cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,741 Documents
Knowledge Sharing and Learning Culture in Driving Employee Innovation Through Adaptive Competence as a Mediating Variable I Gusti Ngurah Widya Hadi Saputra; I Gusti Ayu Ratih Swandewi; Nilna Muna; Ni Putu Nina Eka Lestari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5659

Abstract

Public sector organizations are increasingly required to be adaptive, collaborative, and innovative in responding to technological advancements and the growing complexity of societal needs. This study aims to examine the role of knowledge sharing and learning culture in enhancing employee innovation, with adaptive competence as a mediating variable at the Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) of Badung Regency. A quantitative approach was employed using a saturated sampling technique involving all 378 employees. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The results reveal that knowledge sharing has a positive and significant effect on employee innovation, indicating that stronger knowledge-sharing practices lead to greater innovative behavior. Learning culture positively and significantly influences employee innovation, indicating that a supportive learning environment enhances employees’ innovative capacity. Knowledge sharing also strengthens adaptive competence, while a learning culture similarly improves employees’ adaptability. Adaptive competence itself has a significant positive effect on employee innovation, showing that more adaptable employees tend to be more innovative. Mediation results confirm that adaptive competence partially mediates the effects of both knowledge sharing and learning culture on employee innovation. Thus, these factors enhance innovation not only directly but also indirectly through improved adaptive capabilities. These findings highlight the strategic importance of strengthening learning culture, facilitating knowledge sharing, and enhancing adaptive competence as key enablers of employee innovation in the public sector context.
Solusi Strategis Integrasi Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter Untuk Membangun Identitas Budaya Peserta Didik Amelia Amelia; Yesi Ulandari; Nia Rahminata Andria; Muhiddinur Kamal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5672

Abstract

Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan karakter menjadi kebutuhan strategis dalam membangun identitas budaya peserta didik di tengah derasnya arus globalisasi. Tantangan era digital menyebabkan nilai-nilai lokal semakin terpinggirkan, sehingga pendidikan karakter perlu diarahkan pada penguatan jati diri budaya melalui internalisasi nilai-nilai luhur masyarakat Nusantara. Artikel ini bertujuan menganalisis solusi strategis dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pendidikan karakter, khususnya bagi peserta didik generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analitis melalui telaah buku, jurnal ilmiah, dan dokumen pendidikan terkait pendidikan karakter, kearifan lokal, serta kebijakan kurikulum nasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa kearifan lokal memiliki potensi besar dalam memperkuat karakter dan identitas budaya melalui nilai-nilai seperti gotong royong, kejujuran, toleransi, dan cinta tanah air. Integrasi ini dapat dilakukan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, projek berbasis budaya lokal, keteladanan guru, sinergi sekolah, keluarga, komunitas, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana penguatan nilai. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal mampu melahirkan peserta didik yang berkepribadian kuat, berbudaya, dan tetap kompetitif dalam dinamika global.
Evaluasi Kapasitas Kemitraan Dinas Sosial, Panti Asuhan, dan Organisasi Pengelola Zakat dalam Penguatan Layanan Panti Asuhan di Kota Cimahi: Perspektif Otonomi Daerah dan SDGs 17 tentang Kemitraan Muhammad Andika Faturahman; Muhammad Farhan Ali; Naisila Refa Ardana; Rudiana Rudiana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas kemitraan antara Dinas Sosial, panti asuhan, dan organisasi pengelola zakat dalam upaya penguatan layanan panti asuhan di Kota Cimahi. Evaluasi dilakukan dengan meninjau bagaimana pola kolaborasi antarlembaga berjalan dalam kerangka otonomi daerah, yang memberikan kewenangan lebih besar kepada pemerintah daerah untuk mengelola urusan sosial, termasuk pelayanan kesejahteraan anak. Selain itu, penelitian ini mengaitkan dinamika kemitraan tersebut dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan ke-17 yang menekankan pentingnya kolaborasi multipihak. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, telaah kebijakan, serta analisis terhadap praktik kemitraan yang berlangsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, lembaga panti asuhan, dan organisasi pengelola zakat, kapasitas kemitraan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan koordinasi, belum adanya standar layanan terpadu, dan disparitas kemampuan manajerial antar lembaga. Namun demikian, terdapat peluang besar untuk memperkuat layanan panti asuhan melalui optimalisasi peran pemerintah daerah, peningkatan profesionalisme lembaga mitra, serta penyelarasan program dengan prinsip SDGs 17. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kemitraan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan layanan panti asuhan yang lebih adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan di Kota Cimahi.
Kolaborasi Pemerintah Daerah dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial dalam Penguatan Layanan Panti Asuhan: Studi Implementasi SDGs 17 di Kota Cimahi Shaundra Arya Avarell; Rera Aka Arer; Mochamad Zaky Rifaldi Kusumah; Rudiana Rudiana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kolaborasi antara Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial Kota Cimahi dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Lembaga Amil Zakat dalam penguatan layanan panti asuhan, serta menilai sejauh mana praktik tersebut mencerminkan implementasi SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi lapangan, dan telaah regulasi, penelitian ini menemukan bahwa pola hubungan yang terbentuk masih berada pada tahap koordinatif-administratif, belum mencapai kolaborasi strategis sebagaimana konsep Collaborative Governance. Dinas Sosial lebih berperan sebagai regulator dan penyedia data, sementara lembaga sosial mengambil peran dominan sebagai pelaksana lapangan dan pemberdaya penerima manfaat. Keterbatasan kapasitas struktural, minimnya integrasi data, dan absennya forum perencanaan bersama menjadi faktor penghambat utama. Meskipun demikian, potensi kemitraan cukup besar mengingat keberadaan jaringan sosial yang aktif dan kebutuhan layanan pengasuhan yang semakin kompleks. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan forum kolaborasi rutin, integrasi data lintas lembaga, serta penguatan kapasitas kelembagaan sebagai langkah strategis untuk mewujudkan kemitraan yang sejati dan berkelanjutan sesuai prinsip SDGs 17.
Analisis Kasus Pencucian Uang Yang Ditransfer Dan Diinvestasikan Ke Dalam Aset Mata Uang Digital (Cryptocurrency) Lanang Paramudya Putra Pandu; Tsamara Wifaq Ramadhani; Asmak Ul Hosna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5675

