cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 114 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): Desember" : 114 Documents clear
PENGENDALIAN MUTU BAHAN BAKU LIDAH BUAYA PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA HERBAVERA Septiani; Samuel Gery Ramlan Noveleen Situmorang; Faroha Diniah; Lusi; Muhammad Rosyad Ilman; Putri Revasaibah Santosa; Warcito
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6154

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomis tinggi yang banyak dimanfaatkan dalam industri pangan, minuman, kosmetik, serta produk kesehatan karena kandungan nutrisinya yang meliputi vitamin A, B12, C, dan E, serta sifat antibakteri dan antiinflamasi. Gel lidah buaya diketahui memiliki kemampuan mempercepat penyembuhan luka berkat kandungan senyawa bioaktifnya. Herbavera, sebuah Industri Rumah Tangga (IRT) yang beroperasi sejak 2014, memproduksi lebih dari 15 jenis produk berbahan dasar lidah buaya organik. Namun, keberlangsungan produksi Herbavera sering terkendala oleh keterbatasan pasokan bahan baku utama yang hanya diperoleh dari satu mitra petani organik di Kalisuren, Bogor. Kondisi ini berdampak pada penurunan kapasitas produksi dan potensi kehilangan konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis akar permasalahan kekurangan bahan baku lidah buaya organik pada Herbavera dengan menggunakan alat pengendalian mutu, yaitu analisis fishbone. Penelitian dilakukan di lokasi produksi Herbavera di Sawangan, Depok, dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam. Analisis berfokus pada aspek mutu bahan baku serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan pasokannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan pasokan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan sumber daya dan modal petani, ketidakpastian jadwal panen, sulitnya memenuhi sertifikasi organik, belum optimalnya pengaturan rantai pasok, fluktuasi kapasitas produksi lahan, keterbatasan pengawasan mutu (QC), serta komunikasi dan evaluasi yang belum tersusun secara sistematis. Melalui pemetaan akar masalah dan solusi, penelitian ini merumuskan serangkaian rekomendasi yang mencakup pembinaan petani, kolaborasi rotasi panen, optimalisasi manajemen rantai pasok berbasis digital, penerapan sistem stok buffer, perbaikan kontrol lingkungan, penetapan harga premium untuk bahan organik, penyusunan MoU formal, serta evaluasi berkala.Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kemitraan antara Herbavera dan petani organik, didukung oleh penerapan pengendalian mutu yang konsisten, menjadi strategi utama untuk mencapai keberlanjutan pasokan lidah buaya organik yang stabil dan memenuhi standar produksi.
Analisis Pengendalian Mutu Produk Lele Bumbu 222 melalui Pendekatan IPO–SPC Luthfiyah Candraningtyas; Cahya Mukjijat Ramdani; Istikomah Enggar Pribadi; Nabilah An Naqiyah; Zalwa Zafirah Fatin; Hyouga Nagalang; Warcito
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6155

