cover
Contact Name
Lalu Jaswadi Putera
Contact Email
elputra@unram.ac.id
Phone
+6283830259411
Journal Mail Official
darmadiksani@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jln. Majapahit No. 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27986918     EISSN : 27986799     DOI : https://doi.org/10.29303/darmadiksani
Core Subject : Education, Social,
Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora merupakan wahana untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hasil dari program pengabdian atau layanan kepada masyarakat dalam pengembangan teori keilmuan, konsep pemikiran, model, atau hasil penelitian yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan dua nomor dalam setiap volume atau dua kali terbit dalam satu tahun yakni pada bulan Juni dan Desember.
Articles 245 Documents
Sosialisasi Makna dan Peranan Tokoh dalam Pertunjukan Kemidi Rudat sebagai Upaya Pembinaan Seni Tradisional Murahim, Murahim; Qodri, Muh. Syahrul; Hafi, Isnaini Yulianita
DARMADIKSANI Vol 1 No 1 (2021): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v1i1.94

Abstract

ABSTRAK Persoalan dasar yang membuat pertunjukan Kemidi Rudat belum memberikan makna yang mendalam dan perenungan bagi penontonnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat pendukungnya, dalam hal ini adalah para pemain dan sutradaranya terhadap makna dari pertunjukan Kemidi Rudat yang tidak statis tetapi dapat berkembang sesuai dengan perkembangan kebudayaan di era milenial ini. Implikasi dari kurangnya pemahaman ini adalah kurangnya daya tarik permainan dari para aktornya. Akhirnya juga berimplikasi pada kurang antusiasnya penonton untuk menyaksikan secara utuh pertunjukan Kemidi Rudat. Solusi dari permasalahan ini adalah pemahaman terhadap makna sebuah pertunjukan Kemidi Rudat sehingga permainan para aktornya juga akan lebih bersemangat dengan pemahaman terhadap makna tersebut. Program pengabdian ini dilaksanakan untuk memberikan alternatif makna yang baru yang lebih menyesuaikan dengan perkembangan kebudayaan melalui dialog terfokus dengan para pendukung Kemidi Rudat di Desa Terengan. Proses sosialisasi diharapkan akan berimplikasi pada pemahaman makna dan peranan tokoh yang lebih baik dan meningkatkan kualitas pertunjukan Kemidi Rudat. ABSTRACT The fundamental issue that prevents the Kemidi Rudat show from conveying profound meaning and reflection to the audience lies in the lack of comprehension among the supporting community, including the actors and directors, regarding the evolving nature of the show in accordance with cultural advancements in this millennial era. Consequently, this lack of understanding results in the actors' performance being less captivating and subsequently leads to a diminished audience interest in witnessing the complete Kemidi Rudat experience. The solution to this predicament lies in cultivating a comprehensive understanding of the meaning behind the Kemidi Rudat show, which will enable the actors to approach their roles with increased enthusiasm and comprehension. To address this, a service program will be implemented, focusing on engaging in meaningful dialogues with the supporters of Kemidi Rudat in Terengan Village. This program aims to introduce new alternative meanings that are more attuned to cultural developments. By carrying out an effective socialization process, it is anticipated that there will be an enhanced comprehension of the meaning and significance of the characters, ultimately improving the overall quality of Kemidi Rudat's performances.
Pelatihan Pengetahuan dan Penerapan Kalimat Efektif pada Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di RA Bani Barun Majalengka Zulfadhli, Muhammad; Hamdani, Haris; Puspitorini, Ferawaty
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1277

