cover
Contact Name
Ali Rakhman Hakim
Contact Email
alirakhmanhakim@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
syifajournal@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading RT.01 RW.01, Kota Banjarbaru, 70714, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Farmasi SYIFA
ISSN : -     EISSN : 29874122     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi SYIFA publishes Original Research Articles and Review Articles in all areas of pharmacy and pharmaceutical sciences from the discovery of a drug up to clinical evaluation.
Articles 46 Documents
Review Artikel: Pengaruh Glukokortioid Terhadap Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dewi, Novia Ariani; Titami, Arina
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v2i2.463

Abstract

Terapi kortikosteroid khususnya glukokortikoid merupakan terapi penting dalam pengobatan dan profilaksis berbagai inflamasi akut dan kronis serta gangguan autoimun. Penggunaan kortikosteroid dengan dosis tinggi dan secara jangka panjang dapat menimbulkan peningkatan glukosa darah pasien bahkan dapat menyebabkan munculnya penyakit diabetes, terutama pada individu yang sebelumnya mengalami resisten insulin atau obesitas. Peningkatan risiko diabetes ini terjadi karena adanya perubahan metabolisme karbohidrat, termasuk resistensi insulin dan penurunan ambilan glukosa perifer terkait dengan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh glukokortikoid terhadap glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan review artikel yang ditulis berdasarkan hasil meninjau beberapa artikel atau literatur terkait. Hasil dari review artikel ini diperoleh delapan artikel untuk selanjutnya dilakukan pembahasan mendalam pada masing-masing jurnal. Penggunaan glukokortikoid semakin luas dibutuhkan pada dunia kesehatan, namun penggunaan glukokortikoid dapat meningkatkan terjadinya hiperglikemia pada pasien. Mekanisme peningkatan glukosa darah akibat penggunaan glukokortikoid yaitu meningkatkan resistensi insulin pada pasien. Pasien dengan atau tanpa diabetes melitus tipe 2 sebelumnya ketika akan mendapatkan terapi kortikosteroid atau glukokortikoid hendaknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu terkait risiko terjadinya efek samping obat yaitu peningkatan glukosa darah pasien.
Evaluasi Penyimpanan Obat Di Gudang Farmasi Puskesmas Saptosari Kabupaten Gunungkidul Warani, Lulu Laily Aji; Syahyeri, Afrizal Wahyu Darma; Andriani, Yuni
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v2i2.465

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dari layanan kesehatan di puskesmas. Pengelolaan sediaan farmasi di puskesmas adalah aspek penting dalam pelayanan kefarmasian, di mana penyimpanan obat menjadi salah satu tahap penting. Kesalahan dalam penyimpanan dapat menyebabkan kerusakan obat, sehingga mengurangi efektivitasnya saat dikonsumsi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penyimpanan obat serta efisiensi dalam penyimpanan obat di Puskesmas Saptosari Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif observasional dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 dan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019. Hasil penelitian dari kesesuaian ruang penyimpanan obat di Puskesmas Saptosari sebesar 100% dan kesesuaian proses penyimpanan obat sebesar100%. Efisiensi penyimpanan obat menunjukkan nilai TOR sebesar 7,3 kali per tahun, persentase obat kadaluwarsa sebesar 7% dengan nilai kerugian sebesar Rp 1.739.578, tidak ada obat yang rusak, stok mati sebesar 10,82%, kesesuaian obat dengan kartu stok sebesar 100%, dan nilai stok akhir obat sebesar 13,69%. Kesesuaian ruang penyimpanan dan proses penyimpanan obat di Puskesmas Saptosari sudah sesuai dengan standar. Meskipun kesesuaian dengan kartu stok dan persentase obat rusak sudah memenuhi standar, TOR, persentase obat kadaluwarsa, stok mati, dan nilai stok akhir masih belum mencapai standar.
Pengaruh Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Menjual Obat Di Warung Kec. Tigaraksa Ma'sum, Ma'sum; Laiyinah, Syaidatul; Fhatonah, Nuriyatul
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v3i1.584

