cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2024): Juni" : 9 Documents clear
MENJELAJAHI BAKAT NARAPIDANA: LOMBA SEBAGAI PLATFORM UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PENGETAHUAN DI KALANGAN NARAPIDANA (WBP) Urifah, Dewi; Hasanah, Niswatun; Faqihuddin, Abdu Rabbi
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.24626

Abstract

ABSTRAK                                                                            Penjara sering kali dipandang sebagai tempat yang membatasi kreativitas, pengetahuan, dan spiritualitas narapidana (WBP). Namun, di balik tembok penjara terdapat potensi besar yang dapat dikembangkan. Permasalahan utama yang dihadapi oleh narapidana adalah keterbatasan akses terhadap kegiatan yang dapat merangsang kreativitas, pengetahuan, dan spiritualitas mereka. Untuk mengatasi hal ini, diadakan lomba sebagai platform untuk meningkatkan kreativitas, pengetahuan, dan dakwah di kalangan narapidana. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kreativitas dan pengetahuan di kalangan narapidana dan memberikan kesempatan kepada WBP untuk mengembangkan diri secara positif, membantu mereka mengalihkan perhatian dari hal-hal yang tidak diinginkan, dan memperbaiki kualitas hidup mereka selama masa hukuman. Pelaksanaan kegiatan di Lapas Perempuan III Mataram melibatkan 18 peserta lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an dan 15 peserta lomba Dakwah. Setelah seleksi ketat, tiga peserta terbaik dari masing-masing lomba dipilih untuk menerima pembinaan dan pendampingan khusus. Pembinaan ini dilakukan sebagai persiapan untuk mengikuti lomba di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Meskipun waktu persiapan terbatas, WBP dari Lapas Perempuan III Mataram berhasil lolos ke tingkat wilayah NTB, menunjukkan potensi dan bakat luar biasa yang dimiliki oleh para WBP. Keberhasilan ini menyoroti pentingnya mengasah dan mengembangkan bakat WBP secara berkelanjutan, sehingga mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang berharga saat kembali ke masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hal kreativitas, pengetahuan, dan pemahaman agama di kalangan peserta. Karya-karya yang dihasilkan oleh para narapidana menunjukkan bakat yang luar biasa dan potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan rasa percaya diri narapidana serta memberikan mereka kesempatan untuk berkontribusi positif di lingkungan penjara. Dengan demikian, lomba ini berhasil menjadi platform yang efektif untuk menjelajahi dan mengembangkan bakat narapidana, serta memberikan dampak positif yang nyata bagi pengembangan pribadi dan spiritual mereka. Kata kunci: Bakat Narapidana; Meningkatkan Kreativitas dan Pengetahuan; Kalangan narapidana (WBP). ABSTRACTPrisons are often seen as places that restrict the creativity, knowledge, and spirituality of inmates. However, behind prison walls lies great potential that can be developed. The main problem faced by inmates is limited access to activities that can stimulate their creativity, knowledge, and spirituality. To address this issue, a competition was organized as a platform to enhance creativity, knowledge, and religious engagement among inmates. The purpose of this activity is to improve creativity and knowledge among inmates and provide them with the opportunity to develop themselves positively, helping them divert attention from undesirable behaviors, and improve their quality of life during their sentence. The implementation of the activity at the Women's Penitentiary III Mataram involved 18 participants in the Musabaqah Tilawatil Qur'an competition and 15 participants in the Dakwah competition. After a rigorous selection process, the top three participants from each competition were chosen to receive special coaching and mentoring. This coaching was conducted as preparation for competing at the Provincial level in West Nusa Tenggara (NTB). Despite limited preparation time, the inmates from the Women's Penitentiary III Mataram managed to advance to the NTB provincial level, showcasing the extraordinary potential and talent possessed by the inmates. This success highlights the importance of continuously honing and developing the inmates' talents, so they have valuable skills and knowledge when they return to society. The results of this activity showed significant improvements in creativity, knowledge, and religious understanding among the participants. The works produced by the inmates demonstrated remarkable talent and potential that can be further developed. Additionally, this activity boosted the inmates' self-confidence and provided them with the opportunity to contribute positively within the prison environment. Thus, this competition successfully became an effective platform for exploring and developing inmates' talents, and it had a tangible positive impact on their personal and spiritual development.  Keywords: Inmate Talents; Enhancing Creativity and Knowledge; Inmates (WBP).
TANGGAP REPARASI (DIARE TANPA DEHIDRASI) PADA ANAK DI DESA CANDIREJO, KABUPATEN SEMARANG Dyahariesti, Niken; yuswantina, Richa; Lestari, Ita Puji
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.24112

