cover
Contact Name
Rinaldi Daswito
Contact Email
rinaldi@poltekkes-tanjungpinang.ac.id
Phone
+6282215097688
Journal Mail Official
ejurnal@poltekkes-tanjungpinang.ac.id
Editorial Address
Jl. Arif Rahman Hakim, No. 1, Kota Tanjungpinang
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
ISSN : -     EISSN : 30217296     DOI : https://doi.org/10.53579/segantang.v1i1
Core Subject : Health,
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN, adalah jurnal ilmiah yang berisikan artikel ilmiah dari hasil pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang. Jurnal segantang lada merupakan jurnal yang bertaraf nasional serta memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Jenis Pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi Edukasi Penduduk, Pencegahan Primer, Pencegahan Sekunder, Kapasitas dan kapabilitas Layanan Primer Memperkuat Ketahanan tanggap darurat dan Teknologi Kesehatan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Segantang Lada menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 40 Documents
Pemberdayaan dan Penguatan Perempuan dalam Pemenuhan Hak-Hak Reproduksi di Desa Sawa, Kabupaten Konawe Utara Wulandari, Hesti; Askrening, Askrening; Anwar, Khalidatul Khair; Dolofu, Muliaty; Nurmiaty, Nurmiaty
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2024): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v2i1.148

Abstract

Usia 4-6 tahun merupakan usia yang rentan terhadap penyakit karena pada usia inilah motorik anak mulai aktif. Tanpa disadari, apa yang anak-anak lakukan seringkali dekat dengan kuman-kuman yang dapat menyebabkan penyakit seperti flu, batuk, diare. Mencuci tangan merupakan proses membuang kotoran dan debu secara mekanisme dari permukaan kulit dan mengurangi jumlah mikroorganisme. Tujuan cuci tangan adalah untuk menghilangkan jumlah mikroorganisme. Kegiatan ini dilakukan melalui sarana kegiatan belajar bersama dalam bentuk tatap muka dalam kelompok, penyuluhan diberikan, meliputi: materi dan praktik mencuci tangan basah dengan air mengalir dan cuci tangan kering dengan hand sanitaizer. Hasil kegiatan ini dianalisis ini menggunakan uji paired t-test. Data yang digunakan adalah data numerik hasil observasi checklist keterampilan mencuci tangan. Dari hasil uji terdapat pengaruh pemberian penyuluhan teknik mencuci tangan terhadap keterampilan mencuci tangan siswa TK. Kebiasaan cuci tangan sejak dini, diharapkan nantinya mereka akan menjadi generasi yang sadar akan pentingnya kebersihan, tidak hanya kebersihan diri sendiri, tapi juga kebersihan lingkungan. Tidak hanya itu, dengan hal sederhana yang dilakukan secara rutin dan terarah ini nantinya anak-anak akan belajar untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan lain dengan benar. Salah satu cara untuk mencegah anak-anak terserang penyakit tersebut adalah dengan mencuci tangan. Kebiasaan mencuci tangan ini seharusnya memang ditanamkan sejak dini
Pendidikan Kesehatan dan Pemberian Makanan Tambahan untuk Penanganan Diare pada Balita dengan Formula Bubur Tempe di Wilayah Puskesmas Sei Jang Sari, Komala; Nirnasari, Meily; Putriani, Kony
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2024): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v2i1.149

Abstract

Diare dapat terjadi akibat dari konsumsi makanan maupun minuman yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, atau parasit. Mayoritas penderita diare adalah anak berusia dibawah lima tahun (balita) dengan prevalensi sebesar 12,2%. Penyakit diare dapat berakibat fatal apabila penderita diare mengalami dehidrasi berat. Pemberian bubur tempe kepada penderita diare ini dapat mempersingkat durasi diare akut serta mempercepat pertambahan berat badan setelah menderita diare akut. Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan anak khususnya didaerah pesisir dan dapat menimbulkan kejadian luar biasa. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pendidikan kesehatan pada masyarakat dalam menanganani kasus kejadian diare pada balita serta pembuatan makanan tambahan berbahan tempe yang mengandung tinggi protein, asam amino serta prebiotik dan probiotik. Metode yang digunakan dikemas dalam bentuk pendidikan kesehatan beserta cara pembuatan pembuatan bubur tempe sebagai makan tambahan dalam penanganan diare. Hasil didapatkan setelah dilakukan Pemberian pendidikan kesehatan tentang penanganan diare dengan pemberian bubur tempe telah membuktikan bahwa pengetahuan dan keterampilan masyarakat meningkat.
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Mental di Wilayah Kerja Pukesmas Mekar Baru Yuliyana, Rian; Daniati, Meisa; Romalina, Romalina; Suriani, Yas
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2024): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v2i1.153

