cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 720 Documents
Optimalisasi Kepatuhan Penggunaan APD Kebisingan Melalui Program Promosi Kesehatan Kerja pada Operator Konstruksi Di Minas Lasniroha, Romauli; Santoso , Santoso; Herniwanti, Herniwanti; Mitra, Mitra; Zaman, Kamali
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/gxz9zn50

Abstract

Intensitas kebisingan pada operator compactor di perusahaan konstruksi di Minas berada di atas ambang batas yang dianjurkan, sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Hasil survei awal menunjukkan masih banyak operator yang kurang memahami pentingnya kepatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri untuk kebisingan. Ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada operator, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain potong lintang dan melibatkan seluruh operator sebagai responden. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh dalam menggunakan alat pelindung diri, meskipun banyak di antaranya memiliki pengetahuan yang baik. Sikap responden cenderung negatif, motivasi kerja relatif rendah, serta sebagian besar memiliki masa kerja yang cukup lama. Selain itu, ketersediaan alat pelindung diri belum optimal, tingkat kenyamanan penggunaan masih rendah, pelatihan belum memadai, serta pengawasan dan kebijakan keselamatan kerja dinilai belum berjalan dengan baik. Faktor yang terbukti berhubungan dengan kepatuhan adalah motivasi sebagai faktor individu dan pengawasan keselamatan sebagai faktor organisasi, dengan motivasi menjadi faktor paling dominan. Sementara itu, pengetahuan, sikap, masa kerja, ketersediaan dan kenyamanan alat, pelatihan, serta kebijakan tidak menunjukkan hubungan yang berarti. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan edukasi, memastikan ketersediaan alat pelindung diri yang memadai dan nyaman, serta memperkuat sistem pengawasan guna meningkatkan kepatuhan pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri terhadap kebisingan.
Peningkatan Kinerja Tenaga Kesehatan (Perawat dan Bidan) dalam Pelaporan Insiden Melalui Edukasi dan Pendampingan di Rumah Sakit Pekanbaru Sijabat, Yulia Mandayanti; Kiswanto, Kiswanto; Lita, Lita; Hartono, Budi; Jepisah, Doni; Margaretta, Jeanny Susana
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/captw777

Abstract

Insiden keselamatan pasien merupakan kejadian tidak disengaja maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan cedera yang sebenarnya dapat dicegah. Seluruh tenaga perawat dan bidan yang bekerja di rumah sakit tersebut dilibatkan sebagai responden, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara bertahap untuk melihat gambaran umum, hubungan antar faktor, serta faktor yang paling berpengaruh terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien. Hasil menunjukkan bahwa berbagai faktor seperti sikap, komunikasi, pelatihan, kerja sama tim, supervisi, komitmen manajemen, ketersediaan sarana dan prasarana, serta regulasi memiliki keterkaitan dengan pelaporan insiden. Namun, setelah dilakukan analisis lanjutan, faktor yang paling berpengaruh adalah regulasi dan komitmen manajemen. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan aturan yang jelas dan konsisten serta dukungan penuh dari manajemen menjadi kunci utama dalam mendorong tenaga kesehatan untuk melaporkan insiden. Dengan demikian, penguatan regulasi dan peningkatan komitmen manajemen menjadi langkah strategis dalam membangun budaya keselamatan pasien yang lebih baik di rumah sakit
Implementasi Perencanaan (K3) Melalui Pembentukan Tim dan HIRADC di Laboratorium Klinik X Budianingsih, Endang; Herniwanti, Herniwanti; Kurniawan, Ilham
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k4ync116

