cover
Contact Name
Aji Prasetya Wibawa
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
publisher@um.ac.id
Editorial Address
Jalan Semarang No. 5
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)
ISSN : -     EISSN : 30477964     DOI : 10.17977
Core Subject : Humanities,
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) menerima artikel hasil gagasan dan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat peguruan tinggi dalam berbagai bidang ilmu dan terapan.
Articles 158 Documents
Edukasi Bahaya Mikroplastik terhadap Lingkungan melalui Media Sosial Syifa Asatyas
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan maraknya penggunaan plastik yang lebih mudah terurai, timbul masalah baru yaitu tercemarnya tanah dan laut oleh mikroplastik. Mikroplastik adalah komponen plastik yang sangat kecil, umumnya berukuran kurang dari lima milimeter, yang dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat umum mengenai bahaya mikroplastik penting untuk dilakukan. Edukasi dilaksanakan melalui media sosial, yaitu dengan platform Instagram. Media sosial merupakan salah satu media paling efektif digunakan untuk komunikasi massa di kala pandemi, mengingat pertemuan tatap muka secara langsung harus dihindari. Instagram merupakan salah satu platform media sosial yang banyak digunakan masyarakat luas dari berbagai kalangan saat ini. Dengan menggunakan Instagram, edukasi mengenai bahaya mikroplastik dapat tersampaikan lebih efektif.
Pelatihan Pembuatan Minuman Instan Rempah Menjadi Produk Bernilai Jual Di Desa Kemantren Kabupaten Malang Naafi'dah Hilwa Tsabita; Citra Diah Permata; Dara Henindaning Putri; Nonny Sunaryo Aji
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kematren terletak di Kecamatan Jabung, Malang, memiliki sumber daya alam yang melimpah berupa rempah-rempah. Dalam proses pemanfaatan dan pengolahannya hanya menghasilkan produk yang standart dan kurang memiliki value tinggi. Oleh karena itu perlu adanya suatu tindakan untuk mendongkrak nilai ekonomis dalam pengolahan rempah-rempah sehingga masyarakat Kemantren, khususnya ibu-ibu PKK dan pemilik UMKM dapat memasarkan produk dengan nilai tinggi. Kegiatan pelatihan dalam rangka pengabdian masyarakat oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Mahasiswa Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana di Desa Kemantren dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber daya alam berupa rempah-rempah menjadi minuman instan yang bernilai jual tinggi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah Pemberian materi tentang pembuatan dan Pelatihan pengolahan rempah-rempah menjadi minuman instan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk mengedukasi dan melatih warga desa Kemantren tentang pengolahan rempah-rempah yang bernilai ekonomis. Hasil dari pelatihan ini adalah masyarakat Desa Kemantren terampil membuat olahan rempah-rempah, dimana nantinya ketrampilan tersebut dapat digunakan sebagai modal atau bekal membuka usaha dan sebuah inovasi baru bagi pemiliki UMKM di desa Kemantren. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan kemampuan masyarakat tentang pengolahan rempah-rempah menjadi produk minuman instan rempah yang memiliki nilai jual menjadi lebih tinggi. Sehingga masyarakat dapat mendapatkan keuntungan tambahan sehingga meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat setempat. Kata kunci: pengabdian masyarakat, pelatihan pembuatan minuman, minuman instan rempah
Sosialisasi Sistem Jaminan Halal dan Pendampingan Sertifikasi Halal UMKM Desa Sumberdem Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang Norman Yoshi Haryono; Retno Wulandari; Evi Susanti; Ratna Juwita; Ilham Dwi Susilo Widiatmoko; Zidan Aqilah Rasyid; Najla Aulia Arief; Rebecca Hellen Wikarjanto; Hilal Mulyadi; Mahesya Surya Saputra Ramadhan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halal merupakan syarat utama bagi konsumen muslim dalam mengkonsumsi produk pangan. Sistem jaminan halal merupakan mekanisme yang harus diterapkan oleh produsen jika mereka ingin mengajukan sertifikasi halal ke LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan Obat, dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia). Desa Sumber dem Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang memiliki beberapa produk unggulan diantaranya produk olahan kopi dan bunga rosella. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah mensosialisasikan Sistem Jaminan Halal dan pendampingan pengajuan Proses Sertifikat Jaminan Halal bagi UMKM di Desa Sumberdem. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari dua beberapa kegiatan diantaranya pendampingan dan sosialisasi penerapan Sistem Jaminan Halal dan pendampingan pengajuan dokumen sertifikasi halal ke LPPOM MUI Jawa Timur. Hasil dari kegiatan ini adalah kesadaran dari unit usaha UMKM Desa Sumberdem untuk menerapkan sistem jaminan halal pada usahanya dan terdaftarnya unit usaha dalam proses sertifikasi halal ke LPPOM MUI.Kata kunci: produk kopi, bunga rosella, sertifikasi halal
