cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu
ISSN : -     EISSN : 28087232     DOI : https://doi.org/10.54065/28087232
Jurnal PELITA atau Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu  merupakan karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Pelita menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Pembelajaran IPA Terpadu pada pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, serta teknologi pembelajaran. Jurnal Pelita menerbitkan edisinya dua kali setahun yaitu pada bulan juni dan desember. Fokus Kajian & Ruang Lingkup, Seperti (1) Implementasi Pembelajaran Tematik dan IPA Terpadu, (2) Penerapan Model/Metode/Strategi Pembelajaran IPA Terpadu, (3) Pengembangan Aplikasi dan Media Pembelajaran IPA Terpadu, (4) STEAM (Science, Technology, Eengineering, Art, Mathematic), (5) Proses dan Hasil Pembelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia dll
Articles 173 Documents
Pengembangan E-Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Saintifik Berbantuan Kvisoft Flipbook Maker pada Materi Gelombang Bunyi Naomi Cristin Siringoringo; Khairul Amdani
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1169

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran fisika melalui pengembangan e-modul interaktif berbasis saintifik yang mampu meningkatkan pemahaman konsep dan keterlibatan siswa pada materi gelombang bunyi di era digital. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran fisika serta belum adanya bahan ajar interaktif yang dipakai oleh guru khususnya penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pembelajaran fisika berbasis Saintifik pada materi gelombang bunyi di SMA. Fokus penelitian ini mencakup tiga aspek utama, yaitu kelayakan E-modul, kepraktisan, serta keefektifan e-modul. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XII-6 SMA N 1 Pematangsiantar yang berjumlah 36 orang. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, lembar validasi ahli, angket respon peserta didik, dan tes hasil belajar; teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket; sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menilai kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan E-modul. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul tergolong sangat layak, dengan nilai rata-rata 98,3% dari ahli media dan 85% dari ahli materi. Efektivitas e-modul terlihat dari hasil peningkatan nilai post-test dibanding dengan nilai pre-test peserta didik dengan nilai n-gain 0,68. Dengan demikian, e-modul pembelajaran fisika berbasis fisika ini terbukti layak, praktis, dan efektif pada materi gelombang bunyi.
Efektivitas Penggunaan Multimedia Interaktif terhadap Hasil Belajar Project Pembelajaran IPA pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Sekolah Dasar Hamna Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK; Stevani Charolina Labang; Nur Fadila Rusli; Putri Cantika
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1182

Abstract

Urgensi penelitian adalah rendahnya hasil belajar IPA pada materi tata surya sehingga diperlukan penggunaan multimedia interaktif untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa kelas V di SDN 10 Tolitoli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan multimedia interaktif dalam mendukung penyelesaian proyek siswa pada materi Tata Surya pada siswa kelas V di SDN 10 Tolitoli. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan pembelajaran IPA yang lebih menarik dan kontekstual, khususnya terkait topik Tata Surya yang memerlukan visualisasi konkret untuk memudahkan pemahaman siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes (pretest dan posttest) untuk mengukur pemahaman konsep, lembar observasi untuk memantau keterlibatan belajar siswa, rubrik penilaian proyek untuk menilai model atau presentasi Tata Surya, serta angket untuk mengukur respon siswa terhadap penggunaan multimedia interaktif. Sampel penelitian diambil secara total sampling. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan skor hasil belajar dan statistik inferensial melalui uji paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05 untuk menguji perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Keabsahan data dalam penelitian ini didukung melalui penggunaan instrumen yang terstruktur (rubrik dan lembar observasi) serta uji asumsi prasyarat berupa uji normalitas Shapiro-Wilk untuk memastikan data berdistribusi normal sebelum dilakukan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif secara signifikan meningkatkan kualitas proyek siswa, terutama pada aspek kreativitas visual, pemahaman konsep posisi dan gerak benda langit, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Selain itu, siswa memberikan respon yang sangat positif terhadap penggunaan multimedia interaktif dalam pembelajaran Tata Surya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dan kualitas proyek pada materi Tata Surya di sekolah dasar.
Pengembangan E-Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Discovery Learning Materi Gelombang Bunyi pada Siswa SMA Maryati Doloksaribu; Ribbon Pasaribu
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1188

