cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 7,356 Documents
Pengaruh Latihan Drilling Smash Sasaran Tetap dan Sasaran Berubah Terhadap Ketepatan Smash Bola Voli Putra di Desa Pesaguan Deni Saputra Abadi; Dupri Dupri
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan drilling smash sasaran tetap, latihan drilling smash sasaran berubah, serta perbedaan pengaruh kedua metode latihan tersebut terhadap ketepatan smash bola voli putra di Desa Pesaguan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Two Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 14 pemain bola voli putra yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok latihan drilling smash sasaran tetap dan kelompok latihan drilling smash sasaran berubah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes ketepatan smash bola voli melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen (p > 0,05). Hasil uji-t menunjukkan bahwa latihan drilling smash sasaran tetap berpengaruh signifikan terhadap ketepatan smash bola voli dengan nilai signifikansi 0,013 (<0,05), sedangkan latihan drilling smash sasaran berubah juga memberikan pengaruh yang signifikan. Selain itu, terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua metode latihan dengan nilai signifikansi 0,008 (<0,05). Dengan demikian, latihan drilling smash sasaran tetap dan sasaran berubah sama-sama efektif meningkatkan ketepatan smash bola voli putra di Desa Pesaguan, namun latihan drilling smash sasaran berubah memberikan peningkatan yang lebih baik dibandingkan latihan drilling smash sasaran tetap
Sistem I’rab dalam Bahasa Arab: Fungsi Gramatikal dan Perannya dalam Penentuan Makna Sintaksis Hikmatul Azizah; Hamzah Hamzah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12224

Abstract

Latar Belakang: Bahasa Arab dikenal sebagai bahasa yang memiliki sistem bahasa yang sangat terstruktur dan sistematis. Salah satu ciri khasnya adalah i’rab, yang mengacu pada perubahan akhiran kata yang menunjukkan peran sintaksisnya dalam kalimat. Sistem ini memainkan peran penting dalam memahami makna dan hubungan tata bahasa. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi tata bahasa i’rab dan perannya dalam menentukan makna sintaksis dalam kalimat-kalimat bahasa Arab. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain penelitian pustaka. Data dikumpulkan dari buku-buku tata bahasa Arab klasik dan kontemporer serta artikel jurnal yang relevan. Analisa data dilakukan melalui analisis isi yang berfokus pada pola-pola i’rab dan implikasi sintaksisnya. Hasil: I’rab berfungsi sebagai penanda tata bahasa utama yang menentukan peran sintaksis seperti subjek (fa’il), objek (mafu’l bih), dan unsur kalimat lainnya. Variasi akhiran seperti rafa, nasb, jar dan jazm sangat memengaruhi makna kalimat. Kesimpulan: I’rab sangat penting dalam menafsirkan struktur kalimat dan makna bahasa Arab secara akurat. Kehadirannya menjamin kejelasan dan ketepatan dalam komunikasi. Studi ini menyarankan dilakukannya penelitian lebih lanjut mengenai penerapan i’rab dalam metode pengajaran bahasa Arab modern.
Kesenjangan Antara Perencanaan Dan Implementasi Program Pemerintah Daerah: Review Literatur Tentang Lemahnya Monitoring Dan Evaluasi Berbasis Kinerja Muhammad Al Habib; Sufian Hamim; Raden Imam Al Hafis
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The gap between planning and implementation remains a critical issue in local government program management. Many regional agencies already have planning documents, performance indicators, reporting systems, and evaluation mechanisms, yet these instruments do not always ensure that programs are implemented according to targets and produce measurable results. This article aims to analyze the pattern of gaps between planning and implementation of local government programs by positioning performance based monitoring and evaluation as the critical point. This study uses a literature review method involving 20 scientific articles and a document review of 2 official documents from the Office of Industry, Trade, Cooperatives, Small and Medium Enterprises of Riau Province. The analysis classifies findings into several themes, namely performance planning, program implementation, organizational capacity, reporting systems, digitalization, and performance evaluation. The findings show that program gaps are not only caused by weak planning, but also by limited human resource capacity, weak coordination, fragmented performance data, and evaluation practices that remain largely administrative. Monitoring and evaluation have not fully functioned as mechanisms for correction, organizational learning, and program control. This article concludes that improving local government program implementation requires stronger outcome indicators, integrated data, tiered monitoring, substantive internal evaluation, and the use of evaluation results as a basis for program improvement.
Doktrin Business Judgment Rule sebagai Perlindungan Hukum bagi Direksi BUMN Pasca Pengalihan Saham kepada BPI Danantara Tasya Darosyifa; Heru Sugiyono; Iwan Erar Joesoef
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12227

