cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,612 Documents
Relevansi Metode Demonstrasi Terhadap Pemahaman Tata Cara Shalat Pada Pendidikan Dasar Epy Pujiaty; Dyah Pancawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menginternalisasikan pemahaman pembelajaran pendidikan agama Islam pada mata pelajaran fikih merupakan fondasi krusial, khususnya pemahaman tentang pelaksanaan tata cara shalat di pendidikan dasar. Penulisan ini bermaksud untuk mendeskripsikan penerapan dan menjelaskan revelansi metode demonstrasi terhadap pemahaman tata cara shalat pada siswi kelas 1 MI Nurus Sunnah Pemalang. Latar belakang penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara pemahaman teoritis siswa dengan praktik ibadah nyata yang sering kali belum sesuai dengan rukun fi’il. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, informasi ditampung melalui pengamatan partisipatif, wawancara, dan dokumen praktik siswa. Rangkuman penulisan mengarah pada penerapan metode demonstrasi melalui tahap modeling, imitasi, dan praktik mandiri terbukti sangat relevan dengan karakteristik siswa kelas 1 yang berada pada operasional konkret. Temuan dalam deskriptif menunjukkan perubahan signifikan pada aspek akurasi gerakan, ketertiban urutan rukun, dan internalisasi nilai tuma’ninah. Siswa yang sebelumnya pasif menjadi lebih antusias dan mampu mempraktikan shalat secara mandiri dengan tingkat kesalahan yang minimal. Tujuan dari penulisan ini menegaskan bahwa metode demonstrasi merupakan strategi yang mampu mencapai dan menjembatani pemahaman abstrak mengenai ibadah menjadi keterampilan motorik pada tingkat pendidikan dasar.
Kejahatan Lingkungan oleh Korporasi dan Dampaknya terhadap Bencana Banjir: Studi Kasus di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Tengah Pranjono Pranjono; Ridwan Rangkuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8129

Abstract

Banjir yang terjadi secara berulang di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Tengah selama beberapa tahun terakhir menunjukkan karakteristik bencana ekologis yang tidak dapat dilepaskan dari kerusakan lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis kejahatan lingkungan oleh korporasi dan dampaknya terhadap terjadinya bencana banjir, sekaligus menilai pertanggungjawaban pidana korporasi serta peran negara dalam penegakan hukum lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif–empiris dengan menelaah peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta data empiris berupa laporan kebencanaan, laporan organisasi lingkungan, dan pemberitaan media nasional yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan di wilayah hulu daerah aliran sungai, yang berkaitan dengan aktivitas korporasi di sektor pertambangan, energi, dan perkebunan, berkontribusi langsung terhadap meningkatnya risiko dan dampak banjir. Banjir dalam konteks ini tidak dapat diposisikan sebagai bencana alam murni, melainkan sebagai akibat dari degradasi ekologis yang bersifat sistemik dan dapat diprediksi. Analisis yuridis memperlihatkan bahwa kerangka hukum lingkungan Indonesia telah menyediakan dasar normatif yang memadai untuk menuntut pertanggungjawaban pidana korporasi, termasuk melalui penerapan prinsip pertanggungjawaban mutlak (strict liability). Tidak optimalnya penerapan sanksi pidana terhadap korporasi menunjukkan adanya kegagalan struktural negara dalam mengoperasionalkan hukum lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa banjir harus dipahami sebagai konsekuensi hukum dari kejahatan lingkungan oleh korporasi dan kelalaian negara dalam pengawasan serta penegakan hukum. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan konstruksi hukum yang menempatkan bencana banjir sebagai peristiwa hukum yang menuntut akuntabilitas korporasi dan negara, serta mendorong reformulasi penegakan hukum lingkungan yang berorientasi pada keadilan ekologis dan perlindungan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Proses Integrasi Etnomatematika dalam Pembelajaran Matematika: Analisis dalam Tinjauan Filosofis Konstruktivisme Sosial Putu Putri Cahya Widyarani; I Gusti Putu Sudiarta
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8130

