cover
Contact Name
Edisah Putra Nainggolan
Contact Email
edisahputra@umsu.ac.id
Phone
+6282165975455
Journal Mail Official
tutwurihandayanikip@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Karyajaya Indah Blok C15 Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 2830232X     DOI : https://doi.org/10.59086/jkip
Core Subject : Education,
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan is a journal that contains articles on research results in the field of teacher training and education. Articles published in Tut Wuri Handayani have gone through a peer-review process, to maintain the best quality of articles in scientific development in the field of teacher training and education. Tut Wuri Handayani published 4 times a year March, June, September, December. Tut Wuri Handayani Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan accepts manuscripts in the field of research which are included in the scientific field: Instructional Media, Instructional Models, Learning Approach, Instructional Strategies, Instructional Methods, Teaching Techniques, Teaching Tactics, and Early childhood education, Adult education, Mathematics and science education, Guidance and counseling education, Educational technology, Character education, Special needs education, Global issues in education, Technical and vocational education, Language education, Social science education, Educational management, Sports science and physical education, Other areas in education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 65 Documents
Pengaruh Media KOKAMI Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Pada Materi Sistem Gerak Pada Manusia Vani Lastiur Siahaan; Masni Veronika Situmorang; Winarto Silaban; Gunaria Siagian
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v2i1.274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh Media KOKAMI Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Pada Materi Sistem Gerak Pada Manusia Kelas XI SMA Negeri 5 Pematangsiantar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 5 Pematangsiantar sebanyak 175 siswa. Teknik pengambilan sampel purposive sampling yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pilihan berganda, dengan jenis penelitian  Quasi Exsperimen dengan desain  Nonequivalent Control Group Design. Variabel penelitian ini meliputi variabel bebas yaitu media pembelajaran KOKAMI  dan variabel terikat adalah hasil belajar. Hasil data siswa dibandingkan berdasarkan kriteria dan data hasil belajar dianalisis dengan uji N-Gain dan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran KOKAMI berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 5 Pematangsiantar pada mata pelajaran biologi materi sistem gerak pada manusia. Hasil belajar siswa kelas eksperimen mencapai karakteristik baik dan kelas kontrol hanya mencapai pada karakteristik cukup. Mean post-test kelompok eksperimen 83,14 dan mean post-test kelas kontrol 76,57. Hal ini menunjukkan indeks N-Gain kelompok eksperimen sebesar 0,599 (sedang) sedangkan N-Gain kelas kontrol sebesar 0,510 (sedang). Hasil uji Independet Sample T-Test menunjukkan nilai thitung (3,116) > ttabel (1,995) yang berarti bahwa media pembelajaran KOKAMI berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem gerak pada manusia, dan nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,003. Simpulannya adalah media pembelajaran KOKAMI berpengaruh terhadap hasil belajar biologi siswa. Kata Kunci: Media KOKAMI, Hasil Belajar
Meningkatkan Kemampuan Keterampilan Koneksi Matematis Melalui Penerapan Teori Belajar Bermakna Ausubel Pada Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 7 Medan Linda Syah Putri; Tua Halomoan Harahap; Ellis Mardiana Panggabean
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v2i2.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan koneksi matematis melalui penerapan teori belajar Ausubel pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 7 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dalam bentuk dua siklus. Subyek penelitian adalah kelas XI yang berjumlah 31 orang yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar Matematika aspek kemampuan keterampilan koneksi matematis siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 7 Medan melalui penerapan teori pembelajaran bermakna Ausubel, pemberian tindakan selama dua siklus yang rata-rata dicapai pada siklus I sebesar 76,56% yang bila dikategorikan dalam kategori sedang, dan pada siklus II yaitu 82,4% yang bila dikategorikan dalam kategori tinggi. Artinya ada peningkatan hasil belajar Matematika pada keterampilan koneksi matematis dengan peningkatan rata-rata hasil belajar siswa yaitu 76,56 pada siklus I, meningkat menjadi 82,4 pada siklus II setelah menerapkan Teori Pembelajaran Bermakna Ausubel. Demikian pula partisipasi atau keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran keterampilan koneksi matematis melalui penerapan pembelajaran bermakna Ausubel meningkat pada siklus II dibandingkan siklus I. This study aims to improve the ability of mathematical connection skills through the application of Ausubel learning theory to class IX students of SMP Muhammadiyah 7 Medan. This research is a class action research in the form of two cycles. The research subjects were class XI, which consisted of 31 people consisting of 14 male students and 17 female students. Data were collected through tests, observations, and documentation which were analyzed descriptively. The results showed that there was an increase in Mathematics learning outcomes in the aspect of the ability of mathematical connection skills of class IX students of SMP Muhammadiyah 7 Medan through the application of Ausubel meaningful learning theory, giving action for two cycles the average achieved in cycle I was 76.56% which when categorized was in the medium category, and in cycle II that is 82.4% which when categorized is in the high category. This means that there is an increase in Mathematics learning outcomes in mathematical connection skills with an increase in the average student learning outcomes, namely 76.56 in cycle I, increasing to 82.4 in cycle II after applying Ausubel's Meaningful Learning Theory. Likewise, the participation or activeness of students in learning activities of Mathematical connection skills through the application of Ausubel meaningful learning increased in the second cycle compared to the first cycle.
Penerapan Teori Pembelajaran Robert M.Gagne Pada Proses Belajar Matematika SMA Dina Safira Hutabarat; Tua Halomoan Harahap; Ellis Mardiana Panggabean
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v2i2.287