Abstract

Transformasi tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui pengalihan saham negara kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai pemegang saham strategis menghadirkan dinamika baru dalam hubungan antara pemegang saham dan direksi. Perubahan struktur kepemilikan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai relevansi penerapan Business Judgment Rule sebagai bentuk perlindungan hukum bagi direksi dalam menjalankan fungsi pengurusan perseroan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan Business Judgment Rule dalam hukum perseroan Indonesia serta mengkaji relevansi penerapannya terhadap direksi BUMN pasca pengalihan saham kepada BPI Danantara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan (library research) dan dianalisis secara kualitatif menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Business Judgment Rule telah diakomodasi secara implisit dalam Pasal 97 ayat (5) Undang-Undang Perseroan Terbatas sebagai dasar perlindungan hukum bagi direksi yang bertindak dengan itikad baik, penuh kehati-hatian, tanpa benturan kepentingan, serta mengutamakan kepentingan perseroan. Pengalihan saham kepada BPI Danantara tidak mengubah kedudukan maupun tanggung jawab hukum direksi sebagai organ perseroan, sehingga parameter penerapan Business Judgment Rule tetap mengacu pada ketentuan hukum perseroan. Namun demikian, perubahan struktur kepemilikan tersebut menuntut penguatan penerapan prinsip Good Corporate Governance, khususnya independensi direksi, agar perlindungan hukum melalui Business Judgment Rule tetap efektif dalam mendukung pengambilan keputusan bisnis yang profesional dan akuntabel.
Persepsi Mahasiswa terhadap Perbedaan Gaya Komunikasi Antar budaya di Lingkungan Kampus Nurjannah Nurjannah; Putri Balqis; Siti Munawarah; Ageng Yosicha Andini; Rizqa Hafizha; Imam Abdillah Lukman
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12228

