cover
Contact Name
Ali Rakhman Hakim
Contact Email
alirakhmanhakim@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
syifajournal@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading RT.01 RW.01, Kota Banjarbaru, 70714, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Farmasi SYIFA
ISSN : -     EISSN : 29874122     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi SYIFA publishes Original Research Articles and Review Articles in all areas of pharmacy and pharmaceutical sciences from the discovery of a drug up to clinical evaluation.
Articles 46 Documents
Variasi Ukuran Serbuk Pada Formasi Warna Benang Tenun Dari Buah Aegiceras corniculatum (L.) Blanco Nastiti, Kunti; Hadi, Samsul; Aulia Ramadani, Rizka
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v2i1.377

Abstract

Aegiceras corniculatum atau dikenal juga dengan sebutan sea bonnet merupakan tumbuhan perdu atau pohon kecil yang tumbuh di daerah pesisir. Tanaman ini mempunyai kegunaan yang beragam, seperti kayunya untuk arang, bunganya sebagai hiasan, dan daunnya yang bisa dimakan.  A. corniculatum juga mempunyai khasiat obat, antara lain sebagai analgesik, obat diabetes, dan berpotensi sebagai obat antikanker. Metodologi penelitian pada artikel ini meliputi penggunaan sampel buah A. corniculatum yang diekstraksi menggunakan berbagai ukuran mesh dan waktu ekstraksi yang berbeda. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran serbuk yang digunakan dan semakin lama waktu ekstraksi maka intensitas warna yang dihasilkan akan semakin tinggi. Warna ungu yang dihasilkan dari ekstraksi kulit buah A. corniculatum berasal dari senyawa antosianin, yaitu sejenis flavan-3,4-diol yang termasuk dalam golongan senyawa tanin. Kesimpulannya Pembuatan warna yang dihasilkan dengan metode ekstraksi air menghasilkan intensitas warna seiring dengan mengecilnya ukuran partikel dan bertambahnya waktu yang digunakan.
Alternatif Pewarnaan Benang Tenun Menggunakan Daun Tudung Laut (Aegiceras corniculatum) Hadi, Samsul; Ramadani, Rizka aulia; Rahmadina, nazwa; Nastiti, Kunti
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v2i1.378

Abstract

Tudung laut mengandung zat warna yang dapat digunakan sebagai sumber bahan pewarna yang dapat diekstraksi dengan metode ekstraksi padat-cair, dengan menggunakan air sebagai pelarut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu ekstraksi dengan warna yang dihasilkan. Metode yang digunakan secara experimental yaitu penyiapan bahan baku, tahap ekstraksi dan penguapan, dan tahapan warna. Variabel yang digunakan adalah suhu 25°C, 50°C, 75°C dan 100°C serta waktu ekstraksi 1,5; 2.5; 3,5 dan 4,5 jam, ukuran serbuk 40 mesh. Perbandingan pelarut dengan air adalah 1:10. Untuk membentuk bubuk pewarna, larutan hasil ekstraksi dikeringkan dalam oven pada suhu 105˚°C selama 3 jam. Kadar zat warna maksimum diperoleh pada kondisi proses dengan suhu ekstraksi 100°C dan waktu ekstraksi 4 jam yaitu 1,85 gram. Warna yang dihasilkan adalah hijau muda-hijau tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ekstraksi berpengaruh terhadap peningkatan zat warna yang dihasilkan. Simpulan pewarna terbanyak diperoleh pada suhu 100°C dengan waktu ekstraksi 4 jam pada mesh 30 dengan berat endapan zat warna 1,85 gram.
Penetapan Parameter Spesifik Daun Beluntas (Pluchea indica L) Asal Kalimantan Selatan Nisa, Karimatun; Hakim, Ali Rakhman; Noval
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v1i2.406