Abstract

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2025 merupakan pembaruan komprehensif yang memperkuat struktur, tugas, pelaporan, dan pengawasan P2K3 dengan menyesuaikan perkembangan regulasi dan teknologi. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam setiap lingkungan kerja di dunia sebagai upaya untuk mencegah kecelakaan dan gangguan kesehatan akibat pekerjaan. Kegiatan ini bertujuan untuk merencanakan pembentukan Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta menerapkan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) di Laboratorium Klinik X di Pekanbaru. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan analisis risiko dengan pendekatan USG dan Fishbone Analysis. Hasil kegiatan ini menunjukkan masih terdapat kekurangan pada aspek sumber daya manusia, standar operasional prosedur (SOP), pengawasan, sarana, serta keterbatasan anggaran yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan paparan bahaya kerja. Kesimpulan: pembentukan Tim K3 dan metode HIRADC merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan kerja, efektivitas operasional, serta kualitas layanan di Laboratorium Klinik X di Pekanbaru. Rekomendasi disampaikan untuk pelatihan berkala dan penguatan sistem dokumentasi prosedur K3. Efektivitas penerapan HIRADC sangat bergantung pada keberadaan Tim K3 yang akan dibentuk, yang memiliki struktur organisasi dengan pembagian tugas yang jelas, kemampuan teknis yang baik, serta koordinasi yang solid antar anggota.
Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil di UPT Puskesmas Melayu Kota Piring Anugerah, Siti; Ismainar, Hetty; Jumrah, Jumrah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zv5kgp44

Abstract

The achievement of maternal health services at UPT Puskesmas Melayu Kota Piring has declined significantly over the past three years, with coverage dropping to 40.2% in 2025, far below the national SPM target of 100% and the regional Renstra target of 91.64%. This gap highlights inconsistencies between the required standards of integrated antenatal care and actual service delivery. This residency activity aimed to identify the root causes of low maternal health service coverage and formulate feasible solutions to improve program performance. A qualitative method was applied using a problem-solving design supported by root cause analysis. The activity was conducted from 13–30 October 2025 at UPT Puskesmas Melayu Kota Piring. Informants included the Head of Puskesmas, cluster coordinators, and midwife networks selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews, validated using source and method triangulation, and analyzed using the problem-solving cycle. The findings indicate that the main contributors to low coverage include low K1 visits, limited maternal knowledge about first-trimester ultrasound, unintegrated recording systems, cultural beliefs, and discrepancies between BPS projection data and actual field data. The proposed interventions include health education at the Office of Religious Affairs (KUA), strengthening data recording networks, socializing the importance of first-trimester ultrasound, arranging K6 visit schedules during the first contact, and adjusting target indicators. In conclusion, improving maternal health service coverage requires cross-sector collaboration, continuous education, and strengthened recording systems to ensure that antenatal care is delivered in accordance with standards
Sosialisasi CTPS dengan Metode Gerak dan Lagu untuk Meningkatkan PHBS Siswa SDK Lewotala Ruron, Antonius Harun; Aran, Kristoforus Ado; Sare, Yeremias Mamu
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sd5fd680

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), merupakan kebiasaan penting yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar untuk mencegah penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan. Namun, masih banyak siswa yang belum mempraktikkan CTPS secara benar dan konsisten. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan CTPS pada siswa kelas III SDK Lewotala, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Maret 2026 dengan melibatkan 15 siswa menggunakan metode sosialisasi dan praktik langsung melalui pendekatan gerak dan lagu. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 87% siswa (13 dari 15) mampu menjawab pertanyaan pengetahuan tentang CTPS dengan benar, dan 73% siswa (11 dari 15) mampu mempraktikkan keenam langkah CTPS dengan urutan yang tepat, keduanya melampaui target ≥70% yang ditetapkan. Metode gerak dan lagu terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memudahkan siswa mengingat langkah-langkah CTPS. Disarankan agar sekolah menjadwalkan praktik cuci tangan rutin dan program serupa direplikasi di sekolah lain yang belum terjangkau program penyuluhan PHBS.
Peningkatan Keterampilan Komunikasi Efektif antara Mahasiswa Doktoral, Supervisor, dan Keluarga dalam Mendukung Penyelesaian Studi melalui Kegiatan Edukasi Webinar Lani, Tiara; Sukmawaty, Martini Nur; Raziansyah, Raziansyah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/75h0gv30

