cover
Contact Name
Sutaryono
Contact Email
cerata@umkla.ac.id
Phone
+62272323120
Journal Mail Official
cerata@umkla.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir Soekarno Km.1 Buntalan Klaten Tengah Klaten Jawa Tengah
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
CERATA
ISSN : 20891458     EISSN : 26851229     DOI : https://doi.org/10.61902/cerata
Core Subject : Health,
Its Journal covers a lot of common problems or issues related to the Pharmaceutical sciences, including Pharmacetics, Biopharmacy, Drug Delivery Systems, Pharmaceutical Physics, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Biotechnology and Microbiology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Clinical and Community Pharmacy, Pharmaceutical Regulation and Marketing, Herbal Medicine.
Articles 133 Documents
Review Artikel: Metode Analisis Kandungan Asam Retinoat Pada Sediaan Krim Layla Fatihatussir; Risma Fitriani; Galuh Suli Pitaloka; Nur Azizah; Baiq Khaeratinnisa; Eskarani Tri Pratiwi
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1425

Abstract

Kosmetika merupakan bahan atau sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar), atau gigi dan membran mukosa mulut, dengan tujuan untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan memperbaiki atau melindungi dari bau badan, dan memelihara tubuh pada kondisi baik. Krim pemutih wajah masih banyak yang mengandung bahan kimia berbahaya, seperti asam retinoat. Penggunaan asam retinoat tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan efek samping seperti kulit kering, iritasi, dan bahkan berpotensi membahayakan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan beberapa metode analisis, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, yang digunakan untuk mendeteksi kandungan asam retinoat dalam krim pemutih. Hasil review menunjukkan bahwa metode yang umum digunakan untuk analisis kualitatif yaitu uji warna SbCl₃ dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), sedangkan untuk analisis kuantitatif meliputi Spektrofotometri UV-Vis, HPLC, dan UHPLC. Di antara semua metode, Ultra High Performance Liquid Chromatography (UHPLC) dinilai paling unggul karena mampu memberikan hasil yang akurat, presisi tinggi, sensitif, serta efisien dari segi waktu dan biaya.
Review: Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif Kandungan Hidrokuinon Dalam Krim Pemutih Wajah Dengan Berbagai Metode Analisis Dea Riski Pebrianti; Dhea Syafitri Dwiyanti; Hudaynu Patya Putri; Gyna Dalila Virginia; ⁠I Gede Eka Surya Buana; Eskarani Tri Pratiwi
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1426

Abstract

Analysis of the hydroquinone content in facial whitening cream can be carried out using qualitative and quantitative methods. Hydroquinone, although effective in reducing melanin production, is potentially dangerous if used excessively, namely it can cause skin irritation and serious health problems. Qualitative analysis can be carried out using thin layer chromatography (TLC) and color reaction methods, while quantitative analysis can use UV-Vis Spectrophotometry and High Performance Liquid Chromatography (HPLC). The results of the analysis show that many facial whitening cream products contain hydroquinone that exceeds the permitted limit (<2%), although some products are still within the safe limit. These findings emphasize the importance of strict supervision of cosmetics circulating on the market, in order to protect consumers from health risks. The choice of analytical method depends on specific needs, namely TLC is suitable for fast identification and HPLC for more accurate results on complex compounds.
Review Artikel: Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar Cemaran Asam Retinoat Dalam Krim Pemutih Dengan Berbagai Metode Nanda Putri Utami Aziz; Dinda Ayu Lestari; Shafira Kansa Haiba; Ahmad Hidayaturrohman; Rizqa Fersiyana Deccati
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1445

