cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 3,430 Documents
Pertanggungjawaban Hukum Pemerintah Desa dalam Pelayanan Publik kepada Masyarakat Tarman, Tarman; Mansyur, Mansyur; Wawan, Wawan; Jamalih, Muhamad
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5518

Abstract

Public service is one of the main functions of village government as the leading governmental organization that directly relates to the community. This study examines "Legal Accountability of Village Government in Public Services to the Community" with the aim of understanding the form, mechanism, and scope of legal accountability inherent in village government when carrying out public services. Through a normative juridical approach by examining related laws and regulations, such as Law Number 6 of 2014 concerning Villages, Law Number 25 of 2009 concerning Public Services, and other technical regulations, this study found that village governments bear legal responsibility both administratively, civilly, and criminally for actions and decisions that cause harm to the community. This accountability encompasses aspects of legality of actions, compliance with service standards, transparency, and accountability in the use of authority. The research findings indicate that there are still obstacles in implementing accountability mechanisms, such as low understanding among village officials, minimal oversight, and weak documentation of service procedures. This study recommends increasing the capacity of officials, strengthening the oversight system, and improving operational service standards as strategic steps to achieve quality village public services based on legal certainty.
PERILAKU ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA DAN EFEKTIVITAS KARYAWAN Sihaloho, Zein Edwin; Warasi, Erisdawati; Zai, Forliani; Lawolo, Mei Tarisna; Zega, Nilka Sartiani; Halawa, Yufensius Lifenka; Prabowo, Aji
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku organisasi merupakan salah satu kajian penting dalam pengembangan manajemen modern karena berhubungan langsung dengan bagaimana individu maupun kelompok bertindak dan berinteraksi dalam lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan, motivasi, komunikasi, dan budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 20 responden yang bekerja pada sebuah organisasi jasa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat persepsi karyawan terhadap variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi memperoleh skor rata-rata tertinggi yaitu 4,18, diikuti oleh kepemimpinan sebesar 4,12, motivasi sebesar 4,05, dan komunikasi sebesar 3,87. Temuan ini mengindikasikan bahwa budaya kerja yang kuat, kepemimpinan yang efektif, serta dukungan motivasional menjadi faktor dominan yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja karyawan. Selain itu, komunikasi yang baik juga berperan dalam menciptakan koordinasi yang efektif meskipun masih diperlukan perbaikan pada aspek penyampaian umpan balik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh strategi manajerial, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas perilaku organisasi yang tercermin melalui budaya kerja, gaya kepemimpinan, motivasi, dan komunikasi internal. Perilaku organisasi yang positif terbukti mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif dan memotivasi individu untuk mencapai tujuan bersama.
Nilai Noken dalam Membangun Persatuan Distrik Urei Faisei Kabupaten Waropen Provinsi Papua Anding, Ahwad; Yunus, Rasid; Moito, Syarif K.; Sirula, Basran
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran noken sebagai simbol budaya yang memiliki fungsi strategis dalam memperkuat persatuan masyarakat Distrik Urei Faisei, Papua. Sebagai warisan budaya takbenda, noken tidak hanya merepresentasikan identitas kolektif masyarakat Papua, tetapi juga menjadi instrumen sosial yang mengatur relasi antargenerasi, antarmarga, serta antarindividu dalam konteks sosial komunal. Kajian literatur menunjukkan bahwa noken berfungsi sebagai simbol identitas, penguat solidaritas, media rekonsiliasi, sarana pendidikan nilai, serta elemen integratif dalam struktur sosial masyarakat Waropen. Nilai-nilai moral seperti gotong royong, tanggung jawab, dan ketekunan ditransmisikan melalui praktik pembuatan noken yang dilakukan secara kolektif, sementara penggunaan noken dalam upacara adat berperan menjaga kohesi sosial dan legitimasi budaya. Fungsi noken dalam penyelesaian konflik menunjukkan kapasitas simbolik budaya lokal dalam memulihkan hubungan sosial secara damai. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami konstruksi makna noken yang bersifat holistik dan kontekstual. Hasil kajian menegaskan bahwa noken bukan sekadar benda budaya, tetapi mekanisme sosial yang mengikat komunitas, menjaga kesinambungan nilai-nilai komunal, serta memperkuat integrasi masyarakat di tengah dinamika perubahan sosial.
