cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Literature Review : Faktor –Faktor yang Mempengaruhi Pola Makan Anak Usia 2-7 Tahun Ninda Azifati Nurfitri; Rinawati; Vera Yunita; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suboptimal feeding practices and food intake in childhood are associated with poor health outcomes in adulthood. This literature review study aims to profile feeding practices, parental perceptions, and dietary diversity in children aged 2-7 years. The type of research is a study using the Literature Review Study method with the aim of analyzing factors that influence the eating patterns of children aged 2-7 years. The search was conducted electronically using a database from 2020 to 2024. The keywords used were "factors", "PMBA", "ASI", "dietary patterns". The search used the keywords above with the ProQuest Direct database according to the inclusion and exclusion criteria. The inclusion criteria were articles in Indonesian and English, articles that could be accessed in full text in PDF format and articles published in 2022-2024. The exclusion criteria were articles other than in English, could not beaccessed in full text PDF and secondary articles (such as review articles). The search results obtained 9 articles and 4 English articles were selected that could be accessed in full text in PDF format. The framework used is PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). The research sample of children aged 2-7 years then the articles obtained were reviewed, systematically arranged, comparing one article with another, then discussed with other literature and linked so that they can produce appropriate results. The results of the review of 4 journals showed that in general 27.6% of children were exclusively breastfed until the age of 6 months and 62.1% of children were introduced to solid foods before the age of 6 months. More than 60% of children achieved minimum dietary diversity. Thematic analysis identified four themes, including, Mothers' perceptions of their children's diets, External Influences, Personal Experiences and Choices and Feeding Behavior. In conclusion, based on the results of the literature review that we obtained from the 4 articles, it can be concluded that the factors that influence feeding in children aged 2-7 years are Mothers' Perceptions of Their Children's Diets, external influences, personal experiences, choices and feeding behavior. For health workers, namely midwives, nurses and doctors, it is hoped that they can provide education to mothers and child care providers from an early age so that they can provide a diet appropriate to the age of 2-7 year.   Abstrak Praktik pemberian makan dan asupan makanan yang kurang optimal pada masa kanak-kanak dikaitkan dengan hasil kesehatan yang buruk di masa dewasa. Penelitian metode literatur review ini bertujuan untuk membuat profil praktik pemberian makan, persepsi orang tua, dan keragaman makanan pada anak 2-7. Jenis penelitian merupakan penelitian dengan menggunakan metode Studi Literatur Review dengan tujuan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan anak usia 2-7 tahun.Pencarian dilakukan secara elektronik dengan menggunakan database dari 2020 sampai 2024. Keyword yang digunakan adalah “faktor-faktor/factors”, “PMBA”, “ASI”,”pola makan”,. Pencarian menggunakan keyword di atas dengan database ProQuest Direct sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Kriteria inklusi adalah artikel berbahasa Indonesia dan inggris, artikel dapat diakses full text dalam bentuk pdf dan artikel terbitan tahun 2022-2024 Kriteria ekslusi artikel selain berbahasa inggris, tidak dapat diakses full text pdf dan artikel sekunder (seperti artikel ulasan review). Hasil penelusuran diperoleh 9 artikel dan dipilih sebanyak 4 artikel  bahasa inggris yang dapat diakses full text dalam format pdf. Kerangka kerja yang digunakan adalah PICO (Populasi, Intervensi, Comparasion, Outcome). Sampel penelitian anak usia 2-7 tahun selanjutnya artikel yang diperoleh di review, disusun sistematis, membandingkan artikel yang satu dengan uang lain, kemudian dibahas dengan literatur lainnya dan dikaitkan sehingga dapat menghasilkan hasil yang sesuai. Hasil tinjuan dari 4 jurnal menunjukkan bahwa secara garis besar 27,6% anak disusui secara eksklusif hingga usia 6 bulan dan 62,1% anak diperkenalkan dengan makanan padat sebelum usia 6 bulan. Lebih dari 60% anak mencapai keragaman makanan minimum. Analisis tematik mengidentifikasi empat tema, termasuk, Persepsi ibu tentang pola makan anak-anak mereka, Pengaruh Eksternal, Pengalaman Pribadi dan Pilihan dan Perilaku Pemberian Makanan. Kesimpulanya berdasarkan hasil literature review yang kami dapat dari 4 artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian makan pada anak usia 2-7 tahun adalah Persepsi Ibu terhadap Pola Makan Anaknya, pengaruh eksternal, pengalaman pribadi, pilihan dan perilaku pemberian makanan. Bagi Tenaga kesehatan yaitu bidan, perawat dan dokter, diharapkan dapat memberikan edukasi kepada ibu,pengasuh anak sejak dini agar mereka dapat memberikan pola makan sesuai usia mulai 2-7 tahun.