Abstract

Daun Beluntas (Pluchea indica L) dapat tumbuh di daerah kering pada tanah yang keras dan berbatu, pada daerah dataran rendah hingga dataran tinggi. Seiring dengan meningkatnya teknologi bahan alam dan kecenderungan masyarakat, maka diperlukan adanya suatu acuan yang memuat persyaratan mutu bahan alam. Hasil uji kadar ektrak larut air mendapatkan hasil 13.387 %. Pada uji kadar ektrak larut etanol mendapatkan hasil 0,454. Pada skrinning fitokimia menjelaskan bahwa tanaman beluntas mengandung tanin, alkaloid, steroid/terpenoid, flavonoid, dan saponin.
Identifikasi Bahan Kimia Obat Natrium Diklofenak Dengan Metode KLT Dan Spektrofotometri Uv-Vis Pada Jamu Pegel Linu Di Kota Banjarmasin Jannah, Ghina Raudhatul; Syahran, Dayna Maharani; Husna, Hafizatul; Mutia, Desy; Azzahra, Fifi Alayda; Septianto, Gemilang; Hastika, Febby Yulia
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v2i2.425

Abstract

Jamu merupakan salah satu obat tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dan telah dikonsumsi sebagai pengobatan sejak dahulu. Masyarakat meyakini bahwa jamu tidak memiliki efek samping yang serius dan berpikir bahwa jamu sangat aman bila dikonsumsi dalam jangka waktu panjang jika dibandingkan dengan mengonsumsi obat-obatan dari bahan kimia atau sintesis pa Sedangkan, Bahan Kimia Obat (BKO) yang ditambahkan pada jamu biasanya tidak menyertakan informasi yang jelas pada kemasannya sehingga memungkinkan terjadinya efek buruk bagi kesehatan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar BKO natrium diklofenak yang terkandung pada jamu pegel linu yang beredar. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan analisis kuantitatif Spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis kualitatif pada sampel jamu pegel linu memiliki nilai Rf yakni 0,85 sedangkan pada larutan standar natrium diklofenak memiliki nilai Rf 0,84. Pada analisis kuantitatif didapatkan hasil konsentrasi natrium diklofenak 17,363 ppm atau kadar sebanyak 0,0017363%. Hasil tersebut membuktikan bahwa adanya kandungan obat pada sampel jamu tersebut. Berdasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa produk jamu pegel linu positif mengandung natrium diklofenak.
Analisis Kandungan Hidrokuinon Pada Sediaan Body Butter Di Pasaran Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Alawiyah, Tuti; Wikklin, Monica; Meka, Aderia Dang; Pitriya, Aima; Hidayati, Alfina; Anggriani, Fitria; Fernando, Solagratia Okta
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v2i2.426

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan perawatan kulit adalah dengan menggunakan kosmetika. Kosmetika berfungsi untuk memberikan dampak kecantikan dan kesehatan bagi tubuh, seperti pada body butter pemutih. BPOM RI Nomor 18 tahun 2015 tentang persyaratan teknis bahan kosmetika membatasi hidrokuinon dalam kosmetika. Indonesia tidak mengizinkan penggunaan hidrokuinon pada produk pemutih kulit, karena penggunaan hidrokuinon lebih dari 2% dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit kemerahan dan terbakar, bahkan menyebabkan kanker. Tujuan identifikasi ini untuk mengetahui kadar hidroquinon pada body butter yang beredar di online shop. Metode analisis kimia dengan menggunakan uji kualitatif menggunakan pereaksi pewarna yaitu FeCl3, Benedict dan Ag-Amonical untuk menentukan keberadaan zat pada sampel dan uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri Uv-vis untuk mengukur kadar zat pada sampel. Hasil uji kualitatif dari pereaksi warna FeCl3 dan Benedict mengandung hidrokuinon dan uji kuantitatif didapatkan kadar hidrokuinon pada sampel A sebesar 5,6% dan sampel B sebesar 6,93%. Dapat disimpulkan bahwa kedua sampel body butter mengandung hidrokuinon dan tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan yaitu 0,02%.
Uji Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol 96% Daun Markisa Ungu (Passiflora edulis Sims) Septiningrum, Chintya Hayu; Ariastuti, Reni; Ahwan, Ahwan
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v2i2.430