Abstract

Asam retinoat merupakan bentuk asam dan aktif dari vitamin A (retinol) yang biasanya digunakan secara topikal sebagai anti jerawat dalam produk kosmetik karena dapat mengurangi pigmentasi. Di Indonesia, asam retinoat telah dilarang oleh BPOM RI, sehingga penting untuk dilakukan analisis kadar cemaran asam retinoat pada kosmetik. Oleh karena itu, dilakukan study literature dengan tujuan mengetahui metode apa saja yang digunakan untuk analisis cemaran asam retinoat dengan menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh melalui database online seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Schoolar. Berdasarkan kriteria inklusi, didapatkan 10 artikel terdiri dari 3 penelitian yang menggunakan instrumen Ultra-Violet Spectrophotometry dan 7 penelitian menggunakan instrumen High Performance Liquid Chromatography (HPLC), Ultra High Performance Liquid Chromatography (UHPLC) & Reversed Phase High Performance Liquid Chromatography (RP-HPLC). Semua metode tersebut memenuhi syarat dari uji validasi yang meliputi uji LOD, LOQ, Linearitas, Presisi, dan Akurasi.
Evaluasi Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Depo IGD RSU Anwar Medika: Menilai Kualitas Layanan Kefarmasian Adinugraha Amarullah; Agustin Imroatus Solikhah; Farida Anwari; Hamidah Hamidah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1567

Abstract

Dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat di bidang jasa rumah sakit serta tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan berkualitas, setiap rumah sakit dituntut untuk terus meningkatkan standar pelayanannya. Di Instalasi Farmasi Rawat IGD, beberapa permasalahan yang muncul antara lain terjadi kesalahan pemberian obat (medication error), lamanya waktu tunggu dalam pelayanan obat, serta keluhan pasien terkait kurang optimalnya informasi obat yang disampaikan oleh petugas farmasi. Waktu tunggu yang lama berdampak pada persepsi kualitas layanan rumah sakit secara keseluruhan dan dapat menurunkan jumlah kunjungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Depo IGD RSU Anwar Medika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan populasi sebanyak 300 pasien rawat jalan di Depo IGD RSU Anwar Medika Sidoarjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling menghasilkan 60 responden. Instrumen yang digunakan telah melalui pengujian validitas, dan data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas pasien (48 orang atau 71,6%) sangat puas dengan pelayanan yang diberikan pada periode Mei 2024, terutama karena kecepatan pelayanan yang dirasakan sesuai dengan harapan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Depo IGD RSU Anwar Medika tergolong tinggi. Rekomendasi penelitian ini adalah agar petugas di Depo IGD dapat terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam memberikan informasi yang lebih lengkap kepada pasien mengenai dosis, aturan pakai, indikasi, kontraindikasi, interaksi obat, dan efek samping.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dengan Penerapannya sebagai Pengobatan Tradisional di Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Naim Matul Khoiriyah; Ria Etikasari; Galih Kurniawan
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1634

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) are plants cultivated in home gardens and traditionally utilized as natural, safe, and affordable treatments. Indonesia has approximately 15,000 species of medicinal plants, but only about 7,000 are actively utilized. This study aims to analyze the relationship between the level of community knowledge and the application of TOGA as traditional medicine in Dawe District, Kudus Regency. This study employed a cross-sectional observational design. The study subjects consisted of 391 randomly selected respondents from Puyoh and Cendono villages. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics and the Chi-Square test. The results showed that 58.3% of respondents had good knowledge of TOGA, and 55% applied it as traditional medicine. The Chi-Square test revealed a significant relationship between knowledge level and TOGA application (p < 0.05). Respondents with higher levels of knowledge tended to apply TOGA more optimally.
Pembuatan Hair Tonic Penumbuh Rambut Kombinasi Ekstrak Daun Pare (Momordica charantia L.) Dan Minyak Kemiri (Aleurites moluccana) Arfiani Riestha Anggitha; Lailiana Garna Nurhidayati; Rifqi Ferry Balfas
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1663

