cover
Contact Name
La Ode Agus Salim
Contact Email
sciencetech.group23@gmail.com
Phone
+6289508163057
Journal Mail Official
sciencetech.group23@gmail.com
Editorial Address
Jl. Findayani Indah, Kec. Baruga, Kel. Wundudopi, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by CV. Science Tech Group
ISSN : 30465222     EISSN : 30465222     DOI : -
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Scitech) di terbitkan oleh Science Tech Group yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai lingkup keilmuan diantaranya penerapan teknologi tepat guna, aplikasi sains, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan, teknologi informasi dan komunikasi, pertanian, pangan dan kesehatan, pertenakan, sosial humaniora, kewirausahaan, dan ekonomi. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Scitech Jurnal Pengabdian Masyarakat berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2026): Available online" : 12 Documents clear
Optimalisasi Skrining Kesehatan Mental melalui DASS-42 pada Masyarakat Kabupaten Lebak sebagai Upaya Promotif dan Preventif Biromo, Anastasia Ratnawati; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alexandro, Cristian; Johan, Richver Framanto
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.617

Abstract

Gangguan kesehatan mental seperti depresi, ansietas, dan stres masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sering tidak terdeteksi, terutama di komunitas dengan keterbatasan akses layanan medis formal seperti masyarakat di Kabupaten Lebak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan skrining kesehatan mental melalui penggunaan Depression, Anxiety, and Stress Scale-42 (DASS-42) sebagai alat deteksi dini yang sederhana, valid, dan mudah diimplementasikan. Program dilaksanakan pada 111 partisipan dewasa dengan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA), mencakup pengisian instrumen DASS-42, edukasi kesehatan mental, serta konseling individual bagi peserta berisiko. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas partisipan berada pada kategori normal untuk stres (96,4%), ansietas (90,1%), dan depresi (74,7%), dengan proporsi kecil mengalami gejala ringan hingga sedang. Perempuan lebih sering melaporkan gejala emosional dibanding laki-laki, sementara peningkatan skor cenderung ditemukan pada kelompok usia paruh baya hingga lanjut. Implementasi skrining DASS-42, yang dipadukan dengan edukasi tentang manajemen stres, peningkatan resiliensi, dan gaya hidup sehat, terbukti meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental. Program ini juga memperkuat peran kader dan tokoh adat dalam mendukung upaya promotif–preventif di tingkat komunitas. Dengan demikian, optimalisasi penggunaan DASS-42 dapat menjadi model intervensi berbasis komunitas yang efektif untuk deteksi dini, pencegahan gangguan emosional, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat adat secara berkelanjutan.
Peran Antropometri Lingkar Tubuh dan Tebal Lemak Subkutan dalam Deteksi Dini Sindrom Metabolik Ariwibowo, David; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Setiady, Brandon Alexander; Hekmatyar, Haritsyah
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.618

Abstract

Sindrom metabolik merupakan kumpulan gangguan metabolik yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes melitus tipe 2, dan komplikasi metabolik lainnya. Salah satu determinan utama sindrom ini adalah penumpukan lemak abdominal yang dapat diidentifikasi melalui parameter antropometri sederhana seperti lingkar tubuh dan tebal lipatan lemak subkutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menilai peran pengukuran antropometri dalam deteksi dini risiko sindrom metabolik pada Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA) dengan melibatkan pemeriksaan lingkar perut, panggul, lengan, leher, dan tebal lemak bawah kulit pada beberapa titik anatomis (biseps, triseps, suprailiaka, dan subskapular) menggunakan skinfold caliper terkalibrasi. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh dalam kategori normal hingga overweight, dengan kecenderungan peningkatan lingkar perut dan panggul terutama pada perempuan. Distribusi lemak subkutan yang lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki mencerminkan pengaruh hormonal terhadap penyimpanan lemak perifer. Pola ini menunjukkan adanya pergeseran gaya hidup dan pola konsumsi yang berpotensi meningkatkan risiko metabolik pada usia produktif. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemantauan status gizi dan pencegahan obesitas sentral melalui edukasi gizi dan aktivitas fisik. Pengukuran antropometri sederhana terbukti efektif, murah, dan kontekstual sebagai alat skrining dini risiko sindrom metabolik berbasis komunitas, sekaligus menjadi dasar pengembangan intervensi kesehatan preventif berkelanjutan di wilayah semi-tradisional.
Deteksi Dini Status Hidrasi Kulit sebagai Indikator Kesehatan Fisik dan Kualitas Hidup pada Komunitas Lebak Moniaga, Catharina Sagita; Santoso, Alexander Halim
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.626

