cover
Contact Name
Rahma Melati Amir
Contact Email
jasminerahma2218@gmail.com
Phone
+6281355508159
Journal Mail Official
jurnal-almubarak@uiad.ac.id
Editorial Address
Kampus UIAD Jl.Sultan Hasanuddin no.18 Kel.Balangnipa Kec.Sinjai Utara Kab.Sinjai Sulawesi Selatan
Location
Kab. sinjai,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 25487248     EISSN : 27155692     DOI : https://doi.org/10.47435/al-mubarak.v8i2
Jurnal Al Mubarak memuat naskah penelitian dan kajian ilmiah yang membahas tentang Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Kajian Kitab atau Tokoh Tafsir (Klasik, Modern, Indonesia, Lokal),Tafsir Tematik Kajian Living Quran, Metodologi Studi Al Quran dan Tafsir, Sejarah Kajian Islam, serta isu-isu lainnya yang berhubungan dengan Kajian Al Quran dan Tafsir.
Articles 99 Documents
MADRASAH TAFSIR DI IRAK Ni'mah, Siar; Firdaus, Firdaus; Hamzah, Amir
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v9i1.2940

Abstract

The Tafsir madrasas are an inseparable part of the discussion of tafsir schools. This research describes how madrasah tafsir in Iraq and who the figures are, along with their contribution to the development of further tafsir. This research is library research which uses documentary data collection techniques. The appropriate documentation data collection technique was chosen considering that discussion information about tafsir madrasas, especially in Iraq, can be traced through primary and secondary books. The primary sources used are books on tafsir and history, while secondary sources are used to find related information from books and articles. The data that has been collected from library sources is then processed and analyzed to obtain comprehensive conclusions. The results of this research provide information regarding who the influential interpretive figures were in Iraq during the Tabi'in period, examples of their interpretations, and the facts and dynamics of Iraqi interpretation during the Tabi'in period, where they taught the Al-Qur'an as well as its simple interpretations. In this period, the interpretation of bi al-ra'yi also emerged without abandoning the interpretation of bi al-ma'sur, and became one of the foundations for the development of tafsir in the future, especially in the interpretation of bi al-ra'yi.
KONSEP PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Faridah, Faridah; Rumatiga, Muhammad Hanafi; Hawirah, Hawirah; Kusnadi, Kusnadi; Sadali, Sadali
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v9i1.3029

Abstract

Tulisan tentang Konsep Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an merupakan suatu tulisan yang berusaha mengkaji konsep pendidikan secara holistik yang ada di dalam al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah library reseach yakni dengan metode tafsir yang lebih ditekankan pada metode tafsir maudhu’i. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat banyak term-term al-Qur’an tentang pendidikan, di antaranya, tarbiyah, ta’lim, mau’izah hasanah, tausiyah, tazkiyah, tadris, tafaqquh, dan ta’aqqul. Ruang lingkup pendidikan Islam dalam al-Qur’an meliputi : tarbiyah imaniyyah, tarbiyah khuluqiyah, tarbiyah jismiyah, tarbiyah aqliyah, tarbiyah nafsiyah dan tarbiyah ijtimaiyah. Surah Lukman ayat 12-19 secara gamlang menguraikan ruang lingkup pendidikan secara detail, mulai dari pemilihan materi ajar, metode mengajar, sikap pendidik, pemilihan lingkungan belajar, sampai hubungan psikologis antara pendidik dan anak didik, yang dicontohkan oleh Lukman al-Hakim Dia memberikan nasihat berupa perintah, larangan dan argumentasi. Perintahnya di antaranya Syukur kepada Allah SWT, Berbuat baik kepada orangtua, dan Berbuat kebajikan. Larangannya meliputi: syirik, bersikap sombong, dan berlebihan. Argument di antaranya sesungguhnya syukur untuk diri sendiri, Sesungguhnya syirik itu ialah kezaliman yang sangat besar, Berbakti kepada orangtua, kecuali dalam hal keimanan, Allah maha mengetahui segala sesuatu, beramal shaleh seperti shalat, amar ma‟ruf nahi munkar, bersabar, dan Allah tidak menyukai orang sombong.
JENIS DAN FUNGSI HURUF WAWU DALAM SURAH AL-MULK Asdar; Mukhtar; Zulkiflih, Zulkiflih; Mahmud, Basri
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v9i2.3278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan huruf "wawu" dalam Surah al-Mulk. Dalam bahasa Arab, huruf "wawu" memiliki peran penting secara gramatikal dan stilistik, yang membantu dalam memahami teks al-Qur'an secara mendalam. Surah al-Mulk dipilih sebagai objek penelitian karena strukturnya yang unik dan kekayaan unsur linguistiknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi untuk mengidentifikasi serta mengkategorikan penggunaan huruf "wawu" dalam Surah al-Mulk. Data dikumpulkan melalui kajian teks dan dianalisis dengan menerapkan teori tata bahasa dan retorika Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah al-Mulk, sebagai surah ke-67 dalam al-Qur'an dengan 30 ayat, termasuk dalam kategori surah Makkiyah, karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah. Nama al-Mulk, yang berarti "Kerajaan" atau "Kekuasaan," mencerminkan kekuasaan Allah atas seluruh alam semesta. Dalam Surah al-Mulk terdapat tiga jenis huruf "wawu," yaitu Wawu Hal, Wawu Isti'nafiyah, dan Wawu Athaf. Ketiga jenis ini memiliki fungsi sebagai penghubung (konjungsi), pembuka kalimat, dan penanda paralelisme, yang semuanya memperkaya estetika dan makna dalam teks..
GUNUNG DALAM TAFSIR ILMI (ANALISIS MELALUI PENDEKATAN GEOGRAFI) Rendy Pradana; Lukmanul Hakim; Muhammad Hapis Harahap; Novianri; Yandri Agusta Putra
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v9i2.3283

