cover
Contact Name
Lalu Jaswadi Putera
Contact Email
elputra@unram.ac.id
Phone
+6283830259411
Journal Mail Official
darmadiksani@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jln. Majapahit No. 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27986918     EISSN : 27986799     DOI : https://doi.org/10.29303/darmadiksani
Core Subject : Education, Social,
Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora merupakan wahana untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hasil dari program pengabdian atau layanan kepada masyarakat dalam pengembangan teori keilmuan, konsep pemikiran, model, atau hasil penelitian yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan dua nomor dalam setiap volume atau dua kali terbit dalam satu tahun yakni pada bulan Juni dan Desember.
Articles 245 Documents
Sosialisasi Ragam Keterampilan Menyimak Bahasa Inggris bagi Mahasiswa S1 Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Mataram Hanafi, Nurachman; Mahawan, Sri; Azizah, Nurul
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1325

Abstract

ABSTRAK Menyimak merupakan salah satu dari empat keterampilan yang fundamental pada tataran pembelajaran bahasa Inggris. Dibanding keterampilan lainnya seperti berbicara, membaca dan menulis, peran menyimak sangat dinamis karena mampu mengintegrasikan ketiga keterampilan lainnya kedalam keberlangsungan pembelajaran integrated four skills. Kendati keterampilan menyimak penting tetapi sulit dipelajari dan diajarkan (Alzamil 2021). Sosialisasi keterampilan menyimak dilakukan dengan tujuan: (a) membekali mahasiswa dengan ragam ketrampilan menyimak Bahasa Inggris secara umum sehingga mereka siap mengikuti matakuliah Extensive Listening tanpa kendala, dan (b) memfasilitasi mereka dengan pengetahuan identifikasi karakterisasi dari tiap model menyimak serta aktivitas pembelajarannya sehingga mereka dapat membedakan ragam menyimak satu dari lainnya. Sosialisasi ini melibatkan 20 mahasiswa sebagai respondennya dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya-jawab lalu diakhiri dengan pengisian angket tentang informasi dari ketiga tahap kegiatan sebagai umpan-balik. Hasilnya menunjukkan bahwa 60% dari responden menyatakan puas dan bermanfaat, 35% sangat puas dan sangat bermaanfaat serta 5% belum puas dan belum melihat manfaatnya. ABSTRACT Listening is one of the four fundamental skills in learning English. Compared to other skills such as speaking, reading, and writing, the role of listening is very dynamic since it can integrate the other three skills into the continuity of learning the integrated four skills. Although listening skill is important, it is difficult to learn and teach. This community service program of listening skill was carried out with the aims to: (a) equip students with a variety of English listening skills in general so that they are ready to take Extensive Listening course without any difficulties, and (b) facilitate students with the ability to identify the types of listening models and learning activities so that they can be able to differentiate between listening models from one another. This program was attended by 20 participants. The materials were delivered through lecture, discussion, and question-and-answer. To gather information about their understanding, suggestion, and feedback concerning the program, the participants were given a questionnaire by the end of the program. The results show that 60% of them say that this program is satisfying and useful, 35% say it is very satisfying and very useful, and only 5% say it is not satisfying and have not seen any benefit from it.
Pelatihan Pembuatan dan Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Volume Bangun Ruang bagi Guru SD Gugus III Gunungsari Hayati, Laila; Subarinah, Sri; Baidowi, Baidowi; Kurniati, Nani; Arjudin, Arjudin
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1338

Abstract

ABSTRAK Kurangnya penggunaan alat bantu/ media dalam pembelajaran, mendorong tim pengabdian untuk melakukan kegiatan pelatihan bagi guru-guru SD pelajaran matematika Gugus III Gunungsari, Lombok Barat. Fokus pelatihan adalah pembuatan dan penggunaan alat peraga volume bangun ruang. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan penyampaian materi, dilanjutkan dengan demonstrasi dan pembuatan alat peraga, serta evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan guru-guru dalam membuat dan menggunakan alat peraga volume bangun ruang meningkat. ABSTRACT The lack of teachers’ interest in using teaching media for mathematics learning encouraged the community service team to conduct a professional development for elementary school mathematics teachers in Cluster III Gunungsari, West Lombok Regency. The community service aims to coach elementary school mathematics teachers to be able to make an instructional media for solid volume learning material. The coaching started with the presentation, demonstration, making the teaching aids, and evaluation. The results show that the coaching has improved the teachers’ knowledge and skills in making and using the solid volume visual aids.
Upaya Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Android “Lectora Inspire” Satibi, Ahmad; Rudi, Mad; Aprinaldo, Andre; Ikmaludin, Ahmad Beryliumsyah
DARMADIKSANI Vol 3 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v3i1.2074

