cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2025): September" : 76 Documents clear
PERAN MONITORING DAN EVALUASI DALAM MENGUATKAN KINERJA STAF DAN MUTU LAYANAN REKAM MEDIS Asgiani, Piping; Nurdiyansyah, Yuli; Karisma, Andi Astuti; Praptana, Praptana; Aninda, Ida
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34399

Abstract

ABSTRAK                                                                            Permasalahan dalam unit kerja rekam medis di beberapa rumah sakit masih sering ditemukan, terutama terkait kurangnya monitoring dan evaluasi (monev) kinerja staf yang berdampak pada ketidakseimbangan beban kerja, kesalahan pengkodean diagnosis, serta kendala koordinasi antar staf. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman staf rekam medis mengenai pentingnya monev sebagai upaya mendukung mutu pelayanan rumah sakit. Kegiatan dilaksanakan di RS Mitra Paramedika pada tanggal 5 Agustus 2025 dengan metode sosialisasi, diikuti oleh 10 partisipan dari unit kerja rekam medis. Tahapan kegiatan meliputi: (1) koordinasi awal dengan manajemen rumah sakit dan unit rekam medis; (2) penyusunan materi dan instrumen evaluasi; (3) pelaksanaan sosialisasi dan diskusi partisipatif; (4) pelaksanaan pretest dan posttest; serta (5) monitoring dan evaluasi tindak lanjut hasil kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta diskusi partisipatif untuk mengidentifikasi permasalahan aktual di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 13,6% dari hasil pretest ke posttest, serta lahirnya rekomendasi perlunya instrumen monev yang lebih spesifik sesuai job description staf rekam medis, forum evaluasi rutin, serta pemanfaatan digitalisasi agar hasil monitoring lebih akurat dan mudah ditindaklanjuti. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam peningkatan softskill manajerial staf rekam medis dan mendukung tercapainya mutu pelayanan rekam medis yang lebih optimal. Kata kunci: rekam medis; monitoring; evaluasi kinerja; mutu pelayanan; pengabdian masyarakat ABSTRACTProblems within medical record units in several hospitals are still frequently encountered, particularly related to the lack of monitoring and evaluation (monev) of staff performance. This situation leads to an imbalance of workload, errors in diagnostic coding, and difficulties in staff coordination. The aim of this community service activity was to enhance the understanding of medical record staff regarding the importance of monitoring and evaluation as an effort to support the quality of hospital services. The activity was carried out at Mitra Paramedika Hospital on August 5, 2025, using a socialization method and was attended by 10 participants from the medical record unit. The stages of the activity included: (1) initial coordination with the hospital management and the medical record unit; (2) preparation of materials and evaluation instruments; (3) implementation of socialization and participatory discussions; (4) administration of pre-test and post-test; and (5) monitoring and evaluation of the follow-up actions. Evaluation was conducted through pre-test and post-test to measure knowledge improvement and participatory discussions to identify actual problems in the field. The results showed an increase in participants’ understanding by 13.6% from pre-test to post-test, and produced recommendations such as the need for more specific monitoring and evaluation instruments tailored to the job descriptions of medical record staff, the establishment of regular evaluation forums, and the utilization of digitalization to ensure that monitoring results are more accurate and easier to follow up. Thus, this activity contributed to improving the managerial soft skills of medical record staff and supported the achievement of more optimal quality in medical record services. Keywords: medical records; monitoring; performance evaluation; service quality; community service
SOSIALISASI PERENCANAAN KARIER PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH SOKARAJA Rusmono, Danny Ontario; Iswahyudi, Ahmad Fauzan; Saputra, Yoza Okta; Ismoko, Anung Probo; Safitri, Feliani Ananda
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34183