Abstract

Kerontokan rambut merupakan salah satu kondisi lepasnya rambut secara berlebihan. Kondisi ini berakibat pada menipisnya rambut dan bisa mengakibatkan kebotakan. Faktor penyebab dari masalah ini karena efek psikologis seperti stress, genetik, hormonal dan usia. Beberapa bahan alam dapat di percaya untuk membantu masalah kerontokan pada rambut, namun hal ini belum terbukti secara ilmiah akan kefektifannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan aktivitas penumbuh rambut sediaan hair tonic nanoemulsi ekstrak daun pare dan minyak kemiri. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F0 (0:0), F1 (1:4), F2 (2,5:2,5), dan F3 (4:1) memiliki organoleptik warna hijau kehitaman, bentuk cairan kental, homogen, pH rentang 4,5 - 6,5, viskositas pada rentang 10-2000 cPa.s. Hasil aktivitas pertumbuhan rambut rata-rata F0, F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 0,76; 1,63; 1,88; dan 2,38 cm. Formula 3 memiliki aktivitas pertumbuhan rambut terbaik dengan hasil ukuran partikel 18,7 nm dengan nilai potensi zeta -21,7 mV.
Penentuan Nilai Spf (Sun Protection Factor) Dari Sediaan Serum Fraksi Ekstrak Rimpang Galoba (Hornstedtia Alliacea (K.Schum.) Valeton) Sebagai Tanaman Endemik Dari Maluku Abdul Wahid Suleman; Ummu Kalsum; Febrianty Kelmaskossu
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1671

Abstract

Rimpang galoba (Hornstedtia alliacea (K.Schum.) Valeton) adalah tanaman yang memiliki kandungan senyawa bersifat antioksidan. Kandungannya yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan triterpenoid untuk melindungi kulit dari radikal bebas akibat sinar matahari (UV). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi ekstrak rimpang galoba dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan serum, menentukan nilai SPF (Sun Protection factor) dari sediaan serum serta untuk mengetahui konsentrasi dari sediaan serum yang memiliki nilai SPF tertinggi. Metode penelitian menggunakan eksperimental laboratorium dengan memformulasikan fraksi ekstrak rimpang galoba menjadi sediaan serum menggunakan metode meserasi dengan pelarut etanol 96% dan difraksinasi berdasarkan tingkat kepolaran dengan pelarut air, n-heksan dan etil asetat serta penentuan nilai SPF. Hasil penelitian menunjukan evaluasi sediaan serum secara fisik dan kimia antara lain uji organoleptik, pemeriksaan homogenitas, pengukuran pH, pengujian daya sebar, pengujian daya lekat, pengujian viskositas dan cycling test didapatkan hasil yang stabil, untuk nilai pada formula 1 (polar) didapatkan 1,88 pada formula 2 (non polar) 3,08 dan pada formula 3 (semi polar) 4,96 serta formula 4 (basis) 1,63. Nilai SPF yang memiliki nilai tertinggi yaitu F3 (semi polar) yaitu 4,96. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fraksi ekstrak rimpang galoba dapat diformulasikan menjadi sediaan serum, didapatkan nilai SPF pada setiap formulasi serum dan formula yang paling tinggi nilai SPF terdapat pada F3 (semi polar) sebesar 4,96 yang termasuk proteksi sedang.
Description of Post-Immunization Adverse Events Who Received the Vaccine COVID-19 at the Tegalrejo Community Health Chotijatun Nasriyah; Astri Rachmawati; Catharina Apriyani; Raden Roro Erni Kusuma Putri; Annisah Mahanani
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1765