Abstract

ABSTRAK Bahasa merupakan wahana komunikasi bagi manusia, baik komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. Setiap komunikasi, khususnya komunikasi tertulis, dibutuhkan kalimat-kalimat yang baik. Kalimat yang baik erat kaitannya dengan penggunaan kalimat efektif. Berdasarkan fenomena yang terjadi akhir- akhir ini ditemukan bahwa produktivitas guru masih rendah dalam menyampaikan ujaran menggunakan kalimat efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar para guru di RA Bani Barun Majalengka dapat memahami dan menerapkan kalimat efektif pada Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Metode pelaksanaan pelatihan ini terdiri dari empat tahap diantaranya kegiatan sosialisasi, pengenalan kalimat efektif, pelatihan kalimat efektif, dan praktik penerapan kalimat efektif. Hasil kegiatan ini yaitu kompetensi guru mengenai penerapan kalimat efektif meningkat. Hal ini tergambar dari partisipasi aktif para guru dalam menyimak materi, diskusi, dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh narasumber. Selain itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga tergolong berhasil karena sesuai dengan tahapan-tahapan pelaksanaan yang telah ditentukan. Adapun tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat kembali dengan pola paragraf dan pengembangan paragraf pada bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. ABSTRACT Language is a means of communication for humans, both oral communication and written communication. Every communication, especially written communication, requires good sentences. Good sentences are closely related to the use of effective sentences. Based on the phenomenon that has occurred recently, it was found that teacher productivity is still low in conveying utterances using effective sentences. This community service program aims to enable teachers of RA Bani Barun Majalengka to understand and apply effective sentences in both Indonesian and English. The method of implementing this training consists of four stages including socialization activities, introduction to effective sentences, training of effective sentences, and practice of applying effective sentences. The result of this activity shows that the teacher's competence regarding the application of effective sentences increases evidenced from the teachers’ active participation in listening to the material, discussion, and working on the assignments given by the presenters. In addition, this community service program is classified as successful since it meets the target proposed by the team. The follow-up theme for the next community service program will be paragraph patterns and paragraph development in Indonesian and English.
Peningkatan Pemahaman terhadap Pentingnya Toleransi Beragama di Kota Kupang Wewo, Jeremia Alexander
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1286

Abstract

ABSTRAK Kerukunan umat beragama tidak lahir secara kebetulan tetapi lahir karena sikap saling menghormati dan kerjasama antar umat beragama dan disebut toleransi. Dari perspektif agama, toleransi merupakan mekanisme sosial yang digunakan manusia dalam menyikapi keragaman dan pluralitas agama. Toleransi harus senantiasa dijaga antar umat beragama untuk menciptakan kedamaian dan keharmonisan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk semakin mengikat dan mempererat toleransi antar umat beragama di Kupang Nusa Tenggara Timur melalui diskusi konstruktif dan kolaborasi antara tokoh agama serta untuk mengumpulkan informasi terkait dengan toleransi sosio-agama yang ada di kota Kupang. Kegiatan abdimas ini dilaksanakan di 3 tempat ibadah yakni: Gereja GMIT Betel (Kristen), Masjid Raya Baiturahman (Islam), dan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana temple (Hindu). Berdasarkan hasil evaluasi, dapat disimpulkan bahwa toleransi beragama telah diimplementasikan oleh umat beragama di 3 lokasi tersebut. Diskusi dan kolaborasi sangat efektif diterapkan dalam mempromosikan dan memperkuat rasa saling hormat menghormati dan toleransi antar umat beragama di Kupang. ABSTRACT Religious harmony did not come to existence by chance. It came from an attitude of mutual respect and cooperation among religious communities called tolerance. From the religious perspective, tolerance is a social mechanism that humans bring into play in responding to religious diversity and plurality. Tolerance must always be maintained by all religious communities in order to create peace and harmony. This community service aims to bind and strengthen inter-religious tolerance among religious communities in Kupang East Nusa Tenggara province through constructive discussion and collaboration with religious leaders and to gather information from the religious leaders concerning the socio-religious tolerance that took place in their surrounding areas. The program was carried out at three different places of worship i.e. Gereja GMIT Betel church (Christian), Masjid Raya Baiturahman mosque (Islam), and Pura Agung Giri Kertha Bhuwana temple (Hindu). Based on the evaluation, it was found that the religious communities (Kristen, Islam, Hindu) in the surrounding places have implemented inter-religious tolerance. Inter-religious discussion and collaboration are highly effective for promoting and strengthening mutual respect and tolerance among religious communities in Kupang.
Pelatihan Pengayaan Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks pada Guru MGMP Bahasa Indonesia Kemenag di Kabupaten Lombok Barat Jafar, Syamsinas; Ali, Nasarudin M.; Ashriany, Ratna Yulida; Nazir, Yuniar Nuri; Khairussibyan, Muh.; Hidayat, Rahmad; Intiana, Siti Rohana Hariana
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1295

