cover
Contact Name
Lalu Jaswadi Putera
Contact Email
elputra@unram.ac.id
Phone
+6283830259411
Journal Mail Official
darmadiksani@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jln. Majapahit No. 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27986918     EISSN : 27986799     DOI : https://doi.org/10.29303/darmadiksani
Core Subject : Education, Social,
Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora merupakan wahana untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hasil dari program pengabdian atau layanan kepada masyarakat dalam pengembangan teori keilmuan, konsep pemikiran, model, atau hasil penelitian yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan dua nomor dalam setiap volume atau dua kali terbit dalam satu tahun yakni pada bulan Juni dan Desember.
Articles 337 Documents
Pengembangan English Corner Estetik untuk Mendukung Literasi Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar: Developing Aesthetic English Corner to Support English Literacy among Elementary School Students Moh. Fauzi Bafadal; Irwandi Irwandi; Muhammad Hudri; Sofia Dwi Sanzain; Putri Hindun Anifayakun Shahab; Egas Guarta; Muhammad Amirullah; Dina Apriana; Rima Rahmaniah
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.10548

Abstract

Rendahnya paparan bahasa Inggris di lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor yang membatasi kesempatan siswa sekolah dasar untuk berinteraksi dengan kosakata bahasa Inggris di luar pembelajaran formal. Kondisi tersebut ditemukan di SDIT Al-Fajar Academy Mataram yang belum memiliki lingkungan belajar berbasis visual yang mendukung pembelajaran bahasa Inggris secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan English Corner estetik sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan untuk menciptakan atmosfer English-friendly dan meningkatkan literasi bahasa Inggris siswa. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2026 dengan melibatkan 22 siswa kelas IV SDIT Al-Fajar Academy Mataram. Metode yang digunakan meliputi observasi kebutuhan mitra, perancangan tampilan media (media display), instalasi English Corner, sosialisasi, pendampingan penggunaan media, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa English Corner berhasil dibangun dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar tambahan yang menarik bagi siswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa 95% siswa memperhatikan penjelasan fasilitator, 91% menunjukkan rasa ingin tahu terhadap media yang tersedia, dan 86% berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Keberadaan English Corner memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat belajar bahasa Inggris serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan kondusif. Program ini juga menghasilkan media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh guru dan siswa sebagai bagian dari upaya penguatan literasi bahasa Inggris di sekolah dasar. Pengembangan English Corner perlu dilanjutkan dan dioptimalkan secara berkelanjutan melalui pembaruan konten, pelibatan aktif guru dan siswa, serta evaluasi berkala untuk memperkuat efektivitasnya dalam meningkatkan literasi bahasa Inggris.
Pelatihan Penggunaan AI untuk Proses Pembelajaran Menulis Bahasa Inggris: Training Program on the Utilization of AI in English Writing Instruction Suryadi Suryadi; Meida Fitriana; Fajar Erlangga; Fitrahn Satria Tama; Hendi Hendi; Candra Anggriana; Anisya Novitasari; Nurholifah Nurholifah
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.10681

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan kemampuan menulis bahasa Inggris siswa melalui pemanfaatan teknologi AI. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 16 April 2026 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Serang kabupaten Serang, Banten. Peserta terdiri dari 25 siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Serang dan 5 guru Bahasa Inggris sebagai pendamping. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung. Terdapat peningkatan kemampuan menulis bahasa Inggris siswa, hal ini dibuktikan dengan hasil pre-test dan post-test, skor pre-test 60,15 dan skor post-test 85,85. Hasil post-test yang dilaksanakan setelah rangkaian kegiatan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis bahasa Inggris peserta. Penggunaan AI terbukti membantu siswa meningkatkan kemampuan menulis, terutama dalam aspek grammar, vocabulary, organization, dan pengembangan ide tulisan.
Pelatihan Menulis Buku Cerita Bergambar dan Metode Bercerita bagi Mahasiswa untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi pada Masyarakat di Desa Rian Rayo: Training Program in Writing Picture Storybooks and Storytelling Methods for University Students to Enhance Literacy Skills in Rian Rayo Village Community Ady Saputra; Muhammad Fachrul Jery Rahmatullah; Putri Nurasnisah Asikin; Fitria Heriyanti; Hasnah Hasnah; Fhajar Riyanto; Febi Kasmawati; Milla Olivia
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.11087

