cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu
ISSN : -     EISSN : 28087232     DOI : https://doi.org/10.54065/28087232
Jurnal PELITA atau Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu  merupakan karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Pelita menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Pembelajaran IPA Terpadu pada pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, serta teknologi pembelajaran. Jurnal Pelita menerbitkan edisinya dua kali setahun yaitu pada bulan juni dan desember. Fokus Kajian & Ruang Lingkup, Seperti (1) Implementasi Pembelajaran Tematik dan IPA Terpadu, (2) Penerapan Model/Metode/Strategi Pembelajaran IPA Terpadu, (3) Pengembangan Aplikasi dan Media Pembelajaran IPA Terpadu, (4) STEAM (Science, Technology, Eengineering, Art, Mathematic), (5) Proses dan Hasil Pembelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia dll
Articles 173 Documents
Pengembangan Instrumen Higher Order Thinking Skill pada Materi Materi Fluida Statis di SMA Negeri 18 Medan Florence Jean Patricia; Yuni Warty
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1038

Abstract

Urgensi penelitian ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika yang mampu mendorong siswa berpikir kritis dan analitis sesuai kebutuhan kompetensi abad ke-21. Penelitian ini diangkat oleh permasalahan banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang menuntut penalaran, analisis hubungan antar konsep, serta penerapan konsep fisika dalam situasi baru. Salah satu penyebab utamanya adalah keterbatasan instrumen penilaian yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi secara valid dan reliabel. Pengembangan instrumen Higher Order Thinking Skill pada materi fluida statis diharapkan dapat menjadi alternatif penilaian yang tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses berpikir siswa dalam memecahkan masalah. Metode penelitian menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas XI di SMA Negeri 18 Medan. Hasil validasi ahli memperoleh persentase kelayakan 100% (sangat layak), validitas butir soal memenuhi kriteria (r>0,329), reliabilitas tinggi (?=0,834), tingkat kesukaran soal berada pada kategori sedang, dan daya beda soal kategori baik. Respon siswa menunjukkan kategori cukup. Instrumen ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Pengaruh Integrasi Platform Padlet dalam Model Project-Based Learning (PjBL) terhadap Kreativitas dan Inovasi Siswa pada Mata Pelajaran Sains Hendra Wijaya; Rosynanda Nur Fauziah; Sri Vamiati; Lita Aryati Oktiani; Yova Bella
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1039

Abstract

Transformasi teknologi digital telah mendorong perubahan paradigma dalam dunia pendidikan menuju pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan berfokus pada keterampilan abad ke-21. Dalam konteks pembelajaran sains, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menumbuhkan kreativitas dan inovasi siswa. Salah satu solusi yang efektif adalah mengintegrasikan model project-based learning dengan platform Padlet, yang dapat meningkatkan kolaborasi, kemampuan berpikir kritis, dan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat bagaimana model project-based learning  berbantu Padlet terhadap peningkatan kreativitas dan inovasi siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experiment), melibatkan 60 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, serta uji hipotesis multivariat (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh data berdistribusi normal (Asymp. Sig = 0,200) dan memenuhi asumsi homogenitas (Sig > 0,05). Uji multivariat menghasilkan nilai Wilks’ Lambda sebesar 0,525 dengan signifikansi 0,000, mengindikasikan adanya perbedaan yang berarti antara kedua kelompok. Secara parsial, model project-based learning berbantu Padlet memiliki pengaruh signifikan terhadap kreativitas (F = 24,414; p = 0,000) dan inovasi (F = 44,429; p = 0,000), dengan nilai R² masing-masing 0,296 dan 0,434, yang menunjukkan kontribusi model terhadap kedua variabel tersebut. K Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan project-based learning berbantu Padlet tidak hanya efektif dalam menumbuhkan kreativitas, tetapi juga mendukung pengembangan berbagai keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan berkreasi.
Pengembangan E-LKPD untuk Pembelajaran Berdiferensiasi pada Materi Suhu dan Kalor di Kelas XI SMA Padamu Negeri Medan Nabila Ramadhani; Winsyahputra Ritonga
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1047