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan harga diri dan mencegah kecemasan sosial remaja melalui implementasi Plant Therapy, pengabdian kepada masyrakat ini diberi nama Sehat Jiwa Dan Tangguh Diri (SEHATI). Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN 2 Martapura dengan melibatkan 35 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan, praktik langsung plant therapy, serta pendampingan kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner harga diri Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan Social Anxiety Scale for Adolescents  (SAS-A) untuk kecemasan social yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test). Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat menunjukkan adanya peningkatan skor harga diri dan penurunan tingkat kecemasan sosial pada sebagian besar peserta setelah mengikuti kegiatan. Plant therapy memberikan pengalaman terapeutik melalui interaksi dengan tanaman yang membantu peserta mengekspresikan emosi, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta memperkuat kepercayaan diri dalam interaksi sosial. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis aktivitas kreatif dan alam dapat menjadi strategi promotif-preventif yang efektif dalam mendukung kesehatan jiwa remaja di lingkungan sekolah.
Peningkatan Keterampilan Komunikasi Efektif antara Mahasiswa Doktoral, Supervisor, dan Keluarga dalam Mendukung Penyelesaian Studi melalui Kegiatan Edukasi Webinar Admawati, Harsi; Tampubolon, Jonris; Sampetoding, Eliyah Acantha Manapa; Walidain, Birrul; Sholeha, Eka Wahyu; Adiasti, Nindya; Gunawan, Anggun
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mgbsbb41

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan dalam bentuk webinar edukatif yang ditujukan kepada dosen, calon mahasiswa Strata Tiga (S3), serta mahasiswa S3 yang sedang menempuh studi doktoral. Kegiatan ini bertujuan untuk (1) memberikan pemahaman dan strategi praktis bagi para peserta agar dapat menjalani studi S3 secara efektif dan berkelanjutan serta (2) menumbuhkan kesadaran peserta akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan personal, termasuk peran keluarga sebagai sistem pendukung utama dalam proses studi. Metode pelaksanaan berupa penyampaian materi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta refleksi pengalaman peserta. Materi kegiatan disampaikan oleh tiga narasumber yang memiliki pengalaman akademik dan profesional di bidang riset serta pembimbingan studi doctoral. Peserta kegiatan terdiri dari 112 orang dari 62 perguruan tinggi di Indonesia. Keberhasilan program dinilai berdasarkan angket respon peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa, 68 % peserta mempertimbangkan studi S3 di luar negeri dengan yakin, 26% belum yakin, dan 6% tidak yakin. Sebanyak 69% peserta sangat puas, 28% puas, dan 3% cukup puas dengan kegiatan ini. Pada aspek kualitas materi, 78% peserta menilai materi berkategori sangat baik dan 22% menilai baik. Sebanyak 70% peserta menilai topik webinar sangat relevan dengan kebutuhan peserta, 27% menilai relevan, dan 3% menilai cukup relevan. Dalam memahami studi S3 di luar negeri, kegiatan ini dinilai sangat oleh 67% peserta, membantu oleh 29% peserta, dan cukup membantu oleh 4% peserta. Kegiatan dianggap menarik, informatif, inspiratif, dan sangat bermanfaat dalam menambah wawasan serta motivasi untuk studi S3 di luar negeri. Temuan penting kegiatan ini adalah kesesuaian relevansi materi dengan kebutuhan peserta, pengalaman narasumber, dan kesempatan diskusi iteraktif. Namun, pembahasan teknis dan rinci terkait persiapan studi S3 ke luar negeri, interaksi pada sesi tanya, durasi kegiatan, dan frekuensi kegiatan perlu ditingkatkan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemahaman, strategi, dan kesadaran peserta dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan personal berhasil dilakukan dengan memberikan informasi sesuai kebutuhan oleh narasumber berpengalaman secara interaktif.
Cegah Rokok Demi Hidup Sehat Bahagia dan Lingkungan Bebas Asap Rokok Yulidasari, Fahrini; Hasanah, Nurul; Ferdayani, Dinda Oktavia; AG, Raditya Ghaitsa
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7tedxd58

