cover
Contact Name
Rinaldi Daswito
Contact Email
rinaldi@poltekkes-tanjungpinang.ac.id
Phone
+6282215097688
Journal Mail Official
ejurnal@poltekkes-tanjungpinang.ac.id
Editorial Address
Jl. Arif Rahman Hakim, No. 1, Kota Tanjungpinang
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
ISSN : -     EISSN : 30217296     DOI : https://doi.org/10.53579/segantang.v1i1
Core Subject : Health,
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN, adalah jurnal ilmiah yang berisikan artikel ilmiah dari hasil pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang. Jurnal segantang lada merupakan jurnal yang bertaraf nasional serta memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Jenis Pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi Edukasi Penduduk, Pencegahan Primer, Pencegahan Sekunder, Kapasitas dan kapabilitas Layanan Primer Memperkuat Ketahanan tanggap darurat dan Teknologi Kesehatan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Segantang Lada menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 40 Documents
Pencegahan Ca Cervik dengan penyuluhan kesehatan tentang deteksi dini Ca Servik dengan metode IVA (Inspeksi Visual Asetat) pada wanita usia subur di Posyandu Mekar Sari Senggarang Kepulauan Riau Meily Nirnasari; Liza Wati; Komala Sari; Umu Fadhilah
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 1 No. 1 (2023): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v1i1.113

Abstract

Kanker servik merupakan angka terbesar ke dua kanker yang menyerang wanita setelah cancer payudara, kanker ini akan segera tertangani sebelum stadium lanjut IV dengan cara melakukan deteksi dini dengan metode IVA (Inspeksi Visual Asetat), tetapi masih banyak nya wanita usia subur kurang tahu dan paham dengan metode IVA sehingga mereka enggan untuk melakukan pemeriksaan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan agar dapat meningkatkan pengetahuan serta menambah pemahaman tentang kanker servik dan deteksi dini dengan pemeriksaan IVA. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian masyarakat ini ialah Penyuluhan. Berdasarkan jawaban dari 35 Responden, mayoritas setelah diberi penyuluhan 90% Responden Tahu tentang tujuan, kegunaan, cara pemeriksaan IVA. Sebagian besar peserta bersemangat mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Team pengabdian masyarakat berharap dengan adanya pengabdian masyarakat ini dapat langsung diaplikasikan oleh Masyarakat terutama Wanita Usia Subur Untuk mau melakukan pemeriksaan IVA agar meningkatkan derajat kesehatan
Optimalisasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga pada Kader dan Ibu Rumah Tangga di Masa Kegawatdaruratan COVID-19 Deliana, Muthia; Santa Novita Yosephin Silalahi; Dewi Pusparianda
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2023): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v1i2.129

Abstract

Pemerintah Indonesia telah menetapkan berakhirnya masa pandemi Covid-19 pada pertengahan tahun 2023 ini menjadi masa endemic. Hal ini menunjukkan adanya pengendalian penyebaran virus Covid-19 di Indonesia, namun bukan berarti tidak ada lagi temuan Kasus Covid-19. Salah satu Upaya pengendalian penyebaran virus Covid-19 yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan ketahanan Masyarakat melalui peningkatan daya tahan tubuh keluarga. Daya tahan tubuh dapat terjaga maupun ditingkatkan melalui kebiasaan hidup sehat dengan menjaga kebersihan, asupan nutrisi yang baik dan penggunaan ramuan obat tradisional. Masyarakat dapat meracik Ramuan obat tradisional menggunakan bahan-bahan dari alam seperti pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Tujuan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan motivasi pada Kader dan Ibu rumah tangga di masa pandemi Covid-19.  Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada 5 orang kader dan 21 orang ibu dan Masyarakat dengan melibatkan ketua RT, RW, dan lurah di Kampung Seijari RT 03/Rw 03 Kelurahan Dompak Wilayah Kerja Puskesmas Seijang yang dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan tentang Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dan penanaman tanaman Obat Keluarga secara Bersama- sama dengan kader dan IRT. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dari kader dan IRT tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga dengan rata-rat nilai pretest 43,08 menjadi nilai rata-rata post test 78,04. Diharapkan kader dan ibu rumah tangga tentap mempertahankan merawat dan memanfaatkan tanaman obat keluarga yang telah ditanam.
Pendampingan Tim Percepatan Penurunan Stunting melalui Inisiasi dan Implementasi Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) di Desa Pancuran Gading Kabupaten Kampar Yanti, Yanti; Susilawati, Elly; Alza, Yessi; Santhariana, Lamindo
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2023): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v1i2.137

