cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan pada Ny. R Umur 37 Tahun G3P2A0 di Puskesmas Klandasan Ilir Kota Balikpapan simanjuntak, Damaris; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the quality and sustainable midwifery services is Continuity of Care (COC) services. COC in midwifery is a series of continuous service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, and family planning (Homer et all, 2014 in (Sunarsih & Pitriyani, 2020). COC carried out by midwives is generally oriented to improving continuity of service in a period. COC has 3 types of services, namely management, information and relationships. Continuity of management involves communication between women and midwives important for organizing and providing midwifery services (Sunarsih & Pitriyani, 2020). The aim of providing comprehensive midwifery care to Mrs R (Continuity of Care) includes pregnancy, delivery, postpartum, newborns and neonates up to family planning. In this research method, the author used a data collection method, namely using interviews, observation with primary and secondary data through the KIA Book, physical examination and this research started from July - October 2024, the research instrument used SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) on Mrs R from pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates, it was found that Mrs. R aged 37 years G3P2A0 gestational age 40 weeks 1 day no problems found, Delivery of Mrs. R was carried out at Bhayangkara Balikpapan Hospital. The postpartum period was normal, there was no bleeding, uterine contractions were good, lochea rubra, the perineum was intact, the mother received vitamin A. In newborns, the results of anthropometric examinations were normal. Mrs. R decided to use the post-partum IUD contraceptive   Abstrak Pelayanan kebidanan yang bermutu dan berkesinambungan salah satunya adalah pelayanan Continuity of care (COC). COC dalam kebidanan merupakan serangkaian kegiatan pelayanan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, serta keluarga berencana (Homer et all, 2014 dalam (Sunarsih & Pitriyani, 2020). COC yang dilakukan oleh bidan pada umumnya berorientasi untuk meningkatkan kesinambungan pelayanan dalam suatu periode. COC memiliki 3 jenis pelayanan yaitu manajemen, informasi dan hubungan. Kesinambungan manajemen melibatkan komunikasi antar perempuan dan bidan. Kesinambungan informasi menyangkut ketersediaan waktu yang relevan. Kedua hal tersebut penting untuk mengatur dan memberikan pelayanan kebidanan (Sunarsih & Pitriyani, 2020). Tujuan memberikan asuhan kebidanan Pada Ny R secara Komperehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sampai KB. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak bulan Juli – Oktober 2024 instrumen  penelitian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komperehensif (Continuity Of Care) pada Ny R dari kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus didapatkan Ny. R  usia 37 Tahun G3P2A0 usia kehamilan 40 minggu 1 hari tidak ditemukan masalah , Persalinan pada Ny. R dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, perinium utuh, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal. Ny. R memutuskan menggunakan KB IUD Pasca Salin
Asuhan Kebidanan pada Ny.I Usia 32 Tahun G3P2A0 di Klinik Utama Rawat Inap Sofia Medika Kabupaten Semarang Putri Arintasari Mangesti Rahayu; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy care services that emphasize continuity of care (COC) are essential to ensure that pregnant women receive consistent care from the same professional or a unified healthcare team. This approach allows for optimal monitoring of the mother's condition while fostering trust and openness due to the established relationship with the care provider. Midwives are expected to deliver continuous care, encompassing antenatal care (ANC), intrapartum care (INC), newborn care, postpartum care, neonatal care, and quality family planning services. In this study, the author employed a descriptive method with data collected through interviews, observations, physical examinations, supporting diagnostic tests, document reviews, and literature studies. The study subjects were selected purposively, based on specific objectives to be achieved. The study was conducted from November 15, 2024, to November 24, 2024. Midwifery care was provided to Mrs. I, covering pregnancy, childbirth, postpartum, neonatal care, and family planning services. The frequency of visits included two sessions for pregnancy care, two for postpartum care, and two for neonatal care. The childbirth process took place at Sofia Medika Inpatient Primary Clinic. All processes, from pregnancy to neonatal care, proceeded physiologically without complications. No discrepancies were found between theoretical knowledge and practical implementation during the provision of care. Continuous midwifery care was delivered by adhering to midwifery management principles and ensuring compliance with professional standards and competencies.   