Program Pendampingan Konservasi Tanaman Hias Berbasis EBT di Dilem Wilis Trenggalek Herlin Pujiarti; Markus Diantoro; Arif Nur Afandi; Anjar Nur Ramadhani; Nabila Hari Arimbi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Inovasi IPTEKS untuk Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Menuju Indonesia Mandiri
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dilem Wilis merupakan salah satu wisata agroedukasi berbasis sapi perah dan kopi yang terletak di antara dua desa yaitu Desa Dompyong dan Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Keindahan alam yang terlihat dari bentangan kawasan pegunungan dan bangunan dengan karakteristik Belanda serta tempatnya yang sangat luas dapat memberikan nilai lebih. Namun, dalam kawasan ini masih banyak lahan yang kosong salah satunya adalah terasering di dekat camping ground. Oleh karena itu, pengabdian ini berfokus pada pendampingan dan pengembangan konservasi tanaman bunga hias dengan lampu taman berbasis panel surya sebagai salah satu sarana peningkatan ketertarikan wisatawan Dilem Wilis. Kegiatan ini dimulai dengan observasi untuk mengetahui masalah dan potensi yang ada di wisata tersebut. Kemudian perencanaan desain lalu pendampingan dan pengembangan konservasi tanaman, serta serah terima produk yang dilakukan oleh ketua tim, anggota dan perwakilan mitra. Setiap proses yang dilakukan dari awal hingga akhir didokumentasikan dan dilaporkan. Upaya publikasi dalam bentuk artikel juga dilakukan sebagai langkah untuk memajukan wisata Dilem Wilis. Hasil pengabdian ini, selain untuk meningkatkan wisatawan adalah untuk membantu mitra memiliki kesempatan untuk menjalankan wirausaha melalui tambahan fasilitas yang dibangun di lokasi terasering Dilem Wilis.
Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Tanaman Bunga Telang (Clitoria Ternatea) di Desa Prunggahan Kulon, Kabupaten Tuban Wahjoedi Wahjoedi; Magistyo Purboyo Brahmantyo; Ni'matul Istiqomah; Emma Yunika Puspasari; fariha Nuraini
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembanguan tidak dapat dipisahkan dari adanya pemberdayaan dan kesejahteraan. Dalam prosesnya, pemberdayaan masyarakat sangat membutuhkan partisipasi, prakarsa, dan kemampuan masyarakat setempat dalam mencapai tujuan kesejahteraan ekonomi bersama. Partisipasi masyarakat akan terwujud jika masyarakat secara sukarela berpartisipasi. Pemberdayaan masyarakat dapat ditempuh dengan melakukan kegiatan pelatihan ataupun penyuluhan dalam membudidayakan komoditas potensi lokal, salah satunya budidaya bunga telang. Bunga telang merupakan potensi lokal yang jarang dimanfaatkan padahal kaya akan manfaat termasuk sebagai antiinflmasi dan antioksidan. Melalui kegiatan FGD dan pelatihan di Desa Prunggahan Kulon, Tuban dengan peserta warga desa dan pelaku UMKM ini diharakan dapat menambah keterampilan serta wawasan peserta tentang budidaya bnga telang yang dapat diolah menjadi produk turunan makanan ataupun minuman termasuk dalam pembuatan puding lukis yang menarik. Peserta juga tidak hanya menambah keterampilan mengolah bunga telang tetapi juga meningkatkan pengetahuan untuk membudiayakan bunga telang di pekarangan. Peserta sangat antusias karena tema yang disampaikan dalam kegiatan sangat relevan, diharapkan dengan adanya kegiatan ini peserta dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman masyarakat terhadap budiaya bunga telang menjadi produk makanan maupun minuman. Dalam kegiatan yang telah dilaksanakan, peserta FGD memiliki pengetahuan yang sedang tentang budidaya bunga telang dan diperoleh analisis keberlanjutan untuk menyediakan pelatiha bunga telang diolah sebagai produk kecantikan. Kata kunci: Bunga telang, Pemberdayaan Masyarakat, FGD
Pemberdayaan Bumdes Sidowayah Berbasis Virtual Tourism Dalam Pengembangan Kawasan Agrowisata Di Era New Normal Nor Afita; Muhamad Ainurrasyid Alfikri; Luhung Legowo; Tri Cahyono; Al Fadilla Yoga Brata
