cover
Contact Name
Sungging Ramadhan
Contact Email
jpmanfatama@gmail.com
Phone
+6285877746548
Journal Mail Official
jpmanfatama@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30310369     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Causa Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan adalah Jurnal Hukum yang terbit tiap bulan dalam setahun. Jurnal ini menerima naskah tenang hasil penelitian maupun kajian literatur tentang mengangkat dan menyajikan beberapa isu hukum yang kontekstual dengan kehidupan berbangsa saat ini. Pertama, isu tentang Pancasila sebagai falsafah negara dan konsepsi negara hukum yang khas ala Indonesia. Tulisan ini berargumen bahwa negara hukum Indonesia yang bertumpu pada Pancasila sebagai falsafah negara bangsa merupakan visi negara. Negara hukum dalam konsepsi bangsa Indonesia adalah negara hukum dengan dijiwai oleh Pancasila dalam fungsinya sebagai falsafah negara.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,426 Documents
IMPLEMENTASI AKAD IJARAH DALAM PEMANFAATAN LAPANGAN OLAHRAGA DITINJAU DARI PRINSIP MUAMALAH (STUDI KASUS DI STADION PALAGAN AGUNG MA’HAD AL-ZAYTUN) Rahmatan Lil Alamin, Panji; Aminulloh, Ali; Maulana, Rizal
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 5 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v7i5.6893

Abstract

Ijarah is a form of muamalah that contains elements of mutual assistance, where not all individuals are able to have the facilities needed to support sports activities, so they choose to rent. The Palagan Agung Stadium, which is located in the Ma’had Al-Zaytun environment, is one of the infrastructure facilities owned by YPI Ma’had Al-Zaytun, and its management rights have been given to KOSMAZ. This facility plays a very important role in supporting sports activities for the Ma’had Al-Zaytun community. The purpose of this study is to determine the implementation of the ijarah contract in the utilization of sports fields at the Palagan Agung Ma’had Al-Zaytun Stadium and to determine the review of muamalah principles in the ijarah contract for the utilization of sports fields at the Palagan Agung Ma’had Al-Zaytun Stadium. The method used in this study is a qualitative approach with the type of field research. Data collection techniques include observation, interviews with YPI Ma’had Al- Zaytun, KOSMAZ and tenants (OPMAZ and IKAMAZ) and are equipped with documentation. The results of the study show, first: The implementation of the ijarah contract in the utilization of the sports field at the Palagan Agung Stadium involves two parties, namely the first party is YPI Ma’had Al-Zaytun as the lessor, who grants the right to manage the Palagan Agung field to KOSMAZ, and the second party is IKAMAZ and OPMAZ as the lessor. The process begins with communication between the lessee and the manager of the Palagan Agung Stadium, namely KOSMAZ, to find out the rental provisions, including the time and date of use, wages or rental fees, and payment procedures. These provisions are conveyed verbally by KOSMAZ. After the lessee agrees to the provisions, payment is made through the YPI Ma’had Al-Zaytun finances, considering that the Palagan Agung Stadium facilities belong to YPI Ma’had Al- Zaytun which are managed by KOSMAZ. Proof of payment in the form of a receipt is then submitted to KOSMAZ, after which the lessee can use the Palagan Agung Stadium facilities. Second: The principle of muamalah in the ijarah contract for the utilization of the sports field at the Palagan Agung Stadium can be concluded that this process is in accordance with the principles of muamalah. The lease transaction is carried out on the basis of an agreement and voluntarily between the two parties without any element of coercion, in this case stated in the rental process where the lessee is aware of the rental provisions for the Palagan Agung Stadium which have been set by YPI Ma’had Al-Zaytun and KOSMAZ. Keywords: Ijarah Contract, Utilization of Sports Fields, Muamalah Principles
TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN PASAL 29 UNDANG-UNDANG DASAR 1945 DALAM IMPLEMENTASI TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI MA’HAD AL-ZAYTUN Alimatul Zahro, Nur; Ngainnur Rohmah, Siti; Rahim, Abdur
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v7i6.6899

