cover
Contact Name
Nisa Muthiah
Contact Email
nisamuthiah@fk.unmul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
nisamuthiah@fk.unmul.ac.id
Editorial Address
jl Krayan, Kampus gn Kelua, Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Mulawarman Dental Journal
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 28285883     DOI : 10.30872/mul. dent. j.
Core Subject : Health, Science,
MOLAR (Mulawarman Dental Journal) is a scientific journal affiliated with Dentistry Study Programme, Medical Faculty of Mulawarman University. It is a biannually journal, published in March and September. MOLAR provide original article of research, review article and case report in the term of dental science and education dissemination.
Articles 50 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Murid Usia 7-8 Tahun Tentang Kebiasaan Buruk Dengan Maloklusi di SDN 002 Loa Janan Ilir Kota Samarinda Wahidyana, Eka Meisyafara; Rokhim, Saiful; Purnamasari, Cicih Bhakti
Mulawarman Dental Journal Vol 5, No 1 (2025): MOLAR Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v5i1.11709

Abstract

Latar Belakang: Keadaan dimana terjadinya penyimpangan hubungan gigi yang normal pada lengkung yang berlawanan atau sama disebut dengan maloklusi. Maloklusi dapat disebabkan oleh beragam kebiasaan pada rongga mulut seperti bernapas melalui mulut, menghisap jari, dan menggigit kuku. Dibutuhkan perhatian orang tua dalam mencegah kebiasaan buruk yang berkelanjutan. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua murid tentang kebiasaan buruk dengan maloklusi di SDN 002 Loa Janan Ilir Kota Samarinda. Metode: Penelitian bersifat observasional analitik dengan desain studi cross sectional pada 30 murid usia 7-8 tahun yang diperoleh dengan metode total sampling. Data dikumpulkan dari pengisian kuesioner tentang kebiasaan buruk oleh orang tua dan menilai maloklusi pada anak dengan pemeriksaan klinis. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan orang tua berada pada kategori cukup (43,3%) dan mayoritas murid memiliki maloklusi Angle kelas I (40,0%). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua murid tentang kebiasan buruk dengan maloklusi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawatan Saluran Akar Dengan Kepatuhan Pasien Saat Menjalani Perawatan Berulang Sari, Dela Puspita; Listiyawati, Listiyawati; Ompusunggu, Novelin Yohana
Mulawarman Dental Journal Vol 5, No 1 (2025): MOLAR Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v5i1.11715

Abstract

Latar Belakang: perawatan saluran akar merupakan perawatan untuk meredakan rasa nyeri serta mengembalikan fungsi dan estetika gigi. Perawatan saluran akar secara garis besar terdiri dari tiga tahap yaitu preparasi biomekanis, sterilisasi dan pengisian sehingga dilakukan dalam beberapa kali kunjungan. Berdasarkan studi pendahuluan dibeberapa rumah sakit di Samarinda, ditemukan permasalahan banyaknya pasien yang tidak patuh untuk menyelesaikan perawatan saluran akar hingga tuntas. Salah satu faktor yang memengaruhi ketidakpatuhan adalah kurangnya pengetahuan pasien tentang perawatan yang sedang dijalani sehingga cenderung menghentikan perawatan setelah pasien merasa pengobatannya sudah cukup dan keluhannya sudah hilang. Adanya tingkat pengetahuan yang tinggi dapat meningkatkan keyakinan diri pasien mengenai manfaat yang akan diperoleh jika mengikuti masa perawatan secara rutin dan teratur Tujuan: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawatan saluran akar dengan kepatuhan pasien saat menjalani perawatan berulang. Metode: penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional pada 68 responden yang merupakan pasien yang sedang menjalani perawatan saluran akar di RSUD. Inche Abdoel Moeis, RS Dirgahayu dan RS Pupuk Siaga Ramania. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kartu kontrol dan checklist kepatuhan. Data diolah dan dianalisis dengan uji Kendall Tau b. Hasil: hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden termasuk kategori tinggi sebesar 51,5% dan kepatuhan responden termasuk kategori tinggi sebesar 42,6%. Korelasi tingkat pengetahuan dengan kepatuhan menunjukkan p=0,0000 (p<0,05); r=0,879. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat pengetahuan perawatan saluran akar dengan kepatuhan pasien saat menjalani perawatan berulang.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Mengenai Dampak Ortodonti Cekat Pada Mahasiswa Pengguna Ortodonti Cekat Di Universitas Mulawarman Giovanni, Pardede; Hanan, Nydia; Rokhim, Saiful; Asfirizal, Verry; Simbolon, Dame Rimmauli
Mulawarman Dental Journal Vol 5, No 1 (2025): MOLAR Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v5i1.11808