Abstract

Urgensi pengembangan E-Modul pembelajaran Fisika berbasis Discovery Learning pada materi Gelombang Bunyi untuk siswa kelas XII SMA Negeri 11 Medan terletak pada kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran aktif yang mendorong eksplorasi mandiri serta penerapan konsep secara nyata. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata Pelajaran fisika serta masih kurangnya bahan ajar dalam mendukung peserta didik untuk belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan E-Modul Berbasis Discovery Learning pada materi Gelombang Bunyi yang valid, praktis, dan efektif yang dapat digunakan dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE, model ini mencakup 5 tahap yaitu: analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Instrumen penelitian mencakup angket validasi ahli, respon guru (skala Likert 1–5), angket keefektifan (skala Guttman), serta pretest-posttest siswa; data dianalisis deskriptif kuantitatif dan N-Gain untuk menilai kelayakan, penerimaan, dan efektivitas E-Modul sesuai model ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Modul yang dikembangkan dalam kategori sangat layak digunakan dalam pembelajaran fisika berdasarkan hasil uji validasi ahli materi dan ahli media. E-Modul berbasis Discovery Learning pada materi Gelombang Bunyi dalam kategori sangat praktis berdasarkan hasil respon siswa. E-Modul yang dikembangkan masuk pada kategori efektif melalui peningkatan yang terjadi pada N-gain pada kategori Sedang serta rata-rata nilai pada posttest mencapai KKTP. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa E-Modul berbasis Kontekstual pada materi gelombang bunyi valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran.
Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Interaktif Berbantuan Genially pada Materi Ikatan Kimia di SMA Elsanday Novebrianti Hutajulu; Yusnidar Yusnidar; Firdiawan Ekaputra; Haryanto Haryanto; Febbry Romundza
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1207

Abstract

Urgensi pengembangan media pembelajaran animasi interaktif berbantuan Genially pada materi ikatan kimia di SMA adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep abstrak ikatan kimia melalui visualisasi yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Kemajuan teknologi menuntut pembelajaran yang adaptif dan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, terutama pada mata pelajaran kimia yang banyak memuat konsep abstrak. Salah satu materi yang sering menimbulkan kesulitan adalah ikatan kimia (ion dan kovalen), karena menuntut kemampuan visualisasi yang tidak dapat diamati langsung. Hasil observasi di sekolah menunjukkan ketuntasan belajar pada materi ikatan kimia sekitar 50% (KKTP 70) dan ±70% siswa menganggap materi sulit dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran animasi interaktif berbantuan Genially pada materi ikatan kimia di SMA serta mengkaji kelayakan media berdasarkan validasi ahli, penilaian guru, dan respon siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian meliputi ahli materi dan ahli media sebagai validator, guru kimia sebagai praktisi, serta siswa kelas XI Fase F.5 SMA Negeri 2 Kota Jambi sebagai responden uji coba (uji coba satu-satu, n=3; uji coba kelompok kecil, n=10). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan angket, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan rerata skor dan persentase kelayakan, serta deskriptif kualitatif untuk masukan perbaikan produk. Validasi ahli materi menunjukkan media berada pada kategori sangat layak dengan rerata 4,47 (89,4%). Validasi ahli media dilakukan dua tahap, meningkat dari 52,2% (kurang layak) menjadi 86,6% (sangat layak) setelah revisi desain dan navigasi. Penilaian guru memperoleh rerata 4,73 (94,6%) dengan kategori sangat layak. Respon siswa menunjukkan penerimaan sangat baik dengan persentase kelayakan 92,8% pada uji coba satu-satu dan 94,4% pada uji coba kelompok kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa media animasi interaktif berbantuan Genially layak digunakan sebagai media pendukung pembelajaran ikatan kimia di SMA serta berpotensi meningkatkan ketertarikan dan membantu pemahaman konsep abstrak melalui visualisasi dan interaktivitas.
Peningkatan Keterampilan Proses Sains melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Pembelajaran IPA Materi Campuran Homogen dan Heterogen Hikmatul Fitria; Aris Rudi Purnomo
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1270

