cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 720 Documents
Digitalisasi Layanan Posyandu: Implementasi Sistem Pencatatan Tumbuh Kembang Anak Berbasis WEB di Desa Talagawetan Kurniawan, Sena; Sarah, Yuni Siti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jvtpwb77

Abstract

Monitoring the growth and development of toddlers at the Posyandu level is highly important as an initial step in preventing severe malnutrition and stunting. However, the operational activities of the Posyandu in Talagawetan Village still completely rely on manual recording systems. This conventional method has various weaknesses, such as being prone to physical data loss or damage, prolonging service queue times, and hindering the monthly reporting recapitulation process to relevant health agencies. This community service activity aims to provide a technological solution by designing and implementing a web-based child growth recording information system, while simultaneously training Posyandu cadres to operate it. The implementation method used is a combination of Diffusion of Science and Technology through the development of the “e-Posyandu” application and direct mentoring Training for the target partners. The service results indicate that the implementation of the e-Posyandu application successfully accelerates the search time for child history data to less than one minute, automates report generation, and secures the toddler medical record database. Furthermore, the existence of an early warning system feature greatly assists cadres in automatically detecting stunting indication trends based on weight curve input. In conclusion, this service digitalization program is proven to be crucial in improving the efficiency of cadres' administrative tasks and ensuring a more measurable quality of toddler health monitoring.
Food Rescue Program: Reducing Urban Household Food Waste and Strengthening Community Food Security Kurniawan, Ilham; Rohmatika, Aulia Umi; Ramadhani, Fairuz Haniyah; Rohmah, Khoirista Noor
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kqq9n185

Abstract

Urban areas face the dual challenges of food waste and household food insecurity. This community service activity aimed to reduce food waste and strengthen food security among low-income urban communities through a food rescue program implemented in KP Gembong RT 10, Surabaya, Indonesia. The activity involved three main stages: sorting of food items to ensure edibility and safety, packaging according to household needs, and direct distribution to beneficiaries. A total of 30 beneficiary families (household heads) received over 100 food packages containing dry food, beverages, snacks, powdered milk, and bakery products. Surplus food that remains fit for consumption is identified and diverted before becoming waste through a structured redistribution mechanism. The results indicate that this program effectively channels such food to vulnerable urban households, thereby reducing short-term household food expenditure and decreasing organic waste generation. The community-based approach enabled targeted and adaptive distribution, strengthening social solidarity between volunteers and residents. In conclusion, food rescue programs serve as a viable social intervention to bridge food surplus and deficit at the community level, contributing simultaneously to food security and environmental sustainability. However, structural food insecurity requires complementary long-term strategies.
Upaya Edukasi Tentang Bahaya Pergaulan Bebas Dalam Meningkatkan Moral Generasi Muda di Desa Bubun, Kabupaten Langkat Azhar, Azhar; Syahreza, Rena; Kamaliah, Kamaliah; Sabariah, Hayatun
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n7zwnd31

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena pergaulan bebas di kalangan remaja yang berpotensi menurunkan moral serta mempengaruhi masa depan generasi muda, khususnya di Desa Bubun, Kabupaten Langkat. Minimnya pengawasan keluarga, pengaruh teman sebaya, serta perkembangan media sosial menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya perilaku tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya pergaulan bebas serta mendorong kesadaran dalam menjaga diri dan memilih lingkungan pergaulan yang sehat. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan penyuluhan. Observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan dan perilaku remaja, sedangkan wawancara digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab utama pergaulan bebas. Penyuluhan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab agar peserta dapat memahami materi secara lebih mendalam. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai dampak negatif pergaulan bebas, serta tumbuhnya kesadaran untuk menjaga perilaku dan memilih pergaulan yang baik. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan peran orang tua dan masyarakat dalam melakukan pengawasan. Dengan demikian, kegiatan ini penting sebagai langkah awal dalam upaya pembinaan moral generasi muda agar memiliki perilaku yang lebih baik dan masa depan yang lebih terarah.
Peningkatan Pengetahuan Remaja: Higiene Genital dan Pencegahan Pernikahan Dini Melalui Edukasi Interaktif Amborika, Nadia; 'Amiroh, Ade; Mu'afi, Muhammad Firdaus; Diwanty, Rafif Fazila; Azmi, Hana Ardelia; Aras, Danish Wildan; Marshanda, Nawang Brilliant; Akmal, Abid Baihaqi Bahrul; Yudianti, Novi Putri; Mukti, Ibrahim; Diyanah, Khuliyah Candaraning; Saputro, Amung Logam
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fs71x759

