cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
ISSN : 30264707     EISSN : 30264170     DOI : https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) adalah jurnal peer-review akses terbuka, yang diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan dan berbagi pengetahuan melalui makalah penelitian dan studi kasus di bidang pendidikan. Terbit setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 665 Documents
PENGUATAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL MELALUI PROGRAM P5 DI SMPN 5 MATARAM Nabila Jaohari; Nadia Ayu Lestari; Nadilla Ardianti; Muhammad Adam Imtiyaz; Muhammad Hilmi Ali
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penguatan nilai-nilai multikultural melalui pelaksanaan Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMPN 5 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta dokumentasi kegiatan projek. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk kegiatan, peran guru, serta dampak program terhadap sikap peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 sangat berdampak pada pengembangan nilai toleransi, sikap gotong royong, apresiasi terhadap keberagaman budaya, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok heterogen. Kegiatan seperti pawai budaya, pembuatan kostum adat, dan proyek seni berbasis lokal mendorong siswa untuk memahami secara nyata makna kebinekaan Indonesia. Peran guru sebagai fasilitator juga turut berkontribusi dalam membangun lingkungan belajar yang inklusif. Secara keseluruhan, implementasi P5 di SMPN 5 Mataram menunjukkan bahwa pendidikan multikultural dapat terinternalisasi dengan baik ketika disampaikan melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan projek.
Mengoptimalkan Peran Teknologi dalam Pendidikan Multikultural untuk Membangun Pemahaman Antarbudaya Bagas Latif; Muhammad Faishol Yusuf; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6628

Abstract

Keberagaman budaya dalam lingkungan pendidikan sering kali belum diimbangi dengan pemanfaatan teknologi secara optimal sehingga pemahaman antarbudaya peserta didik masih bersifat dangkal dan berpotensi menimbulkan miskomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran teknologi dapat dioptimalkan dalam pendidikan multikultura guna membangun pemahaman antarbudaya yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian relevan yang terbit dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, seperti platform pembelajaran daring, media interaktif, dan konten berbasis budaya lokal dan global, mampu memperluas wawasan peserta didik, meningkatkan empati, serta mendorong interaksi lintas budaya secara konstruktif. Studi ini juga menemukan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan multikultura menuntut peran aktif pendidik dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan reflektif. Disimpulkan bahwa teknologi memiliki potensi strategis dalam memperkuat pendidikan multikultura apabila digunakan secara terencana dan kritis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kebijakan dan praktik pembelajaran berbasis teknologi yang sensitif terhadap keberagaman budaya.
PERKEMBANGAN KURIKULUM PESANTREN DI INDONESIA: TINJAUAN HISTORIS DAN PRESPEKTIF MASA DEPAN Milkhotun Nafisah; Kholifatus sa’adah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6629

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter, moral, dan intelektualitas umat. Seiring dengan perkembangan teknologi dan dinamika sosial, kurikulum pesantren dituntut untuk melakukan rekonstruksi agar tetap relevan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk mengeksplorasi perkembangan kurikulum pesantren dari perspektif sejarah hingga tantangan masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pesantren telah bertransformasi dari model tradisional (salaf) yang berfokus pada pengkajian kitab kuning melalui metode sorogan dan bandongan, menuju model modern (khalaf) dan komprehensif yang mengintegrasikan kurikulum nasional serta pendidikan umum. Meskipun mengalami modernisasi, pesantren tetap menghadapi tantangan fundamental, seperti ketimpangan sumber daya manusia, integrasi kurikulum yang belum proporsional, serta hambatan digitalisasi. Kedepannya, pengembangan kurikulum diarahkan pada model integratif-kontekstual yang memadukan ilmu agama, sains, dan keterampilan hidup (life skills) guna melahirkan lulusan yang kompetitif di era globalisasi.
IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER SISWA DI SDIT AL-MA’RUF TEGALREJO MAGELANG Salis Amhailun Naja; Isqi Faidla Rahmatika; Dinda Aisyah Nurul Aulia; Vava Imam Agus Faisal
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi budaya religius dalam penanaman nilai-nilai karakter pada siswa di SDIT Al-Ma’ruf Tegalrejo Magelang. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius yang diterapkan melalui program 3S (Senyum, Salam, Sapa), sarapan pagi, serta shalat berjamaah (Dhuha dan Dhuhur) mampu menumbuhkan nilai religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, dan kemandirian pada siswa. Guru berperan aktif sebagai teladan utama melalui pembiasaan adab, kedisiplinan ibadah, dan penguatan akhlak dalam interaksi sehari-hari. Selain itu, kegiatan religius yang terstruktur juga berdampak positif pada interaksi sosial siswa, meningkatkan ukhuwah, empati, ketertiban, serta kecerdasan emosional mereka. Dengan demikian, budaya religius berperan sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter Islami siswa secara menyeluruh.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membangun Toleransi Beragama Siswa Di Sd Negeri 1 Buntu Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Karin Nurlaeli; Robingun Suyud El Syam; Bambang Sugiyanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6631