Abstract

Urgensi penelitian ini meningkatkan keterlibatan siswa secara individual dan memaksimalkan pemahaman konsep sesuai dengan gaya belajar serta kebutuhan masing-masing siswa, sehingga hasil belajar menjadi lebih efektif dan bermakna. Pembelajaran Berdiferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kurikulum merdeka. Penggunaan pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka akan meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran dan membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampuan diri selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-LKPD untuk pembelajaran berdiferensiasi pada materi suhu dan kalor di kelas XI SMA Padamu Negeri Medan yang layak, praktis dan efektif. Metode penelitian dan model pengembangan yaitu ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Subyek penelitian yaitu 24 peserta didik pada kelas XI IPA di SMA Padamu Negeri Medan. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket validasi, angket respon guru dan peserta didik, serta soal yang telah divalidasi. Teknik analisis data menggunakan skala likert untuk mengetahui kelayakan dan kepraktisan serta N-gain untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan e-LKPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-LKPD yang dikembangkan sangat layak yang telah melakukan tahap validasi oleh ahli materi dan media dengan rata-rata ahli materi sebesar 88% dan 87% dengan ahli media sebesar  88% dan 84%. Kepraktisan yang diperoleh dari respon peserta didik sebesar 98% yang melibatkan 24 peserta didik dikategorikan sangat praktis dan respon guru sebesar 87% yang dikategorikan sangat praktis. Peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan E-LKPD diperoleh dengan menggunakan N-gain berdasarkan pre-test dan post-test yaitu sebesar 0,76 yang setara dengan 77% yang menunjukkan bahwa dengan menggunakan e-LKPD dalam kegiatan pembelajaran membuat peningkatan hasil belajar kepada peserta didik. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa e-LKPD yang dikembangkan terbukti sangat layak, sangat praktis dan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan e-LKPD dalam memfasilitasi pembelajaran yang lebih baik dan aktif serta mampu meningkatkan pemahaman konsep peserta didik.
Pengukuran Kemampuan Literasi Sains Aspek Kompetensi dalam Mendukung Pembelajaran Fisika Abad 21 pada Siswa SMAN di Kota Makassar Mutahharah Hasyim; Nurhilaliyah Nurhilaliyah; Nurul Mutmainnah Herman; Riskawati Riskawati
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan literasi sains aspek kompetensi dalam mendukung pembelajaran fisika abad ke-21 pada peserta didik SMA di Kota Makassar. Penelitian menggunakan metode campuran dengan desain explanatory sequential yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pada tahap kuantitatif, tes literasi sains sebanyak 24 butir soal yang telah melalui validasi teoritik dan empirik diberikan kepada 103 peserta didik kelas XII Peminatan Fisika di SMA Negeri 8 Makassar. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara dan observasi untuk memperdalam pemahaman terhadap hasil tes. Instrumen penelitian dinyatakan valid (koefisien kesepakatan Gregory = 1,00) dan memiliki reliabilitas tinggi (r ? 0,81). Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 13,49 (SD = 2,60). Capaian tertinggi terdapat pada aspek menjelaskan fenomena ilmiah (57,29%), diikuti mengidentifikasi isu ilmiah (56,90%), dan menggunakan bukti ilmiah (53,76%). Temuan ini mengindikasikan bahwa peserta didik cukup mampu memahami konsep sains dasar namun masih mengalami kesulitan dalam menafsirkan data dan menggunakan bukti ilmiah secara kritis. Faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan literasi sains meliputi keterbatasan kegiatan pembelajaran berbasis inkuiri, metode pengajaran yang berpusat pada guru, serta minimnya pengalaman praktikum. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya penerapan pembelajaran fisika yang lebih kontekstual, berbasis proyek, dan berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir ilmiah abad ke-21.
Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika di Pesantren pada Model Argument Learning and Islamic Values on Pesantren (ALIVP) Rohmatul Aini; Agus Budiyono; Herman Jufri Andi
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1067

