cover
Contact Name
USMAEDI
Contact Email
prodisejarahusbr@gmail.com
Phone
+6287773140507
Journal Mail Official
prodisejarahusbr@gmail.com
Editorial Address
Jl. Budi Utomo No. 22 L Komplek Pendidikan, Kel. Muara Ciujung Timur, Kec. Rangkasbitung, Kab. Lebak-Banten
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 23032189     EISSN : 26154447     DOI : -
Kala Manca menerima dan memuat artikel-artikel yang fokus pada hasil penelitian ilmiah dan hasil penelitian sejarah, pendidikan (pembelajaran) sejarah, Budaya, Bahasa. Hasil penelitian memberikan kontribusi terhadap pemahaman, pengembangan teori dan konsep keilmuan, serta penerapannya dalam pendidikan dan sejarah di Indonesia dan dunia. Skala Kala Manca meliputi kajian sejarah Indonesia dan sejarah dunia, serta kajian pendidikan berupa materi pelajaran, strategi, media, model pembelajaran, kajian budaya, bahasa serta evaluasi pembelajaran sejarah.
Articles 35 Documents
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA GOOGLE EARTH DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SPASIAL SISWA TERHADAP MATERI PERISTIWA SEJARAH KEDATANGAN BANGSA EROPA KE INDONESIA Sari, Harum Nirmala; Usmaedi, Usmaedi; Sampurna, Iman
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 13 No 2 (2025): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v13i2.725

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui efektivitas penggunaan Media Google Earth pada siswa kelas XI pada mata pelajaran Sejarah di MAN 3 Lebak. Untuk Mengetahui Pemahaman spasial siswa XI pada mata pelajaran sejarah Materi Peristiwa Sejarah Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia di MAN 3 Lebak. Untuk Mengetahui manfaat penggunaan Media Google Earth terhadap siswa siswa kelas XI pada mata pelajaran Sejarah di MAN 3 Lebak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan media pembelajaran aplikasi Google Earth dan kelas XI sebagai kontrol yang diberi perlakuan media pembelajaran pendektan google Earth. Pengambilan data menggunakan instrumen pretest dan posttest berbentuk pilihan ganda dan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan observasi.
IMPLEMENTASI MODEL PBL DAN PJBL DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA S YP UTAMA MEDAN Sitanggang, Engelni Mei; Manurung, Ririn Ivanka; Damanik, Selvia Andriani Putri; Situmeang, Sherly Natasya; Najuah, Najuah
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 1 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v14i1.728

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi Implementasi Model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) dalam proses pembelajaran Sejarah di SMA S YP UTAMA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan perubahan paradigma pembelajaran sejarah dari tradisional (ceramah dan hafalan) menjadi pendekatan yang inovatif dan berpusat pada siswa (student-centered). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terstruktur dengan guru mata pelajaran Sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kedua model ini dilakukan secara terencana. Model PBL diimplementasikan dengan memanfaatkan media audio visual dan menempatkan guru sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa dalam memecahkan masalah. Sementara itu, Model PjBL diimplementasikan melalui penugasan proyek yang melatih keterampilan abad ke-21, seperti pembuatan video sejarah. Secara umum, implementasi PBL dan PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan minat, pemahaman, dan hasil belajar siswa meskipun terdapat tantangan terkait keterbatasan waktu dan sarana.
Pemanfaatan Wayang Punakawan sebagai Media Pembelajaran Sejarah Lokal pada Siswa Kelas 6 Sekolah Dasar Negeri Adan-Adan 1 Yuwono, Ardi Tri; Sebastian, Andi; Braake, Gijsbert ter; Masolih, M. Bahjatul Afiiful; Sujiyanto, Edi
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 1 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v14i1.729

