cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281388020058
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Dr. Otten No 32 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan dan keperawatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang keperawatan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 7 Documents clear
Faktor Perilaku Perawatan Diri dalam Pengendalian Kadar Kolesterol Total pada Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner Aprian Dwi Karnilasari; Rohyadi, Yosep; Tarjuman, Tarjuman; Dwidasmara, Sansri Diah K.; Muttaqin, Zaenal
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.3352

Abstract

Penyakit jantung coroner (PJK) menyumbang 36% kematian global. Prevalensi PJK di Indonesia cukup tinggi disebabkan karena kolesterol total yang tinggi. Oleh sebab itu, pengelolaan kolesterol melalui perilaku perawatan diri menjadi aspek penting dalam pencegahan dan pengendalian penyakit jantung ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total pasien PJK. Metode penelitian melalui pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 49 pasien yang dipilih secara purposive sampling yaitu responden PJK dengan usia >18 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku perawatan diri dan hasil pemeriksaan kadar kolesterol total, selanjutnya dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasilnya menunjukkan bahwa 38,78% responden memiliki perilaku perawatan diri baik, 46,94% memadai, dan 14,29% buruk. Sebanyak 48,98% responden memiliki kadar kolesterol total dalam batas normal, sedangkan 51,02% tidak normal. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total (p = 0,022), dengan koefisien korelasi sebesar 0,7662 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna dan kuat antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total pada pasien CHD. Disarankan peningkatan edukasi dan motivasi pasien untuk menerapkan perilaku perawatan diri guna mengontrol kolesterol dan mencegah komplikasi.
Konsumsi Makanan Cepat Saji berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Remaja Rizky Praditha, Narisa; Rahayu, Dian Yuniar Syanti; Supriadi, Supriadi; Susanti, Susi; Sunandar, Kuslan
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.3375

Abstract

Perubahan trend dan gaya hidup modern mendorong peningkatan konsumsi makanan cepat saji di kalangan remaja. Persebaran restoran dan pedagang makanan cepat saji memperkuat pola konsumsi yang tidak sehat. Kondisi ini diperkuat oleh meningkatnya angka kejadian Penyakit Tidak Menular (PTM). Hal ini sejalan dengan situasi terkini di Indonesia maupun global, yang menunjukkan peningkatan risiko PTM, khususnya hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pada remaja untuk mengetahui bahwa konsumsi makanan cepat saji dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian hipertensi pada remaja. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 171 siswa/i kelas X dan XI. Alat ukur yang digunakan adalah Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan tensimeter aneroid. Data dianalisis menggunakan Uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (28,6%) siswa/I sering mengonsumsi makanan cepat saji mengalami hipertensi, dengan hasil p-value = 0,030 < ɑ = 0,05, yang artinya terdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian hipertensi pada remaja. Berdasarkan hasil, direkomendasikan bagi remaja untuk selalu mencari, memahami, dan menerapkan prinsip gizi isi piringku dan pola makan sehat juga meningkatkan kesadaran akan efek jangka panjang dari konsumsi fast food.
Sikap Ibu tentang Higiene Pangan berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita Alieffa Syakir, Meisya; Supriadi, Supriadi; Sugiyanto, Sugiyanto; Meilianingsih, Lia; Husni, Achmad
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.3406

Abstract

Balita termasuk dalam kelompok usia yang rentan terhadap infeksi saluran pencernaan seperti diare, yang umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak bersih. Sikap ibu dalam menjaga kebersihan pangan, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian makanan, menjadi faktor dalam upaya pencegahan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap ibu tentang higiene pangan dengan kejadian diare pada balita. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan cross-sectional. Sampel terdiri dari 91 ibu yang memiliki balita dan dipilih menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian sebagian besar ibu (51,6%) memiliki sikap yang mendukung, dan sebagian besar balita (58,2%) tidak mengalami diare. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan sikap ibu tentang higiene pangan dan kejadian diare pada balita. Kesimpulannya adalah sikap ibu yang mendukung terhadap higiene pangan berperan dalam mencegah diare pada balita, sehingga disarankan agar ibu mempertahankan dan meningkatkan sikap tersebut dengan aktif mencari informasi dari sumber terpercaya.
Persepsi Dampak Merokok dengan Motivasi Berhenti Merokok pada Mahasiswa Keperawatan Dionisius Kevin; Hastuti, Ag. Sri Oktri; Kurniasari, Cecillia Indri
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.3598