Abstract

The motto "Bhinneka Tunggal Ika" (Unity in Diversity) reflects the effort to maintain unity in diversity, but achieving harmony is not easy. Article 29 of the 1945 Constitution guarantees freedom of religion, yet intolerance persists. The principle of tolerance in Islam is rooted in equality, justice, and mutual respect. Syaykh Al-Zaytun promotes tolerance at Ma’had Al-Zaytun, aiming to be a center of education for tolerance and peace. The objectives of this research are to examine the perspective of Islamic law in the implementation of religious tolerance at Ma’had Al-Zaytun and to review Article 29 of the 1945 Constitution in the implementation of religious tolerance at Ma’had Al-Zaytun. The research methodology uses a qualitative approach. Primary data sources were obtained through observation, interviews, documentation, and the book Al-Zaytun Sumber Inspirasi by Robin Simanullang. Secondary data sources include Hukum Islam by Sofyan Hasan, Tafsir Al Mishbah by M. Quraish Shihab, and Article 29 of the 1945 Constitution. The results of this study indicate that Ma’had Al-Zaytun implements the principles of Maqasid Syariah, especially in protecting religion (hifdzuddin), by providing religious education that is open and tolerant towards various Islamic schools of thought and other religions. Ma’had Al-Zaytun also welcomes visits from non-Muslim guests, reflecting a commitment to interfaith cooperation and strengthening religious harmony. According to Article 29 of the 1945 Constitution, Ma’had Al-Zaytun guarantees freedom of religion, equality before the law, and encourages interfaith interactions. Ma’had Al-Zaytun plays a significant role in fostering openness, tolerance, and harmony among religious communities in society. Keywords: Tinjauan, Hukum Islam, Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945, Toleransi, Maqasid Syariah
IMPLEMENTASI AKAD JU’ALAH PADA SISTEM INSENTIF GURU MADRASAH ALIYAH MA’HAD AL-ZAYTUN BERDASARKAN PRINSIP HUKUM EKONOMI SYARIAH Nurhikmah, Winona; Prawoto, Imam; Aminulloh, Ali
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v7i6.6918

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian akad ju’alah pada sistem insentif guru Madrasah Aliyah Ma’had Al-Zaytun berdasarkan prinsip hukum ekonomi syariah menggunakan metode kualitatif dengan penelitian. Adapun pengambilan data melalui observasi lapangan, wawancara guru Madrasah Aliyah serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, sistem insentif guru Madrasah Aliyah belum sesuai prosedur akta anggaran dasar Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) karena pada proses pengajuan insentif tidak melalui Ketua Yayasan Pesantren Indonesi sebagaimana yang terdapat pada akta anggaran dasar Yayasan Pesantren Indonesia. Adapun sistem insentif yang sesuai seharusnya dimulai dari proses pembuatan surat keputusan dan pembuatan surat ajuan oleh Kepala Madrasah. Lalu surat ajuan diperiksa oleh sekretaris Majelis Guru dan ditandatangani oleh Ketua Majelis Guru. Kemudian surat diajukan kepada anggota pembina dan bendahara YPI untuk di validasi. Langkah berikutnya, diajukan kepada ketua YPI untuk mendapatkan persetujuan. Setelah itu diajukan kepada Syaykh Al-Zaytun untuk disahkan. Surat ajuan yang telah disahkan diserahkan kembali ke bendahara untuk pendistribusian. Insentif panitia penerimaan santri baru diambil langsung oleh guru di loket keuangan YPI, sementara insentif tiap satuan pendidikan diserahkan melalui Kepala Madrasah. Kedua, Sistem insentif guru Madrasah Aliyah secara keseluruhan belum sesuai dengan akad ju'alah, karena terdapat ketidakjelasan dalam kuantitas upah yang diberikan, prinsip transparansi juga belum sesuai, karena adanya tahapan prosedur yang terlewati serta prinsip tertulis belum sesuai karena belum adanya dokumen tertulis yang memuat kebijakan insentif karena kebijakan tersebut hanya ditentukan melalui musyawarah. Kata kunci: Ju’alah; Insentif; Guru
MEMBEDAH KESENJANGAN GENDER: PERSPEKTIF TEORITIS DAN ANALISIS KEBIJAKAN DI ERA MODERN Rafflie Julio Marcelino; Ihsan Rahmat Haqiqi; Dwi Putri Lestarika
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v7i6.6936