Abstract

Pembelajaran menggunakan teori Gagne dapat dilakukan dengan memanfaatkan sepenuhnya semua sumber informasi sebagai sumber pelajaran; memberikan pemahaman kepada siswa tentang keluasan dan keragaman sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran; mampu menggantikan aktivitas siswa dalam pembelajaran tradisional dengan pembelajaran matematika aktif; dapat meningkatkan motivasi belajar matematika; memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar matematika sesuai dengan kecepatan dan kemampuannya sendiri. Berbagai lingkungan ini akan menentukan apa yang akan dipelajari seseorang dan akan menentukan akan menjadi apa dia nantinya. Bagi Gagne, belajar tidak dapat didefinisikan dengan mudah karena belajar itu kompleks. Dalam pernyataan tersebut dinyatakan bahwa hasil belajar akan mengakibatkan perubahan pada diri seseorang berupa perubahan kemampuan, perubahan sikap, perubahan minat atau nilai pada diri seseorang. Perubahan ini bersifat permanen meskipun hanya sementara. Kedewasaan, menurut Gagne, bukanlah belajar karena perubahan tingkah laku yang terjadi merupakan hasil dari pertumbuhan struktur dan diri manusia itu sendiri. Learning using Gagne's theory can be done by making full use of all sources of information as a source for lessons; giving students an understanding of the breadth and variety of sources of information that can be utilized for learning; able to replace student activities in traditional learning with active mathematics learning; can increase motivation to learn mathematics; provide opportunities for students to learn mathematics at their own pace and ability. These various environments will determine what a person will learn and will determine what he will become later. For Gagne, learning cannot be defined easily because learning is complex. In this statement, it is stated that learning outcomes will result in changes in a person in the form of changes in abilities, changes in attitudes, changes in interests or values in a person. These changes are permanent even if only temporarily. Maturity, according to Gagne, is not learning because changes in behavior that occur result from the growth of the structure and the human self itself.
Penerapan Teori Piaget dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Atas: Studi Kasus di Sekolah SMA Negeri 3 Medan Mesayu Ardiningtyas; Tua Halomoan Harahap; Elis Mardiana Panggabean
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v2i2.294

