cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,975 Documents
KOMITMEN NAHDATUL ULAMA TERHADAP ISU PALESTINA: DARI ERA KOLONIAL SAMPAI KONTEMPORER Abel Octavia Suman; Heni Fitrotul Zulhizah; Dea Safitri; Achmad Maftuh Sujana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas komitmen Nahdlatul Ulama (NU) terhadap isu Palestina dari era kolonial hingga era kontemporer. Sejak awal berdirinya pada 1926, NU telah menunjukkan perhatian terhadap perjuangan rakyat Palestina sebagai bagian dari solidaritas keumatan dan kemanusiaan. Sikap NU terhadap Palestina pertama kali tampak secara resmi pada 12 November 1938, ketika Ketua Umum PBNU Mahfudz Shiddiq menyerukan dukungan terhadap rakyat Palestina yang mengalami penindasan oleh Zionisme. Komitmen ini terus berlanjut dan berkembang dalam konteks sosial-politik Indonesia yang dinamis, mulai dari masa Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi. Dalam perspektif NU, negara memiliki kewajiban fakultatif untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan, termasuk dalam merespons isu kemanusiaan global. NU mengedepankan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah, prinsip musawwah (kesetaraan), dan nilai-nilai Hak Asasi Manusia dalam merespons konflik Palestina. Di era kontemporer, NU menyesuaikan strategi perjuangannya dengan konteks global melalui diplomasi, penelitian, kolaborasi lintas organisasi, dan narasi perdamaian berbasis nilai-nilai tradisional. Kajian ini menunjukkan bahwa NU tidak hanya konsisten, tetapi juga adaptif dalam memperjuangkan keadilan bagi Palestina sepanjang sejarahnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan historis, yang bertujuan untuk pemahaman yang komprehensif mengenai komitmen nahdatul ulama mengenai isu-isu palestina dari era kolonial sampai era kontemporer.
KAJIAN HISTORIS: SUMBANGSI DAN GERAKAN SOSIAL MUHAMADIYYAH DI INDONESIA ABAD KE 20 TAHUN 1912 Siti Muinah; Syadila Auliyah Al-Muzakiyah; Hamliyah Syariati; Audrey Febriani Isnanto; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhamadiyyah merupakan salah satu organisasi Islam yang dibentuk pada tanggal 18 November 1912 yang bertempat di Yogyakarta, yang didirikan oleh seorang tokoh ulama yaitu KH. Ahmad Dahlan. Organisasi ini didirikan sebagai suatu jawaban atas perjuangan dan bantahan yang dihadapi kaum Muslim pada abad ke 20 dengan tujuan untuk memurnikan ajaran Islam dengan menghilangkan praktik-praktik yang dianggap tidak sejalan dengan prinsip-prinsip tauhid.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengkaji Bagaimana konteks historis lahirnya Muhammadiyah, dan bagaimana sumbangsih Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan sosial politik di Indonesia. Riset  ini  menggunakan  metode  penelitian  study pustaka sebagai pendekatan utama dalam mengkaji konteks historis dan sumbangsih Muhammadiyah di Indonesia. Metode ini melibatkan pengumpulan dan analisis berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal, artikel, serta dokumen resmi yang relevan dengan topik penelitian. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi kajian historis dan sumbangsih gerakan sosial Muhammadiyah terhadap perkembangan masyarakat Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah memberikan sumbangsih di berbagai bidang: dalam pendidikan dengan mendirikan sekolah, universitas, dan pesantren; di bidang sosial melalui layanan kesehatan, panti asuhan, dan tanggap bencana (MDMC); di sektor ekonomi dengan koperasi, UKM, dan keuangan syariah; serta di politik sebagai kekuatan moral yang mengawal kebijakan tanpa terlibat politik praktis.
Perbandingan Karakteristik Mikrobiologis dan Nutrisi Tempe Kedelai dengan Tempe Biji Durian Ahmad Shahroni; Heri Firnando; Sofi Izati; Thoriq El Fath Zahid
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fermentasi merupakan salah satu proses bioteknologi yang krusial dalam meningkatkan mutu dan kandungan gizi bahan pangan, termasuk tempe. Kajian ini memancarkan perbedaan karakteristik mikrobiologis dan komposisi nutrisi antara tempe berbahan dasar kedelai dan tempe yang dibuat dari biji durian ( Durio zibethinus ), dengan Merujuk pada dua sumber literatur yang relevan. Analisis menunjukkan adanya variasi yang cukup mencolok dalam jumlah dan jenis mikroorganisme yang terlibat selama fermentasi, serta perbedaan signifikan dalam kandungan nutrisi kedua jenis tempe tersebut. Perbedaan ini berkaitan erat dengan komposisi kimia awal bahan baku serta kondisi fermentasi yang diterapkan. Tempe dari biji durian menunjukkan potensi sebagai alternatif sumber protein nabati yang menjanjikan, meskipun tetap diperlukan optimalisasi dalam proses fermentasi untuk meningkatkan kualitas sensorik dan kandungan gizinya agar dapat bersaing dengan tempe kedelai
IBN KHALDUN Ardiyan Syah Abdi Negara; Abidin Latua
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas pemikiran politik Ibn Khaldun, seorang pemikir Muslim abad ke-14 yang dikenal luas sebagai pelopor ilmu sosiologi, sejarah, dan politik Islam. Melalui karya monumentalnya Muqaddimah, Ibn Khaldun menawarkan teori ashabiyah sebagai fondasi kekuasaan politik dan siklus dinasti yang menjelaskan tahapan lahir hingga runtuhnya suatu negara. Ia juga menyoroti pentingnya hubungan antara agama dan negara dalam menjaga stabilitas politik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Ibn Khaldun sangat relevan dalam memahami dinamika kekuasaan dan membangun model kenegaraan yang berkeadilan. Artikel ini mengajak pembaca untuk menempatkan pemikiran Ibn Khaldun sebagai rujukan penting dalam pengembangan filsafat politik Islam kontemporer.
Peran Komunikasi Interpersonal dalam Meningkatkan Efektivitas Pembinaan UMKM di Kota Surabaya Adhitama, Moh. Rifki; Pratama, Novan Putra; Irsyad, Muhammad Rifqi Naufal; Milad, M. Khusnu
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dijalankan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan Kota Surabaya bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha kecil. Penelitian ini mengkaji peran komunikasi interpersonal dalam meningkatkan efektivitas program pengembangan UMKM, dengan fokus pada kredibilitas pendamping, kepercayaan antar pelaku UMKM, dan validitas data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa magang yang terlibat dalam pendampingan UMKM. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif berkontribusi terhadap keberhasilan program. Kredibilitas pendamping meningkatkan penerimaan informasi, sementara kepercayaan pelaku UMKM berperan sebagai mediator efektivitas program. Selain itu, validitas data UMKM menjadi faktor penting dalam memastikan kelancaran pelaksanaan program. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan pelatihan komunikasi bagi pendamping dan penerapan mekanisme verifikasi data yang lebih ketat dalam program pengembangan UMKM.
ANALISIS KRIMINOLOGI TERHADAP KASUS PEMBUNUHAN VINA DAN EKY DI CIREBON Lia Lestiani; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis kasus pembunuhan Vina dan Eky yang terjadi di Cirebon melalui pendekatan kriminologi. Fokus utama adalah untuk mengidentifikasi motif kejahatan dan memahami tindakan pelaku menggunakan teori-teori kriminologi seperti Rational Choice Theory, Strain Theory, Social Control Theory, dan Criminal Personality Theory. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dari sumber media dan dokumen hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan kejahatan tersebut merupakan kombinasi dari faktor lingkungan sosial, tekanan psikologis, lemahnya kontrol sosial, dan perhitungan rasional dari pelaku. Penegakan hukum terhadap kasus ini juga dianalisis dari sisi penerapan KUHP dan proses penyidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih dalam tentang faktor penyebab kejahatan dan perlunya pendekatan multidisipliner dalam penanganan kasus kriminal.
Peran dan Strategi Guru Sekolah Dasar di SD 060856 dalam Pelaksanaan Profesi Kependidikan Maya Alemina Ketaren; Margaret Siagian; Theresia Honey Br. Sinaga; Livia Br Sembiring; Bernadenta Simbolon
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesi kependidikan memiliki peranan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Guru sebagai pendidik profesional tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga berperan dalam membimbing, membentuk karakter, serta mengembangkan potensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan strategi guru sekolah dasar di SD 060856 dalam pelaksanaan profesi kependidikan di era digital saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara kualitatif dengan guru di SD 060856 untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang peran mereka dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SD 060856 memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai motivator, fasilitator, pembimbing karakter, serta agen perubahan sosial di lingkungan sekolah. Guru secara aktif melakukan persiapan pembelajaran dengan menyusun materi, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), memilih metode yang relevan, serta menggunakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai perkembangan teknologi. Selain itu, guru juga berperan penting dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan pembiasaan positif, pendidikan moral, dan penguatan nilai-nilai disiplin, kerja sama, kejujuran, serta tanggung jawab. Strategi yang diterapkan mencakup integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran, pemanfaatan teknologi seperti infocus dan laptop, serta komunikasi aktif dengan orang tua melalui media digital seperti grup WhatsApp. Diskusi internal antar guru dan kolaborasi dengan komite sekolah turut mendukung keberhasilan proses pendidikan di sekolah tersebut. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran, penggunaan media interaktif, dan penguatan kerja sama sekolah dengan orang tua sebagai upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan zaman.
ANALISIS KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR DARI SUDUT PANDANG GURU DI SEKOLAH SMA SWASTA METHODIST 7 MEDAN Elya Siska Aggraini; Dian Sartika; Sobri Sabana; Siti Masni
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang kebijakan Merdeka Belajar dari perspektif guru di SMA Swasta Methodist-7 Medan. Penelitian ini bermaksud memahami pengertian guru mengenai kebijakan itu serta program-program yang kerap diterapkan. Selain daripada itu, penelitian ini juga akan melihat dampak positif serta dampak negatif yang dirasakan oleh guru. Pendekatan kualitatif digunakan dalam metode penelitian dengan teknik pengumpulan data berupa observasi serta studi pustaka. Guru memandang Merdeka Belajar sebagai suatu upaya memberikan fleksibilitas pada pembelajaran, menurut hasil penelitian itu, meski tantangan seperti kurangnya pelatihan serta beban administratif masih menjadi kendala-kendala. Implementasi berfokus terutama pada program seperti Kurikulum Merdeka, Asesmen Nasional, juga Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Peningkatan pada kreativitas guru juga pembelajaran yang lebih relevan bagi siswa termasuk dampak positif, sedangkan kesulitan adaptasi serta beban kerja tambahan termasuk dampak negatif. Penelitian ini menyimpulkan akan perlunya dukungan pelatihan berkelanjutan. Kolaborasi di antara para pemangku kepentingan juga diperlukan untuk mengoptimalkan kebijakan ini
Analisis Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Di Nusa Tenggara Timur (NTT) Wihelmus Asal Brahi Kamis; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelecehan seksual terhadap anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan isu serius yang terus meningkat, dengan data menunjukkan lonjakan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab dan dampak dari pelecehan seksual terhadap anak, serta mengevaluasi upaya perlindungan hukum yang ada. Melalui pengumpulan data kasus dan contoh konkret, penelitian ini menemukan bahwa rendahnya pendidikan seksual, norma sosial yang menekan korban untuk tidak melapor, dan lemahnya penegakan hukum berkontribusi pada meningkatnya kasus pelecehan. Upaya perlindungan yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga terkait, seperti program pendidikan dan pendampingan hukum, menunjukkan adanya kemajuan, meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak- anak di NTT, serta perlunya penegakan hukum yang lebih tegas untuk melindungi hak-hak anak.
KRIMINOLOGI REAKSIONER: SAYAP KANAN, MORALITAS, DAN KRIMINALISASI BUDAYA POP DALAM ERA POST-TRUTH Zul Khaidir Kadir
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kriminologi reaksioner lahir dari logika ketakutan dan era post-truth, di mana hukum pidana dijadikan alat performatif untuk menegakkan moral hegemonik dengan mengkriminalisasi ekspresi budaya yang dianggap mengancam identitas kolektif mayoritas. Sayangnya, ketika hukum pidana digunakan untuk mengkriminalisasi ekspresi budaya yang menyimpang dari norma mayoritas, ia tidak lagi melindungi hak, melainkan menjadi alat eliminasi simbolik yang memperkuat marginalisasi terhadap identitas-identitas alternatif.. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan konseptual (conceptual approach). Metode pengumpulan data dikumpulkan dengan menggunakan studi kepustakaan (library research), lalu dianalisis menggunakan metode kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriminalisasi ekspresi budaya mencerminkan penggunaan hukum pidana sebagai alat ideologis konservatif untuk menertibkan makna, membatasi identitas, dan mempertahankan dominasi politik atas ruang kultural yang seharusnya bebas. Agar relevan dengan keadilan sosial, kriminologi harus menolak menjadi alat kekuasaan yang menjustifikasi eksklusi simbolik, dan sebaliknya tampil sebagai kritik ideologis yang membongkar proses kriminalisasi serta membela keberagaman dalam relasi hukum dan budaya.