Abstract

Kemampuan memecahkan masalah (KPM) merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran fisika. Namun, di lingkungan pesantren aspek ini masih kurang mendapat perhatian karena proses belajar lebih menitikberatkan pada penguasaan konsep semata. Penelitian ini bertujuan mengukur sejauh mana model ALIVP guna memberi peningkatan pada KPM siswa fisika. Penelitian yang dipilih adalah one group pretest-posttest dalam kerangka metode kuantitatif, yang melibatkan dua puluh siswa kelas XI IPA di SMAS Al-Miftah, Pesantren Sumber Kebun, Pangereman, Sampang. Instrumen penelitian berupa tes essay berjumlah empat soal yang disusun berdasarkan indicator kemampuan pemecahan masalah yang terdiri dari,  Useful Description (UD), Physics Approach (PA), Specific Application of Physics (SAP), Mathematical Procedures (MP), dan Logical Progression (LP). Analisis data yang digunakan yaitu uji-t, uji Effect size dan uji N-Gain. Hasil analisis uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, nilai Effect size 6,40 menunjukkan kategori sangat tinggi, dan N-Gain 0,6837 tergolong dalam kategori sangat tinggi. Dengan demikian, model ALIVP terbukti efektif tidak hanya dalam meningkatkan kompetensi pemecahan masalah fisika siswa, tetapi juga dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman ke dalam proses pembelajaran.
Integration of Computational Thinking in a Thermodynamics E-Module on the Ahmaddahlan.NET Website as an Effort to Strengthen Digital Literacy Dirgah Kaso Sanusi; Ahmad Dahlan; M. Agus Martawijaya; Mahir Mahir
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1071

Abstract

The rapid advancement of digital technology necessitates learning materials that not only support instructional processes but also foster higher-order thinking skills among university students. This study aims to develop a Thermodynamics e-module grounded in computational thinking (CT) principles and integrated into the Ahmaddahlan.NET learning platform to enhance students’ digital literacy. The urgency for this development stems from the limitations of conventional thermodynamics instruction, which often struggles to connect fundamental concepts with empirical applications and computational analysis. As a result, an interactive, technology-based instructional approach is essential for improving students’ competency attainment. The research utilized the ADDIE Research and Development (R&D) framework, encompassing five stages: analysis, design, development, limited implementation, and evaluation. The e-module was designed around four core CT components decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking. A limited trial was conducted with first-semester students enrolled in Basic Physics. Data were collected through expert validation and student response questionnaires assessing clarity, readability, and ease of access. Expert validation yielded a score of 95.1%, categorizing the e-module as highly feasible. In terms of practicality, user responses reached 88.1%, indicating that the interactive interface, intuitive navigation, and integration of digital content provided a positive learning experience. The module’s effectiveness was reflected in students’ digital literacy outcomes, which achieved a “good” category score of 79.8%, encompassing digital skills, digital security, digital culture, and digital ethics and responsibility. Overall, the findings demonstrate that the developed CT-based e-module effectively supports 21st-century learning demands and has strong potential as an innovative instructional resource in higher education settings. Its integration of computational thinking and digital literacy provides a robust foundation for modernizing thermodynamics instruction. The rapid advancement of digital technology necessitates learning materials that not only support instructional processes but also foster higher-order thinking skills among university students. This study aims to develop a Thermodynamics e-module grounded in computational thinking (CT) principles and integrated into the Ahmaddahlan.NET learning platform to enhance students’ digital literacy. The urgency for this development stems from the limitations of conventional thermodynamics instruction, which often struggles to connect fundamental concepts with empirical applications and computational analysis. As a result, an interactive, technology-based instructional approach is essential for improving students’ competency attainment. The research utilized the ADDIE Research and Development (R&D) framework, encompassing five stages: analysis, design, development, limited implementation, and evaluation. The e-module was designed around four core CT components decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking. A limited trial was conducted with first-semester students enrolled in Basic Physics. Data were collected through expert validation and student response questionnaires assessing clarity, readability, and ease of access. Expert validation yielded a score of 95.1%, categorizing the e-module as highly feasible. In terms of practicality, user responses reached 88.1%, indicating that the interactive interface, intuitive navigation, and integration of digital content provided a positive learning experience. The module’s effectiveness was reflected in students’ digital literacy outcomes, which achieved a “good” category score of 79.8%, encompassing digital skills, digital security, digital culture, and digital ethics and responsibility. Overall, the findings demonstrate that the developed CT-based e-module effectively supports 21st-century learning demands and has strong potential as an innovative instructional resource in higher education settings. Its integration of computational thinking and digital literacy provides a robust foundation for modernizing thermodynamics instruction.
Pengaruh QuizWhizzer terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas VIII pada Pembelajaran IPA di SMPN 1 Palangka Raya Elly Brata Tyarini; Dessy Ayu Aryati; Elga Araina; Rahmadyah Kusuma Putri; Adi Saputra
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1088

