cover
Contact Name
Muh.Yamin
Contact Email
yaminmohammad08@gmail.com
Phone
+6285396976233
Journal Mail Official
yaminmohammad08@gmail.com
Editorial Address
Jl. Makkarani Komp. Green Riyousa Blok E. No 12 A Panciro, Kab. Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, 92160
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Islamic Educational Review
ISSN : 30470706     EISSN : 30470706     DOI : https://doi.org/10.58230/ijier.v1i1.45
IJIER: Indonesian Journal of Islamic Educational Review is a scientific publication media managed and published by South Sulawesi Education Development (SSED) (Deed of Establishment of the Institution No. 32 dated July 17, 2009, by Notary Ina Kartika Sari S.H. - Decree of the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia Number C-58.HT.03.01 Year 2003). The Indonesian Journal of Islamic Education Review (IJIER) is a scientific journal that emphasizes research and development in the field of Islamic education. This journal provides a platform for conveying thoughts, ideas, and the latest findings in efforts to enhance the quality of Islamic education globally. IJIER welcomes contributions from researchers, academics, and education practitioners focusing on various aspects of Islamic education, including curriculum, teaching methods, technology in education, educational management, as well as evaluation and assessment.
Articles 143 Documents
Peningkatan Kemampuan Literasi dan Self-Efficacy Siswa Berisiko Slow Learner dengan Menggunakan Media Game Edukasi Pada Materi Pendidikan Jasmani Rohadi Wisnu Purnomo; Sigit Nugroho
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i1.757

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta self-efficacy siswa berisiko slow learner di SDN 002 Long Mesangat. Siswa mengalami kesulitan memahami instruksi gerak, aturan permainan, dan menunjukkan kepercayaan diri yang rendah dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media game edukasi, peningkatan kemampuan literasi PJOK dan self-efficacy, serta besarnya peningkatan yang dicapai setelah tindakan. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Arikunto yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah dua siswa berisiko slow learner kelas IV tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif sederhana berupa persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media game edukasi meningkatkan kemampuan literasi PJOK dalam memahami instruksi, aturan permainan, dan konsep dasar pembelajaran. Selain itu, self-efficacy siswa juga meningkat, ditunjukkan oleh keberanian mencoba gerakan, kepercayaan diri, ketekunan menyelesaikan tugas, dan partisipasi aktif selama pembelajaran. Dengan demikian, media game edukasi efektif mendukung pembelajaran PJOK bagi siswa berisiko slow learner di sekolah dasar inklusif.
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Pendekatan Multisensori Berbasis Teori Pembelajaran Sosial Pada Siswa Beresiko Lamban Belajar Siti Nurjanah; Ibnu Syamsi
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i1.758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa berisiko lamban belajar kelas IV SD Negeri 002 Long Mesangat melalui penerapan pendekatan multisensori berbasis teori pembelajaran sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membedakan bentuk huruf yang mirip, menghubungkan bunyi dengan simbol huruf, serta membaca suku kata, kata, dan kalimat sederhana secara lancar. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kepercayaan diri dan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran membaca. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang teridentifikasi berisiko lamban belajar. Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan membaca permulaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan multisensori diterapkan dengan mengoptimalkan penggunaan indera visual, auditori, kinestetik, dan taktil, sedangkan teori pembelajaran sosial diimplementasikan melalui kegiatan pemodelan (modeling), imitasi, latihan terbimbing, pemberian penguatan (reinforcement), dan interaksi langsung antara guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan multisensori berbasis teori pembelajaran sosial mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa secara signifikan. Peningkatan terlihat pada kemampuan mengenali huruf, melafalkan bunyi huruf, membaca suku kata, membaca kata sederhana, serta memahami kalimat sederhana. Selain itu, terjadi peningkatan perhatian, keberanian membaca, kepercayaan diri, dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran.
Pembentukan Identitas Multikultural dan Inklusivitas Sosial Siswa Minoritas dalam Pembelajaran IPS: Perspektif Teori Pengakuan Honneth Ilham Syah
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i1.763

