cover
Contact Name
Dian Zuiatna
Contact Email
dianzuiatna@helvetia.ac.id
Phone
+6285276779848
Journal Mail Official
pemasilkes@helvetia.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124, Indonesia.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 2807579X     DOI : https://doi.org/10.33085/.v5i1.5887
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Institut Kesehatan Helvetia. Jurnal ini memuat artikel hasil Pengadian kepada Masyarakat di bidang kesehatan yang terkait aspek : Kesehatan Masyarakat, Ilmu Gizi, Kebidanan, Keperawatan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit dan Fisioterapi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan diterbitkan 2 (Dua) kali setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli, artikel yang diterima akan diterbitkan secara online. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatanl terus mengundang para penulis untuk mempublikasikan artikel, terutama yang merupakan hasil-hasil Pengabdian kepada Masyarakat kontemporer di bidang kesehatan.
Articles 72 Documents
Upaya Berkelanjutan dalam Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Menyikat Gigi Dengan Metode Multisensory Dental Education Rusmiati Rusmiati; Surayah Surayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2023): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v4i2.5748

Abstract

Perhatian mengenai kesehatan gigi dan mulut harus dilakukan secara menyeluruh termasuk pada anak berkebutuhan khusus. Salah satu anak berkebutuhan khusus yang memerlukan perhatian khusus adalah anak dengan tunanetra yang rentan mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut terutama karies. Rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut menjadi kendala bagi anak tunanetra untuk mencegah terjadinya karies, kalkulus, dan maloklusi. Maka dari itu perlu dilakukan kegiatan untuk meningkatkan pegetahuan anak tunanetra mengenai keterampilan menyikat gigi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku menyikat gigi pada guru, orang tua dan siswa tunanetra di SLBN Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, SH. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan demonstrasi cara menyikat gigi dengan metode multisensory dental. Penyuluhan dilakukan kepada Guru SLB dan orang tua siswa serta siswa SLB dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada guru, orang tua dan siswa SLBN Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, SH. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan guru, orang tua dan siswa dalam melakukan sikat gigi dengan baik dan benar serta para peserta menjadi mengetahui dan memahami serta mampu mempratekkan cara menyikat gigi yang baik dan benar agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masalah-masalah gigi dan mulut yang timbul dapat dicegah dan diatasi sedini mungkin.
Peningkatan Status Gizi Bayi Melalui Edukasi Pemberian ASI Eksklusif di RB Hanum Dian Zuiatna; Indah Dewi Sari; Reni Julia Tan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v1i2.5448

Abstract

Masalah gizi yang paling utama pada saat ini di Indonesia adalah kurang kalori dan protein hal ini banyak ditemukan pada bayi dan anak. Terjadinya kerawanan gizi pada bayi disebabkan karena selain makanan yang kurang juga karena Air Susu Ibu (ASI) banyak diganti dengan susu botol dengan cara dan jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO ) tahun 2016 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia baru berkisar 38 persen. data dari survei Demografi Kesehatan Indonesia (SKDI) menunjukkan bahwa ibu, yang memberikan ASI pada bayi 0-3 bulan yaitu 47% diperkotaan dan 55% dipedesaan Maka dari itu perlu diberikan pendidikan kesehatan mengenai manfaat dari pemberian ASI eksklusif. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. ASI tanpa bahan makanan lain dapat mencukupi kebutuhan pertumbuhan sampai usia sekitar empat bulan. Setelah itu ASI hanya berfungsi sebagai sumber protein vitamin dan mineral utama untuk bayi yang mendapat makanan tambahan yang tertumpu pada beras oleh karena itu pemberian ASI Eksklusif merupakan tindakan yang tepat untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan bayi. Adapun tujuan dari dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang ASI eksklusif sehingga diharapkan ASI eksklusif dapat berhasil dan status gizi bayi dan anak dapat meningkat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah berupa penyuluhan dan demonstrasi posisi memberikan ASI yang benar serta cara menggunakan breast pump. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini akan dilakukan di RB Hanum.
Sosialisasi dan Penanganan Fisioterapi pada Lansia di Puskesmas Kutalimbaru Sulaiman Sulaiman; Ronald Erwansyah; Maryaningsih Maryaningsih; Anggriani Anggriani; Yeni Vera
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v4i1.5627