Abstract

Abstract This article aims to discuss the conception of mountains in tafsir ilmi with a geographic analysis approach. The author identifies verses that talk about mountains such as surah An-Nahl verse 88, surah An-Naba' verse 7, surah An-Nahl verse 15 and surah Fatir verse 27. This article uses a qualitative method with a library research approach (Library Research) while the approach, the author uses a geographic approach. The results of this study indicate that between Fakhruddin Ar-Razi and Tantawi agree that the mountain is walking and the mountain as a peg and the mountain has many colors in it as said by Tantawi Jauhari. Meanwhile, if analyzed through the geographical approach, the mountain runs when the continent moves, the mountain above it also moves and the mountain as a foundation / peg occurs because the mountain has roots that plunge 15 times above the surface of the earth which plays a role in stopping the horizontal movement of the lithosphere and the mountain has many colors in it such as Mount Bromo which has pyroclastic deposits of breccia, sand, tuff, breccia lava and lava flows that create colors in it. Keywords: Conception; mountain; tafsir ilmi; geography approach. Abstrak Artikel ini bertujuan membahas konsepsi gunung dalam tafsir ilmi dengan pendekatan analisis geografi. Penulis mengidentifikasi ayat ayat yang berbicara tentang gunung seperti surah An-Nahl ayat 88,surah An-Nahl ayat 15 dan surah Fatir ayat 27. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian pustaka (Library Research) sedangakan pendekatan nya, penulis memakai pendekatan geografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para mufassir ilmi menyatakan bahwa gunung berjalan dan gunung sebagai pasak serta gunung itu memilki banyak warna didalam nya mereka memiliki beragam interpretasi. Sedangakan jika dianalisis melalui pendekatan geografi gunung berjalan itu ketika benua bergerak maka gunung diatasnya juga bergerak dan gunung sebagai pondasi/pasak itu terjadi karena gunung memiliki akar yang menghujam 15 kali lipat diatas permukaan bumi yang berfungsi menghambat gerakan horizontal litosfer dan gunung memiliki banyak warna didalam nya seperti gunung bromo yang memiliki endapan piroklastik breksi,pasir,tuff,lahar breksi dan aliran lava yang menciptakan warna didalamnya. Kata kunci : Konsepsi; gunung;tafsir ilmi;pendekatan geografi
KAUM YAHUDI DAN UZAIR AS (TINJAUAN AL-QUR'AN SURAT AT-TAUBAH AYAT 30) Syam'un, Fitriyah
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v9i2.3291

