cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 608 Documents
Empowering Rural Educators through Independent Curriculum for Sustainable Learning Nurmalasari, Neneng; Masitoh, Imas; Nurwahidah, Ina
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/nrb4hb13

Abstract

Pendidikan yang bermutu merupakan landasan utama dalam mendorong kemajuan masyarakat. Dalam konteks ini, penerapan Kurikulum Merdeka di Desa Cintakarya dipandang sebagai strategi penting untuk mewujudkan tujuan tersebut. Meskipun demikian, proses implementasi kurikulum ini masih menghadapi berbagai kendala, khususnya rendahnya pemahaman guru terhadap konsep dan prinsip dasar Kurikulum Merdeka. Untuk mengatasi persoalan ini, diselenggarakan sebuah seminar sebagai ruang kolaboratif bagi para guru dalam mengidentifikasi tantangan serta merumuskan solusi yang inovatif. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, dan aksi perbaikan. Hasil dari pelaksanaan seminar menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terkait Kurikulum Merdeka, serta terciptanya sinergi positif antarguru dari berbagai jenjang pendidikan. Selain itu, terdapat dorongan baru bagi para guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual. Sebagai bentuk tindak lanjut, program ini juga mengadakan kegiatan tambahan seperti lomba desa dan pelatihan edukasi ecoprint, yang turut memperkuat nilai-nilai pendidikan di lingkungan masyarakat. Guna mendukung keberlanjutan dampak positif ini, pelatihan dan pendampingan secara berkala bagi guru sangat diperlukan, sehingga penerapan Kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih optimal dan menciptakan ekosistem belajar yang progresif di desa.
Penguatan Peran Galeri Investasi Dalam Meningkatkan Literasi Tentang Nilai Ekonomi Karbon Dan Aktivitas Pasar Karbon di Solo Raya Muryanto, Yudho Taruno; Sudarwanto, Albertus Sentot; Sulistiyono, Adi; Kharisma, Dona Budi; Tuhana, Tuhana; Cahyaningsih, Diana Tantri; Suryono, Arief; Saptanti, Noor
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/phze0j52

Abstract

Kompleksitas permasalahan dalam penanganan perubahan iklim telah menuntut adanya inovasi dalam sistem penurunan emisi gas rumah kaca. Kesadaran untuk menyelesaikan permasalahan tersebut ditandai dengan Paris Agreement yang menjadi seruan bagi seluruh negara agar dapat berkontribusi dalam menjaga batas pencemaran lingkungan dan menunjukkan komitmennya untuk  memperbaiki kualitas lingkungan hidup. Implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan menjadi landasan bagi pemberlakuan bursa karbon sebagai salah satu sarana untuk mencapai Net Zero Emision di Indonesia. Permasalahan muncul ketika aktivitas ini belum sepenuhnya dapat berjalan dengan optimal karena minimnya jumlah korporasi yang terlibat langsung dalam perdagangan karbon di Bursa Efek Indonesia. Pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan preskriptif, pragmatis, persuasif dan evaluatif untuk memperkuat peran Galeri Investasi dalam mensosialisasikan bursa karbon kepada pelaku Industri yang ada di wilayah Solo Raya. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada perwakilan PT. Konimex serta menganalisis potensi keuntungan dari aktivitas industri tersebut dalam bursa karbon. Hasil observasi dalam proses pengabdian menunjukkan bahwa PT. Konimex telah memiliki pedoman komitmen pencapaian PROPER Biru dalam proses produksi yang dilakukan dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan. Kendati demikian, belum ada agenda untuk terjun dalam bursa karbon. Dari hasil sosialisasi yang dilakukan oleh IDX Carbon, telah terlihat peluang dan strategi yang perlu dipertimbangkan oleh PT. Konimex untuk dapat ikut serta dalam perdagangan karbon di Indonesia. Pendekatan dan agenda serupa perlu terus dilakukan terhadap industri-industri skala nasional yang ada di Solo Raya.  
PKM : Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Untuk Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin Fitri, Rahmi Pramulia; Ningsih, Kursiah Warti; Aryantiningsih, Dwi Sapta; Suryani, Suryani; Asnel, Roza; Parlin, Winda; Cahyani, Mailiza; Saputra, Rahmat; Ningsih, T Hartian Silawati; Harmain, Harmain
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/14w2d748