Abstract

Latar Belakang: Perawatan ortodonti cekat memiliki resiko yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan keras dan lunak rongga mulut. Hal ini dapat terjadi karena pasien yang menggunakan ortodonti cekat memiliki kesulitan untuk dapat menjaga kebersihan gigi dan mulutnya. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mengenai dampak ortodonti cekat pada mahasiswa pengguna ortodonti cekat di Universitas Mulawarman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif dengan rancangan penelitian survei cross sectional yang dilakukan pada bulan Oktober-November 2021. Data diperoleh sebanyak 96 subjek penelitian dengan teknik purposive sampling di Universitas Mulawarman.Hasil: Lebih banyak responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 51 mahasiswa (53,1%). Perempuan memiliki tingkat pengetahuan baik yang lebih dominan sebanyak 42 mahasiswa (43,8%). Mahasiswa yang berusia 22 tahun memiliki tingkat pengetahuan baik dan cukup yang dominan sebanyak 17 mahasiswa (17,7%). Mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki tingkat pengetahuan baik yang lebih dominan sebanyak 14 mahasiswa (14,6%) Kesimpulan: Gambaran tingkat pengetahuan mengenai dampak ortodonti cekat pada mahasiswa pengguna ortodonti cekat di universitas mulawarman memiliki tingkat pengetahuan baik yang lebih dominan.
Perbedaan Status Karies (Indeks DMF-T) pada Masyarakat Pengguna Air Void Batu Bara dan Air PDAM di Kelurahan Sempaja Utara Kota Samarinda Natasya, Alya Hana; Asfirizal, Verry; Nuryanto, Muhammad Khairul
Mulawarman Dental Journal Vol 5, No 1 (2025): MOLAR Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v5i1.11605

Abstract

Latar Belakang: Sumber air merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi indeks karies. Parameter kimiawi air yang dapat memengaruhi karies gigi, yaitu pH air, kandungan fluor serta kandungan kalsium. Pertambangan batu bara adalah salah satu sektor industri terbesar di Kalimantan Timur. Namun, pertambangan batu bara dapat memberi dampak negatif berupa terbentuknya air kolam atau void batu bara. Dari void tersebut, dapat terbentuk air asam tambang yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan keras gigi. Tujuan: Mengetahui perbedaan status karies berdasarkan indeks DMF-T antara masyarakat pengguna air void dan masyarakat pengguna air PDAM sebagai sumber air untuk sikat gigi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah non probability sampling dengan jumlah sampel 60 responden. Hasil: Indeks DMF-T pada masyarakat pengguna air void batu bara lebih tinggi dengan nilai indeks DMF-T adalah 9 dibanding pengguna air PDAM dengan nilai indeks 5,6. Uji Mann-Whitney pada masyarakat yang menyikat gigi dengan air void batu bara dan air PDAM didapatkan nilai p=0,006 (p<0,05), hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna terhadap status karies berdasarkan indeks DMF-T masyarakat pengguna air void batu bara dan air PDAM.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Melalui Metode Ceramah Pada Kader Kesehatan Desa Manunggal Jaya Tenggarong Santosa, Tiara Hanifah; Muthi'ah, Nisa; Cahya, Wahyuni Dwi
Mulawarman Dental Journal Vol 5, No 1 (2025): MOLAR Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v5i1.11448

Abstract

Latar Belakang : Kader kesehatan memiliki tugas yang sangat penting oleh karena itu, diharapkan setiap kader kesehatan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik salah satunya pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkakan pengetauan adalah dengan edukasi menggunakan metode ceramah. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui metode ceramah terhadap tingkat pengetahuan kader kesehatan Desa Manunggal Jaya Tenggarong. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental dengan rancangan one group pre test post test design dan kader kesehatan diberikan perlakuan berupa edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui metode ceramah. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Besar sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebesar 48 orang kader kesehatan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut responden sebelum dilakukan edukasi yaitu 22,9% (11 orang) dengan kategori baik, 75% (36 orang) dengan kategori sedang, dan 2,1% (1 orang) dengan kategori kurang sementara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut responden setelah dilakukan edukasi didapatkan hasil yaitu 100% (48 orang) dengan kategori baik. Hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan hasil p = 0,000 (p<0,05). Simpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui metode ceramah terhadap tingkat pengetahuan kader kesehatan Desa Manunggal Jaya Tenggarong.
Perbedaan Tingkat Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Pemberian Video Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak SDN 009 Palaran Samarinda Rosalina, Amelita; Kuntari, Indriana Dwi; Simbolon, Dame Rimmauli
Mulawarman Dental Journal Vol 5, No 2 (2025): MOLAR September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v5i2.12642

Abstract

Rendahnya perilaku merawat kesehatan gigi dan mulut anak di Indonesia menyebabkan masalah kesehatan gigi dan mulut. Masalah kesehatan gigi dan mulut terbanyak di Kota Samarinda terjadi di Kelurahan Bukuan Kecamatan Palaran. Media video dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang baik serta dapat membantu meningkatkan pengetahuan pada anak mengenai kesehatan gigi dan mulut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan video edukasi kesehatan gigi dan mulut pada anak di SDN 009 Palaran. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain penelitian eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan pada 174 siswa yang pilih dengan teknik stratified random sampling di SDN 009 Palaran pada bulan April 2023. Kemudian data dianalsia menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Didapatkan nilai rata-rata pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada anak sebelum diberikan media video sebesar 76,245 dan setelah pemberian sebesar 85,493. Setelah dianalisa (p <0,05) terdapat pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak.
Perbedaan Sikap Tindakan dan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Mahasiswa Kedokteran Gigi dengan Kedokteran Umum Alfaris, Tsafirra; Listyawati, Listyawati; Kuntari, Indriana Dwi
Mulawarman Dental Journal Vol 5, No 2 (2025): MOLAR September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v5i2.11951

Abstract

Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, baik sehat secara jasmani maupun rohani. Kesehatan yang perlu diperhatikan selain kesehatan tubuh secara umum, juga kesehatan gigi dan mulut. Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu hal yang penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Dalam menjaga kesehatan gigi mulut di perlukan pengetahuan, sikap dan tindakan mengenai kesehatan gigi dan mulut. Menurut data Riset Kesehatan Dasar Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2018 persentase masalah kesehatan gigi dan mulut sebesar 61,73% yang diderita penduduk Samarinda. Dan 60,54% terdapat pada kelompok usia 18-24 tahun, serta 62,45% nya kelompok usia 18-24 tahun memiliki pekerjaan sebagai mahasiswa oleh karena itu peneliti ingin mengetahui perbedaan sikap, tindakan, dan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada mahasiswa Kedokteran Gigi dengan Kedokteran Umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sikap, tindakan, dan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada mahasiswa Kedokteran Gigi dengan Kedokteran Umum. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Responden penelitian ini berasal dari Program Studi Kedokteran Gigi dengan Kedokteran Umum dengan responden sebanyak 226 sampel. Penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan IBM SPSS 26. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap sikap, tindakan, dan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut antara mahasiswa Kedokteran Gigi dengan Kedokteran Umum. Kesimpulan penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap sikap, tindakan, dan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut antara mahasiswa Kedokteran Gigi dengan Kedokteran Umum.
Hubungan Faktor Sosiodemografi Dengan Tingkat Pengetahuan Mengenai Penambalan Gigi Pada Masyarakat Kota Samarinda Azzahra, Muhammad Sultan Aqsha; Ompusunggu, Novelin Yohanna; Sulistiani, Dewi Arsih; Purnamasari, Cicih Bhakti; Kambaya, Portuna Putra
Mulawarman Dental Journal Vol 5, No 2 (2025): MOLAR September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v5i2.12799