Abstract

Kulit merupakan organ terbesar yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan fisiologis tubuh. Hidrasi kulit mencerminkan integritas sawar epidermal dan dapat digunakan sebagai indikator kesehatan fisik serta kualitas hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini status hidrasi kulit pada komunitas Lebak, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan kulit dan keseimbangan cairan tubuh. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA) yang mencakup perencanaan, pemeriksaan, evaluasi, dan tindak lanjut edukatif. Pemeriksaan kadar air, minyak, dan hidrasi kulit dilakukan secara non-invasif menggunakan skin analyzer pada 69 partisipan dewasa. Hasil menunjukkan mayoritas partisipan memiliki kadar minyak dan air kulit yang tergolong kering (72,5% dan 71,1%), namun tingkat hidrasi kulit umumnya berada pada kategori baik (moist, 87%). Temuan ini mengindikasikan adanya adaptasi fisiologis terhadap lingkungan alami serta pola hidup tradisional yang relatif minim paparan bahan kimia. Terdapat pula kecenderungan penurunan hidrasi kulit seiring bertambahnya usia, dan perbedaan kadar minyak–air antara laki-laki dan perempuan yang dipengaruhi oleh faktor hormonal. Kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan memperkuat peran kader lokal dalam upaya promotif–preventif berbasis komunitas. Deteksi dini hidrasi kulit direkomendasikan sebagai skrining sederhana dan aplikatif untuk menilai kesehatan fisik serta kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan.
Skrining Fungsi Hati melalui Pemeriksaan Enzim Transaminase pada Masyarakat Dewasa di Kelurahan Jelambar Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Amertha, Anak Agung Ngurah Putrayoga; Alwini, Muhammad Rifat Umar
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.629

Abstract

Penyakit hati kronik merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia, dengan sirosis hepatik sebagai tahap akhir yang sering terlambat terdeteksi. Rendahnya akses terhadap pemeriksaan laboratorium dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko menjadikan deteksi dini masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining fungsi hati melalui pemeriksaan enzim transaminase pada masyarakat dewasa di Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat, serta meningkatkan literasi kesehatan hepatik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan promotif–preventif berbasis komunitas melalui edukasi kesehatan dan pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT dengan analisis spektrofotometri. Sebanyak 46 partisipan berusia 20–63 tahun berpartisipasi secara sukarela. Hasil menunjukkan rerata kadar SGOT 26,46 ± 7,69 U/L dan SGPT 25,11 ± 6,3 U/L, dengan sebagian besar peserta memiliki nilai dalam batas normal, meskipun 17,4% menunjukkan peningkatan SGOT dan 2,2% peningkatan SGPT. Hasil ini mengindikasikan adanya sebagian kecil individu dengan potensi gangguan fungsi hati subklinis. Pelaksanaan skrining di tingkat komunitas terbukti efektif dan mudah diterapkan sebagai upaya deteksi dini sekaligus sarana edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan hati. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model replikasi program promotif–preventif dalam pengendalian penyakit hati kronik di tingkat layanan primer.
Edukasi Kesehatan tentang Penatalaksanaan Penyakit Low Back Pain Berupa Exercise Wuryandari , Maria Magdalena Riyaniarti Estri; Tuna, Hatati; Damayanti, Nita; Swandono, Hari Untarto
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.639