Abstract

ABSTRAK Para guru yang diberikan pelatihan adalah guru-guru MGMP bahasa Indonesia Kemenag di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Pemilihan sasaran pelatihan guru-guru bahasa Indonesia berdasarkan pertimbangan yakni masih ditemukannya fenomena guru-guru bahasa Indonesia di lingkungan Kemenag yang bukan berasal dari sarjana pendidikan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, hal urgen yang harus menjadi perhatian adalah masih banyak kelemahan para guru dalam praktik pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks. Pelatihan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengayaan materi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks kepada para guru MGMP bahasa Indonesia Kemenag di wilayah Kabupten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam pelatihan berupa ceramah, diskusi, evaluasi pelatihan berupa luaran berupa portofolio. Pelatihan ini dapat dikatakan berhasil berdasarkan pertama, kehadiran para guru bahasa Indonesia MTs dan MA sesuai target, para guru mengikuti tahap-tahap pelatihan dengan tertib, para guru merespon positif dalam menyerap materi pelatihan dan mendiskusikan berbagai masalah dalam praktik pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks, dan menyelesaikan tugas mengisi portofolio tepat waktu. Kedua, pada tahap evaluasi yang meliputi evaluasi materi, diskusi (tanya jawab), dan hasil pengisian portofolio dapat disimpulkan pelatihan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks pada guru-guru bahasa Indonesia MA dan MTs menunjukkan hasil sesuai tujuan pelatihan. Hasil refleksi dari tanggapan para guru adalah bahwa pelatihan menambah kompetensi tentang pemahaman konsep pembelajaran berbasis teks, menjadi masukan tentang solusi memecahkan masalah-masalah pembelajaran berbasis teks yang setiap saat ditemukan dalam kelas, menjadi bahan evaluasi praktik pembelajaran berbasis teks yang telah dilaksanakan dalam kelas, menjadi bahan refleksi diri menuju perbaikan praktik pembelajaran berbasis teks yang lebih profesional di masa datang. ABSTRACT Our preliminary survey found that many of the MGMP Indonesian language teachers within the Indonesian Ministry of Religious Affairs of West Lombok Regency have non-Indonesian language education background that results in some drawbacks in the teaching and learning practices of Indonesian subject using the text-based learning materials. This community service aims at improving professionalism of the MTs/MA Indonesian language teachers in the Ministry of Religious Affairs of West Lombok Regency in developing more effective text-based learning materials. To meet this objective, the training was approached by administering lectures, discussions, and evaluation of the teachers’ portfolios during and after the training sessions. The results show that the training is successful based on the the criteria that included: (1) the number of teachers who joined the program meets the target, (2) the participating teachers followed every stage of the training in an orderly manner, (3) the participating teachers understand the text-based materials and describe various problems related to the practices of teaching text-based in the classroom very well, (4) the participating teachers completed the tasks on time. In conclusion, the objective of this community service i.e. to develop professionalism of the MTs/MA Indonesian subject teachers with no Indonesian language education background in the Ministry of Religious Affairs of West Lombok Regency in developing more effective text-based learning materials is fulfilled.
Budidaya Ikan Lele Dalam Ember (Budikdamber) untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Pasca Pandemi: Program KKN-PLP Desapreneur Mahasiswa Keguruan di Desa Selengen Lombok Utara Putera, Lalu Jaswadi; Saida, Askarinda; Milasti, Milasti; Irwan, Muhamad; Dewi, Nais Kusma; Khaeroni, Nanik; Agustina, Nia; Ilmawati, Nur; Astitin, Tias Ayu; Amrullah, Amrullah
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1296