Abstract

ABSTRAK Perencanaan karier merupakan hal penting bagi siswa sekolah menengah atas yang sudah memasuki kelas XII. Perencanaan karier dimulai dari proses memilih pendidikan, pilihan karier, serta mengelola karier yang dilakukan seumur hidup. Siswa yang tidak memiliki perencanaan karier yang baik, akan membuat dirinya kesulitan dalam menentukan langkah demi langkah dalam hidupnya. Hal ini tercermin di SMA Muhammadiyah Sokaraja. Dalam hal ini siswa kelas XII masih belum memiliki tujuan dan perencanaan yang jelas. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai perencanaan karier dan komponen penting di dalamnya dan meningkatkan pemahaman peserta dalam merencanakan karier. Pengabdian kali ini menggunakan metode sosialisasi dengan melibatkan SMA Muhammadiyah Sokaraja sebagai mitra pengabdian. Sosialisasi tersebut dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu a) persiapan sosialisasi dimana tim pengabdian melakukan koordinasi awal megnenai kebutuhan mitra, b) pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang terdiri dari tiga bagian yaitu pengantar, pemberian materi dan pasca sosialisasi, c) evaluasi sosialisasi yaitu melakukan analisis data pre-test dan post-test. Peserta kegiatan sosialisasi ini berjumlah 30 siswa kelas XII. Hasil dari sosialisasi perencanaan karier berupa peningkatan pemahaman peserta dengan perbedaan rata-rata pre-test dan post-test sebesar -4.7 poin (tanda negatif berarti hasil post-test lebih besar dari pre-test). Jika dilihat dari effect size data tersebut menunjukkan angka -1.02 yang berarti kegiatan sosialisasi ini memiliki pengaruh yang besar dengan persentase sebesar 84%. Dengan adanya kegiatan sosialisasi seperti ini, diharapkan dapat menjadi kegiatan awal yang mempelopori kegiatan-kegiatan serupa di masa yang akan datang.Kata kunci: Perencanaan Karier; Siswa SMA; Sosialisasi.ABSTRACTCareer planning is an important matter for high school students, especially those in their final year. Career planning begins with the process of choosing an education, a career path, and lifelong career management. Students who lack good career planning will find it difficult to determine their life’s next steps. This is reflected at SMA Muhammadiyah Sokaraja, where 12th-grade students still lack clear goals and plans. The objective of this community service project was to provide knowledge and understanding of career planning and its important components as well as improving students’ level of understanding about career planning. This project utilized a socialization method with SMA Muhammadiyah Sokaraja as a partner. The socialization program was conducted in three phases a) preparation, where the team held intial coordination meetings to assess the partner’s needs, b) the implementation, which was comprised of three parts: an introduction, the presentation, and post-socialization, and c) the evaluation of this program, which involved analyzing data from pre- and post-tests. The socialization event was attended by 30 12th-grade students. The results showed an increase in participants’ understanding of career planning, with a mean difference between the pre- and post-test scores of -4.7 points (the negative sign indicates that the post-test scores were higher than the pre-test scores). The effect size from the data was -1.02, indicating that the socialization activity had a large effect, accounting for 84% of the variance. It is hoped that this type of socialization activity will be the first of many similar initiatives in the future.Keywords: Career planning; High school students; Socialization program.
INISIASI PKBM DAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN KREATIF UNTUK MEMUTUS RANTAI KERENTANAN ANAK JALANAN DI SENGGURUH Hayani, Hayani; Satrio, Prakrisno; Siwi, Tri
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33831