Abstract

Masyarakat di Indonesia khususnya di Sumatera Utara masih banyak yang mengalami gangguan nyeri pinggang  dan masih belum tertangani dengan baik. Selain itu  masih banyak yang belum paham tentang peran fisioterapi dalam kesehatan, bahkan tak banyak dari masyarakat yang tidak kenal apa itu fisioterapi terkhusus nya para lansia di pedesaan. Dimana mayoritas lansia di pedesaan memiliki keluhan sakit nyeri pinggang yang memerlukan tindakan penanganan fisioterapi orang tua sangat rentan terhadap masalah kesehatan. Masalah kesehatan ini terkadang dilupakan oleh keluarga lansia untuk dibawa ke Posyandu Lansia terdekat. Dari 100 lansia yang mengikuti sosialisasi pelayanan kesehatan di Desa Kutalimbaru, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang rata-rata mengalami masalah fisik terutama di daerah pinggang bagian belakang yang memerlukan tindakan fisioterapi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengenalkan fisioterapi pada masyarakat dan meningkatkan kesehatan masyarakat dengan pemberian sinar infra merah. Dalam pengabdian ini metode yang dilakukan dengan melakukan penyuluhan kesehatan,  memberikan tindakan fisioterapi dengan menggunakan infra merah bagi lansia yang membutuhkan. Pemberian tindakan fisioterapi kepada lanjut usia dan diakhir kegiatan pengabdian membagikan sembako kepada masyarakat Kutalimbaru yang mengikuti kegiatan. Kesimpulannya adalah terdapat perubahan penurunan nyeri pada lansia sebanyak 90% setelah mendapatkan treatment fisioterapi dengan menggunakan sinar infra merah dan terjadi peningkatan yang signifikan dalam meningkatkan derajat kesehatan lansia di Puskesmas Kutalimbaru Kecamatan Kutalimbaru
Sosialisasi Tanggap Darurat Kebakaran di Klinik Pratama Klambir Medan Cut Saura Salmira; Khoirotun Najihah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2022): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v3i1.5565

Abstract

Klinik pratama sebagai salah satu pelayanan kesehatan masyarakat memiliki potensi terjadi keadaan darurat seperti kebakaran dan bencana alam gempa bumi, oleh sebab itu maka klinik pratama harus siap siaga dalam menghadapi bencana dengan melakukan penyiapan sumberdaya, baik fasilitas maupun sumberdaya manusia. Upaya pencegahan untuk meminimalisir risiko yaitu dengan cara perencanaan sistem tanggap darurat bencana, penting dilakukan untuk menanggulangi semua kejadian bencana secara cepat, tepat, dan akurat, serta untuk menekan timbulnya korban jiwa dan kerugian akibat kejadian bencana tersebut. Klinik Pratama Kelambir Medan merupakan salah pelayanan kesehatan umum yang berada di kota Medan yang memiliki risiko terjadinya keadaan darurat baik keadaan darurat bencana maupun keadaan darurat kebakaran. Maka itu perlu dilakukan sosialisai tanggap darurat kebakaran di Klinik Pratama Klambir Medan, karena kebakaran merupakan salah satu ancaman yang dapat menimbulkan kerugian dan memakan korban jiwa. Untuk itu sosialisasi perlu dilaksanakan sebagai upaya mencegah dan mengurangi dampak dari kebakaran tersebut. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan edukasi bagaimana menghindari dan penanganan kebakaran yang tepat serta memberikan informasi dan kesigaptanggapan terhadap terjdinya bahaya kebakaran di Klinik Pratama Klambir Medan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu pemberian sosialisasi dengan metode ceramah tanya jawab kepada responden yang merupakan pegawai di Klinik Pratama Klambir. Selesai memberikan sosialisasi, responde mengerti bagaimana melakukan pencegahan terjadinya kebakaran dan tindakan yang akan dilakukan saat terjadinya kebakaran serta mengetahui bagaimana penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) jika terjadi kebakaran.
Edukasi Menggosok Gigi yang Baik dan Benar pada Anak Sekolah Dasar Endriyani Syafitri; Muthia Sari Mardha; Ivansri Marsaulina Panjaitan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2021): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v2i2.5538

Abstract

Rongga mulut yang sehat memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif, menikmati berbagai jenis makanan, meningkatkan kualitas hidup , percaya diri dan mempunyai kehidupan sosial yang lebih baik. Sebaliknya, rongga mulut yang tidak sehat dapat berpengaruh pada kehidupan sosial seseorang, keterbatasan fungsi pengunyahan, keterbatasan fungsi bicara, rasa sakit dan terganggunya waktu bekerja atau sekolah. Usia sekolah merupakan usia penting dalam  pertumbuhan  dan perkembangan fisik anak. Periode ini juga disebut sebagai periode kritis karena pada masa ini mulai mengembangkan kebiasaan yang biasanya cenderung menetap sampai dewasa. Salah satunya adalah kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Menyikat gigi merupakan upaya paling mudah menjaga kesehatan gigi dan mulut. Usia anak sekolah dasar memiliki kerentanan timbulnya masalah pada gigi dan mulut. Faktor risiko yang masih mendorong tingginya prevalensi kasus gigi berlubang (karies) pada anak antara lain adalah teknik menggosok gigi yang salah.  Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan  pengetahuan  dan  ketrampilan murid SD Harapan Bangsa tentang cara  menggosok  gigi  dengan  benar. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan penyuluhan dan demonstrasi cara menggosok gigi yang baik dan benar. Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan didapat hasil yang cukup memuaskan, peserta dapat mengikuti gerakan-gerakan yang di instruksikan sehingga dapat di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya karies gigi pada anak sekolah dan agar hygiene mulut anak tetap terjaga dengan baik.
Sosialisasi dan Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Mahasiswa Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Marbun, Romauli Anna Teresia; Sihombing, Yanna Rotua; Dalimunthe, Juliana; Wahyuni, Siti; Situmorang, Novidawati Br
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v5i1.5992