Abstract

ABSTRAK Program KKN-PLP ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu teoritis dan praktis dalam kehidupan nyata yang sesungguhnya dengan maksud agar mahasiswa bertransformasi menjadi pribadi cerdas, mandiri, supel, kaya pengalaman, dan punya ide kreatif dan solutif yang bermanfaat bagi masyarakat di manapun mereka berada. Program budidaya ikan lele dalam ember ini, sebagai salah satu proker dalam KKN-PLP, adalah suatu inovasi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di desa Selengen Lombok Utara pasca pandemi Covid-19. Budidaya ikan lele ini dilakukan menggunakan media ember yang bertujuan untuk meminimalkan biaya pengeluaran rumah tangga namun dapat mendatangkan penghasilan bagi masyarakat minimal untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya itu, budidaya ikan lele dalam ember ini juga bisa dimanfaatkan untuk tumpangsari yakni menanam tanaman sela berupa sayuran kangkung darat di atas tutup ember. Masyarakat pengelola program Budikdamber ini yaitu kelompok masyarakat penerima BLT-DD di dusun Lembah Berora, desa Selengen, kecamatan Kayangan kabupaten Lombok Utara. Kelompok masyarakat ini dipilih agar memudahkan pengontrolan dalam pembudidayaan Budikdamber. Produk yang dihasilkan dari program budidaya ini adalah ikan lele dan kangkung darat yang dapat dikonsumsi sehari-hari dan dijual ke pasar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Hasil evaluasi program menunjukkan bahwa kegiatan ini telah mencapai target yang diharapkan. Setelah mengikuti program ini, kelompok masyarakat yang sudah berhasil membudidayakan Budikdamber diharapkan dapat menginspirasi dan mengedukasi kelompok masyarakat lainnya untuk dapat menerapkan sistem Budikdamber ini. ABSTRACT This catfish-in-the-buckets farming system or “Budikdamber” – stands for “budidaya ikan dalam ember” – is an innovation in home farming that aims to generate the income of village communities affected by the 2018 earthquakes in Selengen Village, North Lombok Regency post Covid-19 pandemic. The Budikdamber fish farming system uses bucket kits to farm freshwater catfish while at the same time grow vegetables as well. The use of cheap bucket kits – as alternative to other conventional farming media – is meant to lower the cost of household’s monthly expenses and generate income to support the people’s economy in this earthquake-torn village. The Budikdamber fish farming system enables locals to farm not only fish but also intercrops such as spinach and other vegetables right on the lids of the bucket kits used for farming fish inside. The targeted community groups participating in this program are the BLT-DD recipients from Dusun Lembah Berora, Selengen Village, Kayangan District, North Lombok Regency. The products are edible catfish and land spinach that can be harvested for daily consumption or sold to the markets in the hope of generating economic benefits for the locals. The results show that the program has given positive outcomes for the community. Thus, it is hoped that the success of this program will inspire other community groups to implement this Budikdamber fish farming system.
Pengenalan Jenis dan Strategi Membaca Teks Modul Akademik IELTS bagi Guru-Guru di MAN Lombok Barat Susanti, Ni Wayan Mira; Sribagus, Sribagus; Sahuddin, Sahuddin; Lestari, Yuni Budi; Lail, Husnul
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1297

Abstract

ABSTRAK Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan permintaan guru-guru MAN Gerung di Kabupaten Lombok Barat dalam upaya peningkatan skill membaca mereka dalam menghadapi The International English Language Testing System (IELTS). Karena program pengabdian masyarakat kami sebelumnya belum pernah menyentuh IELTS, padahal ada kebutuhan bagi guru-guru untuk melaksanakan program pertukaran guru ke luar negeri yang sangat membutuhkan kemampuan IELTS yang baik. Oleh karenanya kali ini kami akan memperkenalkan IELTS kepada guru-guru MAN Gerung terutama bagian Reading di dalam modul akedemik IELTS. ABSTRACT This community service program was conducted based on the request from teachers at MAN Gerung in West Lombok in order to improve the teachers’ reading skills in coping with the International English Language Testing System (IELTS). There is an urgency for the teachers under the Religion Ministry of Indonesia to be familiar with the IELTS since the Ministry offers several programes that allow teacher to go abroad either on short or long program as long as they meet the language requirement that is IELTS. However, the teachers are not only unfamiliar with the formats of IELTS, but they also have never seen one. This is the reason why our team introduced IELTS to the teachers at MAN Gerung particularly in the IELTS Reading Academic Module.
Pelatihan Penggunaan Istilah-Istilah Teknis Bahasa Inggris Pariwisata untuk Meningkatkan Profesionalisme Pemandu Wisata Lokal di Dusun Ende Lombok Tengah Isnaini, Muh.; Nuriadi, Nuriadi; Fadjri, Muhammad; Muhaimi, Lalu; Fitriana, Eka
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1298