Abstract

Kesenjangan gender tetap menjadi isu penting di berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan politik di era modern. Jurnal ini bertujuan untuk mengkaji kesenjangan gender melalui perspektif teoritis dan analisis kebijakan yang ada. Dengan menggunakan pendekatan multidimensional, penelitian ini mengeksplorasi berbagai teori gender, termasuk feminisme, konstruktivisme sosial, dan teori peran, untuk memahami akar penyebab kesenjangan tersebut. Selain itu, analisis kebijakan dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program-program yang dirancang untuk mengurangi kesenjangan gender, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan dalam beberapa aspek, kesenjangan gender masih terwujud dalam berbagai bentuk, seperti ketidaksetaraan upah dan akses terhadap pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dan kolaboratif dalam merumuskan kebijakan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan gender. Jurnal ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan rekomendasi bagi pembuat kebijakan serta peneliti untuk mengatasi kesenjangan gender di masyarakat modern
ANALISIS AKAD SALAM DALAM TRANSAKSI PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR DI MADRASAH ALIYAH MA’HAD AL-ZAYTUN OLEH TOKO AL-ZAYTUN MENURUT PRINSIP HUKUM EKONOMI SYARIAH Diniah, Amalia; Aminulloh, Ali; Rachmiati Sunarya, Fitri
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v7i6.6937

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengadaan alat tulis kantor (ATK) di Madrasah Aliyah (MA) Ma’had Al-Zaytun oleh Toko Al-Zaytun berdasarkan akad Salam menurut prinsip hukum ekonomi syariah. Fokus utama penelitian ini adalah proses transaksi akad Salam dalam pengadaan ATK dan kesesuaian transaksi tersebut dengan prinsip ekonomi syariah. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: pertama menunjukan bahwa, dalam proses pengadaan alat tulis kantor (ATK) di Madrasah Aliyah oleh Toko Al-Zaytun menggunakan metode akad salam. Madrasah Aliyah (MA) menyusun kebutuhan barang, mengecek harga, dan mengajukan dana untuk pembelian ATK kepada Syaykh Al-Zaytun, setelah pengajuan diketahui oleh Majelis Guru dan divalidasi sekretaris pembina dan bendahara YPI serta telah disetujui ketua YPI. Setelah pengesahan ajuan oleh Syaykh al-Zaytun, Bendahara YPI mengalokasikan dana pembelanjaan ATK. Selanjutnya pembelanjaan oleh Toko Al-Zaytun dan MA mengambil barang pesanan di Toko. Kedua analisis terhadap transaksi pengadaan alat tulis kantor di Madrasah Aliyah Ma’had Al-Zaytun oleh Toko Al-Zaytun telah memenuhi sebagian besar prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah, yaitu prinsip tauhid, keadilan, mashlahah, amar ma'ruf nahi munkar, kejujuran dan kebenaran, serta prinsip kerelaan. Tetapi, ada satu prinsip yang belum terpenuhi yaitu prinsip waktu, dimana Toko Al-Zaytun tidak menetapkan waktu penyerahan barang yang jelas. Kata kunci: Salam, Pengadaan alat tulis kantor dan prinsip hukum ekonomi syariah
KONTRIBUSI MA'HAD AL-ZAYTUN DALAM MEMBANGUN BUDAYA TOLERANSI DAN PERDAMAIAN DI INDONESIA: STUDI KASUS PADA ALUMNI MA'HAD AL-ZAYTUN Nazhif, Naufal; Asyifa, Nur; Zamroni; Saiman; Ahsanu, Fathur
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v7i6.6942