Abstract

ABSTRAK                                                                            Diare merupakan suatu kondisi saat gerak peristaltik usus lebih  cepat dari biasanya sehingga pembuangan air besar lebih encer dan frekuensi lebih banyak.  Penyebab diare bermacam-macam seperti bakteri, keracunan makanan, infeksi ataupun stress.  Diare pada anak sangat sering terjadi dan harus  segera ditangani agar  tidak terjadi dehidrasi.  Ibu rumah tangga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan anggota keluarga harus paham tentang penanganan diare.  Desa Candirejo merupakan desa padat penduduk dimana masih banyak anak-anak bermain di tempat terbuka serta benyak berlalu lalang penjual makanan yang berwarna warni di sekitar sekolah.  Makanan yang kurang terjaga kebersihannya dan  kontak langsung dengan sesuatu yang tidak terjamin higienitasnya  dapat menjadi penyebab diare.  Kegiatan ini dilakukan kepada 18 ibu rumah tangga di desa Candirejo Ungaran. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada ibu rumah tangga tentang bahaya diare pada anak. Pelaksanaan   kegiatan di puskesmas pembantu desa Candirejo dimulai dari pretest, penyuluhan dan postest.  Materi yang disampaikan terkait pengetahuan tentang diare, pengobatan dan pencegahan diare. Di dapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan tentang diare dilihat dari nilai pretest rata-rata 52,63 sedangkan nilai postest rata-rata 82,37. Kegiatan ini berjalan lancar dan warga terlihat antusias  dengan materi yang disampaikan. Banyak pertanyaan yang disampaikan yang berhubungan dengan kejadian disekitar mereka. Kata kunci:  edukasi, diare, dehidrasi, anak ABSTRACTDiarrhoea is a condition in which the peristalsis of the intestines is faster than usual, resulting in more frequent and watery bowel movements.  There are many causes of diarrhoea such as bacteria, food poisoning, infection or stress.  Diarrhoea in children is very common and must be treated immediately to prevent dehydration.  Housewives are at the forefront of maintaining the health of family members and must understand how to handle diarrhoea.  Candirejo Village is a densely populated village where many children play in the open and there are many colourful food vendors around the school.  Food that lacks hygiene and direct contact with something that is not guaranteed hygiene can cause diarrhoea.  This activity was conducted to 18 housewives in Candirejo village, Ungaran. The purpose of this activity is to provide education to housewives about the dangers of diarrhoea in children. The implementation of activities at the Candirejo village auxiliary health centre starts from pretest, counselling and posttest.  The material presented was related to knowledge about diarrhoea, treatment and prevention of diarrhoea. The results showed an increase in knowledge about diarrhoea as seen from the average pretest score of 52.63 while the average posttest score was 82.37. This activity went smoothly and the residents seemed enthusiastic about the material presented. Many questions were asked related to events around them. Keywords: education, diarrhoea, dehydration, children
SOSIALISASI DAN PROMOSI (SOSPRO) SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU TAHUN 2024 PADA SMK NEGERI 2 KENDARI Badia, Bahdin Ahad; Darwis, Mardis; Defi, Sry; Larobu, Feliks Eldad; Aji, Angga Asteriasti
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                                                                            Sosialisasi dan promosi penerimaan mahasiswa baru merupakan langkah penting dalam menarik minat calon mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Tridaya Virtu Morosi tahun 2024 kepada siswa dan siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kendari, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan meliputi presentasi, wawancara, distribusi brosur, dan diskusi interaktif dengan siswa dan guru di sekolah-sekolah terkait. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi lengkap mengenai proses seleksi, program studi yang ditawarkan, persyaratan pendaftaran, dan prospek karir lulusan Politeknik Tridaya Virtu Morosi. Mitra sasaran dari kegiatan ini adalah siswa kelas 12 yang akan segera lulus dan guru-guru yang terlibat dalam proses bimbingan karir di SMK Negeri 2 Kendari, dengan jumlah peserta mencapai 150 siswa dan 10 guru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa informasi mengenai seleksi penerimaan dan program studi dapat disampaikan dengan baik. Respon positif dari pihak sekolah dan siswa terlihat dari antusiasme yang tinggi dan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pendaftar dan membantu siswa dalam memilih perguruan tinggi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.Kata kunci: sosialisasi dan promosi, penerimaan  mahasiswa baru, SMK, efektivitas program, pendidikan tinggi ABSTRACTThe purpose of this activity is to conduct outreach and promotion related to the 2024 New Student Admission Selection for Politeknik Tridaya Virtu Morosi to students of Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Province. The implementation methods used include presentations, interviews, brochure distribution, and interactive discussions with students and teachers at the related schools. The results achieved are the successful dissemination of information regarding the New Student Admission Selection, the study programs offered, registration requirements, and career prospects for graduates of Politeknik Tridaya Virtu Morosi to prospective new students. This outreach activity received positive responses from the schools and students, as evidenced by the enthusiasm and numerous questions raised. The target partners for this activity are 150 twelfth-grade students who will soon graduate and 10 teachers involved in career guidance at SMK Negeri 2 Kendari. The results indicate that the information on the admission selection and study programs was well conveyed. The positive response from the schools and students is demonstrated by the high enthusiasm and many questions asked. This outreach activity is expected to increase the number of applicants and help students choose the right higher education institution according to their interests and talents.Keywords:  socialization and promotion, new student admission, vocational high school, program effectiveness, higher education
PENGUATAN PERAN LANSIA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DALAM KELUARGA DI DESA CIHANJUANG RAHAYU Simbolon, Idauli; Tambunan, Evelyn Hemme; Wulandari, Imanuel Sri Mei
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.24152