Abstract

Markisa ungu (Passiflora edulis Sims) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan seperti karotenoid, antosianin, flavonoid, dan vitamin C. Daun markisa ungu (Passiflora edulis Sims) telah diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid. Skrining fitokimia pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanol daun markisa ungu. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen laboraturium. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa proses yaitu penyiapan simplisia, ekstraksi simplisia menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%, dan skrining fitokimia. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun markisa ungu (Passiflora edulis Sims) positif mengandung senyawa flavonoid, fenolik, tanin, saponin, alkaloid, dan steroid.
Analisis Tingkat Kepuasan Pengunjung Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Pemenang Farma Kabupaten Lombok Utara Tusshaleha, Lelie Amalia; Rahmat, Syamsul; Hamdani, Ade Sukma; Jannah, Riahul
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v2i2.433

Abstract

Kualitas pelayanan kefarmasian apotek dapat dikatakan bermutu dapat dilihat dari faktor kepuasan pengunjung untuk mempelajari respon pengunjung terhadap mutu pelayanan yang diterima, kebutuhan dan harapan pengunjung dan meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pengunjung terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Pemenang Farma Kabupaten Lombok Utara dan hubungan demografi terhadap tingkat kepuasan pengunjung. Penelitian dilakukan secara observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan menggunakan kuesioner. Perhitungan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian dari 110 responden yang mengisi kuesioner, didapatkan hasil pada dimensi bukti langsung hasil kepuasan pengunjung adalah 80,45% merupakan kategori puas, dimensi kehandalan 79,63% kategori puas, dimensi ketanggapan 84,82% kategori sangat puas, dimensi jaminan 85.,3% kategori sangat puas dan dimensi empati 87,61% kategori sangat puas. Hasil uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan (p>0,05) antara demografi pengunjung (jenis kelamin dan usia) dan ada hubungan (p<0,05) antara demografi pekerjaan pengunjung apotek dengan tingkat kepuasan. Tingkat kepuasan pengunjung terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Pemenang Farma Kabupaten Lombok Utara adalah sangat puas dan hanya pada demografi pekerjaan yang memiliki hubungan dengan tingkat kepuasan pengunjung.
Uji Aktivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Teh Tehan (Acalypha siamensis) Terhadap Luka Sayat Pada Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Fadilah, Nitya Nurul; Fadhilah, Siti Khoirul; Nofriyaldi, Ali
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v2i2.451

Abstract

Tanaman Teh tehan (Acalypha siamensis) mengandung senyawa flavonoid yang mampu membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka sayat ekstrak etanol daun teh tehan dalam pemberian sediaan gel terhadap mencit putih jantan. Sampel terdiri dari 25 ekor mencit (5 kelompok), yang meliputi: kontrol negatif (basis gel), kelompok kontrol positif (ekstrak placetan 10% dan neomisin sulfat 0,5%), kelompok FI (5%), kelompok FII (10%), dan kelompok FIII (20%). Data yang didapatkan berupa nilai penyembuhan panjang luka sayat pada punggung mencit. Data hasil rata-rata penyembuhan luka sayat pada kontrol positif 6,8 hari, hasil kontrol negatif 12,8 hari, FI (5%) adalah 11 hari, FII (10%) 10 hari, dan FIII (20%) 7,2 hari. Berdasarkan lama penyembuhan luka, gel ekstrak etanol daun teh tehan pada kelompok FIII lebih baik dalam mempercepat proses penyembuhan luka sayat dibandingkan FI dan FII. Hasil analisis statistik dengan One way ANOVA (Analysis Of Variance) dikatakan signifikan (ρ<0,05).
Mekanisme Interaksi Obat Pada Pasien Lansia Hipertensi Titami, Arina; Dewi, Novia Ariani
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v2i2.460