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pelatihan tentang penggunaan istilah-istilah teknis bahasa Inggris kepariwisataan bagi para pemandu wisata local di dusun Ende yang dilaksanakan di dusun Ende, Sengkol, Pujut, Lombok Tengah. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan penguasaan istilah-istilah teknis bahasa Inggris pariwisata bagi para pemandu wisata lokal di dusun Ende baik dari aspek komunikasi lisan dan tulisan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan tanya jawab, dan game. Dari hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dirasakan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para pemandu wisata Ende serta memberikan informasi tentang strategi-strategi belajar bahasa Inggris yang menyenangkan dan efektif. Hasil yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diterapkan dalam belajar bahasa Inggris secara mandiri agar penguasaan bahasa Inggris mereka semakin baik di masa yang akan datang agar menjadi pemandu wisata yang professional yang dapat bersaing dalam dunia global. ABSTRACT This training aims at exploring, describing and implementing the use of English technical terms related to tourism such as the terms concerning social and cultural affairs, history, Economy, and Industry. This study was conducted towards some local guides in Ende, Sengkol, Pujut, Central Lombok by employing strategies such as discussion, role-playing, and games. The result showed that the subjects of the study were enthusiastic in learning English technical terms related to tourism and achieved good understanding on the topic to enhance their mastery on the Tourism related terms for their better professionalism.
Pengenalan Teks Genre Sastra dalam Bahasa Sasak: Sebagai Bahan Baku Penyusunan Materi Muatan Lokal Bahasa Sasak pada Guru-Guru Pendidikan Dasar di Kecamatan Selong Paridi, Khairul; Sudika, I Nyoman; Syahbuddin, Syahbuddin; Murahim, Murahim; Ashriany, Ratna Yulida
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1299

Abstract

ABSTRAK Bahan ajar tentang sastra dalam Kurikulum 2013 mestinya berbasis pada pembelajaran tentang teks tetapi setelah dicermati pembahasan materi dalam kurikulum dan buku-buku pelajaran bahasa Sasak pada pendidikan dasar dan menengah lebih ditekankankan pada nilai keindahan dan nilai karakternya saja. Selain itu, penyediaan materi ajar tentang teks genre sastra masih terbatas, akibatnya pembelajaran tentang teks sastra kurang mendapat perhatian yang memadai. Berdasarkan masalah tersebut, tulisan ini bertujuan membahas teks genre cerita rakyat Sasak dari segi struktur teks, piranti kebahasaan dan lainnya. Pembelajaran yang berbasis pada teks sastra ini menunjang keterampilan berbahasa dan dapat membantu anak memahami nilai dan keindahan sastra Sasak. Hasil analisis ini diharapkan dapat membantu para guru untuk menyiapkan bahan ajar materi muatan lokal bahasa Sasak. ABSTRACT Teaching materials about literature in the 2013 Curriculum should focus more on learning about texts. Contrarily, the materials in the curriculum and Sasak language textbooks in primary and secondary education, give more emphasis on the beauty and character values instead of text. In addition, the provision of teaching materials on literary genre texts is still limited, as a result, learning about literary texts does not receive adequate attention. Based on these problems, this paper aims to discuss the text of the Sasak folklore genre in terms of text structure, linguistic tools, and others. Learning based on literary texts supports language skills and helps children understand the value and beauty of Sasak literature. The results of this analysis are expected to help teachers to design customized learning materials for local content subject of Sasak language.
Peningkatan Kemampuan Penggunaan Kalimat Simple Past Tense Menggunakan Media Flashcard bagi Mahasiswa Manajemen Administrasi dan Komputerisasi Akuntansi Sugianto, Riris; Wahyuningsih, Baiq Yuni; Wardiningsih, Reny
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1300

