cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 608 Documents
Penerapan Budaya Keselamatan Kerja Bagi Tenaga Kesehatan Nurwijayanti, Nurwijayanti; Ambarika, Rahmania; Harpika, Isa
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/d015qm62

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja perlu diperhatikan dalam rangka melindungi pekerja agar tetap selamat dan sehat selama melaksanakan aktivitasnya. Berlaku untuk rumah sakit, dimana fokus dari pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit (K3RS) adalah melindungi tenaga medis, tenaga non medis, pasien dan pengunjung dari potensi risiko terjadinya penyakit menular selama berada dilingkungan rumah sakit (Suhariono, ST., M.M., 2018). Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan cara sosialisasi tentang penerapan budaya keselamatan kerja bagi tenaga kesehatan. Penyuluh akan melakukan sosialisasi menggunakan materi yang disajikan dalam bentuk Power Point dan menggunakan lembaran kuisioner. Sosialisasi dilakukan di RSUD Tuan Rondahaim Kabupaten Simalungun. Sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah tenaga Kesehatan yang ada di rumah sakit. Tahapan pelaksanaan kegiatan dimulai dengan koordinasi dengan direktur rumah sakit, koordinasi dengan unit pelayanan medis, dan Identifikasi masalah budaya keselamatan kerja. Pengabdian masyarakat ini di ikuti oleh 36 orang peserta dari rumah sakit umum daerah tuan rondahaim kabupaten simalungun.  Hasil pengabdian menunjukkan distribusi skor kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pada penilaian aspek deteksi dini dan penanganan risiko diperoleh nilai yang menerapkan prosedur keselamatan sebanyak 25 orang (69,4%) dan yang tidak menerapkan sebanyak 11 orang (30.6%), selanjutnya penilaian aspek edukasi dan sosialisasi keselamatan diperoleh nilai yang menerapkan prosedur sebanyak 15 orang (41.7%) dan yang tidak menerapkan sebanyak 21 orang (58.7%), dan penilian aspek kepeimpinan dan pengawasan keselamatan diperoleh nilai yang menerapkan prosedur keselamatan sebanyak 17 orang (47.2%) dan yang tidak menerapkan sebanyak 19 (52.8%). Metode pendidikan dan pelatihan yang aktif terhadap penerapan budaya keselamatan kerja.
Pelatihan dan Pendampingan Inovasi Produk Tempe Pemberdayaan Menuju UMKM Modern Asnawi, Muhammad; Suardi, Suardi; Sari, Indah Clara; Wahyuni, Sri
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/73k4y106

Abstract

The tempe UMKM partnering with this program still use rudimentary production equipment, limiting product capacity and quality, making it difficult to meet modern market standards. These limitations result in minimal product innovation, unattractive packaging and low market penetration, particularly in the digital realm. To address these challenges, training and mentoring focused on improving production skills, innovating tempe variants and developing modern packaging. The implementation method included technical training on hygienic and innovative tempe production, a packaging design workshop that meets food safety standards, social media-based digital marketing training and business management mentoring and progress monitoring for three months. The results showed that partners were able to produce innovative tempe products with more attractive packaging, utilize digital platforms for marketing and increase turnover by an average of 20-30% during the mentoring period. The conclusion of this activity is that integrated training and mentoring, even starting with simple equipment, can encourage the transformation of tempe UMKM to become more modern, adaptive and competitive in the market
Strengthening Selfhood of Islamic Boarding School Students through Value-Based Psychoeducation Saputra, Andika Ari; Arifin, M. Zainal; A. Hasyim, Umar Alfaruq; Muslihati, Muslihati; Hambali, IM; Sobri, Ahmad Yusuf; Prasenja, Adefta; Ma'arif, Muhammad Alfian
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pgd5tj97

