Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan
Jurnal Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Institut Kesehatan Helvetia. Jurnal ini memuat artikel hasil Pengadian kepada Masyarakat di bidang kesehatan yang terkait aspek : Kesehatan Masyarakat, Ilmu Gizi, Kebidanan, Keperawatan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit dan Fisioterapi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan diterbitkan 2 (Dua) kali setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli, artikel yang diterima akan diterbitkan secara online. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatanl terus mengundang para penulis untuk mempublikasikan artikel, terutama yang merupakan hasil-hasil Pengabdian kepada Masyarakat kontemporer di bidang kesehatan.
Articles
72 Documents
Edukasi Kesehatan Mengenai Deteksi Dini Pencegahan dan Perawatan Hipertensi di Masa Pandemi COVID-19
Vivi Eulis Diana;
Adek Chan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2022): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33085/.v3i1.5563
Hipertensi dinyatakan sebagai penyakit paling berbahaya di masa pandemi COVID-19. Hipertensi merupakan salah satu komorbid atau penyakit penyerta yang paling banyak ditemukan pada Coronavirus Disease-19 (COVID-19) yang meningkatkan resiko kematian pasien corona. Hipertensi juga dikenal sebagai pembunuh diam-diam atau the silent killer karena sering disertai tanpa ada keluhan. Hipertensi menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, terutama penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan demensia. Penyakit hipertensi ini tak bisa disembuhkan tapi bisa dikontrol dengan perawatan. Bencana nasional non alam COVID-19 terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia sehingga pelayanan hipertensi menjadi salah satu layanan yang terkena dampak baik secara akses maupun kualitas. Dalam pembatasan pelayanan di fasilitas kesehatan penderita hipertensi tetap harus dapat melakukan perawatan diri dengan baik sehingga tekanan darah dapat tetap terkontrol. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit hipertensi meliputi pencegahan dan perawatan dengan harapan dapat menekan tingginya penyakit hipertensi pada masyarakat di Desa Puji Mulyo, Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang . Metode yang diterapkan dalam program kegiatan pengabdian ini adalah dengan metode ceramah melalui promosi kesehatan berupa penyuluhan tentang penyakit hipertensi. Berdasarkan data yang diperoleh terlihat masih banyak warga yang terdiagnosis hipertensi namun tidak melakukan pengobatan dan masih banyak warga yang belum mengetahui apakah dirinya terdiagnosis hipertensi atau tidak, serta masih banyak warga yang belum memahami apa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hipertensi.
Pendidikan Kesehatan Mengenai Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah Sebagai Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja
Suyanti Suwardi;
Syahroni Damanik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2021): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33085/.v2i2.5535
Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia defisiensi zat besi. Ketidakpatuhan remaja putri mengkonsumsi Tablet Tambah Darah menjadi penghambat pencapaian program pemerintah mengenai pemberian Tablet Tambah Darah. Remaja perempuan berisiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan remaja laki – laki karena perempuan mengalami menstruasi setiap bulan yang menyebabkan kehilangan zat besi sekitar 1,4 mg per hari selama menstruasi. Berdasarkan hal ini, wanita sangat berisiko terkena defisiensi besi dan ADB (Anemia Defisiensi Besi). ADB dapat menimbulkan intelligence quotient (IQ) rendah, penurunann kemampuan belajar dan penurunan angka pertumbuhan pada anak. Pemerintah mengharapkan melalui program pemberian Tablet Tambah Darah pada remaja putri dapat menekan angka remaja putri yang mengalami anemia. Faktor utama unuk dapat terlaksananya program tersebut, yaitu kepatuhan remaja putri mengkonsumsi Tablet Tambah Darah. Kepatuhan dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengetahuan dapat merubah sikap dan prilaku seseorang. Masih banyak remaja putri yang tidak patuh mengkonsumsi Tablet Tambah Darah karena beberapa faktor salah satunya adalah pengetahuan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi secara umum tentang anemia pada remaja putri serta pentingnya mengkonsumsi Tablet Tambah Darah guna pencegahan dari anemia pada remaja. Metode dalam pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan mendapatkan sambutan yang hangat dan dukungan yang sangat baik dari para peserta terlihat dari semangat mendengarkan dan mengikuti kegiatan hingga akhir acara. Diharapkan kepada peserta dapat mengkonsumsi Tablet Tambah Darah yang diberikan secara berkelanjutan untuk mencegah terjadinya anemia.