Abstract

Sejarah lokal adalah aspek yang krusial dari identitas suatu masyarakat karena mencatat peristiwa, tokoh, budaya, dan nilai-nilai kearifan di tingkat daerah. Pembelajaran sejarah lokal, khususnya bagi anak-anak, berperan dalam menumbuhkan rasa bangga, kepedulian, dan keterikatan dengan daerah asalnya. Namun, selama proses pembelajaran sejarah lokal, siswa sering mengalami kebosanan. Situasi ini mendorong peneliti untuk menciptakan terobosan yang layak berdasarkan perilaku siswa sekolah dasar, yakni dengan memanfaatkan media pembelajaran berupa Wayang Punakawan dalam kegiatan pembelajaran sejarah lokal. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi dampak penggunaan media Wayang Punakawan terhadap pengetahuan sejarah lokal siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, pada kelas enam, Sekolah Dasar Negeri Adan-Adan 1, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Subjek penelitian terdiri dari 16 siswa. Data dikumpulkan melalui lembar observasi untuk menilai kompetensi guru untuk mengatur dan melaksanakan pembelajaran serta mengadakan tes tertulis untuk menilai capaian belajar siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi guru mempersiapkan pembelajaran sejarah lokal dalam mengaplikasikan media Wayang Punakawan memperoleh nilai rata-rata 3,54 (sangat baik); (2) Kompetensi guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran sejarah lokal dengan media Wayang Punakawan mendapat nilai rata-rata 3,71 (sangat baik), dan; (3) Capaian belajar siswa kelas enam Sekolah Dasar Negeri Adan-Adan 1 menunjukkan perbaikan. Hasil ini membuktikan bahwa media Wayang Punakawan efektif dalam menciptakan suasana belajar yang konkret, menarik, dan menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa.
Tradisi Seren Taun Di Kesepuhan Cibadak, Lebak Banten Sebagai Wujud Syukur Dan Pelestarian Budaya Ernawati Ernawati; Muhamad Bahrul Ulum; Siti Herni; Ayu Dian Maulida; Aldo Dian Aldiyansah
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 1 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v14i1.812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Seren Taun di masyarakat Kasepuhan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten sebagai wujud rasa syukur masyarakat sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya di tengah arus modernisasi. Tradisi Seren Taun merupakan bagian dari sistem kehidupan masyarakat agraris yang memiliki makna religius, sosial, budaya, dan ekologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk memahami kehidupan masyarakat dari sudut pandang mereka sendiri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh adat serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kasepuhan Cibadak masih mempertahankan sistem kehidupan agraris yang kuat, di mana pertanian, khususnya padi, menjadi pusat kehidupan sekaligus dasar pelaksanaan tradisi Seren Taun. Tradisi ini memiliki peran penting dalam memperkuat solidaritas sosial, menjaga identitas budaya, serta mempertahankan hubungan harmonis antara manusia dengan alam. Upaya pelestarian dilakukan melalui peran tokoh adat, partisipasi aktif masyarakat, serta adaptasi terhadap perkembangan zaman. Namun demikian, tradisi Seren Taun juga menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan pola pikir generasi muda, masuknya budaya luar, serta alih fungsi lahan pertanian. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dari berbagai pihak untuk menjaga keberlangsungan tradisi agar tetap lestari dan relevan dalam kehidupan masyarakat modern.
Menelusuri Jejak Pengetahuan Lokal Picung: Tradisi Kotok Bongkok sebagai Warisan Budaya Takbenda di Kabupaten Lebak Aryadi, Dc; Munir, Badrul; Bahri, Samsu; Usmaedi, Usmaedi
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 1 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v14i1.818

Abstract

This study aims to examine the traditional processing of picung fruit (Pangium edule) and a local food product known as kotok bongkok as part of the cultural heritage of the people of Lebak Regency, Banten. Picung is a distinctive food ingredient of the Indonesian archipelago that possesses a unique characteristic: in its raw state it contains toxic compounds in the form of hydrogen cyanide (HCN), yet through traditional processing it can be transformed into a safe culinary seasoning with high gastronomic value. This research employs a qualitative approach using an ethnographic method, involving field observations, in-depth interviews, and documentation of picung processing practices within the community. The findings indicate that the processing of picung involves several important stages, including fruit selection, boiling, peeling, soaking in flowing river water, natural fermentation, and final maturation before being used as a cooking ingredient. These processes not only function to eliminate toxic substances but also shape the distinctive color, aroma, and flavor that characterize local culinary traditions. Furthermore, picung also carries symbolic meaning within Sundanese culture, reflecting values of patience, life processes, and the harmonious relationship between humans and nature. Therefore, the tradition of processing picung and producing kotok bongkok can be understood as a form of local knowledge that is important to document. This study emphasizes the urgency of inventorying this tradition as part of the intangible cultural heritage of Lebak Regency in order to preserve the continuity of local knowledge and strengthen the cultural identity of the community in the midst of ongoing social change.

Page 4 of 4 | Total Record : 35