cover
Contact Name
Munif Akbar
Contact Email
triwikrama325@gmail.com
Phone
+6285859888365
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cendikia Pendidikan
  • sindorocendikiapendidikan
  • Website
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30256488     DOI : -
Sindoro: Cendikia Pendidikan. Jurnal ini terbit tiap bulan dalam setahun. Jurnal ini termasuk jurnal open acces yang memungkinkan penulis dari berbagai lintas dapat elaborasi untuk menulis di jurnal ini. Jurnal ini merupakan buah pemikiran dari terhadap bidang Ilmu khususnya Pendidikan. Jurnal ini menerima artikel Pendidikan, Pengajaran, Metode Pendidikan, Studi Kasus dalam Pendidikan, Media Pembelajaran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,595 Documents
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI KELILING PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG KELAS III SDIT MUHAMMADIYAH SINAR FAJAR CAWAS KLATEN Purwanto, Sri Joko
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i7.5821

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan prestasi belajar siswa melalui Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) mata pelajaran matematika materi keliling persegi dan persegi panjang kelas III SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas Klaten. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas eksperimental dengan subyek penelitian siswa kelas III SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas Klaten yang berjumlah 28 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah soal dan lembar observasi siswa. Untuk menentukan validitas instrumen dengan mengkonsultasikan dengan ahli. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Adapun indikator keberhasilan penelitian ini ditandai dengan meningkatnya rata-rata keaktifan siswa menjadi minimal 70%, rata-rata nilai tes minimal 70 (KKM sekolah) dan pencapaian KKM minimal 70% dari jumlah siswa. Dihubungkan secara nyata terhadap konteks kehidupan sehari-hari siswa melalui tahapan matematisasi horisontal yaitu siswa mencoba menyelesaikan dengan cara mereka sendiri dan matematisasi vertikal yaitu siswa menemukan prosedur baku dalam memecahkan masalah matematika tanpa bantuan konteks dalam penerapan PMR dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa. Hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata keaktifan siswa yang aktif dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebanyak 26,79% yaitu dari 53,57 % menjadi 80,36% pada siklus II. Nilai rata-rata hasil tes dari siklus I ke siklus II juga mengalami peningkatan 7,5 dari 70,64 menjadi 78,14. Ditinjau dari pencapaian KKM juga mengalami peningkatan 25% dari pratindakan 39,29% menjadi 64,29% pascatindakan siklus I dan meningkat lagi 17,85% menjadi 82,14% pascatindakan siklus II. Kata Kunci: prestasi belajar, pembelajaran matematika realistik, mata pelajaran matematika
EFEKTIVITAS METODE EVERYONE IS A TEACHER HERE DALAM MENINGKATKAN MINAT PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH AL ZAYTUN Nur Afifah, Fadiyah; Kartini; Humaeroh, Iis
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i7.5856

Abstract

This research was conducted because, in the Islamic Cultural History lessons, the teacher explained the material in a monotonous manner, using the lecture and assignment methods. These methods, which are considered monotonous, affected students and resulted in a lack of active participation during the learning process. Consequently, the material delivered did not leave a lasting impression that could influence students' interest and learning outcomes. Given this problem, the researcher attempted to improve the learning process of Islamic Cultural History by applying the "Everyone Is A Teacher Here" learning method. The type of research conducted was quantitative, with the specific type being a Quasi-Experimental design, using The Static Group Comparison Design. The research subjects were fifth-grade students, with the sample selected through simple random sampling. The results of the research indicated that the "Everyone Is A Teacher Here" method was effective in increasing students' interest in learning Islamic Cultural History. This was evident from the hypothesis test results, which showed that H0 was rejected and H1 was accepted, with a two-tailed t-test significance value of less than 0.05, specifically 0.000. Therefore, it can be concluded that the "Everyone Is A Teacher Here" method is effective in enhancing the interest of fifth-grade students at Al-Zaytun Islamic Elementary School in learning Islamic Cultural History in 2023. Keywords: interactive learning method, everyone is a teacher, Islamic cultural history.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PEMBELAJARAN EKONOMI KELAS X DI SMAN 1 GONDANGWETAN KABUPATEN PASURUAN Safitri, Dewi Nur; Suchaina, Suchaina; Pradikto, Sugeng
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i7.5863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran mind mapping dalam meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa kelas X di SMAN 1 Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keaktifan siswa dalam pembelajaran serta banyaknya siswa yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), yang disebabkan oleh kebiasaan menghafal tanpa memahami konsep. Pembelajaran dengan mind mapping diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dan kreatif dalam memahami materi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X, dan instrumen yang digunakan meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mengukur kevalidan, lembar observasi aktivitas siswa untuk mengukur kepraktisan, dan tes pembelajaran untuk mengukur keefektifan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan hasilnya menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran mind mapping mampu meningkatkan nilai sebagian besar siswa dari Siklus 1 ke Siklus 2. Peningkatan ini menunjukkan bahwa metode mind mapping efektif dalam memperbaiki pemahaman konsep, meningkatkan kreativitas, dan hasil belajar siswa kelas X di SMAN 1 Gondangwetan, sehingga layak untuk diterapkan sebagai alternatif model pembelajaran yang inovatif dan efektif. Kata kunci: Model Pembelajaran, Kreativitas, Hasil Belajar, Mind Mapping This study aims to test the effectiveness of the mind mapping learning model in improving creativity and learning outcomes of class X students at SMAN 1 Gondangwetan, Pasuruan Regency. The background of this study is the low student activity in learning and the many students who get scores below the Minimum Completion Criteria (KKM), which is caused by the habit of memorizing without understanding the concept. Learning with mind mapping is expected to encourage students to be more active and creative in understanding the material. The subjects of this study were class X students, and the instruments used included the Learning Implementation Plan (RPP) to measure validity, student activity observation sheets to measure practicality, and learning tests to measure effectiveness. This study was conducted in two cycles, and the results showed that the application of the mind mapping learning model was able to improve the scores of most students from Cycle 1 to Cycle 2. This increase shows that the mind mapping method is effective in improving conceptual understanding, increasing creativity, and learning outcomes of class X students at SMAN 1 Gondangwetan, so it is worthy of being applied as an alternative innovative and effective learning model. Keywords: Learning Model, Creativity, Learning Outcomes, Mind Mapping
INTEGRASI MEDIA PATABA (PAPAN TANDA BACA) DAN POWER POINT INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI TANDA BACA DI KELAS 3B SD NEGERI 1 BANTERAN Dewi Noor Ahadiyah; Dhi Bramasta; Surati, Surati
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i8.5878