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran IPA masih rendah akibat penggunaan media konvensional yang kurang interaktif dan monoton, sehingga diperlukan inovasi media pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan kompetensi kognitif tingkat tinggi di era Society 5.0. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media QuizWhizzer terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII pada pembelajaran IPA di SMPN 1 Palangka Raya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif kuasi-eksperimental dengan desain non-equivalent control group design yang melibatkan 56 siswa sebagai sampel yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes tertulis berbentuk pilihan ganda sebanyak 20. Teknik pengumpulan data menggunakan pre-test dan post-test, dengan analisis data melalui IBM SPSS versi 23 mencakup uji normalitas, homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata post-test kelas eksperimen (73,75) lebih tinggi dibanding kelas kontrol (58,75) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Kesimpulannya, media QuizWhizzer berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Disarankan mengembangkan variasi model pembelajaran yang lebih beragam untuk mendampingi penggunaan QuizWhizzer serta memperluas lingkup penelitian dengan menambahkan variabel motivasi dan berpikir kritis.
Pengembangan Instrumen Tes Pembelajaran Fisika Berbasis Analogi pada Materi Gelombang Bunyi Rima Melati Hutajulu; Wawan Bunawan
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1163

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah mengembangkan instrumen tes pembelajaran fisika berbasis analogi pada materi gelombang bunyi yang mampu mengukur pemahaman konseptual siswa secara lebih akurat terhadap konsep yang bersifat abstrak. Pemahaman konsep merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran fisika, khususnya pada materi gelombang bunyi yang bersifat abstrak dan kompleks. Namun, proses evaluasi pembelajaran fisika di sekolah masih didominasi oleh soal-soal matematis sehingga belum mampu mengukur pemahaman konsep dan Penalaran siswa secara mendalam. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu siswa memahami konsep abstrak adalah analogi, karena mampu menghubungkan konsep fisika dengan fenomena yang lebih konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes berbasis analogi guna mengukur pemahaman konsep siswa pada materi gelombang bunyi di SMA Negeri 7 Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model Plomp yang meliputi tahap analisis, pengembangan prototipe, dan tahap penilaian. Instrumen tes dikembangkan dalam bentuk soal uraian berbasis analogi yang mengacu pada indikator berpikir analogi menurut Sternberg, yaitu encoding, inferring, mapping, dan applying, serta indikator pemahaman konsep berdasarkan taksonomi bloom revisi. Instrumen yang dihasilkan terdiri atas tiga butir soal yang dirancang untuk mengidentifikasi prakonsepsi, kesalahan konsep, serta tingkat pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, reliabel, serta layak digunakan berdasarkan analisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda. Instrumen mampu mengidentifikasi prakonsepsi, kesalahan konsep, serta tingkat pemahaman siswa yang masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Respon siswa juga menunjukkan bahwa penggunaan analogi membantu memahami konsep gelombang bunyi secara lebih bermakna. Dengan demikian, instrumen tes berbasis analogi dapat menjadi alternatif evaluasi pembelajaran fisika yang lebih efektif dan kontekstual.
Pengaruh Model Projek Based Learning Berbasis STEM terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif: Materi Momentum dan Impuls pada Siswa kelas XI di SMA Negeri 9 Medan Andreas Silitonga
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1165