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih jauh teori perkembangan kognitif Jean Piaget tentang pembelajaran matematika menurut tingkat berpikir anak di tingkat SMA. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jurnal, artikel, observasi kelas, dan wawancara guru. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan perkembangan kognitif anak pada tahap usia operasional formal (12 tahun – dewasa) dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika di SMA disesuaikan dengan tahapan usianya. Hal ini sesuai dengan penerapan teori perkembangan Jean Piaget. Mengacu pada bagaimana manusia tumbuh, beradaptasi, dan berubah sepanjang perjalanan hidupnya melalui perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan sosioemosional, perkembangan kognisi (berpikir), dan perkembangan bahasa. Selain itu tingkat pemahaman model dan metode serta penanganan yang digunakan juga berbeda-beda. Hasil penelitian dapat menjadi dasar pengajaran guru agar pembelajaran menjadi lebih efektif, efisien dan tepat sasaran. Terutama untuk mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan nasional. The purpose of this study is to examine further the theory of cognitive development by Jean Piaget on learning mathematics according to the level of thinking of children at the high school level. Sources of data used in this research are journals, articles, class observations, and teacher interviews. The data collection technique is library research and interviews. Data analysis uses content analysis. The results of this study indicate the cognitive development of children at the formal operational age stage (12 years - adults) in learning mathematics. Mathematics learning in high school is adjusted to its age stages. This is in accordance with the implementation of Jean Piaget's theory of development. Refers to how people grow, adapt, and change throughout their life's journey through physical development, personality development, socio-emotional development, cognition (thinking) development, and language development. In addition the level of understanding of models and methods as well as the handling used also varies. The results of the research can become the basis for teaching teachers so that learning becomes more effective, efficient, and right on target. Especially to realize the achievement of national education goals.
Penerapan Layanan Konseling Kelompok dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Akuntansi Kelas XI di SMK Negeri 1 Kutacane Khanza Azahaara Pertiwi; Purbatua Manurung; Afrahul Fadhila Daulai
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v2i2.356

Abstract

In the current era where the era is competitive, all countries are trying to improve the quality of their education, because the quality of education can improve the welfare of society in a country. The purpose of this study was to find out the applcation of group counseling services for students' learning difficulties at SMK Negeri 1 Kutacane. This research uses Qualitative Research Methods through observation and interviews. Based on the research conducted, it can be concluded that there are still many who underestimate the understanding of difficulties in learning, and the implementation of group counseling has not reached perfection. , because some students take it seriously and some of them follow it as a formality and consider it useless. In addition, the implementation of group counseling is also carried out by supervising teachers by only providing services to students with problems and achievements.
Memahami Pendidikan Secara Komprehensif-Integratif Melalui Tokoh Romo Mangun Manu, Gerlan Apriandy
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2023): Desember 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v2i4.372

Abstract

Artikel ini meneliti pendekatan pembelajaran inovatif yang diperkenalkan oleh Romo Mangun, seorang tokoh nasional di Indonesia, melalui pembentukan Sekolah Dasar Eksperimental Kanisius Mangunan (SDEK Mangunan). Pendekatan pembelajaran Romo Mangun ini menekankan pada pembelajaran holistik dan integratif, yang berfokus pada pengembangan karakter manusia yang utuh, bukan hanya dari aspek akademis saja. Romo Mangun menekankan pada pentingnya pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman pribadi, eksplorasi, dan kesadaran kritis terhadap lingkungan sosial dan budaya. Artikel ini menggabungkan analisis kualitatif data dari berbagai sumber akademis, buku, dan artikel untuk mengeksplorasi pendekatan pembelajaran Romo Mangun dan kaitannya dengan teori belajar modern, terutama teori Konstruktivisme Sosial. Penelitian ini membahas relevansi pendekatan pembelajaran Romo Mangun dengan metode pembelajaran modern seperti pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran kolaboratif, untuk menghasilkan pendidikan yang lebih manusiawi dan adaptif. Artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru dalam implementasi pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan di Indonesia, sejalan dengan perubahan teknologi dan sosial yang terus berkembang This article examines the innovative learning approach introduced by Romo Mangun, a prominent national figure in Indonesia, through the establishment of the Experimental Primary School Kanisius Mangunan (SDEK Mangunan). Romo Mangun's learning approach emphasizes holistic and integrative education, focusing on the development of a complete human character, not just from an academic aspect. Romo Mangun underscores the importance of learning oriented towards personal experience, exploration, and critical awareness of the social and cultural environment. This article integrates qualitative data analysis from various academic sources, books, and articles to explore Romo Mangun's learning approach and its connection with modern learning theories, particularly Social Constructivism Theory. This research discusses the relevance of Romo Mangun's learning approach to modern educational methods such as project-based learning and collaborative learning, aiming to produce more humane and adaptive education. The article seeks to provide new insights into the implementation of more effective and sustainable education in Indonesia, in line with ongoing technological and social changes.
Membangun Generasi Unggul Dengan Layanan BK Di Yayasan Harapan Umat Karawang Hadi, Firda Rahma
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2023): Desember 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v2i4.382