Abstract

Pemeriksaan kesehatan rutin berfungsi sebagai langkah pencegahan yang efektif dalam mendeteksi penyakit sejak dini. Banyak penyakit, seperti diabetes, hipertensi, dan berbagai jenis kanker, sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala dapat membantu mendeteksi kondisi ini sebelum berkembang menjadi lebih serius. Menurut data dari World Health Organization (WHO), deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mengurangi angka kematian akibat penyakit kronis.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta Masyarakat untuk melakukan pemeriksaan Kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kepau Jaya dari Bulan februari sampai Maret 2025. Hasil kegiatan pemberdayaan ini menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan peningkatan kesadaran, partisipasi, dan akses informasi kesehatan, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka. Kegiatan ini juga membuka jalan untuk program-program kesehatan yang lebih berkelanjutan di masa depan.  
Green Land: Strategi Penghijauan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di RW 2 Jl. Bintara, Kota Pekanbaru Suryani, Suryani; Ningsih, Kursiah Warti; Nabila, T. Septi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yaw9cd28

Abstract

Degradasi lingkungan akibat pesatnya pembangunan kota, dan berkurangnya ruang terbuka hijau di wilayah seperti Pekanbaru menunjukkan pentingnya inisiatif lingkungan yang berbasis pada partisipasi masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Program GREEN LAND (Gerakan Lingkungan Hijau Mandiri) dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan hijau yang berkelanjutan. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kesadaran ekologis serta keterampilan warga melalui metode demonstrasi partisipatif. Kegiatan dilakukan di RW 2, Jl. Bintara, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kota Pekanbaru, dengan melibatkan masyarakat dalam aksi penanaman pohon secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif dari masyarakat dan keberhasilan penanaman 40 pohon yang sesuai dengan karakteristik lingkungan setempat. Inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan fisik, penguatan dan mempererat ikatan sosial warga. Meskipun masih terdapat keterbatasan dalam aspek perawatan pascatanam, program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui dukungan kelompok masyarakat dan kolaborasi multipihak. GREEN LAND sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan menjadi contoh nyata praktik pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.
Repro-Care: Membangun Remaja Sehat melalui Edukasi Interaktif dan Penguatan Fasilitas Peduli Kesehatan Reproduksi Remaja Di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kubu Raya Hidayah, Hidayah; Nurhaliza, Shiva; Budistira, Putra; Agustin, Anggi; Haliza, Umi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/gfqc5682

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi, seperti kurangnya pengetahuan, sikap permisif terhadap perilaku seksual berisiko, dan minimnya akses informasi yang benar. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang kesehatan reproduksi melalui pendekatan edukasi interaktif serta penguatan fasilitas peduli kesehatan reproduksi remaja di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 3 Sungai Raya dengan sasaran siswa kelas VIII. Metode kegiatan mencakup pemberian edukasi interaktif melalui video, diskusi kelompok, tanya jawab, kampnye toilet bersih serta simulasi berbagai cara mengatasi masalah kesehatan reproduksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai menjaga kebersihan organ intim wanita dan pria, menstruasi sehat dan tanda bahayanya, hubungan menstruasi dan keputihan, ciri-ciri keputihan fisiologis vs patologis, mengatasi disminore dan keputihan, cara bicara kepada orang tua/guru jika ada keluhan, mitos dan fakta seputar kesehatan reproduksi, menggunakan pembalut dengan benar, mencuci tangan, dan  cara mencuci celana dalam. Partisipasi aktif siswa dan dukungan pihak sekolah menjadi faktor kunci keberhasilan program. Respon positif dari siswa menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan penyediaan fasilitas ramah remaja efektif dalam membentuk perilaku sehat. Program ini dapat menjadi model pengembangan pendidikan kesehatan reproduksi yang berkelanjutan di tingkat sekolah menengah pertama.
Transformasi Kesadaran Keluarga Terhadap Bahaya Pinjaman Online Melalui Pendampingan Psikologis dan Penguatan Nilai Akhlakul Karimah Rohimah, Siti; Sulistyowati, Sulistyowati; Bari, Muhammad Umar Al; Muharom, Faqihudin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/nzxa7589

