cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,170 Documents
Rekonstruksi Parameter Tindak Pidana Korupsi dalam Kebijakan Publik di Era Digital Defi Prasiskasari; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kebijakan publik di era digital menimbulkan risiko overkriminalisasi akibat pendekatan delik formil yang berfokus pada potensi kerugian negara. Penelitian ini bertujuan merumuskan model parameter operasional untuk membedakan kebijakan digital yang sah dari tindak pidana korupsi. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan perbandingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian terhadap kebijakan digital memerlukan pendekatan kumulatif tiga parameter: personal gain sebagai indikator keuntungan tidak wajar, conflict of interest sebagai indikator benturan kepentingan yang tidak diungkap, dan mens rea sebagai indikator niat jahat dalam pengambilan keputusan. Ketiga parameter tersebut harus dipenuhi secara bersamaan untuk mengkualifikasi suatu kebijakan sebagai tindak pidana korupsi. Model ini memberikan kerangka kerja praktis bagi penyidik, jaksa, hakim, dan auditor internal dalam menjaga keseimbangan antara akuntabilitas hukum dan ruang diskresi kebijakan. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan hukum pidana korupsi yang lebih kontekstual dan responsif terhadap kompleksitas kebijakan digital.
Studi Literatur: Analisis TPACK Pada Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Augmented Reality terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP Kelas VIII Pada Materi Sistem Pencernaan Manusia Anisa Ramadhani; Dewi Pratiwi; Mutia Haryani Siregar; Sri Masnita Pardosi; Mega Elvianasti
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi sistem pencernaan manusia yang memiliki konsep abstrak dan kompleks. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru sering menyebabkan kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan model dan media pembelajaran yang inovatif, seperti Problem Based Learning (PBL) berbantuan Augmented Reality (AR), yang didukung oleh kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model PBL berbantuan AR dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem pencernaan manusia ditinjau dari perspektif TPACK. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis sembilan artikel penelitian yang relevan dan diterbitkan pada rentang tahun 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa model PBL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas pemecahan masalah, analisis, dan pengambilan keputusan, sedangkan media AR membantu memvisualisasikan konsep abstrak menjadi lebih konkret dan interaktif sehingga memudahkan pemahaman materi. Integrasi PBL dan AR terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, aktivitas belajar, dan pemahaman konsep siswa. Keberhasilan penerapannya didukung oleh kemampuan guru dalam mengintegrasikan Content Knowledge (CK), Pedagogical Knowledge (PK), dan Technological Knowledge (TK) beserta keterpaduannya dalam bentuk Pedagogical Content Knowledge (PCK), Technological Content Knowledge (TCK), dan Technological Pedagogical Knowledge (TPK) melalui kerangka TPACK. Dengan demikian, PBL berbantuan AR yang didukung kompetensi TPACK dapat menjadi alternatif pembelajaran IPA yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Analisis Kritis terhadap Lemahnya Instrumen AMDAL dalam Mencegah Kerusakan Lingkungan Veyza Olivia; Najwa Khairani Putri R; Aryasatya Yusuf Wiryawan
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instrumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan perangkat hukum yang dirancang sebagai mekanisme preventif dalam pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Namun, dalam praktiknya, efektivitas AMDAL seringkali dipertanyakan karena tidak mampu mencegah berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi akibat proyek pembangunan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis faktor-faktor yang menyebabkan lemahnya peran AMDAL dalam mencegah kerusakan lingkungan, serta mengeksplorasi upaya hukum dan kebijakan yang dapat dilakukan untuk memperkuatnya. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dan pendekatan kualitatif, artikel ini mengidentifikasi sejumlah persoalan utama, antara lain: proseduralisasi AMDAL yang bersifat formalitas, konflik kepentingan dalam penyusunan dokumen, minimnya partisipasi publik, serta lemahnya pengawasan dan penegakan hukum. Artikel ini merekomendasikan reformasi regulasi, pembentukan lembaga independen, penguatan partisipasi masyarakat, peningkatan kualitas konsultan lingkungan, serta penegakan hukum yang lebih tegas. Penguatan instrumen AMDAL mutlak diperlukan sebagai upaya strategis untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan ekologis.
Eksistensi Penjahit Simpatik Sebagai Perintis Usaha Jahit di Kecamatan Seririt Tahun 1979–2024 Kadek Sintya Ningrum Martayani; A.A. Inten Asmariati; Sri Lestari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas eksistensi Penjahit Simpatik sebagai perintis usaha jahit di Kecamatan Seririt tahun 1979–2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya Penjahit Simpatik, faktor-faktor yang mendukung keberlangsungan usaha, serta implikasi sosial, ekonomi, dan budaya terhadap masyarakat Kecamatan Seririt. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, karyawan, dan pelanggan, serta studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penjahit Simpatik didirikan pada 15 Juli 1979 oleh Wayan Depin sebagai usaha jahit berbasis keterampilan otodidak. Keberlangsungan usaha selama lebih dari empat dekade didukung oleh kemampuan adaptasi terhadap perkembangan mode busana, kualitas jahitan yang konsisten, harga yang kompetitif, dan hubungan sosial yang erat dengan pelanggan. Penjahit Simpatik juga memiliki kontribusi penting terhadap perkembangan UMKM jahit di Kecamatan Seririt melalui penciptaan lapangan kerja dan transmisi keterampilan menjahit antargenerasi. Selain itu, usaha ini turut berperan dalam mempertahankan penggunaan busana adat Bali di tengah arus modernisasi.
Analisis Penggunaan Bahasa Indonesia pada Komunikasi Ilmiah Bidang Kimia Lorens Doni Atasoge; Kezia Novelinda Napitu; Salsabila Hanifah; Rerra Vinesa Simanjuntak; Nurul Azizah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki peranan penting dalam proses komunikasi ilmiah pada bidang kimia di lingkungan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Bahasa Indonesia pada komunikasi ilmiah bidang kimia di lingkungan akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa penyebaran angket menggunakan Google Form kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase jawaban responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menyatakan Bahasa Indonesia membantu memahami materi kimia, mempermudah kegiatan praktikum, dan meningkatkan efektivitas komunikasi akademik. Penggunaan istilah ilmiah yang baku juga membantu mengurangi kesalahan pemahaman dalam diskusi ilmiah dan penyampaian informasi kimia. Dengan demikian, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan sesuai kaidah ilmiah sangat penting dalam mendukung komunikasi ilmiah di bidang kimia.
Penerapan Kode Etik Sebagai Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru PAUD di TK ABA 19 Mandala Medan Devi Kristina Br Situmorang; Rachel Viktoria Waruwu; juwita Novelina Br Tarigan; Aman Simaremare; Michael Yudha Pratama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penerapan kode etik guru dapat membantu meningkatkan profesionalisme guru di TK ABA 19. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif deskriptif dan mengumpulkan data dengan cara mengamati, melakukan wawancara, dan mengumpulkan dokumen.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di TK ABA 19 telah menerapkan kode etik guru dengan baik. Hal ini terlihat dari sikap disiplin, tanggung jawab, cara berbicara yang sopan, serta kemampuan menjaga hubungan profesional dengan siswa, rekan kerja, dan orang tua. Selain itu, para guru juga berusaha untuk meningkatkan profesionalisme mereka dengan bekerja sama satu sama lain, mengikuti pelatihan, dan menyiapkan alat pembelajaran sebelum mereka mengajar.  Namun, masih ada masalah dalam proses belajar, yaitu guru kadang-kadang lebih banyak membantu satu anak, sehingga perhatian kepada siswa yang lain menjadi tidak merata. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan kode etik guru sangat berhubungan dengan peningkatan profesionalisme guru. Hal ini membantu dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman, disiplin, dan baik bagi perkembangan anak usia dini.
