cover
Contact Name
Micrets Agustina Silaya
Contact Email
makawerumicke@gmail.com
Phone
+6285243580007
Journal Mail Official
makawerumicke@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Lt. 1 Kantor Pusat Universitas Kristen Indonesia Maluku Jl. Ot Pattimaipauw, Talake | Ambon 97115
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27214680     DOI : 10.69765/mjppm
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, diterbitkan dua kali setahun (Maret dan September) oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang sosial dan humaniora, sains dan teknologi, kesehatan, serta bidang lainnya yang terkait dengan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Articles 95 Documents
GENERASI MILENIAL BEBAS FINANCIAL Tuhuteru, Joselina; Ririmasse, Olyvia
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1013

Abstract

Berdasarkan argumen dan kesimpulan kegiatan sebelumnya, maka kegiatan PkM ini menyasar mitra yaitu kaum milenial yang tergabung dalam persekutuan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang Zebaoth di Kota Masohi dengan foksu permasalahan yang disepakati dengan mitra antara lain (1) Kurangnya pemahaman mitra tentang pengelolaan keuangan pribadi, meliputi perencanaan, penganggaran, pengelolaan, evaluasi dan pengendalian; (2) Kurangnya pemahaman mitra tentang pengelolaan perilaku konsumtif menyikapi perkembangan e commerce dengan kemudahan penawaran dari market place dan (3) Kurangnya pemahaman mitra tentang investasi di pasar modal yang lebih menguntungkan dari sekedar menabung. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra antara lain (1) Pelatihan pengelolaan keuangan pribadi (2) Sosialisasi Perilaku Hidup Konsumtif dan (3) Sosialisasi investasi di pasar modal. Metode pelaksanaan PkM ini dilakukan dengan empat tahapan antara lain tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap tindak lanjut. Pelatihan pengelolaan keuangan dilakukan dengan metode coaching clinic sedangkan kegiatan sosialisasi perilaku hidup konsumtif dan investasi di pasar modal. Target luaran kegiatan yang akan dicapai dalam pelaksanaan PkM ini antara lain (1) Meningkatnya keterampilan mitra dalam pengelolaan keuangan pribadi sebesar 80% (2) Meningkatnya pemahaman mitra tentang perilaku hidup konsumtif sebesar 85% dan (3) Meningkatnya pemahaman mitra tentang pasar modal sebesar 85%.
PKM PENGARUSUTAMAAN LITERASI INFORMASI KEBENCANAAN KE DALAM PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR DI SD KRISTEN REHOBOT KUPANG TENGAH, DESA OEBELO, KEC. KUPANG TENGAH, KABUPATEN KUPANG, NTT Petrus Ana Andung; Leonard Lobo; Silvania Mandaru
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i2.511

Abstract

Hasil identifikasi masalah dan analisa situasi di Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, NTT ditemukan bahwa ancaman bencana alam seperti banjir, dan angin puting beliung cukup serius terutama bagi para siswa SD Kristen Rehobot. Berdasarkan hasil assessment, SD Kristen Rehobot Kupang Tengah selalu dilanda bencana angin puting beliung setiap tahun. Kejadiannya terjadi pada siang hari pada jam-jam sekolah. Berdasarkan analisis situasi ditemukan belum pernah dilakukan upaya apapun untuk mengurangi risiko bencana baik banjir maupun angin puting beliung. Bahkan para guru juga mengaku, tidak memiliki kapasitas bagaimana melakukan tindakan penyelamatan diri dan juga ke anak-anak bila terjadi bencana. Sementara itu, anak-anak di sekolah belum pernah diajarkan tentang bagaimana melakukan upaya penyelamatan diri bila dalam kondisi bencana baik melalui materi di dalam kelas maupun luar kelas. Dengan demikian, permasalahan mitra terbagi atas dua bidang masalah yakni masalah keterbatasan literasi informasi (komunikasi) kebencanaan dan masalah ketiadaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan isu/topik pengurangan risiko bencana. Berdasarkan persoalan tersebut, maka dilakukan program PKM. Bentuk-bentuk kegiatan yang telah dilakukan antara lain (1) kampanye informasi penyadaran kepada para guru tentang pentingnya pengarus-utamaan literasi informasi kebencanaan dalam pembelajaran di sekolah baik di dalam kelas maupun di luar kelas melalui kegiatan ektrakurikuler atau ekskul. (2) penguatan kapasitas para guru SD melalui pelatihan tentang komunikasi kebencanaan. Hasil nyata dari kampanye informasi dan pelatihan ini, para guru mengalami peningkatan pemahaman mengenai upaya Pengurangan Risiko Bencana berbasis sekolah. Hal ini diindikasikan oleh adanya peningkatan pengetahuan guru berdasarkan hasil perbandingan antara pre-test dan post-test.  (3). Workshop pembahasan RPP Mata Pelajaran IPA dan Mulok untuk mengintegrasikan Literasi Informasi Kebencanaan. Inti kegiatan ini melakukan pembahasan secara teknis akan bagaimana mengintegrasikan pengetahuan dan informasi kebencanaan dalam RPP pada mata pelajaran IPA dan Mulok di SD Rehobot Kupang Tengah. Hasilnya, para guru berhasil mengintegrasikan materi kebencanaan ke dalam RPP.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DI DESA AMAHUSU DALAM MENDETEKSI RISIKO KANKER SERVIKS Devita Madiuw; Adriana Sainafat
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v3i2.891

