cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,741 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Dengan Memanfaatkan Barang-Barang Bekas Terhadap Kreativitas Siswa Kelas X MAN 3 Jember Pada Materi Perubahan Lingkungan Denta Ratna Nugraheni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5514

Abstract

Rendahnya kreativitas siswa dalam pembelajaran Biologi khususnya pada materi perubahan lingkungan masih menjadi permasalahan di kelas X MAN 3 Jember. Pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru membuat siswa kurang aktif, kurang berani mengemukakan ide baru, dan belum terbiasa berpikir kreatif. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan inovasi model pembelajaran yang mampu menumbuhkan kemandirian, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kreatif. Salah satu alternatifnya adalah penerapan model Project Based Learning (PjBL) dengan memanfaatkan barang-barang bekas sebagai media proyek yang kontekstual dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat kreativitas siswa dalam pembelajaran Biologi menggunakan model Project Based Learning (PjBL) berbasis pemanfaatan barang-barang bekas, dan (2) menganalisis pengaruh model tersebut terhadap peningkatan kreativitas siswa kelas X MAN 3 Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment jenis post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X MAN 3 Jember, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar penilaian proyek, dan angket kreativitas siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji non-parametrik Mann-Whitney U, karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL dengan memanfaatkan barang-barang bekas terlaksana dengan baik pada seluruh sintaks pembelajaran. Nilai rata-rata hasil proyek siswa sebesar 83,38 dan skor rata-rata angket kreativitas 34 dari 40, yang termasuk dalam kategori “sangat tinggi”. Analisis uji Mann-Whitney U menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa model PjBL berpengaruh positif terhadap peningkatan kreativitas siswa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning dengan memanfaatkan barang-barang bekas efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa pada materi perubahan lingkungan. Model ini tidak hanya menanamkan konsep Biologi, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir divergen, orisinalitas, fleksibilitas, serta kepedulian terhadap lingkungan melalui aktivitas pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada proyek nyata.
Time Token untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Paradika Angganing
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5515

Abstract

Pembelajaran IPAS merupakan pembelajaran yang berkaitan erat dengan teori dan fenomena kehidupan yang sering dijumpai siswa di lingkungannya sehari-hari. Pembelajaran IPA mengajak siswa untuk selalu aktif supaya siswa siap terjun kedalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata Pelajaran IPAS di kelas IV SDN Tambong 01 dengan menggunakan model time token bentuk dari metode pembelajaran kooperatif. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek sebanyak 15 siswa. Penelitian dilaksanakan sebanyak dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, Tindakan, observasi, dan refleksi. Penggumpulan data menggunakan Teknik observasi dengan instrument berupa lembar observasi keaktifan siswa. Analisis data menggunakan Teknik analisis deskriptif, pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian pada Siklus I menunjukkan keaktifan sebesar 66%, pada siklus II menunjukkan keaktifan mengalami peningkatan sebesar menjadi 76%. Terdapat peningkatan keaktifan pada pelajaran IPS siswa kelas IV SD N Tambong 01 dengan model pembelajaran Time Token.
Aspek Pertanggungjawaban Hukum dalam Pengelolaan Dana Desa Berdasarkan Regulasi Desa Abdul Hakim; Yogi Fuji Syamsuri; Bandi Saepudin; Rahayudin Rahayudin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5517

Abstract

Village Fund Management is an important instrument in realizing participatory, transparent, and sustainable village development. However, in the practice of managing village funds, various legal issues often arise, especially those related to the accountability of Village Apparatus in financial planning, implementation, and reporting. This article aims to analyze the Aspects of Legal Accountability in Village Fund Management Based on the Village Regulatory Framework, including Law Number 6 of 2014 concerning Villages, Government Regulation Number 43 of 2014 in conjunction with Government Regulation Number 47 of 2015, and the Regulation of the Minister of Villages, Disadvantaged Regions and Transmigration regarding village financial management. The approach used is normative juridical with a focus on the analysis of laws and regulations, the principles of state administrative law, and the concept of state financial accountability. The study results indicate that the legal accountability of village officials consists of administrative accountability, financial accountability, and criminal liability for irregularities or state losses. Weaknesses in apparatus capacity, minimal internal oversight, and inaccurate reporting documentation are the main factors causing these irregularities. This article emphasizes the importance of strengthening the legal capacity of village officials, optimizing a multi-level oversight system, and implementing accountability principles to achieve good, transparent, and violation-free Village Fund governance.
Pertanggungjawaban Hukum Pemerintah Desa dalam Pelayanan Publik kepada Masyarakat Tarman Tarman; Mansyur Mansyur; Wawan Wawan; Muhamad Jamalih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5518