Pemberdayaan Ayah dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Pematang Lalang
Wahyu, Afnijar;
Purba, Jhon Roby;
Rudianto, Rudianto;
Sinaga, Tuty Swarni;
Sihombing, Erni Trirenna;
Manik, Helen Kristin Manuella;
Pasaribu, Lady Novelin;
Tarigan, Teguh Karya Darma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33085/.v5i1.5991
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek. Stunting biasa dialami oleh anak usia 6-59 bulan yang bedampak pada tingkat kecerdasan pada anak yang rendah, imunitas rendah dan produktifitas yang rendah. Penderita Stunting biasanya rentan dengan penyakit serta kecerdasan dibawah normal. Data SSGI 2022 prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 21,6 %, target Pemerintah Indonesia pada Tahun 2024 angka Stunting dibawah dari 14 %. Penyebab terjadinya stunting multifaktor salah satunya adalah faktor social determinan of health yang meliputi lingkungan sosial (kemiskinan, pendidikan, pekerjaan, struktur keluarga dan jumlah anak), lingkungan fisik dan biologi (asupan nutrisi selama hamil, ASI, asap rokok, sanitasi dan air bersih). Desa Pematang Lalang merupakan salah satu Desa yang berada di Kabupaten Deli Serdang Kecamatan Percut Sei Tuan. Pekerjaan Ayah di Desa Pematang lalang mayoritas Petani, tingkat pendidikan ayah mayoritas lulusan sekolah menegah pertama (SMP) dan mayoritas suku Batak Toba. Suku Batak Toba menganut sistem patrilineal dimana peran ayah adalah sebagai kepala keluarga yang bekerja mencari nafkah dan kebutuhan ekonomi rumah tangga, sementara kebutuhan untuk nutrisi dan makanan yang dikonsumsi sehari-hari itu dipercayakan kepada ibu. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan ayah dalam pencegahan stunting dengan meningkatkan pengetahuan ayah tentang pencegahan stunting pada anak. Metode yang digunakan adalah observasi, pemberian edukasi serta evaluasi dan monitoring. Hasil dari program ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan ayah sebanyak 60 % baik dalam memberikan pola asuh dan pendampingan pada ibu untuk mencegah stunting
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Bagi Lansia Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif di Dusun Melayu Desa Teluk
Khairatunnisa Khairatunnisa;
Arni Wetty Sinurat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33085/.v1i2.5454
Dusun Melayu Kecamatan Secanggang terdiri dari 469 jiwa dengan jumlah lansia sebanyak 17 jiwa (7,33 persen) dan penduduk yang berusia di atas 45 tahun sebanyak 48 jiwa. Berdasarkan data Puskesmas Teluk, keluhan kesehatan yang banyak dialami lansia antara lain adalah hipertensi, Diabetes Mellitus dan artritis. Ketika ditanya, sebagian besar lansia maupun yang akan memasuki usia lansia (+45 tahun) sangat jarang memeriksakan kesehatannya ke pelayanan kesehatan. Tujuan dilakukannya Pengabdian kepada Masyarakat di Dusun Melayu Desa Teluk Kecamatan Secanggang adalah membantu program pemerintah dalam pemanfaatan posyandu lansia dan meningkatkan kesadaran lansia dan orang yang akan memasuki usia lansia agar mau memeriksakan kesehatannya secara rutin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai aplikasi dari ilmu pengetahuan di bidang pencegahan penyakit tidak menular dan aplikasi dari Ilmu Promosi Kesehatan. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia lansia dan yang akan memasuki usia lansia (+45 tahun) di Dusun Melayu Desa Teluk Kecamatan Secanggang. Metode kegiatan berupa penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Data yang digunakan adalah data primer, sekunder dan tersier dengan analisis data menggunakan analisis deskriptif. Kegiatan ini berjalan dengan lancar, dimulai dari tahap analisis masalah, penentuan prioritas masalah dan intervensi. Kegiatan dilakukan pada hari Jum’at tanggal 13 Maret 2020 mulai pukul 09.00 s.d. 12.00 WIB dan dihadiri sebanyak 25 orang. Kesimpulan yang dapat diambil adalah secara umum lansia di Dusun Melayu merasa bahwa penyuluhan dan pelayanan kesehatan yang diberikan sangat bermanfaat, mereka sangat antusias mengikuti kegiatan. Disarankan kepada Kepala Dusun agar senantiasa memotivasi warganya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, kalau bisa melakukan kunjungan ke rumah lansia