Abstract

Permasalahan pernikahan dini dan rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja masih menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius, baik di tingkat nasional maupun daerah. Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu strategis yang memerlukan intervensi edukatif berbasis sekolah, khususnya terkait praktik higiene genital dan risiko pernikahan dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kedua aspek tersebut di Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Intervensi diberikan kepada 151 siswa SMP (usia 13–15 tahun) melalui metode pembelajaran interaktif yang meliputi sosialisasi, diskusi kelompok, dan permainan edukatif. Evaluasi efektivitas menggunakan N-Gain Score menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan rerata 0,792 (kategori tinggi), dimana 68,2% peserta mencapai kategori tinggi (>0,7). Pemahaman praktik higiene genital meningkat dari 45% menjadi 92%, sementara kesadaran terhadap risiko pernikahan dini meningkat dari 30% menjadi 82%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan interaktif efektif dan mendukung integrasi edukasi kesehatan reproduksi dalam kurikulum sekolah. Diperlukan pendekatan edukasi yang lebih personal dan berkelanjutan, terutama bagi peserta dengan peningkatan pengetahuan rendah, serta evaluasi jangka panjang untuk menilai keberlanjutan pemahaman dan perubahan perilaku remaja.
Pendidikan Seksual dan Kesehatan Reproduksi Remaja Pria di LPKA Kelas II Bandar Lampung Tiala, Nur Hijrah; Syifa, Faidana Yaumil; Manurung, Idawati; Syafrinanda, Virginia; Putri, Hadeci Lovenda; Fauziyah, Ageng Hasna
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dke5g960

Abstract

Remaja merupakan kelompok rentan yang membutuhkan informasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi, terutama pada lingkungan terbatas seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang memiliki keterbatasan akses edukasi kesehatan. Rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi berpotensi meningkatkan risiko perilaku seksual yang tidak sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja pria mengenai pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi di LPKA Kelas II Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan ceramah interaktif dan diskusi, melibatkan 43 remaja pria. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kategori pengetahuan baik dari 18,6% menjadi 62,8%, serta penurunan kategori pengetahuan kurang dari 46,5% menjadi 9,3%. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui partisipasi aktif dalam diskusi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Oleh karena itu, program edukasi yang terstruktur, interaktif, dan berkelanjutan sangat penting untuk mendukung perubahan perilaku kesehatan reproduksi remaja secara optimal.
Pemberdayaan Kewirausahaan Santri melalui Budidaya Lele dan Pengolahan Abon di Pondok Pesantren Al Ittihad Kediri Setiawan, Setiawan; Yaqin, Husnul
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/t24j7q75