Abstract

Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Penyakit mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dapat merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain, namun juga dapat menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja. Di Kepulauan Riau hanya 60% skrining kesehatan jiwa yang dilakukan dari target yang ditentukan. Lokasi pelaksanaan ialah Majelis Taklim Mesjid Al Fajarul, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Mekar Baru. PKM mekar baru adalah salah satu PKM yang memiliki masalah kesehatan jiwa di Tanjungpinang. Kegiatan edukasi dilakukan terhadap 45 anggota Majelis Taklim. Setiap anggota diberikan pre-test dan pemeriksaaan Deteksi Dini kemudian diberikan edukasi terkait Kesehatan Mental Masyarakat setelahnya dilakukan post-test. Penyuluhan diberikan melalui media leaflat Hal ini ditunjukkan dengan antusias responden bertanya dan membagikan informasi yang didapat. Edukasi yang diberikan juga tersampaikan dengan baik yang dibuktikan dari peningkatan pengetahuan responden terkait Kesehatan Mental dengan melihat perbandingan hasil pre-test rata-rata sebanyak 79,6 meningkat menjadi post-test 83. Untuk itu, kegiatan edukasi menggunakan media edukasi sangat penting diterapkan sebagai salah satu upaya peningkatan pengetahuan masyarakat terutama tentang Kesehatan Mental.
Pendidikan Kesehatan tentang Mencuci Tangan pada Anak Usia Dini di TK Al-Husnayain Kota Bekasi Marlina, Endah Dian; Syaripah, Rosita
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2024): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v2i1.166

Abstract

Usia 4-6 tahun merupakan usia yang rentan terhadap penyakit karena pada usia inilah motorik anak mulai aktif. Tanpa disadari, apa yang anak-anak lakukan seringkali dekat dengan kuman-kuman yang dapat menyebabkan penyakit seperti flu, batuk, diare. Mencuci tangan merupakan proses membuang kotoran dan debu secara mekanisme dari permukaan kulit dan mengurangi jumlah mikroorganisme. Tujuan cuci tangan adalah untuk menghilangkan jumlah mikroorganisme. Kegiatan ini dilakukan melalui sarana kegiatan belajar bersama dalam bentuk tatap muka dalam kelompok, penyuluhan diberikan, meliputi: materi dan praktik mencuci tangan basah dengan air mengalir dan cuci tangan kering dengan hand sanitaizer. Hasil kegiatan ini dianalisis ini menggunakan uji paired t-test. Data yang digunakan adalah data numerik hasil observasi checklist keterampilan mencuci tangan. Dari hasil uji terdapat pengaruh pemberian penyuluhan teknik mencuci tangan terhadap keterampilan mencuci tangan siswa TK. Kebiasaan cuci tangan sejak dini, diharapkan nantinya mereka akan menjadi generasi yang sadar akan pentingnya kebersihan, tidak hanya kebersihan diri sendiri, tapi juga kebersihan lingkungan. Tidak hanya itu, dengan hal sederhana yang dilakukan secara rutin dan terarah ini nantinya anak-anak akan belajar untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan lain dengan benar. Salah satu cara untuk mencegah anak-anak terserang penyakit tersebut adalah dengan mencuci tangan. Kebiasaan mencuci tangan ini seharusnya memang ditanamkan sejak dini.
Edukasi Kesehatan di Sekolah Menggunakan Metode Permainan Monopoli Kesehatan di SMA Negeri 1 Teluk Sebong Daswito, Rinaldi; Gunnara, Harvensica; Yuhesti, Mutia; Vebyola, Amanda Desy; Shella, An; Arfani, Arfani; Saputra, Deri; Arizki, Elita Putri Frisma; Aillen, Elisna Agripina; Maharani, Nabila Eldira; Sugita, Putri; Sartika, Vitta Syafira; Rahma, Zahro Nur
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2024): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v2i1.171