Abstract

Corona virus 19 (Covid-19) is an infectious disease caused by a new type of corona virus. The cause of this new virus was unknown before it became an outbreak in Wuhan in December 2019. One way to overcome the Covid 19 infection is by administering a vaccine. Post-Immunization Adverse Events are medical events that are thought to be related to Covid-19 vaccination. Post-Immunization Adverse Events that appear after vaccination are much milder than if infected with Covid-19 or complications caused by the virus. Not everyone who is vaccinated against Covid-19 experiences post-vaccination side events.The aim of this research is to look at the follow-up events after Covid-19 vaccination. This research method is descriptive by collecting data using a questionnaire which will be filled in by the respondent. The research sample was people who had received the second Covid-19 booster vaccine and were undergoing outpatient treatment at the internal medicine clinic at the Tegalrejo Community Health Center, Yogyakarta. The total sample taken was 100 respondents and divided into the type of IndoVac vaccine, 1 respondent (1%); Sinopharm 2 respondents (2%); Pfizer and Astra each with 21 respondents (21%); Moderna 23 respondents (23%) and Sinovac 32 respondents (32%). Of the six types of vaccines, all types of vaccines experienced side effects after immunization such as pain at the injection site. For the Moderna and Pfizer vaccine types, the most people experienced fever, namely 11 respondents for each type of vaccine. The conclusion is that almost all types of Covid-19 vaccines given by the community at the Tegalrejo Community Health Center in the second booster experienced post-immunization side events such as pain at the injection site and fever
Pengaruh Durasi dan Konsentrasi Pelarut Ekstrak Etanol Daun Teh (Camellia sinensis) Menggunakan Metode Ultrasonik Terhadap Aktivitas Antibakteri Escherichia coli Thessarah Lia; Ismi rahmawati; Ghani Nurfiana Fadma Sari
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1766

Abstract

Tea leaves (Camellia sinensis) are one of the plants that contain flavonoids, tannins, alkaloids, and secondary metabolites of catechins that have the potential as antibacterials. Extraction using the Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) method is influenced by the duration and concentration of the solvent. The purpose of this study was to determine the effect of different durations and solvent concentrations on the antibacterial activity of Escherichia coli tea extract using the UAE method. Tea leaves were extracted using the UAE method with sonication waves using 50%, 70%, and 96% ethanol solvents with a duration of 15, 30, and 45 minutes, as much as 25 grams in 250 ml. The extract was dissolved in 10% DMSO and an antibacterial activity test was carried out with a concentration of 75% as much as 50 µL per well. The negative control in the bacterial activity test used 10% DMSO, and used ciprofloxacin as a positive control. The antibacterial activity test was determined using the well diffusion method to determine the diameter of the inhibition zone. The test results data were analyzed statistically using SPSS. The results showed that tea leaves have antibacterial activity against Escherichia coli bacteria, the resulting yield related to variations in solvent concentration and extraction duration did not differ significantly, however the results of the inhibition test against Escherichia coli bacteria showed significant differences. Tea leaf extract extracted with UAE with 70% ethanol for 30 minutes had the highest inhibition diameter resulting in antibacterial activity with an average value of 13.475mm ± 0,38.
Penerapan Nilai Islam Dalam Pelayanan Swamedikasi untuk Menjamin Kepuasan Pasien Muhammad Nuh; Oman Fathurohman SW
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1830

Abstract

Penerapan etika islam dalam praktik kefarmasian menjadi landasan penting dalam pelayanan swamedikasi, terutama dalam aspek kehalalan obat, etika pelayanan, dan pengambilan keputusan berbasis syariah untuk menjamin kepuasan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi oleh apoteker untuk menjamin kepuasan pasien. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan menelaah literatur relevan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025) yang diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian meliputi: “Islamic values in self-medication services”, “Halal pharmaceuticals”, “Pharmacy ethics in Islam”, dan “Islamic perspective on self-medication”. Dari enam artikel yang dianalisis, ditemukan bahwa penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kepuasan, kualitas layanan, dan loyalitas pasien, khususnya pasien Muslim. Konsep ini melibatkan integrasi etika Islam, farmasi halal, dan prinsip-prinsip syariah dalam praktik kefarmasian. Kesimpulannya, penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi oleh apoteker memiliki signifikansi yang tinggi dalam menjamin kepuasan pasien. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam penerapannya sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan pelatihan, serta kolaborasi lintas profesi untuk mendukung implementasi nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi secara optimal.