Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Symfonia Jurnal Pendidikan Agama Islam merupakan jurnal ilmiah yang dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Al-Qur`an Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya, Sumatera Selatan. Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan menyalurkan minat berbagi dan diseminasi ilmu pengetahuan bagi para cendikiawan, mahasiswa, praktisi, dan pemerhati Pendidikan Islam baik tingkat regional, nasional maupun internasional. Fokus dari jurnal ini adalah pada bidang pembelajaran pendidikan Islam, kurikulum pendidikan Islam, kebijakan pendidikan Islam, sejarah dan pemikiran pendidikan Islam, hingga model dan manajemen pendidikan Islam. Jurnal ini terbit setiap 6 bulan sekali, bulan Juni dan Desember, dan menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles
54 Documents
HAKIKAT DAN MAJAZ DALAM AL-QURAN
Andre Bahrudin;
Nyimas Anisah;
Dwi Noviani;
Sukriadi
Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 2 (2022): Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53649/symfonia.v2i2.23
Alquran diturunkan kepada umat Islam sebagai pedoman hidup dengan menggunakan bahasa Arab. Untuk memahami isinya, seseorang harus menguasai bahasa Arab dengan baik karena di dalam Alquran terdapat beberapa gaya bahasa dalam menyampaikan isinya, di antaranya adalah hakikat dan majaz. Hakikat adalah pokok. Sedangkan majaz adalah cabang. Hakikat adalah lafaz yang digunakan sesuai dengan makna aslinya. Sedangkan majaz adalah lafaz yang digunakan bukan pada makna aslinnya karena ada hubungan (alaqah) tertentu serta adanya indikator (qariinah) yang mengalihkan dari makna aslinya. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Sumber data tulisan ini diambil dari kitab, buku, jurnal dan sumber lainnya yang berkaitan dengan pembahasan. Tulisan ini akan memaparkan apa yang dimaksud dengan hakikat dan majaz dalam Alquran, cara menentukan lafaz hakikat atau majaz, ketentuan yang berkaitan dengan hakikat dan majaz, penyebab tidak berlakunya hakikat dan majaz serta pendapat ulama terkait keberadaan keduanya. Tidak lain supaya kita tidak salah dalam memahami isi Alquran.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI POPULER
Mustafiyanti;
Zainuddin
Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 2 (2022): Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53649/symfonia.v2i2.24
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menemukan peluang serta tantangan dalam penguatan literasi digital di Institut Agama Islam Al-Qur’an Al-Ittifaqiah dengan menggunakan aplikasi populer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mencakup unsur-unsur komunikasi dan kolaborasi dalam bentuk partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian. Selain itu dosen dituntut memiliki kompetensi individu dalam bentuk keterampilan penggunaan, pemahaman kritis, kemampuan komunikatif, mudah, cepat dan efisien dalam penguasaan literasi digital.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN YANG MULIA
Dodi Irawan;
Anisa Dafa Mutmainah
Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 2 (2022): Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53649/symfonia.v2i2.25
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apa peran pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian yang berakhlak mulia. Metode penelitian yang saya gunakan adalah metode kualitatif dan menggunakan jenis pendekatan penelitian kepustakaan, yang memuat teori-teori yang relevan dengan masalah penelitian. Studi pustaka adalah teknik pengumpulan data dengan cara melakukan telaah buku, literatur, catatan dan laporan yang berkaitan dengan masalah yang akan dipecahkan. Dalam penulisan artikel ini penulis menggunakan metode penulisan literatur yang dilakukan melalui pengumpulan data yang diperoleh dari teori dengan mengkaji buku-buku, artikel jurnal yang berkaitan dengan peran pendidikan dalam membentuk kepribadian. Sedangkan alat pengumpul data dalam penulisan karya ilmiah ini adalah studi observasional, ditambah dengan alat pengumpul data dalam penelitian kepustakaan pada umumnya. Alat pengumpulan data ini berupa pengumpulan data melalui studi kepustakaan yang terdiri dari sumber data sekunder dan sumber primer. Pendidikan agama Islam memiliki peran penting untuk mengarahkan dan membentuk kepribadian yang berakhlak mulia sesuai dengan ajaran agama yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Oleh karena itu seseorang dituntut untuk selalu mempelajari, memahami dan mengamalkan setiap perintah atau aturan tata kehidupan yang berdasarkan ajaran agama, karena keimanan dan ketakwaan seseorang dapat berkembang dengan sendirinya setelah ia mendapatkan bekal ilmu agama dan bekal tersebut membimbingnya ke arah yang lebih baik. arah yang lebih baik sehingga dapat menemukan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kedua kebahagiaan ini nantinya dapat membentuk karakter kepribadian yang mulia sehingga ketika hidup di dunia ini dapat bermanfaat seperti menjaga bumi dari perusak dan ketika hidup di akhirat mereka bahagia karena keimanan dan ketakwaannya telah terpelihara dengan baik selama menjalani kehidupan. di dunia ini.