Abstrak Pelayanan asuhan kehamilan yang berfokus pada kesinambungan pelayanan atau Continuity of Care (COC) sangat penting untuk memastikan ibu hamil mendapatkan perawatan yang konsisten dari seorang profesional yang sama atau satu tim tenaga kesehatan. Hal ini memungkinkan pemantauan kondisi ibu hamil secara optimal, sekaligus meningkatkan rasa percaya dan keterbukaan karena hubungan yang sudah terjalin dengan pemberi asuhan. Bidan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang berkesinambungan mulai dari ANC, INC, asuhan bayi baru lahir, masa nifas, asuhan neonatus, hingga pelayanan KB yang berkualitas. Dalam studi ini, penulis menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi, dan kajian pustaka. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yaitu berdasarkan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Penelitian berlangsung dari 15 November 2024 hingga 24 NovemberAsuhan kebidanan diberikan kepada Ny. I, mencakup masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga pelayanan KB. Frekuensi kunjungan terdiri atas dua kali untuk kehamilan, dua kali untuk nifas, dan dua kali untuk neonatus. Proses persalinan dilakukan di Klinik Utama Rawat Inap Sofia Medika. Seluruh proses, mulai dari kehamilan hingga neonatus, berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik dalam penerapan asuhan ini. Pemberian pelayanan kebidanan berkelanjutan dilakukan dengan menerapkan manajemen kebidanan, serta memastikan pelayanan sesuai standar dan kompetensi profesi.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. H Umur 31 Tahun di Pusekesmas Gunung Sari Ulu Balikpapan Ni Wayan Sri Megawati; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Midwives have a very important role in providing women-centered care, continuity of care and practicing evidence-based care provided comprehensively starting from pregnant women, childbirth, postpartum, newborns and family planning. This study is a continuous midwifery care carried out on Mrs. H aged 31 years at the Gunung Sari Ulu Balikpapan Health Center. The type of research uses a descriptive method, a case study conducted in June-September 2024. The results of a comprehensive case study were obtained on Mrs. H aged 31 years G3P3A0 38 weeks of gestation, no problems were found. Mrs. H's delivery was carried out at the Restu Ibu Balikpapan Hospital. The postpartum period was normal, there was no bleeding, good uterine contractions, lochia rubra, perineal abrasions, the mother received vitamin A. In newborns, the results of anthropometric examinations were normal, SHK was negative and Mrs. H decided to use an implant contraceptive. Mrs. Mrs. H and her husband understand how to do oxytocin massage to increase breast milk production, and know how to take good care of their baby. It can be concluded that comprehensive midwifery care or Continuity of Care for Mrs. H is very helpful in going through her pregnancy process in a healthy, safe, and monitored manner. Mrs. H was finally able to independently overcome her postpartum difficulties and was able to take good care of her baby. Hopefully, COC can be implemented better by health facilities and health workers to improve health services for mothers and babies.   Abstrak Bidan mempunyai peran yang sangat penting dengan memberikan Asuhan Kebidanan yang berfokus pada perempuan (women centered care), secara berkelanjutan (continuity of care) dan mempraktikan asuhan yang berbasis bukti (evidence based care) diberikan secara menyeluruh dimulai dari ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Penelitian ini merupakan asuhan kebidanan berkelanjutan yang dilakukan terhadap Ny. H umur 31 tahun di Puskesmas Gunung Sari Ulu Balikpapan. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif, studi kasus yang dilakukan pada bulan Juni-September 2024. Hasil study kasus secara komprehensif didaptkan pada Ny. H umur 31 tahun G3P3A0 usia kehamilan 38 minggu tidak ditemukan masalah. Persalinan Ny. H dilakukan di RS. Restu Ibu Balikpapan. Masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perinium, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan Ny. H memutuskan menggunakan KB implan. Ny. H dan suaminya mengerti cara melakukan pijat oksitosin untuk memperlancar ASI, dan mengetahui cara merawat bayinya dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan secara komprehensif atau Continuity of Care pada Ny. H sangat membantu dalam melalui proses kehamilannya secara sehat, aman, dan terpantau. Ny. H pada akhirnya mampu berdaya secara mandiri dalam mengatasi kesulitannya pasca melahirkan dan mampu merawat bayinya dengan baik. Diharapkan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) , dapat diterapkan lebih baik lagi oleh faskes dan profesi bidan untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada ibu dan bayi.
Studi Literatur: Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Balita Nurafni Isrina; Eni Trisniningtyas; Naning Dianasari; Reni Mustikaningrum; Yuliati; Sri Renita Utami; Riska Dayang Safitri; Eva Rizqi Arti; Umi Bekti Iriana; Susanti Rahayu; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition disorder in toddlers and is a global health problem. The purpose of this literature review is to determine the factors that influence the incidence of stunting in toddlers. This literature review is through a search for publication results in the Google Scholar database, and the Garuda Portal between 2018-2024.The keywords used are factors AND stunting AND toddlers. Searches for articles related to 10 sources included in the inclusion criteria. The conclusion is that the factors that influence the incidence of stunting in toddlers are nutritional intake, breastfeeding, infectious diseases, parenting patterns, maternal education, economic status, family income, environmental sanitation and health services. Efforts to prevent and treat stunted toddlers need to be carried out by parents, health services and cross-sectoral. Abstrak Stunting merupakan gangguan malnuttrisi kronis pada balita dan menjadi masalah kesehatan global. Tujuan literature review ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita. Literature review ini melalui penelusuran hasil-hasil publikasi pada database Google Scholar, dan Portal Garuda antara tahun 2018-2024. Kata kunci yang digunakan yaitu faktor-faktor dan stunting dan balita. Penelusuran artikel yang terkait 10 sumber yang termasuk dalam kriteria inklusi. Kesimpulannya bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita adalah asupan gizi, pemberian ASI, penyakit infeksi, pola asuh orang tua, pendidikan ibu, status ekonomi, pendapatan keluarga, sanitasi lingkungan dan pelayanan kesehatan. Upaya pencegahan dan penanganan balita stunting perlu dilakukan oleh orang tua, pelayanan kesehatan serta lintas sektoral.
Studi Literatur: Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Dona Rande Bua; Dewi Muawanah; Dewi Maryani; Diana Novita Sari; Fentisari; Purniyati; Rumishi; Titiek Nur Lincayanti; Yuli Arianti; Dayu Kartika Sari Rusanti; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nearly half of all pregnant women in the world suffer from anemia, especially in developing countries. The condition of pregnant women with anemia can be influenced by direct and indirect factors. Direct factors are factors that influence hemoglobin levels in pregnant women including consumption of Fe tablets, nutritional status, infection. . Anemia in pregnant women occurs due to an increase in the number of plasma and erythrocytes. A threefold increase in the number of erythrocytes in plasma will cause a decrease in the hemoglobin hematocrit ratio and increase the risk of physiological anemia. Anemia also causes low physical abilities because the body's cells do not receive enough oxygen supply. In pregnant women, anemia  increases the frequency of complications in pregnancy and childbirth.   Abstrak Hampir separuh dari seluruh ibu hamil di dunia menderita anemia, terutama di negara-negara berkembang. Kondisi ibu hamil dengan anemia dapat di pengaruhin oleh factor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung adalah factor yang mempengaruhi kadar hemoglobin pada ibu hamil meliputi Konsumsi tablet Fe, status gizi dan infeksi. . Anemia pada ibu hamil terjadi karena adanya peningkatan jumlah plasma dan eritrosit. Peningkatan plasma sebanyak tiga kali pada jumlah eritrosit akan menyebabkan penurunan perbandingan hemoglobin hematocrit dan meningkatkan resiko anemia fisiologis. Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. Pada wanita hamil,anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Tujuan dari literatur reviuw ini adalah untuk menganalisa hasil penelitian yang berfokus pada anemia pada kehamilan. Metode yang dilakukan dengan pencarian jurnal dengan penelusuran internet dari data base google scholar. Kesimpulan: Proporsi ibu hamil yang mengalami anemia ada hubungan signifikan dengan factor tidak langsung dan langsung.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care Ny.N Usia 29 Tahun di Puskesmas Lambu Suryani, Lilis; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity Of Care is a service that is achieved when there is a continuous relationship between a woman and a midwife. Continuous care related to health professionals, midwifery services are carried out from preconception, early pregnancy, during all trimesters, birth and childbirth to the first 6 weeks postpartum until deciding to use family planning. This aims to help, monitor, and detect the possibility of complications that accompany the mother and baby from pregnancy to the use of birth control. The method of midwifery care at the Lambu Health Center is through home visits and visits at the Health Center by providing counseling according to the needs of mothers. Midwifery care given to Mrs." N" lasts from pregnancy, postpartum delivery, neonates, to family planning with the frequency of pregnancy visits 2 times, childbirth 1 time, postpartum 3 times, neonatal 3 times and family planning 1 time. To Mrs." N" the pregnancy process was carried out by an antopometric examination and the height of the mother was <145 cm. The findings of the study showed a significant association between maternal height and the incidence of CPD, where height under 145 cm was a risk factor. On the first visit during pregnancy, the mother complained that her body felt sore, so the author provided mass care for pregnant women to overcome the pain in the mother. In addition, at the second visit, the mother complained of pain in the pelvic area, so the author performed Masase effleurage to reduce pain. In the delivery process, in the second phase the mother was led to strain for 1 hour and the management had been carried out according to the 60 steps of the APN. In midwifery care during the postpartum period, the mother said that the milk production was smooth and there were no complications. At the time of the 6th week of the postpartum visit, family planning counseling had been given and the mother decided to use injectable birth control for 3 months and had been waited. Continuity of care that has been carried out on Mrs. N" during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn and family planning. It is hoped that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always implement midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with midwifery service standards.   