Literatur Review: Dampak Pernikahan Dini pada Remaja Sutanto, Yolanda; Hasniati; Uni; Salmiyah Rasyid
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Child marriage remains a significant issue globally, particularly in developing countries. This literature review synthesizes findings from various studies that explore the factors contributing to child marriage and its multifaceted impacts on health, psychology, and societal norms. The studies highlight that socio-economic conditions, cultural beliefs, and legal frameworks play critical roles in perpetuating child marriage. The consequences of such early unions are profound, often leading to adverse health outcomes, psychological distress, and developmental challenges for children. This review aims to provide a comprehensive understanding of the implications of child marriage and to underscore the urgency for effective interventions and policy reforms.   Abstrak Pernikahan anak masih menjadi masalah penting secara global, khususnya di negara-negara berkembang. Tinjauan literatur ini merangkum temuan-temuan dari berbagai penelitian yang mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pernikahan anak dan dampaknya terhadap kesehatan, psikologi, dan norma-norma masyarakat. Studi-studi tersebut menyoroti bahwa kondisi sosio-ekonomi, keyakinan budaya, dan kerangka hukum memainkan peran penting dalam melanggengkan pernikahan anak. Konsekuensi dari perkawinan dini sangat besar, sering kali menimbulkan dampak buruk pada kesehatan, tekanan psikologis, dan tantangan perkembangan bagi anak-anak. Tinjauan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai implikasi perkawinan anak dan menggarisbawahi pentingnya intervensi yang efektif dan reformasi kebijakan.
Literatur Review : Hubungan Dampak Kabut Asap terhadap ISPA pada Bayi Dan Balita Rudh Dama Yanthi; Airin Yuniar; Maryaty Mayasari Aziz; Julita Lerim; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korest and land fires that occurred in Indonesia, especially in 2019, have caused an increase in cases of acute respiratory infections (ARI) in various regions, including Pekanbaru and Banjarmasin. This research aims to analyze the impact of haze on people's physical health and improve health behavior related to ISPA. The methods used include collecting air quality data and visiting patients with respiratory complaints. The results show that increasing pollutant levels is significantly related to increasing ARI cases. Apart from that, the outreach program at the Central Alalak Community Health Center showed an increase in public knowledge and awareness about the use of masks as an effort to prevent ISPA. Effective education can increase people's proactive behavior in dealing with health risks caused by haze, thereby reducing morbidity and improving quality of life.   Abstrak Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan permasalahan lingkungan yang sering terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kabut asap terhadap proses belajar mengajar di sekolah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kabut asap berdampak signifikan terhadap proses belajar mengajar, meliputi gangguan kesehatan fisik siswa dan guru, penurunan konsentrasi belajar, serta penutupan sekolah sementara. Diperlukan upaya mitigasi dan adaptasi dari berbagai pihak untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap sektor pendidikan.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Hypnobreastfeeding untuk Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Nifas di RS X Aprillia, Rika; Rika Yunita Ernanda; Ida Sofiyanti; Wiwik Ardhiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exclusive breastfeeding is giving only breast milk without other foods and drinks to babies from birth to 6 months of age, except for drugs and vitamins (Word Health Organization, 2019). Breast milk is the best food for babies and has ideal nutritional content for baby growth and development. Exclusive breastfeeding from birth to six months of age without any additional food or drinks. Various ways are carried out by mothers so that the breastfeeding process can run smoothly and adequately in giving baby nitriation. One of the efforts that can be made is to hypnobreastfeeding. From the results of interviews that have been conducted at X Hospital on the 5 postpartum mothers on the first day said that their breast milk could not come out, the mother felt not confident that her breast milk would come out, especially in mothers who had just given birth for the first time. So we are interested in doing community service with the title "Hypnobreastfeeding for Increasing Breast Milk Production in Postpartum Women at X Hospital". The population in this study was all spontaneous first-day postpartum mothers and SC (Sectio Caesar) in