cover
Contact Name
Sutaryono
Contact Email
cerata@umkla.ac.id
Phone
+62272323120
Journal Mail Official
cerata@umkla.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir Soekarno Km.1 Buntalan Klaten Tengah Klaten Jawa Tengah
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
CERATA
ISSN : 20891458     EISSN : 26851229     DOI : https://doi.org/10.61902/cerata
Core Subject : Health,
Its Journal covers a lot of common problems or issues related to the Pharmaceutical sciences, including Pharmacetics, Biopharmacy, Drug Delivery Systems, Pharmaceutical Physics, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Biotechnology and Microbiology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Clinical and Community Pharmacy, Pharmaceutical Regulation and Marketing, Herbal Medicine.
Articles 118 Documents
Standarisasi Parameter Spesifik Non Spesifik Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L) Asal Daerah Blitar Jawa Timur Jihan Arini; Ratna Wijayatri; Eka Sakti Wahyuningtyas; Estrin Handayani; Herma Fanani Agusta
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 2 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i2.1642

Abstract

Muntingia calabura L, atau yang biasa disebut kersen banyak ditemukan di wilayah beriklim tropis Indonesia seperti daerah Blitar Jawa Timur. Tanaman kersen (Muntingia calabura L) banyak ditemukan pada wilayah beriklim tropis, serta temasuk dalam jenis tanaman perennial yang mampu tumbuh tinggi hingga 10 meter, dengan batang tegak yang berbentuk bulat, berkayu, dan memiliki sistem percabangan sympodial. Standarisasi tanaman kersen (Muntingia calabura L) memiliki tujuan sebagai upaya memperoleh produk herbal yang terjamin keamanan, khasiat, dan mutunya. Ekstrak tanaman ini distandarisasi berdasarkan dua parameter, yaitu parameter spesifik dan parameter non-spesifik. Parameter spesifik, tanaman yang digunakan adalah (Muntingia calabura L), dengan bagian yang dimanfaatkan yaitu daun (folium). Hasil uji organoleptik memperlihatkan bahwa ekstrak yang diperoleh memiliki konsistensi yang kental berwarna hijau tua kehitam-hitaman, beraroma khas pahit, serta memiliki rasa pahit. Pengujian kandungan kimia mengungkap bahwa ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L) memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan terpenoid. Pada parameter non-spesifik, hasil uji kadar air menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L) memiliki kadar air 0%, dengan bobot jenis sebesar 1,0443 g/ml. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan bahwa ekstrak ini bebas dari cemaran logam berat, baik kadmium (Cd) maupun timbal (Pb).
Analisis Fitokimia Dan Aktivitas Antioksidan Minyak Atsiri Cascara Kopi Robusta (Coffea canephora) Pasaribu, Anggriani Br.; Diningrat, Diky Setya
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 2 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i2.1754

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya informasi spesifik mengenai kandungan senyawa fitokimia serta aktivitas antioksidan dari minyak atsiri cascara kopi Robusta (Coffea canephora). Cascara, sebagai limbah pengolahan kopi, umumnya belum dimanfaatkan secara maksimal dan sering menimbulkan permasalahan lingkungan akibat akumulasi limbah organik. Padahal, diketahui cascara memiliki kandungan senyawa bioaktif, termasuk antioksidan, namun aplikasinya masih terbatas, terutama dalam bentuk minyak atsiri. Proses destilasi uap yang semula direncanakan tidak memberikan rendemen optimal, sehingga digunakan metode soxhletasi dengan pelarut etanol sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa fitokimia dalam minyak atsiri cascara dengan teknik GC-MS dan mengevaluasi aktivitas antioksidannya menggunakan uji DPPH. Cascara kering sebanyak 200 gram diekstraksi dan menghasilkan minyak atsiri sebanyak 8 ml (rendemen 4,75%). Analisis GC-MS mengungkapkan 17 senyawa, dengan kafein sebagai komponen dominan (62,12%). Bioaktivitas senyawa yang terdeteksi dianalisis melalui PubChem, dan menunjukkan beragam aktivitas seperti antioksidan, antiinflamasi, antikanker, dan antibakteri. Uji DPPH menunjukkan kemampuan antioksidan yang kuat, dengan persen inhibisi >50% pada konsentrasi 80 mg/L dan nilai IC50 dalam kategori kuat. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak atsiri cascara kopi Robusta berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang aplikatif di bidang pangan, farmasi, dan kosmetik.
Uji Aktivitas Anti-Wrinkle Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Pada Kulit Punggung Kelinci Putih New Zealand yang Diinduksi Sinar UV-B Dwi Ningsih; Restu Putri Shakila; Dewi Ekowati
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 2 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i2.1755