Konsep Etika Digital Pada Anak Sekolah Dasar: Tinjauan Al-Qur'an Dan Hadits Tentang Pengaruh Media Sosial Sepriyansyah, Sepriyansyah; Ziaulhak, Ziaulhak; Razzaq, Abdur; Imron, Kristina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial, telah mengubah interaksi sosial bagi anak-anak sekolah dasar. Meskipun menawarkan berbagai manfaat, media sosial juga membawa risiko etika yang signifikan, seperti perundungan, penyebaran berita palsu, dan konten yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep etika digital bagi anak-anak sekolah dasar dari perspektif Islam, dengan merujuk pada prinsip-prinsip dasar yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Hadits. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur kualitatif dengan pendekatan mawḍū'ī (tematik), mengumpulkan dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan prinsip-prinsip komunikasi, tanggung jawab pribadi, kejujuran dalam berbicara, dan menjaga kehormatan diri serta orang lain. Dengan mempertimbangkan tantangan moral yang dihadapi oleh umat islam di era digital, kita akan mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai yang terkandung al Qur’an memberikan pedoman etika serta prinsip-prinsip moral yang mampu membantu generasi penerus menghadapi tantangan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip etika Islam seperti kejujuran, amanah, menjaga privasi, dan bertanggung jawab atas setiap perkataan dapat menjadi landasan kuat untuk membangun kesadaran etika digital pada anak-anak. Implementasi konsep ini memerlukan peran aktif orang tua dan guru sebagai fasilitator dan teladan.
The Dynamics of Policy Implementation: Social Service Agency Strategies for the Social Transformation of Street Children (2023-2024) Hestiantini, Adila Puspa; Nur, Utami; Purnama, Dita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the dynamics of the implementation of the Street Children Development Program in Pontianak City during 2023–2024, a period marked by an increase in the number of street children from 29 to 37 individuals, along with the emergence of new issues such as drug and alcohol misuse. Employing a descriptive qualitative approach and drawing upon Edward III’s (1980) theoretical framework, the research examines four key variables of policy implementation: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. Data were collected through in-depth interviews with 15 informants, consisting of 8 representatives from the Social Affairs Office, 4 from the National Narcotics Agency (BNN), and 3 from the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) of Pontianak City. The findings indicate that disposition particularly the attitudes and commitment of implementers serves as the primary driving variable that compensates for limitations in resources. Moral commitment and empathy among implementers emerge as critical enablers of successful program implementation. Meanwhile, resource constraints have stimulated adaptive innovations through collaborative strategies and resource pooling with partner institutions. The study demonstrates that in the context of social policy, human factors (disposition) can offset material constraints (resources), while communication through task forces and supportive bureaucratic structures creates an implementation ecosystem in which these variables reinforce one another despite limited resources. Overall, the findings reveal that implementer disposition functions as a compensatory mechanism for resource limitations, while cross-sectoral collaboration through task forces constitutes an effective strategy for fostering implementation synergy. The study recommends institutionalizing collaborative models, strengthening resource capacity, and enhancing bureaucratic flexibility to optimize the effectiveness of future street-children development programs.
Peran Aplikasi Mobile Health Dalam Pemantauan Siklus Menstruasi Dan Kesehatan Reproduksi: Tinjauan Literatur Putri, Tefi Nadila
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi pelacak menstruasi merupakan bagian dari inovasi mobile health (mHealth) yang dirancang untuk memantau siklus haid sekaligus mendukung kesehatan reproduksi perempuan. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan aplikasi ini meningkat secara signifikan seiring berkembangnya ekosistem kesehatan digital di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tinjauan literatur ini merangkum manfaat utama, tingkat akurasi, isu privasi, serta relevansi aplikasi pelacak menstruasi dalam konteks digital health global dan nasional. Hasil telaah menunjukkan bahwa aplikasi pelacak menstruasi memiliki fungsi penting dalam membantu pengguna memahami pola siklus haid mereka secara lebih sistematis. Pengguna dapat mencatat tanggal menstruasi, gejala fisik maupun emosional, perubahan mood, hingga tanda-tanda ovulasi. Informasi tersebut tidak hanya mendukung pemantauan mandiri, tetapi juga dapat menjadi referensi saat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Selain itu, banyak aplikasi menyediakan fitur edukasi yang mendorong peningkatan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, termasuk manajemen nyeri haid, pengetahuan kesuburan, dan tanda gangguan siklus. Namun demikian, akurasi prediksi aplikasi masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Banyak aplikasi mengandalkan algoritma kalender sederhana yang kurang mampu menangkap variasi biologis antar-individu, sehingga prediksi ovulasi maupun periode menstruasi sering kali tidak tepat. Tantangan lain adalah isu privasi, mengingat data reproduksi bersifat sangat sensitif. Beberapa studi menunjukkan bahwa perlindungan data dan kebijakan privasi aplikasi belum sepenuhnya memenuhi standar keamanan. Dalam konteks Indonesia, pemanfaatan mHealth telah terbukti meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi melalui edukasi digital. Meski demikian, optimalisasi penggunaan aplikasi pelacak menstruasi membutuhkan penguatan keamanan data, penyusunan regulasi yang jelas, serta peningkatan literasi digital agar pengguna memperoleh manfaat secara aman, akurat, dan bertanggung jawab.