Abstract

Pondok Pesantren Entrepreneur Al Ittihad Krenceng Kepung Kediri merupakan salah satu pondok pesantren yang mengintegrasikan keilmuan keIslaman dan entrepreuner. Dalam menjalankan programnya, pondok tersebut menghadapi tantangan signifikan dalam mengoptimalkan potensi wirausaha internalnya. Meskipun pesantren ini telah menjalankan unit usaha budidaya ikan lele dengan model operasional yang belum efisien dan terintegrasi. Masalah utama yang diidentifikasi adalah tingginya biaya pakan komersial untuk lele serta kurang maksimal dan penjualan produk. Kondisi ini mendesak dilakukannya intervensi strategis untuk mendorong kemandirian bisnis santri. Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), dimulai dari tahap Discovery dengan mengidentifikasi usus ayam dan ikan lele sebagai aset internal pesantren. Berdasarkan aset tersebut, tahap Dream dan Design diwujudkan melalui perumusan dua program utama: (1) Pendampingan Pemanfaatan Usus Ayam sebagai Pakan Alternatif. (2) Pelatihan Pembuatan Abon Lele. Implementasi program dilakukan melalui model pelatihan dan praktik yang melibatkan partisipasi aktif santri dan pengurus unit usaha pesantren sebagai subjek utama. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi biaya operasional dan kapasitas kewirausahaan santri. Pendampingan pemanfaatan usus ayam berhasil menciptakan solusi pakan alternatif yang berkelanjutan dan mengurangi biaya input budidaya lele, sekaligus memecahkan masalah limbah. Pelatihan pembuatan abon lele juga menghasilkan prototipe produk olahan yang siap dipasarkan, membuka jalur pendapatan baru bagi pesantren. Pengabdian ini sukses mentransformasi limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi dan memberdayakan santri dengan keterampilan entrepreneurial yang komprehensif.
Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru SMK YPM Tuban dalam Mendukung Kesejahteraan Peserta Didik melalui Inovasi Pembelajaran di Era Society 5.0 Widodo, Mardi; Syahrial, Mario Fahmi; Kartikasari, Dwi Wahyu; Uripno, Gusti; Kumaidi, Kumaidi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n8xqcy73

Abstract

This community service program aims to strengthen teachers’ pedagogical competence at SMK YPM Tuban in designing and implementing active, contextual, and skill-oriented learning in the era of 21st-century education. The program employed an integrated approach consisting of pedagogical workshops, demonstration of learning models, structured microteaching sessions, and on-the-job mentoring for three weeks after the training. A total of 44 teachers from both vocational and general subject areas participated, fostering interdisciplinary collaboration and accelerating the adoption of innovative teaching practices. The initial assessment revealed a mean pedagogical competence score of 60, with only 28% of teachers consistently applying active learning strategies. Based on these findings, the intervention was designed by combining theoretical knowledge with practical application and continuous feedback. Microteaching served as the core strategy, enabling teachers to practice teaching, receive structured observations, and reflect on their performance. The evaluation results indicated a significant improvement, with the average post-test score increasing to 85 and 91% of teachers achieving competency standards. Participant satisfaction reached 4.6 out of 5, reflecting a highly positive response to the program. Additionally, there was a substantial increase in the implementation of active learning strategies and the use of contextual lesson plans aligned with the Merdeka Curriculum. Qualitative findings highlight that the success of the program was supported by reflective microteaching practices, intensive classroom mentoring, and strong institutional support. However, challenges such as varying initial competencies and limited time for lesson planning were identified. Overall, this program proved effective in enhancing teachers’ pedagogical competence and bridging the gap between theory and classroom practice, with strong potential for sustainability through continuous mentoring and professional learning communities.  
POTENSI: Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Atasi Hipertensi di Desa Mandiangin Barat Iqmaliyah, Siti; Fitriani, Fitriani; Nazwa, Fadillatun; Damayanti, Revina
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c27tfx11