Penyuluhan Tentang Bullying dan Pencegahannya pada Orangtua Murid dan Guru PAUD Sola Gratia Jemaat Imanuel Batukadera Kupang
Arman Rifat Lette
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2023): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33085/.v4i2.5710
Bullying di masa kanak-kanak adalah masalah kesehatan masyarakat yang utama dan dapat meningkatkan risiko kesehatan yang buruk. Konsekuensi yang dirasakan oleh semua orang yang terlibat dalam Bullying (pelaku dan korban) akan berdampak hingga masa dewasa. Orangtua dan guru mempunyai peranan penting untuk mencegah terjadinya bullying. Peran orang tua dan guru sangat diperlukan untuk berada di sisi anak agar dapat menerapkan bimbingan dan melakukan upaya pencegahan serta penanganan bullying pada anak dengan lebih baik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orangtua siswa/i dan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) tentang perilaku bullying dan pencegahannya. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dalam bentuk penyuluhan tentang bullying dan pencegahannya menggunakan media power point, laptop dan LCD. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 01 Juni 2022 pukul 09.00-11.00 WITA, bertempat di gereja Imanuel Batukadera Kupang , Nusa Tenggara Timur. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah orangtua murid dan guru. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian ini sebanyak 21 orang. Hasil dari pengabdian ini adalah materi penyuluhan yang diberikan sudah cukup baik untuk menambah pengetahuan, dan kesadaran orangtua murid dan guru tentang bullying dan pencegahannya. Secara khusus meningkatkan pengetahuan orangtua tentang upaya pencegahan perilaku bullying pada anak mereka. Hal ini terlihat dari respon peserta saat menjawab pertanyaan diberikan oleh penulis di akhir penyuluhan. Peserta kegiatan juga aktif dalam diskusi dan memberikan pertanyaan. Perlu adanya kegiatan-kegiatan serupa yang dilakukan untuk mencegah perilaku bullying dari dalam keluarga dan sekolah.
Pelatihan Pijat Bayi Bagi Ibu di Wilayah Kerja Puseksmas Tanjung Marulak Kota Tebing Tinggi
Jitasari Tarigan Sibero;
Dewi Sartika;
Fina Kusuma Wardani;
Afrahul Padilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33085/.v1i1.4600
Pijat bayi disebut juga sebagai stimulus touch atau terapi sentuh. Dikatakan terapi sentuh karena melalui pemijatan bayi terjadi komunikasi yang nyaman dan aman antara ibu dan bayinya. Pemberian stimulasi dini bertujuan untuk membantu dan memberikan kesempatan pada anak agar dapat mencapai potensi intelektualnya dan kemampuan sensorik pada bayi. Pemberian stimulasi/rangsangan diantaranya menggunakan terapi sentuh pijat bayi, karena pada pijat bayi terdapat unsur sentuhan berupa kasih sayang, perhatian, suara, pandangan mata, gerakan dan pijatan. Masalah dalam pelaksanaan pijat bayi pada saat ini adalah masih adanya anggapan orang tua yang menganggap bahwa pijat bayi bukanlah bentuk terapi sekaligus alamiah bagi bayi yang bisa memberikan banyak manfaat. Sebagian lagi menganggap bahwa pijat bayi hanya dilakukan saat bayi mengalami sakit, seperti flu. Di Indonesia pelaksanaan pijat bayi di masyarakat desa masih dipegang perannya oleh dukun bayi. Komplikasi-komplikasi pijat bayi oleh dukun bayi yang pernah dilaporkan adalah perdarahan intrakranial dan ileus obstruktif. Langkah awal yang dilakukan ibu untuk memperkecil risiko ataupun komplikasi pijat bayi dengan memilih praktisi pijat untuk bayinya. Apabila ibu belum mengerti tentang cara memijat bayi yang benar sebaiknya ibu mencari informasi dari tenaga kesehatan yang terlatih. Kemudian ibu dapat melaksanakan pijat bayi secara mandiri di rumah.