Abstract

Penelitian inidilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan membaca peserta didik pada pembelajaran bahasa indonesia di SD Negeri 1 Banteran Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Tujuan dari metode ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan membaca pada peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas III B SD Negeri 1 Banteran yang berjumlah 20 peserta didik, terdiri dari 15 perempuan dan 5 laki-laki, Hasil dari penelitian yang dilakukan di SD Negeri 1 Banteran maka dapat disimpulkan bahwa: Pembelajaran menggunakan media papan tanda baca (PATABA) dan powerpoint interaktif dapat meningkatkan keterampilan membaca peserta didik. Hal tersebut dapat ditunjukkan pada hasil siklus I mendapatkan presentase nilai sebesar 55% dan meningkat di siklus II dengan presentase nilai 90%.
PAI TEACHER'S STRATEGY IN OVERCOMING BOREDOM IN STUDENTS' INTEREST IN LEARNING AT SMP MUHAMMADIYAH 7 MEDAN Zailani, Zailani; Marcelina, Cindi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i8.5888

Abstract

Artikel ini membahas strategi yang dapat digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mengatasi kejenuhan siswa terhadap minat belajar mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan menggunakan pendekatan deskriptif. Kejenuhan sering kali menjadi tantangan utama dalam proses pembelajaran, terutama dalam konteks pendidikan agama di sekolah. Melalui tinjauan literatur dan penelitianl apangan, artikel ini mengeksplorasi beberapa pendekatan yang efektif, seperti penggunaan metode pembelajaran aktif, pendekatan berbasis masalah, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta peran motivasi dan interaksi interpersonal antara guru dan siswa. Tujuan dari artikel ini adalah memberikan wawasan yang lebih baik tentang bagaimana guru PAI dapat meningkatkan minat belajar siswa dengan mengatasi kejenuhan yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran mereka. Dengan demikian, artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan strategi pengajaran yang efektif dalam konteks pendidikan agama Islam. Kata Kunci: Strategi Guru PAI , Minat Belajar Siswa, Mengatasi Kejenuhan This article explores strategies that Islamic Education (PAI) teachers can employ to address student boredom regarding their learning interest.Thisresearchisqualitativeresearchwitha type of field research using a descriptive approach Boredom often poses a significant challenge in the learning process, particularly within the context of religious education in schools. Through a review of literature and field research, this article investigates several effective approaches, such as active learning methods, problem-based approaches, utilization of technology in learning, and the role of motivation and interpersonal interaction between teachers and students. The aim of this article is to provide insights into how PAI teachers can enhance student learning interest by tackling boredom that may arise during their learning journey. Thus, this article is expected to contribute positively to the development of effective teaching strategies in the context of Islamic religious education. Keywords: PAI Teacher Strategy, Student Learning Interest, Overcoming Boredom
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH MA'HAD AL-ZAYTUN Ghina Aribah, Amara; Iswandi, Irvan; Utami, Dewi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i8.5889