Abstract

Paparan sinar ultraviolet dapat memicu munculnya kerutan pada kulit. Minyak nilam merupakan salah satu minyak esensial yang berpotensi digunakan sebagai anti-wrinkle, karena kandungan senyawa patchouli alcohol yang memiliki aktivitas antioksidan sangat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan konsentrasi efektif minyak nilam sebagai anti-wrinkle terhadap kulit punggung kelinci yang diinduksi sinar UV-B. Pengujian aktivitas anti-wrinkle minyak nilam dilakukan dengan menggunakan 3 ekor kelinci. Punggung kelinci dibagi menjadi 6 bagian perlakuan: I (kontrol negatif), II (kontrol positif) HANASUI Advance Retinol Serum, III-V (kelompok uji) minyak nilam dengan variasi konsentrasi 17,5%, 20%, 22,5%, dan VI (kontrol normal). Parameter yang diamati adalah perbaikan kerutan pada kulit punggung kelinci yang diamati secara visual dengan scoring system of Bisset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kerutan pada kelompok I (-), II (+), III, IV, V dan VI masing-masing adalah 1,67±0,58; 0; 0,67±0,58; 0; 0; 0. Kelompok I (-) memberikan perbedaan yang signifikan pada kelompok II (+), IV, dan V (P<0,05). Kelompok II (+) tidak berbeda secara signifikan terhadap skor kerut pada kelompok III, IV dan V (P>0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak nilam memiliki aktivitas anti-wrinkle dengan konsentrasi efektif 20% menunjukkan hasil yang setara dengan kontrol positif
Analisis Kualitatif Perbandingan Profil Unsur Tablet Parasetamol Generik Menggunakan Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) Mulan Gevika Amara Putri; Ni Ketut Anggun Damayanti; Ni Komang Tria Pradnyani Dewi; Hery Suyanto; Tambunan Matthew Valentino
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 2 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i2.1777

Abstract

Parasetamol merupakan obat analgesik-antipiretik yang banyak digunakan dalam bentuk tablet generik dengan variasi eksipien antar merek. Perbedaan ini dapat memengaruhi profil kandungan unsur penyusun tablet, seperti unsur logam kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) yang penting untuk kontrol mutu farmasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) untuk mendeteksi variasi unsur penyusun tablet parasetamol generik. Optimasi parameter LIBS dilakukan pada energi laser (100, 130, 150 mJ) dan delay time detection (0,1; 0,5; 1,0 µs) menggunakan sinyal unsur C, H, O, dan N sebagai acuan. Energi 150 mJ dan delay time detection 0,1 µs menghasilkan intensitas sinyal tertinggi dan dipilih sebagai kondisi optimum. Spektrum sampel standar menunjukkan puncak emisi intens untuk unsur H, N, dan O dengan unsur C terdeteksi sebagai puncak minor. Lima tablet parasetamol menunjukkan variasi profil spektral, terutama pada unsur Ca dan Mg. Tablet D memiliki intensitas puncak Ca dan Mg tertinggi, sedangkan tablet A tidak menunjukkan sinyal yang jelas pada kedua unsur tersebut. LIBS terbukti mampu mendeteksi variasi unsur antar merek tablet parasetamol secara cepat dan non-destruktif, serta berpotensi digunakan sebagai metode skrining awal dalam pengawasan mutu sediaan farmasi berbasis komposisi unsur.
Identifikasi Kandungan Formalin Pada Tahu Putih Di Pasar Tradisional Kecamatan Klaten Tengah dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Alifia Nuraini; Meila Diana; Arifah, Mitsalina Fildzah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 2 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i2.1856

Abstract

White tofu is a high-protein food widely consumed by the public but has a short shelf life due to its high water content. To extend its shelf life, some vendors use formalin as a preservative, although its use is prohibited due to its toxic nature and potential to cause digestive disorders, organ damage, and cancer. Traditional markets in Central Klaten District serve as economic centers for the local community; however, information regarding the presence of formalin in white tofu remains limited. This study aimed to identify presence of formalin in white tofu sold at these markets, qualitatively and quantitatively. A non-experimental descriptive design was used, involving organoleptic testing over three days, qualitative analysis using KMnO4, Fehling A & B, Schiff, and chromotropic acid reagents, determination of the maximum wavelength, and quantitative analysis using the UV-Vis spectrophotometry method. Signs of spoilage were observed in all samples through organoleptic testing. No colour change was detected in qualitative analysis, and no absorption peak was observed at 580 nm. The validity of the UV-Vis spectrophotometry method was demonstrated by a linearity and linear range with r = 0.999, %Recovery from accuracy of 97.807-101.023%, %RSD from precision were 1.206%, a limit of detection (LOD) of 2.811 ppm, and a limit of quantification (LOQ) of 8.519 ppm. Samples suspected of containing formalin were confirmed to be free of formalin based on the quantitative test. The limitation of this study was its lack of sensitivity toward very low formalin concentrations. In conclusion, formalin was not detected in any sample through organoleptic, qualitative, and quantitative test. The validity of the UV-Vis spectrophotometry method met the required validation parameters.
Aktivitas Antidiabetes Fraksi Dari Ekstrak Etanol Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius) Pada Tikus Galur Wistar Yang Diinduksi Aloksan Secara In Vivo Ariska Dewi, Triana; Haryoto, Haryoto
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 2 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i2.2015