Abstract

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran strategis dalam menumbuhkan identitas multikultural siswa di ruang kelas yang secara demografis heterogen. Artikel ini mengkaji secara konseptual bagaimana Teori Pengakuan Axel Honneth dapat digunakan untuk memahami dinamika inklusivitas sosial siswa minoritas melalui pembelajaran IPS. Berbeda dari kajian pengakuan sebelumnya yang berfokus pada diskriminasi administratif penghayat kepercayaan (Baskoro, 2026), artikel ini menawarkan kebaruan berupa pemetaan tiga sfera pengakuan ke dalam praktik kelas IPS, diilustrasikan melalui konteks keberagaman Kota Manado. Dengan pendekatan kualitatif studi kepustakaan, kajian ini mensintesiskan literatur ilmiah terkini mengenai pendidikan multikultural, teori pengakuan, dan inklusi sosial di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tiga sfera pengakuan Honneth cinta (love), hukum (rights), dan solidaritas (esteem) dapat dipetakan ke dalam tiga dimensi praktik kelas, yaitu relasi emosional guru-siswa, kesetaraan perlakuan dan kebijakan kelas, serta penghargaan atas identitas dan kontribusi budaya siswa minoritas. Ketiadaan salah satu sfera pengakuan dapat memunculkan pengalaman misrecognition yang menghambat pembentukan identitas multikultural siswa, sementara pembelajaran IPS yang secara sengaja mengintegrasikan ketiga sfera tersebut berpotensi memperkuat inklusivitas sosial di ruang kelas heterogen. Artikel ini merekomendasikan penguatan kompetensi pedagogis guru IPS dalam merancang pembelajaran berbasis pengakuan sebagai strategi mewujudkan kelas yang inklusif.
Efektivitas Website Self-Management dalam Layanan Bimbingan Klasikal terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA: Studi Kuasi Eksperimental Stefany Putri Agatha P; Budi Astuti; Afanin Halqim
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/he29k460

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keterlibatan dan keberhasilan siswa dalam belajar. Penelitian ini menguji efektivitas website self-management yang diintegrasikan dalam layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMA. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen pretest-posttest control group, dengan alokasi pada tingkat kelas/sekolah, bukan randomisasi individual. Partisipan berjumlah 120 siswa dari empat SMA di Kota Yogyakarta: 64 siswa kelompok eksperimen dan 56 siswa kelompok kontrol. Kedua kelompok mengisi skala motivasi belajar sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok eksperimen memperoleh bimbingan klasikal berbantuan website self-management dalam tiga pertemuan yang mencakup penetapan tujuan, penyusunan rencana aksi, serta pemantauan dan evaluasi diri, sedangkan kelompok kontrol memperoleh bimbingan klasikal tanpa website. Efektivitas diuji menggunakan analisis kovarians (ANCOVA), dengan skor post-test sebagai variabel dependen, kelompok sebagai variabel independen, dan skor pre-test sebagai kovariat. Secara deskriptif, rata-rata motivasi kelompok eksperimen meningkat dari 60,28 menjadi 77,50, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 62,68 menjadi 75,00. Setelah skor pre-test dikendalikan, kelompok eksperimen menunjukkan skor motivasi post-test yang lebih tinggi dibandingkan kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa website self-management dapat mendukung layanan bimbingan klasikal apabila disertai fasilitasi konselor, akses digital yang memadai, dan pelaksanaan sesuai durasi yang direncanakan. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada desain yang tidak sepenuhnya acak dan durasi intervensi yang singkat.
Technostress pada Guru Sekolah Luar Biasa: Peran Efikasi Diri, Dukungan Sosial, dan Kecerdasan Emosi Ziyadi Ali Ikromi; Rismawati Rismawati; Samuel Givency
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/5d52a238