Abstract

Kejadian kanker serviks masih tinggi, ironisnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini masih rendah. Padahal, salah satu metode deteksi dini kanker serviks yaitu inspeksi visual melalui asam asetat (IVA) dapat dijangkau di layanan kesehatan dasar seperti puskesmas. Demi meningkatkan kesadaran deteksi dini, hadirlah SINARA sebagai instrumen untuk mendeteksi risiko kanker serviks yang dapat dilakukan sendiri oleh wanita usia subur. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon dengan sasaran mitra Pemerintah Desa Amahusu. Permasalahan yang dihadapi mitra Pemerintah Desa Amahusu, yaitu: 1) rendahnya pengetahuan kader kesehatan tentang program deteksi dini kanker serviks; 2) kurangnya keterlibatan kader kesehatan dalam program deteksi dini kanker serviks. Kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan mitra, yaitu: 1) penyuluhan tentang program deteksi dini kanker serviks; 2) pelatihan pengisian instrumen SINARA kepada kader. Penyuluhan dan pelatihan telah dilakukan kepada mitra. Penyuluhan dilakukan oleh narasumber yang mumpuni di bidangnya, juga merupakan tim, untuk meningkatkan pemahaman tentang deteksi dini kanker serviks. Pelatihan dilakukan oleh tim untuk pengenalan dan keterampilan penggunaan instrumen. Sebelum dan sesudah proses penyuluhan dan pelatihan, dilakukan tes untuk mengukur pemahaman kader selama kegiatan. Evaluasi terhadap hasil pre-test dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 97,25% pada hasil post-test semua kader kesehatan. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa seluruh kader kesehatan (100%) mengalami peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini kanker serviks. Pelatihan pengisian instrumen dilakukan setelah penyuluhan dan didapatkan bahwa semua kader (100%) memiliki kemampuan baik dalam mengisi instrumen SINARA.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PEMULUNG MELALUI BANK SAMPAH GUNA MENGHASILKAN PRODUK BERNILAI EKONOMIS DI DESA NANIA KECAMATAN TELUK AMBON BAGUALA Tahitu, Amelia; Laurens, Samson; Tutuhatunewa, Alex R
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): September
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v2i2.687