Abstract

Penambalan gigi adalah salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan gigi agar gigi bisa kembali ke bentuknya semula dan bisa kembali berfungsi dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan mengenai penambalan gigi pada masyarakat Kota Samarinda. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain studi cross sectional dan dilakukan uji chi-square dengan nilai signifikansi p<0,05. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 100 responden masyarakat Kota Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75,15% masyarakat Kota Samarinda memiliki pengetahuan mengenai penambalan gigi dalam kategori cukup. Uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan mengenai penambalan gigi pada masyarakat Kota Samarinda dengan nilai p=0,02. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status ekonomi dengan tingkat pengetahuan mengenai penambalan gigi pada masyarakat Kota Samarinda dengan nilai p=0,558.
Perbedaan Status Kebersihan Mulut (OHI-S) pada Masyarakat Pengguna Air Void Batu Bara dan Air PDAM di Kecamatan Samarinda Utara Azizah, Azka Nuril; Asfirizal, Verry; Masyhudi, Masyhudi
Mulawarman Dental Journal Vol 5, No 2 (2025): MOLAR September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v5i2.12703

Abstract

Latar Belakang: Kebersihan mulut dapat diketahui berdasarkan OHI-S (Oral Hygiene Index Simplified). Status kebersihan mulut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perilaku, pengetahuan, pola makan, merokok, jenis kelamin dan lingkungan. Sumber air merupakan salah satu faktor dari lingkungan yang dapat mempengaruhi kebersihan mulut. Air void terbentuk akibat dampak buruk dari penambangan batu bara dengan metode open cut mining, dimana hal tersebut berpotensi menghasilkan air asam pasca tambang. Terdapat parameter kimiawi pada air yang berperan dalam status kebersihan mulut yaitu, kandungan tingkat (pH) keasaman dan kandungan kalsium pada air yang digunakan sebagai air baku, termasuk untuk menyikat gigi. Tujuan: mengetahui perbedaan status kebersihan mulut berdasarkan indeks OHI-S antara masyarakat pengguna air void batu bara dan masyarakat pengguna air PDAM sebagai sumber air untuk sikat gigi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional deskriptif. Teknik pengambilan sampel penelitian dilakukan secara non probability sampling dengan sampel 70 responden. Hasil: indeks OHI-S pada masyarakat pengguna air void batu bara adalah 2,4 dan pengguna air PDAM adalah 1,4. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna, indeks OHI-S pada masyarakat pengguna air void batu bara lebih tinggi dibandingkan masyarakat pengguna air PDAM.
Pengaruh Penyuluhan Online Menggunakan Media Video Terhadap Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut di SMP Negeri 7 Muara Badak Maulida, Eva Titania; Astuti, Lilies Anggarwati; Danial, Danial; Paramita, Swandari; Asfirizal, Verry
Mulawarman Dental Journal Vol 5, No 2 (2025): MOLAR September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v5i2.22706

Abstract

Pendahuluan: Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi perhatian, dikarenakan anak usia sekolah 13-15 tahun memiliki tingkat plak yang tinggi mengarah menjadi karies dan penyakit periodontal. Sementara anak-anak pada usia tersebut berperilaku benar ketika menyikat gigi sangat rendah. WHO merekomendasikan pelajar remaja sebagai kelompok usia yang tepat untuk diperkenalkan dan dipromosikan mengenai perilaku pemeliharaan kebersihan gigi mulut. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan online dengan media video terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Metode: Penelitian eksperimental semu dengan desain one group pretest and posttest, sebanyak 49 pelajar SMP Negeri 7 Muara Badak menjadi subjek penelitian. Data pada riset ini yakni data primer yang didapatkan melalui hasil kuesioner pretest dan lembar checklist posttest yang diisi oleh responden selama 21 hari. Hasil: Sebelum penyuluhan online menggunakan media video 21 responden termasuk kedalam perilaku kategori kurang (42,9%) dan 28 responden termasuk kedalam perilaku kategori baik (57,1%) setelah dilakukan penyuluhan online media video. Hasil pengujian Wilcoxon menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Penyuluhan online menggunakan media video memiliki pengaruh terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut di SMP Negeri 7 Muara Badak.