cover
Contact Name
A. Qomarudin
Contact Email
masqomarudinyes@gmail.com
Phone
+6285749583004
Journal Mail Official
admin@staima-alhikam.ac.id
Editorial Address
Jl. Cengger Ayam No. 25 Malang,Tulusrejo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : 30467837     EISSN : 30310806     DOI : 10.32478
NGABEKTI: Community Service Journal with E-ISSN 3031-0806 is a journal published periodically by STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang. This journal is devoted to reporting the results of community service activities. Journal managers appreciate contributions in the form of service articles from academics, lecturers and other community service articles to be published and disseminated through text selection, review and editing mechanisms. All articles published are the result of service that has been carried out to the community. The focus of this community service journal is 1. Report on the results of community empowerment; 2. Report on community research results. The scope of this community service journal is: 1. Report on the results of activities that are able to empower society at all levels, including religious, economic, political, social and cultural; 2. Reports on the results of academic studies on the needs, challenges or problems faced by society, both directly and indirectly.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 60 Documents
Pemberdayaan Remaja Masjid Melalui Revitalisasi Kepengurusandi Masjid Al-Huda Kota Batu Shafina Shalsabila; Eka Ismi Nadifah; Muhammad Misbachul Munir; Khisna Azizah
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ngabekti: Edisi Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/v2ayev08

Abstract

Abstract The mosque functions as a central hub for Muslim worship and social activities. It plays a strategic role in community development, particularly in nurturing the younger generation as prospective future leaders. However, for more than 27 years, Al-Huda Mosque in Batu City located in Junrejo District, Dadaprejo Village experienced a vacancy in the management of the mosque youth organization (Remaja Masjid/Remas), with all activities being handled entirely by the takmir (mosque management board). This community service program employed a Participatory Action Research (PAR) approach, involving collaborative planning, action, observation, and reflection with local stakeholders. The program resulted in the revitalization of the mosque youth organization, increased youth participation, and the establishment of sustainable mosque activities. This initiative fosters leadership regeneration and social change by emphasizing participatory strategies to revive a previously inactive religious youth organization. Keywords: Empowerment, Mosque Youth Organization, Management Revitalization. Abstrak Masjid berfungsi sebagai pusat utama bagi ibadah muslim dan kegiatan sosial. Memiliki peran strategis dalam pengembangan komunitas, khususnya dalam membina generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan. Namun, ternyata selama kurun waktu lebih dari 27 tahun, Masjid Al-Huda di Kota Batu kecamatan Junrejo, kelurahan Dadaprejo ini mengalami kekosongan dalam pengelolaan remaja masjid (Remas), dan seluruh kegiatan ditangani sepenuhnya oleh pengurus takmir. Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), program ini melibatkan perencanaan, aksi, observasi, dan refleksi secara kolaboratif dengan para pemangku kepentingan lokal. Program ini menghasilkan reformasi Remas, peningkatan partisipasi remaja, dan kegiatan masjid yang berkelanjutan. Inisiatif ini mendorong regenerasi kepemimpinan dan perubahan sosial, dengan menekankan strategi partisipatif untuk menghidupkan kembali organisasi remaja keagamaan yang sempat vakum. Kata Kunci: Pemberdayaan, Remaja Masjid, Revitalisasi Kepengurusan.
Pendampingan Eco Masjid: Optimalisasi Fungsi Ri‘ayah Melalui Pemeliharaan Fasilitas dan Pemasangan Tempat Sampah Terpilah di Masjid Sirojul Muttaqin Buring Kota Malang Hamim Jazuli; Nurul Azizah; Nilna Asna Nurillah; Mutholingah, Siti
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ngabekti: Edisi Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/xjh17808

Abstract

Abstract This community service program addresses the suboptimal ri'ayah (physical maintenance) function at Masjid Sirojul Muttaqin, evidenced by poorly maintained facilities and the absence of a waste segregation system, which diminished congregants' comfort. The initiative aimed to optimize the mosque's function through facility maintenance and the installation of segregated waste bins. Employing a Community Service Learning approach with a Direct Service Model, activities included a thorough cleaning, facility inventory, repair of minor damages, and strategic placement of organic and inorganic waste bins. The results showed a significant improvement in the mosque's cleanliness and orderliness. Congregants responded positively, indicating increased comfort. The program successfully enhanced the physical environment and fostered awareness of mosque maintenance. For long-term impact, sustained commitment from the mosque management and congregants is essential. Keywords: Mosque Maintenance, Waste Management, Community Service. Abstrak Program pengabdian masyarakat ini menjawab belum optimalnya fungsi ri'ayah (pemeliharaan sarana prasarana) di Masjid Sirojul Muttaqin, yang ditandai dengan fasilitas yang kurang terawat dan tidak adanya pemilahan sampah, sehingga mengurangi kenyamanan jamaah. Inisiatif ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi masjid melalui pemeliharaan fasilitas dan pemasangan tempat sampah terpilah. Dengan menggunakan pendekatan Community Service Learning berbasis Direct Service Model, kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan menyeluruh, inventarisasi fasilitas, perbaikan kerusakan ringan, serta pemasangan tempat sampah organik dan anorganik di titik strategis. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan pada kebersihan dan kerapian lingkungan masjid. Jamaah memberikan respons positif yang menandakan meningkatnya kenyamanan. Program ini berhasil meningkatkan kondisi fisik masjid dan menumbuhkan kesadaran akan pemeliharaannya. Keberlanjutan program memerlukan komitmen aktif dari takmir dan jamaah. Kata Kunci: Pemeliharaan Masjid, Pengelolaan Sampah, Pengabdian Masyarakat.
Edukasi Lingkungan tentang Bahaya Pembakaran Sampah Liar dan Pemanfaatan Sampah Organik Sebagai Kompos di Desa Karanglo Moch Yusuf Ardiansyah; Lathifatun Nisa; Ahmad Wildan Ittaqillah; Ulmi Farihah; M Tri Handika Wahyu Setiawan; Ummidlatus Salamah
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ngabekti: Edisi Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/mg57fw64

Abstract

Abstract Environmental education activities regarding the dangers of illegal waste burning and the use of organic waste as compost in Karanglo Village aimed to raise public awareness of the negative impacts of waste burning on health and the environment, as well as to optimize organic waste management through composting. The implementation method includes preparation, socialization and training, and evaluation. Results showed an increase in public understanding of the dangers of toxic gases from waste burning and skills in processing organic waste into compost. This program is expected to reduce the practice of illegal waste burning and encourage the implementation of a circular economy through the use of compost for agriculture. Keywords: Socialization, Training, Compost Making, Organic Waste. Abstrak Kegiatan edukasi lingkungan mengenai bahaya pembakaran sampah ilegal dan pemanfaatan sampah organik sebagai kompos di Desa Karanglo bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif pembakaran sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta mengoptimalkan pengelolaan sampah organik melalui pengomposan. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, sosialisasi dan pelatihan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang bahaya gas beracun dari pembakaran sampah dan keterampilan dalam mengolah sampah organik menjadi kompos. Program ini diharapkan dapat mengurangi praktik pembakaran sampah ilegal dan mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kompos untuk pertanian. Kata kunci: Sosialisasi, Pelatihan, Pembuatan Pupuk Kompos, Sampah Organik.
Seminar Pendidikan Karakter Generasi Z pada Era Digital bagi Peserta Didik di SMP Amanatulloh Banyuwangi Musyarofah, Atiqatul; Fathi Hidayah; Anis Fauzi; Meliantina; Fatqu Rofiqoh Dewi
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ngabekti: Edisi Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/8bn5jp30

Abstract

Abstract Character education is currently very important for the younger generation, as they will become the benchmark for the success of national development. Whether acknowledged or not, the character of today’s youth has recently experienced significant moral degradation. This community service activity was conducted in collaboration with users through a triangular model, in which the functions of research, counseling, and users are interconnected, forming a reciprocal triangular relationship. The model implemented in the field consists of four stages: action/experience, reflection, integration, and planning. As an operational process, the activity emphasizes pragmatism, beginning with identifying, understanding, and solving real problems, followed by reflection. The results of this community service activity indicate an increase in students’ understanding and awareness at SMP Amanatulloh Banyuwangi regarding the importance of character education for Generation Z in the digital era, as well as encouraging its application in daily life. Keywords: Character Education, Digital Era, Generation Z Abstrak Pendidikan karakter saat ini sangat penting untuk generasi muda, karena generasi muda akan menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan bangsa.  Diakui ataupun tidak bahwa karakter generasi muda akhir-akhir ini banyak mengalami kelunturan yang sangat dahsyat. Kegiatan pengabdi ini bekerjasama dengan pengguna dengan model triangular yaitu antara fungsi penelitian, penyuluhan, dan pengguna terjadi saling hubungan, sehingga membentuk segitiga hubungan timbal balik (triangular). Model yang diterapkan dilapangan, meliputi empat langkah, yaitu: aksi/mengalami, refleksi, integrasi, dan perencanaan. Sebagai proses kegiatan operasionalnya menekankan pragmatisme yang dimulai dari mengidentifikasi, memahami, dan memecahkan masalah riil, lalu merefleksikannya lagi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta didik SMP Amanatulloh Banyuwangi tentang pentingnya pendidikan karakter bagi Generasi Z di era digital, serta mendorong penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Pendidikan Karakter, Era Digital, Generasi Z.
Pelatihan Pembuatan Jadwal Imsakiyah Berbasis Waktu Salat Lokal Isniyatin Faizah; Fashi Hatul Lisaniyah; Rinwanto; Ihda Shofiyatun Nisa’; Ziana Dhurrotul Ainiyah; Wafiq Habibah
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ngabekti: Edisi Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/hssmdt26

Abstract

Abstract The determination of prayer times (salat) and Imsakiyah (the schedule for fasting, especially the pre-dawn meal cutoff time) plays a crucial role in the worship practices of Muslims, particularly during the month of Ramadan. However, variations in calculation methods and locational references often lead to inaccuracies in the Imsakiyah schedule, which can disrupt worship. This research aims to enhance the understanding and skills of students from the Student Da'wah Institute (LDM) in compiling local prayer time-based Imsakiyah schedules through digital technology-based training. Using a participatory method with an educational and practical hisab (astronomical calculation) approach. The results showed a significant increase in participant understanding (from 20% to 85%) and the ability to compile the Imsakiyah schedule with 90% accuracy. This approach proved effective in empowering students to produce schedules that conform to local geographical conditions, thereby supporting the quality of worship and utilizing digital technology for community empowerment. Keywords: Training, Imsakiyah Schedule, Local Prayer Times. Abstrak Penentuan waktu salat dan Imsakiyah (jadwal puasa, khususnya batas waktu sahur) memegang peranan penting dalam praktik ibadah umat Islam, terutama pada bulan Ramadan. Namun, perbedaan metode perhitungan dan acuan lokasi sering kali menyebabkan ketidakakuratan dalam jadwal Imsakiyah, yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) dalam menyusun jadwal Imsakiyah berbasis waktu salat lokal melalui pelatihan berbasis teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode partisipatif dengan pendekatan edukatif dan praktis hisab (perhitungan astronomis). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta (dari 20% menjadi 85%) serta kemampuan menyusun jadwal Imsakiyah dengan tingkat akurasi mencapai 90%. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memberdayakan mahasiswa untuk menghasilkan jadwal yang sesuai dengan kondisi geografis lokal, sehingga mendukung kualitas ibadah serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: Pelatihan, Jadwal Imsakiyah, Waktu Salat Lokal.
Implementasi Program Eco Masjid (Idarah, ‘Imarah, Ri’ayah) di Masjid Nur Muhammad Desa Randuagung Singosari Malang Fifin Nikmatus Sholihah; Yeni Febrianti; Oktavia Dwi Saputri; M. Azkal Azkiya; Nova Arum Wahyuningtyas; Muhammad Idham Kholid; Rosidin
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ngabekti: Edisi Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/whw3r428

Abstract

Abstract The concept of Green Mosques (Ecomosques) in Indonesia remain an elitist issue and have not yet developed into a widespread and popular movement. Therefore, a collective effort is needed to realize this program, one of which is through community service activities. The community service method employed is Service Learning (SL) based on Kolb’s Experiential Learning model, which consists of Concrete Experience (CE), Reflective Observation (RO), Abstract Conceptualization (AC), and Active Experimentation (AE). The outcomes of this community service activity include the implementation of three work programs aligned with the functions of Idarah (administration and management), ‘Imarah (welfare and religious activities), and Ri’ayah (maintenance and facilities). First, assistance to the takmir (mosque management board) as a representation of the Idarah function, focusing on coordination, facilitation, and initiation by the service team to help ease managerial duties and responsibilities related to the ecomosque concept. Second, optimization of Majelis Ta’lim as a representation of the ‘Imarah function, emphasizing the active participation of the service team in consultation, socialization, and ecomosque education through Majelis Ta’lim sessions held after the Fajr and Maghrib prayers, discussing Qur’anic exegesis, creed (aqidah), jurisprudence (fiqh), and Sufism (tasawuf). Third, preservation of facilities and infrastructure as a representation of the Ri’ayah function, focusing on the active role of the service team in maintaining cleanliness, sanctity, health, and the aesthetic quality of the mosque in accordance with ecomosque criteria. Keywords: Ecomasjid; Idarah-‘Imarah-Ri’ayah, Service Learning, Mosque Caretaker.     Abstrak Masjid Hijau (Ecomasjid) di Indonesia masih menjadi isu elitis, belum menjadi gerakan yang massif dan populis. Maka diperlukan gerakan bersama untuk mewujudkan program tersebut, dan salah satunya dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Metode pengabdian yang digunakan adalah Service Learning (SL) berbasis Experiential Learning model Kolb yang terdiri dari Concrete Experience (CE), Reflection Observation (RO), Abstract Conceptualization (AC) dan Active Experimentation (AE). Hasil kegiatan pengabdian ini adalah realisasi tiga program kerja yang sesuai fungsi Idarah (administrasi dan manajemen), ‘Imarah (kesejahteraan dan kegiatan), dan Ri’ayah (pemeliharaan dan fasilitas). Pertama, Asistensi Pengurus Takmir sebagai representasi fungsi Idarah yang difokuskan pada koordinasi, fasilitasi dan inisiasi tim pengabdi untuk membantu meringankan tugas dan tanggungjawab ketakmiran yang relevan dengan ecomasjid. Kedua, Optimalisasi Majelis Ta’lim sebagai representasi fungsi ‘Imarah yang difokuskan pada partisipasi aktif tim pengabdi untuk konsultasi, sosialisasi dan edukasi ecomasjid melalui Majelis Ta’lim ba’da Shubuh dan Maghrib yang membahas Tafsir Al-Qur’an, Akidah, Fikih dan Tasawuf. Ketiga, Pelestarian Sarana dan Prasarana sebagai representasi fungsi Ri’ayah yang difokuskan pada peran aktif tim pengabdi dalam menjaga kebersihan, kesucian, kesehatan dan keindahan masjid sesuai kriteria ecomasjid. Kata kunci: Ekomasjid; Idarah-‘Imarah-Ri’ayah; Pembelajaran Layanan; Takmir Masjid.
Pendampingan Program Eco Masjid Untuk Mewujudkan Tempat Ibadah Ramah Lingkungan Dimas Ali Nafis; Aisyah Aulia; Maulidya Anggraini; Rahmatullah
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ngabekti: Edisi Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/tpaen091