Abstract

Kegiatan pengabdian di desa Nania Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon, dilakukan berdasarkan permasalahan mitra yakni kurangnya pengetahuan atau pemahaman komunitas pemulug/mitra tentang keterampilan/skiil berupa jenis-jenis sampah plastik yang dapat diolah menjadi produk atau barang bernilai ekonomis, hal ini disebabkan karena terbatasnya pengetahuan atau sumber daya komunitas pemulung. Pengetahuan atau pemahaman terhadap ketrampilan/skill kelompok mitra dapat diupayakan melalui penyuluhan dan pelatihan, melalui pendampingan memberikan teori dan praktek (keterampilan/skill) yang diberikan kepada komunitas pemulung sebagai kelompok mitra. Mengingat dalam pengelolaan sumber-sumber pendapatan kelompok mitra (pemulung) belum terpikirkan tentang pengelolaan dimaksud. Hal ini penting karena jika pengelolaan dilakukan secara baik akan menambah pendapatan kelompok mitra. Selama ini kelompok mitra hanya melakukan dengan pendekatan kumpul, angkut dan dijual buat penada/tengkulak. Padahal kehadiran bank sampah yang memiliki fungsi untuk membantu melalui pemilahan-pengumpilan-pengangkutan-pengelolaan-pemrosesan. Hal ini merupakan aset atau sumber pendapatan juga bagi komunitas pemulung dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga, yakni pengetahuan dan pemahaman komunitas pemulung yang masih rendah, tentang pembuatan keterampilan dari sampah plastik yang dipungut untuk dijadikan produk ekonomis. Adapun target kegiatan yaitu memberikan kontribusi positif pada komunitas pemulung dalam memahami tentang jenis-jenis barang bekas (sampah plastik), yang di olah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, yang dilakukan atau dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan pendampingan. Penyuluhan dilakukan kepada sasaran kegiatan pengabdian yaitu komunitas pemulung dan perangkat pemerintah desa. Setelah mengikuti penyuluhan, komunitas pemulung dapat memahami pentingnya jenis-jenis barang bekas (sampah plastik), yang diolah menjadi produk ekonomis. Selanjutnya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), didukung oleh pendamping atau fasilitator untuk memberikan keterampilan/skill, yang didalamnya dilakukan perencanaan serta penataan jenis-jenis sampah plastik yang masih diolah menjadi produk ekonomis dalam rangka meningkatkan pendapatan komunitas pemulung. Diharapkan teori yang sudah ditransfer dapat diterapkan sehingga terwujud apa yang menjadi manfaat bagi keterampilan/skill komunitas pemulung setempat. Gambaran Iptek yang dihasilkan dalam PkM ini adalah jenis-jenis sampah plastik, yang didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi yakni, bunga plastik, kursi dan meja dari botol aqua.
PARTISIPASI MAHASISWA KKN UKIM DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS MASYARAKAT DAN JEMAAT GPM SOAR DI DESA LOHIATALA Likumahua, Debby; Nenkeula, Defi Stenly
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v3i1.1230