Abstract

Promosi kesehatan di sekolah adalah upaya untuk membuat sekolah menjadi tempat yang sehat dengan tiga langkah utama: lingkungan sekolah yang sehat, pemeliharaan dan pelayanan di sekolah, dan pendidikan yang berkesinambungan. Sekolah memiliki peran strategis dalam mendorong kesehatan. Permainan monopoli kesehatan telah terbukti meningkatkan pemahaman siswa tentang kesehatan, terutama tentang hal-hal yang dianggap tabu atau sulit dipahami oleh anak-anak, dan merupakan cara yang efektif untuk mempromosikan kesehatan di sekolah. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan pemahaman siswa terhadap penyebaran dan pencegahan penyakit berbasis air di Sekolah. Lokasi pengabdian di SMAN 1 Teluk Sebong di Kabupaten Bintan, menggunakan metode bina suasana, dan bermain monopoli kesehatan yang berisi materi tentang penyakit berbasis air. Sasaran sebanyak 120 peserta adalah siswa kelas dua belas. Proses pelaksanaan permainan Monopoli kesehatan dapat mencakup beberapa langkah, seperti persiapan, mengetahui aturan permainan, bermain permainan, dan evaluasi. Sebagai hasil dari kegiatan yang dilakukan, permainan Monopoli Kesehatan dapat digunakan sebagai media untuk edukasi siswa kelas XII tentang penyakit lingkungan dan meningkatkan pemahaman mereka tentang penyakit tersebut. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengubah aturan permainan, menggunakan kartu kesempatan, atau membuat kartu quiz yang bertanya tentang penyakit yang disebabkan oleh lingkungan. Siswa dapat belajar lebih banyak tentang perilaku hidup bersih dan sehat melalui permainan Monopoli kesehatan.
Workshop Pengolahan dan Penerbitan Jurnal Keperawatan Terakreditasi bagi Dosen Fadhilah, Umu; Liestyaningrum, Wiwiek; Pujiati , Wasis; Sina, Cian Ibnu; Lizawati, Lizawati; Khaulani, Dzarin Gifarian
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2024): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v2i2.163

Abstract

Scientific journals are one of the important indicators for scientific development to facilitate the scientific work of students and lecturers. Every university is obliged to have a journal. The scientific work of students and lecturers is required, and every university must have a scientific journal based on the Open Journal System (OJS) that must be accredited nationally and internationally. Scientific journals based on the Open Journal System must be nationally and internationally accredited. Stikes Hang Tuah Tanjungpinang already has one nursing journal. However, it has not yet been professionally managed regarding article management, review process, and copy editing, so the accreditation requirements have not been met. This training aims to provide explanations and workshops on managing scientific journals so that they can be accredited nationally. This community service activity was carried out in March 2023 for 3 days. This training was attended by approximately 27 participants from Lecturers and Staff who were located in the Stikes Hang Tuah Tanjung Hall Room. Service activities are carried out in 3 stages: 1) OJS Installation Process by the PKM Team with the Partner Team, and Pre-tests to determine the participants' knowledge of journal management with OJS. Journal management with OJS. 2) training through lectures and discussions and direct assistance conducted offline. 3) Evaluation After conducting online journal management training with OJS, the post-test results show an increase in percentage up to 100% for knowledge questions about the Open Journal System (OJS) website. This training is successful and right on target. Suggestions are expected journal training like this can be carried out on an ongoing basis so that journals can develop better.
Upaya Promotif Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Lingkungan Panti Asuhan Maksuk, Maksuk; Debi Mardiana; Farach Labita Anissa Putri; M. Deffa Anugrah; Ahmad Rifqi Al-Hanif; Ranti Rahmadini
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2024): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v2i2.190

Abstract

Dengue fever is a disease transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito and is endemic in Palembang City with a trend of increasing cases from 2020 - 2022, with the highest number of cases in 2022, namely 908 cases. This disease can attack all ages, with dense housing density, one of which is in orphanages. This activity aims to increase the knowledge of children and administrators in orphanages about preventing dengue fever transmission. The method of implementing this activity is counseling with leaflets and educational videos on preventing dengue fever. This activity is carried out in three stages, namely preparation, implementation and evaluation. The target audience is the administrators and children of orphanages in Palembang City. The evaluation uses process evaluation, which is carried out during the activity process. The results of measuring the level of knowledge in efforts to prevent dengue fever are that there is a difference in the level of knowledge before and after counseling from the activity, namely increasing knowledge among administrators and children in orphanages in preventing dengue fever. The outcome criteria are that children can answer all questions asked during the counseling activity and children take the counseling seriously and enthusiastically. Dengue fever prevention activities through counseling Dengue fever prevention needs to be carried out continuously and continued by working together with the health center. 
Pelatihan Konversi Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair (Poc) Pada Level Rumah Tangga Hidayati, Fajrina; Lessmana , Oka; Rahim, Beni; Putra, Ashar Nuzulul; Rahmat, Andree Auiia
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2024): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v2i2.195