Abstract

ABSTRAK Kegiatan abdimas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa jurusan Manajemen Administrasi dan Komputerisasi Akuntasi di UTM Mataram dalam menggunakan pola kalimat aktif Simple Past Tense berbentuk positif, negatif, dan interogatif yang baik dan benar menggunakan media kartu bergambar atau flashcard. Selain itu, penggunaan media flashcard bertujuan untuk menyegarkan pikiran mahasiswa agar dapat memahami materi dengan cepat dengan cara yang menyenangkan sekaligus melatih kejelian, kecepatan, dan ketepatan menebak verba berbentuk past simple tense yang sesuai dengan gambar pada flashcards. Kegiatan diawali dengan melakukan observasi dan wawancara kepada mahasiswa untuk mengetahui kendala mereka dalam menggunakan bentuk waktu lampau dalam bahasa Inggris yaitu simple past tense. Kegiatan inti dilakukan dengan memaparkan materi tentang pola-pola dan contoh-contoh kalimat simple past tense dalam bentuk positif, negatif, dan interogatif disertai latihan menggunakannya dalam kalimat sesuai pola gramatikalnya. Kegiatan ditutup dengan diskusi-tanya jawab untuk mengetahui level pemahaman peserta serta kendala yang mungkin masih mereka hadapi. Sesuai hasil evaluasi, kegiatan abdimas ini telah mencapai tujuan yang ditargetkan, yakni: (1) peserta mampu mendeskripsikan dan membedakan pola-pola kalimat simple past tense berbentuk positif, negatif, dan interogatif; (2) peserta mampu menggunakannya dalam kalimat sesuai dengan pola masing-masing; dan (3) peserta mampu meningkatkan kecepatan dan kejeliannya membuat kalimat simple past tense menggunakan media flashcard dengan metode yang menyenangkan. ABSTRACT This community service aims at improving the ability of students majoring in Administration Management and Computerized Accounting at UTM Mataram to understand the simple past tense (positive, negative, interrogative) using picture flashcards. Picture flashcards can be good teaching resource to teach and study English verbs. Some of the benefits are to improve language skills, increase students’ ability to compose, memorize stories, and analyze a problem, and enrich students’ vocabulary. In addition to that, flashcards boost learners’ confidence, build up good and effective communication, and enhance creativity. Prior to the program, the team conducted a preliminary survey and interview to map students’ problems in understanding English tenses i.e. the simple past tense. The materials presented in the main activity included the patterns, examples, and sentence building practices of simple past tense using picture flashcards containing simple past verbs. The activity was ended with discussion, question and answer, and a questionnaire filling survey to trace participants’ understanding and remaining obstacles concerning the materials. Based on the evaluation, the program has achieved the targeted outcomes that include participants being able to: (1) describe and distinguish the patterns of simple past tense in positive, negative, and interrogative forms; (2) build grammatically correct simple past tense sentences; (3) increase the speed and foresight in building simple past tense sentences; and (4) cheerfully engage in grammar learning activities of the simple past tense using flashcards media.
Pemanfaatan Buah Kelapa sebagai Penunjang Ekonomi Kreatif di Desa Belo Kecamatan Jereweh: Program KKN Mahasiswa Kirana, Galuh Candra; Nurmawaddah, Yenny; Dewi, Eka Mustika; Pratama, Fendi Agus; Qodri, Muh. Syahrul
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1303

Abstract

ABSTRAK Desa Belo Kecamatan Jereweh merupakan salah satu desa yang memiliki hasil hutan melimpah meliputi rotan, madu, dan kelapa. Permasalahan di desa ini adalah nilai ekonomis buah kelapa sangat rendah karena kurangnya pemahaman dan informasi masyarakat terhadap pengolahan dan pemasaran buah kelapa. Selain itu, masyarakat masih konvensional dalam pemanfaatan kelapa dengan hanya menjual mentahan dari buah kelapa tanpa tahu cara mengolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Terdapat satu produk kelapa dari desa Belo yaitu minyak Jereweh yang hanya dipasarkan di wilayahnya sendiri padahal minyak tersebut memiliki potensi besar dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Pembuatan minyak Jereweh menghasilkan limbah bubur kelapa yang menjadi masalah baru bagi lingkungan. Untuk mengatasi masalah tersebut, kelompok KKN Terpadu Desa Belo menyusun program kerja untuk membantu memasarkan produk minyak Jereweh ke masyarakat secara luas dan melatih mereka membuat produk olahan berupa bolu yang disebut BOLKER yang terbuat dari sisa bubur kelapa yang dikeringkan. ABSTRACT Belo Village, Jereweh District is one of the villages that has abundant forest products which include rattans, honey, and coconuts. However, the economic value of coconuts in Belo village is very low due to the lack of information on how to process and market the coconuts products well. Moreover, Belo people are still conventional in which they only sell raw coconuts without ever thinking of processing them into other food products that have higher economic value. There is one famously known coconut product from the village called “Jereweh coconut oil” which is only marketed in the village surrounding area despite having a great potential to boost the villagers' economy. This community service program aims to educate and help to promote the Jereweh oil products to the wider communities and train them to make muffins made of the by-product of dried coconut pulp called BOLKER.