cover
Contact Name
Nasrudin
Contact Email
anazhaitami@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anazhaitami@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Cimincrang, Panyileukan Kecamatan Gedebage, Kota Bandung Telp./Hp. 082240015474
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Islamic Law (EJIL)
ISSN : -     EISSN : 3031951X     DOI : 10.15575/ejil.v1i1
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) adalah Jurnal pengembangan Hukum Islam yang diterbitkan pertama kali oleh Program Doktor Hukum Islam Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Terbit setiap enam bulan sekali sebagai media publikasi artikel ilmiah pada Bidang Hukum Islam. Isi atau artikel yang dimuat dalam Jurnal ini tidak mencerminkan pandangan dan pemikiran redaksi atau institusi.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 56 Documents
Dualisme Pengaturan Dana Pensiun Konvensional dan Syariah Perspektif Keadilan Hukum dan Kepatuhan Syariah Rafif Hawari; Mia Amanatul Fitriyah; Akbar Muhamad Ashoni; Ending Solehudin
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2107

Abstract

Keberadaan sistem dana pensiun konvensional dan dana pensiun syariah dalam kerangka hukum nasional menunjukkan adanya dualisme pengaturan yang bertujuan untuk memberikan pilihan layanan keuangan sesuai dengan kebutuhan dan keyakinan peserta. Namun, dualisme tersebut menimbulkan persoalan normatif terkait kesetaraan perlindungan hukum, kepastian regulasi, efektivitas pengawasan, dan konsistensi penerapan prinsip-prinsip syariah dalam pengelolaan dana pensiun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dualisme pengaturan dana pensiun konvensional dan syariah di Indonesia perspektif keadilan hukum dan kepatuhan syariah, dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan sistem dana pensiun yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan komparatif terhadap regulasi dana pensiun nasional dan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang mengatur dana pensiun syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi telah mengakomodasi penyelenggaraan dana pensiun syariah melalui pengaturan khusus dan mekanisme pengawasan kepatuhan syariah, masih ditemukan disparitas pada aspek kelembagaan, instrumen investasi, tata kelola, dan harmonisasi antara hukum positif dan prinsip syariah yang berpotensi memengaruhi tingkat perlindungan dan kepercayaan peserta. Karena itu, diperlukan penguatan harmonisasi regulasi, integrasi prinsip keadilan substantif, dan optimalisasi mekanisme kepatuhan syariah untuk menciptakan sistem dana pensiun yang memberikan kepastian hukum, perlindungan yang setara, dan kemaslahatan bagi seluruh peserta dalam mendukung pembangunan ekonomi dan keuangan syariah nasional.
Relevansi Qiyas terhadap Pengembangan Ushul Fiqh dalam Merespons Dinamika Ekonomi Syariah Kontemporer Asep Hasan Sulaeman; Mustofa Hasan; Dadang Syaripudin
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 2 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i2.2138

Abstract

Perkembangan ekonomi syariah kontemporer yang ditandai oleh digitalisasi transaksi, inovasi produk keuangan, fintech syariah, aset digital, dan perubahan pola hubungan ekonomi melahirkan berbagai persoalan hukum yang tidak ditemukan secara eksplisit dalam khazanah fikih klasik. Kondisi tersebut menuntut pengembangan metodologi ushul fiqh agar hukum ekonomi syariah mampu merespons inovasi tanpa kehilangan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi qiyas dalam pengembangan ushul fiqh dan mengkaji potensinya sebagai instrumen istinbath hukum dalam merespons dinamika ekonomi syariah kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif analitis dan data kualitatif yang diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap literatur ushul fiqh, fikih muamalah, fatwa, regulasi ekonomi syariah, serta kajian akademik kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa qiyas tetap relevan dalam menetapkan hukum terhadap transaksi dan produk ekonomi baru sepanjang terpenuhi unsur ashl, far’, hukum ashl, dan ‘illat yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun, kompleksitas ekonomi syariah modern menuntut pemaknaan ‘illat yang lebih kontekstual dan integrasi qiyas dengan maqashid al-shariah, maslahah, serta metode istinbath lainnya. Kebaruannya adalah penempatan qiyas sebagai metode adaptif yang menghubungkan preskripsi fikih dengan karakteristik ekonomi kontemporer. Penelitian ini juga berkontribusi pada pengembangan metodologi ushul fiqh yang responsif, kontekstual, dan tetap berorientasi pada kepatuhan terhadap syariah.
Kritik Ekonomi Islam terhadap Skema Fiskal dan Insentif Investasi Asing Di Ibu Kota Nusantara Perspektif Maqashid al-Shariah Nina Nursari; Nasrudin Nasrudin
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i1.2189