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu makanan untuk dikonsumsi. Lele kerap dijadikan berbagai olahan, salah satunya lele bumbu. Pengolahan ikan lele menjadi produk siap saji seperti Lele Bumbu 222 Bogor dapat memberikan inovasi baru yang mampu memperpanjang umur simpan serta meningkatkan daya saing produk lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mutu produk melalui IPO. Metode yang digunakan meliputi pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif (metode campuran), serta menggunakan 2 alat Statistical Process Control (SPC), yaitu Diagram Pareto dan Diagram Fishbone. Hasilnya, yaitu pada Diagram Pareto menunjukkan bahwa ketidaksamaan ukuran menjadi masalah dominan (41%) disusul oleh penurunan kualitas produk (31%) dan kerusakan kemasan (28%). Sementara itu, pada Diagram Fishbone mengidentifikasi akar masalah utama berasal dari aspek mesin, bahan, metode, serta keterbatasan tenaga kerja. 
ANALISIS PENGENDALIAN MUTU TEPUNG UBI JALAR DENGAN DIAGRAM PARETO, DIAGRAM FISHBONE, DAN CHECKSHEET PADA GAPOKTAN MANDIRI JAYA Sabrina Mumtaz; Shafana Az Zahra Ramadhani; Salma Sava; Daffa Najwan Ramadhan; Nada Qoulan S.; M. Yusuf Al Faris; Warcito
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas tepung ubi jalar yang dihasilkan oleh Gapoktan Mandiri Jaya dengan memanfaatkan checksheet, diagram pareto, dan diagram fishbone. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada proses produksi dan wawancara dengan pengelola. Hasil dari checksheet menunjukkan adanya lima tipe cacat utama yaitu warna tepung yang terlalu gelap, kandungan air yang tinggi, tekstur yang kasar, gumpalan, dan adanya kontaminasi dari benda asing. Diagram pareto mengindikasikan bahwa dua cacat yang paling signifikan yaitu warna yang terlalu gelap (30%) dan kadar air yang terlalu tinggi (27%) menghasilkan lebih dari setengah dari total cacat yang ada. Analisis fishbone mengungkapkan bahwa penyebab utama cacat tersebut berasal dari ketidakstabilan suhu pengering, kurangnya SOP pengeringan, variasi kualitas bahan baku, keterampilan operator yang belum maksimal, dan pengawasan bahan baku untuk meningkatkan konsistensi kualitas tepung ubi jalar.
Membangun Sistem Pendidikan Antikorupsi: Pembelajaran dari Kasus Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook Fathiya Ayu Ramadhina; Kayla Desta Triana; Winda Rosida Maulana; Iwan Ridwan Paturochman
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6167

Abstract

Korupsi dalam sektor pendidikan merupakan persoalan fundamental yang mengganggu tata kelola pemerintahan, menurunkan mutu proses pembelajaran, serta melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Kasus korupsi dalam pengadaan Laptop Chromebook menjadi ilustrasi konkret bahwa praktik penyimpangan dapat muncul bahkan pada program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini berfokus pada analisis faktor-faktor yang mendorong terjadinya korupsi dalam pengadaan barang dan jasa pendidikan, menilai efektivitas langkah-langkah pencegahan yang telah diterapkan, serta merumuskan rekomendasi strategis untuk memperkuat integritas sistem pengadaan. Melalui studi literatur dan analisis kasus, penelitian ini menunjukkan bahwa korupsi dipicu oleh lemahnya mekanisme pengawasan, adanya praktik kolusi antara penyedia barang dan oknum pejabat, rendahnya tingkat transparansi, serta akuntabilitas yang belum optimal dalam proses pengadaan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan penguatan reformasi pengadaan berbasis digital, peningkatan integritas sumber daya manusia aparatur, serta pelibatan masyarakat sebagai bagian dari mekanisme pengawasan independen. Hasil penelitian semakin menegaskan bahwa korupsi merupakan ancaman bersama yang hanya dapat diberantas melalui kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN KUAS SHADING DENGAN FLAT SPONGE UNTUK HASIL CONTOUR HIDUNG PADA BOLD MAKEUP Zakiyah Syam Fitri; Siti Hajar Thaitami
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6173

Abstract

Teknik contouring hidung merupakan elemen penting dalam rias wajah bold untuk menciptakan tampilan yang tegas, berdimensi, dan estetis, namun pemilihan alat aplikasi yang paling efektif masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil penggunaan kuas shading dan flat sponge dalam menghasilkan contour hidung pada rias bold, serta menentukan alat yang lebih efektif. Penelitian menggunakan metode pra-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui desain quasi eksperimen yang melibatkan dua kelompok perlakuan, yaitu aplikasi contour menggunakan kuas shading dan flat sponge. Sampel terdiri dari enam subjek dengan hidung terlalu pendek, dan penilaian dilakukan oleh sebelas panelis ahli melalui observasi dan uji organoleptik estetika menggunakan lima indikator penilaian. Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan nilai signifikansi pada seluruh indikator lebih dari 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua alat dalam menghasilkan contour hidung pada bold makeup. Temuan ini mengindikasikan bahwa kuas shading dan flat sponge sama efektifnya dalam menghasilkan contour yang tegas, proporsional, dan sesuai konsep bold, sehingga pengguna dapat menyesuaikan pemilihan alat berdasarkan preferensi dan kenyamanan  
Peran Guru Dalam Membangun Karakter Siswa Melalui Pendidikan Multikultural Khayatul Mustaqimah; Tiya Feza Qarina; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6184