Abstract

Adolescent Islamic students studying in Islamic boarding schools (pesantren) face complex challenges in developing their selfhood amidst the influence of digital culture and modern social pressures. The mismatch between the religious values taught in Islamic boarding schools and the realities of life outside the school leads some students to experience a selfhood crisis, weak emotional regulation, and a decline in spiritual awareness. This community service program aims to design and implement a psychoeducational program based on Islamic values derived from the Quran and reflective practices (such as muhasabah and tadabbur) to strengthen selfhood. Using the Service Learning (SL) method and a participatory approach, this activity is implemented in the form of training, reflective discussions, and psychoeducational services. Results indicate an increase in students' selfhood, self-awareness, emotional regulation skills, and self-confidence in facing the dynamics of modern life without losing Islamic spiritual values. This program demonstrates its effectiveness as a psychoeducational model for strengthening selfhood, incorporating Islamic values that are relevant and contextual to the needs of today's Islamic boarding school youth.
Gerakan Anti Bullying untuk Meningkatkan Pengetahuan Kognitif Bullying pada Siswa Sekolah Menengah Atas Aisyah, Popy Siti; Hikmat, Rohman; Maharani , Herdiana Aisya
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/078j5r40

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan serius di lingkungan sekolah yang berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, akademik, dan sosial siswa. Rendahnya pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan strategi pencegahan bullying sering kali menyebabkan perilaku ini dianggap wajar sehingga diperlukan intervensi edukatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kognitif siswa Sekolah Menengah Atas melalui Gerakan Anti Bullying. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dengan melibatkan 60 siswa kelas X dan XI. Instrumen berupa kuesioner berisi 20 butir pertanyaan yang diadministrasikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Program edukasi dilaksanakan selama dua sesi dengan total durasi 180 menit melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, simulasi peran, serta pembentukan duta anti bullying. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 62,5% menjadi 83,7% setelah intervensi, dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek bentuk bullying (27%), sedangkan peningkatan terendah pada strategi pencegahan (14%). Simpulan dari kegiatan ini adalah gerakan anti bullying efektif dalam meningkatkan pengetahuan kognitif siswa mengenai perundungan. Implikasi kegiatan ini menekankan pentingnya integrasi program anti bullying ke dalam kegiatan rutin sekolah, sedangkan rekomendasi diarahkan pada pendampingan berkelanjutan dan perluasan program ke sekolah lain.
Penguatan Kapasitas Guru PAUD Melalui Risk-Aware Playmaker Training dalam Pengembangan Media Digital Mitigasi Bencana Utama, Windi; Arwansyah, Yanuar Bagas; Wibowo, Bayu Ananto; Wardani, Hervina Kusuma; Yanti, Mellysa Putri Dwi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n519mz15

Abstract

Kabupaten Bantul merupakan wilayah rawan bencana, seperti gempa bumi, tsunami, banjir rob, abrasi pantai, dan angin kencang. Namun, kesadaran kebencanaan di tingkat anak usia dini masih rendah, terutama karena terbatasnya pengetahuan pendidik PAUD dalam mengintegrasikan mitigasi bencana ke dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidik PAUD melalui Risk-Aware Playmaker Training, yang berfokus pada pelatihan pedagogi dan pengembangan media digital mitigasi bencana untuk anak usia dini. Metode pelaksanaan meliputi empat tahap, yaitu: (1) kunjungan kemitraan dan Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali kebutuhan sekolah; (2) lokakarya pedagogi serta penyusunan peta konsep pembelajaran mitigasi bencana; (3) pelatihan pengembangan media digital interaktif, seperti aplikasi edukatif, video pendek, dan animasi berbasis mitigasi bencana; serta (4) pendampingan, monitoring, dan evaluasi implementasi pembelajaran di kelas. Hasil program menunjukkan bahwa guru PAUD memperoleh peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam merancang serta mengintegrasikan materi mitigasi bencana melalui pendekatan bermain yang sesuai dengan karakteristik anak. Anak-anak juga mulai mengenali tanda-tanda bencana, rute evakuasi, dan peran profesi penyelamat secara menyenangkan tanpa rasa takut. Selain meningkatkan kapasitas guru, program ini turut mendorong terbentuknya jejaring antar-PAUD untuk berbagi praktik baik serta menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan lokal terkait pendidikan tanggap bencana. Dengan demikian, Risk-Aware Playmaker Training mampu menjadi solusi berkelanjutan untuk menumbuhkan budaya kesiapsiagaan bencana sejak usia dini.
Empowering Communities To Outsmart Stroke: Strengthening Coping Skills Through The Cerdik Movement And Cadre Leadership Ismoyowati, Tri Wahyuni; Sohilait, Hana Priscilla Frudence
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zertxe13