Peningkatan Minat Ibu Yang Memiliki Balita untuk Mengikuti Kegiatan Posyandu di Klinik Romauli
Sari, Indah Dewi;
Wulan, Mayang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2022): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33085/.v3i2.5587
Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari oleh untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar sehingga mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Posyandu efektif dalam mendukung tercapainya tujuan ke-3 dari SDGs dengan strategi pencapaian peningkatan akses pelayanan yang berkualitas dengan indikator menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan balita. Masalah yang menjadi prioritas di temukan yaitu Partisipasi ibu yang memiliki balita ke posyandu masih rendah. Penyebab rendahnya cakupan peserta posyandu di Klinik Romauli di karenakan oleh beberapa sebab, yaitu kurangnya pengetahuan ibu hamil, ibu yang memiliki bayi dan balita tentang peran dan fungsi posyandu. Sebagian besar dari sasaran posyandu tidak hadir secara rutin bahkan ada yang tidak pernah ikut serta dalam kegiatan posyandu sehingga setiap bulannnya pencapaian kunjungan masih jauh dari target yang telah ditentukan yaitu 80%. Metode Pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan tentang Peningkatan Minat Ibu Yang Memiliki Balita Terhadap Kegiatan Posyandu di Klinik Romauli. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk menambah pengetahuan ibu tentang pentingnya membawa balitanya untuk datang ke posyandu. Pengabdian masyarakat diadakan dengan jumlah peserta sebanyak 40 ibu yang memiliki balita, mereka sangat antusias untuk mengetahui edukasi yang diberikan
Pelatihan Penggunaan Obat Secara Benar dan Cara Mengatasi Efek Samping Bagi Penderita Tuberculosis (TB) di Kabupaten Pamekasan
Abdul Rahem;
Yuni Priyandani;
Arie Sulistyarini;
Ana Yuda;
I Nyoman Wijaya;
Gusti Noorrizka Veronika Ahmad;
Gesnita Nugraheni;
Wahyu Utami;
Umi Athiyah;
Liza Pristianty;
Andi Hermansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2022): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33085/.v3i1.5550
Penyakit tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang menjadi peringkat kedua sebagai penyebab kematian dalam golongan penyakit infeksi setelah penyakit infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus). Kabupaten Pamekasan menduduki peringkat kelima di Jatim dalam hal kasus TBC tersebut, setelah Kabupaten Sumenep, Lumajang, Kota Malang, dan Jember. Kondisi yang ada penderita TB tidak patuh menggunakan obat karena merasa tidak nyaman dan takut terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh obat TB tersebut. Sementara para pengelola TB tidak dapat memberi jalan keluar atau solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh penderita. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman pengelola TB di Puskesmas terkait penggunaan obat yang rasional dan cara mengatasi efek samping dari semua obat TB, sehingga mereka dapat membantu para penderita menjalankan pengobatan jangka panjang tanpa merasa takut. Metode kegiatan berupa pelatihan tentang Pengobatan TB pada pengelola TB Puskesmas dan Penglola obat pada Puskesmas di Kabupaten Pamekasan. pelaksanaan kegiatan pada tanggal 16 oktober 2021 bertempat di aula Balai Redjo, di Pamekasan. Peserta sebanyak 53 orang yang terdiri dari perawat, apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Hasil evaluasi terhadap pemahaman peserta menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman yaitu dengan nilai rata-rata 65,98 setelah pelatihan dan 45,22 sebelum pelatihan dengan p wikcoxon signed ranks test = 0,000. Kesimpulan Pelatihan berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman pengelola TB dan Penglola obat Puskesmas di Kabupaten Pamekasan terkait pengobatan TB dan cara mengatasi efek samping obat TB.