Abstract

Perkembangan teknologi keuangan di era digital telah melahirkan inovasi sistem pembayaran dan investasi baru, salah satunya melalui aset mata uang digital (cryptocurrency). Namun, kemajuan ini juga menimbulkan risiko meningkatnya praktik tindak pidana pencucian uang (money laundering) yang memanfaatkan karakteristik anonim, desentralisasi, dan lintas batas dari transaksi aset digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus pencucian uang yang dilakukan melalui mekanisme transfer atau investasi ke dalam aset mata uang digital, serta menelaah efektivitas kerangka hukum Indonesia dalam menanggulanginya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis-normatif dengan analisis deskriptif terhadap peraturan perundang-undangan terkini, antara lain Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), serta POJK Nomor 27 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pencucian uang melalui aset digital meningkat seiring lemahnya sistem identifikasi dan pengawasan transaksi digital, keterbatasan kerja sama lintas negara, serta transisi pengawasan dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kesimpulannya, dibutuhkan penguatan regulasi berbasis teknologi, integrasi sistem pelaporan keuangan digital, serta sinergi antara PPATK, OJK, dan aparat penegak hukum untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan pencucian uang di era keuangan digital.
Pengaruh Partisipasi Masyarakat Melalui Aplikasi SP4N-Lapor Terhadap Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Di Kota Palangkaa Raya Ambar Ayu Pujiani; Siti Fathonah; Bhayu Rhama; Ridha Ramadhany; Fitriana Selvia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5688

Abstract

Upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif memerlukan partisipasi aktif masyarakat sebagai elemen integral dalam proses peningkatan mutu layanan publik. Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak partisipasi masyarakat melalui Aplikasi SP4N-LAPOR terhadap kualitas layanan publik di Kota Palangka Raya. Pendekatan yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei, di mana variabel-variabel diukur menggunakan skala Likert berkisar 1-4. Populasi penelitian mencakup 250 pengguna aplikasi, dengan sampel sebanyak 152 responden yang ditetapkan berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara berani dengan teknik purposive dan aksidental sampling, sedangkan analisis data menggunakan model regresi linier sederhana melalui perangkat lunak SPSS. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa 1) Partisipasi masyarakat memberikan kontribusi sebesar 52,1% terhadap perbaikan kualitas layanan publik. 2) Uji hipotesis menunjukkan adanya pengaruh signifikan dengan arah positif senilai 0,837. 3) Analisis ini menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi melalui SP4N-LAPOR berperan efektif sebagai sarana pengawasan, sesuai dengan Technology Acceptance Model (TAM), di mana kemudahan penggunaan dan manfaat aplikasi mendorong keterlibatan warga secara aktif. Tingginya partisipasi masyarakat melalui platform digital akan menghasilkan tekanan konstruktif bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan standar dan kualitas layanan publik secara berkesinambungan.
An Analysis Of Students’ Strategy In Learning Simple Past Tense At Eighth Grade Of SMP Negeri 21 Palembang Inton Inton; Dewi Kusmiati; Masagus Firdaus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5695