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural memiliki tantangan dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di tengah keberagaman keyakinan. Pendidikan dasar menjadi fase strategis dalam menanamkan nilai toleransi beragama sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membangun sikap toleransi beragama peserta didik di lingkungan sekolah dasar multireligius. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SD Negeri 1 Buntu, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, peserta didik kelas IV–VI, dan wali murid. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang komprehensif sebagai pendidik, pembimbing, teladan, motivator, dan pengelola kelas dalam menanamkan nilai toleransi beragama. Nilai toleransi diintegrasikan dalam pembelajaran akhlak, kisah Nabi Muhammad SAW, ayat Al-Qur’an, dan hadis, serta diperkuat melalui pembiasaan, keteladanan, dan kerja sama antara sekolah dan orang tua. Sikap dan respons peserta didik menunjukkan kecenderungan positif, tercermin dalam perilaku saling menghargai, tidak melakukan perundungan berbasis agama, serta mampu berinteraksi secara harmonis dengan teman yang berbeda keyakinan. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang bersifat holistik dan kontekstual berkontribusi signifikan dalam membangun karakter toleransi beragama pada peserta didik sekolah dasar.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTUKULTURAL DALAM NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA Anisa Putri Herdiana; Nasikhatul Kharimah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6632

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural menunjukkan tingkat keberagaman yang tinggi, baik dalam aspek etnis, agama, budaya, maupun kondisi sosial-ekonomi. Keberagaman tersebut memerlukan pendekatan pendidikan yang mampu menumbuhkan nilai-nilai toleransi, kesetaraan, dan sikap inklusif sejak masa kanak-kanak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan multikultural yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis). Sumber data primer berupa teks novel, didukung oleh literatur akademik yang relevan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa novel Laskar Pelangi mengandung nilai-nilai pendidikan multikultural, antara lain toleransi, kesetaraan, inklusivitas, empati sosial, solidaritas, kolaborasi, humanisme, dan penolakan terhadap diskriminasi. Nilai-nilai tersebut direpresentasikan melalui karakter tokoh, interaksi sosial, serta konteks kehidupan masyarakat Belitung yang heterogen. Penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural dan pembentukan karakter peserta didik.
Analisis Implementasi Kegiatan Ilqo’ Usbu’I Dalam Meningkatkan Maharah Kalam Santri Kelas 1-3 Di Pondok Pesantren Hidayatullah Tuksongo Pringsurat Temanggung Muhammad Defqi Refliyon; Hidayatu Munawaroh; Nugroho Prasetya Adi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6633

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara bahasa Arab (mahārah kalām) santri kelas awal pesantren yang disebabkan keterbatasan kosakata, rendahnya kepercayaan diri, dan minimnya praktik komunikasi lisan yang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan Ilqo’ Usbu’i serta kontribusinya dalam meningkatkan mahārah kalām santri kelas 1–3 di Pondok Pesantren Hidayatullah Tuksongo, Temanggung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengasuh pesantren, guru bahasa Arab, dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Ilqo’ Usbu’i dilaksanakan secara sistematis melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan metode latihan, pembiasaan, pencontohan, hafalan, dan muhādatsah terarah. Kegiatan ini terbukti berkontribusi positif terhadap peningkatan kelancaran berbicara, ketepatan pelafalan, penguasaan kosakata, penggunaan struktur kalimat sederhana, serta kepercayaan diri santri. Disimpulkan bahwa Ilqo’ Usbu’i efektif sebagai strategi pembelajaran komunikatif berbasis pembiasaan dan berimplikasi pada penguatan lingkungan berbahasa Arab di pesantren.
MODEL LAYANAN KONSELING ISLAM: TEKNIK ROLE PLAYING DAN TANBIH THORIQOH QODIRIYAH NAQSYABANDIYAH (TQN) SURYALAYA-SIRNARASA DALAM PENANGANAN BULLYING PADA REMAJA Wildan Nurjihad; Isep Zainal Arifin; Hajir Tajiri
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6638

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan model layanan konseling Islam untuk penanganan bullying pada remaja melalui integrasi teknik role playing dan Tanbih Thoriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Suryalaya-Sirnarasa. Kajian dilatarbelakangi oleh kompleksitas masalah psikososial remaja, meningkatnya kasus bullying di berbagai jenjang pendidikan di Indonesia, serta kebutuhan akan pendekatan konseling yang tidak hanya menyentuh aspek perilaku tetapi juga dimensi moral-spiritual peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan metode istiqro’, dengan menelaah literatur psikologi perkembangan, teori bullying, bimbingan dan konseling Islam, teknik role playing, serta ajaran Tanbih TQN Suryalaya. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dan sintesis-konseptual untuk merumuskan model layanan yang integratif. Hasil kajian menghasilkan model layanan konseling Islam yang memadukan komponen spiritual-akhlak berbasis Tanbih (tazkiyatun nafs, pengendalian lisan dan emosi, penguatan adab) dengan komponen psikologis-teknis role playing (simulasi peran, role reversal, refleksi kelompok) dalam format layanan kelompok bagi remaja korban, pelaku, dan saksi bullying. Model disusun dalam beberapa tahap: persiapan, pembukaan dan kontrak kelompok, psikoedukasi, role playing inti, refleksi berbasis Tanbih, tugas rumah, dan evaluasi. Model ini diharapkan mampu meningkatkan empati, kontrol diri, dan kesadaran moral remaja, serta memberikan alternatif praktis bagi konselor Islam dalam menangani bullying di lembaga pendidikan.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI ETIKA BERPAKAIAN SISWI DI MTS AL FUTUHIYYAH BUMIREJO Indah Mustafidah; Robingun Suyud El Syam; Bambang Sugiyanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6642

Abstract

Pergeseran pemahaman terhadap etika berpakaian sesuai syariat Islam di kalangan remaja menunjukkan pentingnya peran (PAI) dalam membentuk perilaku religius peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis etika berpakaian siswi, implementasi PAI dalam menanamkannya, serta bentuk pelanggaran dan solusi yang diterapkan di MTs Al Futuhiyyah Bumirejo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru PAI, guru BK, wali kelas, dan siswi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika berpakaian siswi secara normatif telah diatur berdasarkan nilai-nilai Islam, namun dalam praktiknya masih ditemukan pelanggaran seperti penggunaan seragam yang ketat, jilbab yang belum menutup dada, tidak memakai ciput, serta kecenderungan mengikuti tren mode modern. Implementasi PAI dilakukan melalui pembelajaran, keteladanan guru, pembiasaan keagamaan, serta pembinaan dan pengawasan oleh guru BK, namun belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku siswi akibat pengaruh lingkungan dan media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi PAI di MTs Al Futuhiyyah Bumirejo telah berjalan dengan baik, tetapi masih memerlukan penguatan pembinaan berkelanjutan, keteladanan pendidik, pengawasan konsisten, dan kerja sama dengan orang tua agar etika berpakaian siswi terbentuk sebagai kesadaran religius dan moral.
Penerapan Metode Pembelajaran Talqin, Takrir, Tasmi’, dan Murajaah dalam Pembelajaran Menghafal Al-Qur’an bagi Lansia di TPQ Al-Munawwar di Temanggung Hasan Kuncoro; Ahmad Zuhdi; Muchotob Hamzah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, penerapan, dan pelaksanaan metode pembelajaran Talqin, Takrir, Tasmi’, dan Murajaah (3T+1M) dalam menghafal Al-Qur’an bagi lansia di TPQ Al-Munawwar Temanggung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode 3T+1M efektif membantu lansia dalam menghafal Al-Qur’an dengan menyesuaikan karakteristik usia lanjut, terutama melalui bimbingan bacaan (talqin), pengulangan terstruktur (takrir), penyimakan hafalan (tasmi’), dan penguatan hafalan berkelanjutan (murajaah). Metode ini tidak hanya meningkatkan kualitas hafalan dan bacaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap motivasi, ketenangan batin, serta kesehatan kognitif lansia.