the Intan room of Ken Saras Hospital from January 30-March 23. The sample was in the study of all spontaneous first-day postpartum mothers and SC (Sectio Caesar) in the Intan room of X Hospital from January 30-March 23 which met the inclusion and exclusion. The results obtained by the author conclude that Hypnobrastfeeding is able to increase breast milk production because it provides relaxation, physical calmness, mind, and comfort during breastfeeding which can provide a positive feedback mechanism in the form of an increased response to the release of oxytocin and prolactin by the pituitary. The hormone prolactin plays a role in stimulating nutrients for the synthesis of milk in the secretory cells of the alveoli. Oxytocin causes myoepitel contraction around the alveolus and releases milk (milk ejection).   Abstrak ASI eksklusif adalah memberikan hanya ASI saja tanpa makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan, kecuali obat dan vitamin (Word Health Organization, 2019) Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling baik bagi bayi dan memiliki kandungan gizi yang ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pemberian ASI eksklusif sejak bayi lahir hingga usia enam bulan tanpa adanya pemberian makanan atau minuman tambahan lainnya. Berbagai cara dilakukan oleh ibu agar proses menyusui dapat berjalan dengan lancar serta dan mencukupi dalam pemberian nitrisi bayi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan hypnobreastfeeding. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan di RS X pada 5 ibu postpartum hari pertama mengatakan ASI nya tidak bisa keluar, ibu merasa tidak percaya diri bahwa ASI nya akan keluar hal ini terutama pada ibu yang baru pertama kali melahirkan. Sehingga kami tertarik melakukan pengabdian masyarakat dengan judul “Hypnobreastfeeding Untuk Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Nifas Di RS X”. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu postpartum hari pertama spontan maupun SC (Sectio Caesar) di Ruang I RS X dari tanggal 30 Januari-23 Maret 2025. Sampel  pada penelitian semua ibu postpartum hari pertama spontan maupun SC (Sectio Caesar) di ruang I RS X dari tanggal 30 Januari-23 Maret 2025 yang memenuhi inklusi dan eksklusi. Hasil yang didapat penulis menyimpulkan bahwa Hypnobrastfeeding mampu meningkatkan produksi ASI karena memberikan efek rileks, ketenangan fisik, pikiran, dan kenyamanan pada masa menyusui yang dapat memberikan positif feedback mechanism berupa respon peningkatan pelepasan oksitosin dan prolaktin oleh pituitari. Hormon prolaktin berperan dalam merangsang zat gizi untuk sintesis air susu dalam sel-sel sekretorius alveoli. Oksitosin menyebabkan kontraksi mioepitel di sekeliling alveolus dan mengeluarkan air susu (milk ejection).
Pendidikan Kesehatan sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu terhadap Pentingnya Skrining Hipotiroidisme Kongenital di Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo Bela Catur Sakti Rahayu; Gisella Alifia Saputri; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the causes of mental retardation in children that can be prevented if known and treated early is Congenital Hypothyroidism (HK). This community service was conducted on February 10-20, 2025 at RSKNW using a method with a one group pretest-posttest design approach. The sampling technique used purposive sampling. Data collection in this study using a questionnaire. Data analysis in this study using the Wilxocon Match Pair Test test. With the results of respondents' knowledge before being given health education, the most knowledgeable were 11 respondents (55%), while after being given health education, respondents' knowledge increased, the most knowledgeable were 13 respondents (65%). Based on bivariate tests using the Wilxocon Match Pair Test with a sig. value of 0.000 (Sig. <0.005) which indicates that there are differences before and after providing health education about SHK. Abstrak salah satu penyebab retardasi mental pada anak yang dapat dicegah jika diketahui dan diterapi sejak dini adalah Hipotiroid kongenital (HK). Pengabdian masyarakat ini dilakukan tanggal 10-20 Februari 2025 di RSKNW menggunakan metode dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 20 responden.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilxocon Match Pair Test. Dengan hasil pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan paling banyak berpengetahuan kurang sebanyak 11 responden (55%) sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan responden meningkat paling banyak pengetahuan baik sebanyak 13 responden (65%). Berdasarkan uji bivariat menggunakan Wilxocon Match Pair Test dengan nilai sig. sebesar 0.000 (Sig. <0.005) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan tentang SHK.
Penerapan Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja Putri Eva Tresanita Damanik; Yekti Murbarani; Florida; Noviyanti; Syalmah; Melgita Sari Nurjayanti Saputri; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is pain that occurs during menstruation and can be very disruptive to daily activities. Menstrual pain is a common complaint experienced by many women and is a symptom, Adolescence is a problem of transition from puberty to adulthood or the process of growing towards mental, emotional, social and physical maturity. During adolescence, physical changes occur accompanied by changes in the reproductive organs. Dysmenorrhea in some adolescents is a torture in itself that must be experienced every month. In general, the treatment of dysmenorrhea pain is divided into two categories, namely pharmacological and non-pharmacological. One of the midwifery care that can be given to reduce menstrual pain or dysmenorrhea is acupressure. Acupressure is a massage or pressure on the meridian points of the body. The problem of menstrual pain or dysmenorrhea still occurs in many adolescent girls at the Tanjung Palas but there is no treatment to overcome it. In fact, menstrual pain or dysmenorrhea can affect the daily activities of adolescent girls including difficulty concentrating, emotional conflict, tension, anxiety, and disrupting the learning process, feeling uncomfortable, decreased activity in the learning process. Based on the problems that arise, community service activities are needed to overcome this. The activity began with an opening and pre-test, secondly the delivery of material about Acupressure to reduce menstrual pain in adolescent girls as well as the practice of doing acupressure to reduce menstrual pain, thirdly the closing and post-test which was attended by 16 adolescent girls. From these activities, it was found that there was an increase in the knowledge of adolescent girls about acupressure to reduce menstrual pain in adolescent girls.   Abstrak Dismenore adalah rasa nyeri yang terjadi saat menstruasi dan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri haid ini merupakan keluhan umum yang dialami oleh banyak perempuan dan merupakan gejala, Masa remaja merupakan masalah peralihan dari pubertas ke dewasa atau proses tumbuh kearah kematangan mental, emosional,sosial dan fisik. Pada masa remaja terjadi perubahan fisik yang disertai dengan perubahan organ reproduksi. Dismenore pada sebagian kaum remaja merupakan siksaan tersendiri yang harus dialami setiap bulannya. Secara umum penanganan nyeri dismenore terbagi dalam dua kategori yaitu farmakologis dan non farmakologis. Salah satu asuhan kebidanan yang dapat diberikan untuk mengurangi nyeri haid atau dismenore adalah akupresure. Akupresure adalah pemijatan atau penekanan pada titik-titik meridian tubuh. Permasalahan nyeri haid atau dismenore ini masih banyak terjadi pada remaja putri di Tanjung Palas namun belum ada penanganan untuk mengatasinya. Padahal, nyeri haid atau dismenore dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari remaja putri diantaranya sulit berkonsentrasi, konflik emosional, ketegangan, kecemasan, dan mengganggu proses belajar, merasa kurang nyaman, penurunan keaktifan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan masalah yang muncul, maka diperlukanlah kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengatasi hal tersebut. Kegiatan diawali dengan pembukaaan dan pree test , kedua penyampaian materi tentang Akupresure untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri sekaligus praktik melakukan akupresure untuk mengurangi nyeri haid, ketiga penutup dan post tes yang di hadiri oleh 16 remaja putri. Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan pengetahuan remaja putri tentang akupresure untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri.