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by persistent hyperglycemia due to impaired insulin secretion or action. Conventional therapy with oral antidiabetic agents and insulin is often associated with adverse effects, including hypoglycemia and gastrointestinal disturbances, which encourage the development of safer alternatives. Yacon (Smallanthus sonchifolius) is known to have antidiabetic potential because it contains fructooligosaccharides (FOS), flavonoids, and phenolic compounds. This study aimed to evaluate the antidiabetic activity of ethanol extract fractions of yacon leaves in alloxan-induced diabetic Wistar rats. The ethanol extract was fractionated into n-hexane, ethyl acetate, and ethanol-water fractions. Male Wistar rats were divided into five groups: negative control, positive control (metformin 100 mg/kgBW), and three treatment groups receiving each fraction (100 mg/kgBW) orally for 21 days. Blood glucose levels were measured on days 0, 7, 14, and 21. Phytochemical screening was conducted using Thin Layer Chromatography (TLC). Data were analyzed using one-way ANOVA followed by LSD test. The results showed that all fractions significantly reduced blood glucose compared to the negative control (p < 0.05). Among them, the ethyl acetate fraction showed the strongest hypoglycemic effect (85.8 ± 5.8 mg/dL at day 21), comparable to metformin (103.2 ± 5.4 mg/dL). TLC analysis confirmed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, and triterpenoids in the ethyl acetate fraction. These compounds are known to act as antioxidants, stimulate insulin secretion, and inhibit glucose absorption. In conclusion, fractions of ethanol extract of yacon leaves, particularly the ethyl acetate fraction, exhibit strong antidiabetic activity and have potential to be developed as natural antidiabetic agents.
Analisis Rasionalitas Penggunaan Antiplatelet Aspirin Dan Clopidrogel Sebagai Monoterapi Pada Pasien Stroke Iskemik Muktiono, Ridho Dwi; Khamdiyah Indah Kurniasih; Silma Kaaffah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 2 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i2.2053

Abstract

Stroke termasuk faktor utama disabilitas dan kematian nomor dua di dunia. Antiplatelet yaitu pengobatan untuk stroke iskemik dilakukan dengan memberi obat anti-agregasi platelet yang bertujuan untuk menghambat penggumpalan trombosit, sehingga mencegah terbentuknya trombus yang sering terjadi pada sistem arteri. Aspirin dan clopidogrel termasuk agen antiplatelet yang direkomendasikan oleh kementerian kesehatan melalui Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stroke Tahun 2019. Tujuan penelitian ini supaya tahu rasionalitas pemakaian antiplatelet aspirin dan clopidrogel sebagai monoterapi pada pasien Rawat inap stroke iskemik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Penelitian ini yakni deskriptif kuantitatif dengan pendekatan secara retsrospektif dengan memakai data sekunder yaitu rekam medis pasien di RSUD Prof. Dr. Margono. Hasil penelitian dari total 100 pasien stroke iskemik mayoritas laki laki banyaknya 60 pasien (60%) dan wanita banyaknya 40 pasien (40%). Usia pasien mayoritas 56 – 65 tahun banyaknya 41 pasien (41%). Pemakaian obat antiplatelet yang paling banyak dipakai yaitu clopidogrel banyaknya 83%. Evaluasi rasionalitas sesuai tepat pasien 100%, tepat obat 83%, tepat dosis 100%, dan tepat interval 100%.
Tingkat Pengetahuan Tentang Penggunaan Antibiotik Masyarakat Desa Kajoran Kecamatan Klaten Selatan Avanillla Fany Septyasari; Aristhasari Putri; Hanna Nikma Fatin; Mustofa, Choiril Hana; Arrosyid, Muchson
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 2 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i2.2102

Abstract

Antibiotics are one type of medication used to treat bacterial infections. The use of antibiotics will ensure successful treatment, but currently there are many cases of antibiotic resistance caused by the inappropriate use of antibiotics. The purpose of this study is to determine the level of knowledge among the community of Kajoran Village, South Klaten District, regarding the use of antibiotics. The method used was descriptive observational with a cross-sectional approach and purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire and analysis using univariate analysis. The results showed that the level of knowledge among the community in Kajoran Village, South Klaten District was in the category of sufficient knowledge regarding the use of antibiotics (42.3%).

Page 12 of 12 | Total Record : 118