Abstract

Stroke is a leading cause of disability and death among the elderly. Risk factors such as hypertension, diabetes, high cholesterol, and chronic stress are often not optimally managed due to a lack of knowledge and adaptive coping strategies among the elderly and their families. This community service activity aimed to enhance the coping management capacity of the elderly and their families in dealing with stroke risk factors through an educational approach based on the CERDIK program (Regular health check-ups, Eliminate smoking, Routine physical activity, Balanced diet and nutrition, Adequate rest, and Stress management). The implementation methods included situation analysis, interactive counseling, coping skills training, mentoring, and pre- and post-intervention evaluation. The results showed a significant improvement in knowledge, health behavior changes, and adaptive coping abilities among the elderly and their families. This intervention proved effective in a community setting and is considered feasible for replication as a primary stroke prevention effort. The community service outcomes revealed that prior to the education, most community members had a moderate level of stroke prevention awareness (46.7%), and some had poor prevention practices. After the educational intervention, there was a notable increase, with the majority demonstrating good prevention practices (60%) and none remaining in the poor category. Post-intervention, a significant increase in stroke prevention awareness and understanding of the CERDIK principles was observed among participants. This intervention is recommended for integration into Puskesmas (community health center) and elderly Posyandu (integrated health posts) programs..  
Education And Rapid Response To Choking In Adults: Enhancing Community Awareness And Skills Sohilait, Hana Priscilla Frudence; Ismoyowati, Tri Wahyuni
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c0axgr30

Abstract

Choking is a medical emergency caused by an obstruction of the airway due to food, liquids, or foreign objects, which can lead to serious complications such as hypoxia, brain damage, and even death. Elderly particularly those with swallowing disorders resulting from degenerative diseases, are at high risk of choking. The objective of this choking management training program is to raise awareness, provide education, and equip the community with first aid skills to reduce the risk of injury and death caused by choking. The benefits include increased public knowledge, improved preparedness among healthcare workers, and the strengthened role of educational institutions in first aid training. The implementation methods included analysis, interactive health education, choking response training, mentoring, and pre- and post-intervention evaluations. The results showed a significant increase in participants’ knowledge and skills in managing choking incidents in adults. This intervention proved to be effective in a community setting and is considered replicable as a strategy to improve community capabilities in handling choking emergencies. The community service outcomes revealed that before the intervention, 43.3% of participants had only moderate knowledge of choking management, and some had poor understanding. After the intervention, there was a marked improvement, with 66.7% of participants demonstrating good skills, and none remaining in the poor category. This intervention is recommended for integration into Puskesmas (community health center) and elderly Posyandu (integrated health posts) programs.
Edukasi Moral untuk Pensegahan Pergaulan Bebas pada Remaja di Desa Mekar Jaya Wati, Evi Sulistia; Nayla, Sukma; Widia, Widia; Ilham, Ilham; Pebrianti, Pebrianti; Shahwa, Qamariah; Sakri, Muhammad; Ahmad, Awaluddin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pz9z6v08