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadirnya Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih memberi dampak yang cukup kompleks dari berbagai sektor termasuk di dalamnya sektor pariwisata. Penutupan destinasi wisata tanpa batas waktu yang ditentukan membuat income atau Pendapatan Desa (PaDes) berkurang dan bahkan nihil. Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten merupakan desa yang dikenal dengan desa yang memiliki pesona wisata air yang menawan yakni Umbul Manten dan Umbul Siblarak, menjadi satu di antara desa yang terdampak karena adanya Pandemi. Pada kulminasi inilah diperlukan modifikasi dan adaptasi agar kawasan agropolitan memiliki ketahanan atas krisis, dan diharapkan kembali berjaya di era new normal. Melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang selanjutnya digagas oleh tim dengan pengembangan virtual tourism diprediksi mampu menerobos pembatasan fisik maupun sosial pada kawasan agropolitan Sidowayah, Polanharjo yang mengalami kunci sementara (kuntara). Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Sidowayah dengan nama SINERGI dipilih sebagai mitra kerja sama pengabdian masyarakat guna mengintegrasikan potensi sumber daya alam, masyarakat, serta added value produk lokal Pokdarwis Binaan BUMDes Sinergi dan Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui normalisasi wisata agropolitan Sidowayah. Pengabdian dilaksanakan dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Langkah utama pelaksanaan pengabdian dibagi kedalam 4 tahap. Tahap pertama, dilakukan komunikasi dua arah dengan pihak mitra untuk merumuskan permasalahan wisata air Umbul Manten dan Umbul Siblarak. Tahap kedua, perancangan aplikasi virtual tourism dan digital marketing. Tahap ketiga dilakukan proses transfer Pengembangan Iptek kepada mitra kerjasama yakni berupa pengaplikasian virtual tourism dan digital marketing, serta publikasi lini masa dan online. Tahap keempat, monev atas kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sidowayah.Meski belum optimal, program pengabdian masyarakat ini telah mendudukan fondasi tujuan pada terciptanya added value sumber daya alam dan peningkatan Pendapatan Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten dimulai dari virtual tourism.Kata kunci, ekonomi kerakyatan, pengabdian masyarakat, virtual tourism
Pembuatan Hand Sanitizer, Minuman Herbal dan Budidaya Tanaman Obat untuk Pencegahan Covid-19 Junairiah Junairiah; Listijani Suhargo; Anjar Tri Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19, mengharuskan masyarakat untuk membiasakan hidup sehat. Selain dengan memakai masker, masyarakat juga dianjurkan untuk menggunakan hand sanitizer dan mengkonsumsi minuman suplemen secara rutin untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh. Saat ini telah beredar berbagai jenis hand sanitizer dan minuman suplemen di pasaran, namun dengan harga yang tidak murah dan kadang langka. Hal ini menyebabkan masyarakat enggan untuk membeli serta menggunakan hand sanitizer dan minuman suplemen. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih mitra supaya dapat membuat hand sanitizer, minuman herbal dan budidaya tanaman obat. Metode yang digunakan terdiri atas empat tahap yaitu pretest, materi tentang pembuatan hand sanitizer, minuman herbal, budidaya jahe dan sereh serta manajemen keuangan. evaluasi berupa postest dan tahap terakhir adalah praktek pembuatan hand sanitizer dari bahan herbal, membuat minuman herbal serta budidaya jahe dan sereh. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan terhadap materi yang telah diberikan, hal ini dapat dilihat dari hasil post test yang menunjukkan peningkatan nilai menjadi 91,11, dari nilai awal pretest 75,33. Ada kenaikan nilai sebesar 20,94%. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pencegahan penyebaran COVID-19.Kata kunci—COVID-19, hand sanitizer, herbal 
Edukasi Hak-Hak Anak di Desa Sumberejo Kecamatan Gedangan Melalui Kegiatan Lomba Kreatif yang Berbasis Kearifan Lokal Evi Susanti; Dewi Puspitasari; Roiyul Mufidah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Inovasi IPTEKS untuk Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Menuju Indonesia Mandiri
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlindungan anak harus menjadi perhatian semua pihak. Implemantasinya harus segera direalisasikan melalui upaya bersama. Pemenuhan hak anak merupakan salah satu bentuk upaya perlindungan terhadap anak melalui hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, dan berkembang dalam melangsungkan hidupnya. Anak merupakan tunas yang memiliki potensi untuk menjadi penerus, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun negara. Anak perlu dibekali pendidikan yang layak dan berkualitas untuk dapat berkembang, baik dari segi sosial maupun kepribadiannya. Anak usia dini cenderung belajar dan memahami melalui interaksi langsung dengan benda konkrit dan lingkungan di sekitarnya. Dalam hal ini, kegiatan edukasi dan lomba kreatif yang berbasis kearifan lokal merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas pada anak. Kegiatan lomba ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan dikemas dalam dua lomba, yakni mewarnai kaligrafi dan menggambar batik. Kegiatan lomba dilaksanakan di TPQ Darul Muttaqin, Dusun Sumbersari, Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang dengan peserta didik pada rentang usia 6-12 tahun. Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan lomba menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu menyalurkan kreativitas dan potensi anak, memberi pemahaman mengenai hak-hak mereka atas kelangsungan hidup yang bebas, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap kearifan lokal kampung halaman, yaitu Batik Sujo.Kata Kunci : edukasi hak-hak anak, lomba kreatif, kearifan lokal, Hari Anak Nasional