Abstract

Kemampuan literasi diperlukan mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa. Meningkatkan literasi dapat dilakukan dengan membaca buku cerita bergambar. Maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan berkolaborasi dengan mahasiswa dengan tujuan melatih menulis buku cerita bergambar dan menerapkan metode bercerita. Sasaran kegiatan ini ditujukan kepada anak dan orang dewasa di lingkungan desa Rian Rayo. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan partisipasi aktif dari anggota komunitas dalam semua tahapan aktivitas. Indikator keberhasilan ini ditinjau dari Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pengembangan buku cerita bergambar dan teknik bercerita. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pengembangan buku cerita bergambar sebesar 95% dan teknik bercerita mahasiswa memperoleh kemampuan 85% dengan kategori sangat baik. Kepuasan masyarakat terhadap buku cerita bergambar dipengaruhi oleh bentuk cerita yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan pengetahuan yang diperoleh Masyarakat. Program ini telah berhasil memberikan dampak terhadap kemampuan literasi pada masyarakat. Adapun keberhasilan lainnya dari program ini yaitu mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan buku cerita bergambar dan kemampuan bercerita. Hasil dari kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan dicetaknya buku cerita bergambar secara masif.
Pelatihan Pembelajaran Berbasis Teknologi melalui Gamified Mobile Self-Regulated Learning bagi Guru Sekolah Dasar: Training Program on Technology-Based Learning through Gamified Mobile Self-Regulated Learning for Elementary School Teachers Haifaturrahmah Haifaturrahmah; Muhammad Nizaar; Nursina Sari; Islahudin Islahudin; Saidati Marhamah
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.11265

Abstract

Pemanfaatan mobile game (gim seluler) membuka peluang bagi guru sekolah dasar untuk menghadirkan pembelajaran yang interaktif, terarah, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman dan pengalaman praktis guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis teknologi melalui Gamified Mobile Self-Regulated Learning (Pembelajaran Mandiri Teregulasi Berbasis Gamifikasi Seluler) dengan memanfaatkan gim seluler. Pelatihan dan pendampingan partisipatif dilaksanakan di SDN Sombek, kecamatan Kopang, kabupaten Lombok Tengah, dengan melibatkan 30 guru dari tiga sekolah dasar dan seorang pengawas sekolah dasar. Pelaksanaan kegiatan mencakup penyampaian materi, praktik terbimbing, pendampingan, diskusi, refleksi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, catatan diskusi, dan refleksi peserta, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat mengikuti alur permainan, menyelesaikan tantangan, mengenali unsur gamification (gamifikasi), mengamati mekanisme umpan balik, serta mengidentifikasi peluang pemanfaatan gim seluler sebagai sarana latihan dalam pembelajaran dengan rata-rata capaian 98,92% (sangat baik), menunjukkan peserta aktif, mampu menggunakan produk, menyelesaikan tantangan, dan memahami unsur gamifikasi serta penerapannya dalam pembelajaran. Refleksi peserta juga menunjukkan pentingnya penyesuaian penggunaan gim seluler dengan materi, tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, kemampuan guru, dan kondisi sekolah. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis kepada guru dalam memanfaatkan gim seluler serta membuka peluang bagi penerapan dan pendampingan lanjutan dalam pembelajaran di kelas. Program lanjutan direkomendasikan berupa penerapan gim seluler di kelas, pendampingan guru secara berkelanjutan, serta evaluasi respons dan pemahaman konsep siswa.
Transformasi menuju Sekolah Sehat melalui Pengolahan Sampah Plastik menjadi Ecobrick di SDN 020 Langsat Hulu: Transformation Program toward a Healthy School through Plastic Waste Management Using Ecobricks at SDN 020 Langsat Hulu Elementary School Irfandi Irfandi; Alsar Andri; Agus Candra; Adra Adra; Fadli Syahputra; Lasmianti Rahma; Siti Aini
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.11267