Abstract

Indonesia, sebagai negara dengan keragaman agama, suku, dan budaya, menghadapi tantangan besar dalam menciptakan keharmonisan sosial. Ketegangan antar kelompok masyarakat seringkali dipicu oleh kurangnya pemahaman dan toleransi, yang berpotensi mengancam stabilitas negara. Dalam konteks ini, pendidikan berbasis moderasi memegang peranan penting untuk meredakan ketegangan dan membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif. Pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai moderasi dan toleransi memiliki potensi besar dalam menciptakan masyarakat yang lebih damai. Ma'had Al-Zaytun, sebagai lembaga pendidikan Islam terkemuka di Indonesia, menerapkan kurikulum yang tidak hanya mengajarkan ajaran agama secara mendalam, tetapi juga menanamkan nilai-nilai perdamaian dan toleransi melalui berbagai program multikultural dan dialog lintas agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi alumni Ma'had Al-Zaytun dalam menerapkan pendidikan berbasis moderasi di masyarakat. Melalui pendekatan kualitatif dan studi kasus, penelitian ini mengungkapkan bahwa alumni Ma'had Al-Zaytun berperan aktif dalam mempromosikan perdamaian, mengurangi ketegangan sosial, dan membangun budaya toleransi melalui berbagai kegiatan sosial. Selain itu, penelitian ini juga menemukan tantangan yang dihadapi alumni, seperti stereotip negatif terhadap pendidikan Islam dan kurangnya dukungan dari pemerintah lokal. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran pendidikan moderasi dalam membangun masyarakat yang harmonis, serta urgensi dukungan lebih lanjut dari berbagai pihak untuk memperluas dampak yang dihasilkan oleh alumni Ma'had Al-Zaytun Kata kunci: Ma'had Al-Zaytun, Toleransi, Perdamaian
KORELASI UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 TERHADAP HUKUM ISLAM TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH MA’HAD AL-ZAYTUN Nazhif, Naufal; Taufiqurrohman; Rahim, Abdur
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v7i6.6948

Abstract

Providing protection to children is the most important step because children are among those who need protection. Child Protection Law Number 35 of 2014 stipulates that children have the right to be protected from crimes, such as discrimination, physical and mental violence. In the context of Islamic law, the protection of children is also discussed in the Compilation of Islamic Law (KHI). KHI covers a variety of children's rights, including the right to maintenance, the right to education, the right to protection, and the right to inheritance. The purpose of this study is to determine the correlation of Law Number 35 Year 2014 to Islamic law on child protection in Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun. This research method uses a quantitative approach. Data collection in this study used observation and questionnaires to teachers of Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun. Data analysis used in this research is validity test, reliability test, and Pearson correlation test. The results showed that there is a positive and significant relationship between Law Number 35 Year 2014 and Islamic law in this study. This can be seen from the product moment correlation value of 0.470, which indicates a positive and significant relationship with a moderate level of relationship strength, because the coefficient value is in the coefficient interval range of 0.400 - 0.599. This finding shows that the higher the value of one variable, the greater the likelihood that the value of the other variable will increase, reflecting a significant relationship between the two variables studied. Keywords: Correlation, Law Number 35 of 2014, Islamic Law, Child Protection, Maqashid Sharia, Madrasah Ibtidaiyah.
TINJAUAN MA’HAD AL- ZAYTUN TERKAIT PENINGKATAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU DAN SIYASAH DUSTURIYAH Supriyatno, Supriyatno; Ngainnur Rohmah, Siti; Sajali, Munawir
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v7i6.6950

Abstract

The Human Development Index (HDI) in Indonesia, especially in the field of education, has shown significant development over the past 10 years. HDI in education is measured through indicators such as average years of schooling, expected years of schooling, and literacy rate. The purpose of this research is to review Ma'had Al-Zaytun in Improving Human Development Index Based on Indramayu Regency Regional Regulation Number 8 of 2015 and Siyasah Dusturiyah. The author uses a library research method with a legal research approach conducted in a normative juridical manner. The data sources used are primary data sources, namely Indramayu Regency Regional Regulation Number 8 of Indramayu Regency Regional Regulation Number 8 of 2015, the book of Legal Science in the knot of Siyasah Dusturiyah Reflections on the theory and practice of Constitutional Law in Indonesia by Ali Akbar Abaib Mas Rabbani Lubis, M..H, and the book Al-Zaytun Source of Inspiration by Drs. Ch. Robin Simanullang, and secondary data sources, namely, books, journals, documents, and so on. The result of this research is Ma'had Al-Zaytun Review in Human Development Index Improvement Based on Indramayu Regency Regional Regulation Number 8 Year 2015 By paying attention to health needs, economic welfare, and religious values, Al-Zaytun supports the formation of strong, disciplined, and responsible characters in students. The commitment to a decent standard of living, health, and the integration of religious education ensures that students not only acquire academic knowledge, but also moral and social capabilities that are useful for personal life and positive contributions to the wider community and Ma'had Al-Zaytu Review in improving Human development Index based on Siyasah Dusturiyah plays an important role in improving the Human Development Index (HDI) in its region by meeting basic needs and empowering its community. Through the synergy between education, health, and economy, Al-Zaytun makes a real contribution to sustainable welfare, proving its dedication in creating a prosperous society. Kata kunci: Human Development Index, Education, Regional
ANALISIS YURIDIS PERIKLANAN MELALUI TIKTOK SHOP SECARA HIPERBOLA MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1999 Laily Fitria Ramadhani; Lailatul Musyarofah; Habib Rayodin; Andra Agil Syahrial
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v7i6.6951