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan mendorong guru mengintegrasikan teknologi informasi dalam pembelajaran. Bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB), tuntutan ini lebih kompleks karena penggunaan teknologi harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan technostress. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efikasi diri, dukungan sosial, dan kecerdasan emosi terhadap technostress pada guru SLB. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional terhadap 148 guru SLB yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi skala Technostress (α = 0,871), Efikasi Diri (α = 0,889), Dukungan Sosial (α = 0,889), dan Kecerdasan Emosi (α = 0,901). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan model regresi signifikan (F = 20,982; p < 0,001) dengan R² = 0,304, sehingga ketiga variabel secara bersama-sama menjelaskan 30,4% variasi technostress. Secara parsial, efikasi diri berpengaruh negatif signifikan terhadap technostress (β = -0,212; p = 0,027), demikian pula kecerdasan emosi (β = -0,287; p = 0,011). Dukungan sosial tidak berpengaruh signifikan (β = -0,125; p = 0,207). Temuan menunjukkan faktor psikologis internal lebih berperan dalam menurunkan technostress. Sekolah disarankan mengembangkan program penguatan efikasi diri dan kecerdasan emosi serta pelatihan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan guru SLB.
Kesenjangan antara Perencanaan dan Pengambilan Keputusan Karier Siswa SMK Baiq Farichul Jannah; Muhammad Nur Wangid; Wawan Muhammad Azlan; Afanin Halqim
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/r7f92x62

Abstract

Pengambilan keputusan karier merupakan aspek penting bagi kesiapan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan. Penelitian ini mendeskripsikan pengambilan keputusan karier siswa SMK serta mengidentifikasi tingkat efikasi diri, kecerdasan emosional, dan dukungan keluarga yang menyertainya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif pada 310 siswa SMK kelas X, XI, dan XII yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert empat poin yang mencakup pengambilan keputusan karier, efikasi diri, kecerdasan emosional, dan dukungan keluarga, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki rencana setelah lulus, dengan 41,6% berencana langsung bekerja dan 26,5% berencana bekerja sambil melanjutkan pendidikan; 87,1% siswa merasa yakin atau sangat yakin terhadap rencana kariernya. Namun, kesenjangan tetap terjadi antara memiliki rencana karier dan kesiapan mengambil keputusan secara konkret, karena 54,2% siswa melaporkan kesulitan menentukan pilihan karier, dengan kurangnya keyakinan terhadap kemampuan diri sebagai hambatan paling banyak dilaporkan (32,6%). Dukungan keluarga secara umum positif, dengan sekitar 87–91% siswa melaporkan memperoleh dukungan emosional, dorongan, dan informasi karier dari keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun siswa SMK umumnya telah memiliki arah karier, sebagian masih kesulitan menerjemahkan rencana menjadi keputusan yang konkret. Layanan Bimbingan dan Konseling perlu memperkuat tidak hanya informasi karier, tetapi juga efikasi diri, regulasi emosi, eksplorasi, dan keterampilan pengambilan keputusan.
Profil Kesulitan Regulasi Emosi Siswa SMP: Kajian Multidimensional Berdasarkan DERS-36 Novriyani Irene Malino; Eva Imania Eliasa
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/gaf5be80

Abstract

Difficulties with emotional regulation are a key issue during adolescence as they relate to pupils’ academic, social and psychological adjustment. This study aims to describe the profile of emotional regulation difficulties among lower secondary school pupils in Yogyakarta, and to analyse differences based on gender, year group and school of origin. This study employed a quantitative approach using a descriptive–comparative survey design. The sample comprised 402 students from two junior high schools selected using purposive sampling. The instrument used was the Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS-36), which measures six dimensions: Nonacceptance, Goals, Impulse, Awareness, Strategies, and Clarity. The data were analysed using descriptive statistics, Cronbach’s alpha, Pearson’s correlation, the independent samples t-test, the chi-square test, one-way ANOVA, and Tukey’s HSD post-hoc test. The results of this study indicate that the majority of pupils fell into the ‘moderate’ category for difficulties in emotion regulation (70.1%). The ‘Strategies’ dimension had the highest mean score, whilst the ‘Goals’ dimension showed the highest percentage in the ‘high’ category. Significant differences were found based on gender, with female pupils reporting higher DERS scores than male pupils. Meanwhile, differences based on school type and year group emerged in certain dimensions. These findings suggest that pupils’ difficulties with emotional regulation need to be understood in a multidimensional way and can serve as a basis for guidance and counselling teachers in designing services that are more responsive, preventative and tailored to the developmental needs of lower secondary school pupils.
Analisis Tingkat Kepercayaan Diri dan Kebutuhan Modul Bimbingan Klasikal Self Challenge pada Siswa SMP Patima Aprilia Azzahra; Budi Astuti; Mohammad Ghufron Alfatah
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/fe6zm787