Analisis Yuridis Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan APBDes dan Pengadaan Barang atau Jasa Pada Desa Buntulia Barat (Studi Putusan Nomor: 6/Pid.Sus-TPK/2024/PN Gto) Alifiyan Ubaidillah; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dana desa pada dasarnya digunakan untuk meningkatkan pelayanan publik dan mendukung pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, setiap pengeluaran wajib disertai bukti yang lengkap dan sah serta dilakukan sesuai dengan kegiatan yang benar-benar telah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penyimpangan dalam pengelolaan APBDes Desa Buntulia Barat, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato serta mengkaji pertanggungjawaban pidana terdakwa berdasarkan Putusan Nomor: 6/Pid.Sus-TPK/2024/PN Gto. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa Tutam Polumuduyo selaku Kepala Desa Buntulia Barat melakukan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan desa pada tahun anggaran 2019 sampai dengan tahun 2021. Penyimpangan tersebut dilakukan melalui permintaan dan persetujuan penerbitan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) sebelum kegiatan dilaksanakan serta tanpa didukung bukti yang lengkap dan sah. Selain itu, terdapat pengeluaran anggaran yang tidak sesuai dengan realisasi pekerjaan serta pajak belanja desa yang belum disetorkan ke kas negara atau daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyimpangan dalam pengelolaan APBDes tidak hanya dipengaruhi oleh tindakan individu, tetapi juga oleh lemahnya verifikasi dokumen, pengawasan pelaksanaan pekerjaan, dan pengendalian atas kewajiban perpajakan desa. Pengawasan yang efektif harus dilakukan sejak tahap perencanaan, penerbitan SPP, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban agar dana desa benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat
Implementasi Aktivitas Bermain Berbasis Budaya Melayu Sebagai Media Penguatan Karakter Peserta Didik Rosa Hirim Marito Buaton; Claudya Anggriani Sinaga; Della Hosanna Sijabat; Rastra Dwi Velynia Leonore; Karina Azzahra Nasution; Miranda Simanjuntak; Wafiq Mupidah Hasibuan; Junita Ababil Siregar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran pola aktivitas anak dari permainan tradisional ke penggunaan gawai yang mengancam pelestarian budaya dan perkembangan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi aktivitas bermain berbasis budaya Melayu dalam pembelajaran di sekolah dasar serta dampaknya terhadap perkembangan siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui pengkajian mendalam terhadap jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas bermain berbasis budaya Melayu, seperti congkak dan gasing, efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, keterampilan sosial, serta pemahaman budaya lokal. Selain itu, permainan tersebut menanamkan nilai-nilai karakter seperti kerja sama, kejujuran, dan sportivitas. Meskipun demikian, implementasi di lapangan masih terkendala oleh keterbatasan waktu, minimnya pemahaman guru, dan kurangnya sarana pendukung. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pihak sekolah, guru, dan komunitas untuk mengoptimalkan permainan tradisional sebagai media pendidikan karakter yang menyeluruh.
Persepsi Mahasiswa terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia yang Efektif dalam Presentasi dan Diskusi Mata Kuliah Kimia Anisa Lusiana Rajagukguk; Jesyca Stevani; Enjelika Christin Nainggolan; Nurul Aulia; Mizanul Marhamah Zulwarman; Nurul Azizah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan sarana utama dalam komunikasi akademik yang berfungsi untuk menyampaikan informasi, pengetahuan, gagasan, dan hasil pemikiran secara efektif. Dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi, kemampuan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan komunikasi antara pemateri dan peserta diskusi. Pada mata kuliah kimia, penggunaan Bahasa Indonesia yang efektif memiliki peran yang sangat penting karena materi yang dipelajari mengandung berbagai konsep abstrak, istilah ilmiah, simbol, dan representasi kimia yang memerlukan penjelasan secara jelas dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang efektif dalam kegiatan presentasi dan diskusi mata kuliah kimia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner yang disebarkan melalui Google Form kepada delapan mahasiswa Program Studi Kimia dan Pendidikan Kimia angkatan 2024. Instrumen penelitian terdiri atas lima belas pernyataan yang diukur menggunakan skala Likert tujuh tingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator memperoleh tanggapan positif dengan skor rata-rata berkisar antara 1,50–3,13. Indikator dengan nilai tertinggi terdapat pada pernyataan bahwa kejelasan bahasa membantu memahami materi kimia dan membuat diskusi lebih terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia yang efektif mampu meningkatkan pemahaman konsep, memperlancar proses diskusi, meningkatkan kepercayaan diri pemateri, serta mengurangi kesalahpahaman selama pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan Bahasa Indonesia yang efektif merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan pembelajaran kimia di perguruan tinggi
Analisis Penerapan Prinsip Manajemen Pembiayaan Pendidikan Di SDN Panglegur 2 Pamekasan Ita Ita; Jemie Nur Antika; Waqiatul Masruroh
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip manajemen pembiayaan pendidikan yang meliputi transparansi, efisiensi, akuntabilitas, dan efektivitas di SDN Panglikur 2 Pamekasan, serta mengidentifikasi kendala dan upaya yang dilakukan dalam pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan utama bendahara sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip transparansi dilakukan melalui keterbukaan informasi kepada pihak terkait, prinsip efisiensi melalui penggunaan dana berdasarkan skala prioritas, prinsip akuntabilitas melalui penyusunan laporan keuangan dan pengawasan, serta prinsip efektivitas melalui pemanfaatan dana dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan anggaran dan keterbatasan sumber daya manusia. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah melakukan evaluasi rutin, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pembiayaan. Dengan demikian, penerapan manajemen pembiayaan pendidikan di sekolah telah berjalan cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan agar lebih optimal dalam mendukung mutu pendidikan.