cover
Contact Name
Ahmad Syarqawi
Contact Email
syarqawinasution@gmail.com
Phone
+6285376744230
Journal Mail Official
educandumedia@gmail.com
Editorial Address
Jalan Baru, Gg Keluarga, Kel Tembung, Kec Medan Tembung, Medan-Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Educandumedia: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 28305140     DOI : DOI: https://doi.org/10.61721/educandumedia
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Educandumedia merupakan wadah yang dibentuk untuk memberikan fasilitas kepada para akademisi menerbitkan tulisannya. Spesifikasi kajian yang akan diterbitkan pada jurnal educandumedia adalah pembahasan tentang pendidikan dan kependidikan. Jurnal Educanmedia diterbitkan oleh Yayasan Insan Cipta Medan. Tulisan yang dikirimkan dapat berbentuk hasil penelitian atau kajian kepustakaan yang dilakukan melalui prosedur ilmiah. Jurnal educandumedia akan diterbitkan secara berkala yaitu tiga kali dalam satu tahun yang terdiri pada bulan januari-April, Mei-Agustus dan September-Desember. Artinya jurnal Educandumedia diterbitkan 3 kali dalam setahun. Dalam proses penerbitannya, melalui langkah-langkah yang telah ditentukan, yaitu proses pengiriman naskah, perbaikan sesuai saran penyunting ahli dan proses penerbitan tulisan pada jurnal educandumedia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB SISWA MADRASAH ALIYAH AMALIA MEDAN Nailah, Nailah Kaltsum; afifa mawada; nissa zahra silmy damanik; sakholid nasution
Educandumedia: Jurnal Ilmu pendidikan dan kependidikan Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/educandumedia.v4i1.484

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam pembelajaran bahasa Arab di kalangan siswa Madrasah Aliyah Amalia Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai masalah yang ada. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan siswa dan guru, observasi langsung di lingkungan sekolah, serta dokumentasi terkait pembelajaran bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar bahasa Arab antara lain rendahnya motivasi siswa, kurangnya penguasaan dasar bahasa Arab, metode pengajaran yang kurang variatif, serta terbatasnya sarana pembelajaran. Selain itu, lingkungan belajar yang tidak mendukung juga menjadi salah satu penyebab utama. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperbaiki metode pengajaran, meningkatkan fasilitas pendukung, serta mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Temuan ini diharapkan dapat membantu sekolah dan guru untuk mengatasi kendala dalam pembelajaran bahasa Arab, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Kata Kunci: kesulitan belajar, bahasa Arab, faktor, siswa, Madrasah Aliyah. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar bahasa Arab pada siswa Madrasah Aliyah Amalia Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap permasalahan yang ada. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap siswa dan guru, observasi langsung di lingkungan sekolah, serta dokumentasi yang terkait dengan pembelajaran bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar bahasa Arab, antara lain motivasi siswa yang rendah, kurangnya penguasaan dasar bahasa Arab, metode mengajar yang kurang bervariasi, dan terbatasnya fasilitas belajar. Selain itu, lingkungan belajar yang kurang mendukung juga menjadi salah satu penyebab utamanya. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperbaiki metode pengajaran, meningkatkan fasilitas pendukung, dan mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Diharapkan temuan ini dapat membantu sekolah dan guru untuk mengatasi kendala dalam pembelajaran bahasa Arab, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Kata kunci: kesulitan belajar, bahasa Arab, faktor, siswa, Madrasah Aliyah
INTEGRASI KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) PADA PEMBELAJARAN BAHASA Pasaribu, Gumarpi Rahis; Rani Arfianty; Dara Mubshirah
Educandumedia: Jurnal Ilmu pendidikan dan kependidikan Vol. 3 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/educandumedia.v3i2.511