Abstract

Populasi lansia berada pada risiko tinggi terkait drug-related problems (DRPs) karena perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik terkait usia. Insiden terkait DRPs dapat dihasilkan dari peningkatan prevalensi multipel penyakit kronis terkait usia yang menyebabkan penggunaan rejimen terapi yang kompleks. Interaksi obat adalah DRPs yang paling banyak terjadi pada penggunaan obat antihipertensi pada pasien lansia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat beserta mekanismenya yang mungkin terjadi pada pasien lansia dengan hipertensi. Penelitian ini merupakan review artikel, subjek review yang digunakan adalah artikel yang terindeks secara nasional dan internasional pada 10 tahun terakhir (2013-2023). Data yang diperoleh berasal dari situs web penyedia jurnal elektronik yaitu Google Scholar dan Researchgate. Pencarian artikel berdasarkan kata kunci yang digunakan yaitu interaksi obat, hipertensi, lansia. Potensi terjadi interaksi obat bergantung pada golongan obat dan mekanisme kerja obat tersebut. Terdapat 4 golongan obat yang digunakan sebagai lini pertama pada pengobatan hipertensi yaitu diuretik, B-blocker, ACE Inhibitor, dan ARB. Potensi interaksi obat dapat terjadi antara obat antihipertensi (OAH) dengan obat lainnya berupa obat antihipertensi golongan lain, NSAID, kortikosteroid, dan lainnya.Sebagian besar interaksi obat dapat diprediksi, dicegah dan diminimalisasi efek sampingnya dengan pemahaman yang baik tentang mekanisme interaksi obat. Pengetahuan yang baik tentang interaksi obat akan meningkatkan kesiagaan tenaga kesehatan khususnya apoteker dalam menangani kejadian yang tidakdiinginkan pada terapi farmakologi untuk pasien.
Peptida Bioaktif: Menjelajahi Potensi Dan Tantangan Menuju Pangan Masa Depan Rusydan, Azka Muhammad; Zulfaidah, Nanda Tsalasani
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v2i2.461

Abstract

Peptida bioaktif merupakan fragmen protein spesifik yang tidak hanya memiliki fungsi sebagai nutrisi, namun juga memiliki efek positif pada fungsi, kondisi dan kesehatan tubuh. Peptida bioaktif dapat terbentuk selama proses proteolisis baik melalui hidrolisis enzimatik in vitro, fermentasi, maupun pemecahan selama pencernaan makanan di saluran cerna. Peptida bioaktif memiliki berbagai manfaat pada kesehatan manusia dengan mempengaruhi sistem pencernaan, endokrin, kardiovaskular, syaraf dan imunitas. Beberapa jenis peptida bioaktif juga telah diteliti dan diketahui memiliki aktivitas antihipertensi, antioksidan, imunomodulator, antimikroba, antihiperlipidemia, sitomodulator dan antigenotoksik. Peptida bioaktif juga merupakan komponen yang fleksibel dalam penggunaannya dikarenakan variasi rantai samping yang dapat berinteraksi dan bekerja pada berbagai jenis lingkungan. Beberapa tantangan dalam penggunaan bioaktif peptida adalah lingkungan asam pada lambung serta efek dari enzim protease pada lambung dan usus yang tentunya akan berdampak terhadap ketersediaan hayatinya. Selain itu, meskipun peptida dapat mencapai sirkulasi sistemik, peptida dapat mengalami inaktivasi yang menyebabkan peptida kehilangan aktivitasnya dan hanya berperan sebagai nutrisi. Peptida dengan berat molekul besar juga dapat mengalami kesulitan dalam proses penyerapannya di usus, menyebabkan hilangnya peptida yang bermanfaat dari sistem pencernaan. Meskipun begitu, peptida bioaktif memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan. Review ini berfokus pada potensi peptida bioaktif sebagai pangan fungsional dan nutrasetikal.