Abstract

The existing temporary waste disposal sites (TPS) are no longer sufficient to accommodate the increasing amount of waste. As a result, many residents dispose of their waste improperly. Along with the growing population, the volume of waste also increases. If waste is not managed properly, it can lead to significant issues, such as negative impacts on health and environmental cleanliness. In RT 11, Bagan Pete Village, Alam Barajo District, Jambi City, this issue is quite noticeable because there is no proper waste management system in place. Residents often dispose of household waste in random places, including along main roads. This community service activity aims to enhance the knowledge of RT 11 residents about the processing of organic waste into liquid organic fertilizer (POC). The service is carried out through outreach and training on making POC from household organic waste. The event was held at one of the residents' homes and attended by 25 housewives invited by the RT head. The outreach was conducted using a presentation media and distributing leaflets about household organic waste. Afterward, participants were given hands-on training on how to make POC. The outcome of this activity is an increased understanding among the community about organic waste and how to manage it. Residents were also trained to make POC, which can be used to fertilize plants in their yards. It is hoped that, through this outreach and training, the residents of RT 11 will be able to manage organic waste independently, reduce the habit of improperly disposing of waste, and create a cleaner and healthier environment.
Workshop Analisis Data Menggunakan R Programming Dalam Pemenuhan Kompetensi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Menghadapi Transformasi Digital D Sitanggang, Hendra; Ibnu, Ismi Nurwaqiah; Enis, Rina Nofri; Sari, Puspita; Wisudariani, Evy
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2024): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v2i2.196

Abstract

The development and advancement of technology in the health sector impact the availability of large amounts of data that continue to grow, including unstructured data. The ability to analyze this big data needs to be a concern so that data can be utilized in policymaking. One of the data analysis tools that can be used is R programming. Therefore, this community service aims to increase student competence in data analysis using R Programming through structured training. The target of this activity is students of the Public Health Science Study Program, FKIK Jambi University, totaling 46 students. The community service team delivered the training material. This activity was carried out using the training method, which was carried out for five meetings with a duration of 3 x 45 minutes per meeting. The training material consists of basic concepts of data analysis, introduction to R Programming, data preparation, and data analysis. In this activity, knowledge measurement was also carried out before and after training. The results of community service activities show an increase in the knowledge of teachers and education personnel, where the average pre-test was 34.57 and the post-test was 91.30. This increase was statistically significant using the Wilcoxon test (p<0.001). This activity is hoped to improve students' data analysis skills, especially in using the R programming language.
Media Ular Tangga REHAT (REMAJA SEHAT) sebagai Inovasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Remaja Dewi, Utami; Harianja, Ristina Rosauli; Sihaloho, Metasari; Fenorika, Edina; Aulia, Nabila Pasya; Ramadhani, Nurhakiki; Sakinah, Radyah; Nurhaliza, Titik
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2024): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v2i2.205

Abstract

Adolescents are vulnerable to various health problems, including reproductive health, Substance Use Disorders (SUDs), sexual violence, early marriage, and low self-esteem. This problem is more complex in remote areas and islands, limited to formal education and health resources. Conventional approaches such as formal education or counselling are ineffective. Therefore, innovative, interactive, and fun learning media are needed to deliver health messages to adolescents through games. The community service aims to increase students' awareness of reproductive health issues through an innovative approach using the REHAT snakes and ladders game media. This activity did not only cover reproductive health topics such as balanced nutrition and prevention of sexual violence but also taught social values relevant to adolescents' lives. The activity was conducted at SMA Negeri 1 Mantang, Mantang Lama Village, Mantang District, Bintan Regency, on Wednesday, February 28, 2024, with 45 students as the respondents. The pre-and post-tests show that the demonstrated group has an increased understanding of the material presented. Before the activity, students' average score of understanding health issues such as balanced nutrition, reproductive health, and drug prevention was 50%. After the activity, it showed that the understanding had increased to 85%. Traditional media that does not require sophisticated technology has also proven effective in areas with limited access. Hopefully, this program can be replicated in other schools to increase the positive impact of using this educational media.

Page 3 of 4 | Total Record : 40