Abstract

Kehidupan bermasyarakat dan berjemaat di era sekarang ini sangat membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak seperti Perguruan Tinggi. UKIM melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) dengan programnya Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat memberikan kontribusi yang besar kepada masyarakat dan jemaat. Negeri Lohiatala terletak di Pulau Seram, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat. Tempat yang dipilih UKIM dalam pelaksanaan KKN PPM tahun 2022 ini memiliki 249 KK, dengan 1.053 jiwa yang terdiri dari 532 Laki-Laki dan 521 Perempuan, yang dipimpin oleh seorang raja. Jemaat Lohiatala terdiri dari 3 sektor (Imanuel, Ebenhaezer dan Sion) yang tersebar dalam 9 unit pelayanan yang dipimpin oleh seorang ketua Majelis Jemaat. Tatanan kehidupan masyarakat Lohiatala sangat kental dengan sikap solidaritas, ditandai dengan kegiatan-kegiatan sosial masyarakat yang berjalan dan dipelihara. Mereka selalu melakukan suatu kegiatan yang menyangkut kepentingan umum. Hal ini terjadi karena adanya ikatan emosional keagamaan yang sangat kuat antar masyarakat. Masyarakat selalu mengedepankan hidup kasih sayang, saling membantu dan dituntut pula untuk membina dan memelihara hubungan antar sesama. Atas landasan inilah sehingga tumbuhnya motivasi masyarakat untuk saling berinteraksi dengan baik. Mencermati dinamika bermasyarakat dan berjemaat di Desa Lohiatala, ada banyak hal yang harus dikerjakan dan dibenahi. Berdasarkan hasil observasi lapangan serta wawancara dengan masyarakat, perangkat Desa serta perangkat pelayan Jemaat GPM Lohiatala, ditemukan beberapa permasalahan:1)Kurangnya ketrampilan masyarakat untuk mengelolah bahan lokal berdaya guna dan ekonomis. 2)Perlengkapan gereja yang belum dibenahi dalam hal ini adalah Data Statistik Jemaat yang bermanfaat untuk pelayanan gereja. 3)Belum adanya Papan nama Pastori Jemaat GPM Lohiatala sebagai tanda nama untuk mengetahui lokasi Pastori Jemaat GPM Lohiatala. 4)Kurangnya informasi tentang Universitas Kristen Indonesia Maluku. Berdasarkan masalah dan rencana solusi yang telah didiskusikan sebelumnya dengan mitra, maka iptek yang telah diimplementasikan pada masyarakat dan jemaat Desa Lohiatala adalah: 1)Menjajaki dan menawarkan kerjasama dengan angkatan muda dan masyarakat yang tidak bekerja untuk membuat ketrampilan dari hasil bahan lokal desa Lohiatala. 2) Mengambil inisiatif membantu perangkat pelayan Gereja untuk membuat Data Statistik Jemaat GPM Desa Lohiatala dan bersama-sama Jemaat membuat Papan Nama Pastori Jemaat GPM Desa Lohiatala. 3)Melakukan Sosialisasi UKIM kepada sekolah (SMA/SMK) juga kepada masyarakat Desa Lohiatala. Luaran kegiatan ini telah dipublikasi pada media jurnal Maren UKIM.
GAME EDUKASI GIZI SEIMBANG BAGI ANAK USIA SEKOLAH DI PENGUNGSIAN PUNCAK DAMAI, JEMAAT GPM WAAI KABUPATEN MALUKU TENGAH Griennasty C Siahaya; Grace J Wakanno
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i1.382

Abstract

Desa Waai merupakan salah satu desa di Kabupaten Maluku Tengah yang merasakan dampak akibat Gempa Bumi dengan skala 6.5 Magnitudo yang terjadi di Ambon dan Wilayah Seram pada Tanggal 26 September 2019. Dampaknya masyarakat harus hidup dan tinggal pada tempat pengungsian, karena kondisi rumah tidak memungkinkan untuk ditempati, dan secara khusus sangat berdampak pada anak-anak. Mereka mengalami trauma terhadap gempa yang terjadi yang diikuti dengan gempa susulan yang sudah mencapai 2.345 gempa di bulan November 2019. Kondisi ini menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu, bahkan sampai pada pola konsumsi makanan dalam keluarga dan anak. Terjadi ketidakseimbangan konsumsi karena pola makan yang terganggu dan tidak seimbang (kurang konsumsi buah dan sayur, banyak anak yang tidak sarapan pagi saat ke sekolah, atau ada yang hanya minum teh manis) terlebih banyak sekali bantuan berupa mie instant yang diterima oleh tiap-tiap kepala rumah tangga. Pasca gempa, anak-anak mengalami trauma sehingga membutuhkan penanganan trauma yang membantu mereka mengatasi kondisi trauma yang dialami. Selain itu kondisi sanitasi yang mulai memperihatinkan, perilaku membuang sampah sembarangan, bahkan juga buang air besar (BAB) dan kurangnya aktivitas fisik karena rasa takut untuk bermain jauh dari lokasi pengungsian. Mencermati kondisi yang terjadi khususnya di lokasi Pengungsian Puncak Damai, maka Tim PkM mencoba melakukan intervensi bagi mereka bekerjasama dengan Mitra yakni pihak Jemaat GPM Waai. Intervensi yang dilakukan antara lain terkait dengan Gizi Seimbang, karena semua pemasalahan tersebut dapat dilakukan intervensi dengan memperkenalkan gizi seimbang. Jenis intervensi yang dilakukan antara lain(1) penyuluhan untuk membuka wawasan dan pengetahuan anak-anak terkait gizi seimbang walaupun berada di lokasi pengungsian, (2) game edukasi gizi seimbang mencakup game Tumpeng Gizi Seimbang dan Game Lacak Kata Gizi selain untuk meningkatkan pengetahuan, game ini juga membantu mengatasi masalah trauma anak-anak, (3) pemberian makanan tambahan yang kaya gizi. Hasil yang dipeoleh, setelah diberikan penyuluhan dan game edukasi gizi terjadi peningkatan pengetahuan anak-anak 85% meningkat (hasil post test), permasalahan trauma anak dapat tertangani lewat hame yang dimainkan dan perbaikan atau pemulihan gizi anak melalui makanan tambahan yang diberikan. Luaran kegiatan ini telah dipublikasikan pada https://terasmaluku.com/tag/griennasty-siahaya/dan video yang telah di upload di Youtube https://www.youtube.com/watch?v=ppqy_6UrE0Y
SOLUSI MEMUTUSKAN RANTAI PANDEMI COVID – 19 DAN CARA MENGATUR KEUANGAN KELUARGA PADA JEMAAT SETIBAKTI, DUSUN SETI DAN STASI SANTO CAROLUS NEGERI HATU Sarlotha Yulliana Purimahua; Margaretha R Apituley; Dolvina Wenehen; Aprilia F Aitonam; Dominggas Balak
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.554