Abstract

Merokok masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat utama di Indonesia karena berdampak signifikan terhadap meningkatnya angka kesakitan dan kematian. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga terhadap bahaya rokok melalui program CERIA (Cegah Rokok untuk Hidup Sehat dan Bahagia). Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain one group pre-test post-test yang melibatkan 30 ibu rumah tangga. Kegiatan meliputi penyuluhan bahaya rokok, pembuatan pengharum ruangan alami, serta penempelan stiker “Kawasan Dilarang Merokok”. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari rata-rata 72,3 menjadi 88,1 serta peningkatan sikap dari 39,2 menjadi 45,6 setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa program CERIA efektif dalam meningkatkan kesadaran dan sikap positif masyarakat. Program ini diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan rumah bebas asap rokok serta mendukung penerapan Kawasan Tanpa Rokok di tingkat rumah tangga. Selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah sampel yang lebih besar dan mencakup wilayah yang lebih luas agar hasil kegiatan dapat digeneralisasikan dengan lebih baik. Selain itu, perlu menggunakan desain longitudinal untuk mengamati keberlanjutan perubahan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam jangka panjang
Edukasi Mitigasi Bencana Banjir Sejak Dini di SDN 163 Pekanbaru Rulen, Betty; Fitria, Eliza; Carles, Carles
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/peq61k95

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, khususnya banjir yang sering terjadi di wilayah perkotaan. Anak-anak sebagai kelompok rentan memerlukan pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana sejak dini agar mampu merespons situasi darurat secara tepat. SDN 163 Pekanbaru merupakan salah satu sekolah yang berada di wilayah rawan banjir akibat curah hujan tinggi dan sistem drainase yang kurang memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa terkait mitigasi bencana banjir melalui pendekatan edukasi interaktif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi, serta simulasi evakuasi dengan desain pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa dari rata-rata skor 65 menjadi 90 atau meningkat sebesar 38%. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam melakukan evakuasi dan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi mitigasi bencana sejak dini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program secara berkelanjutan melalui integrasi dalam kurikulum dan dukungan sekolah agar tercipta budaya sadar bencana.
Penguatan Kapasitas Guru SLB Melalui Pelatihan Realistic Mathematics Education (RME) dan Artificial Intelligence (AI) untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Faiziyah, Nuqthy; Faizah, Hanim; Sari, Noviana Puspita; Anwar, Lathifatul; Nusantara, Toto; Lestari, Trianingsih Eni; Oktoviana, Lucky Tri
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wsfs2e28

Abstract

Pembelajaran matematika yang bermakna menuntut penggunaan pendekatan kontekstual serta dukungan teknologi dalam pengembangan perangkat pembelajaran, namun dalam praktiknya pemahaman guru terhadap Realistic Mathematics Education (RME) dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) masih perlu diperkuat, sehingga kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam kedua aspek tersebut. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat dan pelatihan berbasis workshop yang dilaksanakan melalui penyampaian materi serta praktik langsung, termasuk penyusunan prompt dan pengembangan perangkat pembelajaran berbantuan AI. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru, yang ditunjukkan melalui kenaikan skor rata-rata pada aspek RME dari 69,4 menjadi 89,7 dan pada aspek AI dari 70,8 menjadi 95,5. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi yang sangat positif serta kesiapan yang tinggi dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang mengintegrasikan penguatan konsep dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kompetensi guru, baik pada aspek kognitif maupun afektif. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dikembangkan melalui pendampingan berkelanjutan untuk mendukung implementasi dalam praktik pembelajaran.