Abstract

Public service is one of the main functions of village government as the leading governmental organization that directly relates to the community. This study examines "Legal Accountability of Village Government in Public Services to the Community" with the aim of understanding the form, mechanism, and scope of legal accountability inherent in village government when carrying out public services. Through a normative juridical approach by examining related laws and regulations, such as Law Number 6 of 2014 concerning Villages, Law Number 25 of 2009 concerning Public Services, and other technical regulations, this study found that village governments bear legal responsibility both administratively, civilly, and criminally for actions and decisions that cause harm to the community. This accountability encompasses aspects of legality of actions, compliance with service standards, transparency, and accountability in the use of authority. The research findings indicate that there are still obstacles in implementing accountability mechanisms, such as low understanding among village officials, minimal oversight, and weak documentation of service procedures. This study recommends increasing the capacity of officials, strengthening the oversight system, and improving operational service standards as strategic steps to achieve quality village public services based on legal certainty.
PERILAKU ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA DAN EFEKTIVITAS KARYAWAN Zein Edwin Sihaloho; Erisdawati Warasi; Forliani Zai; Mei Tarisna Lawolo; Nilka Sartiani Zega; Yufensius Lifenka Halawa; Aji Prabowo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5519

Abstract

Perilaku organisasi merupakan salah satu kajian penting dalam pengembangan manajemen modern karena berhubungan langsung dengan bagaimana individu maupun kelompok bertindak dan berinteraksi dalam lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan, motivasi, komunikasi, dan budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 20 responden yang bekerja pada sebuah organisasi jasa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat persepsi karyawan terhadap variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi memperoleh skor rata-rata tertinggi yaitu 4,18, diikuti oleh kepemimpinan sebesar 4,12, motivasi sebesar 4,05, dan komunikasi sebesar 3,87. Temuan ini mengindikasikan bahwa budaya kerja yang kuat, kepemimpinan yang efektif, serta dukungan motivasional menjadi faktor dominan yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja karyawan. Selain itu, komunikasi yang baik juga berperan dalam menciptakan koordinasi yang efektif meskipun masih diperlukan perbaikan pada aspek penyampaian umpan balik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh strategi manajerial, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas perilaku organisasi yang tercermin melalui budaya kerja, gaya kepemimpinan, motivasi, dan komunikasi internal. Perilaku organisasi yang positif terbukti mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif dan memotivasi individu untuk mencapai tujuan bersama.
Nilai Noken dalam Membangun Persatuan Distrik Urei Faisei Kabupaten Waropen Provinsi Papua Ahwad Anding; Rasid Yunus; Syarif K. Moito; Basran Sirula
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5523