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu masalah muskuloskeletal yang sering dialami masyarakat dan dapat menurunkan kualitas hidup serta produktivitas. Sebagian besar kasus LBP bersifat non-spesifik dan dapat ditangani secara konservatif melalui pendekatan nonfarmakologis, salah satunya dengan exercise. Namun, rendahnya pengetahuan dan keterampilan pasien dalam melakukan exercise yang tepat menjadi kendala dalam penatalaksanaan LBP secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien tentang penatalaksanaan Low Back Pain melalui exercise. Kegiatan dilaksanakan di Instalasi Rehabilitasi Medik RS Haji Sukolilo Surabaya dengan sasaran pasien pengunjung yang mengalami keluhan nyeri punggung bawah ringan hingga sedang. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung exercise, disertai evaluasi menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 56,3 menjadi 82,7. Sebanyak 73,3% peserta mampu melakukan exercise secara mandiri dan benar. Selain itu, terjadi penurunan rata-rata skala nyeri dari 5,8 menjadi 4,1 berdasarkan Numeric Rating Scale (NRS). Tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan mencapai 96,7%. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran pasien mengenai pentingnya exercise sebagai bagian dari penatalaksanaan Low Back Pain. Program edukasi ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif di layanan rehabilitasi medik. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya promotif dan preventif dalam penatalaksanaan nyeri punggung bawah, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kesehatan masyarakat.
Pelatihan dan Pendampingan Sertifikasi Halal untuk Industri Mikro Olahan Minuman Kopi di Dayeuhkolot Panduwiyasa, Haryasena; Widaningrum, Sri; Yoga; Muhammad Fairuz Dzaki; Ferdian Surya Wibowo
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.638

Abstract

Industri mikro olahan minuman kopi di Dayeuhkolot memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih menghadapi tantangan dalam pemahaman dan pemenuhan sertifikasi halal. Rendahnya awareness pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal, baik dari aspek regulasi maupun nilai tambah produk, berdampak pada terbatasnya daya saing dan kepercayaan konsumen. Salah satu mitra dalam kegiatan ini adalah Jouska Coffee, yang merepresentasikan karakteristik industri mikro kopi di wilayah tersebut. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesiapan, dan kemampuan pelaku usaha dalam memperoleh sertifikasi halal melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan yang terstruktur. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan, diskusi interaktif, serta pendampingan berkelanjutan selama tiga bulan. Materi meliputi pengenalan konsep halal, regulasi sertifikasi halal, identifikasi bahan dan proses produksi, serta penyusunan dokumen pendukung pengajuan sertifikasi halal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan awareness pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal, yang tercermin dari perubahan pemahaman dan komitmen dalam menjaga kehalalan produk. Selain itu, setelah tiga bulan pelaksanaan program, diperkirakan peningkatan profit sebesar 10-30% dengan rata-rata 19,4%, yang dipengaruhi oleh meningkatnya kepercayaan konsumen dan citra produk. Program ini memberikan manfaat nyata bagi penguatan kapasitas industri mikro kopi dan berpotensi menjadi model pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM sektor pangan dan minuman.
Cegah Anemia pada Remaja Melalui Edukasi Tirtasari, Silviana; Alicia Sarijuwita; Muhammad Kharis Mahdaviqia
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.658

Abstract

Anemia merupakan kondisi klinis akibat rendahnya kadar hemoglobin yang berdampak pada penurunan kapasitas pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh. Remaja, khususnya remaja putri, termasuk kelompok rentan anemia akibat kebutuhan gizi yang meningkat dan kehilangan darah saat menstruasi. Di Indonesia, prevalensi anemia pada remaja masih tergolong tinggi dan sering tidak terdeteksi karena gejalanya ringan dan bersifat subklinis. Oleh karena itu, edukasi dan deteksi dini di lingkungan sekolah menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan anemia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan deteksi dini anemia pada remaja SMP melalui edukasi kesehatan berbasis media audiovisual. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 3 November 2025 pukul 09.00–10.00 WIB dengan sasaran siswa kelas VII–IX di salah satu SMP di Tangerang. Sebanyak 167 siswa mengikuti kegiatan, namun hanya 111 peserta yang mengisi pretes dan postes secara lengkap dan dianalisis lebih lanjut. Peserta terdiri dari 65 siswa laki-laki (58,6%) dan 46 siswa perempuan (41,4%) dengan rata-rata usia 12,81 tahun (rentang 11–14 tahun). Metode kegiatan meliputi pretes, penyuluhan menggunakan video edukasi YouTube mengenai definisi, gejala, penyebab, diagnosis, dan penatalaksanaan anemia, diskusi singkat, serta postes. Instrumen pretes dan postes terdiri dari 6 soal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 92,19 pada pretes menjadi 95,20 pada postes. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi anemia menggunakan media video efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja, meskipun tingkat pengetahuan awal sudah tergolong baik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan program edukasi dan skrining anemia berbasis sekolah untuk mencegah dampak jangka panjang anemia pada remaja
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN 88 Kendari Harleli; Wirastanti Yuda; Citra Enjelita; Wa Ode Alfiat Fadhilatul Ana; Amelia Carisa Tangket Tasik
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.672

