bioaktif dalam jumlah tinggi. Penelitian dan pengembangan mengenai metode ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuannya dalam mengekstraksi senyawa aktif serta mengevaluasi aktivitas biologis dari berbagai tanaman obat. Proses dekokta dilakukan dengan merebus simplisia tanaman dalam air pada suhu dan waktu tertentu untuk mengekstraksi komponen aktif, dan telah diterapkan pada berbagai tanaman seperti daun iler, daun singkong, krokot, Gracilaria verrucosa, daun mengkudu, serta sabut kelapa muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini mampu mengekstraksi senyawa penting seperti flavonoid, tanin, polifenol, alkaloid, saponin, dan terpenoid, menghasilkan rendemen serta kadar fenolik yang tinggi, dan menunjukkan aktivitas biologis signifikan seperti antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, aktivitas antioksidan kuat, serta aktivitas antiinflamasi dengan nilai IC₅₀ yang kompetitif terhadap kontrol positif. Selain itu, dekokta juga berperan dalam pembentukan supramolekul dan partikel nano homogen yang meningkatkan efektivitas fitokimia, seperti pada Mahuang Fuzi Decoction (MGF). Dengan berbagai keunggulan tersebut, dekokta menjadi metode penting dalam pengembangan obat herbal modern dan berpotensi menjadi dasar inovasi untuk meningkatkan stabilitas, bioaktivitas, serta nilai komersial produk fitofarmaka.
Jurnal Review: Pengaruh Suatu Zat Terhadap Sistem Dalam Tubuh Dari Jamu, Obat Herbal Terstandar, Dan Fitofarmaka Serta Manfaatnya Sebagai Antiinflamasi Sapitri, Alfi; Marbun, Eva Diansari; Suryani, Monica; Fikri, Naufal Noli; Anggraini, Rania Ultah; Ningtia, Ayu Cahya
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.986

Abstract

Pemanfaatan jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap terapi berbasis bahan alam yang dinilai lebih aman dan mudah diakses. Ketiga kategori herbal tersebut memiliki tingkat pembuktian ilmiah yang bermanfaat sebagai antiinflamasi, sehingga digunakan telaah sistematis untuk menilai aktivitas biologis dan manfaat kesehatannya berdasarkan penelitian terkini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh zat aktif alkaloid,flavonoid, curcuminoid,steroid,saponin,tanin dan senyawa metabolik lainnya dalam jamu,OHT,dan fitofarmaka terhadap sistem tubuh manusia maupun hewan yang diujikan secara klinik maupun praklinik yang berpotensi aktivitas antiinflamasi berdasarkan studi literatur lima tahun terakhir. Metode yang digunakan adalah telaah sistematis yang meliputi penelusuran literatur, seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, ekstraksi data, serta penyusunan hasil dalam bentuk tabel kualitatif. Penelitian yang dianalisis mencakup model uji in vitro, in vivo, hingga uji klinis sesuai golongan produknya. Hasil telaah menunjukkan bahwa beberapa bahan jamu seperti rimpang temulawak, ashitiba dan sambiloto terutama diuji menggunakan model in vitro serta dengan penghambatan enzim siklooksigenase COX-1 dan COX-2 hasilnya memperlihatkan aktivitas antiinflamasi. Pada kategori OHT seperti  daun telang, kombinasi rimpang kunyit dengan kurma,meniran,sambiloto dan kombinasi rimpang kencur dengan daun srikaya memberikan aktivitas antiinflamasi dengan kandungan kandungan zat aktif flavanoid dan senyawa fenolik lainnya melalui penelitian secara in vitro dan in vivo. Dan pada kategori fitofarmaka seperti daun jambu biji dan phyllantus niruri juga memberikan aktivitas antiinflamasi dengan kandungan zat aktif flavanoid dan metabolik lainnya melalui penelitian secara in vivo maupun in vitro dan uji klinis terbatas. Sementara itu,. Secara regulatif, BPOM No. 32 Tahun 2019 berperan memastikan mutu serta keamanan produk herbal. Jamu, OHT, dan fitofarmaka memiliki suatu zat yang relevan sebagai antiiinflamasi.
Identifikasi Senyawa Flavonoid Pada Batang Pepaya (Carica papaya L) Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Nugrahini, Febrina; Mindiarto, Ahmad Bagus; Setiawati, Rini
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.1003