Abstract

Hipertensi didefinisikan dengan tekanan darah lebih dari atau sama dengan 130/80 mmHg. Sekitar 80-95% kasus mengalami hipertensi esensial, sehingga tidak ada penyebab spesifiknya. Keadaan hipertensi biasanya hanya memunculkan sedikit gejala juga seringkali luput dari perhatian, sehingga dapat memicu penyakit lain, contohnya gagal jantung, hipertrofi ventrikel kiri, stroke, penyakit ginjal stadium akhir, hingga kematian. Peran mahasiswa kesehatan khususnya farmasi dapat menjadi penyaluran informasi pada keluarga mengenai bahaya hipertensi dan cara penanganannya melalui pemberian obat. Metode pengabdian yang dilakukan dalam bentuk Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) terkait penggunaan obat antihipertensi. Sosialisasi dan evaluasi penggunaan obat antihipertensi kepada peserta dilaksanakan secara online dengan menggunakan zoom meeting. Sebelum pemaparan materi dilakukan pretest terlebih dahulu. Setelah selesai pemaparan materi, para peserta diberikan posttest untuk mengetahui pengetahuan peserta atas materi yang disampaikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 25 Oktober 2023 pukul 09.00-12.00 WIB. Peserta kegiatan aktif dalam diskusi dan memberikan pertanyaan. Hasil posttest menunjukkan bahwa pemahaman dan peningkatan pengetahuan mahasiwa terkait penggunaan obat antihipertensi sudah baik yang terlihat dari peningkatan poin dari pretest sebelumnya. Secara khusus mahasiswa farmasi yang spesifik belajar terapi hipertensi menjadi lebih mendalami kendala yang didapat oleh masyarakat. Perlu adanya kegiatan-kegiatan serupa yang rutin dilakukan untuk mencegah kesalahan penggunaan obat antihipertensi
Gizi Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak di Raudhatul Athfal Kota Binjai Yulida Effendi; Syahroni Damanik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v1i2.5455

Abstract

Pertumbuhan merupakan komponen penting dalam menilai status gizi dan dapat digunakan sebagai indikator dari kesehatan/kesejahteraan individu maupun populasinya. Gangguan pertumbuhan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Kekurangan gizi terjadi pada saat tubuh tidak memperoleh jumlah energi, protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral serta zat gizi lainnya dalam jumlah cukup yang diperlukan untuk mempertahankan organ dan jaringannya tetap sehat serta berfungsi dengan baik.Bertambah berat badan merupakan tanda yang menunjukkan bahwa seorang anak dan tumbuh serta berkembang dengan baik.. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, metode penyuluhan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan. Analisa data yang digunakan adalah menggunakan analisa SWOT (Strenghts, Weakness, opportunities dan Threats). Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah. Metode pendidikan/penyuluhan dengan ceramah, tanya jawab dan game. Penyuluhan ini menggunakan media leaflet dan poster stand/banner yang menarik seputar pentingnya makanan bergizi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan antusias anak pra sekolah dalam melakukan prakik hidup bersih dan sehat. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini,orang tua siswa sebelum dilakukan penyuluhan belum mengetahui secara detail manfaat gizi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, setelah dilakukan penyuluhan, anak pra sekolah menjadi mengerti pentingnya gizi dan sumber makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Penyuluhan Senam Lansia di Desa Putih Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah Hudnah Una; Afdalul Magfirah; Saipullah Saipullah; Andi Pratama Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2023): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v4i2.5742