Abstract

Di dalam kitab suci umat Islam Al-Qur’an, ada beberapa sosok nama yang disebutkan namun statusnya masih menjadi banyak perdebatan apakah sosok tersebut nabi atau hanya orang-orang shalih. Bahkan tidak semua nama 25 nabi yang harus diimani, termaktub dalam Al-Qur’an, justru di luar nama 25 nabi yang harus diimani tersebut, Al-Qur’an menyebutkan nama-nama lain yang kisahnya bahkan dijelaskan di dalamnya. Salah satunya adalah Uzair, penyebutan nama Uzair di dalam Al-Qur’an disandingkan dengan Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair putra Allah. Namun tidak terlalu banyak yang memperhatikan siapa sosok Uzair tersebut, di sisi lain karena al-Qur’an hanya menotice nya sekali, hanya dalam surat at-Taubah ayat 30, selebihnya tidak ada. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Uzair merupakan sosok yang sangat berpengaruh di kalangan Yahudi, bahkan pendapat mahsyur menyebutkan bahwa Uzair adalah seorang nabi. Namun sikap atau karakter yang buruk dari Sebagian Bani Israel meregenarasi sampai pada masa Uzair, sosok Uzair yang datang dengan membawa mukjizat bisa menulis Kembali Taurat yang pada masa sebelumnya telah menghilang karena dibakar hangus oleh raja yang dzalim, telah menimbulkan sikap pengkultusan berlebihan kepada ulama mereka. Seharusnya dengan kitab Taurat yang ditulis Kembali itu membuat Bani Israel semakin mengamalkan dengan baik isi kandungan di dalamnya, namun justru yang terjadi sebaliknya.
METODOLOGI TAFSIR TEMATIK Nur Hanifah; Fitrawati; Kusnadi
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v9i2.3313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tahapan yang diterapkan mufasir dalam metode tafsir tematik, menilai kelebihan dan kelemahannya, serta mengkaji kontribusinya terhadap isu-isu modern. Artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan teknik dokumentasi, yaitu menelusuri sumber-sumber relevan tentang metodologi tafsir tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir tematik adalah pendekatan sistematis dalam memahami Al-Qur'an melalui pengelompokan ayat-ayat berdasarkan tema. Langkah-langkahnya mencakup penentuan tema, pengumpulan ayat terkait, analisis konteks (asbabun nuzul), dan perumusan pandangan Al-Qur'an tentang tema tersebut. Kelebihan metode ini antara lain memberikan pemahaman yang lebih mendalam, berfokus pada isu tertentu, sangat relevan dalam menjawab permasalahan kontemporer, serta menerapkan pendekatan terpadu dalam memahami ayat-ayat Al-Qur'an. Namun, metode ini juga memiliki kelemahan, seperti keterbatasan pada tema tertentu dan potensi bias dari mufasir. Dalam menghadapi isu-isu masa kini seperti hak asasi manusia dan keadilan sosial, tafsir tematik menawarkan solusi yang relevan dan aplikatif, sehingga menjadi sarana penting bagi umat Islam dalam menghadapi tantangan zaman.
CORAK TAFSIR AL-QUR’AN; STUDI HARMONISASI TAFSIR AYAT HUKUM DENGAN HUKUM POSITIF DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN HUKUM Mubhar, Muhammad Zulkarnain; Hawirah, Hawirah; Mubhar, Imam Zarkasyi
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v9i2.3318

Abstract

One form of the Qur'anic interpretation is the interpretation of the Qur'an using a fiqh or legal approach. This interpretation method existed during the time of the Prophet SAW, but it was not yet structured methodologically based on the analysis of scientific study methods as is known today, then the interpretation of the fiqh received attention from scholars later on which later gave birth to a number of interpretation works entitled Tafsir Ayat al-Ahkam or Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an. The interpretation of the Qur'an using a fiqh approach aims to foster legal awareness for Muslims to direct them in upholding the law of Allah SWT and prevent them from disbelief, injustice and wickedness in relation to the enforcement of the law of Allah SWT. However, in the development of human life, especially in the modern era, constitutional laws and regulations have been issued in a country - especially a country with a Muslim majority - where various rules and laws become the legal umbrella and patron of law enforcement which normatively can erode and distance Muslim society from the law of Allah SWT. Therefore, so that the Law of Allah SWT can continue to be the patron and legal umbrella in creating justice, wisdom and prosperity of life, there is no other way for Muslim society, except to make efforts to harmonize the enforcement and implementation of the law of Allah with positive law which of course must begin with a study and identification as well as contextual understanding of law through the path of legal literacy of the Qur'an and positive law by using various methodological tools with practical scientific steps. For that reason, in this paper, the author proposes a methodological step in an effort to harmonize the law of Allah SWT in the Qur'an with positive law in the constitution of a country through the method of Tafsir fiqhiy study with a contextual comparative approach (Muqaranatul al-mqashid), legal principles and legal rules all of which aim to foster awareness of every Muslim individual and their society back to the implementation and enforcement of the law of Allah SWT through an understanding of the Qur'an which is harmonized with positive law, both constitutional law and customary law of a society.
PENTlNGNYA MENGETAHUI ASBABUN NUZUL Nur Annisa; Nasrullah Bin Sapa; Halimah Basri
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v9i2.3372