Abstract

Sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk mengatasi masalah gizi stunting, telah diterbitkannya Peraturan Presiden No. 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting melalui program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting). Secara umum program DASHAT bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui optimalisasi sumber daya pangan lokal dalam rangka mempercepat upaya penurunan stunting ditingkat desa atau kelurahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Tri Dharma perguruan tinggi, yang dilaksanakan bulan Mei sampai dengan September tahun 2023, yang berlokasi di Desa Pancuran Gading Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Bentuk pengabmas yang dilakukan berupa sosialisasi dan pelatihan bagi peserta, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang DASHAT, yang selanjutnya dibentuk organisasi “Dapur Sehat” Desa Pancuran Gading. Sasaran sosialisasi program adalah perwakilan dari kader Posyandu, kelompok PKK, perangkat desa & tokoh masyarakat desa Pancuran Gading. Peserta pelatihan yang nantinya sebagai pelaksana ‘Dapur Sehat’ adalah ibu-ibu PKK yang juga berperan sebagai kader Posyandu, yang berjumlah 20 orang. Implementasi Dapur Sehat melalui  pemberian makanan padat gizi bagi keluarga risiko stunting dengan pemanfaatan bahan pangan lokal. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dalam bentuk sosialisasi, pembekalan materi, demonstrasi pembuatan menu sehat di Posyandu. Hasil kegiatan pengabmas ini tercapainya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang DASHAT, didapatkan peningkatan evaluasi nilai pre-test (62) dan post-test (80). Implementasi DASHAT yaitu terbentuknya organisasi penanganan stunting di desa, yang disepakati dengan nama “Dapur Sehat Desa Pancuran Gading”. Dapur Sehat berkoordinasi dengan Puskesmas Pantai Cermin menyediakan PMT bagi Balita gizi kurang dan stunting selama 90 hari yang dimulai bulan September 2023, dengan pelaksananya adalah ibu-ibu peserta pelatihan.
Pendampingan Kader dalam Pembentukan Kelompok Pendukung (KP) ASI untuk Peningkatan Pemberian ASI Eksklusif di RW 2 Kelurahan Harjosari Wilayah Kerja Puskesmas Melur Kecamatan Sukajadi Pekanbaru Laila, Ani; Alyensi, Fatiyani; Alza, Yessi
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2023): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v1i2.139

Abstract

World Health Organization (WHO) tahun 2017 merekomendasikan pemberian nutrisi yang optimal bagi bayi baru lahir yakni dengan strategi global pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif masih belum sesuai target dapat berdampak pada gangguan psikomotor, kognitif, dan sosial serta secara klinis terjadi gangguan pertumbuhan. Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2021 menyebutkan cakupan ASI eksklusif Provinsi Riau sebesar 56,2 %. Berdasarkan data di Puskesmas Melur kelurahan Harjosari tahun 2018 bahwa capaian ASI Ekslusif hanya sebesar 43,8%, merupakan capaian yang cukup rendah diwilayah kota Pekanbaru. Beberapa kader diwilayah kerja ini sudah pernah mendapat sedikit paparan mengenai ASI Ekslusif namun cakupan pemberian ASI Ekslusif masih rendah. Dan perlu dilakukan Pembentukan KP-ASI sebagai pengabdian masyarakat untuk wilayah kerja Puskesmas Melur Kelurahan Harjosari Kecamatan Sukajadi tahun 2023. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan Kelompok pendukung ASI (KP-ASI). Sasaran adalah kader yang berjumlah 10 orang. Kegiatan dilaksanakan dari bulan Januari–Agustus 2023.  Hasil kegiatan pengabdian masyarakat terdapat penigkatan pengetahuan kader kelompok pendukung ASI tentang pemberian ASI, masalah dalam pemberian ASI dan cara mengatasi permasalahannya yaitu dari nilai rata rata 75,8 menjadi 84,2. Keterampilan kelompok pendukung (KP) ASI dalam melakukan konseling pemberian ASI kepada ibu menyusui mencapai nilai rata rata 85,4.
Pemeriksaan Kesehatan Remaja Dan Edukasi Gerakan Remaja Sayang Ginjal Pada Siswa-Siswi Di Perguruan Islam Modern Amanah Sekolah Menengah Pertama Tahfiz Qur’An Siregar, Maya Ardilla; Kaban, Ani Rahmadhani; Saftriani, Afina Muharani; Lubis, Izrah Hanim
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2023): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v1i2.140