Abstract

Jumlah jiwa Jemaat Stasi Santo Carolus Hatu sebanyak 125 Jiwa dan Jemaat Setibakti yang mendiami Negeri Seti, sebanyak  2.531 jiwa. Fasilitas kesehatan seperti Puskemas dari tempat tinggal Jemaat Setibakti sekitar 13 km dan PUSTU untuk Jemaat Stasi St. Carolus adalah sekitar 6 km di Negeri Hatu. Untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang SMA, Jemaat Setibakti harus ke kota kecamatan dengan jarak tempuh 11 km dan bila akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi jemaat dan masyarakat harus ke kota kabupaten atau Kota Ambon.  Fasilitas kesehatan yang tersedia jauh dari jangkauan jemaat dan informasi tentang Covid – 19 yang kurang dari pemerintah, menyebabkan jemaat dan masyarakat kurang  memahami cara hidup di masa kenormalan baru. Kurangnya  fasilitas pendidikan  bagi jemaat dan masyarakat, menyebabkan rendahnya pola pikir masyarakat mengatur pendapatan dan pengeluarannya secara bijak, apalagi untuk menabung dan berinvestasi pada usaha mikro. Secara umum, Mitra (Jemaat Setibakti dan Jemaat Stasi St. Carolus) memiliki potensi sumber daya alam  melimpah untuk dikelolah, seperti; padi,ubi-ubian dan buah-buahan,  selain sebagai pengusaha dan pekerja batu bata merah (batu tela) istilah lokal. Permasalahan Mitra (1). Kurangnya pengetahuan jemaat tentang pencegahan/pemutusan dan penularan Covid – 19, pada masa kenormalan baru (2) Tempat ibadah jemaat tidak layak untuk beribadah (3) Tidak tersedianya tempat cuci tangan ditempat umum maupun, sekolah dan tempat ibadah (4) Jemaat masih memiliki cara hidup konsumtif. Pendapatan yang diperoleh lebih diutamakan untuk dikonsumsi, tidak dapat ditabung. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah: a) Pembuatan dan Pemasangan Papan dan Spanduk Informasi Tentang Pandemi Covid-19 di Jemaat Setibakti dan Stasi St. Carolus. b). Mitra dan Mahasiswa KKN – PPM Melakukan Masohi (gotong-royong), Memperbaiki Rumah  Ibadah di Stasi St. Carolus c) Dilaksanakan Sosialisasi dan pelatihan bijak mengatur keuangan keluarga  bagi jemaat di masa pandemi covid 19. Luaran dari kegiatan ini telah dipublikasi pada media online: Ambon Ekspres ( Edisi Kamis, 05 November 2020 hal 6): media online: https://ameks.id/UKIM sos Tata//, Tribun Maluku www.Tribun maluku.com Tanggal 05 November 2020 kegiatan juga telah diupload pada chanel youtube:  https://www.youtu.com/watch?v=7vp1VIw7zw
PkM SOSIALISASI PERATURAN ORGANISASI NOMOR EMPAT TENTANG URAIAN TUGAS/JOB DISCRIPTION PENGURUS AMGPM DAN PELATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN PADA AMGPM CABANG BETHANIA RANTING IMANUEL JEMAAT GPM NAIWEL AHINULIN, DESA NAIWEL AHINULIN Wattimena, Demsy; Muskita, Marleen
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1057

