cover
Contact Name
Noni Novarista
Contact Email
noninovarista@ansci.unand.ac.id
Phone
+6281374187455
Journal Mail Official
martina@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Jl. Cot Teungku Nie Reuleut Kecamatan Muara Batu Aceh Utara
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Agrifo: Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh
ISSN : 25483439     EISSN : 26144026     DOI : https://doi.org/10.29103/ag.v8i2.13468
Agrifo accepts scientific papers which discusses the socio-economic aspects of agriculture regarding a system starting from the study of up-stream subsystems, on-farm subsystems, downstream subsystems and supporting subsystems as well as relations between policies and government, international economy and capitalization of land resources , farmer, and community. Related to financing discussion in business development in the field of agribusiness (finance, business, and functional technical aspects)
Articles 185 Documents
STRATEGI BERTAHAN HIDUP PETANI PADI SAWAH PASCA KERUSAKAN BENDUNGAN IRIGASI KRUENG PASE DI GAMPONG KEUTAPANG KECAMATAN SYAMTALIRA ARON Riani, Riani; Martina, Martina; Salamah, Salamah; Barmawi, Barmawi; Zuriani, Zuriani
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v10i1.18644

Abstract

Paddy rice production in Aceh Utara has seen a decrease over the years, with production dropping from 427,455 tons in 2019 to 388,190 tons in 2021. One of the main reasons for this decline is the damage to the Krueng Pase irrigation dam. Despite the challenges, farmers in the area have adapted by adjusting to the limited water supply and the rainy season. Some farmers choose not to engage in agricultural activities during the dry season, requiring them to employ survival strategies. This study focuses on determining the survival strategies of wet-rice farmers in Keutapang Village, Syamtalira District, Aceh Utara following the damage to the Krueng Pase irrigation dam. The research area was selected using purposive sampling, where 30 farmers were selected using simple random sampling. The data was analyzed using qualitative descriptive analysis and a Likert scale. The results of the study revealed that active strategies such as job diversification and family member contribution were rated as strong, while the passive strategy of frugal lifestyle obtained a very strong rating, and the savings strategy was rated as strong. Network strategies were also identified, but their rating was not provided in the summary.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BERAS DI DESA SALLUANG KECAMATAN BISSAPPU KABUPATEN BANTAENG Fadillah, Ummu Farah; Al Islamiyah, Syahmidarni
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v10i1.21322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pemasaran beras di Desa Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, farmers share, dan efisiensi pemasaran. Data diperoleh dari petani, pedagang besar, dan pedagang pengecer melalui metode purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran utama, yaitu (1) petani †’ konsumen, (2) petani †’ pedagang besar †’ konsumen, dan (3) petani †’ pedagang besar †’ pedagang pengecer †’ konsumen. Analisis margin pemasaran menunjukkan bahwa semakin panjang saluran pemasaran, semakin tinggi margin yang diperoleh pedagang. Hasil perhitungan farmers share menunjukkan bahwa saluran pertama memiliki nilai tertinggi (100%), sedangkan saluran kedua dan ketiga masing-masing 83,33% dan 76,92%. Dari segi efisiensi, hanya saluran pertama yang tergolong efisien (<1%), sementara Saluran II dan III menunjukkan tingkat efisiensi yang lebih rendah (>1%).Keywords: efisiensi pemasaran, saluran pemasaran, margin pemasaran, farmers share, beras, Bantaeng
KAJIAN EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DI ACEH UTARA Zahara, Hafni; mawardati, mawardati; Sari, Cut Rozana
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v10i1.18734

Abstract

Pemberdayaan perempuan memiliki manfaat yang sangat penting, diantaranya dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan, mengurangi tingkat kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan mendorong peningkatan ketahanan pangan. Kabupaten Aceh utara juga merupakan salah satu daerah centra produksi pangan khususnya padi yang menyediakan beberapa program pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan produktivitas padi. Namun, program pemberdayaan perempuan daerah ini belum mampu meningkatkan ketahanan pangan di Aceh Utara. Hal ini dikarenakan beberapa program tersebut tidak dilanjutkan oleh masyarakat setelah programnya selesai. Sehingga program pemberdayaan yang ditujukan terhadap perempuan di Aceh Utara tidak berjalan optimal dan tidak berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas program pemberdayaan perempuan dalam menigkatkan ketahanan pangan guna menuju kedaulatan pangan di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literature dan deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu Data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sosialisasi program memperoleh skor sebesar 38,68 dengan persentase skor 94% yang berada pada kategori efektif. Variabel Keberhasilan Pelatihan memperoleh skor sebesar 37.75 dengan persentase skor sebesar 94 % berada pada kategori efektif. Variabel Pendampingan memperoleh skor sebesar 36,67 dengan persentase skor sebesar 92% yang berada pada kategori efektif. Variabel tujuan program memperoleh skor sebesar 35,85 dengan persentase skor sebesar 91% yang berada pada kategori efektif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa program Pekarangan Pangan Lestari di Kabupaten Aceh Utara sudah berjalan efektif dengan persentase skor secara keseluruhan mencapai 94,79%. Artinya, tujuan yang telah dirumuskan telah tercapai dengan tepat sasaran sehingga program Pekarangan Pangan Lestari layak untuk diteruskan pelaksanaannya ke depannya.
ANALISIS KETIMPANGAN WILAYAH KAWASAN BOLAANG MONGONDOW RAYA PROVINSI SULAWESI UTARA Ernah, Ernah
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v10i1.21370