Abstract

Al-Ghazali. (2005). Ihya' Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. An-Nawawi, Imam. (1996). Riyadhus Shalihin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani. Anwar, R. & Sari, L. (2024). Penyuluhan Hukum Tentang Waspada Terhadap Pinjaman Online Ilegal. Jurnal NJPC, 4(1), 45-60. Diakses dari https://jurnal.penerbitdaarulhuda.my.id. Azhar (2024). Pinjaman Online (Pinjol) Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Islam dan Hukum Positif. Misykat Al-Anwar Jurnal Kajian Islam Dan Masyarakat. Volume 07 NO 2, 2024. http://ejurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/PENGABDIAN_IPTEKS/article/view/2150. Hastuti D. et al. (2022). Peran Orang Tua dalam Edukasi Keuangan Anak: Studi Kasus Pinjaman Online. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, vol.9. No. 2, 2022. Hasan, R. (2020). "Dampak Ekonomi Pinjaman Online terhadap Masyarakat". Jurnal Ekonomi Digital, 5(2), 45-60. Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it's here to stay. Corwin Press. Kusumaningrum R (2022). Edukasi Keuangan Keluarga: Peran Orang Tua dalam Menghadapi Pinjaman Online. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol.12, No. 1, 2022. Nurick, R., & Apgar, M. (2015). Participatory action research: Guide for facilitators: WorldFish. Prasetyo, D. & Wijaya, F. (2024). Analisis Dampak Risiko Pinjaman Online terhadap Mahasiswa. Jurnal SIMASI, 6(2), 78-95. Diakses dari https://simasi.lppmbinabangsa.id. Rahmawati, T. (2024). Literasi Keuangan Digital: Bahaya dan Dampak Pinjaman Online Ilegal Bagi Mahasiswa. Jurnal AKM, 5(3), 112-130. Diakses dari https://ejournal.stebisigm.ac.id Sari, T. & Nugroho, B. (2019). "Perilaku Konsumtif dan Pengaruh Pinjaman Online". Jurnal Keuangan dan Perbankan, 7(1), 112-130. Stringer, D. P. (2015). Mediating Digital Participation: Stanford University. Storvang, P., Clarke, A. H., & Mortensen, B. (2024). Workshops as a Research Method. Collaborative Research Design, 121. Sutrisno, H. & Lestari, P. (2024). Sosialisasi Pemahaman Literasi Keuangan Syariah pada Masyarakat terhadap Bahaya Pinjaman Online. Jurnal Aikom, 7(1), 25-40. Diakses dari https://jurnal.ilkom.web.id. Wahyuni S. (2022). Pengaruh Pendampingan dengan Akhlak Mulia terhadap Perilaku Sosial Anak. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, Vol. 11, No. 1, 2022. Yuniarti, M. & Haris, T. (2024). Dampak Pinjaman Online pada Mahasiswa UYM. Jurnal JEDBUS, 3(2), 88-105. Diakses dari https://jurnal.uym.ac.id. Yusuf Qardhawi. (1997). Halal dan Haram dalam Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Gerakan Sehat Desa Babakan:Edukasi Gizi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Kosim, Rijal Muhamad; Mutaqien, Itmam; Nuryamujiatun, Nuryamujiatun
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/75nr6406

Abstract

Kesehatan masyarakat pedesaan seringkali terkendala oleh keterbatasan pengetahuan gizi, rendahnya kesadaran hidup sehat, dan minimnya akses layanan kesehatan preventif. Desa Babakan di Kecamatan Pangandaran merupakan salah satu wilayah dengan risiko penyakit tidak menular yang meningkat karena pola hidup kurang sehat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui “Gerakan Sehat Desa Babakan” untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui edukasi gizi dan pemeriksaan kesehatan gratis. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan 50 warga, kader posyandu, dan tim medis puskesmas setempat. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: (1) persiapan dan sosialisasi, (2) edukasi gizi dan cek kesehatan gratis meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan indeks massa tubuh, serta (3) evaluasi dan konseling kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman gizi masyarakat sebesar 75%, dengan 60% warga mengikuti pemeriksaan kesehatan, dan 35% di antaranya terdeteksi memiliki risiko hipertensi dan obesitas. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan dan diharapkan dapat menjadi kegiatan berkelanjutan di desa.
Pendidikan Kesehatan Tentang Pertolongan Pertama Pada Nyeri Dada (Sindrom Koroner Akut) Bagi Orang Awam Tamara, Heni Aulia; Dirdjo, Maridi Marsan; Safitri, Shabrina; Aulia, Arinda Fadilla Rizky; Halsar, Nabilah Hana'a Dwi Saputri; Juliana, Ayu Indri; Nadila, Nadila; Diazty, Diazty; Anata, Agil; Arzaaq, Miftahul; Ningtyas, Priska Cahya; Rivansa, Refico; Safitri, Dwi Amelia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ghvvp292