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling (BK) di sekolah merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan yang bertujuan untuk membantu peserta didik mencapai potensi maksimalnya dalam berbagai aspek kehidupan. Tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan dimensi pribadi, akademik, sosial dan karir siswa. Melalui BK, siswa dibantu dalam mengidentifikasi potensi, bakat, minat, dan mengatasi permasalahan yang mungkin dihadapi dalam proses pembelajaran dan pengembangan pribadinya. BK juga membantu siswa merencanakan jalur pendidikan dan karir yang sesuai dengan minat dan keterampilannya. Selain itu, layanan BK juga berperan dalam membentuk karakter peserta didik, mengedepankan nilai-nilai moral dan etika, serta memberikan dukungan terkait kesehatan jasmani dan rohani. Dengan demikian, BK di sekolah berperan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Guidance and counseling (BK) services in schools are an important component in the education system that aims to help learners reach their full potential in various aspects of life. The main objective is to develop the personal, academic, social and career dimensions of the student. Through BK, students are assisted in identifying potential, talents, interests, and overcoming problems that may be encountered in the process of learning and their personal development. BK also helps students plan educational and career paths that match their interests and skills. In addition, BK services also play a role in shaping the character of students, promoting moral and ethical values, and providing support related to physical and spiritual health. Thus, BK in schools plays an important role in creating quality human resources
Pembelajaran Literasi Orientasi Kolaborasi dan Refleksi (LOK-R) Terhadap Kemampuan Literasi Matematis Siswa Anastasia, Anastasia; Prihatiningtyas, Nindy Citroresmi; Buyung, Buyung
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v3i1.488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan literasi matematika siswa pada materi aritmatika sosial pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Singkawang. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Singkawang pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A dan siswa kelas VII C. Jenis dan desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimental berupa The Nonequlvalent Pretest Posttest Control Group Design. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji N-gain, uji normalitas, uji homogenitas, uji t dua sampel, ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal, serta persentase keterlaksanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan literasi matematika setelah diterapkan pembelajaran LOK-R dengan yang menggunakan Discovery Learning pada materi aritmatika sosial, 2) kemampuan literasi matematika mencapai individu ketuntasan dan ketuntasan klasikal, 3) pembelajaran LOK-R dapat terlaksana dengan baik   This research aims to determine differences in improving students' mathematical literacy skills in social arithmetic material for class VII SMP Negeri 3 Singkawang students. This research was carried out at Singkawang 3 Middle School in the even semester of the 2023/2024 academic year. The samples in this research were class VII A students and class VII C students. The type and research design used was quantitative research with a Quasi Experimental design in the form of The Nonequlvalent Pretest Posttest Control Group Design. The data analysis techniques in this research are the N-gain test, normality test, homogeneity test, two-sample t-test, individual completeness and classical completeness, and percentage of learning implementation. Based on the results of data analysis, it can be concluded that: 1) there is a difference in the increase in mathematical literacy skills after implementing LOK-R learning and those using Discovery Learning on social arithmetic material, 2) mathematical literacy skills reach individual completeness and classical completeness, 3) learning LOK-R can be implemented well.
Nilai Religius Pada Media Sosial Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat Umam, Nurul; Hamdanah, Hamdanah; Lutfi, Saiful
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i1.621