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan. Desa Mandiangin Barat menjadi salah satu wilayah dengan angka kasus hipertensi yang signifikan, sementara pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya pengendalian mandiri masih rendah. Program POTENSI (Pohon Obat Atasi Hipertensi) dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi melalui pendekatan edukatif dan pemanfaatan TOGA. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama dua hari, melibatkan 30 peserta, dan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang menilai empat indikator utama yaitu pemahaman bahaya hipertensi, keterampilan budidaya TOGA, keterampilan pengolahan TOGA, dan kebiasaan memeriksa tekanan darah, serta monitoring dan evaluasi melalui tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 93,3% peserta mengalami peningkatan pengetahuan (p<0,001), Hasill monitoring dan evaluasi menunjukkann peningkatan ada aspek engetahuan 100%, sikap 96,7%, dan perilaku 96,7%. Program POTENSI terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman, membentuk sikap positif, dan mendorong perubahan perilaku. Integrasi kearifan lokal melalui TOGA meningkatkan penerimaan program dan mendukung keberlanjutan intervensi. Secara keseluruhan, program ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam pencegahan hipertensi di tingkat komunitas. 
Promosi Kesehatan Bijak Menggunakan Antibiotik Pada Santriwati di Ponpes Ath-Thohariyah 2 Desa Sindanghayu Saketi Pandeglang Banten Noviyanto, Fajrin; Shobah, Afifah Nur; Halimatusyadiah, Leni; Renata, Deo; Ulfah, Selvi Maria; Khairunnisa, Iqlima Raina; Agustine, Yensi Widiasti; Rahmadhant, Alfi; Permatasari, Desi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/j5katb97

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di lingkungan pesantren yang memiliki tingkat interaksi tinggi sehingga berisiko terhadap penyebaran penyakit infeksi. Kurangnya pengetahuan santri mengenai indikasi, dosis, dan durasi penggunaan antibiotik dapat meningkatkan kejadian resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan serta efektivitas promosi kesehatan dalam meningkatkan pemahaman santriwati mengenai penggunaan antibiotik yang bijak. Penelitian ini menggunakan desain pre-ekperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 80 santriwati di Pondok Pesantren Ath-Thohariyah 2, Pandeglang, Banten. Intervensi dilakukan melalui promosi kesehatan berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan pemberian leaflet. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan total skor jawaban benar meningkat dari 654 pada pre-test menjadi 1078 pada post-test (selisih 424). Peningkatan terbesar terjadi pada pemahaman terkait penggunaan antibiotik untuk infeksi virus, pentingnya menghabiskan antibiotik, serta bahaya penggunaan tanpa resep. Disimpulkan bahwa promosi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai penggunaan antibiotik secara rasional. Edukasi berkelanjutan diperlukan untuk membentuk perilaku penggunaan antibiotik yang tepat guna mencegah resistensi antibiotik di lingkungan pesantren.
Peran Edukasi Literasi Keuangan Dalam Pencegahan Perilaku Berisiko pada Remaja: Studi pada Siswa MAN 3 Jakarta Oktaviani, Ayu Aulia; Daeli, Florus; Takaya, Rowlan; Irnadya, Vira; Juwita, Febby Marta; Satria, Muhammad Andhika Rizky
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zm2qgg57

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons atas masih rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar, khususnya siswa MAN 3 Jakarta, yang semakin rentan terhadap berbagai risiko finansial di era digital. Perkembangan teknologi mempermudah akses terhadap layanan keuangan, namun di sisi lain juga meningkatkan potensi perilaku konsumtif, penggunaan pinjaman online ilegal, serta paparan terhadap investasi yang tidak aman dan menyesatkan. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa dalam mengelola keuangan pribadi secara bijak, termasuk dalam hal penyusunan anggaran, kebiasaan menabung, serta pengenalan investasi yang aman dan sesuai dengan usia mereka. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif yang dikombinasikan dengan diskusi, simulasi penyusunan anggaran sederhana, serta studi kasus terkait pinjaman online untuk memberikan gambaran nyata kepada siswa. Selain itu, dilakukan evaluasi melalui pengerjaan worksheet dan post-test guna mengukur tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman literasi keuangan, yang tercermin dari hasil post-test. Siswa juga menunjukkan peningkatan kesadaran dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta memahami risiko dari penggunaan pinjaman online ilegal. Lebih lanjut, siswa mulai memiliki pemahaman lebih baik mengenai pentingnya investasi sejak dini dengan pendekatan yang aman dan terencana. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membentuk perilaku finansial siswa yang lebih bijak, rasional, dan bertanggung jawab, sehingga diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.