Abstract

Ginjal merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh.  Fungsinya membuang kelebihan air dan racun, mengatur tekanan darah, membantu produksi sel darah merah dan menjaga tulang tetap kuat.  Kerja ginjal sangat efisien sehingga biasanya butuh waktu lama sebelum muncul gejala penyakit ginjal. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 prevalensi diabetes mellitus di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter pada usia 15 tahun sebesar 2%. Prevalensi diabetes berdasarkan pemeriksaan darah pada penduduk umur ≥ 15 tahun terjadi peningkatan dari 6,9% (2013) menjadi 8,5% (2018). Remaja rentan terhadap makanan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang jarang, sehingga rentan terhadap terjadinya diabetes mellitus. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendeteksi awal dan mencegah terjadinya penyakit ginjal pada remaja. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, Berat Badan dan Tinggi Badan pada remaja, kemudian memberikan penyuluhan melalui ceramah interaktif dengan memberikan leaflet berisi materi edukasi Gerakan remaja sayang ginjal pada remaja di SMP Swasta Amanah Medan. Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah siswa siswi di SMP Swasta Amanah. Kegiatan dilaksanakan dengan lancar, dengan 21 orang siswa. Siswa memahami tentang bagaimana pemelihaaraan ginjal yang sehat. Sebelum dilakukan edukasi dilakukan pemeriksaan kesehatan remaja, dengan tekanan darah 96% kategori normal, 4% kategori tekanan darah rendah, berat badan dan tinggi badan yang ideal (IMT) normal 100%. Pengetahuan remaja sebelum dilakukan edukasi tentang kesehatan ginjal mencapai pengetahuan baik 40%, pengetahuan kurang 60%. Remaja siswa SMP sangat antusias terhadap kegiatan edukasi gerakan remaja sayang ginjal.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Fasilitas Sanitasi Sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Menular Wilayah Pesisir Enjelina, Weni; pratiwi putri, annisa; Simbolon, Veronika Amelia; Samosir, Kholilah
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2023): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v1i2.141

Abstract

Pendekatan kegiatan penyehatan lingkungan perlu dilakukan guna untuk mendorong mewujudkan kualitas lingkungan sehat melalui konseling, inspeksi kesehatan lingkungan dan intervensi kesehatan lingkungan. Kondisi kualitas lingkungan yang belum memenuhi target digambarkan pada jumlah kabupaten/kota yang menyelenggarakan tatanan kawasan sehat pencapaian baru 366 kabupaten/kota dari target 386 kabupaten/kota. Upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan dapat dilakukan melalui peningkatan akses sanitasi yang layak dengan memberdayakan masyarakat dalam membangun sarana dan prasarana sebagai akses penunjang dalam kehidupan. Beberapa sarana sanitasi yang paling berperan penting dalam kehidupan yaitu tersedianya air bersih yang cukup, pengelolaan sampah domestik dan pengolahan air limbah domestik. Dari 26 KK di lokasi pengadian masyarakat, terdapat 24 KK yang masih membakar sampah, 23 KK salurah pengolahan limbah domestiknya belum memenuhi persyaratan dan 19 KK sumber air bersihnya berasal dari sumur gali dekat dengan sumber pencemar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi dan pelatihan kepada masyarakat setempat tentang pentingnya peningkatan fasilitas sanitasi sebagai upaya pengendalian penyakit menular. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu penyuluhan, simulasi dan edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman 17,8 %, Sikap 9,35 % serta Perilaku 2,19 % setelah diberikan sosialisasi kepada masyarakat, dimana masyarakat ikut berpartisipasi dalam pengelolaan sampah, pembangunan sarana pembuangan air limbah dan air bersih serta memanfaatkannya dengan baik. Dengan dilakukannya kegiatan ini, pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya sarana sanitasi menjadi bertambah.
Upaya Pencegahan Stunting melalui Pemberdayaan Kader serta Edukasi Ibu Hamil dan Ibu Balita tentang Pencegahan Stunting Mey Lestanti Mukodri, Dewi; Aminin, Fidyah; Ridayani, Rita; Safitri, Tiyara; Jannah, Rawdatul; Batubara, Kartika Sri Dewi
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2023): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v1i2.142