Abstract

Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang dianalisis melalui metode sepertiTipologi Klassen, Indeks Theil, dan Indeks Williamson. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi tingkat ketidaksamaan regional di wilayah Bolaang Mongondow Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Bolaang Mongondow Raya masih dianggap memiliki tingkat pembangunan yang relatif tertinggal. Selain itu, ketimpangan ekonomi antar kabupaten dan kota meningkat secara bertahap dari tahun 2019 hingga 2023. Untuk mengatasi masalah inefisiensi, pemerintah harus memperkuat rencana pembangunan yang berpusat pada equity dengan meningkatkan investasi di berbagai sektor.
Analisis Aktor Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Sialang Sakti Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Taufiq, Andriani Kartika; Yulida, Roza; Andriani, Yulia; Rosnita, Rosnita
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) hingga tahun 2021 masih rendah. Berjalannya sebuah program membutuhkan komunikasi yang terjalin antar kelembagaan dan pekebun untuk menjadi jembatan sebuah difusi inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kekuatan dan kepentingan aktor-aktor yang terlibat dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Sialang Sakti. Sebagian besar pekebun yang bertindak sebagai aktor di Desa Sialang Sakti sudah menggunakan smartphone sebagai media bertukar informasi berupa aplikasi WhatsApp. Pertukaran informasi yang dikaji dalam penelitian ini terbagi dua yaitu, informasi dari komunikasi interpersonal (tatap muka dan melalui media) dan informasi melalui komunikasi kelompok melalui media berupa grup WhatsApp pekebun. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sialang Sakti Kabupaten Siak dengan teknik sensus sampling. Jumlah responden pada penelitian ini berjumlah 60 pekebun yang mengikuti PSR tahap III dan satu orang pengurus gabungan kelompok tani (gapoktan) Manunggal Sakti. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat kekuatan dan kepentingan aktor-aktor dalam komunikasi interpersonal dan kelompok. Dalam komunikasi interpersonal aktor yang terletak di kuadran II diisi oleh tiga aktor, kuadran III dua aktor dan kuadran IV diisi oleh 56 aktor lainnya dan dalam komunikasi kelompok (hanya melibatkan 53 aktor yang tergabung dalam grup WhatsApp) dengan kuadran II diisi oleh tiga aktor, kuadran III diisi oleh 13 aktor, dan kuadran IV diisi oleh 37 aktor.
Strategi Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Jawa Tengah: Menangani Inflasi, Kemiskinan dan Kekurangan Gizi Pujiyanto, Muhammad Aris; Setyorini, Fitri Adi; Azizi, Ernes Septina; Cahyaningsih, Anggi Fitria; Solekan, Muhamad
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines sustainable food security strategies in Central Java, focusing on addressing the interrelated issues of inflation, poverty, and undernourishment. Through a systematic literature review, the research identifies effective approaches such as conditional cash transfers, public distribution systems, agricultural extension services, and community-based nutrition programs, which have been successfully implemented in other regions. The findings suggest that these strategies can be adapted to the local context in Central Java, with specific emphasis on enhancing food accessibility, improving nutritional outcomes, and promoting agricultural productivity. The proposed policies align with the strategic objectives outlined in the RENSTRA Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah 2024-2026, including the development of rural infrastructure, strengthening food distribution systems, and integrating nutrition interventions into existing healthcare services. The study highlights the importance of a coordinated, multi-sectoral approach to effectively tackle food security challenges in Central Java, ensuring that interventions are sustainable and impactful in reducing poverty and improving public health outcomes. This research provides a framework for policymakers in Central Java to design and implement comprehensive food security strategies that are both practical and aligned with regional development goals.
Analisis Nilai Tambah dan Karakteristik Pemasaran Cumi Asin Studi Kasus UMKM CV Indo Ikan Pratama Bandung junianto, junianto junianto; Junianto, Junianto
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fisheries sector has abundant fish resource potential, both in terms of quantity and type, thus contributing significantly to Indonesia's economic recovery and development efforts. One of the processed products from fishery resources is salted fish. Salted fish has the advantage of a long shelf life and has added value. This study aims to analyze the added value and marketing characteristics of dried salted squid products produced by the MSME CV. Indo Ikan Pratama in Cileunyi District, Bandung Regency.  The research method used is descriptive quantitative with the Hayami approach to calculate the added value. Direct observation and interviews with MSME owners served as primary data, while secondary data were collected from various literature sources. Based on the analysis that has been done, the added value of processing wet salted squid into dried salted squid is IDR 33,200/kg. The value added ratio is 30.97%. The marketing characteristics of dried salted squid, carried out by the Indo Ikan Pratama UMKM targets medium to large scale shops in the Greater Bandung area (geographically), the product's advantages lie in its longer shelf life and clean and neat packaging.  Pricing is determined using the line pricing method. Door-to-door promotion, a direct approach that involves visiting each store. Distribution is carried out directly from the factory to the sales outlets. CV. Indo Ikan Pratama continues to innovate and maintain product quality to remain competitive in the market.