Abstract

Era digital seperti sekarang ini, media sosial memiliki peran penting dalam penguatan nilai-nilai religious di kalangan pelajar. Karenanya penelitian ini penting untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai religius, khususnya yang berkaitan dengan ibadah puasa, disampaikan dan disebarluaskan melalui media sosial resmi dalam platform istagram Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat yang platform Instagram bernama mankobar. official. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, yang digali datanya menggunakan Teknik observasi yang dilakukan secara langsung terhadap akun instagram madrasahnya selama bulan Ramadan 1446 H/2025 M. Hasil apenelitian didapatkan bahwa konten-konten yang diunggah, seperti ajakan memanfaatkan berpuasa, tampilan ayat Al-Quran dan hadis, serta dokumentasi kegiatan keagamaan seperti Pesantren Kilat, buka Bersama dan kajian keislaman selama puasa, dirasakan oleh siswa memberikan kontribusi positif terhadap semangat religius mereka. Keterlibatan aktif pihak madrasah, khususnya kepala madrasah sebagai top leader dan wakil kepala madrasah bidang Hubungan Masyarakat adalah orang penting yang berperan menyajikan pesan-pesan islami secara menarik yang dapat menggugah siswa dalam menontonnya   In today's digital era, social media plays an important role in strengthening religious values among students. Therefore, this research is essential to understand how religious values, particularly those related to the practice of fasting, are conveyed and disseminated through the official social media of Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat, specifically via its Instagram platform under the handle mankobar.official. This study employs a qualitative approach with a field research design, collecting data through direct observation of the madrasah’s Instagram account during the month of Ramadan 1446 H / 2025 AD. The research findings indicate that the uploaded content—such as invitations to make the most of fasting, verses from the Qur'an and hadith, as well as documentation of religious activities like talk shows, Pesantren Kilat (intensive religious camp), distribution of takjil to the community, communal iftar, and Islamic studies during the fasting period—has positively contributed to students’ religious enthusiasm. The active involvement of the school, particularly the head of the madrasah as the top leader and the vice principal of public relations, plays a significant role in presenting Islamic messages in an engaging way that captures students’ interest.
Dekadensi moral dalam sudut pandang pendidikan nilai dalam keluarga dan masyarakat Rahmawati, Menuk; Kusrina, Tity
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i1.669

Abstract

Fenomena dekadensi moral di kalangan Generasi Z, yang dipicu oleh perkembangan teknologi dan globalisasi nilai, telah menonjol dalam bentuk penurunan empati, meningkatnya individualisme, lemahnya etika komunikasi, serta kekerasan verbal dan fisik. Generasi Z, yang tumbuh di era digital, sangat terpapar oleh teknologi dan media sosial, yang sering kali menyebabkan pergeseran nilai moral dan perilaku menyimpang. Keluarga dan masyarakat berperan penting dalam membentuk karakter dan moral individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan nilai dalam keluarga dan masyarakat sebagai strategi untuk mengatasi dekadensi moral pada Generasi Z. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber yang membahas pendidikan karakter, peran keluarga, fungsi sosial masyarakat, dan karakteristik Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai unit pendidikan nilai pertama melalui pola asuh dan keteladanan moral orang tua, sementara masyarakat menguatkan nilai-nilai melalui norma sosial, pengaruh teman sebaya, dan lembaga sosial. Sinergi antara keluarga dan masyarakat sangat penting dalam merumuskan strategi pendidikan nilai yang adaptif. The phenomenon of moral decadence among Generation Z, driven by technological advancements and the globalization of values, has manifested in the decline of empathy, increased individualism, weakened communication ethics, and both verbal and physical violence. Generation Z, growing up in the digital age, is highly exposed to technology and social media, often leading to shifts in moral values and deviant behaviors. Family and society play a crucial role in shaping an individual's character and morals. This study aims to examine the role of value education in the family and society as a strategy to address moral decadence among Generation Z. Using a qualitative approach through literature review, this research analyzes various sources discussing character education, the role of family, the social functions of society, and the characteristics of Generation Z. The findings indicate that the family serves as the primary unit for value education through parenting patterns and moral exemplification by parents, while society strengthens values through social norms, peer influence, and social institutions. The synergy between family and society is crucial in formulating adaptive value education strategies.