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan kekurangan gizi pada anak yang dapat dicegah dengan pemenuhan asupan gizi. Penurunan angka prevalensi stunting di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2022 sebesar 15,4% lebih rendah dari Tahun 2021 yaitu 17,6%, namun percepatan penurunan stunting konsisten diupayakan demi mencapai target nasional, penurunan hingga 14% di Tahun 2024. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu balita dalam upaya pencegahan stunting melalui edukasi bertema stunting. Lokasi pelaksanaan adalah Puskesmas dengan kasus stunting yaitu Puskesmas Batu X Kota Tanjungpinang. Kegiatan edukasi dilakukan terhadap 5 orang perwakilan kader dari masing-masing kelurahan dan 20 orang responden yang terdiri dari 10 ibu hamil dan 10 ibu dengan balita. Pengabdi membuat grup yang terdiri dari Kader, Ibu hamil dan Ibu balita kemudian menyampaikan materi dengan menggunakan Booklet dan Aplikasi Android yang telah dirancang sebelumnya sebagai alat edukasi. Booklet yang dibagikan berjudul “Booklet Cegah Stunting” sedangkan aplikasi yang di gunakan oleh kader ialah Si Naning dan aplikasi EDIFO untuk Ibu Hamil. Kegiatan edukasi berhasil dilaksanakan sehingga diperoleh respon serta antusiasme yang baik dari responden. Hal ini ditunjukkan dengan antusias responden bertanya dan membagikan informasi yang didapat. Edukasi yang diberikan juga tersampaikan dengan baik yang dibuktikan dari peningkatan pengetahuan responden terkait pencegahan stunting dengan melihat perbandingan hasil pre-test dan post-test. Untuk itu, kegiatan edukasi menggunakan media edukasi sangat penting diterapkan sebagai salah satu upaya peningkatan pengetahuan masyarakat terutama kelompok rentan gizi yaitu ibu hamil dan balita.  
Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Septik Tank PVC untuk Daerah Pasang Surut sebagai Upaya Pencegahan Stunting Iskandar, Iwan; Mukodri, Dewi Mey Lestanti; Harianja, Ristina Rosauli; Daswito, Rinaldi; Horiza, Hevi; Gusrianti, Elsa; Astuti, Indah Dwi; Idris, Muhammad Fadhil; Haryadi, Haryadi
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2023): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v1i2.143

Abstract

Stunting hingga saat ini masih menjadi suatu permasalahan negara terutama di Indonesia yang perlu di selesaikan. Stunting dapat menimbulkan dampak yang serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) salah satunya yaitu rendahnya derajat kesehatan pada masyarakat. Faktor Risiko stunting yaitu secara langsung dan tidak langsung. Faktor langsung di antaranya asupan makanan dan infeksi, sedangkan faktor tidak langsung seperti pengetahuan ibu tentang gizi, pola asuh orang tua, tingkat pendapatan orang tua, sanitasi, hygine, dan ketahanan pangan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu melakukan pendampingan berupa edukasi kepada Masyarakat mengenai pemasangan sarana sanitasi pembuangan akhir tinja (septik tank) sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Kegiatan edukasi dilakukan pada 30 orang responden perwakilan warga desa madong. Kegiatan tersebut dilakukan secara langsung di gedung balai penyuluhan KB kampung Madong Kampung Bugis. Metode pelaksanaan dimulai dengan melakukan koordinasi dengan Pihak Mitra, survei sasaran masyarakat dan lokasi pemasangan septik tank, perancangan septik tank, pembuatan serta pemasangan langsung di lokasi yang telah di sepakati, kemudian melakukan pendampingan berupa edukasi terkait dengan pemanfaatan septik tank dalam upaya mencegah stunting. Kegiatan pendampingan edukasi berjalan dengan baik dimana didapatkan adanya respon positif dari responden, hal ini ditunjukkan dengan antusiasnya responden dalam mengajukan pertanyaan. Pendampingan edukasi yang diberikan tersampaikan dengan baik yang ditunjukkan dari adanya kesepakatan responden untuk mempergunakan dan merawat sarana sanitasi septik tank sebaik mungkin. Untuk itu perlu terus dilakukan pemantauan secara berkala oleh Ketua RT setempat terkait dengan penggunaan septik tank.
Pelatihan dan Penyuluhan Kader Malaria di Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura Mulyani, Wiwiek; Asrianto, Asrianto; Jarona, Marlin M.
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2023): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v1i2.145