Abstract

This research examines for students studying English as a second language, mastering grammar—especially the simple past tense—is crucial. Nonetheless, a lot of students still struggle to write and speak in the past tense accurately. The purpose of this study is to examine how SMP 21 Palembang eighth-grade students acquire the simple past tense. This research employed a descriptive qualitative method supported by quantitative data. The participants were 28 students from class VIII in the 2024/2025 academic year. Data were collected through questionnaires, classroom observations, and interviews. The results revealed that students applied three major types of strategies: cognitive strategies (memorizing verbs and practicing exercises), metacognitive strategies (planning and evaluating their learning), and social strategies (asking for help from teachers or peers). Cognitive strategies were the most dominant (53.6%), followed by social strategies (28.6%), and metacognitive strategies (17.8%). The results show that students' comprehension of the simple past tense was improved when they combined these tactics. The findings indicate that most students rely on repetition and memorization rather than contextual understanding, suggesting the need for more communicative and meaningful grammar instruction.
Pengaruh Green Marketing, Perceived Green Value dan Green Brand Awareness terhadap Green Purchase Intention Pada Produk Skincare Ramah Lingkungan Ghaida Tsuraya Zahra; Sapto Jumono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5713

Abstract

Pertumbuhan industri dan teknologi memicu kerusakan lingkungan, termasuk dari limbah industri skincare. Tren ramah lingkungan mendorong produsen beralih ke bahan alami. Media sosial seperti Instagram dan TikTok berperan besar dalam menyebarkan kampanye green marketing dan memengaruhi perilaku konsumen, khususnya generasi muda. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh green marketing, perceived green value, green brand awareness, dan green purchase intention, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menggunakan metode purposive sampling, penelitian melibatkan 107 responden berusia minimal 18 tahun yang berdomisili di Jakarta dan tertarik untuk membeli produk skincare ramah lingkungan. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan google form, dan model penelitian diuji dengan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green marketing berpengaruh positif terhadap perceived green value. Namun, perceived green value tidak berpengaruh terhadap green purchase intention. Green marketing juga tidak berpengaruh langsung terhadap green purchase intention. Selanjutnya, green marketing terbukti berpengaruh positif terhadap green brand awareness, dan green brand awareness berpengaruh positif terhadap green purchase intention. Selain itu, green marketing berpengaruh terhadap green purchase intention yang dimediasi oleh green brand awareness. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan niat beli produk skincare ramah lingkungan lebih efektif dilakukan melalui penguatan green brand awareness. Hasil penelitian ini memberikan beberapa implikasi bagi manajemen perusahaan skincare. Perusahaan disarankan untuk lebih gencar mengedukasi konsumen mengenai manfaat penggunaan produk skincare yang mendukung kelestarian lingkungan.
Penerapan Storyboard Digital Berbasis AI untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Diana Permata Sari; Triaviranda Triaviranda; Esti Yolanda Munthe; Jusca Santanovalina Samosir; Nadra Amalia; Elly Prihasti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5714

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis puisi siswa akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang memfasilitasi imajinasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan storyboard digital berbasis AI dalam pembelajaran puisi serta dampaknya terhadap motivasi dan kualitas tulisan siswa SMP. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visualisasi pada storyboard digital membantu siswa menemukan ide, mengembangkan alur emosi, memilih diksi, dan menghasilkan puisi yang lebih ekspresif. Selain itu, keterlibatan dan antusiasme siswa meningkat selama proses pembelajaran. Kendala teknis seperti jaringan dan perangkat ditemukan, tetapi dapat diatasi dengan dukungan fasilitas sekolah. Secara keseluruhan, media storyboard digital berbasis AI efektif sebagai inovasi pembelajaran menulis puisi di era digital.
Efektivitas Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik Dalam Pengawasan Pengelolaan Dana Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan Fariz Aditya; Yeni Yolanda Simbolon; Raja Songkup Pratama; Victoria Grace Daely; Enjelina Sinaga; Julia Ivanna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi keterbukaan informasi publik di desa, bentuk-bentuk transparansi yang digunakan, hambatan yang dihadapi, serta upaya pemerintah desa dalam mengatasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah menerapkan keterbukaan informasi melalui penyediaan mading di depan kantor desa dan pemanfaatan media digital sebagai sarana publikasi APBDes, realisasi anggaran, dan kegiatan pembangunan. Transparansi tersebut dinilai efektif dalam memperluas akses informasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya hambatan berupa perbedaan persepsi masyarakat terhadap program pembangunan, khususnya pembangunan jalan yang memunculkan pro dan kontra. Hambatan tersebut dipengaruhi oleh perbedaan tingkat literasi informasi, kepentingan sosial, serta kesenjangan akses teknologi. Untuk mengatasi dinamika tersebut, pemerintah desa melakukan berbagai upaya, termasuk dialog dalam forum musyawarah desa, penyediaan informasi yang lebih mudah dipahami, serta pendekatan langsung kepada masyarakat untuk meluruskan kesalahpahaman dan membangun pemahaman bersama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbukaan informasi publik di desa telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan melalui peningkatan literasi informasi, komunikasi partisipatif, dan kapasitas perangkat desa.