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan sejak usia dini, khususnya pada anak sekolah dasar. Anak usia sekolah merupakan kelompok rentan terhadap berbagai masalah kesehatan seperti penyakit infeksi, kecacingan, dan gangguan kebersihan diri yang dapat berdampak pada kehadiran serta prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada siswa SDN 88 Kendari. Adapun jumlah sampel pada penelitian ini dari 30 siswa. Penelitian ini menggunakan metode ceramah. Berdasarkan Hasil kegiatan menggunakan uji Paired sample T-test diperoleh nilai p=0,000 ≤ 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah penyuluhan PHBS. Hal tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan tentang PHBS  pada siswa SDN 88 Kendari.
Edukasi Pola Konsumsi Gizi Seimbang pada Remaja di SMKN 3 Kendari Harleli; Wirastanti Yuda; Wd. Alfiat Fadhilatul Ana
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.673

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi akibat pola konsumsi yang tidak seimbang. Rendahnya pengetahuan mengenai gizi seimbang menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi perilaku makan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pola konsumsi gizi seimbang pada siswa SMKN 3 Kendari. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 37 siswa. Penelitian ini menggunakan metode ceramah dengan media leaflet. Sampel pada kegiatan ini ditentukan dengan metode purposive sampling. Berdasarkan Hasil kegiatan ini diperoleh melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesuah edukasi menggunakan pre-test dan post-test. Analisis data menggunkan uji Paired Samples T-Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rat pengetahuan dari 67,57 sebelum edukasi menjadi 91,35 setelah edukasi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikan p=0,000 (p <0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah edukasi. Dengan demikian, edukasi gizi seimbang efektif untuk  meningkatkan pengetahuan gizi seimbang pada remaja di SMKN 3 Kendari.
Membangun Foundasi Ikon Golok Gumelem: Upaya Membangkitkan Pariwisata Susukan Banjarnegara Wijarnako , Raden Beny; Aryani, Ine Kusuma; Wakhudin, Wakhudin
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.681

Abstract

Menghidupkan kembagi Desa Gumelem, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara sebagai pusat industri golok berarti membangkitkan kembali desa ini sebagai destinasi wisata. Sebab, desa ini sudah lama menjadi produsen golok dan perkakas pertanian. Golok merupakan alat penting bagi masyarakat agraris. Di samping menjadi perkakas pertanian, golok memiliki nilai artistik sebagai benda seni tempa. Hal ini menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Keterampilan membuat kerajinan ini diperoleh masyarakat secara turun-temurun. Mereka umumnya memproduksi perkakas pertanian, khusus golok kerja. Produksi perkakas ini tidak pernah berhenti karena selalu dibutuhkan petani dan pekerja. Golok dapat menjadi pilihan menjadi ikon Kabupaten Banjarnegara, sebagai karena bercorak etnis sebagai ciri khas Banjarnegara. Upaya ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan usaha masyarakat, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan penguatan industri kerajinan tradisional, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dengan menjadikan Desa Gumelem sebagai komunitas yang Tangguh berbasis wisata. Kabupaten Banjarnegara perlu menyiapkan lembaga material “Center Perkakas” yang dapat menjadi mitra bagi para pengrajin, dalam menangani berbagai permasalahan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Program Desa Mitra ini meliputi: sosialisai, pelatihan, bimbingan teknis, pendampingan, fasilitasi, mediasi usaha, dan keberlanjutan program. Hasil pelaksanaan program Desa Mitra ini menunjukkan semakin mengecilnya permasalahan usaha pengrajin perkakas pertanian, sehingga usaha masyarakat semakin berkembang serta memberi dampak positif terhadap keberadaan UMKM di Kabupaten Banjarnegara. 

Page 1 of 2 | Total Record : 12