Abstract

The discussion in this journal highlights the importance of understanding Asbabun nuzul, the context behind the revelation of Qur'anic verses. The Qur'an is the word of Allah revealed to Prophet Muhammad (peace be upon him) through the Angel Jibril, in both its wording and meaning, serving as guidance for humanity toward a clear and straight path, as the foundation for a life rooted in faith in Allah and His message. This study aims to examine Asbabun nuzul comprehensively, including its historical development, types, methods of understanding it, and its significance in interpreting Qur'anic verses. The method used is library research, which involves collecting, reading, and recording data and theoretical foundations from various sources such as books, scientific works, previous studies, journals, articles, and other references relevant to the topic. The results of the study show that understanding Asbabun nuzul facilitates accurate interpretation and reduces doubts when interpreting Qur'anic verses. In conclusion, Asbabun nuzul serves as a crucial basis for explaining the background of the revelation of specific verses or groups of verses, often related to particular events or questions directed to Prophet Muhammad (peace be upon him).
KONTEKS KE-INDONESIA-AN DALAM TAFSIR AL-MISHBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB Siar Nimah; Ahmad Mujahid; Firdaus; Amir Hamzah
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v9i2.3430

Abstract

This research tries to reveal how the Indonesian context of Tafsir al-Misbah is an inseparable part of the meaning of the text, also strengthened by the adabi ijtima'i style it carries. To reveal this meaning, it was chosen QS. Ar-Rum/30 verse 21 as the object of the study. As a text study, this research uses library research by conducting content analysis of the interpretive content. Finally, this research provides initial conclusions as follows: 1) Meaning of QS. Ar-Rum/30: 21 regarding the marriage bond with mawaddah and rahmah, especially when describing the diction 'mawaddah' shows a depiction that is very close to the social and even psychological conditions of Indonesian people, 2) The depiction in question is 'the husband's willingness to defend wife and the wife's willingness to follow her husband with a willingness to leave parents and family', this phrase includes conditions and sentences that are often described in the close relationship between husband and wife in the context of Indonesian society, 3) The choice of depiction of meaning according to the Indonesian context is very relevant considering the main reader from Tafsir Al-Misbah are Indonesian people, thus further strengthening the Indonesian side of the interpretation.
MUSYAWARAH DALAM ISLAM: IMPLEMENTASI NILAI-NILAI ILAHIYAH DI KEHIDUPAN MODERN Kuswiyanto; Achmad Abu Bakar
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v10i1.3329

Abstract

Musyawarah merupakan salah satu ajaran fundamental dalam Islam yang memiliki relevansi tinggi di berbagai aspek kehidupan modern. Prinsip ini didasarkan pada Al-Qur'an dan Sunnah, yang menekankan pentingnya dialog, penghormatan terhadap pendapat, dan pengambilan keputusan kolektif untuk mencapai kemaslahatan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi nilai-nilai musyawarah dalam kehidupan modern, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun organisasi. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali berbagai bentuk penerapan musyawarah dalam menyelesaikan konflik, pengambilan keputusan strategis, dan pengelolaan kepemimpinan di era modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai ilahiyah dalam musyawarah, seperti kejujuran, keterbukaan, keadilan, dan penghormatan terhadap keberagaman, mampu menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk konflik sosial, ketimpangan kekuasaan, dan krisis moral. Implementasi musyawarah dalam keluarga menghasilkan keharmonisan hubungan, sementara di tingkat organisasi mampu meningkatkan produktivitas dan partisipasi aktif para anggota. Dalam masyarakat, musyawarah menjadi sarana untuk membangun solidaritas dan kesepakatan dalam mengatasi berbagai permasalahan kolektif. Namun, terdapat tantangan dalam penerapan musyawarah, seperti dominasi kelompok tertentu, kurangnya kesadaran partisipasi, dan pengaruh budaya individualistik yang semakin kuat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa musyawarah tidak hanya menjadi nilai spiritual, tetapi juga instrumen praktis dalam menciptakan kehidupan yang harmonis, adil, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan pendidikan nilai-nilai musyawarah di berbagai lini kehidupan. Kata Kunci: Musyawarah, Islam, Nilai Ilahiyah, Kehidupan Modern, Keputusan Kolektif, Solidaritas Sosial

Page 8 of 10 | Total Record : 99