Abstract

Swamedikasi menjadi pilihan masyarakat untuk meningkatkan akses pengobatan, namun diperlukan panduan yang jelas untuk mencegah kesalahan pengobatan. Masalah yang sering ditemui ialah penjualan obat, termasuk obat keras, di tempat tanpa izin, tanpa layanan dan informasi yang memadai. Fenomena ini terjadi akibat dari biaya kesehatan yang semakin mahal, sehingga pemerintah makin serius dalam mengawasi peredaran obat di masyarakat. Studi ini tujuannya guna mencari tahu pengaruh tingkat pengetahuan terhadap perilaku masyarakat dalam menjual obat di warung kec. Tigaraksa. Studi ini merupakan survei deskriptif dengan kuesioner menjadi alat penghimpunan data. Teknik pengambilan sampel memakai Total Sampling. Hasil penelitian memperlihatkan adanya pengaruh tingkat pengetahuan terhadap perilaku masyarakat dalam menjual obat di warung Kec. Tigaraksa, dengan nilai p-value < α (0,001 < 0,05). Tingkat pengetahuan dikategorikan baik sebesar 56,7% dari 17 responden, dan perilaku positif sebesar 96,7% dari 29 responden.
Analisis Selisih Biaya Riil Dan Tarif Paket INA-CBG’s Dengan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Biaya Pada Pasien JKN Rawat Inap Di Klinik Utama Setara Barito Kuala Nilmawati, Yeni; Yanie, Akhmad; Saputera, Mochammad Maulidie Alfiannor
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v3i1.604

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang pada pelayanan pasien JKN di Klinik Utama Setara baru dilaksanakan mulai Desember 2023 dan belum memiliki tim kendali mutu, sehingga perlu dilakukan evaluasi terkait biaya riil dan tarif paket INA-CBG's. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis selisih antara biaya riil dan tarif paket INA-CBG's serta faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pada pasien JKN rawat inap di Klinik Utama Setara. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif dengan metode sampling jenuh pada 28 pasien JKN rawat inap periode Januari-Juni 2024. Analisis data dilakukan menggunakan uji T berpasangan, yang menunjukkan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), mengindikasikan perbedaan signifikan antara biaya riil dan tarif INA-CBG's. Selain itu, regresi linier berganda menunjukkan bahwa biaya farmasi dan laboratorium mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap biaya riil dengan p-value masing-masing sebesar 0,001 dan 0,002. Terdapat selisih yang signifikan antara biaya riil dan tarif paket INA-CBG's, dengan biaya farmasi dan laboratorium sebagai faktor utama yang mempengaruhi biaya riil perawatan pasien JKN rawat inap di Klinik Utama Setara.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Palimanan Periode Juli – Juli 2023 Nurkholis, Nurkholis; Hikmah, Siti Nur; Rahmawati, Ristia Aprisida
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v3i1.605

Abstract

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat dasar. Pelayanan kefarmasian adalah salah satu asuhan kesehatan yang ada di Puskesmas dan merupakan hal yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat terhadap pelayanan kefarmasian dan mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien rawat terhadap pelayanan kefarmasian dilihat dari lima dimensi di Puskesmas Palimanan periode Juni - Juli 2023, sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan pelayanan kefarmasian di Puskesmas Palimanan kepada pasien. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang ditunjukkan kepada responden yang telah memenuhi kriteria inklusi yang ditetapkan oleh peneliti. Cara pengambilan sampel dengan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif melalui 2 tahap yaitu: scoring dan tabulating. Hasil Penelitian didapatkan tingkat kepuasan pada dimensi keandalan (Reliability) sebesar 84,5% memberikan nilai sangat puas, dimensi daya tanggap (Responsiveness) sebesar 88,55% memberikan nilai sangat puas, dimensi jaminan (Assurance) sebesar 92,8% memberikan nilai sangat puas, dimensi kepedulian (empathy) sebesar 84% memberikan nilai sangat puas, dimensi bukti fisik (Tangibles) sebesar 84% memberikan nilai sangat puas. Berdasarkan dimensi yang dinilai tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Palimanan adalah sebesar 86,7% yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan yang diberikan.
Karakteristik Demografi Tingkat Kepuasan Pelayanan Informasi Obat (PIO) Depo Rawat Jalan Rumah Sakit X Rantau Dharmayati, Evy; Sunarti, Lisa; Rusida, Esty Restiana; Astuti, Karunita Ika
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v3i1.611