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan aspek krusial dalam sistem pendidikan Indonesia yang dicirikan oleh keberagaman budaya, etnis, agama, dan bahasa. Artikel ini mengkaji peran guru dalam menanamkan nilai-nilai multikultural kepada siswa sebagai upaya pembentukan karakter yang inklusif dan toleran. Dengan pendekatan pendidikan multikultural, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar materi akademik, tetapi juga sebagai agen sikap sosial yang menghargai keberagaman. Proses pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan multikultural diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya menghargai perbedaan dan mengembangkan perilaku positif yang mendukung kehidupan sosial yang harmonis. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan analisis deskriptif, memanfaatkan berbagai dokumen dan literatur relevan yang membahas teori dan praktik pendidikan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru perlu menerapkan berbagai strategi pembelajaran inklusif, menciptakan lingkungan kelas yang aman dan terbuka untuk dialog antarbudaya, serta mengintegrasikan nilai-nilai multikultural ke dalam materi pembelajaran. Peran guru juga mencakup pembentukan karakter siswa dengan menyikapi perbedaan agama, bahasa, dan status sosial secara demokratis dan tanpa diskriminasi. Lebih lanjut, pendidikan multikultural yang diterapkan secara efektif di sekolah dasar dapat menumbuhkan sikap toleransi dan damai pada siswa sejak usia dini. Guru diharapkan berperan sebagai panutan dan fasilitator, membimbing siswa dalam mengarungi keberagaman melalui rasa saling menghormati dan berkolaborasi. Pendidikan multikultural juga berperan dalam mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab dengan kesadaran sosial yang kuat dalam masyarakat yang majemuk. Artikel ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman guru tentang pentingnya pendidikan multikultural dalam membangun karakter siswa. Implementasi nilai-nilai multikultural yang berkelanjutan akan memperkuat persatuan dan kerukunan bangsa, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta memperkuat fondasi demokrasi yang humanis dan inklusif.
URGENSI PENGUATAN NILAI MORAL DALAM POSITIVISME HUKUM UNTUK MENGATASI KRISIS KEADILAN PADA FENOMENA NO VIRAL NO JUSTICE DI INDONESIA Raysha Aulia Fazila; Irwan Triadi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6186

Abstract

Fenomena No Viral No Justice di Indonesia menunjukkan bahwa penegakan hukum sering bersifat reaktif, baru berjalan efektif setelah mendapat tekanan opini publik. Hal ini mencerminkan krisis moral dalam sistem hukum positif, di mana kepatuhan pada prosedur formal sering mengabaikan keadilan substantif. Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum di Indonesia dari perspektif filsafat hukum yang berorientasi pada keadilan dan moralitas serta mengevaluasi penguatan nilai moral dalam kerangka positivisme hukum sebagai solusi pemulihan keadilan dan kepercayaan publik. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan filsafat hukum, berbasis studi kepustakaan pada literatur hukum, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan dan kasus keracunan sirup obat yang menewaskan ratusan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum positif di Indonesia, bila diterapkan tanpa landasan moral, cenderung kehilangan legitimasi dan gagal memberikan perlindungan substantif. Penguatan moralitas melalui reformasi prosedur hukum, pendidikan hukum berbasis etika dan penguatan integritas institusional terbukti menyeimbangkan kepastian hukum dengan keadilan substantif sehingga hukum menjadi instrumen yang adil, manusiawi dan dipercaya masyarakat.
IMPLEMENTASI PRINSIP THE BEST INTEREST OF THE CHILD DALAM PENETAPAN HAK ASUH ANAK (STUDI KOMPARATIF INDONESIA DAN INGGRIS) Lidwina Tuto Ladjar; Fanny Cathelia Erianto; Deva Aurelia Rahma; Ahmad Wildan; Muhammad Rayhan Fasya Akbar; Mohamad Haikal Rahmadia; Surahmad
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6188