Abstract

Munculnya periklanan secara online yang menganut sistem hiperbola membuat banyak konsumen harus waspada dalam melakukan kegiatan jual beli. Pada perkembangannya transaksi jual beli dapat dilaksanakan di media sosial seperti tiktok shop yang dimana penggunanaannya yang cukup mudah serta fitur fitur yang mendukung membuat aplikasi tiktok shop. Aplikasi ini cukup di gemari oleh masyarakat umum. Selain memberikan kemudahan berbelanja kegiatan transaksi di aplikasi TikTok shop juga tidak lepas dari beberapa masalah hal ini memunculkan padangan dari undang undang nomor 8 tahun 1999 yang dapat menjadi salah satu poros utama dalam mengatur transaksi jual beli. dengan menggunakan sistem analisis yuridis diharapan undang-undang Tersebut dapat menjadi acuhan utama dalam transaksi jual beli khususnya periklanan. Mengingat bahwa Periklanan adalah awal terjadinya suatu daya untuk konsumen dapat melakukan transaksi jual beli. Dengan menggunakan metode analisis serta deskripsi, pada penentuan kalimat kalimat hiperbola pada iklan, maka penggunaan undang-undang sebagai acuhan sangatlah penting.
LOGIKA DAN ETIKA: MEMBONGKAR DILEMA MORAL MELALUI PENDEKATAN LOGIS Piki Rohmatuloh; Ende Hasbi Nassarudin
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v7i6.6955

Abstract

Artikel ini membahas peran penting integrasi antara logika dan etika dalam menghadapi dilema moral yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Penalaran logis digunakan untuk mendekonstruksi dilema moral menjadi argumen yang sistematis, dapat diukur, dan dapat diprediksi. Dengan pendekatan logis, individu dapat menganalisis konsekuensi dari berbagai tindakan dan membuat keputusan yang lebih rasional serta bertanggung jawab. Selain itu, empati memainkan peran penting dalam memperkaya perspektif etis, memungkinkan keputusan moral yang lebih adil dan berkelanjutan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif melalui studi kasus dan wawancara untuk memahami penerapan logika dalam pengambilan keputusan etis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan logika dan penalaran kritis perlu dikembangkan untuk mempersiapkan generasi mendatang dalam menghadapi tantangan moralitas dan kompleksitas sosial. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi logika dan etika memberikan kerangka kerja yang kuat bagi individu dan masyarakat untuk mengatasi dilema moral dengan lebih konstruktif.

Page 78 of 143 | Total Record : 1426


Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 11 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 10 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 11 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 10 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 5 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 9 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 8 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 7 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 6 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 5 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 9 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 8 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 7 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 6 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 5 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 4 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 3 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 12 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 11 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 10 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 12 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 11 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 10 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 12 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 11 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 10 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 12 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 11 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 10 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 12 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 11 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 10 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 12 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 11 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 10 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 12 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 11 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 10 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 12 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 11 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 10 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 1 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 9 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 8 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 7 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 5 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 4 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 3 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 2 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 1 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 9 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 8 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 7 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 5 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 4 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 3 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 2 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 1 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 9 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 8 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 7 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 5 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 4 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 3 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 2 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 9 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 8 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 7 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 5 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 4 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 3 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 9 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 8 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 7 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 5 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 4 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 3 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 1 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 9 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 8 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 7 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 5 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 4 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 3 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 9 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 8 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 7 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 5 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 3 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 9 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 8 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 7 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 5 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 4 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 3 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 12 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 11 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 10 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 9 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 8 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 7 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 6 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 5 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 4 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 3 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 2 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 1 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 4 (2004): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan More Issue