Penerapan Yoga Surya Namaskar untuk Nyeri Punggung Ibu Hamil Manik, Santini; Wiwin Eka Kristina; Novrina Feronita Br.Sibuea; Heni Hirawati Pranoto; Reni Endrawat; Khoirun Nisa; Anika Ardila
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy involves various physiological changes including physical changes, changes in the digestive system, respiratory system, urinary tract system, musculoskeletal and circulatory systems, causing discomfort. One of the discomforts that often occurs is back pain. Back pain in pregnant women significantly has a negative impact on daily activities and well-being during pregnancy. This community service aims to provide education to pregnant women about the benefits of yoga namaskar and how to do it correctly. By providing this knowledge and skills, it is hoped that pregnant women can apply the techniques learned and applied in everyday life so that problems of discomfort such as back pain in pregnant women can be handled. The results of this Community Service are that there is an effect of doing yoga surya namaskar for back pain in pregnant women. With this community service activity, it is hoped that pregnant women can routinely do this Yoga Surya Namaskar at home.   Abstrak Kehamilan melibatkan berbagai perubahan fisiologis antara lain perubahan fisik, perubahan sistem pencernaan, sistem respirasi, sistem traktus urinarius, muskuloskeletal dan sirkulasi sehingga menimbulkan ketdiaknyamanan. Salah satu ketidaknyamanan yang sering timbul adalah nyeri punggung. Nyeri punggung pada wanita hamil secara signifikan memberikan dampak yang buruk terhadap kegiatan sehari-hari dan kesejahteraan selama hamil. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil tentang manfaat yoga namaskar dan bagaimana cara melakukannya dengan benar. Diharapkan ibu hamil dapat menerapkan teknik-teknik yang dipelajari dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masalah ketidaknyamanan seperti nyeri punggung pada ibu hamil bisa tertangani. Hasil Pengabdian Masyarakat ini bahwa ada pengaruh dari melakukan yoga surya namaskar untuk nyeri punggung ibu hamil. Adanya kegiatan pengabdian ini diharapkan ibu hamil dapat rutin melakukan Yoga Surya Namaskar ini di rumah.
Gizi Seimbang Balita untuk Tumbuh Kembang Optimal Nadiah Safitri, Lailatif; Sriyani, Endang; Haerani; Nur Khayati, Yulia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toddlers balanced nutrition is very important to support optimal growth and development. A balanced diet includes various types of foods, such as carbohydrates, proteins, fats, vitamins, and minerals, in amounts that suit the child's needs. The aim of this community service is in order to mothers can understand about toddlers balanced nutrition. The Community Service Method implemented by 3 stages; the First Stage is the preliminaries stage by conducting a problem assessment and collaboration with partners. The Second Stage is to provide counseling about toddlers balanced nutrition to their mothers on May 7, 2025. The activity began by giving pretest questions to determine toddler mothers’ knowledge level before being given counseling. The Third Stage is conducted an evaluation by giving posttest questions for toddler’s mothers to determine their knowledge level about toddler balanced nutrition after being given counseling. The Community Service result found that this activity was attended by 17 toddler’s mothers and 1 village midwife. The results showed that there was an increase of toddler’s mother knowledge about toddler balanced nutrition after given Health education. It is hoped that health workers will increase health education about toddlers balanced nutrition to the community in order to improve toddler growth and development.   Abstrak Gizi seimbang pada balita sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal. Pola makan yang seimbang mencakup berbagai jenis makanan, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah agar ibu balita memahami tentang gizi seimbang pada balita. Metode Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama yaitu tahap persiapan dengan melakukan pengkajian permasalahan dan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua yaitu memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang balita pada ibu balita tanggal 07 Mei 2025. Kegiatan diawali dengan memberikan pertanyaan pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu balita sebelum diberikan penyuluhan. Tahap Ketiga yaitu melakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan posttest pada ibu balita untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu balita tentang gizi seimbang setelah diberikan penyuluhan. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 17 ibu balita dan 1 bidan desa. Didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu balita tentang gizi seimbang balita setelah diberikan pendidikan Kesehatan. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kesehatan tentang gizi seimbang pada balita kepada masyarakat agar dapat meningkatkan tumbuh kembang balita.