Abstract

Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan menjadi teladan dalam perilaku hidup sehat. Namun, perilaku merokok masih ditemukan pada kelompok ini. Persepsi  dampak merokok diduga mempengaruhi motivasi untuk berhenti merokok, meskipun hubungan antara keduanya belum sepenuhnya jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dampak merokok dengan motivasi berhenti merokok pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden adalah 50 mahasiswa keperawatan perokok aktif yang dipilih secara sukarela. Persepsi dampak merokok diukur dengan kuesioner Perception of Smoking-Related Risks and Benefits, sedangkan motivasi berhenti merokok diukur menggunakan Richmond Test. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Mayoritas responden memiliki persepsi yang bervariasi, dengan sebagian besar menyadari risiko jangka pendek, namun masih ada persepsi yang keliru terkait manfaat sosial merokok. Motivasi berhenti merokok sebagian besar berada pada kategori sedang (60%). Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik antara persepsi dampak merokok dengan motivasi berhenti merokok (r = -0,155; p = 0,283). Persepsi dampak merokok tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi berhenti merokok pada mahasiswa keperawatan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan persepsi saja tidak cukup untuk meningkatkan motivasi berhenti merokok tanpa intervensi tambahan, seperti dukungan sosial dan pengelolaan ketergantungan nikotin.
Determinan Demografi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Kesiapsiagaan Gempa Bumi Alma Ghina Halimah; Asep Setiawan; Bani Sakti; Waluya, Nandang Ahmad
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.4245

Abstract

Kesiapsiagaan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Kesiapsiagaan merupakan hal yang penting untuk disiapkan oleh setiap individu dan rumah tangga. Kesiapsiagaan seseorang merupakan bentuk perilaku dalam menghadapi bencana, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor karakteristik demografi yang mempengaruhi pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan menghadapi bencana di Desa Mekarwangi Kecamatan Lembang. Peneliti menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di RW 06 Desa Mekarwangi. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling dan simple random sampling, dengan jumlah sampel 208 responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober-November 2024. Alat ukur yang digunakan menggunakan Kuesioner dengan reliabilitas alpha cronbach 0,916. Analisa data menggunakan metode chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan faktor yang mempengaruhi pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi adalah pendidikan (p 0,003) dan pengalaman bencana (p 0,000). Faktor pengalaman bencana lebih berpengaruh (OR 5,098 ) dibandingkan dengan pendidikan (OR 3,598). Faktor yang tidak mempengaruhi pengetahuan kesiapsiagaan bencana adalah usia (p 0,565), jenis kelamin (p 1,00), penghasilan (p 0,585), dan pengalaman pelatihan (p 0,143). Faktor yang mempengaruhi sikap kesiapsiagaan bencana gempa bumi adalah pengalaman pelatihan (p 0,000). Faktor yang tidak mempengaruhinya adalah usia (p 0,672), jenis kelamin (p 0,391), pendidikan (p 0,308), penghasilan (p 0,524), dan pengalaman bencana (p 0,332). Dari enam faktor yang diteliti disimpulkan terdapat dua faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan satu faktor yang mempengaruhi sikap kesiapsiagaan bencana. Perlunya diadakan pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada masyarakat.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenore pada Remaja Putri Fauziah, Annisa Nur; Kamsatun, Kamsatun; Kusniasih, Susi; Syagitta, Mutiara
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.4280

Abstract

Tingginya angka kejadian dismenore pada remaja putri yang berdampak terhadap kualitas hidup dan aktivitas belajar di sekolah. Dismenore merupakan nyeri haid yang umum dialami dan seringkali mengganggu konsentrasi serta kehadiran siswa di sekolah. Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian dismenore adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang cukup dapat memperlancar aliran darah ke organ reproduksi dan mengurangi kadar prostaglandin penyebab nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMAN 13 Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 429 siswi kelas X dan XI, dengan jumlah sampel sebanyak 207 siswi yang dipilih menggunakan teknik probability sampling, yaitu proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan skala Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil analisis bivariat dari 2 variabel yang diteliti didapatkakan hasil p-value 0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan kategori sedang dengan arah negatif (R = -0,433). Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa dari 207 remaja putri, Sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang, dan hampir setengahnya mengalami nyeri dengan tingkat sedang, hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore. Oleh karena itu, diperlukan edukasi di lingkungan sekolah mengenai pentingnya aktivitas fisik sebagai salah satu upaya preventif dalam mengurangi nyeri dismenore.
Pengetahuan Ibu tentang Kejang Demam pada Anak Balita Siddiq, Cakra Muhafizhdien; Cahyaningsih, Henny; Ariyanti, Metia; Sofyana, Haris; Nursyamsiyah, Nursyamsiyah; Ramdaniati, Sri
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.4371

Abstract

Kejang demam merupakan salah satu kondisi medis yang paling sering terjadi pada anak balita dan seringkali menimbulkan kekhawatiran pada orang tua, khususnya ibu. Pengetahuan ibu mengenai kejang demam sangat penting agar dapat melakukan penanganan pertama yang tepat dan mencegah dampak buruk pada anak. Namun, masih banyak ibu yang belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang kejang demam, sehingga tindakan yang dilakukan seringkali kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang kejang demam pada anak balita. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling jenis non-probability sampling diambil dengan cara accidental sampling. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki anak balita, dengan jumlah responden sebanyak 108 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis secara statistik menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 57 orang (52,8%), pengetahuan baik sebesar 44 (40,7%) dan pengetahuan kurang 7 (6,5%). Saran dari penelitian ini adalah melanjutkan program pendidikan kesehatan yang sudah terjadwal hal ini sangat diperlukan agar ibu mampu melakukan penanganan kejang demam dengan benar dan mengurangi risiko komplikasi pada anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 7