Abstrak Continuity Of Care merupakan pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus menerus antara seorang wanita dan bidan. Asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan tenaga profesional kesehatan, pelayanan kebidanan dilakukan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, kelahiran dan melahirkan sampai 6 minggu pertama postpartum hingga memutuskan menggunakan KB. Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu, memantau, dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai dengan ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di Puskesmas Lambu melalui kunjungan rumah dan kunjungan di Puskesmas dengan memberikan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny.”N” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin nifas, neonatus, sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 3 kali, neonatus 3 kali serta KB sebanyak 1 kali. Pada Ny.”N” proses kehamilan dilakukan pemeriksaan antopometri didapatkan tinggi badan ibu <145 cm. Temuan penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara tinggi badan ibu dan kejadian CPD, di mana tinggi badan di bawah 145 cm menjadi faktor risiko. Pada kunjungan pertama selama kehamilan ibu mengeluh badannya terasa pegal-pegal sehingga penulis memberikan asuhan massase ibu hamil untuk mengatasi rasa pegal-pegal pada ibu. Selain itu pada kunjungan kedua ibu mengeluh nyeri pada bagian panggul sehingga penulis melakukan Masase effleurage untuk mengurangi rasa nyeri. Pada proses persalinan, pada kala II ibu di pimpin mengejan selama 1 jam dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan selama masa nifas ibu mengatakan pengeluaran asinya lancar serta tidak ada penyulit apapaun. Pada saat kunjungan nifas minggu ke 6 Telah diberikan konseling KB dan ibu memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan serta telah disantikan.  Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny.”N” saat hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan(continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. N Umur 26 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Sepinggan Kota Balikpapan Aporan Continuity of Care (COC) Muhdia; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality in Indonesia remains a major challenge in health care, especially in areas with limited access to medical services. One effective strategy to reduce these rates is the implementation of continuity of care, which includes monitoring from pregnancy, delivery, postpartum period, to postpartum family planning services. This approach ensures that mothers and babies receive comprehensive and continuous care, which in turn has the potential to reduce mortality and complications. Translated with DeepL.com (free version)Mrs. N, a 26-year-old woman, G2P1A0, at Sepinggan Public Health Center, Balikpapan City. The midwifery management approach used includes Varney's method and documentation in the SOAP format. During the antenatal phase, care focused on monitoring maternal and fetal health through routine antenatal visits and educating the mother about danger signs during pregnancy. Delivery care applied principles of respectful maternity care, infection prevention, and clean practices. Postpartum care emphasized maternal recovery, uterine involution monitoring, lactation management, and family planning counseling. Newborn care included cord care, hypothermia prevention, exclusive breastfeeding, and monitoring the baby’s vital signs. The results showed that Mrs. N successfully went through all stages of care without significant complications. The implementation of Continuity of Care ensured integrated and seamless monitoring, providing a sense of safety and comfort for the mother while optimizing maternal and newborn health outcomes. This midwifery care approach plays a crucial role in reducing maternal and infant morbidity and mortality rates. Through comprehensive and continuous care, healthcare professionals can ensure better health outcomes for both mothers and babies. This report highlights the importance of midwifery Continuity of Care as an effective strategy to improve the quality of maternal and newborn health services, and it serves as a reference for further development in midwifery practice.