Penyuluhan Kesehatan Mengenai Dampak Pernikahan Dini pada Siswi SMP Negeri 30 Kabupaten Tebo
Nursari, Sefryani;
Efrarianti, Yocy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33085/jpmik.v5i2.6153
Pernikahan usia anak atau lebih dikenal dengan istilah pernikahan di bawah umur merupakan salah satu fenomena sosial yang banyak terjadi di berbagai tempat di tanah air, baik di perkotaan maupun di pedesaan, baik kalangan menengah ke atas maupun menengah ke bawah. Banyak dampak yang dapat ditimbulkan dari pernikahan dini seperti masalah psikologis dan masalah kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi remaja perempuan untuk mendapatkan pengetahuan mengenai dampak dari pernikahan dini. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman akan bahaya pelaksanaan pernikahan dini, untuk mengetahui pengertian pernikahan dini, faktor faktor terjadinya pernikahan dini, masalah dan dampak yang terjadi pada pernikahan dini dan cara penanggulangan masalah pernikahan dini sehingga diharapkan bahwa dengan program penyuluhan ini dapat meningkatkan kesadaran mengenai dampak pernikahan dini kepada remaja. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan sosialisasi dengan target sasaran siswi SMP Negeri 30 Kabupaten Tebo dengan jumlah sebanyak 30 orang. Pengabdian masyarakat ini diikuti dengan antusias oleh para peserta terlihat dari banyaknya siswi yang bertanya seputar materi yang diberikan. Disarankan kegiatan penyuluhan dilaksanakan berkala dengan frekuensi lebih sering dan jangkauan penyebaran informasinya juga dapat diperluas kepada keluarga secara umum agar setiap orang, keluarga dan masyarakat lebih mengetahui serta memahami dampak dari pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi maupun psikologis wanita sehingga pengetahuan masyarakat khususnya remaja menjadi lebih baik.
Penyuluhan Pembuatan Simplisia dari Beberapa Tanaman Obat Tradisional pada Masyarakat di Kecamatan Batang Kuis
Khairani Fitri;
Tety Noverita Khairani;
Jacob Tarigan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2021): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33085/.v2i1.5514
Tanaman obat tradisional merupakan salah satu pengobatan alternatif yang telah lama dilakukan secara turun temurun. Keberhasilan pemanfaatan tanaman obat tradisional ini sangat dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dari setiap jenis tanaman yang berkhasiat. Pemanfaatan tanaman obat tradisional tidak hanya sebagai bumbu masakan, tetapi jika ditekuni dengan sepenuh hati akan memberikan nilai kepuasan, bahkan sebagai penopang kehidupan. Banyak bagian dari tumbuhan bisa digunakan sebagai obat, diantaranya adalah bagian buah, batang, daun dan akar atau umbi. Pengetahuan masyarakat di desa Bakaran Batu Kecamatan Batang Kuis mengenai pemanfaatan obat tradisional untuk pengobatan bisa dikatakan baik, tetapi pengolahan dari bagian tanaman yang bisa dijadikan obat yang salah satunya dijadikan simplisia belumlah mereka ketahui. Simplisia adalah bahan alamiah yang dipakai sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga atau yang baru mengalami proses setengah jadi seperti pengeringan. Simplisia memiliki banyak keunggulan antara lain efek sampingnya relatif lebih kecil daripada obat-obatan kimia karena berasal dari alam, adanya komposisi yang saling mendukung untuk mencapai efektivitas pengobatan, dan lebih sesuai untuk penyakit metabolik dan degeneratif. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi penyuluhan kepada masyarakat di Desa Bakaran Batu Kecamatan Batang Kuis dengan memberikan contoh beberapa jenis tanaman yang bisa digunakan untuk. Selanjutnya bagian tanaman tersebut dijadikan simplisia untuk dijadikan obat. Metode yang digunakan yaitu pemberian penyuluhan berupa ceramah dengan media powerpoint dan pembagian leaflet. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pembuatan simplisia dari tanaman obat untuk dapat digunakan dalam kebutuhan sehari-hari.