Abstract

Rendahnya keterampilan proses sains peserta didik dalam pembelajaran IPA menunjukkan perlu adanya penerapan model pembelajaran yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif melalui pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan proses sains peserta didik serta keterlaksanaan pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi campuran homogen dan heterogen di tingkat SMP, dengan indikator keterampilan proses sains dasar seperti, mengamati, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, menginferensi, dan mengomunikasikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Sampel penelitian ini terdiri atas 30 peserta didik kelas VIII-A SMP Negeri 39 Surabaya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan proses sains dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains peserta didik mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh rata-rata nilai pretest sebesar 44,2 meningkat menjadi 73,4 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,54 yang termasuk kategori sedang dan nilai effect size (cohend’s d) sebesar 2,91 yang termasuk dalam kategori sangat besar. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing memperoleh persentase rata-rata sebesar 99,5% dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing berpotensi mendukung peningkatan keterampilan proses sains pada materi campuran homogen dan heterogen. Model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPA untuk meningkatkan keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir ilmiah peserta didik.
Pengaruh Integrasi Flashcard Digital dan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament terhadap Hasil Belajar IPA Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Pramudya Aulia Fadila; Muhamad Arif Mahdiannur
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1273

Abstract

This study aims to investigate the differences in learning outcomes between classes using digital flashcard media assisted by QR codes with the TGT cooperative model compared to classes that did not receive the treatment. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically a pretest-posttest non-equivalent control group design. The subjects of this study consisted of two classes of seventh-grade students at SMP Negeri 48 Surabaya in the even semester of the 2025/2026 academic year. The finding indicate three variables. Research data were collected through written test methods and observations. The results of the pretest and posttest were analyzed through descriptive statistics, normality testing, homogeneity of variance testing, independent t-tests, and effect size calculations using Cohen's d. Meanwhile, observation data regarding learning implementation were evaluated by calculating the percentage of achievement of each indicator. The research findings showed that the average posttest score in the experimental group was above the control group. The results of the independent t-test confirmed a significant difference with a significance value lower than the 0.05 limit. The measurement of effect size using Cohen's d was included in the high category. Observations of the learning process showed that the average overall percentage for both groups was in the very good category. These finding indicate that the learning process in both classes was carried out effectively, with no differences in the quality of classroom management. Thus, this finding implies that the integration of the TGT model with digital flashcard media can be used as an effective learning alternative to improve student learning outcomes. Suggestions that need to be considered, namely the research process can be conducted in more than two meetings, to reduce time constraints. Future research can also apply other science materials that can still be adapted to the TGT learning model and digital flashcard media simultaneously.
Integrasi Asesmen Formatif dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMP pada Materi Pemisahan Campuran Hana Istiqomah; Aris Rudi Purnomo
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1274

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi pemisahan campuran yang masih di dominasi oleh pembelajaran konvensional dan minimnya penerapan asesmen yang berfungsi sebagai umpan balik. Kondisi ini menunjukkan urgensi penerapan asesmen formatif sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran untuk membantu siswa mengambangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berpikri kritis siswa melalui penerapan pembelajaran dengan asesmen formatif pada materi pemisahan campuran. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah one group pretest-posttest dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian berjumlah 30 siswa, dari kelas VIII A SMPN 4 Surabaya tahun ajaran 2025/2026. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui tes keterampilan berpikir kritis siswa. Pada penelitian ini mengkaji lima indikator keterampilan berpikir kritis yaitu, memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, memberikan penjelasan lebih lanjut dan menyusun strategi dan taktik. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya penigkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis siswa. Rata-rata nilai pretest sebesar 56,3 meningkat menjadi 78,5 pada posttest. Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai signifikan (p < 0,05) yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Selain itu, hasil analisi N-gain sebesar 0,52 berada pada kategori sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa asesmen formatif berperan signifikan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi pemisahan campuran.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Reiza Noor Azizi; Muhamad Arif Mahdiannur
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1275