“Self-Care, Self-Love”: Upaya Peningkatan Kualitas Diri Remaja SMP Brighton melalui Perawatan Diri Adhissa Qonita; Rahmadianty Gazadinda; Deasyanti Deasyanti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, Sumber Daya Manusia yang kelak berperan di masa tersebut perlu memiliki kualitas diri yang positif. Kelompok usia rentang remaja 12-15 tahun akan berada pada usia produktif di tahun 2045. Oleh karena itu, kualitas diri kelompok remaja tersebut perlu dibangun sejak dini dengan membentuk kepercayaan dan konsep diri yang positif guna menghasilkan individu yang matang di masa depan. SMP Brighton sebagai salah satu penyedia layanan pendidikan bagi remaja memegang peran dalam membentuk individu berkualitas diri positif. Sayangnya, remaja di sekolah tersebut masih sering menghadapi tantangan yang menghambat terciptanya kualitas diri yang positif dikarenakan berbagai hal, seperti pubertas, perubahan hubungan sosial, bahkan isu “generation gap”.Program “Self-Care, Self-Love” hadir untuk membantu remaja di lingkungan SMP Brighton dalam meningkatkan kualitas dirinya melalui pemberian edukasi dan promosi tentang perawatan diri. Program diberikan dalam bentuk aktivitas dan diskusi interaktif. Kegiatan ini dilakukan secara luring selama tiga minggu di sekolah masing-masing dan melibatkan 186 siswa. Tim pengabdi melakukan evaluasi perubahan pemahaman peserta tentang upaya perawatan diri. Temuan dari evaluasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang perawatan diri (t=-8.925; sig. 0.000). Temuan ini mengindikasikan Program “Self-Care, Self-Love” mampu meningkatkan pemahaman tentang perawatan diri dan dapat menjadi modal pembentuk kualitas diri remaja.
Persepsi Sikap dan Kemampuan Mahasiswa Sebagai Peer Educator Remaja di Era Pandemi Ira Nurmala; Muthmainnah Muthmainnah; Imas Elva Khoiriyah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak tahun 2020 pandemi COVID-19 memasuki Indonesia dan sampai saat ini masih belum hilang. Kondisi pandemi memaksa setiap individu untuk membatasi interaksi dapat membawa dampak pada kesehatan fisik maupun mental dan sosial. Remaja merupakan salah satu kelompok rentan yang terdampak terutama pada akses informasi yang mereka terima untuk menjaga kesehatannya. Program Health Educator for Youth (HEY) merupakan program inovatif yang dibentuk untuk menutup gap akses informasi ini melalui peningkatan kapasitas remaja sebagai peer educator. Data dari pelatihan HEY 2018 diketahui bahwa remaja SMA belum mengetahui tugasnya sebagai peer educator dan remaja berharap keterlibatannya tidak hanya untuk event kompetisi seperti lomba duta Kesehatan atau lomba sekolah sehat. Hasil diskusi dengan stakeholders di tahun 2020 mendapatkan hasil bahwa peer educator membutuhkan keahlian tertentu dan hal ini sudah difasilitasi melalui pelatihan HEY di tahun 2020 dengan menunjukkan hasil yang positif. Tantangannya adalah bahwa dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi peer educator membutuhkan sikap yang positif dan kemampuan yang optimal. Tujuan kegiatan adalah engidentifikasi sikap dan kemampuan mahasiswa sebelum diberikan intervensi pelatihan HEY. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara online melalui survey monkey. Total 39 remaja mengisi kuesioner setelah mereka mendaftarkan diri dalam pelatihan HEY. Secara umum hasil menunjukkan bahwa mahasiswa mempunyai minat yang tinggi untuk menjadi peer educator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai sikap yang positif dan persepsi yang baik tentang kemampuan yang mereka miliki sebagai peer educator (komunikasi interpersonal, ketrampilan mikro, konseling praktis). Hal ini menjadi modal utama bagi peer educator untuk menjalankan tugasnya. Pelatihan peer educator perlu mempertimbangkan metode yang telah dilakukan HEY dengan melakukan screening diawal sebelum memberikan materi secara bertahap melalui metode edutainment (modul dan website) dengan berbagai tema yang menyentuh isu kehidupan remaja. Penelitian ini akan dimonitor selama minimal 3 tahun melalui kajian kohort.Keyword : Pendidik Sebaya, HEY, Sikap, Skill, Good Health and Well-being

Page 3 of 16 | Total Record : 158