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas memberikan tugas tambahan bagi guru dalam menentukan media pembelajaran yang cocok dan tidak monoton kepada siswa. Inovasi dalam media pembelajaran merupakan solusi untuk mengatasi tantangan belajar. Lectora Inspire merupakan software pengembangan belajar elektronik (e-learning) yang relatif mudah diaplikasikan atau diterapkan untuk para pendidik. Metode pengabdian dilaksanakan melalui ceramah, diskusi, dan simulasi. Pendidik mengetahui pentingnya kebaharuan media pembelajaran untuk pentingnya terlaksana pembelajaran yang efektif, efisien, dan tererstuktur. Pembuatan media pembelajaran Lectora Inspire yang diujikan memiliki aspek usability dan functionality. Kebaharuan media pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga terciptanya pembelajaran yang efektif dan terstruktur. ABSTRACT The limited face-to-face learning activities pose an additional task for teachers in determining suitable and non-monotonous learning media for students. Innovative approaches in learning media serve as a solution to overcome learning challenges. Lectora Inspire, an electronic learning software (e-learning), offers a relatively easy application for educators. The engagement methods include lectures, discussions, and simulations. Educators understand the importance of incorporating innovative learning media to ensure effective, efficient, and structured learning. The created Lectora Inspire learning media underwent testing in terms of usability and functionality. The introduction of innovative learning media aims to enhance students' motivation and improve their academic achievements, thereby establishing an effective and structured learning environment.
Keterampilan Belajar Abad 21 Integrasi TPACK 4C (Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, and Communication) di Ponpes Nurul Iman Wattaqwa NW Boro' Tumbuh Suralaga Lombok Timur Amrullah, Amrullah; Sahuddin; Nawawi; Fadjri, Muhammad; Nurtaat, Lalu
DARMADIKSANI Vol 3 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v3i1.2320

Abstract

ABSTRAK Mitra pengabdian ini adalah Pesantren Tumbuh Nurul Iman Wattaqwa NW Boro' Kecamatan Suralaga Lombok Timur. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk memecahkan beberapa permasalahan yang dihadapi guru dalam menerapkan keterampilan abad 21 4C (Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, and Communication). Masalah utamanya adalah banyak mitra guru yang masih bingung tentang apa yang diharapkan saat membuat perangkat pembelajaran. Kebingungan kembali meningkat setelah dikembangkannya praktek-praktek yang mengakomodir perangkat pembelajaran dengan karakteristik yang disyaratkan Revolusi Industri 4.0 yang mengharuskan para guru untuk mumpuni dalam menyusun instrumen pembelajaran yang memuat aspek Teknologi, Pedagogi dan Konten dan Pengetahuan (TPACK). Hasil pengabdian ini menunjukkan semakin menguatnya pemahaman guru terhadap konsep kurikulum, konsep perangkat pembelajaran, dan ciri-ciri kompetensi yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 yang mengintegrasikan TPACK dan kemampuan 4C dalam pembelajaran. ABSTRACT This community service partnered with Nurul Iman Wattaqwa NW Boro' Growing Islamic Boarding School, Suralaga District East Lombok Regency. It aims at solving some of the problems faced by teachers in applying 21st century 4C skills (Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, and Communication). The main problem is that many teachers were still tangled about what to expect when creating the learning instruments. It was even more confusing when it came to developing learning instruments that could cope with the characteristics of the 21st century education that promote high competencies in Technology, Pedagogy and Content and Knowledge (TPACK) as well as 4C. The results show that there is an upgrading in teachers' understanding of curriculum concept, learning instruments, and learning competencies required in Industrial Revolution 4.0 that integrates TPACK and 4C in learning.
Penyuluhan tentang Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Pola Lesson Study For Learning Community (LSLC) bagi Guru-Guru Bahasa Indonesia di SMP Se-Kabupaten Lombok Barat Sudika, I Nyoman; Kaharuddin; Asyhar, Mochammad; Nazir, Yuniar Nuri; Wahidah, Baiq
DARMADIKSANI Vol 3 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v3i1.2631