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi pemisahan campuran yang masih di dominasi oleh pembelajaran konvensional dan minimnya penerapan asesmen yang berfungsi sebagai umpan balik. Kondisi ini menunjukkan urgensi penerapan asesmen formatif sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran untuk membantu siswa mengambangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berpikri kritis siswa melalui penerapan pembelajaran dengan asesmen formatif pada materi pemisahan campuran. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah one group pretest-posttest dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian berjumlah 30 siswa, dari kelas VIII A SMPN 4 Surabaya tahun ajaran 2025/2026. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui tes keterampilan berpikir kritis siswa. Pada penelitian ini mengkaji lima indikator keterampilan berpikir kritis yaitu, memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, memberikan penjelasan lebih lanjut dan menyusun strategi dan taktik. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya penigkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis siswa. Rata-rata nilai pretest sebesar 56,3 meningkat menjadi 78,5 pada posttest. Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai signifikan (p < 0,05) yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Selain itu, hasil analisi N-gain sebesar 0,52 berada pada kategori sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa asesmen formatif berperan signifikan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi pemisahan campuran.
Penerapan Model Contextual Teaching and Learning terhadap Efektivitas Pembelajaran IPAS dan Literasi Mitigasi Bencana Kartika Sari Devi; Fatiya Auliya; Zulfatus Sahlya; Shofiyati Fadilah; Andika Adinanda Siswoyo
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1302

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPAS sekaligus memperkuat literasi mitigasi bencana siswa melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning yang mengaitkan materi dengan situasi nyata. Indonesia sebagai negara rawan bencana menuntut adanya penguatan literasi mitigasi bencana sejak pendidikan dasar agar peserta didik memiliki kesiapsiagaan yang memadai dalam menghadapi risiko bencana. Namun, pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih cenderung bersifat teoritis dan kurang kontekstual sehingga pemahaman peserta didik terhadap konsep mitigasi bencana belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model Contextual Teaching and Learning (CTL) yang terintegrasi dengan pendidikan mitigasi bencana dalam meningkatkan hasil pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, dengan subjek sebanyak 35 peserta didik kelas V. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, angket, pedoman wawancara, dan tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta analisis kuantitatif melalui perhitungan rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Indikator keberhasilan ditetapkan apabila minimal 85% peserta didik mencapai nilai di atas KKM dan terjadi peningkatan aktivitas belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada respon, aktivitas, dan hasil belajar peserta didik. Respon peserta didik menunjukkan kecenderungan positif sebesar 77,2%. Aktivitas belajar meningkat dari 65,8% pada siklus I menjadi 85,2% pada siklus II. Selain itu, hasil belajar mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 72 menjadi 85 serta peningkatan ketuntasan belajar dari 65,7% menjadi 88,6%. Peningkatan tersebut didukung oleh penerapan pembelajaran kontekstual yang memanfaatkan media video digital dan media konkret berupa simulasi mitigasi bencana sehingga peserta didik dapat memahami konsep secara lebih nyata dan aplikatif.
Implementing Interacty-Based Gamification Media to Improve Students’ Scientific Literacy in the Context of Local Culture Ihfa Indira Nurnaifah Idris; Jumrah Jumrah; Abdul Razzaq; Sri Agustini; Dirgah Kaso Sanusi
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1311

Abstract

The urgency of this research lies in the need for innovative, interactive gamification-based learning media to enhance students’ scientific literacy, which remains relatively low, while simultaneously integrating local cultural contexts to support meaningful and relevant 21st-century learning. This study aims to examine the implementation of gamified learning using Interacty integrated with a local cultural context and its effect on students’ scientific literacy. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The participants were eighth-grade students at a junior high school in Indonesia. Data were collected through scientific literacy tests, observation sheets, and student response questionnaires. Scientific literacy in this study refers to students’ ability to identify relevant information, represent problems in structured forms, apply problem-solving strategies, and interpret results within real-life contexts. The learning activities were designed using gamification elements such as interactive challenges and rewards through the Interacty platform, combined with culturally relevant contexts derived from local traditions and daily practices. The results showed a significant improvement in students’ scientific literacy, with the average score increasing from 63,5 in the pre-cycle to 74 in Cycle I and 80,3 in Cycle II. Students’ learning activities improved from a fair category (2,8) to a good category (3,5). In conclusion, the integration of gamification through Interacty and local cultural context effectively enhances students’ scientific literacy by creating a more engaging, meaningful, and contextual learning environment.