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian penting yang menjadi fondasi siswa dalam bertindak, mengambil keputusan, dan mengekspresikan diri, sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian khusus dalam layanan pendidikan, termasuk di wilayah 3T seperti Kecamatan Ponjong. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kepercayaan diri dan kebutuhan modul bimbingan klasikal pada siswa SMP Se-Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan instrumen skala kepercayaan diri berdasarkan aspek Lauster (1994) dan angket kebutuhan modul, pada siswa kelas VII dari empat SMP Negeri Se-Kecamatan Ponjong. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepercayaan diri siswa didominasi kategori sedang (31%–58%), dengan proporsi kategori rendah yang cukup signifikan (7%–15%); aspek yang paling lemah secara konsisten adalah keyakinan terhadap kemampuan diri dan kemampuan berpikir rasional dan realistis. Sementara itu, kebutuhan layanan modul BK berada pada kategori sedang hingga tinggi (>88% di seluruh sekolah), menunjukkan urgensi kuat terhadap penyediaan modul bimbingan klasikal berbasis kepercayaan diri. Temuan ini menjadi dasar pertimbangan bagi guru BK dan pemangku kebijakan pendidikan dalam merancang intervensi yang relevan dan kontekstual.
Pengaruh Latihan Ball Handling terhadap Peningkatan Keterampilan Dribbling Siswa dalam Pembelajaran Ekstrakurikuler Wawan Muhammad Azlan; Muhammad Husni Tamim; Prietia Eko Wardoyo
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/tas21d92

Abstract

Dribbling ability is one of the key fundamental technical skills in basketball as it underpins ball control and player movement during a match. Within the SMK Negeri 3 Selong basketball team, players’ dribbling abilities are not yet consistent, so more specific training is required to improve ball control. This study aims to analyse the effect of ball-handling training on dribbling skills in the SMK Negeri 3 Selong basketball team. The study employed a quantitative approach using an experimental method and a pre-experimental design in the form of a One-Group Pre-test-Post-test Design. The research subjects consisted of 15 students who were members of the SMK Negeri 3 Selong basketball extracurricular team. Dribbling ability was measured before and after the ball-handling training programme, and the data were analysed using a Paired Sample T-Test with the aid of SPSS version 25. The results showed an improvement in dribbling ability, with the mean score rising from 63.73 in the pre-test to 86.06 in the post-test. The results of the Paired-Sample t-test showed a significance value of 0.000 (0.05), indicating a difference in dribbling ability before and after the ball-handling training programme. These findings suggest that ball-handling training can serve as a relevant form of technical training to support the improvement of dribbling ability among school-level basketball players.
Pengembangan Handout Visual Sebagai Inovasi untuk Mendukung Hasil Belajar pada Siswa Kelas V SD Fajar Baru Yudi Kurniawan; Anik Ghufron
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/5gpv1n84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan handout visual sebagai sumber belajar yang layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V sekolah dasar pada materi sistem pernapasan manusia, menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian dilaksanakan di SDN 044 dan SDN 045 Bengkulu Utara dengan melibatkan 50 siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan N-Gain, uji Wilcoxon signed-rank, dan analisis effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa handout visual yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat layak, dengan skor validasi 97% dari ahli materi dan 99% dari ahli media. Kepraktisan berdasarkan respons siswa berada pada rentang 83,5%-93,5%, sedangkan respons guru mencapai 91%, keduanya sangat baik. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 53,12 pada pretest menjadi 82,64 pada posttest, dengan N-Gain 0,65 (sedang). Uji Wilcoxon menghasilkan p = 0,000 (p < 0,05), dan effect size 0,87 termasuk besar. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada desain satu kelompok tanpa kelompok kontrol. Dengan demikian, handout visual yang dikembangkan terbukti valid, praktis, dan efektif untuk mendukung hasil belajar siswa pada materi sistem pernapasan manusia di sekolah dasar.