Abstract

sebabnya setiap pemimpin diharuskan memiliki kemampuan memimpin orang lain atau leadership skill. leadership skill memegang peranan penting dalam sebuah manajemen kepemimpinan. Leadership skill adalah kemampuan seseorang untuk menginspirasi orang lain agar mau bertindak sesuai rencana demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin dikatakan sukses jika ia berhasil melahirkan pemimpin, kurangnya pemahaman/pengetahuan terhadap calon mitra tentang Uraian Tugas/Job Discription terhadap Pengurus AMGPM hal ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan organisasi terkait program pram kegiatan yang akan di laksanakan karena dengan memahami Tugas/Job Discription maka kepengurusan AMGPM dapat menjalan program yang sudah di tetapkan sesuai bidang masing-masing. Setalah mendiskusikan dan mempelajari permasalahan yang dihadapi calon mitra dalam hal ini AMGPM Cabang Betania Ranting Imanuel, persoalan mendasar yang terjadi di mitra antara lain : (1) Kurangnya pemahaman/pengetahuan tentang Peraturan Organisasi Nomor 4 tentang Uraian Tugas/Job Discription Pengurus AMGPM terhadap calon mitra; (2) Banyaknya anggota organisasi yang pada saat ditunjuk sebagai pemimpin sidang dalam pelaksanaan agenda organisasi selalu menghindar sebagai akibat dari kurangya pengetahuan dan ketrampilan dalam memimpin sidang; (3) Tidak ada Papan Sekretariat, AMGPM Cabang Bethania Ranting ImanuelBerdasarkan masalah dan rencana solusi yang telah didiskusikan sebelumnya dengan mitra, maka iptek yang telah diimplementasikan pada mitra AMGPM CABANG BETHANIA RANTING IMANUEL JEMAAT NAIWEL AHINULIN adalah: (1) Melakukan sosialisasi peraturan organisasi nomor empat tentang Uraian Tugas/Job Discription Pengurus AMGPM; (2) Melakukan sosialisasi dan simulasi tata cara memimpin sidang yang baik; (3) Pengadaan papan sekretariat yang merupakan simbol dari lokasi pelayanan AMGPM. Luaran kegiatan ini akan dipublikasi pada Jurnal EUSEBEIA LPM UKIM
PKM ANAK SMTPI AMBON TIMUR MAKNAI ADAPTASI KEBIASAAN BARU YANG LEBIH SEHAT PADA ERA PANDEMI COVID-19 DENGAN PENDEKATAN LITERASI MEDIA Nenny Parinussa
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i2.516