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran bahasa, dengan fokus pada bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa secara personal, interaktif, dan adaptif. Pendekatan kualitatif-deskriptif digunakan untuk memahami dampak AI terhadap keterampilan bahasa, termasuk berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari institusi pendidikan yang menggunakan AI dalam pengajaran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI, melalui aplikasi seperti ChatGPT, Duolingo, Elsa Speak, dan platform adaptif seperti Rosetta Stone, mampu memberikan umpan balik cepat, personalisasi materi pembelajaran, dan simulasi percakapan yang realistis. Teknologi ini juga mendukung pengajaran guru dengan menyediakan alat bantu untuk merancang materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan akses teknologi, penelitian ini menegaskan bahwa AI memiliki potensi besar dalam menciptakan pembelajaran bahasa yang lebih efektif, menarik, dan efisien, sekaligus menjawab kebutuhan pendidikan modern.
PERAN AGAMA DALAM PENANGANAN TRAUMA KOLEKTIF PASCA BENCANA ALAM DI INDONESIA SAEMAH MURNI
Educandumedia: Jurnal Ilmu pendidikan dan kependidikan Vol. 3 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/educandumedia.v3i3.512

Abstract

Trauma kolektif yang dialami masyarakat pasca bencana alam di Indonesia menimbulkan dampak psikologis yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran agama dalam proses pemulihan trauma kolektif, dengan pendekatan studi pustaka. Metode ini digunakan untuk menganalisis literatur terkait fungsi agama sebagai sumber dukungan emosional, spiritual, dan sosial dalam menghadapi trauma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama memiliki peran signifikan dalam pemulihan pascabencana melalui tiga aspek utama. Pertama, agama menyediakan makna dan harapan melalui keyakinan spiritual, yang membantu individu dan komunitas mengatasi rasa kehilangan dan ketidakpastian. Kedua, ritual keagamaan, seperti doa bersama dan upacara pemaknaan, menjadi sarana untuk mempererat solidaritas komunitas dan menciptakan ruang aman untuk mengekspresikan emosi. Ketiga, institusi keagamaan berperan dalam memberikan bantuan material, konseling spiritual, dan memobilisasi relawan untuk mendukung pemulihan fisik dan mental korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa agama tidak hanya berfungsi sebagai sumber kekuatan spiritual, tetapi juga sebagai alat sosial yang efektif dalam mengurangi dampak trauma kolektif. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya integrasi pendekatan keagamaan dalam strategi penanganan bencana untuk mempercepat proses pemulihan komunitas yang terdampak.
PENERAPAN METODE ADVOKASI DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN FIQIH SISWA KELAS VIII MTS JAM’IYAH MAHMUDIYAH TANJUNG PURA Hiva Arjuna; Muhammad Saleh; Khairuddin YM
Educandumedia: Jurnal Ilmu pendidikan dan kependidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembelajaran advokasi merupakan metode pembelajaran alternatif untuk meningkatkan proses belajar siswa yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjadi advokat dari suatu pendapat tertentu yang bertalian dengan topik yang tersedia, metode advokasi akan efektif apabila diterapkan pada pembelajaran fiqih. Hal tersebut karena materi pembelajaran fiqih berisi masalah-masalah hukum yang sangat kompleks dan menimbulkan banyak penafsiran. Metode advokasi ini diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran fiqih siswa kelas VIII MTS Jam’iyah Mahmudiyah Tanjung Pura. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 yang berjumlah 27 siswa. Sesuai dengan jenis masalahnya maka penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan (planning) tindakan (acting) pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Hasil penelitian menjelaskan penerapan metode advokasi dalam pembelajaran fiqih pada siswa kelas VIII MTS Jam’iyah Mahmudiyah Tanjung Pura menunjukkan hasil yang positif melalui tahapan sistematis yang melibatkan penyampaian materi awal, pembagian kelompok, persiapan debat, pelaksanaan debat, serta kesimpulan dan refleksi. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih sebelum menerapkan metode advokasi di kelas VIII MTS Jam’iyah Mahmudiyah Tanjung Pura berdasarkan hasil tes awal diperoleh dari 27 siswa hanya 14 siswa (51,85%) yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar siswa dengan nilai KKTP 70. Sedangkan 13 siswa (48,15%) belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai KKTP 70. Nilai rata-rata hasil Tes Pre Tes sebelum menerapkan metode advokasi yaitu 66,48 dan secara klasikal pembelajaran dikatan belum tuntas. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih setelah menerapkan metode advokasi di kelas VIII MTS Jam’iyah Mahmudiyah Tanjung Pura mengalami peningkatan secara signifikan, pada siklus I nilai rata-rata menjadi 75,74 dengan jumlah siswa yang tuntas 20 siswa (74,07%) dan yang belum tuntas 7 siswa (25,93%) dan pada siklus II nilai rata-rata menjadi 85,74 dengan jumlah siswa yang tuntas 25 siswa (92,59%) dan yang belum tuntas 2 siswa (7,41%). Penerapan metode advokasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di kelas VIII MTS Jam’iyah Mahmudiyah Tanjung Pura. Peserta didik yang tuntas sudah melebihi 85% yaitu 92,59% dan nilai rata-rata siswa 85,74 melebihi nilai KKTP 70 Kata Kunci : Metode Advokasi, Hasil Belajar, Fiqih.
PENGARUH KEAKTIFAN BERORGANISASI ROHIS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 1 BRANDAN BARAT Ramayani, Muhammad Irza Mahendra; Zaifatur Ridha; Usmaidar
Educandumedia: Jurnal Ilmu pendidikan dan kependidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/educandumedia.v4i2.501