Abstract

Pengolahan limbah plastikplastik masih menjadi isu yang kerap dihadapi diberbagai Lembaga pendidikan. Limbah plastik yang memerlukan waktu yang sangat lama untuk terdegradasi membutuhkan penanganan yang khusus dalam pengelolaannya. Salah satu Tindakan yang dapat diambil untuk mengurangi pencemaran akibat limbah plastikplastik adalah dengan menciptakan ecobrick. Ecobrick merupakan kegiatan memotong limbah plastik untuk digunakan sebagai bahan bangunan yang ramah terhadap lingkungan. Proyek pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan cara mengolah limbah plastik menjadi ecobrick di SDN 020 Langsat Hulu. Di SDN 020 Langsat Hulu, terdapat 13 guru, 145 siswa, dan tiga kantin yang berada dalam lingkungan sekolah. Pelaksanaan pengabdian dilakukan selama dua hari, dimulai dengan penyampaian materi dan praktik pembuatan ecobrick. Evaluasi terhadap kegiatan ini dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta kuesioner untuk menilai respon peserta. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti kegiatan ini sebesar 96,20%. Para peserta juga memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan dengan presentase 90%. Pembuatan ecobrick yang dilakukan oleh para guru adalah merancang beberapa furnitur untuk mendukung pojok baca siswa, seperti meja dan kursi. Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa mengurangi jumlah limbah plastik dan mendorong kreativitas guru dalam mengolah limbah plastik di sekolah. Disarankan agar program pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang mencakup pemantauan dan pendampingan secara berkelanjutan untuk memastikan penerapan pembuatan ecobrick dapat dilakukan secara berkesinambungan serta dikembangkan untuk dimanfaatkan pada berbagai fasilitas sekolah lainnya.
Edukasi Cerdas Berdigital Aman Berhukum demi Mewujudkan Dunia Digital yang Bertanggung Jawab pada Masyarakat Desa Nambo: Education Program on Smart and Law-Abiding Digital Practices to Foster a Responsible Digital World in the Nambo Village Community Fella Defilla; Mitra Mustaricha; Fitri Fitri; Renanda Kurnia Sutisna; Khalifaturrahmah Khalifaturrahmah; Jihan Orta Wirani
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.11326

Abstract

Transformasi digital yang semakin masif belum diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai etika dan regulasi hukum digital sehingga meningkatkan risiko pelanggaran hukum dalam aktivitas bermedia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi hukum digital, kesadaran bermedia secara bertanggung jawab, serta pemahaman mengenai batasan kebebasan berpendapat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan tindakan berbasis kemitraan edukatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus, simulasi studi kasus, serta pendampingan dengan media Buku Saku Legalitas di Jempolmu, Panduan Cerdas Bermedia Digital. Sasaran kegiatan adalah 20 orangtua siswa di SMK Bina Vokasi Nusantara. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri atas tujuh soal pilihan ganda, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta yang signifikan, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 74,29 pada pre-test menjadi 98,57 pada post-test atau meningkat sebesar 24,28 poin (32,69%). Sebanyak 90% peserta memperoleh nilai sempurna setelah pelatihan, sedangkan seluruh peserta mengalami peningkatan hasil belajar. Selain peningkatan kompetensi peserta, kegiatan juga menghasilkan Buku Saku berhak cipta sebagai media edukasi berkelanjutan, artikel ilmiah, poster, dan dokumentasi video. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan literasi hukum digital masyarakat serta mendukung terwujudnya ekosistem digital yang lebih aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Saran yang dapat diberikan adalah agar SMK Bina Vokasi Nusantara mengoptimalkan pemanfaatan sisa Buku Saku dengan membagikannya kepada seluruh orangtua siswa lintas angkatan melalui grup koordinasi sekolah agar dapat memperluas akses informasi dan memperkuat literasi hukum digital secara mandiri dan berkelanjutan.
Pemberdayaan PKK Desa Ngaresrejo melalui Pelatihan Teknologi Biopori dalam Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga: Empowering the Women's Empowerment Group of Ngaresrejo Village through Biopore Technology Training Program on Household Organic Waste Management Yayu Sriwahyuni Hamzah; Haniyah Haniyah; Utami Puji Lestari
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.11334