Abstract

This research was conducted because, in Social Science learning, the teaching methods used are still limited to lectures and assignments, which tend to be monotonous. This monotonous learning approach leads to a lack of active involvement of students in the teaching and learning process so students are not interested in the material presented which have an impact on their learning outcomes. To overcome this problem, researchers tried to make improvements by applying the Team Games Tournament type cooperative learning model in Social Science learning. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the application of the Team Games Tournament model in social studies learning for grade IV students. This study used a quantitative approach with a Pre-Experiment design with a Group Pretest-Posttest model. Data collection was carried out through learning outcomes tests and questionnaires. The subjects of the study consisted of 20 grade IV students of Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun. Data analysis was carried out using descriptive analysis and inferential analysis, with hypothesis testing in the form of a Paired Sample T-Test. The results showed that there was a significant difference between the average score on the pretest and posttest. On the pretest, the average score of students was in the very low category, which was 42.25 with a standard deviation of 19.566. However, in the posttest, there was a significant increase, with the average score of students reaching the high category, which is 79.25 with a standard deviation of 12.698. In addition, there was an increase in the number of students who achieved minimum completeness scores (KKM) from pretest to posttest, from 2 students to 13 students. The results of the hypothesis test showed that there was a significant difference between the average scores before and after the application of the team games tournament learning model. In addition, the results of the questionnaire also showed a positive and enthusiastic response of students to the application of the learning model. Based on these findings, it can be concluded that the application of the team games tournament learning model is effective and can be applied in class IV MI Ma'had Al-Zaytun in learning Social Sciences. Key Words: Model Team Games Tournament, Learning Outcomes, Social Sciences
PENGARUH PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK TERHADAP PERILAKU SISWA KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH MA’HAD AL-ZAYTUN Syaharani, Lulu; Humaeroh , Iis; Utami, Dewi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i8.5900

Abstract

Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun is one of the madrasa-based educational institutions that has a commitment to form students to be berakhlaqul karimah in accordance with a solid and strong foundation of faith. The purpose of this research is to see the effect of learning akidah akhlak on the behavior of fifth grade students of Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun. This research uses mixed methods or often referred to as mixed methods. In relation to this study, researchers used mixed methods research with a embedded design. The data collection methods used were questionnaires, observations, and interviews. The results of this study show that the learning process of moral creed for grade V students applies a variety of learning methods, including lectures plus, group assignments, literacy, discussions, and educational games. Habituation and application of moral creed values are carried out through routine school activities such as morning roll call, environmental picket, praying on time, and implementing 5S and 3 Advanced Cultures. This is also in line with the role of teachers in integrating Akidah Akhlak values into students' daily lives and providing good examples in carrying out religious teachings and moral values. The results of quantitative analysis showed a t test of 3.361> 2.026. To find out the category of the level of influence of research between variables, an analysis was carried out using an r value of 0.494 = 49.40% which is between the values of 0.400 - 0.599 in the high enough category. So based on these results it explains that the Ha hypothesis is accepted and the Ho hypothesis is rejected. Keywords: Akidah Akhlak Learning, Student Behavior
IMPLEMENTASI DIMENSI KREATIF PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA PADA SISWA KELAS IV SDN KEBON KAWUNG Azkiya Safitri; Daningsih Kurniasari; Muhammad Ichsan
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i8.5901

Abstract

Dimensi kreatif pada Profil Pelajar Pancasila mengacu pada kemampuan siswa dalam memberikan gagasan, menciptakan karya, serta mampu memecahkan masalah. Guru dapat mendukung kreativitas siswa dalam bentuk penyaluran minat, bakat, dan keterampilan lewat tugas praktik. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana implementasi dimensi kreatif Profil Pelajar Pancasila dalam penerapan kurikulum merdeka di kelas IV SDN Kebon Kawung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif berjenis studi kasus. Subyek penelitian melibatkan siswa dan guru kelas IV SDN Kebon Kawung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Prosedur analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa SDN Kebon Kawung sudah mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila yaitu dimensi kreatif dalam pembelajaran P5. Untuk menerapkannya, guru membuat kegiatan berdasarkan 3 sub fokus. Fokus tersebut: 1) Strategi, 2) Tahapan, 3) Dampak. Kesimpulan penelitian menunjukan bahwa implementasi dimensi kreatif Profil Pelajari Pancasila dalam penerapan kurikulum merdeka telah diterapkan dengan baik di kelas IV SDN Kebon Kawung.
ANALISIS KESIAPAN SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDN 107416 DESA SUGIHARJO Lingga, Ratna Cempaka; Ritonga, Zon Saroha; Safitri, Layil
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i8.5906