Abstract

Sebagian kader malaria di Distrik Sentani Timur kurang memiliki motivasi dalam menjalankan peran mereka. Hal ini terlihat dari hasil observasi kami, beberapa kader hanya mampu menggunakan satu merk pemeriksaan RDT. Oleh karena itu, edukasi kader dalam bentuk penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan peran kader. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Kegiatan penyuluhan dimaksudkan untuk meningkatkan dan menguatkan pengetahuan kader tentang malaria. Dengan pengetahuan yang memadai, diharapkan kader dapat menjalankan peran mereka dengan lebih baik, sehingga dapat meningkatkan cakupan penemuan dan penanganan kasus malaria. Pelatihan dimaksudkan agar para kader malaria memiliki keterampilan melakukan pemeriksaan menggunakan metode Rapid Diagnostic Test (RDT). Pendampingan dimaksudkan untuk melatih kader untuk memiliki mental melakukan edukasi terhadap masyarakat. Hasil pengabdian kepada kader menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan mengenai informasi yang berkaitan tentang penyakit malaria dengan capaian post-test 100% baik, pemeriksaan RDT dengan capaian post-test 83% baik. Hasil pendampingan sekaligus mengevealuasi kader malaria dalam menjalankan tugasnya menunjukan secara umum para kader sudah dapat menjelaskan tujuan pemeriksaan RDT, prinsip kerja RDT, keterbatasan pemeriksaan RDT, langkah-langkah pemeriksaan RDT, melakukan pemeriksaan, membaca hasil, dan menerapkan etika dan komunikasi efektif pada pasien. Kesimpulan kegiatan ini adalah Pelatihan dan penyuluhan kader malaria di Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam bidang malaria, termasuk pemeriksaan RDT.
Upaya Pendampingan Pasca Survei Evaluasi Pre-Tas dalam Program Pengendalian Infeksi Filariasis di Wilayah Desa Sentinel Koya Tengah Kota Jayapura Hartati, Risda; Sahli, Indra Taufik; Purba, Lilys Irianti Natalia; Suryani, Windy Ike; Gasela, Eka Sari
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2023): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v1i2.146

Abstract

Data Hasil Survei pasca POPM pada Bulan November tahun 2021 oleh Program Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk wilayah desa sentinel yaitu Koya Tengah melalui evaluasi Pre-TAS Kota Jayapura mengalami kegagalan dalam program POPM filarisiasis, salah satu penyebab kegagalan tersebut diantaranya kurangnya jumlah kader filarisiasis yang terlibat dalam pemberian obat filariasis dan pendampingan minum obat yang diberikan kepada penduduk sasaran yang ada di Kampung Koya Tengah sehingga tidak maksimal. Persiapan masyarakat dilaksanakan dengan mengunjungi warga dari rumah ke rumah di wilayah binaan kader filariasis satu kader filariasis membina 20-30 keluarga sesuai dengan kondisi daerah. Permasalahan berikutnya adalah kurangnya dukungan serta pengetahuan, sikap masyarakat sehingga masih kurangnya informasi yang jelas tentang kegiatan POPM filariasis sehingga rendahnya minat penduduk untuk minum obat. Tujuan pengabdian masyarakat yaitu melakukan perekrutan dan penambahan jumlah kader filariasis serta peningkatan pengetahuan kader dalam memberikan informasi tentang infeksi filariasis kepada masyarakat. Kegiatan pelaksanaan pengabdian pada masyarakat dilakukan selama 7 bulan (Mei-Oktober 2023) di wilayah desa sentinel yaitu Koya Tengah. Kegiatan yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan perekrutan penambahan jumlah kader filariasis puskesmas serta melatih kader melalui peningkatan pengetahuan kader agar lebih berpartisipasi sehingga dapat meningkatkan perilaku kerja kader untuk menjadi lebih baik hal ini dapat menjadi salah satu daya ungkit pencapaian target cakupan POPM Filariasis. Target capaian pengabdian ini yaitu bertambahnya jumlah kader filariasis dari 2 orang menjadi 14 orang, peningkatan pengetahuan masyarakat dari kurang menjadi baik, peningkatan pengetahuan dan sikap kader dari kurang menjadi baik dan terjadi peningkatan pengetahuan dengan skor selisih rata-rata 2,45 dari sebelumnya.

Page 2 of 4 | Total Record : 40