Abstract

Salah satu organisasi yang menitikberatkan pada Pendidikan Agama Islam adalah organisasi Kerohanian Islam (rohis), mempunyai tujuan untuk pembinaan diri dan pengembangan potensi diri yang berkenaan dengan agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keaktifan berorganisasi rohis terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Brandan Barat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang bersifat korelasi. Responden pada penelitian ini adalah siswa yang mengikuti organisasi Rohis di SMA Negeri 1 Brandan Barat dengan sampel 54 siswa. Pengolahan data menggunakan microsoft office excel dan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menjelaskan Keaktifan berorganisasi Rohis di SMA Negeri 1 Brandan Barat dapat dikategorikan “Tinggi” dengan poin-poin pendukung sebagai berikut: Kehadiran rata-rata anggota dalam kegiatan mencapai 80–90%, baik dalam kegiatan mingguan maupun acara besar. Partisipasi aktif hampir di seluruh kegiatan, menunjukkan semangat dan dedikasi yang tinggi. Pengurus Rohis sangat proaktif dan kreatif dalam menjalankan tugasnya serta menciptakan kegiatan baru. Motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Brandan Barat berada pada kategori cukup tinggi dengan poin-poin pendukung sebagai berikut: Tingkat kehadiran siswa dalam kelas PAI mencapai 90%, menunjukkan komitmen terhadap pembelajaran. Partisipasi aktif siswa dalam diskusi dan tugas kelompok berada pada kisaran 65–70%, menunjukkan minat yang baik terhadap materi. Guru PAI mencatat bahwa siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran, terutama yang aktif di Rohis.. Terdapat pengaruh yang signifikan antara keaktifan berorganisasi rohis terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Brandan Barat, hasil ini diperoleh melalui uji hipotesis yaitu uji t yang menunjukkan nilai thitung variabel Keaktifan berorganisasi rohis sebesar 6,240 dengan nilai signifikasi 0,000 karena nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) dan nilai thitung > ttabel (6,240 > 2,00665) maka terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y, besarnya hubungan yang ditimbulkan yaitu 42,8% dan hubungan yang ditimbulkan positif atau sejalan Kata Kunci: Keaktifan Berorganisasi Rohis, Motivasi Belajar, PAI.
Analisis Teori Social Cognitive Career Theory ( SCCT ) dalam Pemilihan Karir Siswa chantiqa, T. chantiqa Salsabilla Az-Zahra; Dianto, Mori; Helvirianti, Eka; Hutasuhut, Raihan Mahmud
Educandumedia: Jurnal Ilmu pendidikan dan kependidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/educandumedia.v4i2.331