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian sindrom koroner akut (SKA) dan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penanganan awal nyeri dada. Edukasi tentang pertolongan pertama pada SKA penting dilakukan agar masyarakat mampu memberikan respons cepat dan tepat saat menghadapi kondisi gawat darurat jantung. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan selama 45 menit di RT 21, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kota Samarinda, yang diikuti oleh 13 peserta. Metode pelaksanaan mencakup pemberian materi edukasi, demonstrasi sederhana, tanya jawab, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta dari rata-rata 4,50 menjadi 7,21 setelah edukasidiberikan, dengan uji statistik menunjukkan signifikansi (p = 0,000). Kegiatan ini juga disertai penggunaan media seperti leaflet, poster, dan video edukatif untuk memperkuat pemahaman peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tindakan pertolongan pertama pada SKA. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan jantung.
Penanaman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak Prasekolah di RA Addina Syifa Ningsih, Kursiah Warti; Chayani, Mailiza; gusviyanda, gusviyanda; Novita, Rita; Faiza, Vinda; Sari, Kumala; Hudayani, Ika; Liani, Sasa Try; Wati, Amar; Kurniawan, Kurniawan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/96msrm45

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan suatu usaha individu atau kelompok untuk menjaga kesehatan melalui penerapan kebiasaan yang sehat, menghindari tindakan yang dapat menyebabkan penyakit, serta menjaga kebersihan di sekitar. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran kesehatan sejak dini, terutama bagi anak usia prasekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di RA Addina Syifa Pekanbaru melalui metode edukasi yang interaktif dan menyenangkan. Sebanyak 29 siswa mengikuti kegiatan yang terdiri dari dua sesi: penyampaian materi menggunakan media visual (video, poster, dan presentasi PowerPoint) dan sesi praktik langsung enam langkah cuci tangan sesuai standar WHO. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu mengikuti langkah-langkah CTPS dengan benar, meskipun beberapa membutuhkan bimbingan tambahan pada bagian sela jari dan kuku. Kendala seperti keterbatasan fasilitas dan karakter anak yang pemalu dapat diatasi dengan pendekatan yang tepat. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan antusiasme siswa terhadap kebersihan tangan, dan diharapkan kebiasaan CTPS dapat terus diterapkan di sekolah maupun di rumah sebagai upaya pencegahan penyakit.
Edukasi Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Sebagai Deteksi Dini Kanker Servik di Posyandu Tampuk Manggis Petak Wajik Rumbai Barat Gumayesty, Yeyen; Marlina, Hastuti
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/711bm063

Abstract

Kanker serviks adalah keadaan keganasan yang terjadi pada leher Rahim. Penyakit ini menempati urutan keempat kanker terbanyak pada wanita di dunia. Menurut data Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) tahun 2020 dengan perkiraan 604.000 kasus baru dan 342.000 kematian (Sung et al., 2021). Penyebab kanker servik adalah human papilloma virus. Sekitar 90% kematian akibat kanker serviks terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (Haryati et al., 2023). Deteksi dini kanker serviks memiliki peran penting dalam mengurangi angka kematian. Untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang IVA Test, maka perlu di sosialisasikan dalam pertemuan posyandu, pelatihan kader Posyandu, demonstrasi langsung, dan kampanye kesadaran. Kemitraan dengan pusat kesehatan setempat juga merupakan faktor penting dalam memberikan layanan IVA Test secara rutin. Metode Pengabdian masyarakat ini adalah Edukasi dan penyebaran leaflet serta tanya jawab. Media yang digunakan spanduk dan Leafleat. Kegiatan ini dilakukan di bulan Maret 2025. Peserta Pengabdian Masyarakat adalah wanita usia subur yang berkunjung ke posyandu Tampuk Manggis Petak Wajik RW 5 Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Bukit yang berjumlah  25 orang. Hasil kegiatan diperoleh hasil pretest bahwa dari 25 terdapat 80% tidak mengetahui IVA dan 20% yang mengetahui IVA. Untuk hasil posttest didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan menjadi 95%. Hal ini membuktikan adanya perubahan sesudah diberikan kuesioner dan edukasi dengan persentase pengetahuan sebesar 15%. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan peserta terhadap IVA maka peserta dapat memahami manfaat untuk menjaga kesehatan terutama kesehatan reproduksi serta cara mencegah dan menghadapi situasi tersebut.