Abstract

Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder yang banyak ditemukan pada tanaman obat dan diketahui memiliki aktivitas biologis yang penting, seperti antioksidan dan antiinflamasi. Tanaman pepaya (Carica papaya L.) telah banyak diteliti pada bagian daun dan buahnya, namun informasi mengenai kandungan flavonoid pada bagian batang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar total flavonoid dalam ekstrak batang pepaya menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan kuersetin sebagai standar kuantitatif. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa ekstrak batang pepaya memberikan respon positif terhadap flavonoid. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid total dalam ekstrak batang pepaya Adalah 6,03333±0,0002 mgQE/g ekstrak atau 0,6033±0,0002 % b/b. Analisis kuantitatif dapat ditentukan secara akurat menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan dinyatakan sebagai ekuivalen kuersetin. Hasil ini mengindikasikan bahwa batang pepaya berpotensi sebagai sumber flavonoid dan metode spektrofotometri UV-Vis merupakan metode yang sederhana, cepat, dan efektif untuk penetapan flavonoid total pada bahan alam.
Analisis Kelengkapan Administratif dan Farmasetik E-Resep Pasien Rawat Inap di RS X Kota Palangka Raya Puranti, Iswatun Desyla; Mulyani, Evi; Pratama, Mohammad Rizki Fadhil
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.1005

Abstract

Penggunaan e-resep merupakan inovasi digital di rumah sakit yang bertujuan untuk meminimalkan medication error dan meningkatkan standar mutu pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran profil kelengkapan e-resep pada pasien rawat inap di RS X Kota Palangka Raya periode Juli – Desember 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif menggunakan 360 sampel e-resep yang diambil melalui teknik simple random sampling dengan rumus Slovin. Sistem digital rumah sakit menunjukkan performa sangat baik pada komponen invocatio dan subscriptio dengan tingkat kelengkapan mencapai 100%. Namun, efektivitas sistem masih terbatas pada komponen inscriptio (0%), prescriptio (22,78%), signatura (14,44%), dan pro (0%). Implementasi e-resep di RS X Kota Palangka Raya telah berhasil mengotomatisasi aspek legalitas waktu dan asal resep secara sempurna. Meskipun demikian, diperlukan perbaikan sistemik pada integrasi data klinis pasien (usia, berat badan, tinggi badan) serta pemutakhiran tampilan SIP dokter guna menjamin kelengkapan administratif dan keamanan pasien secara komprehensif.
Uji Efek Diuretik Ekstrak Daun Remek Daging (Hemigraphis Colorata Hall F.) Terhadap Hewan Uji Tikus Putih (Rattus Novergicus) Widyastuti, Sri; Wahyuni, Sri
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.1010

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji efek diuretik ekstrak daun remek daging (Hemigraphis colorata Hall  F.) asal Kota Bandung terhadap hewan uji tikus putih (Rattus norvegicus), dengan tujuan untuk mengetahui dan menentukan konsentrasi ekstrak etanol daun remek daging yang dapat memberikan efek diuretik pada tikus putih jantan galur Wistar. Dalam hal ini, dilakukan pengujian terhadap 15 ekor tikus putih yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I diberi Na.CMC 1% sebagai kontrol, kelompok II, III, IV diberi ekstrak daun remek daging dengan masing-masing  konsentrasi  1% b/v, 2% b/v, dan 3% b/v, sedangkan kelompok V diberi suspensi furosemida sebagai pembanding. Pengamatan frekuensi diuresis dan pengukuran volume urin selama 5 jam dilakukan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun remek daging memberikan efek diuretik pada tikus putih jantan. Pemberian ekstrak daun remek daging pada konsentrasi 3% b/v memberikan efek diuretik yang efektif dibandingkan konsentrasi 1% b/v dan 2% b/v, tetapi efeknya masih lebih kecil  dari suspensi furosemida  sebagai kontrol positif.
Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Hipertensi pada Kader Kesehatan Desa X Mustaqimah
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.1022

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian secara global. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan pencegahan hipertensi menjadi kendala utama dalam pengendalian penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 11 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan responden sebesar 3,91%, di mana nilai rata-rata pre-test adalah 7,82% meningkat menjadi 11,73% pada post-test. Sebanyak 8 responden (72,7%) mengalami kenaikan skor, sementara sisanya memiliki skor tetap atau menurun. Pemberian edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi, namun peningkatan yang terjadi belum mencapai level maksimal. Disarankan adanya edukasi berkelanjutan dan penggunaan media yang lebih interaktif untuk memperkuat pemahaman masyarakat.