Abstract

Pergaulan bebas merupakan bentuk hubungan sosial di kalangan remaja yang melewati batas norma agama, budaya, maupun sosial, sehingga memunculkan perilaku yang menyimpang dari nilai moral serta berisiko mengganggu masa depan remaja. Keterbatasan informasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi menyebabkan remaja lebih mudah terpengaruh oleh pergaulan yang tidak sehat. Temuan penelitian terkini mengungkapkan bahwa strategi edukasi yang berlandaskan nilai agama dan moral dapat secara efektif mengurangi perilaku pergaulan bebas. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan KKN Kelompok 3 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang bahaya pergaulan bebas, terbentuknya sikap, perilaku, pergaulan yang lebih positif dan berkurangnya perilaku menyimpang di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Balai Desa Mekar Jaya pada tanggal 06 juli 2025. Peserta atau subjek dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa MTS, MA/SMK yang berjumlah 23 orang. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan teknik seminar dan tanya jawab. Untuk menghindari terjadinya pergaulan bebas ini, dapat dilakukan sosialisasi kepada remaja desa Mekar Jaya terkait buruknya dampak pergaulan bebas. Sosialisasi dapat dilakukan melalui pemberian edukasi kepada remaja maupun dengan pendekatan personal secara langsung. Pendekatan personal ini terbukti memberi dampak positif dalam menekan tingginya kasus pergaulan bebas yang banyak terjadi pada masa kini.
Pendampingan e-Smart Early Warning untuk Peringatan Dini Banjir di Wisata Desa Karangsalam Lor Hermanto, Nandang; Subarkah, Pungkas; Riandini, Dini; Septiana Putri, Refida; Khofiyah, Salma Ngarifatul; Kusuma, Bagus Adhi; Arsi, Primandani
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/0yyt8272

Abstract

The Juneng Mijil Community Self-Help Group (KSM) in Karangsalam Lor Village, Baturraden District, Banyumas Regency is a village tourism manager, one of which is Juneng Waterfall. The problem with the partners is that there is no technology used for early flood warning at the Juneng Waterfall and Twin Waterfall tourist sites, as well as low community literacy regarding early flood management. This activity aims to optimize the use of Android-based information technology and the Internet of Things (IoT) applied at Juneng Waterfall and Kembar Waterfall, through KSM Juneng Mijil in Karangsalam Lor Village. The implementation methods in this community service include the Pre-Implementation Stage, Implementation Stage, and Evaluation Stage. The results of the activity showed high enthusiasm among participants, as well as an increase in understanding and knowledge regarding the benefits, usage, and maintenance of the Internet of Things (IoT) and Android. This activity is important in the utilization of technology, particularly in optimal and safe flood warning systems for the community.
Pemberdayaan Pregnant and Postpartum Family Dalam Management ASI dan Harvesting Colostrum Agustia, Dilma'aarij; Lubis, Dita Anggriani; Avrilianda, Devi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hxpfzq47

Abstract

Menyusui menjadi salah satu tantangan ibu nifas yang membutuhkan banyak perhatian. Keberhasilan menyusui dipengaruhi oleh faktor fisiologis, psikologi, sosial dan emosional. Data menunjukkan bahwa angka cakupan ASI eksklusif masih rendah, sebagian besar ibu mengalami kendala teknis maupun psikologis dalam proses menyusui. Permasalahan yang sering ditemui meliputi pelekatan yang tidak tepat, nyeri pada puting, anggapan ASI tidak cukup, hingga kurangnya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Upaya untuk meningkatkan keberhasilan menyusui perlu dimulai sejak masa kehamilan. Edukasi pada trimester ketiga kehamilan terbukti efektif dalam mempersiapkan ibu menghadapi proses menyusui dan meminimalisir masalah yang sering timbul pada periode menyusui. Metode pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk pendidikan masyarakat, tim melakukan penyuluhan edukasi dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kesadaran ibu hamil, ibu nifas dan juga keluarga dalam mempersiapkan menyusui. Metode ini dikombinasikan dengan menggunakan leaflet yang digunakan untuk menyampaikan materi tentang management ASI. Hasil Pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa peserta memahami materi edukasi yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat, hasil pretest menunjukkan nilai rendah sebanyak 7% dan nilai tinggi sebanyak 3%. Berbeda dengan hasil posttest dimana semua peserta memiliki nilai tinggi sebanyak 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya edukasi mengenai management ASI tidak hanya kepada ibu nifas, namun juga ibu hamil dan juga keluarga dengan menggunakan media edukasi leaflet. Pengetahuan dan skills yang bagus akan memberdayakan ibu dan keluarga untuk bisa menangani permasalahan menyusui.