Abstract

Lansia adalah orang yang mengalami perubahan sistem biologisnya berdasarkan struktur maupun fungsi sehingga berpengaruh pada derajat kesehatannya. Senam lansia adalah serangkaian gerak atau latihan fisik yang dilakukan oleh orang lanjut usia untuk meningkatkan kemampuan fungsionalnya. Jenis aktivitas ini memiliki gerakan yang teratur, terarah, dan terencana yang disesuaikan dengan berbagai perubahan tubuh pada lansia. Senam untuk orang lanjut usia memiliki gerakan dan kecepatan yang lebih lambat dibandingkan dengan senam aerobik. Meski demikian, sama seperti aerobik, senam ini juga biasanya dilakukan secara berkelompok dengan iringan musik tertentu. Hal ini dilakukan untuk membawa suasana yang ceria, sehingga bisa menjadi sarana untuk melepas penat dan kelelahan yang rentan terjadi pada kelompok usia ini. Pengabdian ini dilaksanakan di lapangan olahraga Desa Putih. Penyuluhan dilakukan dari pagi sampai sore hari, yang diakhiri dengan evaluasi. Dari hasil penyuluhan dapat dilihat antusias para lansia dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan. Adapun sebagaimana olahraga lansia pada umumnya, senam ini juga membawa beragam manfaat. Senam ini disebut dapat membantu meningkatkan kerja jantung, sehingga orang lanjut usia bisa memiliki peredaran darah yang lebih baik. Seiring bertambahnya usia, lansia tentu mengalami perubahan fisik, psikis, sosial, serta spiritual. Penyebab perubahan tersebut dapat mengganggu kualitas tidur. Tingkat kemampuan fisik yang mengalami penurunan sangat berpengaruh pada kualitas tidur lansia. Tujuan dari pengabdian kepada komunitas lansia adalah menginformasikan pentingnya menjaga kualitas kesehatan bagi lansia, sehingga lansia dapat beraktifitas secara optimal. Evaluasi keberhasilan program dapat dilihat dari berjalannya kegiatan senam rutin dari kelompok lansia dan menurunnya gangguan tidur lansia
Penyuluhan tentang Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Tindakan SADARI di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 12 Desa Punggulan Hasanah Pratiwi Harahap; Wardiah Wardiah; Syahroni Damanik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v1i1.4603

Abstract

Kanker payudara dikenal sebagai salah satu kanker yang paling sering menyerang kaum wanita. Selain itu, kecenderungan peningkatan prevalensinya tidak dapat dihindari. Ditambah lagi kematian karena kanker payudara masih tinggi, terutama pada negara-negara sedang berkembang, karena keterlambatan diagnosis yang berarti juga keterlambatan pengobatan. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan RI, penyakit kanker serviks dan kanker payudara merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia pada tahun 2013, yaitu kanker serviks sebesar 0,8% dan kanker payudara sebesar 0,5% atau 61.682 jumlah kasus. Yayasan Kanker Payudara Indonesia menyatakan ada kecenderungan penurunan usia penderita kanker payudara di Indonesia terutama pada remaja. Kasus yang pernah ditangani dilaporkan berusia 15 tahun. Kecenderungan ini diperkirakan karena gaya hidup terutama makanan yang tidak sehat (junk food), kurang konsumsi sayur dan buah, merokok dan alkohol. Masalah gizi pada remaja muncul dikarenakan asupan gizi yang belum baik, yaitu ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Masalah gizi yang dapat terjadi pada remaja adalah gizi kurang (under weight), obesitas (over weight) dan anemia. Pada masa remaja, komposisi diet saat pubertas yang tidak seimbang serta gaya hidup yang tidak sehat juga memiliki peran besar sebagai penyebab kanker payudara di kemudian hari. Hal ini disebabkan, gizi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kadar esterogen dan estradiol dalam tubuh. Mengingat telah ditemukannya kasus kanker payudara pada remaja maka perlu diberikan penyuluhan dan edukasi tentang deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dalam rangka meningkatkan kesehatan reproduksi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan informasi pada remaja mengenai deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Mengenai Swamedikasi Demam Flu dan Batuk Melalui Pendidikan Kesehatan Andry, Muhammad; Shufyani, Fahma; Naldi, Jefri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2022): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v3i2.5591

Abstract

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal tersebut maka diselenggarakan upaya kesehatan dengan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan serta diselenggarakan bersama antara pemerintah dan masyarakat. Upaya masyarakat untuk mengobati dirinya sendiri dikenal dengan istilah swamedikasi. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat, seperti demam, flu dan batuk. Swamedikasi menjadi alternatif yang diambil masyarakat untuk meningkatkan keterjangkauan pengobatan. Pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Dusun II Randu Alas, Desa Ara Condong, Kec. Stabat mengenai swamedikasi demam, flu dan batuk dan untuk memberikan informasi informasi yang tepat agar  dapat terhindar dari penyalahgunaan obat (drug abuse) dan penggunasalahan obat (drug misuse). Metode yang digunakan yaitu penyuluhan atau pemberian pendidikan kesehatan berupa ceramah dan tanya jawab. Hasil penyuluhan yang telah dilakukan kepada masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan yang diberikan dapat dinilai bermanfaat dikarenakan peserta kegiatan mendapatkan ilmu dan wawasan yang bersifat baru tentang swamedikasi.