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran noken sebagai simbol budaya yang memiliki fungsi strategis dalam memperkuat persatuan masyarakat Distrik Urei Faisei, Papua. Sebagai warisan budaya takbenda, noken tidak hanya merepresentasikan identitas kolektif masyarakat Papua, tetapi juga menjadi instrumen sosial yang mengatur relasi antargenerasi, antarmarga, serta antarindividu dalam konteks sosial komunal. Kajian literatur menunjukkan bahwa noken berfungsi sebagai simbol identitas, penguat solidaritas, media rekonsiliasi, sarana pendidikan nilai, serta elemen integratif dalam struktur sosial masyarakat Waropen. Nilai-nilai moral seperti gotong royong, tanggung jawab, dan ketekunan ditransmisikan melalui praktik pembuatan noken yang dilakukan secara kolektif, sementara penggunaan noken dalam upacara adat berperan menjaga kohesi sosial dan legitimasi budaya. Fungsi noken dalam penyelesaian konflik menunjukkan kapasitas simbolik budaya lokal dalam memulihkan hubungan sosial secara damai. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami konstruksi makna noken yang bersifat holistik dan kontekstual. Hasil kajian menegaskan bahwa noken bukan sekadar benda budaya, tetapi mekanisme sosial yang mengikat komunitas, menjaga kesinambungan nilai-nilai komunal, serta memperkuat integrasi masyarakat di tengah dinamika perubahan sosial.
Konsep Etika Digital Pada Anak Sekolah Dasar: Tinjauan Al-Qur'an Dan Hadits Tentang Pengaruh Media Sosial Sepriyansyah Sepriyansyah; Ziaulhak Ziaulhak; Abdur Razzaq; Kristina Imron
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5526

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial, telah mengubah interaksi sosial bagi anak-anak sekolah dasar. Meskipun menawarkan berbagai manfaat, media sosial juga membawa risiko etika yang signifikan, seperti perundungan, penyebaran berita palsu, dan konten yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep etika digital bagi anak-anak sekolah dasar dari perspektif Islam, dengan merujuk pada prinsip-prinsip dasar yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Hadits. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur kualitatif dengan pendekatan mawḍū'ī (tematik), mengumpulkan dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan prinsip-prinsip komunikasi, tanggung jawab pribadi, kejujuran dalam berbicara, dan menjaga kehormatan diri serta orang lain. Dengan mempertimbangkan tantangan moral yang dihadapi oleh umat islam di era digital, kita akan mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai yang terkandung al Qur’an memberikan pedoman etika serta prinsip-prinsip moral yang mampu membantu generasi penerus menghadapi tantangan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip etika Islam seperti kejujuran, amanah, menjaga privasi, dan bertanggung jawab atas setiap perkataan dapat menjadi landasan kuat untuk membangun kesadaran etika digital pada anak-anak. Implementasi konsep ini memerlukan peran aktif orang tua dan guru sebagai fasilitator dan teladan.
The Dynamics of Policy Implementation: Social Service Agency Strategies for the Social Transformation of Street Children (2023-2024) Adila Puspa Hestiantini; Utami Nur; Dita Purnama
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5532

Abstract

This study analyzes the dynamics of the implementation of the Street Children Development Program in Pontianak City during 2023–2024, a period marked by an increase in the number of street children from 29 to 37 individuals, along with the emergence of new issues such as drug and alcohol misuse. Employing a descriptive qualitative approach and drawing upon Edward III’s (1980) theoretical framework, the research examines four key variables of policy implementation: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. Data were collected through in-depth interviews with 15 informants, consisting of 8 representatives from the Social Affairs Office, 4 from the National Narcotics Agency (BNN), and 3 from the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) of Pontianak City. The findings indicate that disposition particularly the attitudes and commitment of implementers serves as the primary driving variable that compensates for limitations in resources. Moral commitment and empathy among implementers emerge as critical enablers of successful program implementation. Meanwhile, resource constraints have stimulated adaptive innovations through collaborative strategies and resource pooling with partner institutions. The study demonstrates that in the context of social policy, human factors (disposition) can offset material constraints (resources), while communication through task forces and supportive bureaucratic structures creates an implementation ecosystem in which these variables reinforce one another despite limited resources. Overall, the findings reveal that implementer disposition functions as a compensatory mechanism for resource limitations, while cross-sectoral collaboration through task forces constitutes an effective strategy for fostering implementation synergy. The study recommends institutionalizing collaborative models, strengthening resource capacity, and enhancing bureaucratic flexibility to optimize the effectiveness of future street-children development programs.
Peran Aplikasi Mobile Health Dalam Pemantauan Siklus Menstruasi Dan Kesehatan Reproduksi: Tinjauan Literatur Tefi Nadila Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5544

Abstract

Aplikasi pelacak menstruasi merupakan bagian dari inovasi mobile health (mHealth) yang dirancang untuk memantau siklus haid sekaligus mendukung kesehatan reproduksi perempuan. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan aplikasi ini meningkat secara signifikan seiring berkembangnya ekosistem kesehatan digital di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tinjauan literatur ini merangkum manfaat utama, tingkat akurasi, isu privasi, serta relevansi aplikasi pelacak menstruasi dalam konteks digital health global dan nasional. Hasil telaah menunjukkan bahwa aplikasi pelacak menstruasi memiliki fungsi penting dalam membantu pengguna memahami pola siklus haid mereka secara lebih sistematis. Pengguna dapat mencatat tanggal menstruasi, gejala fisik maupun emosional, perubahan mood, hingga tanda-tanda ovulasi. Informasi tersebut tidak hanya mendukung pemantauan mandiri, tetapi juga dapat menjadi referensi saat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Selain itu, banyak aplikasi menyediakan fitur edukasi yang mendorong peningkatan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, termasuk manajemen nyeri haid, pengetahuan kesuburan, dan tanda gangguan siklus. Namun demikian, akurasi prediksi aplikasi masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Banyak aplikasi mengandalkan algoritma kalender sederhana yang kurang mampu menangkap variasi biologis antar-individu, sehingga prediksi ovulasi maupun periode menstruasi sering kali tidak tepat. Tantangan lain adalah isu privasi, mengingat data reproduksi bersifat sangat sensitif. Beberapa studi menunjukkan bahwa perlindungan data dan kebijakan privasi aplikasi belum sepenuhnya memenuhi standar keamanan. Dalam konteks Indonesia, pemanfaatan mHealth telah terbukti meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi melalui edukasi digital. Meski demikian, optimalisasi penggunaan aplikasi pelacak menstruasi membutuhkan penguatan keamanan data, penyusunan regulasi yang jelas, serta peningkatan literasi digital agar pengguna memperoleh manfaat secara aman, akurat, dan bertanggung jawab.
Administrasi Publik Reflektif: Membangun Kerangka Kerja Berbasis Mekanisme Etiks : Bukti Dari Layanan Pertanahan Kota Gorontalo Yakob Noho Nani; Muchlis Akuba; Alfiah Agussalim; Juriko Abdussamad
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5579

Abstract

Administrasi Publik Reflektif (RPA) diusulkan sebagai paradigma baru yang mengatasi keterbatasan epistemik model tata kelola dominan, Manajemen Publik Baru (NPM), Layanan Publik Baru (NPS), dan Tata Kelola Digital. Meskipun paradigma ini telah meningkatkan efisiensi, partisipasi, dan kapabilitas teknologi, paradigma ini masih belum lengkap karena kurangnya mekanisme yang dilembagakan untuk penalaran moral, penalaran bukti, penalaran deliberatif, dan pembelajaran evaluatif. Artikel ini mengembangkan kerangka teori berbasis mekanisme yang berasal dari bukti komparatif di kantor layanan pertanahan Indonesia. Mengacu pada wawasan dari pembelajaran organisasi, etika administratif, tata kelola epistemik, dan teori sosial yang berorientasi pada mekanisme, RPA dikonseptualisasikan sebagai kapasitas kelembagaan, bukan sebagai sifat individu. Studi ini mensintesis temuan lapangan komparatif untuk mengelaborasi Kerangka Tata Kelola Reflektif (RGF) : sebuah model empat mekanisme—dan Sistem Tata Kelola Reflektif (RGS) : sebuah arsitektur operasional yang menanamkan praktik reflektif ke dalam rutinitas. Artikel ini berkontribusi pada teori administrasi publik dengan mengartikulasikan (1) logika berbasis mekanisme refleksivitas kelembagaan, (2) kondisi kausal yang mendasari munculnya atau kegagalan kapasitas reflektif, dan (3) serangkaian proposisi teoretis yang didasarkan pada pengalaman nyata dan dapat diterapkan di seluruh domain layanan publik. Temuan ini memposisikan RPA sebagai paradigma pasca-digital yang mampu memperkuat kualitas penalaran, konsistensi keputusan, dan keadilan administratif dalam lingkungan layanan yang kompleks.