Abstract

Prinsip the best interest of the child merupakan asas fundamental dalam hukum perlindungan anak yang bertujuan memastikan setiap keputusan terkait anak berorientasi pada pemenuhan hak dan kesejahteraannya. Dalam praktik penetapan hak asuh, penerapan prinsip ini sering kali menunjukkan perbedaan antarnegara karena dipengaruhi sistem hukum, regulasi, dan pertimbangan yudisial yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip the best interest of the child dalam penetapan hak asuh anak di Indonesia dan Inggris, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pendekatan kedua negara. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) melalui penelaahan terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Perkawinan, Putusan Pengadilan Indonesia, serta Children Act 1989, case law, dan pedoman yudisial di Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia dan Inggris sama-sama menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai prinsip utama, namun Inggris menerapkan parameter yang lebih terukur melalui welfare checklist, sedangkan Indonesia masih bergantung pada interpretasi hakim dengan ruang diskresi yang luas. Perbandingan ini menunjukkan perlunya penguatan standar penilaian kepentingan terbaik anak dalam sistem hukum Indonesia agar lebih konsisten, terukur, dan berorientasi pada perlindungan anak secara komprehensif.
PENERAPAN TEORI HUMANISTIK DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MENUMBUHKAN RASA EMPATI KEPADA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PAI Shoimatus Safitri; Ngulya Nafisatun; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6198

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan teori humanistik dalam pendidikan multikultural untuk menumbuhkan rasa empati siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Teori humanistik yang menempatkan siswa sebagai subjek dengan potensi unik dikombinasikan dengan pendidikan multikultural yang mengedepankan penghargaan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, integrasi kedua pendekatan ini penting untuk membentuk karakter inklusif, toleran, dan empatik pada peserta didik. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi literatur digunakan untuk menganalisis konsep dan strategi pembelajaran yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI dengan pendekatan humanistik dan multikultural mampu menciptakan suasana belajar yang dialogis, reflektif, dan berbasis pengalaman yang menumbuhkan empati siswa. Pembelajaran tersebut tidak hanya menekankan aspek kognitif tetapi juga afektif dan spiritual, sehingga mendukung pembentukan karakter siswa yang humanis dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat plural.
KONSEP PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUSAN Dena Nafikhatul Aulia; Navida latifa Naja; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6199

Abstract

Artikel ini membahas konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam penanaman nilai-nilai multikultural pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui kajian kepustakaan. Keragaman etnis, budaya, agama, dan bahasa di Indonesia menuntut adanya pendidikan yang mampu menumbuhkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Kajian menunjukkan bahwa Sistem Among dengan prinsip asah, asih, dan asuh relevan dalam membentuk kemampuan berpikir kritis, empati, dan sikap saling menghargai di lingkungan sekolah. Konsep Tri Pusat Pendidikan—keluarga, sekolah, dan masyarakat—menjadi dasar kolaborasi dalam pelestarian budaya dan internalisasi nilai multikultural. Selain itu, gagasan Merdeka Belajar memberikan ruang ekspresi budaya serta memperkuat pemahaman keberagaman melalui pembelajaran kontekstual. Peran guru sebagai pamong sangat penting dalam menuntun siswa melalui keteladanan dan pembentukan lingkungan belajar yang inklusif. Artikel ini menyimpulkan bahwa konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara memiliki relevansi kuat dalam membangun karakter multikultural siswa SMK, terutama melalui pendekatan humanis, kolaboratif, dan berbasis kearifan lokal.

Page 1 of 12 | Total Record : 114