cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 106 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2025)" : 106 Documents clear
Menumbuhkan Kepedulian yang Sehat dan Keterampilan Perempuan Dalam Menghadapi Kematian Abasir, Muttorik Alil; Fitriyani, Fitriyani; Hidayat, Febryan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8m4yb585

Abstract

Kematian merupakan suatu ketetapan yang pasti bagi setiap makhluk hidup, termasuk manusia. Seorang muslim yang telah meninggal memiliki hak untuk dirawat sesuai tuntunan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, yakni melalui proses pemulasaran jenazah. Salah satu aspek penting yang berkaitan dengan hubungan antar manusia, bahkan setelah kematian, adalah kewajiban merawat jenazah tersebut. Pemulasaran jenazah seorang muslim menjadi hal yang harus dipenuhi, karena selain merupakan hak bagi yang meninggal, juga menjadi kewajiban kolektif (fardhu kifayah) bagi umat Islam yang masih hidup. Kewajiban ini memiliki nilai ibadah dan pengabdian yang luhur dalam ajaran Islam. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji dampak pelatihan pemulasaran jenazah sesuai syariat di Desa Menuran. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi observasi, wawancara, penyuluhan, serta pelatihan dan pendampingan bagi remaja serta ibu-ibu muslimah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para peserta, terutama remaja dan ibu-ibu muslimah, sangat antusias dalam mengikuti pelatihan. Mereka telah mampu mempraktikkan cara memandikan, mengkafani, serta menyalati jenazah, meskipun praktik penguburan jenazah belum dilakukan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi positif terhadap praktik pemulasaran jenazah di Desa Menuran. Oleh karena itu, disarankan untuk terus mengadakan pelatihan pemulasaran jenazah secara berkala di Desa Menuran untuk memastikan pemahaman yang benar dan praktik yang baik dalam tata cara pemulasaran jenazah sesuai syariat.
Penerapan Pijat Tuina pada Anak Usia 9-12 Bulan di Posyandu Teratai Desa Talikumain Tambusai Nurkhasanah, Siti; Wahyuny, Romy; Janiarli, Masdi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ya5dtb98

Abstract

Pelayanan kebidanan komplementer merupakan bagian dari penerapan pengobatan komplementer dan alternatif dalam pelayanan kebidanan. Pelayanan kebidanan komplementer merupakan pilihan bagi bidan untuk mengurangi intervensi yang berlebihan dan merupakan pendamping dari terapi medis. Namun, sebagian besar terapi ini tidak dianggap bermakna dalam pengobatan konvensional. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan bukti klinis dan informasi yang diterbitkan sehubungan dengan efektivitas pelayanan kebidanan komplementer pada kehamilan, persalinan nifas dan bayi balita. Mayoritas kegiatan rutin di posyandu ada 5 (lima) kegiatan, yaitu Kesehatan lbu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), imunisasi, gizi, dan penanggulangan diare. Masih terdapat beberapa posyandu yang masih berstatus pratama. Di Tambusai, masih ada beberapa posyandu yang berstatus pratama, ini menjadi tantangan bagi kader posyandu untuk meningkatkan strata menjadi madya, purnama atau bahkan mandiri. Salah satu syarat peningkatan strata Posyandu yaitu adanya program tambahan dan dana sehat. Salah satu program tambahan dalam posyandu balita dengan kegiatan kelas pijat dan senam bayi, dan balita, terutama pada anak usia 9-12 bulan dengan pemberian pijat Tuina untuk mengatasi kesulitasn makan pada anak. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan balita dengan pemberian terapi komplementer di posyandu. Kegiatan dilaksanakan dengan metode Edukasi asuhan komplementer yaitu pijat Tuina pada anak usia 9-12 bulan dengan metode ceramah, diskusi dan praktik dilanjutkan pendampingan untuk keberlanjutan program. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada Pelatihan Pada kader posyandu tentang pijat tuina untuk meningkatkan nafsu makan anak usia 9-12 bulan pada fase MPASI. Kata kunci: Pijat Tuina, Anak usia 9-12 bulan
Effectiveness of Microteaching in Improving Basic Life Support Knowledge at SMK Pawiyatan Surabaya Effendy, Lyndia; Yuwono, Natalia; Rachman, Maria Jessica; Darmanto, Arief Gunawan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wjpmzh04

Abstract

Background: Basic Life Support (BLS) skills are vital competencies that are often under-trained among adolescents due to time constraints in education. As an active demographic group, teenagers are vulnerable to emergency situations, making efficient and effective training essential. Objective: To measure the effectiveness of a 10-15 minutes BLS microteaching intervention combined with hands-on practice in improving the knowledge and skills of vocational high school (SMK) students at SMK Pawiyatan Surabaya. Methods: This study used a pretest-posttest design. The intervention was conducted from February 2024 at SMK Pawiyatan Surabaya, involving 147 tenth-grade students from various majors. The session included a 10-15 minutes microteaching module, live demonstrations, and hands-on practice using QCPR manikins. Student knowledge was assessed through questionnaires before and after the intervention. Results: The average knowledge score increased from 58% (pretest) to 85% (posttest), showing a 27% improvement. 78% of participants achieved technical competency in chest compressions according to AHA standards. Conclusion: A 10-15 minutes BLS microteaching session proved effective in enhancing vocational students' knowledge and skills. This approach is recommended for integration into school curricula as an efficient emergency health education strategy.
Peran Teknologi Informasi Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Bagi Masyarakat Miskin Melalui UMKM Roifah, Tri Nadhirotur; Yuana, Anik Gita
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/6t4p6m47

Abstract

Desa Bumiaji Kecamatan Bumiaji Kota Batu memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata, sebagian besar pelaku UMKM dari kelompok masyarakat miskin menghadapi berbagai keterbatasan teknologi. Permasalahan utama yang dihadapi rendahnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan dan pemasaran produk. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk: a) meningkatkan pemahaman masyarakat miskin pemilik UMKM tentang pentingnya teknologi informasi. b) memberikan pelatihan praktis penggunaan TI sederhana seperti penggunaan WhatsApp Bisnis, Instagram, dan marketplace. c) memberikan motivasi dan strategi pemanfaatan TI untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan. Metode kegiatan dirancang secara partisipatif dan aplikatif. Pendekatan dilakukan melalui dua tahapan utama: 1) observasi awal dan pelatihan praktis. Pelatihan TI yang dilaksanakan terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan digital UMKM yaitu: 1) pemahaman media sosial, 2) kemampuan konten digital, 3) pemanfaatan marketplace. Kenaikan skor yang signifikan menjadi indikator keberhasilan pendekatan pelatihan yang terstruktur, aplikatif, dan berbasis kebutuhan lokal. Keberhasilan pelatihan tercermin dalam meningkatnya penggunaan akun media sosial usaha, konsistensi promosi daring, peningkatan jangkauan pasar, dan adopsi marketplace sebagai kanal distribusi. Perlu adanya dukungan dari stakeholder seperti BUMDes, Dinas Koperasi, atau CSR perusahaan untuk menyediakan infrastruktur dasar digital, kolaborasi untuk mendukung pemasaran digital, diintegrasikan dalam program pemberdayaan berkelanjutan seperti Desa Digital, Kampung UMKM, atau Inkubator Bisnis Desa.
Pentingnya Pengetahuan Tentang Kesepakatan Lisan Dalam Sebuah Perjanjian Dibawah Tangan Sitinjak , Imman Yusuf; Rosenta, Ika; Nainggolan, Rosita; Hermes, Christian Daniel; Simbolon, Netty Mewahaty; Gultom, Sariaman; Sitinjak, Humala; Sitinjak, Wahyunita
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/t6a7ph08

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari kesepakatan merupakan hal yang sering dilakukan. Kesepakatan tidak hanya berupa perjumpaan keinginan berhubungan dengan jumpa temu, tetapi juga perjumpaan keinginan seperti bisnis, pinjam meminjam, jual beli, sewa menyewa, maupun masalah utang piutang lainnya. Dilaksanakan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keilmuan yang dapat digunakan dan diterapkan didalam bermasyarakat, serta mengevaluasi masalah-masalah yang terjadi mengenai kesepakatan lisan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah diakhiri dengan sharing tanya jawab untuk memperdalam materi pengabdian. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini dapat memberikan solusi dan pendalaman ilmu tentang hukum bagaimana perlunya ilmu pengetahuan secara umum tentang hukum perjanjian. Pelaksanaan pengabdian ini yang dilakukan memiliki penyelesaian dan berguna bagi para masyarakat untuk menghindari masalah-masalah hukum dan memahami solusi-solusi hukum. Pentingnya mempelajari perjanjian dan kesepakatan lisan untuk membuat masyarakat lebih paham hukum, dan mengantisipasi masalah hukum dan dapat diimplementasikan kepada seluaruh masayarakat sekitar yang dapat menciptakan masyarakat yang teratur, rukun dan jauh dari perilaku pelanggaran di masyarakat.
Pemberdayaan Kampung Budaya Batu Urip melalui Edukasi Permainan Tradisional sebagai Media Penanaman Nilai Karakter Bangsa Ramah Anak Isbandiyah, Isbandiyah; Satinem, Yohana; Felani, Rani Okta; Salsabilla, Krisna Tri; Herlyansah, Reynaldi Bintang; Hakim, Rahman
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/krgytk21

Abstract

Kampung Budaya Batu Urip merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi besar dalam pelestarian nilai-nilai budaya lokal, termasuk permainan tradisional yang sarat akan pesan moral dan karakter bangsa. Namun, perkembangan zaman dan dominasi teknologi digital telah menyebabkan terpinggirkannya permainan tradisional dari kehidupan anak-anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian budaya lokal serta perlunya media edukatif yang mampu menanamkan nilai karakter bangsa sejak usia dini dengan pendekatan yang ramah anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat Kampung Budaya Batu Urip melalui revitalisasi permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang menyenangkan, edukatif, dan bernilai karakter. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi observasi awal, sosialisasi dan pelatihan kepada warga, pendampingan langsung pada kegiatan permainan tradisional, serta evaluasi partisipatif bersama warga dan anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya anak-anak dan orang tua, menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan. Permainan tradisional yang diperkenalkan mampu menjadi sarana interaksi antargenerasi, menumbuhkan nilai gotong royong, sportivitas, tanggung jawab, serta cinta terhadap budaya lokal. Kegiatan ini berhasil membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya sekaligus menciptakan ruang edukasi yang aman, inklusif, dan ramah anak di lingkungan Kampung Budaya Batu Urip.
Efektivitas Promosi Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Menstruasi Pada Siswa MA AL-Hananiyah Kelas X dan XI Syarifah, Afro Makiatus; Ibtihal, Naufal Dzaki; Widarti, Wida Denok; Lestari, Fitri; Hardianti, Eva
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wt8e7z10

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting yang perlu dipahami oleh remaja, khususnya dalam hal manajemen kebersihan saat menstruasi. Kurangnya pengetahuan dan praktik kebersihanyang baik dapat meningkatkan risiko infeksi dan berdampak pada kesejahteraan fisik maupun psikologis remaja putri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswi MA Al-Hananniah Pontianak Utara tentang kebersihan organ reproduksi melalui penyuluhan bertajuk“Kelas Inspirasi Reproduksi”. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif, meliputi ceramah interaktif, pemutaran video edukatif, dan pembagian KIT Reproduksi Sehat. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest terhadap 10 responden. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap berbagai aspek kesehatan reproduksi, seperti arah pembersihan organ intim, frekuensi penggantian pembalut, penanganan nyeri haid,serta gejala fisik dan emosional pubertas. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri, dan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutanuntuk mendukung tumbuh kembang remaja yang sehat dan sadar reproduksi.
Pemanfaatan Singkong Dalam Pembuatan Sushi Untuk Panganan Penderita Diabetes Emawati, Emma; Rachmawati, Winasih; Nurfitria, Rizki Siti; Zein, Fauzan; Anggriani, Ani
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xg4jz225

Abstract

Dabetes Militus (DM) disebut sebagai penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Hal ini karena gula tidak dapat dipakai oleh tubuh. Juga karenna pola hidup masyarakat yang tidak sehat mulai dari pola konsumsi yang serba instan, kurang aktivitas fisik dan life style yang buruk. Pada prinsipnya penderita DM harus melakukan pengaturan pada pola makannya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan jumlah kalori dan zat gizi yang dibutuhkan, jenis bahan makanan serta keteraturan jadwal makan. Penatalaksanaan diabetes melitus selain dengan menggunakan obat dapat dilakukan dengan cara diet makanan, edukasi dan olahraga. Sebagai upaya untuk mencegah peningkatan prevalensi diabetes melitus pengaturan diet menjadi salah satu cara yang efektif untuk mencegah kenaikan kadar glukosa darah dan menurunkan kadar glukosa darah. Salah satu makanan yang mengandung kadar karbohidrat rendah adalah makanan berbahan dasar singkong. Melalui ketua PKK Karini di RW 05 Kelurahan Cicaheum diinformasikan bahwa cukup banyak penduduk yang mengidap penyakit Diabetes sehingga wilayah tersebut memerlukan beberapa pencerahan terkait penyakit diabetes apa penyebab dan bagaimana pencegahannya. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan keterampilan Kader dan masyarakat terkait Pemanfaatan singkong dalam pembuatan sushi untuk penderita DM. Post test dan pretest sebelum dan sesudah kegiatan kemudian diberi pelatihan membuat makanan cemilan berupa shushi berbahan dasar singkong. Hasil pengukuran Tingkat pengetahuan masyarakat terekait penyakit DM sebelum dilakukan penyuluhan sebesar 4,16% dan sesudah penyuluhan meningkat menjadi 62,50%, Hal ini menunjukan adanya perubahan yang signifikan. Dan Masyarakat terampil dalam membuat shushi singkong.  
Pemberian Aromaterapi Ginger Oil pada Pasien Kanker dengan Masalah Keperawatan Nausea Putri, Fadlun Apsari; Kharisna, Dendy; Putra, Ifon Disposwana; SS, Tison
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1nx61v46

Abstract

Pasien kanker cenderung mengalami permasalahan berupa mual dan muntah. Oleh karena itu, perlu diberikan penanganan untuk mengatasi keluhan mual dan muntah termasuk dengan menggunakan terapi komplementer. Salah satu terapi yang dapat digunakan yaitu aromaterapi. Aromaterapi dengan ekstrak ginger oil dapat memberikan dampak yang menenangkan dan menyejukkan bagi tubuh kita. Ginger oil mengandung zat seperti zingiber dan zingiberol yang memiliki sifat antiemetik dan membantu menghentikan mual dan muntah pasca melakukan kemoterapi. Tujuan untuk penerapan pemberian aromaterapi ginger oil pada pasien kanker dengan masalah keperawatan nausea di Ruangan Dahlia RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pelaksanaan Evidence Based Practice Nursing (EBN) yang dilakukan adalah pemberian aromaterapi ginger oil pada pasien dengan masalah keperawatan nausea di Ruangan Dahlia RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dilakukan selama 3 hari, dengan frekuensi 1x/hari pada sore hari menggunakan diffuser yang memudahkan pasien dalam menghirup. Pelaksanaan EBN ini dilakukan pada 2 pasien di ruangan dahlia menggunakan lembar observasi. Hasil penerapan menunjukkan pada kedua pasien terjadi perubahan meliputi manajemen mual, didapatkan mual muntah sudah mulai berkurang, pasien lebih rileks dan lebih nyaman setelah diberi aromaterapi ginger oil, skala pasien satu yakni 30 mm (kategori ringan) skala pasien kedua 20 mm (kategori ringan). Pemberian aromaterapi ginger oil dikolaborasikan dengan pemberian ondansentron. Direkomendasikan kepada perawat untuk mengintegrasikan aromaterapi ginger oil sebagai bagian dari tindakan mandiri keperawatan, serta kepada pasien untuk menggunakannya sebagai salah satu upaya menurunkan keluhan mual yang dialami.
Sosialisasi Penerapan Deep Back Massage Untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Pada Ibu Hamil TM III Juliarti, Widya; Megasari, Kiki
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/21ch0n57

Abstract

Nyeri persalinan merupakan sumber dari ketidaknyamanan saat melahirkan, menghasilkan rasa sakit yang melebihi ketahanan fisik ibu bersalin. Data persalinan di Indonesia menunjukkan 15% ibu bersalin mengalami komplikasi persalinan dan 21% persalinan merupakan persalinan menyakitkan karena merasakan nyeri yang sangat, 64% ibu bersalin tidak memperoleh informasi tentang persiapan yang wajib dilakukan guna mengurangi nyeri pada persalinan. Deep back massage merupakan salah satu metode pengendalian nyeri pada persalinan, berupa pijatan lembut atau massage untuk membantu ibu hamil merasa lebih lebih rileks selama persalinan. Keterlibatan keluarga terutama suami dalam persiapan persalinan dari awal kehamilan, dapat membantu meringankan ibu dalam persiapan persalinan. Belum semua bidan menerapkan deep back massage sebagai terapi nyeri persalinan. Tujuan pengabdian yaitu melakukan sosialisasi penerapan deep back massage sebagai terapi mengatasi nyeri saat persalinan kepada suami atau pendamping persalinan. Metode yang digunakan adalah peyuluhan dan pelatihan kepada pendamping persalinan tentang penerapan deep back massage, kegiatan diikuti oleh 13 orang pendamping persalinan di PMB Dince Syafrina Pekanbaru. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pendamping persalinan dilihat dari nilai pre test dan post test. Diharapkan bidan dapat menerapkan massage ini sebagai terapi mengatasi nyeri persalinan. Diharapkan bagi pelaksana pengabdian masyarakat selanjutnya dapat memperkenalkan metode ini ke tenaga kesehatan lainnya dan masyarakat dengan mengkombinasikan metode non farmakologi lainnya sehingga manfaat yang diperoleh dari pengabdian masyarakat selanjutnya dapat lebih menambah pengetahuan dan mengatasi keluhan bagi ibu hamil khususnya.

Page 8 of 11 | Total Record : 106