Abstract

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan proyek strategis nasional yang dirancang untuk mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dalam implementasinya, pemerintah menerapkan berbagai skema fiskal dan insentif investasi asing sebagai instrumen untuk menarik modal dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Kebijakan tersebut menimbulkan perdebatan, khususnya terkait potensi ketimpangan dalam distribusi manfaat ekonomi, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta dampaknya bagi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik ekonomi Islam terhadap skema fiskal dan insentif investasi asing dalam pembangunan IKN melalui perspektif maqashid al-shariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-konseptual melalui studi kepustakaan terhadap regulasi, kebijakan fiskal, literatur ekonomi Islam, serta dokumen terkait pembangunan IKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan fiskal dan pemberian insentif investasi asing memiliki potensi positif dalam mendukung percepatan pembangunan, tetapi juga mengandung risiko ketimpangan ekonomi apabila tidak disertai mekanisme distribusi yang adil serta perlindungan terhadap kepentingan masyarakat lokal. Perspektif maqashid al-shariah menempatkan prinsip keadilan (al-'adl), kemaslahatan (maslahah), pemerataan kesejahteraan, dan perlindungan harta (hifz al-māl) sebagai dasar evaluasi kebijakan ekonomi negara. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan IKN perlu diarahkan pada kebijakan fiskal yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan investasi, tetapi juga memastikan terciptanya keadilan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini juga berkontribusi dalam memperluas kajian ekonomi Islam terhadap kebijakan pembangunan nasional dan menawarkan kerangka evaluasi berbasis maqashid al-shariah dalam perumusan kebijakan publik.
Kritik Terhadap Pembangunan Ekonomi Indonesia Di Era Reformasi (2004-2024) Perspektif Pembangunan Ekonomi Islam Aay Mohamad Furkon; Dudung Abdul Gani; Hanifah Nur Zahrah
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 2 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i2.2917

Abstract

Pembangunan ekonomi Indonesia selama era Reformasi 2004-2024 menunjukkan capaian positif berupa pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil, penurunan kemiskinan, peningkatan pembangunan manusia, dan pembangunan infrastruktur. Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya menghasilkan pemerataan kesejahteraan dan keadilan distributif. Ketimpangan kekayaan, konsentrasi manfaat pembangunan, ketergantungan pada pembiayaan berbasis bunga, serta belum optimalnya integrasi zakat dan wakaf menunjukkan adanya persoalan struktural dalam paradigma pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis pembangunan ekonomi Indonesia pada periode 2004-2024 dan menilai kesesuaiannya dengan prinsip pembangunan ekonomi Islam, khususnya al-‘adālah, maṣlaḥah, maqāṣid al-syarī‘ah, penguatan sektor riil, dan falāḥ. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif-analitis. Data penelitian berupa data kualitatif yang bersumber dari literatur akademik, dokumen kebijakan, serta laporan lembaga terkait, yang dikaji melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara interpretatif berdasarkan prinsip pembangunan ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia selama dua dekade tersebut berhasil menciptakan stabilitas dan pertumbuhan makroekonomi, tetapi masih menghadapi ketimpangan struktural dan belum mampu memastikan distribusi manfaat pembangunan secara proporsional. Paradigma pembangunan masih cenderung berorientasi pada pertumbuhan dan akumulasi material, sementara dimensi moral, sosial, spiritual, dan distributif belum menjadi fondasi utama kebijakan. Integrasi ekonomi Islam juga masih bersifat parsial, penggunaan sukuk dan pengembangan ekonomi syariah belum diikuti transformasi mendasar pada struktur fiskal dan moneter, sedangkan potensi zakat dan wakaf belum terintegrasi secara optimal dalam sistem kesejahteraan nasional. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan perspektif kritis berbasis maqāṣid al-syarī‘ah untuk mendorong reorientasi pembangunan menuju maṣlaḥah dan falāḥ melalui penguatan sektor riil, pemerataan, optimalisasi ZISWAF, dan pembiayaan berbasis bagi hasil.
Keadilan Distribusi dalam Pemerataan Ekonomi di Indonesia Timur Perspektif Sustainable Development Goals (SDGs) dan Maqāṣid al-Syarī’ah Farid Madani; Nurul Fadhilah Farid; Aulia Nurhikmah
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 2 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i2.3761