Abstract

Abstract This community service activity is a concrete form of community service through structured empowerment programs. One of the problems currently faced by the community is low environmental awareness, including in the management of houses of worship. This program, titled "Eco Masjid Program Assistance to Create Environmentally Friendly Places of Worship," is implemented as an effort to create mosques that not only function as centers of worship but also serve as role models in the application of environmentally friendly principles. The implementation method includes observing community needs, socializing the eco-mosque concept, and implementing programs such as waste management, reforestation, efficient water use, and the provision of environmentally friendly facilities. The results of the activity show an increase in congregational awareness of the importance of maintaining cleanliness and environmental sustainability, the establishment of a simple waste management system, and the creation of a greener, more comfortable, and healthier mosque atmosphere. Thus, the eco masjid program is expected to become a model for sustainable management of environmentally-based houses of worship and inspire other mosques to apply similar principles. Keywords: ecomosque, environment, green mosque, community empowerment. Abstrak Kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat melalui program-program pemberdayaan yang terstruktur. Salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah rendahnya kesadaran lingkungan, termasuk dalam pengelolaan rumah ibadah. Program ini bertajuk Pendampingan Program Eco Masjid Untuk Mewujudkan Tempat Ibadah Ramah Lingkungan dilaksanakan sebagai upaya menciptakan masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai teladan dalam penerapan prinsip ramah lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi kebutuhan masyarakat, sosialisasi konsep eco masjid, serta implementasi program seperti pengelolaan sampah, penghijauan, pemanfaatan air secara efisien, dan penyediaan fasilitas ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran jamaah terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, terbentuknya sistem pengelolaan sampah sederhana, serta terciptanya suasana masjid yang lebih hijau, nyaman, dan sehat. Dengan demikian, program eco masjid diharapkan dapat menjadi model keberlanjutan pengelolaan rumah ibadah berbasis lingkungan serta menginspirasi masjid lain untuk menerapkan prinsip serupa. Kata kunci: eco masjid, lingkungan, pemberdayaan masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Inovasi Wisata Air Dam Cokro Untuk Keberlajutan Pariwisata Desa Ngenep Karangploso Arifin, Zainul; M. Yusril Fuadin; Sitti Aisyah Burhima; Hibrizil ‘Aisyi Izdihar; Evan Fajar Dipa Raindra Putra
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ngabekti: Edisi Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/d9w8bb14

Abstract

Abstract This assistance aims to provide empowerment in carrying out water tourism innovations for parties involved in Cokro Dam water tourism. This empowerment process uses the Asset Basic Comminty Development (ABCD) approach. The results of the mentoring show that empowering tourism managers will not be successful if there is no cooperation and active participation from the mentoring subjects and all assets related to Cokro Dam tourism; The implementation of assistance to the tourist side runs optimally, because the journey can produce many positive impacts that are beneficial for Cokro Dam water tourism in the future. The implementation of innovation in service and marketing must continue to be improved by the Cokro Dam tourist attraction to ensure that this tourist attraction remains busy with visitors and becomes a tourist attraction for the local community and outside the area. Keywords: Empowerment, Innovation, Water Tourism. Abstrak Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pemberdayaan dalam pelaksanaan inovasi wisata air bagi para pihak yang terlibat dalam wisata air Bendungan Cokro. Proses pemberdayaan ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Hasil pendampingan menunjukkan bahwa pemberdayaan pengelola wisata tidak akan berhasil apabila tidak ada kerja sama dan partisipasi aktif dari subjek pendampingan serta seluruh aset yang terkait dengan wisata Bendungan Cokro. Pelaksanaan pendampingan pada sisi kepariwisataan berjalan secara optimal, karena proses yang dilakukan mampu menghasilkan berbagai dampak positif yang bermanfaat bagi wisata air Bendungan Cokro di masa depan. Penerapan inovasi dalam pelayanan dan pemasaran harus terus ditingkatkan oleh objek wisata Bendungan Cokro guna memastikan destinasi wisata ini tetap ramai dikunjungi serta menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat lokal maupun dari luar daerah. Kata kunci: Pemberdayaan, Inovasi, Wisata Air
Pelatihan Pembuatan Batik Cap bagi Santriwati Untuk Menanamkan Nilai Kreativitas dan Kecintaan Budaya Lokal di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Tuban Dwi Aminatus Sa'adah; Misbahul Huda; Ziana Dhurrotul Ainiyah; Agus Fathoni Prasetya; Anikmah
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ngabekti: Edisi Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/vhp8my67