Abstract

ABSTRAKAngka stunting di Indonesia termasuk di Jawa Barat dan khususnya Bandung masih tinggi. Pemerintah berupaya untuk menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2024.Seluruh lapisan masyarakat di dorong untuk berpartisipasi dalam pencegahan dan penanggulangan masalah stunting tak terkecuali para lansia. Lansia dalam menjani fase penurunan kapasitas tubuh tetap memiliki potensi dalam berperan dalam keluarga. Salah satu perannya adalah pengasuh anggota keluarga dalam hal ini terlibat dalam melakukan kegiatan merawat dan menjaga cucu. Berdasarkan studi bahwa banyak lansia yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang pencegahan stunting. Lansia membutuhkan penguatan untuk melakukan peran mereka khusunya dalam mencegah stunting dalam keluarga. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk memberi penguatan peran lansia dalam mencegah stunting melalui edukasi. Metode yang digunakan adalah melalui penyuluhan kesehatan mengenai stunting dan demonstrasi  masak makanan bernutrisi lengkap di desa Mokla, Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong, Bandung Barat. Setelah kegiatan PKM ini, penyuluhan dan demo masak, para peserta lansia memiliki pemahaman tentang stunting dan cara pencegahannya melalui menjaga kebersihan diri anak supaya tidak mudah terkena infeksi dan juga memiliki ketrampilan dalam menyediakan makanan yang bergizi lengkap. Disarankan penguata ini dilakukan secara berkesinambungan dan teratur dimana lansia memiliki kecenderungan untuk lupa.Kata Kunci: pencegahan; penguatan; peran lansia; stunting ABSTRAKThe stunting rate in Indonesia, including in West Java and especially Bandung, is still high. The government is working to reduce the stunting rate to 14 percent by 2024. All levels of society are encouraged to participate in preventing and overcoming the stunting problem, including the elderly. Elderly people who are in the phase of decreasing body capacity still have the potential to play a role in the family. One of those who applied was a caregiver for a family member, in this case involved in carrying out activities to care for and look after grandchildren. Based on research, many elderly people do not have sufficient knowledge about stunting prevention. The elderly need strengthening to carry out their role, especially in preventing stunting in the family. Therefore, the aim of this community service is aimed at empowering the role of the elderly in preventing stunting through education. The method used is through health education regarding stunting and cooking complete nutritious food in Mokla village, Cihanjuang Rahayu, Parongpong District, West Bandung. After this PKM activity, counseling and cooking demonstration, the elderly participants had an understanding of stunting and how to prevent it by maintaining children's personal hygiene so that they are not susceptible to infection and also had the skills to provide complete nutritious food. It is recommended that this strengthening be carried out continuously and regularly because the elderly have a tendency to forget.Keywords: elderly role; empowerment; prevention; stunting
EDUKASI TEKNOLOGI PERTANIAN BERWAWASAN SUSTAINABLE AGRICULTURE PADA SISWA SEKOLAH DASAR SUKMA BANGSA LHOKSEUMAWE Irwansyah, Irwansyah; akmal, ajmir; Hakim, Syahirman; Fridayanti, Diah; Nursayuti, Nursayuti; Qhinanti Lubis, Uchti Nuzul; Amar, Aidil; Munawar, Munawar
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.24623

Abstract

ABSTRAK Rendahnya petani muda yang bekerja sektor pertanian terus mengalami peningkatan, ini kondisi tidak baik bagi ketahan pangan Indonesia dimasa depan. Salah satu faktor utama rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian adalah kurang mengetahui tentang pertanian khususnya pada anak usia dini di tingkat sekolah dasar. Upaya mengatasi permasalah ini, dapat ditempuh berupa edukasi bagi generasi penerus pertanian. Inilah yang menjadi alasan utama kegiatan penyuluhan edukasi terhadap peserta didik jenjang pendidikan dasar tepatnya Sekolah Dasar. Tujuan kegiatan adalah menumbuhkan pemahaman pada 21 siswa SD Sukma Bangsa Lhokseumawe kelas VI tentang Sustainable Agriculture. Metode yang digunakan dalam kegiatan edukasi ini adalah penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi. Setelah kegiatan edukasi didapatkan siswa SD Sukma Bangsa Lhokseumawe mengetahui tentang teknik budidaya, perawatan, dan panen pada tanaman pertanian menerapkan sistem sustainable agriculture. Hasil yang diperoleh melalui kuesioner bahwa pengetahuan siswa pada bidang pertanian sebesar 80,94 %. Kesimpulan peningkatan pemahaman siswa mengenai stutainable agriculture, menjadi upaya baik untuk memberikan pemahaman kesadaran pentingnya pengelolaan sektor pertanian dengan konsep ramah lingkungan. Kata kunci: Edukasi; sustainable agriculture; ramah lingkungan; siswa  ABSTRACT The low number of young farmers working in the agricultural sector continues to increase, this is not a good condition for Indonesia food security in the future. One of the main factors in the young generation low interest in agriculture is their lack of knowledge about agriculture, especially in early childhood at the elementary school level. Efforts to overcome this problem can be taken in the form of education for the next generation of agriculture. This is the main reason for educational outreach activities for students at the basic education level, specifically elementary schools. The aim of the activity is to foster understanding in 21 students of SD Sukma Bangsa Lhokseumawe class VI about Sustainable Agriculture. The method used in this educational activity is counseling using lecture and discussion methods. After the educational activities, students at SD Sukma Bangsa Lhokseumawe learned about cultivation, care and harvesting techniques for agricultural plants using a sustainable agriculture system. The results obtained through the questionnaire showed that students' knowledge in the field of agriculture was 80.94%. In conclusion, increasing students' understanding of sustainable agriculture is a good effort to provide awareness of the importance of managing the agricultural sector with an environmentally friendly concept.Keywords: Education; sustainable agriculture; environmentally friendly; student
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KEMAMPUAN NUMERASI UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN PURWAWINANGUN KUNINGAN Nurhayati, Nunu; Taufik, Azin; Shobaruddin, Hanif
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.23465

Abstract

ABSTRAKKondisi literasi numerasi yang ada di desa Lebakardin Purwawinangun yaitu kurangnya anak dalam berliterasi dan numerasi, mereka lebih menyukai bermain game online/gadget daripada belajar di rumah dan juga sedikit menyukai belajar matematika (numerasi). Penyebab kurangnya anak belajar numerasi di rumah yaitu orang tua tidak peduli atau tidak mendampingi anak ketika belajar dan setiap pulang dari kerja orang tua sangat jarang menanyakan tugas sekolah anak. Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan: 1) untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi anak usia sekolah dasar; 2) untuk mengurangi kecanduan anak-anak usia sekolah dasar dalam bermain game online; 3) untuk membantu orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya dalam belajar numerasi (matematika) di kelurahan Purwawinangun Kuningan. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan membuat bimbingan belajar matematika (numerasi). Subjek pengabdian adalah anak-anak usia sekolah dasar dan orang tua berjumlah 15 orang. Pelaksanaan kegiatan melalui beberapa tahapan yaitu perencanaan, observasi, penentuan teknis pelaksanaan, pelaksanaan program dan evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat yang diperoleh telah berhasil: 1) meningkatkan kemampuan literasi numerasi anak usia sekolah dasar; 2) mengurangi kecanduan anak-anak usia sekolah dasar dalam bermain game online; 3) membantu orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya dalam belajar numerasi (matematika). Kata Kunci: Kemampuan Numerasi; PendampinganABSTRACTThe condition of numeracy literacy in Lebakardin Purwawinangun village is that children rarely do literacy and numeracy activities, they prefer playing online games/gadgets rather than studying at home and they also don't like studying mathematics (numeracy). The reason for the lack of children learning numeracy at home is that parents don't care or don't accompany their children when studying and every time they come home from work parents rarely ask about their children's school assignments. The community service program aims to: 1) improve the literacy and numeracy ability of elementary school-age children; 2) reduce the addiction of elementary school-aged children to playing online games; and 3) help parents pay more attention to their children's learning of numeracy (mathematics)  in Purwawinangun Kuningan village. Formal community service activities are carried out by making tutoring in learning mathematics (numeracy). The subjects of service were 15 elementary school-age children and the parents. Activities are carried out in stages, including planning, observation, technical implementation, program implementation, and evaluation. The results of community service obtained have succeeded in: 1) improving the numeracy literacy abilities of elementary school-aged children; 2) reducing the addiction of elementary school-aged children to playing online games; and 3) helping parents pay more attention to their children's learning of numeracy (mathematics) in Purwawinangun Kuningan village. Keywords: Numeracy literacy; Mentoring
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU-IBU PKK DALAM SWAMEDIKASI DAN ASUHAN KEPERAWATAN MANDIRI Karminingtyas, Sikni Retno; Oktianti, Dian; Haryani, Siti
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.24833

Abstract

Self-medication is an action taken by a person to treat a disease without a doctor's prescription. Apart from self-medicating with drugs, people often treat illnesses with non-pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy such as lifestyle modification which includes various actions that can support healing such as fever, pain and others. The aim of this service is to provide knowledge to PKK mothers in carrying out self-medication, using medication and treating minor illnesses appropriately independently, such as treating high fever in children with tepid sponges. The service activity was carried out in Siroto RT 3 RW 1, Candirejo Village and was carried out with a target group of 25 PKK women. Before counseling is carried out, screening or data collection is carried out using a questionnaire regarding knowledge of self-medication, introduction to drugs and examples as well as independent nursing care as pre-test data. After that, education was provided and data collection continued as a post-test. After obtaining the pre and post test data, proceed with data processing. Based on the evaluation before being given education, PKK mothers' understanding was in the poor category as many as 4 respondents (16.00%), sufficient as many as 14 respondents (56.00%) and good as many as 7 respondents (28.00%). Evaluation after being given education, the understanding of PKK mothers has increased, namely in the very good category of 25 respondents (100.00%).
Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Gelang Manik-Manik Untuk Meningkatkan Kreatifitas Peserta Didik di PKBM Alam Medan Sejahtera Susanti, Sani; Anugrah, Anugrah; Almarind, Marisa; Damaiyana, Desi; Syahputri, Nurlailly; Ariani, Devi
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.23730

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pengangguran dan tenaga kerja ialah suatu permasalahan yang dihadapi berbagai negara, terutama negara yang perkembangannya lambat. Pengurangan jumlah pengangguran dapat dikurangi dengan menggunakan metode alternatif seperti minat berkewirausahaan. Kewirausahaan merupakan suatu proses yang sangat inovatif dan kreatif dengan risiko tinggi dalam menciptakan nilai tambah produk maupun jasa terhadap pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kreatif, jiwa kewirausahaan, dan rasa percaya diri terhadap peserta didik PKBM Alam Medan Sejahtera. PKBM Alam Medan Sejahtera adalah salah satu yayasan swasta yang berdiri pada tahun 2019 dan beroperasi pada tahun 2020. PKBM Alam Medan Sejahtera menyediakan pembelajaran berbasis life skill serta kejar paket A, B, dan C. Diharapkan dengan melakukan bimbingan belajar tatap muka bersama siswa didik, kreativitasnya dalam berwirausaha akan meningkat. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa observasi dan survey. Instrumen analisis data dalam penelitian ini adalah kualititatif deskriptif, dengan demonstrasi pembuatan manik - manik tangan secara perlahan dan metodis. Subyek penelitiannya adalah siswa PKBM Alam Medan Sejahtera. Berdasarkan hasil observasi, masih sedikit anak-anak PKBM Alam Medan Sejahtera yang mengetahui cara membuat gelang dari manik - manik. Melalui latihan ini siswa dapat mempelajari dan berlatih membuat gelanng manik-manik. Agar anak - anak mampu membuat manik - manik khususnya gelang. Hasil dari pelatihan ini adalah peserta pelatihan dapat berwirausaha dengan menciptakan kerajinan tangan. Selain itu juga dapat diperoleh hasil dari proses pembuatan gelang yang dilakukan oleh peserta didik tanpa penundaan. Kata kunci: pelatihan wirausaha; gelang manik-manik; kreatif ABSTRACTThe aim of this research is to improve the creative abilities, entrepreneurial spirit and self-confidence of PKBM Alam Medan Sejahtera students. It is hoped that by conducting face-to-face tutoring with students, their creativity in entrepreneurship will increase. The method used is a slow and methodical demonstration of making hand beads. The research subjects were PKBM Alam Medan Sejahtera students. Based on observations, there are still very few PKBM Alam Medan Sejahtera children who know how to make bracelets from beads. Through this exercise students can learn and practice making beaded bracelets. So that children can make beads, especially bracelets. The output of this training is that training participants can create handicrafts according to their goals. Apart from that, students can also obtain results from the bracelet making process carried out without delay.  Keywords: entrepreneurship training; beaded bracelets; creative
PELATIHAN PRAKTIKUM LABORATORIUM VIRTUAL BERBASIS PHET SIMULATION PADA SISWA SMA KARTIKA XX-2 KENDARI La Sahara, La Sahara; Alkamalia, Waode; Ute, Nilawati
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.23720

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pelajaran fisika merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian siswa, hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman konsep fisika. Hal ini juga dialami oleh siswa SMA Kartika XX-2 Kendari. Minimnya penggunaan laboratorium sebagai salah satu pendukung pembelajaran fsika menjadi salah satu faktor rendahnya pemahaman fisika di SMA Kartika XX-2 Kendari. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk mengenalkan PhET simulations sebagai laboratorium virtual untuk membantu pemahaman konsep fisika pada siswa kelas XII IPA SMA Kartika XX-2 Kendari. Kegiatan ini diikuti oleh kelas XII IPA yang berjumlah 30 siswa. Metode pelaksanaannya yaitu: (1) Melakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh mitra dan mencari solusi pemecahannya, (2) melaksanakan kegiatan yaitu pelatihan pengenalan praktikum laboratorium virtual berbasis PhET simulation, (3) evalusi pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan pelatihan yang telah dilakukan menunjukakan bahwa terjadi peningkatan pada pemahaman konsep fisika siswa sebesar 75%, peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 87%, keaktifan siswa sebesar 83%, ketertarikan siswa sebesar 90%, kemampuan mengoperasikan PhET sebesar 82%  serta tingkat kepuasan mencapai 84%. Kata kunci: konsep fisika; laboratorium virtual; Phet simulation.  ABSTRACTPhysics lessons are considered difficult by some students, which impacts their understanding of physics concepts. This issue is also experienced by students at SMA Kartika XX-2 Kendari. The limited use of laboratories as a support for learning physics is one of the factors contributing to the low understanding of physics at SMA Kartika XX-2 Kendari. The aim of this community service project is to introduce PhET simulations as a virtual laboratory to help students in class XII IPA at SMA Kartika XX-2 Kendari understand physics concepts. This activity was attended by 30 students from class XII IPA. The implementation methods are as follows: (1) Conducting a survey to identify the problems faced by the partner and finding solutions, (2) Conducting an activity, namely training on the introduction of virtual laboratory practicals based on PhET simulations, (3) Evaluating the implementation of the activity. The results of the training showed an improvement in students' understanding of physics concepts by 75%, an increase in students' learning motivation by 87%, student activity by 83%, student interest by 90%, the ability to operate PhET by 82%, and a satisfaction level of 84%. Keywords: physics concepts; virtual laboratory; PhET simulation.

Page 1 of 1 | Total Record : 9