Administrasi Publik Reflektif: Membangun Kerangka Kerja Berbasis Mekanisme Etiks : Bukti Dari Layanan Pertanahan Kota Gorontalo Yakob Noho Nani; Muchlis Akuba; Alfiah Agussalim; Juriko Abdussamad
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5579

Abstract

Administrasi Publik Reflektif (RPA) diusulkan sebagai paradigma baru yang mengatasi keterbatasan epistemik model tata kelola dominan, Manajemen Publik Baru (NPM), Layanan Publik Baru (NPS), dan Tata Kelola Digital. Meskipun paradigma ini telah meningkatkan efisiensi, partisipasi, dan kapabilitas teknologi, paradigma ini masih belum lengkap karena kurangnya mekanisme yang dilembagakan untuk penalaran moral, penalaran bukti, penalaran deliberatif, dan pembelajaran evaluatif. Artikel ini mengembangkan kerangka teori berbasis mekanisme yang berasal dari bukti komparatif di kantor layanan pertanahan Indonesia. Mengacu pada wawasan dari pembelajaran organisasi, etika administratif, tata kelola epistemik, dan teori sosial yang berorientasi pada mekanisme, RPA dikonseptualisasikan sebagai kapasitas kelembagaan, bukan sebagai sifat individu. Studi ini mensintesis temuan lapangan komparatif untuk mengelaborasi Kerangka Tata Kelola Reflektif (RGF) : sebuah model empat mekanisme—dan Sistem Tata Kelola Reflektif (RGS) : sebuah arsitektur operasional yang menanamkan praktik reflektif ke dalam rutinitas. Artikel ini berkontribusi pada teori administrasi publik dengan mengartikulasikan (1) logika berbasis mekanisme refleksivitas kelembagaan, (2) kondisi kausal yang mendasari munculnya atau kegagalan kapasitas reflektif, dan (3) serangkaian proposisi teoretis yang didasarkan pada pengalaman nyata dan dapat diterapkan di seluruh domain layanan publik. Temuan ini memposisikan RPA sebagai paradigma pasca-digital yang mampu memperkuat kualitas penalaran, konsistensi keputusan, dan keadilan administratif dalam lingkungan layanan yang kompleks.
Digital Literacy Among Communication Studies Students in Denpasar in the Age of Deepfakes Pranata, Felicianus Jaya; Kumara , I Nyoman Indra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid advancement of digital technology and artificial intelligence has reshaped the landscape of mass communication, transforming audiences from passive recipients into active content producers. This shift has heightened both the opportunities and the risks associated with digital media use, particularly with the emergence of deepfake technology—AI-generated audio or video designed to mimic real individuals. Deepfakes have introduced new challenges related to misinformation, reputational harm, privacy violations, and declining public trust. In this context, digital literacy becomes essential, especially for Communication Science students who occupy a strategic position as both active media users and future information gatekeepers. This study investigates the digital literacy of Communication Science students in Denpasar in responding to deepfake phenomena. Using a descriptive qualitative method, data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation to explore students’ skills, critical understanding, ethical awareness, and participation in digital environments. The findings reveal that students possess strong digital literacy in terms of technical ability, critical evaluation of information, and ethical considerations when engaging with digital content. However, their involvement in digital literacy advocacy remains limited, indicating the need for more structured educational initiatives. Overall, the study highlights the importance of integrating deepfake awareness and ethical digital literacy into communication education to strengthen students’ resilience against AI-driven media manipulation and to promote a more responsible and informed digital society.
Improving Students’ Vocabulary Through Unjumbled Word Wall Medium at Grade Seven of SMPN 1 Parongpong Marpaung, Ayu Winda; Katemba, Caroline V
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the effectiveness of using the Unjumble Word Wall media in improving students’ vocabulary mastery in English language learning. A quantitative experimental design was employed by administering pre-tests and post-tests to seventh-grade students at SMPN 1 Parongpong, West Java. The experimental group received vocabulary instruction using the Unjumble Word Wall application, while the control group was taught using the standard Word Wall media. The collected data were analyzed using descriptive statistics, normality tests, N-Gain analysis, and paired sample t-tests. The results indicate a significant improvement in vocabulary mastery among students who used the Unjumble Word Wall media. The post-test mean score (M = 89.77) was substantially higher than the pre-test mean score (M = 48.37), demonstrating the effectiveness of the Unjumble feature in enhancing students’ vocabulary learning. The N-Gain percentage (78.77%), categorized as high, further confirms the strong impact of the media. Despite these positive outcomes, several challenges were noted, including students’ varying digital literacy and limited internet access during learning sessions. In conclusion, integrating the Unjumble Word Wall media into English vocabulary instruction provides an effective, engaging, and interactive learning experience that enhances students’ vocabulary mastery and participation in class activities.
Pengaruh Gaji Dan Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Terusan Indah Perkasa Afandi, Mahfud; Wasesa, Supar; Syafrizal, Syafrizal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaji dan motivasi terhadap produktivitas karyawan pada PT. Terusan Indah Perkasa. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya kompensasi yang adil dan motivasi kerja yang tinggi dalam meningkatkan kinerja serta produktivitas karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 105 karyawan dan sampel 51 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan tiga variabel utama, yaitu gaji, motivasi, dan produktivitas. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, serta uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaji dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan, di mana motivasi menjadi faktor paling dominan. Temuan ini menegaskan bahwa keseimbangan antara pemberian gaji yang layak dan strategi motivasi yang berkelanjutan dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan.