cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 228 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2025)" : 228 Documents clear
Gerakan Anti Bullying untuk Meningkatkan Pengetahuan Kognitif Bullying pada Siswa Sekolah Menengah Atas Aisyah, Popy Siti; Hikmat, Rohman; Maharani , Herdiana Aisya
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/078j5r40

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan serius di lingkungan sekolah yang berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, akademik, dan sosial siswa. Rendahnya pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan strategi pencegahan bullying sering kali menyebabkan perilaku ini dianggap wajar sehingga diperlukan intervensi edukatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kognitif siswa Sekolah Menengah Atas melalui Gerakan Anti Bullying. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dengan melibatkan 60 siswa kelas X dan XI. Instrumen berupa kuesioner berisi 20 butir pertanyaan yang diadministrasikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Program edukasi dilaksanakan selama dua sesi dengan total durasi 180 menit melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, simulasi peran, serta pembentukan duta anti bullying. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 62,5% menjadi 83,7% setelah intervensi, dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek bentuk bullying (27%), sedangkan peningkatan terendah pada strategi pencegahan (14%). Simpulan dari kegiatan ini adalah gerakan anti bullying efektif dalam meningkatkan pengetahuan kognitif siswa mengenai perundungan. Implikasi kegiatan ini menekankan pentingnya integrasi program anti bullying ke dalam kegiatan rutin sekolah, sedangkan rekomendasi diarahkan pada pendampingan berkelanjutan dan perluasan program ke sekolah lain.
Penguatan Kapasitas Guru PAUD Melalui Risk-Aware Playmaker Training dalam Pengembangan Media Digital Mitigasi Bencana Utama, Windi; Arwansyah, Yanuar Bagas; Wibowo, Bayu Ananto; Wardani, Hervina Kusuma; Yanti, Mellysa Putri Dwi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n519mz15

Abstract

Kabupaten Bantul merupakan wilayah rawan bencana, seperti gempa bumi, tsunami, banjir rob, abrasi pantai, dan angin kencang. Namun, kesadaran kebencanaan di tingkat anak usia dini masih rendah, terutama karena terbatasnya pengetahuan pendidik PAUD dalam mengintegrasikan mitigasi bencana ke dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidik PAUD melalui Risk-Aware Playmaker Training, yang berfokus pada pelatihan pedagogi dan pengembangan media digital mitigasi bencana untuk anak usia dini. Metode pelaksanaan meliputi empat tahap, yaitu: (1) kunjungan kemitraan dan Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali kebutuhan sekolah; (2) lokakarya pedagogi serta penyusunan peta konsep pembelajaran mitigasi bencana; (3) pelatihan pengembangan media digital interaktif, seperti aplikasi edukatif, video pendek, dan animasi berbasis mitigasi bencana; serta (4) pendampingan, monitoring, dan evaluasi implementasi pembelajaran di kelas. Hasil program menunjukkan bahwa guru PAUD memperoleh peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam merancang serta mengintegrasikan materi mitigasi bencana melalui pendekatan bermain yang sesuai dengan karakteristik anak. Anak-anak juga mulai mengenali tanda-tanda bencana, rute evakuasi, dan peran profesi penyelamat secara menyenangkan tanpa rasa takut. Selain meningkatkan kapasitas guru, program ini turut mendorong terbentuknya jejaring antar-PAUD untuk berbagi praktik baik serta menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan lokal terkait pendidikan tanggap bencana. Dengan demikian, Risk-Aware Playmaker Training mampu menjadi solusi berkelanjutan untuk menumbuhkan budaya kesiapsiagaan bencana sejak usia dini.
Empowering Communities To Outsmart Stroke: Strengthening Coping Skills Through The Cerdik Movement And Cadre Leadership Ismoyowati, Tri Wahyuni; Sohilait, Hana Priscilla Frudence
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zertxe13

Abstract

Stroke is a leading cause of disability and death among the elderly. Risk factors such as hypertension, diabetes, high cholesterol, and chronic stress are often not optimally managed due to a lack of knowledge and adaptive coping strategies among the elderly and their families. This community service activity aimed to enhance the coping management capacity of the elderly and their families in dealing with stroke risk factors through an educational approach based on the CERDIK program (Regular health check-ups, Eliminate smoking, Routine physical activity, Balanced diet and nutrition, Adequate rest, and Stress management). The implementation methods included situation analysis, interactive counseling, coping skills training, mentoring, and pre- and post-intervention evaluation. The results showed a significant improvement in knowledge, health behavior changes, and adaptive coping abilities among the elderly and their families. This intervention proved effective in a community setting and is considered feasible for replication as a primary stroke prevention effort. The community service outcomes revealed that prior to the education, most community members had a moderate level of stroke prevention awareness (46.7%), and some had poor prevention practices. After the educational intervention, there was a notable increase, with the majority demonstrating good prevention practices (60%) and none remaining in the poor category. Post-intervention, a significant increase in stroke prevention awareness and understanding of the CERDIK principles was observed among participants. This intervention is recommended for integration into Puskesmas (community health center) and elderly Posyandu (integrated health posts) programs..  
Education And Rapid Response To Choking In Adults: Enhancing Community Awareness And Skills Sohilait, Hana Priscilla Frudence; Ismoyowati, Tri Wahyuni
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c0axgr30

Abstract

Choking is a medical emergency caused by an obstruction of the airway due to food, liquids, or foreign objects, which can lead to serious complications such as hypoxia, brain damage, and even death. Elderly particularly those with swallowing disorders resulting from degenerative diseases, are at high risk of choking. The objective of this choking management training program is to raise awareness, provide education, and equip the community with first aid skills to reduce the risk of injury and death caused by choking. The benefits include increased public knowledge, improved preparedness among healthcare workers, and the strengthened role of educational institutions in first aid training. The implementation methods included analysis, interactive health education, choking response training, mentoring, and pre- and post-intervention evaluations. The results showed a significant increase in participants’ knowledge and skills in managing choking incidents in adults. This intervention proved to be effective in a community setting and is considered replicable as a strategy to improve community capabilities in handling choking emergencies. The community service outcomes revealed that before the intervention, 43.3% of participants had only moderate knowledge of choking management, and some had poor understanding. After the intervention, there was a marked improvement, with 66.7% of participants demonstrating good skills, and none remaining in the poor category. This intervention is recommended for integration into Puskesmas (community health center) and elderly Posyandu (integrated health posts) programs.
Edukasi Moral untuk Pensegahan Pergaulan Bebas pada Remaja di Desa Mekar Jaya Wati, Evi Sulistia; Nayla, Sukma; Widia, Widia; Ilham, Ilham; Pebrianti, Pebrianti; Shahwa, Qamariah; Sakri, Muhammad; Ahmad, Awaluddin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pz9z6v08

Abstract

Pergaulan bebas merupakan bentuk hubungan sosial di kalangan remaja yang melewati batas norma agama, budaya, maupun sosial, sehingga memunculkan perilaku yang menyimpang dari nilai moral serta berisiko mengganggu masa depan remaja. Keterbatasan informasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi menyebabkan remaja lebih mudah terpengaruh oleh pergaulan yang tidak sehat. Temuan penelitian terkini mengungkapkan bahwa strategi edukasi yang berlandaskan nilai agama dan moral dapat secara efektif mengurangi perilaku pergaulan bebas. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan KKN Kelompok 3 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang bahaya pergaulan bebas, terbentuknya sikap, perilaku, pergaulan yang lebih positif dan berkurangnya perilaku menyimpang di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Balai Desa Mekar Jaya pada tanggal 06 juli 2025. Peserta atau subjek dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa MTS, MA/SMK yang berjumlah 23 orang. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan teknik seminar dan tanya jawab. Untuk menghindari terjadinya pergaulan bebas ini, dapat dilakukan sosialisasi kepada remaja desa Mekar Jaya terkait buruknya dampak pergaulan bebas. Sosialisasi dapat dilakukan melalui pemberian edukasi kepada remaja maupun dengan pendekatan personal secara langsung. Pendekatan personal ini terbukti memberi dampak positif dalam menekan tingginya kasus pergaulan bebas yang banyak terjadi pada masa kini.
Pendampingan e-Smart Early Warning untuk Peringatan Dini Banjir di Wisata Desa Karangsalam Lor Hermanto, Nandang; Subarkah, Pungkas; Riandini, Dini; Septiana Putri, Refida; Khofiyah, Salma Ngarifatul; Kusuma, Bagus Adhi; Arsi, Primandani
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/0yyt8272

Abstract

The Juneng Mijil Community Self-Help Group (KSM) in Karangsalam Lor Village, Baturraden District, Banyumas Regency is a village tourism manager, one of which is Juneng Waterfall. The problem with the partners is that there is no technology used for early flood warning at the Juneng Waterfall and Twin Waterfall tourist sites, as well as low community literacy regarding early flood management. This activity aims to optimize the use of Android-based information technology and the Internet of Things (IoT) applied at Juneng Waterfall and Kembar Waterfall, through KSM Juneng Mijil in Karangsalam Lor Village. The implementation methods in this community service include the Pre-Implementation Stage, Implementation Stage, and Evaluation Stage. The results of the activity showed high enthusiasm among participants, as well as an increase in understanding and knowledge regarding the benefits, usage, and maintenance of the Internet of Things (IoT) and Android. This activity is important in the utilization of technology, particularly in optimal and safe flood warning systems for the community.
Pemberdayaan Pregnant and Postpartum Family Dalam Management ASI dan Harvesting Colostrum Agustia, Dilma'aarij; Lubis, Dita Anggriani; Avrilianda, Devi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hxpfzq47

Abstract

Menyusui menjadi salah satu tantangan ibu nifas yang membutuhkan banyak perhatian. Keberhasilan menyusui dipengaruhi oleh faktor fisiologis, psikologi, sosial dan emosional. Data menunjukkan bahwa angka cakupan ASI eksklusif masih rendah, sebagian besar ibu mengalami kendala teknis maupun psikologis dalam proses menyusui. Permasalahan yang sering ditemui meliputi pelekatan yang tidak tepat, nyeri pada puting, anggapan ASI tidak cukup, hingga kurangnya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Upaya untuk meningkatkan keberhasilan menyusui perlu dimulai sejak masa kehamilan. Edukasi pada trimester ketiga kehamilan terbukti efektif dalam mempersiapkan ibu menghadapi proses menyusui dan meminimalisir masalah yang sering timbul pada periode menyusui. Metode pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk pendidikan masyarakat, tim melakukan penyuluhan edukasi dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kesadaran ibu hamil, ibu nifas dan juga keluarga dalam mempersiapkan menyusui. Metode ini dikombinasikan dengan menggunakan leaflet yang digunakan untuk menyampaikan materi tentang management ASI. Hasil Pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa peserta memahami materi edukasi yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat, hasil pretest menunjukkan nilai rendah sebanyak 7% dan nilai tinggi sebanyak 3%. Berbeda dengan hasil posttest dimana semua peserta memiliki nilai tinggi sebanyak 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya edukasi mengenai management ASI tidak hanya kepada ibu nifas, namun juga ibu hamil dan juga keluarga dengan menggunakan media edukasi leaflet. Pengetahuan dan skills yang bagus akan memberdayakan ibu dan keluarga untuk bisa menangani permasalahan menyusui.
Pelatihan Strategi Penggalian Ide untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Deskriptif Siswa EFL di SMA Muhammadiyah Cileungsi Arifin, Syaadiah; Ilyas, Hamzah Puadi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8gaz1z37

Abstract

Menulis merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Inggris, namun siswa EFL sering menghadapi kendala dalam mengorganisasi ide dan menyusun teks yang terstruktur. Pengabdian ini bertujuan mengkaji efektivitas strategi mind mapping dan pertanyaan WH (WH-Q) dalam meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskriptif siswa EFL dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Kegiatan melibatkan 29 siswa kelas X SMA Muhammadiyah Cileungsi melalui dua sesi daring via Zoom, didukung Google Classroom dan WhatsApp Group. Data diperoleh dari kuesioner pra–pasca serta tugas menulis, lalu dianalisis menggunakan rubrik berbasis genre. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek organisasi ide (+1.0), tata bahasa (+1.2), kosakata (+1.2), dan struktur teks (+1.2). Panjang tulisan siswa bertambah dari rata-rata 3–4 kalimat (±45 kata) menjadi 7–9 kalimat (±95 kata). Analisis kualitatif mengungkap bahwa siswa merasa lebih termotivasi menulis karena strategi ini membantu menggali ide sekaligus mengurangi kecemasan. Kendala utama mencakup keterbatasan perangkat, koneksi internet yang tidak stabil, dan durasi pelatihan yang singkat. Temuan ini menyarankan bahwa strategi mind mapping dan WH-Q dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran reguler Kurikulum Merdeka guna mendukung pengembangan literasi, berpikir kritis, dan kreativitas siswa.
PKM Pengembangan Keterampilan Literasi Kelas Awal Melalui Pelatihan Media Literasi Guru Sekolah Dasar di Desa Tumpang Talun Blitar Miftahusyai'an, Mohammad; Lestantyo, Prayudi; Faslah, Romi; Nuzulia, Nuril; Handayani, Tuti; Marudin, Marudin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aebh3s02

Abstract

Literasi menjadi salah satu kecakapan abad 21 yang harus diedukasi kepada siswa sejak dini. Tanpa penguasaan literasi yang baik maka akan menghambat proses pembelajaran siswa di tahap selanjutnya(Ibda & Rahmadi, 2018). Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta tentang macam-macam media literasi untuk kelas awal dan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada peserta untuk mengembangkan media literasi yang dapat dimanfaatkan di kelas awal. Pelatihan ini menggunakan metode service learning. Adapun yang menjadi sasaran dalam pelatihan adalah guru-guru kelas awal yang ada di sekolah dasar di desa Tumpang Talun Blitar. Pelatihan ini dilakukan dalam dua tahap yaitu persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan mempersiapkan bahan dan alat, tahap pelaksanaan membuat alat media literasi, presentasi dan demonstrasi baik secara mandiri maupun berkelompok. Dalam pelatihan, peserta akan dibantu mulai dari merancang pembuatan media sampai cara penggunaannya. Evaluasi dari kegiatan pengabdian yang dilakukan nantinya adalah simulasi media literasi media tulis, media brainstorming worship, media kotak elkonin, media fonologis. Kegiatan kemitraan PKM ini diperlukan keberlanjutan yang tidak hanya sebatas pada literasi kelas  bawah. Diperlukan pula pelatihan literasi pada kelas atas, literasi digital ataupun literasi lainnya sehingga ke depan sekolah dapat menjadi salah  satu sekolah yang unggul dalam literasi.
Pendampingan Kompetensi Transformasi Digital Perangkat Desa Pesisir Kabupaten Bulukumba Sampetoding, Eliyah Acantha Manapa; Alpiani, Alpiani; Wynnie, Illuminata; Ramadhan, Muhammad Zoel; Sianipar, Kelvin Leonardo; Amiruddin, Muh. Adnan Putra; Hendra, Muhammad Ilham Syahfithrah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/a68ka906

Abstract

Kabupaten Bulukumba merupakan daerah pesisir dengan garis pantai yang cukup panjang. Kementerian Desa PDTT telah menetapkan 20 desa di wilayah ini sebagai lokus Desa Cerdas, salah satunya Desa Gunturu. Program Desa Cerdas menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pembangunan desa. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk SiBulu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi transformasi digital perangkat Desa Gunturu dengan melibatkan mitra BUMDes Passiturukan. PkM SiBulu berkontribusi pada agenda Asta Cita “Membangun dari desa dan dari bawah” dalam mendorong pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas SDM yang sejalan dengan SDGs. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan lima tahap berbasis metode Design-Science Research di bidang Sistem Informasi. Hasil pelaksanaan mendapatkan tanggapan positif dari mitra, dan diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut serta diperluas pada tahun mendatang.

Page 5 of 23 | Total Record : 228