Abstract

Pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga masih menjadi tantangan di desa Ngaresrejo karena sebagian masyarakat belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi sederhana berbasis lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ( PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota PKK melalui penerapan pelatihan teknologi biopori sebagai salah satu solusi pengolahan sampah organik rumah tangga. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung (learning by doing), pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, lembar observasi keterampilan, dan angket kepuasan. Sebanyak 30 anggota PKK berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta, yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai pengetahuan dari 56,1% sebelum pelatihan menjadi 89,9% setelah pelatihan, atau meningkat sebesar 33,8%. Capaian tertinggi diperoleh pada indikator kemampuan melaksanakan tahapan pembuatan biopori dengan peningkatan sebesar 39,6%. Selain peningkatan aspek pengetahuan, hasil observasi juga memperlihatkan bahwa tingkat keterampilan peserta mencapai rata-rata 92,7%, yang termasuk kategori sangat baik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan mampu memperkuat kompetensi peserta dalam menerapkan teknologi biopori serta mendorong pengelolaan sampah organik rumah tangga yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Optimalisasi Konservasi Air melalui Penanaman Pohon dan Pembuatan Lubang Resapan Biopori di Desa Dukohkidul: Optimizing Water Conservation through Tree Planting and Construction of Biopore Infiltration Holes Project in Dukohkidul Village Rista Puput Meira Anggraeni; Nadhif Talita Fayi; Hanin Alya' Labibah
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.11336

Abstract

Kekeringan merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat memengaruhi ketersediaan air serta keberlangsungan aktivitas masyarakat, terutama pada wilayah yang bergantung sektor pertanian. Desa Dukohkidul, kecamatan Ngasem, kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu desa yang memerlukan  upaya konservasi lingkungan untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air dan menjaga keberlanjutan sumber daya air. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung upaya pencegahan kekeringan melalui penanaman pohon, pembuatan lubang resapan biopori, yang didukung oleh kegiatan edukasi lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, guru, dan siswa dalam pelaksanaan kegiatan. Program dilaksanakan pada Juli-Agustus 2026 melalui tahapan observasi, koordinasi, edukasi lingkungan, penanaman pohon, pembuatan lubang resapan biopori, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 135 pohon yang terdiri atas beringin, asam jawa, dan tabebuya berhasil ditanam pada wilayah RT 02 hingga RT 10, serta 32 lubang resapan biopori berhasil dibuat sebagai uapaya meningkatkan resapan air tanah. Selain itu, edukasi lingkungan juga berhasil dilaksanakan di MI Wasilatul Huda dan SDN Dukohkidul untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Program ini memperoleh dukungan yang baik dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pihak sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan memberikan kontribusi positif terhadap konservasi lingkungan, peningkatan area penghijauan, dan penguatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Pelatihan Guru Mengembangkan Soal Literasi Matematika Berbasis Budaya Papua Berbantuan Artificial Intelligence: Teacher Training on Developing Papua Culture-Based Mathematical Literacy Questions Assisted by Artificial Intelligence Rian Efendi; Elieser Kulimbang; Firman Rizki Alfianto
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.11339