Abstract

Pembelajaran matematika masih sering dipandang sebagai pengetahuan abstrak yang terlepas dari pengalaman peserta didik. Dalam konstruktivisme sosial, matematika berkembang sebagai produk aktivitas manusia dalam komunitas sosial tertentu. Etnomatematika menghadirkan pendekatan kontekstual dengan mengintegrasikan praktik budaya ke dalam pembelajaran matematika, namun kajian yang menelaah proses pembelajaran tersebut secara filosofis masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis proses pembelajaran matematika yang mengintegrasikan etnomatematika ditinjau dari perspektif konstruktivisme sosial Paul Ernest. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 12 artikel yang relevan. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola proses pembelajaran matematika dengan mengintegrasikan etnomatematika, unsur konstruktivisme sosial. Hasil sintesis menunjukkan bahwa integrasi etnomatematika umumnya diwujudkan melalui konteks budaya sebagai titik awal pembelajaran, aktivitas eksploratif dan representasi keterkaitan, serta interaksi dan diskusi sebagai sarana konstruksi pengetahuan. Namun, terdapat beberapa proses pembelajaran belum secara eksplisit menempatkan budaya sebagai sumber membangun pengetahuan dalam pembelajaran matematika. Simpulan kajian ini adalah proses pembelajaran dengan mengintegrasikan etnomatematika berlandaskan kontruktivisme sosial berdampak positif dalam meningkatkan keterampilan kognitif peserta didik.
Pertanggungjawaban Pidana Pejabat Publik dalam Kejahatan Kebocoran Data Pribadi: Analisis Pasca Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi Indra Purba Harahap; Anwar Sulaiman Nasution
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8131

Abstract

Digitalisasi penyelenggaraan pemerintahan menempatkan data pribadi warga negara sebagai elemen penting dalam pelaksanaan fungsi publik. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebocoran data pribadi yang melibatkan instansi pemerintah dan pejabat publik sebagai pengelola data. Pembentukan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi memperkenalkan sanksi pidana sebagai instrumen perlindungan hukum, sehingga menimbulkan persoalan mengenai konstruksi pertanggungjawaban pidana pejabat publik dalam kejahatan kebocoran data pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan pejabat publik sebagai subjek pertanggungjawaban pidana serta menentukan batas antara kesalahan administratif dan kesalahan pidana pasca berlakunya Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang dianalisis terdiri atas peraturan perundang-undangan, doktrin hukum pidana, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pejabat publik dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas kebocoran data pribadi apabila perbuatan atau kelalaiannya memenuhi unsur tindak pidana dan prinsip kesalahan dalam hukum pidana. Jabatan tidak dapat dijadikan dasar penghapusan pidana ketika kebocoran data terjadi akibat penyalahgunaan kewenangan atau kelalaian serius dalam pengelolaan data pribadi. Penelitian ini menegaskan bahwa kebocoran data pribadi dalam lingkup pemerintahan tidak selalu dapat dikualifikasikan sebagai kesalahan administratif, melainkan dapat menjadi kejahatan pidana yang mengancam hak privasi warga negara. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam memperkuat kepastian hukum dan kerangka penegakan hukum pidana terhadap pejabat publik dalam era pemerintahan digital.
Pembelajaran Tema Binatang Dalam Mengembangkan Kemampuan Bahasa Dan Sikap Peduli Lingkungan Anak Usia Dini Erni Angraeni; Sahriana Yusuf; Rahayu Rahayu; Sastri Sastri; Giska Aruni; Melisyah Melisyah; Sumarni Sumarni; Kalbi Jafar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pelaksanaan pembelajaran tema binatang serta kontribusinya dalam mengembangkan kemampuan bahasa dan sikap peduli lingkungan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah anak kelompok B di RA Inang Matutu, Kabupaten Soppeng, dengan informan utama guru kelas Kelompok B dan informan pendukung kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tema binatang yang dirancang secara tematik dan kontekstual mampu meningkatkan kemampuan bahasa anak, seperti memperkaya kosakata, meningkatkan keberanian berbicara, dan kemampuan berkomunikasi sederhana. Selain itu, pembelajaran tema binatang juga berkontribusi dalam menanamkan sikap peduli lingkungan dan kasih sayang terhadap makhluk hidup sejak usia dini. Dengan demikian, tema binatang dinilai relevan dan efektif digunakan dalam pembelajaran PAUD.
Analisis Pembelajaran Tema “Diri Sendiri” Pada TK. Halijah Rappang Kabupaten Sidrap Fatmah Fatmah; Nurmiati Nurmiati; Mayani Mayani; Wahyuni Wahyuni; Hardiana Hardiana; Ika Mustika Harun; Kurniati Idrus; Kalbi Jafar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman diri pada anak usia dini sangat penting ditanamkan sejak dini, di mana pembelajaran dengan tema "diri sendiri" merupakan fondasi penting dalam kurikulum taman kanak- kanak (tk) halijah rappang kabupaten sidrap dan menjadi titik awal anak mengenali identitas, potensi, dan relasi sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif efektivitas implementasi pembelajaran tema "diri sendiri" terhadap pengembangan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal anak usia 4-6 tahun ;1) untuk mengetahui gambaran pembelajaran tema “diri sendiri”, 2) untuk mengetahui sistem evaluasi dari pembelajaran tema “diri sendiri”, dan 3) untuk mengetahui kendala yang ditemukan dalam pembelajaran tema “diri sendiri”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, catatan anekdot, portofolio karya dengan guru, kepala dan observasi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pembelajaran tema “diri sendiri” pada taman kanak-kanak (tk) halijah rappang kabupaten sidrap berjalan dengan baik dimana guru menjelaskan tentang nama, jenis kelamin, anggota tubuh, kesukaan, dan lainnya. Sistem evaluasi yang digunakan guru dari pembelajaran tema “diri sendiri” pada taman kanak-kanak (tk) halijah rappang kabupaten sidrap melalui observasi, catatan anekdot, portofolio karya. Tidak ada kendala yang dihadapi guru dalam menstimulasi pembelajaran tema “diri sendiri” pada taman kanak- kanak (tk) halijah rappang kabupaten sidrap, dimana anak-anak ketika diberikan arahan sudah nyaman dengan kegiatan tersebut dan bersemangat melakukan kegiatan yang diberikan.
PENANGGULANGAN PENYAKIT MASYARAKAT (MINUMAN KERAS) BERBASIS KEARIFAN LOKAL Reffi Rahmadani; Noor Fadlli Marh
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8134

Abstract

The problem of alcohol consumption is one form of social illness that negatively affects social order and religious values in society. In Minangkabau society, niniak mamak play an important role as traditional leaders in guiding and supervising their clan members. This study aims to examine the role of niniak mamak in overcoming alcohol consumption in Jambak Jalur 1, Jambak Selatan, Luhak Nan Duo District, West Pasaman Regency, as well as the obstacles faced in carrying out this role. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The informants consisted of niniak mamak as key informants and community members as supporting informants. The results show that the role of niniak mamak is carried out through giving advice, direct warnings, moral guidance, and the application of customary sanctions in stages. However, in practice, several obstacles are still encountered, such as the declining authority of customary leaders, negative peer influence, and limited support from some community members. This study concludes that the role of niniak mamak remains relevant and necessary, but it needs to be strengthened through cooperation with religious leaders and the village government.
Eksplorasi Sensori Dan Kemandirian: Pengalaman Guru Dan Anak Dalam Pembelajaran Di Sentra Bahan Alam Dengan Tema “Sekolahku” Fitrah Saputri Syahrul; Musdalifah Musdalifah; Nurbaya Nurbaya; Rahmawati Rahmawati; Nurul Hikmah; Riri Jufita; Jovita Jovita; Kalbi Jafar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pengalaman guru dan anak dalam proses pembelajaran di sentra bahan alam dengan tema "Sekolahku", serta bagaimana interaksi tersebut berkontribusi terhadap kemandirian dan kreativitas anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Subjek penelitian melibatkan guru kelas dan peserta didik kelompok B di satu sekolah PAUD. Data dikumpulkan melalui catatan lapangan, dokumentasi aktivitas, dan analisis reflektif terhadap interaksi guru-anak selama kegiatan di sentra bahan alam. Temuan menunjukkan bahwa (1) Pengalaman Anak: Anak-anak menunjukkan peningkatan rasa ingin tahu dan kemampuan pemecahan masalah saat membangun replika sekolah menggunakan media pasir, air, dan ranting. Interaksi sensori dengan bahan alam membantu anak memvisualisasikan konsep abstrak lingkungan sekolah menjadi bentuk konkret. (2) Pengalaman Guru: Guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan "inviatasi" atau ajakan main yang memancing kreativitas. Tantangan utama guru adalah menjaga keseimbangan antara memberikan kebebasan eksplorasi dan melakukan manajemen kelas saat kondisi fisik lingkungan menjadi kotor/berantakan. (3) Melalui tema "Sekolahku", anak merasa lebih memiliki dan mengenali lingkungan belajarnya secara emosional. Pembelajaran di sentra bahan alam dengan tema "Sekolahku" efektif dalam membangun kemandirian anak. Sinergi antara kebebasan anak bereksplorasi dan bimbingan guru yang tidak otoriter menciptakan ekosistem belajar yang bermakna dan menyenangkan.
Analisis Komprehensif Perilaku Generasi Z dalam Pemanfaatan Layanan Pusat Kesehatan Masyarakat: Tantangan Digitalisasi, Stigma Psikososial, dan Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer di Indonesia Riky Perdana; Devi Alviani; Sri Rahmayanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8137

Abstract

The transformation of primary healthcare systems through Community Health Centers (Puskesmas) faces significant challenges in responding to the unique characteristics of Generation Z, who are digitally literate yet psychosocially vulnerable. This study aims to analyze the healthcare-seeking behavior of Generation Z at Puskesmas in Pekanbaru City and the influencing factors using the Health Belief Model (HBM) approach. A quantitative method with a cross-sectional design was employed, involving 200 Generation Z respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate techniques with the Chi-Square (X2) test. The results indicate that while 51% of respondents are concerned about mental health issues, the utilization rate of physical services at Puskesmas remains low (36%). Bivariate analysis revealed a significant correlation between perceived barriers—such as bureaucracy and stigma—and service utilization (p=0.001), whereas digital literacy did not show a significant correlation (p=0.062). The study concludes by emphasizing the importance of modernizing services through humanistic digitalization and the reduction of social stigma to enhance Puskesmas accessibility for the younger generation in the era of epidemiological transition.
Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Berbahan Lokal Terhadap Kenaikan Berat Badan Pada Anak Usia 6 - 59 Bulan Wagiran Wagiran; Rudiansyah Rudiansyah; Aditiya Sardi; Rika Yuanita Pratama; Akhmad Akhmad
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8138

Abstract

Pendahuluan : Kekurangan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan dapat mengakibatkan terjadinya growth faltering (gagal tumbuh) sehingga berisiko menjadi anak yang lebih pendek dari yang normal. Data dari Survei Kesehatan Indonenesia. Prevalensi balita gizi kurang (indeks BB/PB) Pada Anak Umur 0-59 Bulan di provinsi Kalimantan barat tahun 2023 sebesar 6,5% dan prevalensi balita gizi kurang di Kabupaten Sintang sebesar 4,9%. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah pra-eksperimen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah One Group Pretest – Posttest Design. Sampel berjumlah 15 anak usia 12 - 59 Bulan dengan status gizi kurang. Intervensi berupa pemberian makanan tambahan berbahan lokal selama 28 hari dan penimbangan berat badan dilakukan pada saat awal dan minggu terakhir. Analisis yang digunakan Uji Wilcoxon.. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh pemberian PMT berbahan lokal dengan berat badan balita setelah diberikan intervensi penelitian (p-value = 0,480). Berbagai faktor penyebab diantaranya konsumsi makanan kurang sehat seperti snak dan minuman saset sakit infeksi sepetti batuk, pilek. Kesimpulan : Tidak ada pengaruh pemberian PMT berbahan lokal dengan berat badan balita. Saran : Diharapkan meningkatkan asupan makanan yang seimbang sesuai dengan kebutuhan berdasarkan usia, memanfaatkan bahan makanan lokal yang bergizi serta lebih telaten dan sabar saat anak menolak makan, mengurangi makanan yang kurang sehat seperti snak dan minuman saset.