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam pelayanan kesehatan, terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap layanan medis. Salah satu strategi yang efektif untuk menurunkan angka tersebut adalah penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care), yang mencakup pemantauan dari kehamilan, persalinan, masa nifas, hingga pelayanan Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan. Pendekatan ini memastikan ibu dan bayi mendapatkan layanan yang komprehensif dan berkesinambungan, yang pada akhirnya berpotensi mengurangi angka kematian dan komplikasi. Laporan ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan Continuity of Care (CoC) pada Ny. N, usia 26 tahun, G2P1A0, di Puskesmas Sepinggan, Kota Balikpapan. Asuhan dilakukan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dengan metode Varney yang terdokumentasi dalam format SOAP. Asuhan meliputi kunjungan antenatal untuk memantau kondisi ibu dan janin, persiapan persalinan, hingga edukasi terkait tanda bahaya kehamilan. Pada tahap persalinan, dilakukan perawatan dengan prinsip asuhan sayang ibu dan pencegahan infeksi. Asuhan masa nifas mencakup pemantauan proses pemulihan ibu, perawatan laktasi, serta edukasi tentang kontrasepsi. Sementara itu, asuhan bayi baru lahir melibatkan pemeriksaan fisik, perawatan tali pusat, pencegahan hipotermia, dan pemberian ASI eksklusif. Hasil asuhan menunjukkan bahwa Ny. N berhasil menjalani proses kehamilan, persalinan, nifas, dan perawatan bayi baru lahir dengan baik tanpa adanya komplikasi. Penerapan Continuity of Care berperan penting dalam memastikan kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien. Laporan ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kualitas asuhan kebidanan secara berkelanjutan.
Literature Review : Faktor Yang Memengaruhi Penggunaan KB Pascasalin Wahyuni, Sri; Burhan, Nurasia; Marlina, Leni; Afriyani, Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family planning program as one of the programs for population control through birth control. Postpartum Family Planning (postpartum) is a service provided to postpartum patients up to 42 days. Postpartum family planning is an effort to prevent pregnancy by using contraceptive devices and drugs immediately after giving birth up to 42 days/6 weeks after giving birth. Postpartum contraception is a method of preventing pregnancy that is applied immediately after giving birth to avoid unplanned pregnancies. The application of this contraception is important to provide a safe distance between pregnancies, reduce health risks to the mother and baby, and provide recovery time for the mother's body after giving birth. Some commonly used postpartum contraception methods include intrauterine contraceptive devices (IUDs), implants, injections, and other hormonal contraceptives, which can be applied immediately after birth or within a certain period of time afterward. In addition, the lactational amenorrhea method (LAM) is also a natural choice, especially for mothers who breastfeed exclusively. The choice of contraceptive method must consider the mother's health condition, plans for the next pregnancy, and individual preferences. Counseling and assistance from health workers are needed to provide accurate information about the appropriate method, so that mothers can make the right and informed decisions. The use of postpartum contraception is expected to support the reproductive health and well-being of mothers and families. In this article, the author searched various literature sources in the form of articles, journals, documents related to the problems studied in this research.   Abstrak Program KB sebagai salah satu program untuk pengendalian penduduk melalui pengaturan kelahiran. Keluarga Berencana Pasca Persalinan (postpartum) adalah pelayanan yang diberikan kepada pasien pasca persalinan sampai kurun waktu 42 hari KB pasca persalinan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat dan obat kontrasepsi segera setelah melahirkan sampai dengan 42 hari/ 6 minggu setelah melahirkan. Kontrasepsi pasca salin merupakan metode pencegahan kehamilan yang diterapkan segera setelah persalinan untuk menghindari kehamilan yang tidak direncanakan. Penerapan kontrasepsi ini penting guna memberikan jarak yang aman antara kehamilan, mengurangi risiko kesehatan pada ibu dan bayi, serta memberikan waktu pemulihan bagi tubuh ibu setelah melahirkan. Beberapa metode kontrasepsi pasca salin yang umum digunakan meliputi alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), implan, suntik, dan kontrasepsi hormonal lainnya, yang dapat diterapkan segera setelah kelahiran atau dalam kurun waktu tertentu setelahnya. Selain itu, metode amenore laktasi (MAL) juga menjadi pilihan alami, terutama bagi ibu yang menyusui secara eksklusif. Pemilihan metode kontrasepsi harus mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu, rencana kehamilan berikutnya, serta preferensi individu. Penyuluhan dan pendampingan dari tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi yang tepat mengenai metode yang sesuai, sehingga ibu dapat membuat keputusan yang tepat dan terinformasi. Penggunaan kontrasepsi pasca salin diharapkan dapat mendukung kesehatan reproduksi dan kesejahteraan ibu serta keluarga. Pada artikel    ini,    penulis    melakukan    pencarian    terhadap berbagai sumber literatur berupa artikel, jurnal, dokumen yang  berkaitan  dengan  permasalahan  yang  dikaji  dalam penelitian ini.