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini berfokus pada inisiasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan pelatihan kewirausahaan kreatif bagi anak seni serta anak jalanan di Desa Sengguruh, Kepanjen, Malang. Permasalahan utama yang dihadapi adalah keterbatasan akses pendidikan non-formal dan minimnya keterampilan praktis untuk kemandirian, khususnya di kalangan anak-anak rentan. Tujuan kegiatan ini adalah pemberdayaan anak jalanan melalui penggalian bakat seni, peningkatan keterampilan dan pengetahuan kewirausahaan sehingga anak jalanan dapat mandiri secara ekonomi dan sejahtera. Metode pelaksanaan PKM adalah dengan koordinasi mitra, pelaksanaan kegiatan, penerapan tekhnologi dan evaluasi. Pada pelaksanaan kegiatan meliputi pembelian peralatan musik, tari, dan lukis untuk menunjang proses pembelajaran seni. Selanjutnya, diadakan pelatihan untuk 5 orang calon guru dimasing -masing bidang seni dan pelatihan kewirausahaan untuk 15 orang anak jalanan yang akan menjadi siswa PKBM. Inti program pelatihan kewirausahaan kreatif adalah membekali anak-anak jalanan dengan keterampilan menghasilkan karya bernilai ekonomi. Untuk mempromosikan hasil karya dan meningkatkan kepercayaan diri, diselenggarakan pameran karya dan pertunjukan seni. PKM ini dilaksanakan mulai bulan Juli – Oktober 2025. Hasil kegiatan ditunjukkan dengan peningkatan jumlah dan kualitas karya seni yang dihasilkan. Antusiasme yang tinggi terlihat dari keterlibatan anak-anak jalanan ketika pelatihan berlangsung serta keseriusan sehingga hasil mulai tampak dan potensi nyata untuk menghasilkan produk kreatif setelah pelaksanaan pelatihan berlangsung. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian, mengurangi kerentanan, dan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak jalanan di Desa Sengguruh.Kata kunci: PKBM; Kewirausahaan; Anak Seni dan anak JalananABSTRACTThis community service project focuses on the initiation of a Community Learning Center (PKBM) and creative entrepreneurship training for young artists and street children in Sengguruh Village, Kepanjen, Malang. The main problem is the limited access to non-formal education and a lack of practical skills for self-reliance, especially among vulnerable children. The purpose of this activity is to empower street children through the exploration of artistic talents, improving entrepreneurial skills and knowledge so that street children can be economically independent and prosperous. The PKM implementation method is through partner coordination, activity implementation, technology application and evaluation. The implementation of activities includes the purchase of music, dance, and painting equipment to support the art learning process. Furthermore, training was held for 5 prospective teachers in each art field and entrepreneurship training for 15 street children who will become PKBM students. The core of the creative entrepreneurship training program is to equip street children with skills to produce works of economic value. To promote the work and increase self-confidence, exhibitions and art performances were held. This PKM was implemented from July to October 2025. The results of the activity were shown by an increase in the number and quality of artwork produced. The high level of enthusiasm and commitment shown by the street children during the training demonstrated a strong commitment, demonstrating the potential for creative products and the potential to produce them after the training. This initiative is expected to increase independence, reduce vulnerability, and open up opportunities for a brighter future for street children in Sengguruh Village.Keywords: PKBM, Entrepreneurship , Young Artist and Street Childrean
MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN MULUT DI KALANGAN MASYARAKAT MUSLIM DI JEPANG Arinawati, Dian Yosi; Febria, Nyka Dwi; Sholahuddin, Sholahuddin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34023