Abstract

Ketimpangan distribusi barang dan akses ekonomi masih menjadi persoalan pembangunan di Indonesia Timur akibat karakter geografis kepulauan, keterbatasan konektivitas, tingginya biaya logistik, dan ketidakmerataan infrastruktur. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi disparitas harga dan keterjangkauan kebutuhan dasar, tetapi juga membatasi akses pasar bagi produsen lokal sehingga memperlebar kesenjangan kesejahteraan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keadilan distribusi dan pemerataan ekonomi di Indonesia Timur melalui kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) dan Maqāṣid al-Syarī’ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif-analitis dan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kebijakan, dan filosofis. Bahan hukum dan data sekunder mengenai Sislognas, Tol Laut, National Logistics Ecosystem (NLE), konektivitas multimoda, dan distribusi wilayah dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan distribusi memiliki dua dimensi yang saling berkaitan, yaitu keadilan konsumsi berupa keterjangkauan kebutuhan dasar dan keadilan produksi berupa keterbukaan akses pasar bagi produsen daerah. Efektivitas kebijakan logistik tidak cukup dinilai dari efisiensi biaya dan kelancaran arus barang, tetapi juga dari dampaknya terhadap daya beli, muatan balik, akses pasar, dan pengurangan ketimpangan wilayah. Dalam perspektif Maqāṣid al-Syarī’ah, orientasi tersebut bertumpu pada al-‘adl, hifz al-mal, hifz al-nafs, dan maslahah ‘ammah. Kebaruan penelitian ini terletak pada konstruksi tata kelola logistik berbasis keadilan distribusi yang mempertemukan indikator SDGs dengan Maqāṣid al-Syarī’ah sebagai kerangka evaluasi kebijakan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan hukum Islam kontemporer dan perumusan kebijakan logistik yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Stabilitas Return Saham Syariah di Tengah Fluktuasi Makroekonomi Perspektif Maqāṣid al-Syarī’ah Gia Gustina; Mohamad Yusuf; Munawar Ahmad; Nisa Rahmatul Mahmudah; Vika Maulinda
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 2 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i2.3762

Abstract

Fluktuasi kondisi makroekonomi selama 2020-2024, yang mencakup pandemi COVID-19 dan fase pemulihan ekonomi global, menghadirkan dinamika bagi kinerja pasar modal syariah di Indonesia. Perubahan inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan harga minyak dunia dapat memengaruhi ekspektasi investor, kinerja emiten, serta tingkat pengembalian investasi pada saham syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keempat faktor tersebut terhadap return saham syariah dan menginterpretasikan implikasinya berdasarkan Maqāṣid al-Syarī’ah, khususnya hifz al-mal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, dan dilengkapi dengan analisis normatif-konseptual. Data sekunder bulanan Januari 2020 - Desember 2024 sebanyak 60 observasi dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham syariah, suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan, nilai tukar berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan, sedangkan harga minyak dunia berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan dengan Adjusted R-squared sebesar 26,71%. Perspektif hifz al-mal menunjukkan bahwa stabilitas return tidak identik dengan tidak adanya risiko atau jaminan keuntungan, melainkan berkaitan dengan kemampuan investasi syariah untuk menjaga dan mengembangkan harta melalui pengelolaan risiko yang proporsional, transparan, produktif, dan sesuai dengan prinsip syariah. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan hifz al-mal sebagai kerangka interpretatif terhadap sensitivitas return saham syariah terhadap faktor makroekonomi domestik dan global. Penelitian ini juga berkontribusi pada pengembangan kajian pasar modal syariah yang menghubungkan kinerja finansial dengan perlindungan harta dan kemaslahatan.