Abstract

Perbedaan gaya komunikasi antarbudaya merupakan fenomena yang umum terjadi di lingkungan kampus yang memiliki mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya. Keberagaman tersebut menciptakan berbagai bentuk interaksi yang dapat memengaruhi cara mahasiswa berkomunikasi dan membangun hubungan sosial. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan dua masalah utama, yaitu: (1) bagaimana persepsi mahasiswa terhadap perbedaan gaya komunikasi antarbudaya di lingkungan kampus, dan (2) bagaimana pengaruh perbedaan gaya komunikasi antarbudaya terhadap interaksi sosial dan komunikasi mahasiswa di lingkungan kampus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap perbedaan gaya komunikasi antarbudaya serta menganalisis pengaruhnya terhadap interaksi sosial dan komunikasi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi berbagai pengalaman dan pandangan mahasiswa mengenai komunikasi antarbudaya di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang beragam terhadap perbedaan gaya komunikasi antarbudaya. Sebagian mahasiswa memandang perbedaan tersebut sebagai tantangan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam komunikasi, sementara sebagian lainnya menganggapnya sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan, meningkatkan toleransi, dan mengembangkan keterampilan komunikasi. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan gaya komunikasi antarbudaya berpengaruh terhadap interaksi sosial dan komunikasi mahasiswa. Perbedaan dalam penggunaan bahasa, cara menyampaikan pendapat, ekspresi nonverbal, serta nilai-nilai budaya dapat memengaruhi efektivitas komunikasi dan pembentukan hubungan sosial. Namun, melalui kemampuan adaptasi, keterbukaan terhadap keberagaman, dan pengalaman interaksi yang berkelanjutan, mahasiswa mampu membangun komunikasi yang efektif dan hubungan sosial yang harmonis. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan pemahaman komunikasi antarbudaya di lingkungan kampus guna mendukung terciptanya interaksi sosial yang positif, inklusif, dan saling menghargai di tengah keberagaman budaya.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat pada Objek Wisata Budaya Candi Bahal Portibi dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Development) di Kabupaten Padang Lawas Utara Khorisyahtul Adawiyah Harahap; Sri Mariya
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi, kendala, dan strategi yang dimiliki objek wisata budaya Candi Bahal Portibi dalam Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Padang Lawas Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method dengan informan yang dipilih secara Snowball Sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis menggunakan teknik SWOT dengan pendekatan IFAS-EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) potensi wisata Candi Bahal tergolong tinggi dengan total skor 1,20, yang ditunjang oleh nilai sejarah dan budaya, keunikan arsitektur, fungsi religi sebagai tempat ibadah umat Buddha, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan wisata. Secara eksternal, peluang pengembangan memperoleh total skor 1,14, melalui meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata budaya, kerja sama dengan pelaku UMKM, serta potensi pengembangan event budaya tahunan. (2) faktor yang menjadi kendala dalam pengembangan wisata Candi Bahal, yaitu rendahnya kesadaran masyarakat, belum optimalnya peran Pokdarwis, keterbatasan fasilitas umum, dan minimnya dukungan anggaran dan promosi dengan skor kelemahan internal 0,84 dan ancaman eksternal 0,94. (3) hasil analisis SWOT pendekatan IFAS-EFAS menunjukkan skor kekuatan dan kelemahan (0,36) dan skor peluang dan ancaman (0,2) yang berarti posisi berada pada kuadran I (Growth Oriental Strategy). Strategi ini bertujuan memanfaatkan kekuatan internal untuk meraih peluang eksternal dengan fokus pada peningkatan peran masyarakat melalui pelatihan dan program desa wisata, penguatan koordinasi antara pemerintah dan pengelola, serta promosi dan penyelenggaraan event budaya untuk memperkuat daya tarik Candi Bahal sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Padang Lawas Utara.
PERMAINAN PESAN BERANTAI SEBAGAI MEDIA LATIHAN ISTIMA’ BAHASA ARAB: PENGALAMAN DI KELAS SEMESTER I JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB UIN ALAUDDIN MAKASSAR Romy Aria Pranata; Ahmad Syarif Hidayatullah Galib; Yasser Mulla Shadra
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.12236

Abstract

Keterampilan menyimak atau istima’ sering kali menjadi bagian yang paling kurang mendapat perhatian serius dalam pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi, padahal ia merupakan keterampilan yang paling awal dikuasai manusia dalam proses berbahasa. Penelitian ini berangkat dari keresahan nyata di kelas: mahasiswa semester I Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Alauddin Makassar rata rata hanya mampu meraih skor 58,3 pada tes diagnostik istima’ awal, dan lebih dari separuh di antara mereka tampak enggan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Untuk menjawab tantangan ini, diterapkan metode permainan pesan berantai yang dimodifikasi agar mahasiswa berlatih menyimak pada tataran pemahaman isi, bukan sekadar menghafal kata. Penelitian dirancang dalam format penelitian tindakan kelas (PTK) dua siklus, melibatkan seluruh 30 mahasiswa di kelas tersebut. Hasilnya cukup positif: rata rata skor meningkat menjadi 74,6 di Siklus I dan mencapai 83,7 di Siklus II, sementara tingkat keterlibatan aktif mahasiswa melonjak dari 46,7 persen menjadi 86,7 persen. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran istima’ yang bersifat interaktif dan bernuansa bermain layak untuk lebih dikembangkan di program studi bahasa Arab.
Implementasi Program Pengentasan Kemiskinan Di Indonesia: Review Literatur Tentang Fragmentasi Kebijakan, Ketepatan Sasaran, Dan Evaluasi Dampak Ade Saputra; Sufian Hamim; Raden Al Hafiz; Dia Meiriana
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengentasan kemiskinan di Indonesia telah berkembang melalui berbagai skema bantuan sosial, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan intervensi berbasis rumah tangga miskin. Namun, keberadaan banyak program belum selalu berbanding lurus dengan penurunan kemiskinan yang kuat dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi program pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui tiga fokus utama, yaitu fragmentasi kebijakan, ketepatan sasaran, dan evaluasi dampak, dengan Provinsi Riau sebagai konteks penguat analisis daerah. Metode yang digunakan adalah review literatur terhadap 22 artikel jurnal open access yang membahas Program Keluarga Harapan, bantuan sosial, data terpadu kemiskinan, zakat, bantuan pangan, tata kelola program, dan evaluasi kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas program pengentasan kemiskinan tidak hanya ditentukan oleh besaran bantuan atau jumlah penerima, tetapi juga oleh keterpaduan perencanaan, kualitas data penerima, koordinasi lintas aktor, pengawasan penggunaan bantuan, dan pengukuran dampak berbasis hasil. Beberapa program terbukti mampu meningkatkan konsumsi dan meringankan beban rumah tangga miskin, tetapi dampaknya terhadap perubahan struktural, graduasi mandiri, dan penurunan kemiskinan jangka panjang masih tidak merata. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengentasan kemiskinan memerlukan integrasi antara perencanaan, implementasi, dan evaluasi program agar bantuan sosial tidak berhenti sebagai respons administratif, tetapi menjadi instrumen perubahan kesejahteraan yang lebih terarah.
Kearifan Lokal Bugis sebagai Basis Epistemik Pengembangan Pendidikan Islam Kontekstual Ahmad Syarif Hidayatullah Galib; Siti Yasirah Azzahrah; Romy Aria Pranata; asser Mulla Shadra
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12239