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pembelajaran fisika khususnya materi momentum dan impuls masih kurang melatih kemampuan berpikir kreatif siswa, sehingga penerapan model Project Based Learning dengan pendekatan STEM diperlukan untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep secara bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Pembelajaran Berbasis Proyek yang terintegrasi dengan pendekatan STEM (PjBL-STEM) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini merupakan studi kuasi-eksperimental dengan menggunakan rancangan kelompok kontrol pretest-posttest. Populasi terdiri dari seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 9 Medan. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas: XI-5 sebagai kelas eksperimen yang diajarkan dengan PjBL-STEM dan XI-4 sebagai kelas kontrol yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional, masing-masing terdiri dari 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan tes. Instrumen penelitian berupa tes esai yang telah divalidasi yang terdiri dari 6 item. Data dianalisis menggunakan uji-t dan skor N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest untuk berpikir kreatif adalah 39,93 untuk kelas kontrol dan 40,10 untuk kelas eksperimen. Rata-rata skor posttest adalah 60,67 untuk kelas kontrol dan 71,4 untuk kelas eksperimen. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menghasilkan nilai p (sig. 2-tailed) sebesar 0,002, yang kurang dari 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa PjBL-STEM secara signifikan memengaruhi keterampilan berpikir kreatif siswa. Peningkatan N-gain untuk kelas eksperimen adalah 0,65 (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol mencapai N-gain sebesar 0,32 (kategori sedang).
Pengembangan E-Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Kontekstual pada Materi Dinamika Rotasi pada Siswa SMA Asti Elraida Purba; Sahyar Sahyar
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1166

Abstract

Urgensi penelitian ini karena dapat membantu siswa memahami konsep yang abstrak melalui keterkaitan dengan fenomena nyata sekaligus mendukung pembelajaran mandiri berbasis teknologi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata Pelajaran fisika serta masih kurangnya bahan ajar interaktif untuk mendukung siswa untuk belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan E-Modul Berbasis Kontekstual pada materi Dinamika Rotasi yang valid, praktis, dan efektif yang dapat digunakan untuk pembelajaran fisika. Jenis penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Subjek dari penelitian ini Adalah ahli materi, ahli media serta peserta didik di kelas XII-1 berjumlah 30 orang di SMA Negeri 1 Pancur Batu. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari angket kevalidan (ahli materi dan ahli media), instrument soal pretest dan posttest serta angket respon siswa terhadap E-Modul berbasis kontekstual pada materi Dinamika Rotasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi kebutuhan pembelajaran, lembar validasi oleh ahli, angket respon guru dan peserta didik, serta data hasil belajar untuk menilai kevalidan, kepraktisan, keefektifan, dan dasar revisi produk E-modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Modul yang dikembangkan masuk dalah kategori valid, karena "kevalidan ahli materi 77,33% dan ahli media 76,06%", yang dimana digunakan dalam pembelajaran fisika berdasarkan hasil uji validasi ahli materi dan ahli media. E-Modul berbasis kontekstual pada materi Dinamika Rotasi masuk dalam kategori sangat praktis berdasrkan hasil respon siswa. E-Modul yang dikembangkan masuk pada kategori efektif melalui peningkatan yang terjadi pada N-gain pada kategori tinggi serta rata-rata nilai pada post-test mencapai KKTP. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa E-Modul berbasis Kontekstual pada Materi Dinamika Rotasi valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran.