cover
Contact Name
Ahmad Mushollin
Contact Email
colin.ahmad@gmail.com
Phone
+6285733183665
Journal Mail Official
jurnalstaika@gmail.com
Editorial Address
JL. Raya Daendels, Paciran, Paciran, Kec. Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62264
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27981266     DOI : 10.62750/staika
Staika Journal is a journal that publishes research articles in the form of development, qualitative, quantitative research, literature studies, theory applications, and critical analysis studies in the field of Islamic education. The scope of this journal discusses Islamic education which includes current issues, problems, policies and educational practices, as well as offering novelty and practical implications in the development of education, both primary, secondary and higher education.
Articles 86 Documents
KONSEP DEEP LEARNING DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM AL-GHAZALI Nizam Burhanuddin
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/ankr2j67

Abstract

Pendidikan Islam bertujuan membentuk insan kamil yang berilmu, berakhlak mulia, dan dekat dengan Allah. Namun dalam praktiknya, pembelajaran di banyak lembaga pendidikan Islam masih berorientasi pada aspek kognitif dan hafalan sehingga belum menyentuh penghayatan makna secara mendalam. Penelitian ini mengkaji relevansi antara konsep deep learning dalam pendidikan modern dengan pemikiran pendidikan Islam Al-Ghazali yang menekankan keseimbangan antara akal (‘aql) dan hati (qalb) serta orientasi pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan transformatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari sumber-sumber yang membahas tentang deep learning dan pendidikan Islam karya Al-Ghazali, sedangkan data sekunder bersumber dari buku atau artikel yang ditulis oleh ilmuan sebelumnya yang relevan dengan tema penelitian ini. Analisis data menggunakan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deep learning memiliki relevansi kuat dengan pemikiran Al-Ghazali. Keduanya menolak pembelajaran berbasis hafalan dan menekankan pentingnya pemahaman mendalam yang mengubah sikap serta perilaku. Dalam pandangan Al-Ghazali, ilmu sejati harus dihayati dan diamalkan melalui refleksi diri (muhasabah) dan penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs). Relevansi tersebut menunjukkan bahwa pemikiran Al-Ghazali dapat dijadikan landasan filosofis dalam mengembangkan model deep learning berbasis spiritual-holistik menuju terbentuknya peserta didik yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kesadaran spiritual tinggi.
Model Transformasi Kepemimpinan Kiai Pesantren: Dinamika Membangun Budaya Religius Berbasis Tradisi di Era Modern Dedi Ardiansyah; Akbar Aisya Billah
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/rn9k0d46

Abstract

Dalam konteks pesantren tradisional di Indonesia, dinamika modernisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial menuntut adanya pola kepemimpinan yang lebih adaptif, sehingga penelitian ini mengeksplorasi model transformatif kepemimpinan kiai dengan fokus pada perannya dalam menumbuhkan budaya keagamaan berbasis tradisi di era modern. Dengan melakukan tinjauan komprehensif terhadap literatur yang relevan, studi ini berupaya memahami bagaimana para pemimpin kiai menavigasi keseimbangan antara melestarikan tradisi keagamaan dan beradaptasi dengan lanskap kontemporer yang terus berubah. Tujuan studi ini adalah untuk mengungkap strategi yang digunakan oleh para pemimpin kiai dalam menjembatani kesenjangan antara tradisi dan modernitas sambil mengembangkan budaya keagamaan yang tetap kontekstual dan bermakna bagi komunitas santri. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan, dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.Analisis ini menarik wawasan dari karya ilmiah, jurnal, dan artikel untuk membedakan nuansa transformasi kepemimpinan, termasuk pergeseran menuju pendekatan pembinaan yang lebih partisipatif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan pendidikan Islam masa kini.
Birokrasi dan Kebijakan Pendidikan Islam Yola Septia Utami; Febrianto, Reindo; Sari , Nurpuspa; Nugraha, Hilman; Saputra, Hendra; Yumarni, Asmara
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/ytfhwc89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisishubungan antara birokrasi dan kebijakan pendidikan Islam dan untuk mengkaji sejauh mana nilai-nilai etika Islam berkontribusi pada implementasi kebijakan pendidikan yang efektif. Dalam konteks negara modern, birokrasi merupakaninstrumen penting dalam mengatur tata kelola lembagapendidikan melalui struktur administrasi hukum dan prosedural. Namun, realitas penerapan kebijakan pendidikanIslam di Indonesia menunjukkan kesenjangan yang terus-menerus antara cita-cita kebijakan dan kondisi aktual di lapangan, yang ditandai dengan tumpang tindih regulasi, hierarki yang panjang, kompetensi PNS yang lemah, transparansi minimal, dan integritas birokrasi yang rendah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan, meninjau literatur ilmiah yang relevan untuk mengeksplorasikonsep birokrasi modern, birokrasi dari perspektif Islam, dan temuan penelitian sebelumnya tentang praktik kebijakanpendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwaefektivitas kebijakan pendidikan Islam sangat bergantung pada kualitas birokrasi sebagai perumus, pelaksana, dan pemantaukebijakan. Birokrasi yang profesional, responsif, dan terintegrasi mampu menerjemahkan kebijakan ke dalampraktik pendidikan yang efektif. Sebaliknya, birokrasi yang lemah secara etis dan struktural merupakan hambatan utamabagi keberhasilan kebijakan. Penelitian ini menegaskan bahwareformasi birokrasi dalam pendidikan Islam harus diarahkantidak hanya pada perbaikan teknis-administrasi, tetapi juga pada penguatan kesejahteraan moral dan spiritual aparatusmelalui internalisasi nilai-nilai Islam seperti kepercayaan, keadilan, transparansi, dan tanggung jawab. Dengan demikian, tata kelola pendidikan Islam diharapkan dapat menciptakansistem yang lebih bersih, lebih akuntabel, lebih efektif, dan lebih berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Analisis Kebijakan Pendidikan Islam Lingkungan Jejaring Dalam Sistem Kebijakan Pendidikan Islam Atik Likai Tanjua; Afindi; Leppe Firmansyah; Okta Viani; Asmara Yumarni
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/d6vdrv42

Abstract

Islamic education plays a strategic role in shaping the character, morals, and intellect of the Muslim community. Along with technological developments and globalization, the Islamic education network environment has become a crucial element in the formulation and implementation of education policy. This study aims to analyze the characteristics of the network environment, the structure and dynamics of Islamic education policy, and the interaction between the two within the digital and social contexts in Indonesia. The method used was a literature review of books, journal articles, policy documents, and publications from Islamic organizations. The results indicate that the Islamic education network is both vertical and horizontal, based on brotherhood (ukhuwah), silaturahmi (silaturahmi), and ta'awun (community-based cooperation), and supported by digital transformation through LMS (Learning Management System), online academic forums, and social media. The network strengthens advocacy, collaboration, and participatory education policy innovation, but faces challenges related to gaps in technology access and human resource capacity. Strategies for strengthening the network include digitalization, cross-institutional collaboration, human resource development, and the integration of Islamic values. With effective management, the Islamic education network not only improves the quality and equity of education but also produces inclusive, adaptive, and sustainable policies, in accordance with the principles of maqasid sharia.  
Internalisasi Nilai Akhlak dalam Fenomena Doom Spending Isna; Muhammad Azkia Pasya; Bakri Agus Wijaya
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/staika.v9i1.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena doom spending konsumsi berlebihan yang dipicu tekanan emosional dan social melalui kacamata ajaran Islam, khususnya konsep mubazir, pengelolaan harta (maal), dan internalisasi nilai akhlak. Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif, penelitian ini mensintesis berbagai sumber kepustakaan yang relevan untuk mengkaji bagaimana prinsip moderasi (wasathiyyah), tanggung jawab sosial, dan refleksi spiritual dapat menjadi kerangka reflektif-edukatif dalam menangkal perilaku konsumtif. Temuan menunjukkan bahwa doom spending mencerminkan lemahnya internalisasi nilai-nilai Islam terkait konsumsi.
Pengaruh Optimalisasi Kebutuhan Gizi harian Anak Usia Dini Pada Perkembangan Anak Di Tk Miftahul Hidayah Tlagah Ulfadilah
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/staika.v9i1.185

Abstract

Adequate daily nutritional intake in early childhood is a critical determinant of children’s cognitive, motor, and socio-emotional development. Suboptimal nutrition during this sensitive developmental period may lead to growth and developmental delays with long-term consequences. This study aims to examine the effect of optimizing daily nutritional intake on early childhood development at TK Miftahul Hidayah Tlagah. This study employs a cross-sectional design, with a recommendation for future longitudinal follow-up to assess long-term impacts. Measurements include assessment of daily dietary intake using the 24-hour dietary recall method and a simplified Food Frequency Questionnaire (FFQ), anthropometric status assessment based on weight-for-height indicators, and evaluation of child development using validated early childhood development instruments, such as the Ages and Stages Questionnaire (ASQ-3) or locally validated developmental scales. Data analysis is conducted using multiple linear regression and/or logistic regression models to examine the relationship between the adequacy of macro- and micronutrient intake and developmental scores. The expected findings indicate that children with adequate daily nutritional intake particularly sufficient protein, iron, and essential fatty acids tend to demonstrate higher cognitive and motor development scores compared to children with inadequate nutritional intake. These findings are consistent with national and international evidence highlighting the importance of nutrition in early childhood development. In conclusion, optimizing daily nutritional intake has significant potential to enhance early childhood development. Therefore, nutrition education interventions for parents and food service providers in kindergarten settings are strongly recommended as promotive and preventive strategies to support optimal child growth and development.