Abstract

COVID-19 telah berhasil mengubah kebiasaan yang dilakukan masyarakat sehari-hari baik di rumah, di tempat kerja, di jalan dan di manapun. dengan adaptasi kebiasaan baru atau new normal yang dapat “berdamai” dengan COVID_19. Pemahaman masyarakat khusunya anak terkait adaptasi kebiasaan baru selama ini di peroleh melalui berita pada media masa dan belum pernah dilakukan komunikasi informasi edukasi dari petugas kesehatan maupun pihak lain kepada masyarakat khusunya anak yang berdampak pada tidak adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan menggunakan protokol kesehatan pada adaptasi kebiasaan baru. dengan melihat kondisi yang ada maka Tim PKM Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon berinisiatif melakukan pendekatan pada pihak SMTPI Sektor Yisrel Jemaat Halong Anugerah untuk mendiskusikan masalah-masalah terkait adaptasi kebiasaan baru yang lebih sehat pada anak. Dari hasil diskusi terlihat masalah-masalah yang dihadapi sebagai berikut: (1) Anak belum mengetahui bagaimana COVID-19 tersebar; (2) Mengalami misinformasi tentang adaptasi kebiasaan baru di era COVID- 19; (3)Anak belum mengetahui cara-cara melindungi diri yang benar dan juga melindungi orang lain ; (4) Anak belum mengetahui kapan harus menggunaakan masker dan berapa lama digunakan serta cara membuang masker yang benar; (5) Anak belum mengetahui kapan harus dilakukan cuci tangan selama pandemi ; (6) Anak belum mengetahui perilaku gizi seimbang yang diperlukan selama pandemi maupun saat adaptasi kebiasaan baru; (7) Anak belum memahami pentingnya tidak boleh bersalaman dan digantikan dengan say hallo selama pandemi; (8) Orang tua mengatakan takut dan stres jika anak-anak mereka harus kembali melakukan aktifitas belajar di sekolah yang akan bertemu banyak orang dan juga menggunakan fasilitas umum untuk perjalanan pulan pergi sekolah; (9) Belum pernah dilakukan komunikasi, pemberian informasi dari petugas kesehatan maupun dari pihak lain membuat masyarakat menjadi belum siap untuk menuju adaptasi kebiasaan baru di era pandemic COVID-19. Berdasarkan masalah dan rencana diskusi yang telah dilakukan dengan mitra maka implementasi kegiatan yang dilakukan: (1) Melakukan sosialisasi tentang penyebaran COVID-19, adaptasi kebiasaan baru di era pandemi dan cara melindungi diri dan keluarga di tengah pandemic; (2) Simulasi penggunaan masker yang benar, cuci tangan pakai sabun, menggunakan say hallo tanpa harus bersalaman dan pemberian leaflet dan komik; (3) Anak melakukan edukasi melalui literasi media.
PKM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SISWI DI SD NEGERI 294 MALUKU TENGAH, DESA HATU, KECAMATAN LEIHITU BARAT, KABUPATEN MALUKU TENGAH Wilma Fransisca Mamuly; Lea Mediatrix Janwarin; Griennasty Clawdya Siahaya
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v3i2.961

Abstract

SD Negeri 294 Maluku Tengah, merupakan salah satu SD yang berada di Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, dengan jumlah tenaga guru 12 orang ditambah 2 tenaga kependidikan dan 150 jumlah siswa-siswi. Setelah dilakukan observasi awal dan dari hasil wawancara antara Tim PKM dengan mitra disepakati bersama ada beberapa masalah yang menjadi prioritas diantaranya Minimnya pengetahuan mitra tentang pentingnya PHBS, dikhususkan buat sampah dan cuci tangan pakai sabun, Kurangnya fasilitas tempat sampah dan juga wadah untuk mencuci tangan pada SD Negeri 294 Maluku Tengah (Mitra), UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang sudah tidak berfungsi, Tidak ada poster – poster kesehatan. Solusi yang ditawarkan dari permasalahan mitra adalah penyuluhan tentang sampah dan langkah-langkah mencuci tangan, serta pelatihan 7 langkah mencuci tangan, Pengadaan tempat sampah dan wadah untuk mencuci tangan. Penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah.Sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan kepada mitra, tentang pentingnya UKS dalam sebuah lembaga pendidikan. Kegiatan PKM telah dilakukan oleh tim selama kurang lebih 1 bulan, kegiatan yang dilakukan antara lain, sosialisasi PHBS di Sekolah, Pemberdayaan UKS, penyediaan fasilitas-fasilitas yang menunjang program PHBS di Sekolah di antaranya, Kotak P3K, Tempat Sampah, Wadah untuk mencuci tangan, dan juga poster –poster kesehatan, dari hasil pembagian pre test dan post test terjadi peningkatan pengetahuan 90% dari mitra. Target luaran yang telah dicapai, publikasi pada jurnal LPM UKIM, Publikasi media massa online Maluku News https://malukunews.co/berita/kiriman-pengunjung/130qp9qc1emj27t7/perilaku-hidup-sehatdi-lingkungan-sdn-294-malteng dan video kegiatan dapat diakses melalui https://youtu.be/Osc601RIUIg

Page 2 of 10 | Total Record : 95