Abstract

Artikel ini mengkaji secara konseptual posisi kearifan lokal Bugis sebagai basis epistemik dalam pengembangan pendidikan Islam kontekstual. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana nilai-nilai utama kearifan lokal Bugis meliputi alempureng (kejujuran), amaccang (kecendekiaan), asitinajang (kepatutan), agettengeng (keteguhan), dan reso (etos kerja) dapat berfungsi sebagai landasan epistemis yang sinergis dengan prinsip-prinsip al-Qur'an dalam kerangka pendidikan Islam yang kontekstual dan transformatif. Kajian ini bersifat konseptual-pustaka dengan menggunakan pendekatan integratif-interkonektif dan analisis hermeneutis terhadap sumber-sumber tekstual dan konseptual yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal Bugis memiliki resonansi epistemis yang kuat dengan prinsip-prinsip Qur'ani seperti siddiq, amanah, fathanah, tabligh, dan konsep ma'ruf sehingga berpotensi menjadi sumber legitimasi kultural bagi penyelenggaraan pendidikan Islam yang tidak tercerabut dari akar budaya peserta didik. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual integrasi kearifan lokal Bugis dalam pendidikan Islam kontekstual sebagai kontribusi teoritis bagi pengembangan epistemologi pendidikan Islam berbasis budaya lokal.
Tingkat Kecemasan Wasit Karate Berlisensi Daerah Forki Provinsi Jambi Pada Saat Memimpin Pertandingan Wahyu Dwi Putra; Palmizal Palmizal; Adrizal Adrizal
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan wasit karate berlisensi daerah FORKI Provinsi Jambi dalam memimpin pertandingan. Kecemasan merupakan aspek psikologis penting yang dapat memengaruhi konsentrasi, pengambilan keputusan, serta kinerja wasit di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 35 wasit yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang terdiri dari 38 butir pernyataan berdasarkan faktor intrinsik dan ekstrinsik kecemasan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan wasit berada pada kategori sedang. Mayoritas responden berada pada kategori cemas sebesar 51,4%, diikuti kategori kurang cemas sebesar 37,1%, dan sangat cemas sebesar 11,4%, serta tidak terdapat wasit pada kategori tidak cemas. Faktor intrinsik dan ekstrinsik sama-sama berkontribusi terhadap munculnya kecemasan, dengan faktor ekstrinsik seperti tekanan pelatih, penonton, dan situasi pertandingan memiliki pengaruh yang lebih dominan. Selain itu, indikator pikiran negatif menjadi aspek yang paling berpengaruh terhadap kecemasan wasit. Temuan ini menunjukkan bahwa seluruh wasit mengalami kecemasan dalam berbagai tingkat saat memimpin pertandingan.