PENGUATAN PENDIDIKAN GENDER (TELA’AH KRITIS DALAM PERSPEKTIF ISLAM)
Ahmad Riad;
Faizaluddin;
Romaida
Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 2 (2022): Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53649/symfonia.v2i2.26
Dalam berbagai diskursus gender dan dikuatkan melalui pranata sosial, dimana laki-laki dan perempuan dibedakan sesuai dengan perannya masing-masing, yang di konstruksikan oleh kultur setempat, yang berkaitan dengan peran, sifat, kedudukan dan posisi dalam masyarakat tersebut. Pembedaan peran ini dalam pranata sosial digambarkan bahwa perempuan hanya boleh memerankan pekerjaan domestik (kasur, sumur dan dapur), sementara laki-laki layak memerankan pekerjaan publik. Dalam konsep gender, sesungguhnya perbedaan gender tidak akan menjadi masalah selama tidak melahirkan ketidakadilan gender, namun yang menjadi persoalan ternyata perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan. Studi-studi tentang gender saat ini melihat bahwa ketimpangan gender terjadi akibat rendahnya kualitas sumberdaya kaum perempuan sendiri, dan hal tersebut mengakibatkan ketidakmampuan mereka bersaing dengan kaum lelaki. Ironisnya, agama dibawa-bawa sebagai patron utama dalam kemunculan berbagai permasalahan ketidakadilan gender Oleh karena itu upaya-upaya yang dilakukan adalah mendidik kaum perempun dan mengajak mereka berperan dalam pembangunan. Dalam realitas yang kita jumpai pada masyarakat tertentu terdapat adat kebiasaan yang tidak mendukung dan bahkan melarang keikutsertaan perempuan dalam pendidikan formal. Bahkan ada paradigma yang mengemuka bahwa “perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena akhirnya ke dapur juga.” Dalam konteks di atas, penguatan pendidikan gender masih perlu dijawab dan dikaji salah satunya melalui perspektif pendidikan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis konsep gender dalam perspektif pendidikan serta berusaha mendeskripsikan penguatan pendidikan berbasis keadilan gender. Jenis Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi pustaka. Data yang telah diperoleh dikompulasikan, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai masalah yang dibahas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep gender berbasis pendidikan merupakan hal yang penting untuk dipraktikkan di kehidupan sehari-hari dalam kehidupan berkeluarga, maupun bermasyarakat. Karena pendidikan berbasis konsep gender ini telah banyak dibicarakan dalam Al-Qur’an dan Hadist sehingga tidak memiliki keraguan sedikit pun tentang keadilan gender dalam Islam.
Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Kitab Waṣaya Al-Aba’ Lil Abna’
Parlindungan Simbolon;
Muhammad Iran Simbolon;
Purnamasari S, Ayu
Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 1 (2023): Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53649/symfonia.v3i1.27
Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana nilai pendidikan akhlak yang dikonsep oleh Muḥammad Syākir dalam kitab Waṣāyā al-Ābā’ lil Abnā’. Perlu dilakukan agar menjadi panduan bagi para siswa dalam bersikap dihadapan gurunya baik dilingkungan dan di luar sekolah. Persoalannya adalah apa saja nilai pendidikan akhlak yang dikonsep oleh Muḥammad Syākir dalam kitab Waṣāyā al-Ābā’ lil Abnā’. Penelitian library research ini menggunakan metode kualitatif dan content analysis dalam mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data untuk menarik kesimpulan. Penelitian menujukkan bahwa nilai pendidikan akhlak dalam kitab Waṣāyā al-Ābā’ lil Abnā’ yang mesti diimplementasikan dalam kehidupan terutama para pelajar adalah mendengarkan nasihat guru, bertaqwa kepada Allah swt., berbakti kepada kedua orang tua, menghargai teman dan sungguh-sungguh dalam belajar
Problematika Mahasantri Program Sorogan Kitab Kuning Di Pondok Pesantren An-Nidhom Kota Cirebon
Gumiandari, Septi;
Maula, Siti Salma Tuh Fatul
Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 1 (2023): Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53649/symfonia.v3i1.28
Pondok Pesantren mahasiswa yang mempunyai program khusus. Salah satunya program sorogan kitab kuning sebagai program baru dari beberapa program yang ada di pesantren. Program sorogan ini diadakan untuk melatih kemampuan membaca, dan menghafal santri terhadap kandungan dalam kitab. Namun ada beberapa hal yang membuat santri kesulitan dalam proses belajarnya. Hal tersebutlah yang menarik para penulis untuk mengadakan penelitian yang bertujuan: (1) Untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan program kitab kuning di Pondok Pesantren An-Nidhom Kota Cirebon; (2) Untuk mengetahui kendala dalam pelaksanaan program kitab kuning di Pondok Pesantren An-Nidhom Kota Cirebon; (3) Untuk mengetahui upaya pondok pesantren dan para guru dalam menyelesaikan problematika yang muncul dalam pelaksanaan program sorogan kitab kuning di Pondok Pesantren An-Nidhom Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengadakan wawancara berdasarkan daftar pertanyaan kepada para narasumber. Hal ini terbukti dari hasil pengamatan dan hasil wawancara yang sudah dilakukan, dan hasil yang diperoleh yaitu: (1) Pelaksanaan program kitab kuning di pondok pesantren An-Nidhom menggunakan metode sorogan yang bertujuan untuk memudahkan mahasantri memahami kitab dengan dilaksanakan dua kali dalam seminggu untuk penyetoran hafalan kepada pembimbing di aula kelas, (2) Adanya kendala sebagai faktor penghambat yakni rasa malas untuk menghafal, merasa sulit dalam mengatur waktu, dan faktor lingkungan, (3)Adanya upaya yang dilakukan oleh pihak pondok pesantren dan para guru untuk menyelesaikan problematika tersebut yakni melakukan musyawarah dengan begitu pihak pondok akan mengetahui kendalanya untuk mencari solusi, membuat kebijakan perizinan dan memperbaiki fasilitas yang ada.
Pendidikan Agama Islam Dalam Menanggulangi Penyimpangan Akhlak Remaja
Lathifah;
Dodi Irawan
Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 1 (2023): Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53649/symfonia.v3i1.29
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran Pendidikan Agama Islam terhadap akhlak remaja saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Library Research. Penelitian ini ditulis berdasarkan hasil kajian terhadap berbagai bahan pustaka yang relevan, seperti buku, jurnal, artikel dan sebagainya. Hasil dari analisis dan pembahasan ini adalah : Peran Pendidikan Agama Islam dalam penyimpanan akhlak remaja saat ini masih perlu diperhatikan kembali. Karena banyak remaja yang sulit menerima nasehat dan sulit untuk berubah menjadi lebih baik karena banyaknya pengaruh yang mereka dapatkan. Banyak remaja yang telah terkontaminasi dengan perkembangan dunia modernisasi saat ini, baik secara positif maupun negatif. Titik fokus kita dalam pembahasan ini adalah penyimpanan moral remaja yang terjadi. Ini bisa datang dari diri sendiri atau pengaruh lingkungan. Kemudian dapat dikembalikan dengan hal yang sama, yang dalam hal ini juga dapat dengan bantuan Pendidikan Agama Islam yang berperan dalam proses pendidikan seseorang. Karena khususnya bagi para remaja yang tinggal di lingkungan sekolah, mempelajari Pendidikan Agama Islam dapat menjadi tolak ukur dan dasar untuk memahami prinsip-prinsip agama Islam khususnya dalam hal akhlak. Dengan cara ini para remaja ini bisa mengetahui mana yang baik dan mana yang salah. Sehingga mereka mampu mempertahankan diri untuk memiliki akhlak yang baik dan mengendalikan atau memulihkan diri jika merasa telah menyimpang.
Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Kepala Madrasah Tsanawiyah di Lampung Timur
Kurniasih, Apri;
Dhoni Kurniawati;
Septiani Selly Susanti;
Anita Oktaviana
Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 1 (2023): Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53649/symfonia.v3i1.30
This research was conducted to: analyze the performance predicate of Madrasah principals, analyze the average performance predicate of Madrasah principals and analyze the education and training needs of Madrasah Tsanawiyah principals in East Lampung. The research was conducted at 9 Madrasah Tsanawiyah in East Lampung. The research method used is descriptive quantitative. Data collection techniques were: interviews, documentation and observations which consisted of 4 main performance indicators of madrasah principals, namely: Madrasah development efforts, implementation of managerial tasks, entrepreneurial development, and supervision of teachers and Madrasah education staff. The results showed that: 1) there were 2 Headmaster of MTs who received the predicate of Very Good performance, 2 Headmasters of MTs received the predicate of Good performance, 3 headmasters of MTs received the predicate of Fair performance, and 2 Headmasters of MTs received the predicate of Moderate performance. 2) The average value of the performance of Madrasah Tsanawiyah headmasters in East Lampung on Madrasah development indicator is 77.43 (Good), implementation of managerial tasks is 79.75 (Good), entrepreneurship development is 68.66 (Enough), and Supervision of teachers and education staff is 62.87 (Enough) . 3) The educational and training needs of Madrasah Tsanawiyah headmasrters in East Lampung are in the components of entrepreneurship development and supervision of teachers and education staff.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Era Society 5.0
Eko Purnomo;
Novita Loka
Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 1 (2023): Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53649/symfonia.v3i1.33
Proses pembelajaran di kelas seringkali mempunyai tujuan terhadap kemampuan untuk memahami materi saja. Dalam kenyataannya dimana siswa seharusnya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sistematis, namun tidak dapat meningkatkan kemampuannya tersebut. Tujuan penelitian menyajikan strategi dalam menemukan model pembelajaran yang sesuai serta relevan terkait dengan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, dikarenakan masa pun sudah berubah menuju era society 5.0. Strategi yang dipakai oleh pendidik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, tetap selalu mengupdate pengetahuan untuk menghadapi perubahan. Sehingga siswa memiliki menstimulus supaya mempelajari Pendidikan Agama Islam agar mampu menghasilkan orang-orang yang memberikan mashlahat terhadap dirinya, keluarga dan masyarakat, kasus demi kasus yang ada di negeri ini dapat diminimalisir melalui pemahaman siswa terhadap Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini merupakan penelitian library research dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan teknik mengumpulkan data melalui berbagai artikel dan buku-buku yang relevan. Selanjutnya dilakukan analisis diskriptif, dan yang terakhir yaitu kesimpulan. Hasil penelitian dari artikel ini merupakan strategi pembelajaran yang wajib dimiliki oleh guru yang disesuaikan dengan era society 5.0 yang cocok dengan perkembangan zaman sekarang ini. Adapun strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam era society 5.0 tersebut yaitu strategi inquiry learning, strategi discovery learning, strategi blanded learning, strategi project based learning, dan strategi problem based learning.
Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Pendidikan Agama Islam
Hilmin;
Dwi Noviani;
Eka Yanuarti
Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 1 (2023): Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53649/symfonia.v3i1.34
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum merdeka pendidikan agama Islam. Adapun metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Pengumpulan data diperoleh melalui pencermatan terhadap literatur terkait berupa artikel, buku, dokumen, kebijakan, maupun pencermatan terhadap literatur online. Selanjutnya melakukan pendekatan interpretasi dengan mengkaji data-data pada evidensi objektif, untuk mencapai kebenaran otentik. Interpretasi di sini bahan atau data-data yang sudah dideskripsikan, kemudian diinterpretasikan dan dianalisis kembali untuk menunjukan dan memperjelas tentang nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum merdeka belajar pendidikan agama Islam secara objektif, runtut, komprehensif, dan mendasar. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang kuat dan saling menguatkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama dapat diinternalisasikan ke dalam kurikulum merdeka pendidikan agama islam. Desain kurikulum merdeka untuk pendidikan agama islam sebagai bagian penting untuk memperkuat moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat. Prinsip-prinsip yang terkandung di dalam kurikulum merdeka sangat selaras dengan nilai-nilai pemikiran moderasi beragama. Kurikulum merdeka pendidikan agama islam sangat membutuhkan kerangka konsep dan dasar pemikiran yang moderat dan kontekstual.