Abstract

ABSTRAK Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai prinsip dasar Lesson Study for learning community( LSLC) bagi guru- guru ketika dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia SMP di Kabupaten Lombok Barat. Di samping itu, kegiatan ini bermaksud untuk meningkatkan professional guru dengan meningkatkan kualitas pembelajaran, dan meningkatkan kreativitas peserta didik dalam mengikuti pelajaran melalui LSLC ini. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah dan pendampingan. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan materi pokok tentang pola lesson study for learning community (LSLC) kepada peserta agar memperoleh pengetahuan baru dan pemahaman yang sama mengenai LSLC secara komprehensif. Kegiatan pendampingan disasarkan pada latihan menyusun perangkat pembelajaran sebagai kegiatan perencanaan pembelajaran dalam konsep LSLC. Dalam kegiatan prencanaan pembelajaran (Plan) para peserta mampu menyusun secara bersama-sama rancangan pembelajaran berupa Chapter Design dan Lesson Design. Hasil kegiatan ini diharapkan peserta dapat mengimplementasikan konsep-konsep LSLC ini dalam pelaksanaan proses pembelajaran di dalam kelas mereka masing-masing. ABSTRACT This community service program aimed to provide insights into the basic principles of Lesson Study for learning community (LSLC) for teachers when implementing Indonesian language lessons in West Lombok District junior high schools. Additionally, this activity intended to enhance teachers' professionalism by improving the quality of instruction and fostering students' creativity through LSLC. The activity was conducted using lecture and mentoring methods. The lecture method was employed to deliver the main content on the pattern of Lesson Study for learning community (LSLC) to participants, enabling them to acquire new knowledge and a comprehensive understanding of LSLC. The mentoring activity focused on practicing the development of instructional materials as part of the lesson planning process within the LSLC concept. During the lesson planning phase (Plan), participants were able to collaboratively design learning frameworks such as Chapter Design and Lesson Design. The outcome of this activity is expected to enable participants to implement these LSLC concepts in their respective classrooms.
Pengenalan Korpus Data Bahasa pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram Jafar, Syamsinas; Intiana, Siti Rohana Hariana; Wahidah, Baiq; Khairussibyan, Muh.
DARMADIKSANI Vol 3 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v3i1.2745

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan hasil penelitian analisis kesalahan berbahasa, kemampuan mahasiswa dalam menerapkan kaidah kebahasaan ketika menulis akademik masih kurang. Ada semacam pola dan jenis kesalahan yang umum dan selalu terjadi ketika mahasiswa menulis skripsi. Oleh karena itu, dalam rangka menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas dari segi substansi sekaligus tata tulis, penyuluhan bentuk kesalahan berbahasa dalam skripsi perlu dilakukan. Dengan demikian, kesalahan berbahasa skripsi dapat diminimalisasi. Penyuluhan dilaksanakan dalam bentuk ceramah, studi kasus, diskusi kelompok terpumpun, dan demonstrasi. Secara khusus, metode penyuluhan mengadopsi tahapan pembelajan teks dengan sedikit modifikasi. Tahapan yang dimaksud, yakni membangun konteks, memberikan model, menemukan kesalahan, dan mengevaluasi kesalahan. Kegiatan penyuluhan ini berkontribusi pada peningkatan kemampuan peserta dalam melakukan swasunting terhadap tulisan sendiri menjadi lebih baik. Selain itu, para peserta lebih memahami hubungan teori kebahasaan dengan kesalahan berbahasa sehingga memudahkan mereka menganalisis dan mengidentifikasi kesalahan berbahasa. Pada akhirnya, kegiatan penyuluhan ini berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas tulisan ilmiah mahasiswa khususnya dari segi tata tulis. Peningkatan kualitas tersebut juga selaras dengan peningkatan kualitas lulusan dan capaian pembelajaran lulusan. ABSTRACT The main goal of this community service program was to address the existing issue that students face when writing scientific papers, particularly their lack of understanding of language data corpus, which is crucial for their research. The problem stems from the fact that students have limited knowledge about language data corpus, which ideally should have been taught in research methodology classes before they start writing their scientific papers. To overcome this challenge, the community service initiative aimed to introduce language data corpus to students enrolled in the Indonesian Language and Literature Program at the University of Mataram. The objective was to enhance their comprehension of this linguistic resource, specifically targeting final-year students who were working on their scientific theses. The program involved a combination of offline and online activities. Offline sessions were used to deliver both theoretical and practical content, while online components included student registration via WhatsApp groups and Google forms, as well as final evaluations and reflection activities conducted through the same platform. The offline activities employed various methods such as lectures, discussions, and group presentations to facilitate learning. The training was successfully carried out according to the planned schedule, yielding the desired outcomes. The results demonstrated that the participants, or students, were able to understand the conceptual aspects of a corpus, including electronic and non-electronic data corpus, metadata, annotations, and more. They were also able to apply this knowledge by completing assignments, participating in discussions, and delivering presentations. The evaluation results indicated satisfactory performance, and participant reflections showed a positive response to the training.
Optimalisasi Mitigasi Bencana dengan Menanam Mangrove di Kawasan Kuta Mandalika Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Welmart, Dylan Ritosa Theadiva; Komalasari, Indah; Pratiwi, Ni Made Indira; Sukmawati, Baiq Nadia Indra; Batari, Denita Dea; Sari, Ilma Nopita; Aulia, Ema Valy; Anggastani, Novita Dia; Kurniawan, Indra; Abimanyu, Raditya Razindra
DARMADIKSANI Vol 3 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v3i1.2748

Abstract

ABSTRAK Mangrove adalah tumbuhan yang mampu hidup dan berkembang di daerah tepi pantai yang terdampak pasang surut air laut.Daerah Kuta adalah salah satu daerah yang masih sering terjadi banjir apabila curah hujan yang turun cukup deras.Oleh karena itu, penanaman mangrove di kawasan konservasi hutan mangrove diharapkan dapat mengurangi dampak yang terjadi apabila daerah Kuta terkena banjir maupun abrasi.Kegiatan penanaman 500 bibit mangrove ini mendapat bantuan dan berkolaborasi bersama Sahabat Pulau Indonesia serta Karang Taruna Kec.Pujut.Secara umum, kegiatan penanaman 500 bibit mangrove berjalan dengan baik.Kegiatan penanaman mangrove dilaksanakan dengan tujuan memunculkan kepedulian masyarakat khususnya daerah Kuta terhadap lingkungan serta pencegahan terjadinya bencana. ABSTRACT Mangroves are plants that are able to live and thrive in coastal areas affected by tides. Kuta is one of the areas that often floods when the rainfall is heavy enough. Therefore, planting mangroves in mangrove forest conservation areas is expected to reduce the impact that occurs if the Kuta area is affected by flooding or abrasion. The activity of planting 500 mangrove seedlings received assistance and collaborated with Sahabat Pulau Indonesia and Karang Taruna Kec. Pujut. In general, the planting of 500 mangrove seedlings went well. Mangrove planting activities are carried out with the aim of raising public awareness, especially the Kuta area for the environment and preventing disasters.
Penyuluhan Bentuk Kesalahan Berbahasa Skripsi bagi Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Hidayat, Rahmad; Asyhar, Mochammad; Jafar, Syamsinas; Musaddat, Syaiful; Murahim
DARMADIKSANI Vol 3 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v3i1.2788

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan hasil penelitian analisis kesalahan berbahasa, kemampuan mahasiswa dalam menerapkan kaidah kebahasaan ketika menulis akademik masih kurang. Ada semacam pola dan jenis kesalahan yang umum dan selalu terjadi ketika mahasiswa menulis skripsi. Oleh karena itu, dalam rangka menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas dari segi substansi sekaligus tata tulis, penyuluhan bentuk kesalahan berbahasa dalam skripsi perlu dilakukan. Dengan demikian, kesalahan berbahasa skripsi dapat diminimalisasi. Penyuluhan dilaksanakan dalam bentuk ceramah, studi kasus, diskusi kelompok terpumpun, dan demonstrasi. Secara khusus, metode penyuluhan mengadopsi tahapan pembelajan teks dengan sedikit modifikasi. Tahapan yang dimaksud, yakni membangun konteks, memberikan model, menemukan kesalahan, dan mengevaluasi kesalahan. Kegiatan penyuluhan ini berkontribusi pada peningkatan kemampuan peserta dalam melakukan swasunting terhadap tulisan sendiri menjadi lebih baik. Selain itu, para peserta lebih memahami hubungan teori kebahasaan dengan kesalahan berbahasa sehingga memudahkan mereka menganalisis dan mengidentifikasi kesalahan berbahasa. Pada akhirnya, kegiatan penyuluhan ini berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas tulisan ilmiah mahasiswa khususnya dari segi tata tulis. Peningkatan kualitas tersebut juga selaras dengan peningkatan kualitas lulusan dan capaian pembelajaran lulusan. ABSTRACT Based on the findings of linguistic error analysis research, it is evident that students' proficiency in applying grammatical norms when composing academic texts remains insufficient. There exist discernible patterns and common types of errors that consistently manifest in students' thesis writing endeavors. Consequently, in order to generate scholarly works of commendable substance and composition, it is imperative to undertake pedagogical interventions aimed at addressing the linguistic errors prevalent in theses. By doing so, the prevalence of such errors in thesis composition can be minimized. The instructional interventions take the form of didactic lectures, illustrative case studies, focused group discussions, and demonstrative exercises. Specifically, the pedagogical approach employs a modified rendition of the textual comprehension stages. These stages encompass establishing the appropriate context, furnishing exemplars, identifying errors, and evaluating their presence. The pedagogical activities conducted play a pivotal role in enhancing participants' aptitude for conscientiously revising their written discourse, thereby leading to marked improvements in their compositional proficiency. Furthermore, these interventions engender an enhanced understanding among participants regarding the interrelationship between linguistic theory and language errors, thereby facilitating their ability to analyze and discern instances of faulty language usage. Ultimately, the culmination of these pedagogical endeavors significantly contributes to elevating the caliber of students' scholarly writing, particularly with regard to stylistic conventions. This elevation in quality is in consonance with the overall enhancement of graduates' scholarly acumen and educational attainment.
Pelatihan Perancangan, Pembuatan, dan Penggunaan Media Pembelajaran Edukatif Berupa Alat Peraga Matematika bagi Mahasiswa Program Studi PGSD Wahyuningsih, Baiq Yuni; Sugianto, Riris; Wardiningsih, Reny
DARMADIKSANI Vol 3 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v3i1.2817

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran matematika memiliki peran yang sangat penting dalam membangun pondasi yang kuat dalam pemahaman konsep, ide, gagasan, aturan, dan logika matematika. Dalam konteks ini, media pembelajaran, terutama dalam pembelajaran matematika, menjadi alat yang sangat membantu bagi guru dalam menyampaikan materi pelajaran dengan lebih efektif. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memahami betapa pentingnya peran media dalam pendidikan dasar, serta memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis media yang dapat digunakan. Selain itu, guru juga perlu memiliki kemampuan dalam memilih media yang sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan, serta mampu merencanakan dan membuat media pembelajaran sendiri dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana, ekonomis, dan mudah didapatkan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam tiga tahap yang terstruktur dengan baik yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap penyampaian materi pelatihan, tahap evaluasi, dan tahap refleksi. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sebagai calon guru dalam merancang, membuat, dan menggunakan media pembelajaran edukatif matematika. ABSTRACT Learning mathematics fosters the development of essential foundational skills in comprehending concepts, ideas, rules, and logic within the subject, enabling students to apply reasoning and proof to solve real-life problems. Utilizing instructional media, particularly in mathematics classes, significantly aids teachers in effectively delivering the curriculum. Consequently, it is crucial for teachers in elementary education to grasp the purpose and significance of media, familiarize themselves with various media options, select appropriate ones for specific subjects, and be capable of planning and creating their own learning materials using simple, affordable, and easily accessible resources. The community service activities are implemented through three stages: Preparation Stage, involving the arrangement of training materials; Implementation Stage, where the training is conducted according to the established schedule; and Evaluation Stage, aimed at identifying any shortcomings or obstacles encountered during the implementation process. The outcomes derived from these service activities encompass enhanced knowledge and skills of prospective teachers in designing and utilizing educative learning media, specifically elementary mathematics teaching aids. Additionally, diverse teaching aids tailored to specific concepts have been developed to facilitate effective instruction in elementary mathematics.
Pelatihan Penyusunan Procedure Text For Oral Communication Tentang Cara Membuat Makanan dan Minuman Tradisional untuk Meningkatkan Kemampuan Pronunciation dan Vocabulary Mahasiswa Perhotelan Sugianto, Riris; Rahman, Lalu Isnaini
DARMADIKSANI Vol 3 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v3i1.2832

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari kegiatan abdimas ini adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan pola kalimat perintah (imperative sentence) dengan baik dan benar. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan menggunakan kalimat imperatif dalam menyusun teks prosedural, terutama dalam matakuliah English for Tourism, yang mengharuskan mereka untuk dapat menjelaskan langkah-langkah atau prosedur dalam membuat minuman dan makanan khas daerah suku Sasak, Samawa, dan Mbojo di NTB. Hal ini penting karena NTB terkenal dengan pariwisatanya dan banyak turis internasional yang datang berlibur ke sana. Oleh karena itu, menjadi suatu keunikan jika mahasiswa lokal mampu menjelaskan kepada wisatawan asing cara membuat minuman dan makanan khas daerah mereka, seperti Pelecing Kangkung, Poteng jaja tujaq, Sepat, Minasarua, dan lain sebagainya. Hal ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk lebih mengenal kekayaan wisata kuliner di NTB. Selain itu, ini juga akan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berkomunikasi dengan penutur asing dalam bahasa Inggris. Kegiatan dimulai dengan melakukan observasi awal dan wawancara untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi mahasiswa dalam menggunakan kalimat imperatif dalam bahasa Inggris. Kegiatan inti melibatkan penyampaian materi mengenai pola-pola dan contoh-contoh kalimat perintah dalam bentuk positif dan negatif, diikuti dengan latihan penggunaan pola gramatika yang tepat. Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab untuk mengukur pemahaman peserta serta mengidentifikasi kesulitan yang masih dihadapi. Berdasarkan evaluasi, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan, yaitu: peserta dapat memahami dan membedakan pola-pola kalimat imperatif positif dan negatif; peserta dapat menyusun kalimat yang sesuai melalui latihan terbatas; dan peserta dapat menghasilkan kalimat perintah untuk teks prosedural dan mempresentasikannya dengan cukup percaya diri untuk menjelaskan prosedur pembuatan beberapa jenis makanan dan minuman khas suku Sasambo di NTB. ABSTRACT The purpose of this community service program is to enhance students' ability to effectively and correctly use the pattern of imperative sentences. Indonesian EFL students need to be proficient in using imperative sentences when composing procedural texts, especially in the English for Tourism course, which in one of its learning objectives, requires them to describe the steps or procedures for preparing traditional drinks and dishes from the Sasak, Samawa, and Mbojo ethnic groups in NTB. This is important because NTB is very popular for its tourism, attracting many international tourists to visit. It would be unique and appealing to have local NTB students/youngsters capable of describing to foreign tourists how to prepare their traditional drinks and dishes, such as Pelecing Kangkung, Poteng Jaja Tujaq, Sepat, Minasarua, and others. This would not only be an opportunity to promote culinary tourism but also boost the students' confidence in communicating with English-speaking foreigners. The activity began with initial observation and interviews to identify the challenges that students faced in using imperative sentences in English. The main activity involved delivering materials on patterns and examples of positive and negative imperative sentences, followed by guided practice on using the appropriate grammatical patterns of imperative sentences. The program concludeed with discussions and question-and-answer sessions to assess the participants' understanding and identified any difficulties they might still encounter. Based on the evaluation, this program has successfully achieved its objectives: participants can comprehend and differentiate between positive and negative imperative sentence patterns; participants can construct suitable sentences through guided practice; and participants can produce imperative sentences for procedural texts and confidently do a mini presentation describing the procedures for making various traditional dishes and drinks from the Sasambo ethnic groups in NTB.