Abstract

ABSTRAK                                                                            Praktik kebersihan mulut yang efektif dan teknik menyikat gigi yang baik sangat diperlukan untuk mencegah penyakit gigi seperti karies dan masalah periodontal. Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiah (PCIA) Jepang, dikenal sebagai organisasi utama yang berkomitmen untuk melayani komunitas wanita Muslim Indonesia di Jepang, memiliki potensi besar untuk mengkatalisasi peningkatan transformatif dalam kesehatan komunitas Muslim. Mengakui tantangan dan masalah yang dihadapi komunitas Muslim di Jepang, ada peluang signifikan untuk membuat dampak yang berarti melalui program layanan masyarakat yang berfokus pada pendidikan kesehatan Islam. Inisiatif pendidikan kesehatan masyarakat ini bertujuan untuk membekali komunitas Muslim dengan pengetahuan dan kesadaran yang komprehensif mengenai pentingnya pemeliharaan kesehatan dalam kerangka nilai-nilai Islam, terutama untuk mendidik praktik kebersihan mulut komunitas Muslim PCIA Jepang. Kegiatan ini melibatkan 11 peserta dari komunitas Muslim PCIA Jepang. Intervensi pendidikan diberikan melalui pertemuan daring Zoom untuk memfasilitasi partisipasi dari individu di berbagai lokasi geografis. Sebelum dimulainya sesi, peserta terlibat dalam tes awal yang terdiri dari lima pertanyaan yang relevan dengan teknik menyikat gigi yang benar, diikuti dengan tes akhir setelah sesi berakhir. Inisiatif pendidikan kesehatan ini akan mencakup berbagai aspek, termasuk gaya hidup sehat, menjaga kebersihan mulut, dan teknik menyikat gigi sesuai dengan prinsip Islam. Peningkatan pengetahuan peserta tentang menjaga kebersihan mulut telah diamati pasca-konseling. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah mendapatkan pendidikan. Kata kunci: Kebersihan mulut;edukasi kesehatan; literasi kesehatan. ABSTRACTEffective oral hygiene and brushing techniques are crucial for preventing dental diseases. Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiah (PCIA) Japan, a prominent organization serving Indonesian Muslim women, has the potential to significantly improve Muslim health through community service programs focused on Islamic health education. Recognizing the challenges faced by Muslims in Japan, there is a key opportunity to positively impact health through education initiatives. This public health education initiative aims to equip the Muslim community with comprehensive knowledge and awareness regarding the importance of health maintenance within the framework of Islamic values, with a focus on educating the Muslim community of PCIA Japan on oral hygiene practices. This activity involved 11 participants from PCIA Japan. The program was conducted via Zoom, allowing participation from various locations. Participants completed a pre-test with five questions on toothbrushing before the session, followed by a post-test. The initiative focused on promoting healthy lifestyles, oral hygiene, and Islamic-guided brushing techniques. Following education, participants' knowledge of oral hygiene improved, demonstrating the program’s effectiveness. Keywords: oral hygiene; health education; health literacy
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BAHASA INDONESIA DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS DIGITAL Sari, Esti Swatika; Dianastiti, Firstya Evi; Putri, Titis Kusumaningrum Witdaryadi; Tara, Silmi Nur Azizah
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34519

Abstract

ABSTRAKUrgensi permasalahan yang akan dijawab dari program Pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu perihal media pembelajaran inovatif yang menjadi kebutuhan mendesak di era perkembangan teknologi 5.0, sebab interaksi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar menjadi kunci untuk mencapai hasil yang optimal. Mitra pelaksanaan PkM ini adalah MGMP Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Kebumen dengan target peserta pelatihan sejumlah 70 guru. Pelatihan dilaksanakan secara terstuktur dari tanggal 10 Juli 2025 hingga 30 Agustus 2025 dengan metode bauran (luring dan daring). Pelaksanaan PkM dibagi menjadi empat tahapan, yaitu:  (1) penyampaian materi, (2) demonstrasi, (3) diskusi dan monitoring pengembangan media pembelajaran, dan (4) evaluasi serta tindak lanjut. Luaran yang dihasilkan peserta pelatihan yaitu modul ajar yang dilengkapi dengan media pembelajaran inovatif yang telah dikembangkan. Hasil pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan pengembangan media pembelajaran inovatif Bahasa Indonesia bagi guru MTs di Kabupaten Kebumen menunjukkan hasil yang sangat baik. Evaluasi kegiatan memperlihatkan bahwa seluruh aspek evaluasi memperoleh skor tinggi dengan rerata nilai 4,35 hingga 4,75. Hal ini merepresentasikan bahwa pelatihan berjalan efektif, relevan, serta sesuai dengan kebutuhan guru. Saran yang dapat diberikan yakni perlu adanya pendampingan dan kolaborasi antar-guru untuk saling berbagi gagasan dan hasil pengembangan media pembelajaran inovatif sehingga aktivitas belajar mengajar Bahasa Indonesia pada MTs di Kabupaten Kebumen dapat berjalan dengan lebih bermakna. Kata kunci: kompetensi guru; media pembelajaran; bahasa indonesia; teknologi informasi dan komunikasi. ABSTRACTThe urgency of the problem that will be answered by this Community Service program is regarding innovative learning media which is an urgent need in the era of technological development 5.0, because student interaction and involvement in the teaching and learning process are the key to achieving optimal results. The partner for implementing this PkM is the MGMP Bahasa Indonesia MTs Kebumen Regency with a target of 70 training participants. The training was carried out in a structured manner from July 10, 2025 to August 30, 2025 with a blended method (offline and online). The implementation of PkM is divided into four stages, namely: (1) delivery of material, (2) demonstration, (3) discussion and monitoring of learning media development, and (4) evaluation and follow-up. The output produced by training participants is a teaching module equipped with innovative learning media that has been developed. The results of the implementation of the Community Service (PkM) program in the form of training on the development of innovative Indonesian language learning media for MTs teachers in Kebumen Regency showed very good results. The evaluation of the activity showed that all evaluation aspects obtained high scores with an average value of 4.35 to 4.75. This demonstrates that the training was effective, relevant, and aligned with teachers' needs. Suggestions include the need for mentoring and collaboration between teachers to share ideas and develop innovative learning media, thereby enhancing the meaningfulness of Indonesian language teaching and learning activities at MTs in Kebumen Regency. Keywords: teacher competency; learning media; Indonesian language; information and communication technology.
PELATIHAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL, BRANDING DAN PACKAGING MODERN PADA UMKM JAMU TRADISIONAL Dewi, Novi Yanti Sandra; Abdillah, Muhammad Zaki; Hulaimi, Ahmad; Agustina, Ahadiah; Aini, Nur
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33987

Abstract

ABSTRAK                                                                                               Industri rumahan jamu tradisional Bude Nur menghadapi tantangan terkait pemasaran dan pengemasan produk. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha melalui pelatihan yang mencakup tiga aspek utama: pemasaran digital, branding, dan desain kemasan modern. Pelatihan ini dilaksanakan dengan melibatkan tim pengabdian masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Mataram, berkolaborasi dengan mitra untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan profesional. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif dan praktis, yang melibatkan mitra secara aktif dalam setiap tahapan program, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Selama pelatihan, mitra diajarkan cara memanfaatkan media sosial facebook dan platform e-commerce, untuk memperluas jangkauan pasar. Selain itu, pelatihan branding dan desain kemasan juga diberikan untuk membantu meningkatkan daya tarik produk jamu tradisional Bude Nur. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan daya saing produk Bude Nur yang signifikan. Mitra berhasil memanfaatkan strategi pemasaran digital yang lebih luas, mengembangkan merek yang lebih kuat, dan merancang kemasan produk yang lebih informatif dan menarik. Program ini berhasil memberikan dampak positif bagi Bude Nur dalam mengembangkan kemampuan pemasaran dan pengemasan, serta memperluas jangkauan pasarnya. Kata kunci: pemasaran digital; branding; packaging; UMKM; jamu ABSTRACTBude Nur's traditional herbal medicine home industry faces challenges related to product marketing and packaging. This program aims to improve business competitiveness through training covering three main aspects: digital marketing, branding, and modern packaging design. The training was conducted by involving a community service team from the University of Muhammadiyah Mataram, collaborating with partners to develop more effective and professional marketing strategies. The methodology used in this activity is a participatory and practical approach, which actively involves partners in every stage of the program, from planning to evaluation. During the training, partners are taught how to utilize social media platforms like Facebook and e-commerce platforms to expand market reach. In addition, branding and packaging design training is also provided to help increase the appeal of Bude Nur's traditional herbal medicine products. The results of this activity show a significant increase in the competitiveness of Bude Nur's products. Partners successfully utilized a broader digital marketing strategy, developed a stronger brand, and designed more informative and attractive product packaging. This program has successfully had a positive impact on Bude Nur in developing marketing and packaging capabilities, as well as expanding its market reach. Keywords: digital marketing; branding; packaging; SMEs; herbal medicine
LITERASI CILIK: PENDAMPINGAN BACA TULIS ANAK DESA MARGODADI Pratami, Fisnia; Sari, Nindy Devita; Ramadani, Intan; Khadiq, Ahmad Lutfil; Wardhana, Rega Kusuma
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34338

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Literasi dasar, khususnya membaca dan menulis, merupakan fondasi penting bagi perkembangan akademik dan sosial anak. Namun, anak-anak di Desa Margodadi masih menghadapi kendala, seperti rendahnya penguasaan huruf, kesulitan membaca kalimat sederhana, serta keterbatasan dalam menulis dengan ejaan yang benar. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi dasar anak melalui strategi pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahapan. Pertama, persiapan, yang meliputi koordinasi dengan pihak desa dan orang tua siswa, identifikasi kebutuhan, serta penyusunan perangkat pembelajaran. Kedua, implementasi, dilakukan selama dua belas kali pertemuan dengan pendekatan belajar sambil bermain melalui media kartu huruf, permainan kata, dan komik edukatif. Ketiga, monitoring dan evaluasi, dilakukan secara berkala untuk menilai perkembangan keterampilan membaca dan menulis siswa melalui observasi, tes sederhana, serta analisis hasil belajar. Keempat, pelaporan, yaitu penyusunan hasil kegiatan dan rekomendasi tindak lanjut. Peserta program terdiri atas sebelas siswa (1 siswa TK, 7 siswa kelas II, dan 3 siswa kelas III). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan: anak TK yang semula belum mengenal huruf mampu mengenali hampir seluruh alfabet dan mulai mengeja; sebagian besar siswa kelas II sudah lancar membaca kalimat sederhana dan mulai menulis dengan ejaan benar; sementara siswa kelas III semakin terampil menulis kalimat dengan struktur yang lebih baik. Nilai membaca berada pada rentang 76–95 dengan rata-rata 85,1, sedangkan nilai menulis pada rentang 72–90 dengan rata-rata 82,5. Sebanyak 82% siswa berada pada kategori baik hingga sangat baik. Dengan demikian, program PKM literasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis dasar anak sekaligus menumbuhkan motivasi serta rasa percaya diri. Kata kunci: Literasi Anak; Membaca; Menulis; Pendampingan ABSTRACTBasic literacy, particularly reading and writing, is a crucial foundation for children’s academic and social development. However, children in Margodadi Village still face several challenges, such as limited mastery of letters, difficulties in reading simple sentences, and constraints in writing with correct spelling. This Community Service Program (PKM) aims to improve children’s basic literacy skills through creative and enjoyable learning strategies. The activities were carried out in four stages. First, preparation, which included coordination with the village authorities and parents, needs identification, and the development of learning tools. Second, implementation, conducted over twelve meetings using a learning-by-playing approach through letter cards, word games, and educational comics. Third, monitoring and evaluation, conducted regularly to assess students’ reading and writing progress through observation, simple tests, and analysis of learning outcomes. Fourth, reporting, which involved compiling the results of the program and providing recommendations for follow-up actions. The program participants consisted of eleven students (1 kindergarten student, 7 second graders, and 3 third graders). The results showed significant improvement: the kindergarten student who previously did not recognize letters was able to identify almost the entire alphabet and began spelling; most second graders became fluent in reading simple sentences and started writing with correct spelling; while third graders showed greater ability in writing sentences with better structure. Reading scores ranged from 76 to 95 with an average of 85.1, while writing scores ranged from 72 to 90 with an average of 82.5. A total of 82% of students fell into the good to very good categories. Thus, this PKM literacy program proved effective in improving children’s basic reading and writing skills while also fostering motivation and self-confidence. Keywords: Children's Literacy; Reading; Writing; Assistance
PENDAMPINGAN REVITALISASI MEDIA SOSIAL DENGAN KONTEN BERBAHASA INGGRIS DI SANGGAR BHAGASKARA BEJIJONG, JAWA TIMUR Sumiarsa, Fitri Fadhilah; Adnyana, Made Bambang; Diana, Laksmi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34149

Abstract

ABSTRAK                                                                            Sanggar Bhagaskara, yang terletak di Desa Wisata Kampung Majapahit, Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, memiliki potensi besar dalam mempromosikan seni dan budaya Jawa Timur, khususnya kepada wisatawan mancanegara. Namun, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan keterampilan digital, penggunaan bahasa yang hanya berfokus pada bahasa Indonesia, serta ketidakkonsistenan dalam jadwal publikasi konten. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan pengelolaan media sosial, keterampilan promosi digital, dan penggunaan Bahasa Inggris peserta sebagai sarana promosi pariwisata desa. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2024 secara luring di Sanggar Bhagaskara dengan melibatkan 17 peserta, yang terdiri dari pelaku wisata, pengelola homestay, UMKM, ibu PKK, dan pemuda desa. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, praktik pembuatan konten (teks, foto, video) berbahasa Inggris, diskusi kelompok, serta evaluasi melalui kuisioner pre-test dan post-test. Selain itu, dilakukan pendampingan langsung dalam pembuatan jadwal unggahan dan strategi promosi digital yang konsisten. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan peserta dalam membuat konten promosi berbahasa Inggris seperti membuat caption dan narasi sederhana, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya konsistensi dan strategi promosi di media sosial. Sebagian peserta langsung mempraktikkan hasil pelatihan dengan mengunggah konten baru yang lebih menarik dan ramah wisatawan mancanegara. Program ini diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi pariwisata Desa Bejijong, meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, serta menjadi model pendampingan serupa di bidang strategis lainnya. Kata kunci: Sanggar Bhagaskara; Desa Wisata Bejijong; pelatihan media sosial; promosi pariwisata; bahasa InggrisABSTRACTBhagaskara Studio, located in the Majapahit Tourism Village, Bejijong, Trowulan District, Mojokerto Regency, has great potential to promote East Javanese art and culture, particularly to international tourists. However, the use of social media as a promotional tool still faces challenges, such as limited digital skills, the exclusive use of the Indonesian language, and inconsistency in content posting schedules. The aim of this program is to enhance participants’ social media management skills, digital promotion capabilities, and use of English as a tool for promoting village tourism. The program was carried out in July 2024 offline at Bhagaskara Studio and involved 17 participants, including tourism actors, homestay managers, MSME owners, PKK women’s group members, and village youth. The implementation methods included interactive lectures, hands-on practice in creating English-language content (text, photos, videos), group discussions, and evaluation through pre- and post-test questionnaires. In addition, direct assistance was provided to help create posting schedules and consistent digital promotion strategies. The results showed a significant improvement in participants’ ability to produce English-language promotional content, such as captions and simple narratives, as well as increased awareness of the importance of consistency and promotional strategies on social media. Several participants immediately applied what they had learned by uploading new, more engaging, and tourist-friendly content. This program is expected to expand the promotional reach of Bejijong Tourism Village, increase visits from both domestic and international tourists, and serve as a model for similar assistance programs in other strategic areas.  Keywords: Sanggar Bhagaskara; Bejijong Tourism Village; social media training; tourism promotion; English language
PEMBERDAYAAN KWT DESA WARU MELALUI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PUPUK KOMPOS SAMPAH ORGANIK PASAR PARUNG BERBASIS TEKNOLOGI Sukrianto, Sukrianto; Putri, Dessy Iriani; Muhtadin, Imam
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34396

Abstract

ABSTRAK Tingginya volume sampah organik dari aktivitas Pasar Parung menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan yang signifikan, seperti bau, pencemaran air, serta potensi penyakit dari serangga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Twenty One Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik berkualitas yang dapat digunakan sendiri maupun dipasarkan. Mitra, yaitu KWT Twenty One Desa Waru berjumlah 29 orang dengan latar pendidikan dasar hingga menengah. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi mengenai manfaat pupuk organik dan pengolahan sampah, pelatihan praktik pembuatan pupuk menggunakan limbah sayuran dan buah dari pasar, penerapan teknologi mesin pencacah dan compost bag, serta pendampingan produksi, pengemasan, dan pemasaran produk. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta uji kualitas pupuk yang dihasilkan. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta 32,8% atau dari rata-rata 60,7 menjadi 80, sementara 100% pupuk yang diproduksi memenuhi standar mutu. Selain itu, mitra berhasil menghasilkan pupuk siap pakai dalam jumlah rata-rata 5 compost bag per kelompok, membuka peluang ekonomi baru melalui penjualan lokal, serta mendukung keberlanjutan pertanian ramah lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan integrasi pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah, dan pengembangan usaha pertanian berbasis teknologi secara efektif.Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; pupuk organik; sampah organik; compost bag; pengelolaan sampah.ABSTRACTThe high volume of organic waste from Pasar Parung activities poses significant environmental and health impacts, including unpleasant odors, water contamination, and potential disease transmission by insects. This community service activity aimed to enhance the capacity of the Twenty One Women Farmers Group (KWT) in Waru Village, Parung District, Bogor Regency, to process organic waste into high-quality organic fertilizer for personal use and local marketing. The group. KWT of Twenty One Waru Village consists of 29 members with elementary to secondary education backgrounds. The implementation methods included socialization on the benefits of organic fertilizer and waste management, hands-on training using vegetable and fruit waste from the market, application of chopper machines and compost bags, and mentoring on production, packaging, and marketing. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to measure knowledge improvement, along with quality assessment of the produced fertilizer. The results showed an increase in participants' knowledge scores by 32.8%, rising from an average of 60.7 to 80, while 100% of the produced fertilizer met quality standards. Furthermore, the participants successfully produced an average of five compost bags per group, creating new economic opportunities through local sales and supporting sustainable, environmentally friendly agriculture. This program effectively integrates community empowerment, waste management, and technologybased agricultural enterprise development.Keywords: community empowerment; organic fertilizer; organic waste; compost bag; waste management.
SASAMBO : SOSIALISASI REMAJA BEBAS NARKOBA DI SMAN 1 PRAYA Hendriyani, Irmatika; Hijriani, Nursela; Fitriana, Yuli; Faisal, Muhammad; Widodo, Ageng Ary
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.32272

Abstract

ABSTRAK                                                                Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja merupakan isu serius yang mengancam masa depan generasi muda. Program “SASAMBO” (Sosialisasi Remaja Bebas Narkoba) hadir sebagai upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai bahaya narkoba. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam pencegahan bebas narkoba. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Praya dengan melibatkan 25 siswa anggota Palang Merah Remaja (PMR), yang telah dilaksanakan pada 16 Mei 2025. Metode yang digunakan berupa edukasi interaktif, diskusi kelompok, dan evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan sosialisasi. Program ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membentuk sikap preventif terhadap penyalahgunaan narkoba. Dengan demikian, SASAMBO menjadi model edukasi yang potensial untuk diterapkan di sekolah-sekolah lain sebagai langkah strategis dalam pencegahan narkoba sejak dini.Kata kunci: narkoba; remaja; sosialisasi;pendidikan kesehatan, pencegahan ABSTRACTDrug abuse among adolescents is a serious issue that threatens the future of the younger generation. The "SASAMBO" (Socialization of Drug-Free Youth) program is presented as an educational effort to increase students' awareness and knowledge about the dangers of drugs. The purpose of this community service activity is to increase students' knowledge in preventing drug-free. This activity was carried out at SMAN 1 Praya with the involvement of 26 students who are members of the Youth Red Cross (PMR), which was implemented on May 16, 2025. The methods used were interactive education, group discussions, and evaluation through pretests and posttests. The evaluation results showed a significant increase in student knowledge after participating in the socialization activity. This program not only provides information, but also forms a preventive attitude towards drug abuse. Thus, SASAMBO is a potential educational model to be implemented in other schools as a strategic step in early drug prevention. Keywords: drugs; adolescents; awareness campaign; health education; prevention