Abstract

Kepuasan pasien merupakan faktor penting dalam mengevaluasi kualitas layanan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 30 Tahun 2022, kepuasan pasien sangat dipengaruhi oleh perspektif dan evaluasi mereka terhadap layanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap Kepuasan Pelayanan Informasi Obat (PIO) informasi obat di Depo Rawat Jalan RSUD X Rantau.  Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan pada sampel penelitian, sebelum kuesioner diberikan kepada responden, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Sebanyak 30 responden dari Puskesmas Tapin Utara dipilih untuk mengikuti penelitian kuesioner. Data yang terkumpul akan diolah dengan menggunakan perangkat lunak SPSS. Karakteristik demografi pasien Depo Rawat Jalan Rumah Sakit X Rantau didominasi oleh wanita (73%), kelompok usia dewasa 18–59 tahun (86%), serta tingkat pendidikan menengah (SMP/SMA/Sederajat) sebanyak 48%. Pekerjaan yang paling banyak ditemukan adalah ibu rumah tangga (30%), dengan 24% responden belum atau tidak berpenghasilan. Sebanyak 57% responden menyatakan sangat senang terhadap Pelayanan Informasi Obat (PIO), sementara 43% menyatakan cukup senang, dan tidak ada responden yang merasa tidak puas atau sangat tidak puas. Analisis hubungan menunjukkan bahwa tingkat pendidikan (ρ = 0,005) dan jenis pekerjaan (ρ = 0,043) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap layanan PIO, sedangkan jenis kelamin (ρ = 0,286), usia (ρ = 0,067), dan pendapatan (ρ = 0,079) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Article Review: Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian VAP (Ventilator-Associated Pneumonia) Pada Pasien Icu Yang Menggunakan Ventilator Mekanik Az Zahra, Ghina Nazhifah; Pardilawati, Citra Yuliyanda; Junando, Mirza; Oktoba, Zulpakor
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v3i1.609

Abstract

Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi nosokomial pada saluran pernafasan yang terjadi pada pasien di ruang rawat intensif. Kejadian VAP dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko, antara lain: lama penggunaan ventilator mekanik, umur, perawatan oral hygiene, intubasi, komorbid, serta sedasi. VAP menjadi salah satu masalah kesehatan yang harus dihadapi oleh pasien dan tenaga kesehatan, khususnya pada pasien kritis terkait meningkatnya prevalensi kejadian morbiditas dan mortalitas akibat VAP. Article review ini bertujuan untuk dapat mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) pada pasien ICU. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam upaya pencegahan dan pengelolaan VAP. Studi ini menggunakan metode article review yang didapatkan melalui pencarian Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci “Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian VAP pada Pasien ICU yang menggunakan ventilator mekanik” berdasarkan kriteria inklusi. Hasil dari article review pada 8 artikel diketahui bahwa faktor faktor yang memengaruhi kejadian VAP pada pasien ICU yang menggunakan ventilator mekanik adalah banyak terjadi pada pasien yang berusia rentan, menggunakan ventilator mekanik lebih dari 48 jam, serta perilaku oral hyginie. Selain itu terdapat beberapa faktor lainnya yaitu jenis kelamin, pendidikan, intubasi, komorbid kejadian VAP, skor CPIS (Clinical Pulmonary Infection Score), sedasi, cuci tangan, dan pembedahan.
Article Review: Faktor Penyebab Perilaku Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Pada Masyarakat Al Rasyid, Muhammad Irfan; Suri, Nurma; Iqbal, Muhammad; Junando, Mirza
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v3i1.614