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “W” Usia 25 Tahun dengan Anemia Ringan Siti Hardi Yanti Cahyati; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is the provision of midwifery care starting from pregnancy, delivery, postpartum, neonate to deciding to use birth control. This aims as an effort to assist, monitor, and detect the possibility of complications accompanying the mother and baby from pregnancy until the mother uses birth control. Midwifery care methods at Sebakung Jaya Health Center through home visits by providing counseling according to the mother's needs. Midwifery care given to Mrs. W lasted from the period of pregnancy, delivery of the puerperium, neonates, to family planning with the frequency of pregnant visits 3 times, childbirth 1 time, puerperium 4 times, neonates 3 times and family planning 1 time. In Mrs.W, the pregnancy process experienced mild anemia due to disturbances in nutritional patterns and complaints of back pain. The management given during pregnancy is to provide counseling about anemia, danger signs of anemia in TM III pregnancy, nutrition IEC, IEC on how to take Fe tablets, increase Fe doses and re-support examinations and IEC on how to overcome back pain by reducing heavy lifting and reducing activity. The labor process was normal and management was carried out according to 60 APN steps. On the 3rd day postpartum midwifery care, the mother complained of low milk output so the breeder provided oxytocin massage care to the mother. In providing obstetric care for birth control, the mother has been given counseling and has decided to use prosgestin pills at 30 days postpartum. Continuity of care that has been carried out on Mrs. W during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn and family planning. It is expected that the midwifery profession in providing continuous midwifery care (Continuity Of Care) will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity Of Care) yaitu pemberian asuhan kebidanan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu, memantau, dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai dengan ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di Puskesmas Sebakung Jaya melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. W berlangsung dari masa kehamilan, bersalin nifas, neonatus, sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 3 kali serta KB sebanyak 1 kali. Pada Ny.W proses kehamilan mengalami anemia ringan diakibatkan karena ganggu pola nutrisi dan keluhan sakit pinggang. Penatalaksanaan yang diberikan pada masa kehamilan yaitu memberikan konseling tentang anemia, tanda bahaya anemia di kehamilan TM III, KIE nutrisi, KIE cara mengkonsumsi tablet Fe, menaikkan dosis Fe dan pemeriksaan penunjang ulang serta KIE cara mengatasi sakit pinggang yaitu dengan mengurangi angkat berat dan mengurangi aktifitas. Pada proses persalinan berjalan normal dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas hari ke-3 ibu mengeluhkan pengeluaran ASI sedikit sehingga penulia memberikan asuhan pijat oksitosin pada ibu. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan telah memutuskan untuk menggunakan KB pil prosgestin pada 30 hari postpartum. Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity Of Care) yang telah dilakukan pada Ny. W saat hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity Of Care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. A Umur 43 Tahun G4P3A0 di Puskesmas Sekaran Titis Dwicahya Prabaningrum; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual. Comprehensive care is an examination that is carried out completely with simple laboratory examinations and counseling. Comprehensive midwifery care includes a place for continuous examination activities, including pregnancy midwifery care, delivery midwifery care, postpartum midwifery care, newborn midwifery care, and KB acceptors. The research method uses a descriptive method, and the type of research used is a case study, namely by examining a problem through a case through interviews using a single sample. Based on the results of the study conducted on Mrs. A at the Sekaran Health Center during the study, the author carried out continuous midwifery care on pregnant women. It was found that Mrs. A, a 43-year-old G4P3A0 pregnant woman at 31 weeks, gave birth at 38 weeks gestation by CS. Postpartum monitoring was carried out for 6 days postpartum, and the newborn baby (BBL) was normal by CS and use of sterile contraceptive devices (MOW). After carrying out comprehensive midwifery care, there was no gap between theory and case in comprehensive midwifery care for Mrs. A at Sekaran Health Center.   Abstrak Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Asuhan komprehensif merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan laboratorium sederhana dan konseling. Asuhan kebidanan komprehensif mencakup tempat kegiatan pemeriksaan berkesinambungan diantaranya adalah asuhan kebidanan kehamilan, asuhan kebidanan persalinan, asuhan kebidanan masa nifas dan asuhan kebidanan bayi baru lahir serta akseptor KB. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus melalui wawancara menggunakan sampel tunggal. Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada Ny. A di Puskesmas Sekaran selama pengkajian dilakukan, penulis melakukan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada ibu hamil didapatkan Ny. A Umur 43 tahun G4P3A0 hamil 31 minggu, bersalin dengan usia kehamilan 38 minggu secara SC, nifas dilakukan pemantauan 6 hari postpartum, bayi baru lahir (BBL) normal secara SC dan pemakaian alat kontrasepsi steril (MOW). Setelah melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada asuhan komprehensif kebidanan pada Ny. A di Puskesmas Sekaran.