Abstract

kajian menyeluruh terhadap Teori Karir Kognitif Sosial sebagai kerangka teori dalam kaitannya dengan pilihan karir yang dilakukan siswa. Dengan memusatkan perhatian pada bagian-bagian penting dari hipotesis ini, penelitian ini berencana untuk menguji bagaimana unsur-unsur mental, sosial, dan alam berhubungan untuk membentuk proses pengambilan keputusan karir siswa. Melalui pemahaman SCCT yang unggul, diyakini dapat ditemukan metodologi pendekatan yang dapat memperluas kelangsungan arahan kejuruan di sekolah. Penelitian kepustakaan atau tinjauan pustaka digunakan untuk penelitian ini. Survei penulisan adalah penelitian yang secara mendasar mengaudit informasi dan pemikiran yang terkandung dalam sekelompok tulisan ilmiah dan membentuk komitmen hipotetis dan sistemik terhadap subjek tertentu. Dalam situasi ini, cara yang paling umum untuk mengumpulkan informasi dan data adalah melalui berbagai sumber perpustakaan, misalnya buku, buku harian, catatan, artikel, dan berbagai sumber yang berkaitan dengan subjek yang sedang dieksplorasi. Hipotesis Panggilan Mental Sosial adalah sistem hipotesis mental sosial untuk profesi, yang dibuat oleh Lent, Brown dan Hackett pada tahun 1994, hipotesis ini secara signifikan mempengaruhi penelitian tentang keputusan profesi. Proses penentuan pekerjaan yang dipahami oleh hipotesis SCCT, dimulai dari orang-orang yang menyusun minat, sekadar memutuskan, dan mencapai tingkat kemajuan dalam profesinya. SCCT berpusat pada faktor mental seperti kecukupan diri, asumsi hasil, dan tujuan. Keputusan karir bagi siswa dapat dilakukan dengan memanfaatkan perluasan self-viability dengan adanya gagasan hipotesis profesi mental sosial bagi siswa dalam mengambil keputusan. Proses dimana individu mengembangkan minat, membuat keputusan, dan mencapai berbagai tingkat keberhasilan dalam upaya pendidikan dan profesional diuraikan dalam konsep SCCT. Hipotesis Profesi Mental Sosial menggarisbawahi bahwa siklus dinamis terbentuk dari kelangsungan hidup yang sesuai dengan asumsi untuk hasil yang ideal.
ANALISIS TEORI DONALD E.SUPER UNTUK MENCAPAI KARIR SISWA Mifta salsabila; Husrin Konadi; Nindy Rahma; Marlini Yulia Putri Damanik; Ismira Chofillah; Fauziah Amelia Siregar; Miranda Syahrianti Simamora
Educandumedia: Jurnal Ilmu pendidikan dan kependidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/educandumedia.v3i1.335

Abstract

Dalam memasuki dunia kerja kepercayaan diri peserta didik terhadap orientasi masa depan masih kurang jelas. Melihat dari sisi peserta didik, masalah ini lebih ditampakkan oleh adanya peserta didik yang merasa dirinya belum mampu untuk bekerja sehingga mengurangi minat dalam memasuki dunia kerja. Kesiapan kerja merupakan suatu kemampuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan tuntunan masyarakat, potensi-potensi peserta didik dalam berbagai jenis pekerjaan yang secara langsung diterapkan secara langsung. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis kepustakaan atas studi literatur dan library resertch, Dimana penulis menggunakan berbagai literatur untuk memperoleh referensi bacaan dan menggunakan pendekatan kualitatif karena data yang dihasilkan data atau deskripsi. Teori perkembangan karir menurut Donald Super berpusat pada konsep diri dan fokus pada pertumbuhan serta arah perkembangan karir individu sepanjang hidupnya. Teori ini menitikberatkan pada gambaran diri individu terkait dengan pekerjaan atau jabatan yang akan diambil di masa depan. Lingkup teori perkembangan karir Donald E. Super sangat komprehensif, menganggap perkembangan karir sebagai proses kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut melibatkan aspek individual dan lingkungan hidup, yang saling berinteraksi dan bersama-sama membentuk perjalanan perkembangan karir seseorang.
TEKNIK MENGGUNAKAN AI DALAM PEMBELAJARAN Mardalia
Educandumedia: Jurnal Ilmu pendidikan dan kependidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/educandumedia.v4i2.531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teknik penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran serta manfaat dan tantangan yang ditimbulkannya. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi literatur, penelitian ini menelaah beragam artikel ilmiah dan dokumen yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa AI memberikan dampak signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif, personal, dan efisien. Teknik penggunaan AI yang umum diimplementasikan mencakup pembelajaran adaptif, analisis data belajar, automatisasi tugas administratif, chatbot edukatif, serta simulasi dan gamifikasi. Manfaat AI mencakup peningkatan efisiensi pembelajaran, personalisasi materi, serta kemudahan evaluasi dan analisis perkembangan siswa. Namun demikian, penerapan AI juga menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan pendidik, hingga kekhawatiran terhadap ketergantungan siswa pada teknologi. Oleh karena itu, peran guru tetap sangat penting dalam memastikan penggunaan AI tetap selaras dengan nilai-nilai pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.