Abstract

Kurikulum merupakan suatu proses penentu dalam tujuan pembelajaran berdasarkan beberapa aspek seperti aspek kebutuhan, pemilihan materi dan metode pembelajaran, pengembangan materi dan aktivitas pembelajaran, evaluasi hasil pembelajaran yang dirancang dengan mempertimbangkan perkembangan karakteristik peserta didik. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif dan data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitan ini yaitu implementasi kurikulum merdeka telah diterapkan di SDN 107416 Sugiharjo dengan optimal dan sedang berlangsung. Menurut kepala sekolah masih ditemukan beberapa permasalahan yang terjadi dilapangan terkait dengan kesiapan guru dalam pelaksanaan kurikulum merdeka belajar antara lain tidak seluruh guru telah mengerti mengenai kurikulum merdeka belajar, masih lemahanya penguasaan teknologi informasi, minimnya seminar yang membahas perihal tentang Kurikulum Merdeka Belajar Sekolah Dasar dan masih adanya guru yang menggunakan metode pembelajaran yang tidak bervariasi untuk kegiatan pembelajaran. Penerapan Kurikulum Merdeka memperhatikan minat peserta didik dan ditiadakannya KKM, munculnya Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Adanya penerapan Proyek Penguatan Profil pelajar Pancasila (P5). Terdapat perbedaan mata pelajaran yaitu Pendidikan Pancasila, IPAS, dan SBdP. Perangkat pembelajaran berubah menjadi CP, analisis CP, tujuan (Analisis Tujuan Pembelajaran) dan modul. Capaian Pembelajaran atau disingkat CP berubah dari Kompetensi Dasar dan Kompetensi Indikator, modul berubah dari RPP. Penilaian yang digunakan pada kurikulum merdeka adalah penilaian formatif dan sumatif. Keberhasilan kurikulum merdeka terletak pada kerjasama Kepala Sekolah dan guru, sehingga peserta didik mampu mengembangkan kreativitas masing-masing. Kata kunci: Kurikulum merdeka, Kesiapan Sekolah The curriculum is a process of determining learning objectives based on several aspects such as aspects of needs, selection of learning materials and methods, development of learning materials and activities, evaluation of learning outcomes which are designed by considering the development of student characteristics. This research is a descriptive qualitative type and the data obtained was then analyzed using the Miles and Huberman model. The implementation of the independent curriculum at SDN 107416 Sugiharjo has been implemented optimally and is ongoing. According to the principal, there are still several problems that occur in the field related to teacher readiness in implementing the independent learning curriculum, including not all teachers understand the independent learning curriculum, weak mastery of information technology, the lack of seminars discussing the Independent Learning Curriculum for Elementary Schools and still there are teachers who use learning methods that do not vary for learning activities. The implementation of the Independent Curriculum takes into account the interests of students and the elimination of KKM, the emergence of Learning Goal Achievement Criteria (KKTP). The implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila students (P5). There are different subjects, namely Pancasila Education, IPAS, and SBdP. Learning tools change to CP, CP analysis, objectives (Learning Objective Analysis) and modules. Learning Outcomes or abbreviated as CP changed from Basic Competencies and Indicator Competencies, modules changed from RPP. The assessments used in the independent curriculum are formative and summative assessments. The key to the success of the independent curriculum lies in the collaboration of the principal and teachers, so that students are able to develop their own creativity. Keywords : Independent Curriculum, School Readiness
REVITALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM MENYIKAPI BULLYING DI MADRASAH IBTIDAIYAH MA’HAD AL-ZAYTUN Sulton Alamsyah, Akhmad; Indra Setiabudi, Dede; Humaeroh, iis
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i8.5907

Abstract

Moral education in Islam plays a crucial role in shaping the character and culture of society. In the context of globalization, the development of moral values through positive habits becomes a priority to create a generation with strong character. This study examines the strategies employed by teachers to revitalize moral education values in addressing bullying at Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Al-Zaytun. A qualitative approach with a field research method was used. The research data includes both primary and secondary sources, collected through observation, interviews, and documentation with a population of teachers and 209 fifth-grade students. The validity of the data was tested using triangulation techniques. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, data verification, and conclusion drawing. The results indicate that effective strategies include prioritizing moral education, active teacher involvement in addressing bullying, supervision and guidance, collaboration with school management, integrative teaching methods, as well as strict reporting and control systems. The moral values implemented encompass the development of independent character, behavior control, the teaching of moral values, and handling of special cases. The implementation of these values has proven successful in creating a safe and conducive learning environment, as well as fostering students with noble character. This study emphasizes the importance of a holistic and collaborative approach to moral education in combating bullying and shaping a generation with strong character. Full support from all school elements, including teachers and management, is essential in creating an environment that effectively nurtures moral development and student character formation. Keywords: Revitalization, Moral Education, Bullying

Page 68 of 160 | Total Record : 1595


Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 11 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 10 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 9 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan More Issue