Abstract

Rendahnya capaian literasi matematika siswa Indonesia, skor 366 pada PISA 2022 terhadap rerata OECD 472, menempatkan guru sebagai simpul pembenahan, terutama di wilayah yang kekayaan budayanya belum digarap menjadi konteks belajar. Pengabdian ini bertujuan menguatkan pemahaman guru mengenai literasi matematika sekaligus melatih keterampilan menyusun soal literasi bermuatan budaya Papua dengan bantuan platform Asisten Guru berbasis AI. Mitranya sepuluh guru SMP Negeri 10 Kota Jayapura, Distrik Muara Tami, kawasan yang berbatasan dengan Papua Nugini. Kegiatan berbentuk pelatihan partisipatif empat fase: persiapan, pelaksanaan inti, evaluasi ketercapaian, dan pemantauan. Pelaksanaan inti menempuh empat tahap, yaitu pemantapan konsep, penggalian konteks budaya, praktik perintah terstruktur enam unsur dengan verifikasi wajib, serta telaah silang berpasangan dan revisi kolaboratif. Data tes awal, tes akhir, rubrik telaah butir, dan lembar observasi diolah secara deskriptif dengan gain ternormalisasi. Seluruh indikator tercapai dan tiga di antaranya terlampaui. Rerata skor bergerak dari 41,00 ke 93,50 dengan gain 0,89 berkategori tinggi, seluruh peserta meningkat, dan simpangan baku menyusut 80,7 persen sehingga pemahaman lebih merata. Terhimpun 100 butir berkonteks Papua; 64 butir lolos telaah putaran pertama dan seluruhnya layak sesudah satu putaran revisi. Seluruh kebutuhan perbaikan terpusat pada komponen konteks: mesin menghasilkan konteks yang tepat secara kewilayahan namun belum akrab bagi siswa, sehingga titik kritis pekerjaan guru bergeser dari memproduksi menjadi mengurasi. Tindak lanjut yang disepakati mencakup pembentukan kelompok pengembang soal dengan jadwal telaah berkala, uji coba butir kepada siswa untuk memperoleh daya beda dan tingkat kesukaran, serta pendampingan daring dan kunjungan berkala tim pengabdi.
Penguatan Kesiapan Karier Siswa Tunarungu melalui Model Inclusive Career Pathways di SLB Negeri Semarang: Strengthening Career Readiness of Deaf Students through Inclusive Career Pathways Model at SLB Negeri Semarang Talitha Lintang Pertiwi; Sri Sugiarti; Khairul Arifin; Adinuringtyas Herfi Rahmawati; Moh. Iqbal Mabruri; Faiz Fatihul 'Alwan; Lutfi Fitra Ferdyandhika; Zalfa Iffah Hukma Shabiyya; Safira Putri Hartono
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.11402

Abstract

Siswa tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Semarang memiliki potensi keterampilan teknis yang tinggi, tetapi masih menghadapi keterbatasan akses terhadap informasi karier inklusif dan kemandirian dalam merencanakan masa depan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kesiapan karier dan keyakinan siswa dalam menentukan pilihan masa depan secara terarah. Program diikuti oleh 20 siswa kelas XI dan XII dengan pendampingan guru, sedangkan evaluasi pre-test–post-test dilakukan terhadap 19 siswa yang memiliki data lengkap. Intervensi menerapkan model Inclusive Career Pathways (ICP) melalui pendekatan visual interaktif yang mencakup refleksi diri, pemadanan kartu profesi, penayangan video inspiratif mengenai tokoh tunarungu yang sukses, dan penyusunan rencana aksi karier. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa proporsi siswa dengan cita-cita spesifik atau cukup spesifik meningkat dari 31,6% menjadi 73,7%, kemampuan mengidentifikasi keterampilan secara spesifik atau cukup spesifik meningkat dari 31,6% menjadi 89,5%, dan pemahaman terhadap kelebihan serta kelemahan diri meningkat dari 26,3% menjadi 68,4%. Media visual interaktif membantu mengurangi hambatan komunikasi verbal, meningkatkan keterlibatan peserta, dan mempermudah siswa menghubungkan potensi diri dengan pilihan profesi. Dengan demikian, program psikoedukasi berbasis ICP menunjukkan potensi dalam memperkuat kesiapan transisi siswa tunarungu menuju dunia kerja sekaligus menyediakan media pendampingan karier yang dapat dimanfaatkan sekolah secara berkelanjutan. Pendampingan dan monitoring perkembangan eksplorasi karier siswa akan dilakukan sebagai tindak lanjut dari program Inclusive Career Pathways ini.