Peran Edukasi Pertanian berbasis Teknologi dalam Meningkatkan Minat Generasi Z terhadap Pertanian Modern (Modern Farming) Abdan, Muh.
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country with enormous opportunities in the agricultural sector, but its people's interest in working in the sector is low. This study aims to determine Generation Z's perception of technology-based agricultural technology education and to determine the role of technology in agriculture influencing Generation Z's interest in pursuing a profession as a farmer. The research method uses a qualitative descriptive approach with interviews with 12 informants, consisting of 6 main informants and 6 additional informants. The findings show that the use of augmented reality technology as an educational medium received a positive response from informants. Interactive visualizations, 3D images, and interesting learning experiences are considered very helpful in increasing understanding of the modern agricultural technology that is conveyed. After education based on augmented reality technology, there was a change in informants' interest in agriculture which was marked by an interest in re-engaging in similar activities and a desire to further explore the agricultural sector.
Karakteristik Sosial Ekonomi Rumah Tangga Petani Bawang Merah di Kecamatan Cibitung Kabupaten Sukabumi Juniarti, Dhea Amalia
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the socio-economic characteristics of shallot farming households in Cibitung Subdistrict, Sukabumi Regency. A qualitative descriptive method was used. Respondents were selected through purposive sampling, with a total of 30 shallot farmers participating in the study. The results show that most farmers are of productive age but have limited farming experience and low levels of formal education. Shallot cultivation is conducted on a small scale, with an average land size ranging from 0.02 to 0.04 hectares, and a productivity rate of 3,017 kg/ha. Although production volume is relatively low, the relatively high selling price offers income opportunities. The main source of capital is personal funds, while the marketing system remains dominated by middlemen. All respondents are members of farmer groups, which serve as a source of information and cooperation. However, none are members of village unit cooperatives (KUD), as there are no active cooperatives in the area. In addition to farming (on-farm) activities, some farmers also engage in off-farm and non-farm work to supplement their income. These findings highlight the need to strengthen farmers’ capacity through training, institutional support, and improvements in the marketing system to enhance the sustainability of shallot farming.
Willingness To Pay Generasi Z terhadap Kangkung Hidroponik dan Faktor yang Memengaruhinya Pijati, Nabila Hasna
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara nasional terjadi peningkatan konsumsi kangkung di Indonesia, namun tidak diiringi dengan ketersediaan yang memenuhi. Perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan produksi kangkung. Untuk mengantisipasi hal tersebut, diperlukan pembaruan teknik budi daya kangkung seperti hidroponik yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kangkung. Akan tetapi, hidroponik menghasilkan harga jual yang tinggi sehingga mengakibatkan tidak maksimalnya penjualan kangkung hidroponik. Willingness to Pay menjadi salah satu cara untuk mengetahui nilai kesediaan membayar konsumen sehingga produsen hidroponik dapat menentukan harga jual yang sesuai. Penelitian ini bertujuan menentukan besarnya nilai Willingness to Pay (WTP) mahasiswa terhadap kangkung hidroponik dan faktor-faktor yang memengaruhi nilai WTP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian survei menggunakan kuesioner dengan 146 sampel mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Analisis data menggunakan contingent valuation method (CVM) dan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kesediaan membayar kangkung hidroponik sebesar Rp11.063. Secara simultan, variabel usia, pendidikan, uang saku, pengetahuan hidroponik, pola hidup, kualitas produk, dan harga produk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai WTP kangkung hidroponik. Secara parsial, variabel uang saku, pengetahuan hidroponik, pola hidup, kualitas produk, dan harga produk berpengaruh signifikan terhadap nilai WTP kangkung hidroponik, sedangkan variabel usia dan pendidikan tidak terbukti signifikan terhadap nilai WTP kangkung hidroponik.