Abstract

Abstract This community service initiative was motivated by the limited access of female students at the Darul Ma'arif Islamic Boarding School in Tuban to local creative and cultural activities, as well as the suboptimal use of cardboard waste as a learning medium. This activity aims to increase creativity, love for local culture, and ecological awareness through training in making stamped batik from recycled cardboard. The approach used was Participatory Action Research (PAR) with a participatory-educational strategy through stages of socialization, technical training, mentoring, and evaluation. The results of the activity showed an increase in knowledge and skills in batik making, the growth of creativity and cooperation, and the emergence of a group of female students who are ready to become drivers of cultural activities at the Islamic boarding school. In conclusion, this program effectively empowers female students and supports the preservation of local culture while utilizing waste productively. Keywords: Stamped Batik, Values ​​of Creativity, Love of Culture. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya akses santri putri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Tuban terhadap aktivitas kreatif dan budaya lokal, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah kardus sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, kecintaan terhadap budaya lokal, dan kesadaran ekologis melalui pelatihan pembuatan batik cap berbahan kardus daur ulang. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan strategi partisipatif-edukatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan batik, tumbuhnya kreativitas dan kerja sama, serta munculnya kelompok santri putri yang siap menjadi penggerak kegiatan budaya di lingkungan pesantren. Kesimpulannya, program ini efektif dalam memberdayakan santri putri serta mendukung pelestarian budaya lokal dengan memanfaatkan limbah secara produktif. Kata kunci: Batik Cap, Nilai Kreativitas, Kecintaan Budaya.
Peningkatan Kesadaran Anti Perundungan pada Remaja Melalui Seminar “Santri Keren Tanpa Bully” Badrus Anadza Salam A.; Fidya Putri Anggraini; Muhammad Faishal Haq
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ngabekti: Edisi Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/yck2ce55

Abstract

Abstract Bahrul Ulum Islamic Boarding School in Tajinan Malang has male and female students, the majority of whom are aged 12-18 years. The students have different family and aregional backgrounds. There social lift mast be carried out away from parental supervision. The interaction that occur require a strong filter so that bullying dose not occur in Islamic boarding schools. All parties are aware of the importance of socialization as a means of providing students with knowledge and a filter to prevent bullying in Islamic boarding schools. This event activity also an effort made to create a child-friendly Islamic boarding school. That comfortable and fun Islamic boarding scool for students to study. this socialization activity also received support from all Islamic boarding school residents who attended and participated in making the event and adminidtrasion by asking questions to the presenters. This is a from of active and interracitive response and students attention when gaining knowledge about students awareness of anti-bullying actions. Keywords: Islamic Boarding School, Teenager, Anti Bulliying. Abstrak Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tajinan memiliki santri putra dan putri yang mayoritas berusia 12-18 tahun. Para santri memiliki latar belakang keluarga dan daerah yang berbeda-beda. Kehidupan sosial mereka harus dilakukan dengan jauh dari pantauan orang tua. Interaksi yang terjadi memerlukan filter yang kuat supaya tidak terjadi bullying di pesantren. Seluruh pihak menyadari pentingnya sosialisasi sebagai bekal pengetahuan santri dan filter untuk tidak melakukan bullying di pesantren. Kegiatan sosialisasi ini juga merupakan upaya yang dilakukan untuk mewujudkan pesantren ramah anak. Pesantren yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar para santri. Kegiatan sosialisasi ini juga mendapat dukungan dari seluruh warga pesantren yang hadir dan ikut serta dalam mensukseskan acara tersebut. Adanya kegiatan sosialisasi juga mendapat antusiasme yang tinggi dari para santri serta para pengurus dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pemateri. Hal tersebut merupakan wujud respon yang aktif dan interaktif serta perhatian santri ketika mendapatkan pengetahuan mengenai kesadaran santri terhadap tindakan anti bullying. Kata kunci: Pondok Pesantren, Remaja, Anti Perundungan.