Abstract

Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter menjadi salah satu penyebab utama resistensi antibiotik yang berdampak pada meningkatnya prevalensi penyakit yang sulit diobati, biaya kesehatan yang meningkat, dan risiko kematian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku penggunaan antibiotik tanpa resep di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literatur review dari artikel ilmiah terbitan 2015–2025 yang diakses melalui Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci yang relevan. Dari 10 artikel yang dianalisis, ditemukan lima faktor utama: (1) tingkat pengetahuan dan pendidikan, di mana tingkat pendidikan memengaruhi pemahaman penggunaan antibiotik. (2) faktor ekonomi, khususnya biaya pengobatan yang lebih murah. (3) pengalaman penggunaan sebelumnya, dengan asumsi gejala serupa dapat diobati dengan antibiotik sebelumnya. (4) kemudahan akses antibiotik di apotek atau toko obat dan (5) rekomendasi kerabat/tetangga, sering kali dari mereka yang bekerja di bidang kesehatan. Studi ini menekankan pentingnya edukasi masyarakat dan penegakan regulasi pembelian antibiotik oleh pemerintah untuk mencegah resistensi antibiotik.
Pengaruh Pandemik Covid-19 Terhadap Motivasi Dan Strategi Belajar Mahasiswa: Studi Kasus Pada Mahasiswa Kesehatan Khadijah, Sitti; Saputri, Rina
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v3i1.620

Abstract

Kondisi pandemic Covid-19 telah memaksa perguruan tinggi untuk menggunakan metode pembelajaran yang berbeda pada mahasiswa. Mahasiswa bidang kesehatan harus mengikuti pembelajaran secara blended learning selama masa pandemic covid-19 yakni kombinasi antara pembelajaran tradisional face-to-face learning dan asynchronous atau synchronous e-learning. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif mengetahui gambaran motivated learning strategy mahasiswa program sarjana semester 5 Fakultas Kesehatan UNISM yang telah menjalani pembelajaran campuran atau blended learning selama masa pandemic covid-19 dengan menggunakan kuesioner MSLQ dari Soemantri et all (2018). Secara khusus penelitian ini ingin membandingkan perbedaan nilai MSLQ mahasiswa fakultas kesehatan UNISM pada masing – masing jurusan dan menganalisis hubungan antara self-orientation (SO), critical thinking (CT), self-regulation (SR) dan feedback seeking (FS) mahasiswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa klasifikasi tingkat motivated learning strategy mahasiswa fakultas kesehatan UNISM sebagian besar berada pada level moderat, tidak ada perbedaan yang signifikan pada nilai MSLQ pada masing–masing jurusan mahasiswa fakultas kesehatan dan adanya hubungan yang signifikan antara masing-masing sub skala SO, CT, SR dan FS. Kesimpulan penelitian ini memperlihatkan bahwa kuesioner MSLQ dapat digunakan untuk mengukur refleksi mahasiswa fakultas kesehatan terhadap pembelajaran campuran yang mereka ikuti selama pandemic Covid-19.
Analisis Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan Resep Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Di Puskesmas Batulicin Agustina, Ani; Dewi, Rosita
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v3i1.627

Abstract

Monitoring dan evaluasi kualitas pelayanan resep dapat dilakukan dengan mengukur waktu tunggu pelayanan resep dengan kepuasan pasien, dengan menggunakan indikator standar pelayanan minimal (SPM) untuk pelayanan di instalasi farmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan waktu tunggu pelayanan resep dengan kepuasan pasien di Puskesmas Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Penelitian yang dilakukan adalah deskriptif-analitik, dengan desain cross sectional study, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang diperoleh danalisis menggunakan chi-square test (p<0,05). Hasil penelitian ini adalah waktu tunggu pelayanan resep memiliki hubungan dengan tingkat kepuasan pasien dengan p-value 0,019. Sebanyak 52,4% pasien sangat puas; 38,1% puas; dan 9,5% cukup puas.