Konseling Tekhnik Menyusui pada Ibu Postpartum di RSUD Temanggung Eva Desitasari; Yulianti, Rizkhiana; Hapsari Windayanti; Tristiana
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the most enjoyable moments after birth is the process of breastfeeding a baby. When breastfeeding a baby is a moment to establish closeness between mother and baby and rarely in this breastfeeding process there are several complaints from the mother, including breast milk that does not come out, the baby cannot breastfeed, and sore nipples. Based on data from the Basic Health Research (Riskesdas) in 2010, it was explained that 67.5% of mothers who failed to provide exclusive breastfeeding to their babies were due to the mother's lack of understanding of the correct breastfeeding technique, so that they often experience sore or cracked nipples. This community service activity is a form of effort to increase knowledge and skills about the correct breastfeeding technique. It is expected that postpartum mothers provide breast milk with the correct technique so that they can provide exclusive breastfeeding for at least 6 months. The number of postpartum mothers participating was 20 people. The method of implementing Community Service activities is carried out in 3 stages, namely: the planning stage, the implementation stage of community service activities and the evaluation stage. The results of mothers' knowledge about the correct breastfeeding technique before being given counseling were conducted pretest, most had good knowledge as many as 4 (15%), sufficient as many as 9 (55%) and lacking as many as 7 (30%). From the community service carried out after being given counseling about the correct breastfeeding technique and conducted posttest all respondents had good knowledge as many as 20 (100%). This shows the success of community service activities, mothers' knowledge after being given counseling about the correct breastfeeding technique to overcome problems during breastfeeding in postpartum mothers.   Abstrak Salah satu yang paling menyenangkan pada saat setelah kelahiran adalah proses menyusui bayi. Pada saat menyusui bayi merupakan moment untuk menjalin kedekatan ibu dan bayi dan jarang dalam proses menyusui ini muncul beberapa keluhan dari ibu, antara lain ASI yang tidak keluar, bayi yang tidak bisa menyusui, putingnya lecet. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 dijelaskan bahwa 67,5% ibu yang gagal memberikan ASI ekslusif kepada bayinya adalah kurangnya pemahaman ibu tentang teknik menyusui yang benar, sehingga sering mengalami puting lecet ataupun retak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang teknik menyusui yang benar. Diharapkan ibu postpartum memberikan ASI dengan teknik yang benar sehingga memberikan ASI eksklusif minimal 6 bulan. Jumlah peserta ibu nifas yaitu berjumlah 20 orang. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan 3 tahap yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dan tahap evaluasi. Hasil dari pengetahuan ibu tentang tekhnik menyusui yang benar sebelum diberikan penyuluhan dilakukan pretest sebagian besar berpengetahuan baik sebanyak 4 (15%) , cukup sebanyak 9 (55%) dan kurang sebanyak 7 (30%). Dari pengabdian masyarakat yang dilakukan setelah diberikan penyuluhan tentang tekhnik menyusui yang benar dan dilakukan posttest seluruh responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 20 (100%). Hal ini menunjukkan keberhasilan dalam kegiatan pengabdian Masyarakat, pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan tentang tekhnik menyusui yang benar untuk mengatasi permasalahan selama menyusui pada ibu postpurtum.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny “S” Usia 22 Tahun di RSU Puri Asih Salatiga dengan Anemia Ringan Nova Harianti; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one indicator to measure the level of health of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, babies and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, up to family planning. The aim of this research is to provide midwifery care to Mrs. S comprehensively starting from pregnancy, maternity, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in SOAP form. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This research was conducted in December – May 2025. From the results of providing pregnancy care, a problem was found, namely that the mother experienced discomfort in the third trimester of pregnancy, namely low back pain and was given prenatal yoga care and experienced anemia. During labor there were no problems, the mother was given care in accordance with the APN 60 steps. In postpartum care no problems were found. During the care of the newborn, everything was found to be within normal limits, and a SHK examination was carried out. Meanwhile, under KB care, Mrs. S decided to use a long-term contraceptive method, namely the birth control pills for breastfeeding.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. S secara komprehensif mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember – Mei 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami ketidaknyamana kehamilan trimester III yaitu nyeri pinggang dan diberikan asuhan yoga prenatal dan mengalami anemia. Selama persalinan tidak ada masalah, ibu diberikan asuhan sesuai dengan APN 60 langkah Pada asuhan nifas tidak ditemukan masalah. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. S memutuskan untuk menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang yaitu Pil progestin.